FF/ I’M BLIND WITHOUT YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


aPicsArt_1423275982801

Title: I’m Blind without You ( Chapter 1 ) | Author : (@kookooruyuk) |
Casts: Jeon Jungkook (BTS), and Ami (OC),etc  | Genre: Romance, sad,
Drama. | Duration: Chaptered | Rating : PG-16

Disclaimer : Semua pemain hanya milik Tuhan dan Keluarganya. Mohon RCL^^

.

.

.

.

Angin yang sangat lembut ini menyentuh wajahku, ibuku menuntunku dari
tangga sampai bawah. Huh. Akhirnya aku sudah sampai ketujuanku. Aku
cukup lelah untuk menunggu sampai disini, duduk di pesawat bersama
ibuku ‘tanpa’ melihat pemandangan. Cukup menyedihkan ,mungkin. Untuk
seumuran denganku aku harus berjuang melawan takdir pahitku ini.

Selama bertahun-tahun aku buta. Ya,aku buta. Mungkin aku buta sekitar
5 tahun. Disaat orang tuaku cerai. Ayahku meninggalkan aku dan ibuku.
Sehingga, walaupun aku buta. Aku tetap bekerja keras, belajar ,sekolah
dan lain-lain.

Otakku mulai berpikir, bagaimana aku sukses? Seperti orang lain di
masa depan? Apakah aku bisa? Aku tidak yakin. Sungguh. Tak Yakin.Aku
ingin sekali melihat dunia ini. Aku yakin, tahun ke tahun dunia ini
berubah. Semakin indah menurutku. Tapi ,aku tak bisa menikmatinya.
Hanya bisa mendengarkan kicauan burung, sejuknya angin, dan hangatnya
matahari. Tak lebih dari itu. Tuhan.. Apakah ini nasibku ?? Sangat
pahit.

Mencoba tegar melawan takdirku ini.

“Ibu.. Kita mau kemana?” Tanyaku. Ibu menggenggam tanganku erat.
Sangat erat seperti akan meninggalkanku.
“Kita akan ke apartemen,nak” Jawabnya.
Seseorang menubrukku, aku sangat terkejut. Disaat seperti ini. Masih
ada kejadian seperti ini. Mentang-mentang aku buta.
“Ah,maaf nak..”
“Tidak apa-apa,bu” Ucapku sambil menyunggingkan senyumku.

“Ibu.. Kita akan naik apa lagi? Taksi? Atau bus? Aku ingin buru-buru
ke apartement, aku lelah bu..”
“Iya sayang, tenanglah. Ibu pergi dulu ya. Ibu ingin ke toilet
sebentar. Kau duduk disini” Dia menuntunku kesini, lagi-lagi ibuku
meninggalkanku untuk kepentingannya sendiri.
“Ya,bu. Jangan lama-lama”
***
4 jam kemudian
.
.
.

Kenapa ibuku sangat lama? Kemana ibuku ini? Apakah dia meninggalkanku
di airport ini? Ya Tuhan.. Jangan sampai ini terjadi.
Aku beranjak dari dudukku, gelisah , khawatir dan kecewa, bercampur
jadi satu. Aku berjalan dengan tongkatku ini, berjalan tanpa tujuan.
Dan seseorang menubrukku ‘lagi’. Hey! Ini sudah kedua kalinya aku
ditubruk oleh seseorang.
“Maaf,aku sangat minta maaf. Aku tak sengaja,sungguh” Ucap seorang
wanita ini, kukira dia di sebelahku sekarang, atau didepanku.
“Ah.. Tidak apa-apa. Aku baik baik saja”
“Kau.. Kenapa malam-malam begini masih di airport? Dimana keluargamu?
Dan mengapa kau membawa tongkat? Apakah kau-”
“Aku buta. Aku menunggu ibuku lebih dari 4 jam disini. Tapi entah dimana dia.”
“Ah,maaf. Aku tidak tahu. Yasudah,sebagai permintaan maafku, kau mau
‘kan tinggal di rumahku?”

“Tidak usah,aku tak mau merepotkanmu”
“Hey,jangan begitu. Toh orang tuaku juga akan mengizinkanmu untuk
tinggal bersamaku” Balasnya.
Dia langsung menuntunku sampai ke mobilnya. Mobilnya atau mobil taxi?
Ah, aku tak peduli. Mungkin dia adalah wanita baik-baik. Tapi aku tak
mau langsung mendeskripsikan bahwa dia wanita yang baik. Aku harus
hati-hati.
“Ayo masuk.”
“Ya. Terimakasih”
Dia langsung menutup pintu mobilnya. Membuka lagi pintu mobi sebelahnya.
“Omong-omong. Siapa namamu?”
“Aku? Jeon Jungkook.”
“Nama yang bagus. Aku Ami. Salam kenal ya,Jungkook.”
“Ah,ya”
Aku tersenyum lagi kepada wanita ini. Kusimpulkan tentang dia. Bahwa
dia cukup gampang akrab dengan orang lain. Hatiku mulai
berangsur-angsur, bahwa aku harus menghilangkan rasa ‘hati-hati’ku
ini.

****

“Sudah sampai Jungkook. Ayo,aku tuntun lagi”
Dia membuka lagi pintunya untuk menuntunku. Membawaku ke rumahnya.
“Jungkook tunggu disini ya. Aku mau membereskan tempat tidurmu.”
“Tidak usah,aku saja”
“Ah,jangan. Kau ‘kan tamuku. Kau tunggu disini dan duduk. Ok”

Aku menghela nafas berat. Apakah aku merepotkannya? Mengapa detik demi
detik, aku selalu merepotkan orang lain?

Cukup lama aku menunggunya. Duduk di sofa yang empuk dan mungkin ini
sofa yang mahal. Pasti ini rumah yang mewah. Tapi , dimana ibuku itu?
Aku harus meminta kepada Ami, bahwa dia harus mengantarku ke airport
lagi.

“Jungkook,aku sudah selesai. Ayo kita ke kamarmu. Semoga kau
menikmatinya.” Aku hanya tersenyum simpul dengan ucapannya itu.
“Kau harus menaiki tangga satu per satu. Awas , nanti jatuh. Hati-hati.
Yaa .. Ya.. Terus-terus.. Eup! Sampai” Ucapnya,
“Kau lelah? Maafkan aku .. Aku merepotkanmu lagi.”
“Tak apa,ayo masuk”
Terdengar dia membuka pintu kamarku, ah tidak. Inikan rumahnya. Dia
menuntunku ‘lagi’ sampai ke kasur miliknya.
“Sepertinya rumahmu sangat mewah.”

“Tidak juga. Rumahku sederhana, dan hanya bertingkat saja.” Dia tertawa kecil.
“Benarkah? Dimana orangtuamu,Ami? Mengapa aku tak mendengar suara
ibumu atau ayahmu?” Tanyaku.
“Ibuku pulang jam 02.00 pagi. Dan ayahku menjadi dosen di Jepang.
Ayahku pulang 6 bulan sekali,hehe.”
Dugaanku benar, dia anak bangsawan sepertinya.”Aku pergi dulu. Selamat
malam,Jungkook.”
“Malam.. Ah,tunggu!”
“Ada apa lagi?”
“Bisakah kau mengantarkanku ke airport lagi besok? Aku khawatir kepada Ibuku.”
“Hmm,gimana ya. Aku besok harus sekolah.”
“Ah,bagaimana kalau diantarkan oleh supirku. Bagaimana?Kau tidak
apa-apakan,Jungkook.”
“Tidak apa-apa.”

“Yasudah aku pergi dulu.”

Aku langsung beranjak tidur. Merebahkan tubuhku ke dalam kasur ini.
Empuk. Sudah lama aku tak tidur di kasur seperti ini. Kuper sekali aku
ini.

*

*

*

*

‘Sudah jam berapa ini? Apakah sudah pagi? Aku tak bisa membedakan mana
malam dan pagi. Mungkin ini sudah siang. Sial! Mengapa aku memalukan
sekali. Huh.
Aku langsung beranjak dari tidurku ini. Membawa tongkat dan membuka pintu.
“Oh. Jungkook kau sudah bangun? Aku pergi dulu ya.”
“Kau mau kemana,Ami? Ini jam berapa?”
“Aku mau pergi ke sekolah. Ini pukul 06.30. Memangnya kenapa?”
“Ah,tidak. Sepagi ini kah?”
“Hmm.. Kalau kau mau makan,disana ada makanan. Kau bisa menyuruh
pembantuku..-“”-… Bibi.. Tolong nanti antarkan makanan untuk
Jungkook ya.”
“Ti-tidak usah,Ami. Aku tidak lapar.”
“Ya! Kau belum makan dari kemarin. Bodoh sekali. Kau bisa sakit perut
kalau tak makan.” Ucapnya marah. Aku terkejut mendengar dia marah,
membentakku seperti ini.
“Iya,nona. Nanti saya antarkan.”
“Ya sudah ,aku pergi dulu. Bye.”

“Ami-ya. Tunggu dulu,nak.” Terdengar di pendengaranku. Mungkin dia
ibunya. “Iya,bu.”
“Ini bekalmu,sayang.”
“Terimakasih,bu.”
“Ah, ini siapa sayang? Pacarmu?”

Apa? Pacar? Baru kemarin aku mengenalnya. Masa aku di bilang pacar.
Tapi mengapa, disaat ibunya memanggilku ‘pacar’ kenapa wajahku terasa
panas?? Damn!

“Bukan,bu. Aku tak sengaja bertemu dengannya di airport kemarin. Dia
tak punya siapa-siapa disini. Ibunya meninggalkannya kemarin. Tak apa
‘kan dia tinggal disini,Bu?” Ucapnya panjang lebar.

“Boleh,asalkan kau bahagia,sayang. Ayo cepat berangkat. Nanti keburu terlambat.”
“Ya,Bu. Selamat tinggal. Aku berangkat.”

Dia meninggalkan kami. Ibunya mengusapkan punggungku dengan lembut.
Aku merasa nyaman di dekatnya.
“Jaga baik-baik disini ya,Bi. Nak,kau belum makan?”
“Belum,bu.”
“Yasudah ,kau segera makan,ibu berangkat dulu. Apakah kau membawa baju,nak?”
“Tidak. Mungkin ibuku membawa perlengkapanku.”
“Malang sekali nasibmu,nak.”

Aku hanya tersenyum getir mendengar ucapannya. Serasa hatiku teriris
oleh pisau yang tajam.
“Nanti Ibu akan membeli baju untukmu ya,nak. Tenang saja. Anggap rumah
ini adalah rumahmu juga. Jangan sungkan-sungkan.”

Ami’s Mother POV

‘Kulihat matanya buta. Apakah benar? Tapi menurutku dia tak buta
total. Mungkin dia bisa melihat remang-remang. Apakah aku harus
menanyainya? Ya. Harus’

“Nak. Maaf ibu lancang terhadapmu. Apakah kau buta? Sepertinya kau tak
buta total.”
“Ya,Bu. Aku buta. Tapi mengapa kau tahu aku ini tidak buta total?”

Aku tersenyum mendenga pertanyaannya.
“Ah,Ibukan seorang dokter.” Ucapku tersenyum.
“Yasudah,ibu pergi dulu. Sampai jumpa.””Ya,bu.”
“Ya,nyonya..-” “Ah,saya menyiapkan makanan dulu ya,tuan.”
“Ah,tidak usah memanggilku tuan. Panggil saya Jungkook saja.”
“Ya,Jungkook.”

Ami’s Mother POV END

Jungkook POV

.

.

.

Aku beranjak keluar, dengan bermodalkan tongkatu dan mencoba
memfokuskan mataku. Mencoba melatih mataku agar terbiasa dari
penderitaanu ini.
Melewati tangga yang cukup panjang, membuatku cukup susah untuk
melewatinya. Aku selalu berdoa setiap detik, menit , jam. Untuk
mengubah nasibku ini.
Aku yakin. Bahwa TUHAN selalu menyertai doaku.
Terdengar sebuah langkah kaki di telingaku.
“Tuan. Tuan mau kemana?”
Ah,sepertinya ini adalah suara supir itu tadi malam.
“Aku ingin keluar sebentar. Menghirup udara segar..”

“Baiklah,mari saya antar.”
Dia menuntunku ke belakang rumah. Terlihat dipenglihatanku yang
remang-remang ini, banyak bunga di sekitar sini. Mungkin lebih
tepatnya ini sebuah taman.
“Pak,maaf. Ini di taman?”
“Ya,tuan.” Aku tersenyum simpul mendengarkannya.”Baiklah terimakasih
atas bantuannya,Pak”
“Ya,sama-sama tuan. Baiklah saya pergi dulu,tuan.”
“Tunggu dulu,Pak!”

“Ada perlu apa lagi tuan?”
“Apakah anda tidak mengantarkan Ami?”
“Oh. Nona selalu naik busway atau jalan kaki,tuan”
“Oh,begitu.” Timpalku sambil menganggukan kepalaku.
“Baiklah tuan,saya pergi dulu.”

***

Aku menikmati udara ini. Udara yang sanga segar. Membuat hatiku terasa
tak terbebani lagi. Tidak seperti negaraku. Disini ,dirumah ini banyak
yang sopan padaku. Padahal aku bukan siapa-siapa. Tapi, di negaraku..
Banyak orang menghinaku. Menyedihkan sekali.

Aku berjalan menuju bunga itu, bunga berwarna kuning. Entah apa
namanya. Aku tak jelas melihatnya. Aku mencoba mengambil bunga itu,
maksudnya memetiknya.

Dan disinilah terjadi sebuah kecelakan..

TBC

About fanfictionside

just me

4 thoughts on “FF/ I’M BLIND WITHOUT YOU/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. sepertinya ini ff pernah di share di BTS Fanfiction Indonesia facebook deh.. menurutku sih. .
    sungguh aku belum sempat baca ko,hanya lihat cover sama judul yg sama.. mungkinkah ini cerita n author yg sama hehehe maaf yaaa
    aku ninggalin jejak disini ya thor,maaf belum baca di facebook
    ceritanya bagus chingu,buat aku penasaran, next aku suka (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s