FF/ I NEED YOU…!!!/ BTS-BANGTAN/pt. 3


i-need-you-for-lisa-kim (1) (1)

Tittle: I Need You…!!! [chapter 3] || Author: Lisa Kim @LisaKim0403(Author Freelance) || Genre: Romance, Friendship, School life, AU || Main Cast: Nam Sohyun (OC), Kim Seokjin (BTS), Min Yoongi (BTS) || Other Cast: Nam Woohyun dan Kim Myungsoo (INFINITE), Jung Hoseok, Park Jimin (BTS) and others || OC’s: Lee li aa, Kim Na Rim, Shin Minah || Rating: T || Length: Chaptered

Poster by KryShiners @ ArtFantasy

Disclaimer

FF ini murni hasil karya aku. OC’s dan Semua yang ada dalam FF ini milik aku kecuali Cast.

Happy Reading ^_^

Summary:

“Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Sohyun. Aku tidak akan menyerah hanya karena namja bernama Kim Seokjin itu!”

###

Author Pov

“Eunggg…” Sohyun menggeliat pelan ketika ia merasakan cahaya matahari pagi menerpa wajah cantiknya. Yeoja itu perlahan-lahan membuka matanya, mengerjap-ngerjapkan-nya berkali-kali untuk membiasakannya dengan sinar matahari yang sudah masuk sepenuhnya dari jendela yang memang sudah sepenuhnya terbuka, karena seorang namja yang terlihat baru selesai mandi itu membukanya.

“kau sudah bangun?” Jin melihat ke arah Sohyun yang sudah seutuhnya membuka mata, namun yeoja itu masih asik berdiam dibalik selimut hangatnya.

“emmm…” guman Sohyun.

“cepat bangun dan mandi..! Hyungdeul sudah menunggu kita untuk sarapan.”

“Jin-ah, aku mimpi aneh semalam…” ucap Sohyun dengan suara paruh khas bangun tidur. ia mengerutkan dahinya mengingat mimpi yang ia alami semalam.

“mimpi? Mimpi apa?” tanya Jin sembari mengeringkan rambut basah sehabis mandinya itu dengan handuk putihnya.

“emm..mimpinya agak tidak jelas sih. tapi dimimpi itu aku merasakan seorang namja menciumku, tepat dibibirku. dan rasanya seperti nyata,” Sohyun meraba bibirnya dan dahinya masih saja berkerut . dia masih merasa aneh dengan mimpinya itu, karena terasa begitu nyata baginya. seorang namja menciumnya, tepat dibibirnya! Sementara Jin yang mendengar ucapan Sohyun seketika langsung berhenti mengeringkan rambutnya, namja itu menatap Sohyun dengan memasang wajah terkejutnya.

“n..na..namja? nu..nugu?”

“ne.. seorang namja. emm, tapi aku tidak bisa melihat jelas wajah namja itu, dia hanya menciumku setelah itu langsung pergi dan rasanya itu sangat nyata. bahkan aku masih bisa merasakan bekas ciuman itu sekarang. Aneh..!” lagi-lagi Sohyun meraba bibirnya dan memandang Jin seolah-olah ingin bertanya soal keanehan mimpinya tersebut.

“sudahlah jangan dipikirkan, itu hanya mimpi! mungkin kau terlalu terobsesi dengan first kiss mu itu.” Jin tersenyum kikuk kearah Sohyun.

“Jin-ah, Solma—” Kalimat Sohyun menggantung. Yeoja itu sekarang sudah mendudukan tubuhnya, ia menyipitkan kedua matanya menatap Jin. sementara Jin yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya bisa menelan ludahnya susah payah menantikan kelanjutan kalimat Sohyun.

“solma, .mimpi itu adalah pertanda sebentar lagi aku akan mendapatkan pacar. Geutchi?” lanjut Sohyun dengan senyum-nya yang sudah mengembang sekarang. Kelanjutan kalimat Sohyun membuat Jin menghembuskan nafas yang terlihat seperti nafas lega itu. entah apa yang dipikirkan namja itu sebelumnya.

“molla……sudahlah cepat mandi sana! aku tunggu diluar,” Jin segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar, meninggalkan Sohyun yang mencibir melihat kepergian-nya.

“aneh…..kenapa rasanya nyata sekali?” tanya Sohyun untuk dirinya sendiri. “mungkin ini benar pertanda aku akan segera mendapatkan pacar……huaaaaaa,” oceh Sohyun. sekarang yeoja itu malah tersenyum-senyum sendiri sembari melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

******************

2 hari kemudian….

“Sohyun-ahhhh……..!!!” panggil dua orang yeoja secara bersamaan sambil berlari kecil menghampiri Sohyun yang baru saja duduk dikursinya.

“waeyo?” tanya Sohyun menatap dua sahabatnya – Lee li aa dan Kim na rim- bingung. begitu juga dengan Jin yang ikut menatap heran kearah dua yeoja yang baru saja memanggil Sohyun heboh.

“yaa…Nam Sohyun, neo arra? dikelas sebelah ada anak baru..huaaaaaa,” seru Na rim semangat. sekarang ia sudah memutar kursinya menghadap meja yang ditempati Sohyun dan Jin.

“geure? Geundae wae?” Sohyun masih menatap dua sahabatnya itu bingung. ‘anak baru? memangnya mengapa jika ada anak baru?’ hal itulah yang dipikirkan Sohyun sekarang, karena menurutnya anak baru sudah menjadi suatu hal yang biasa di sekolahnya. bahkan diawal semester dikelas dua ini kelas Sohyun sudah menerima dua murid baru. Jadi, kenapa kedua temannya ini menjadi seheboh ini dengan kedatangan murid baru itu?

“ckckckc…..jadi kalian berdua datang seheboh ini hanya karena ada anak baru dikelas sebelah? Aigoo…kalian benar-benar kurang kerjaan!” Jin menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Li aa dan Na rim bergantian.

“Yya, tapi ini berbeda. anak barunya itu seorang namja dan dia sangat tampan…Huaaaaaaaa,” pekik Li aa tak kalah semangat dari Na rim.

“jincaa??” Nampaknya Sohyun sudah mulai tertarik dengan topik tentang anak baru kelas sebelah itu.

“yaa….memangnya kenapa jika namja anak baru itu tampan? Apa kalian akan mengencaninya? Bukankah kau sudah mempunyai namjachingu Li aa-ssi? dan kau Na rim-ssi bukankah kau baru saja mendapatkan first kiss mu dengan Sungyeol Hyung?” Jin memasang wajah polosnya didepan Li aa dan Na rim, dan langsung mendapat cibiran dari dua yeoja didepannya itu. sementara Sohyun hanya memandang ketiga sahabatnya itu geli.

“Yya….aku memang tidak berniat mengencani namja itu. tapi aku ingin Sohyun yang mengencaninya. Bukan ‘kah seperti Li aa-ya?” Na rim mengarahkan pandanganya kearah Li aa yang duduk disampingnya, yang langsung di hadiahi anggukan semangat oleh Li aa.

“Mwo? Untuk Sohyun? Yya….Andwae!!” pekik Jin.

“wae? apa kau tidak ingin melihat Sohyun memiliki namjachingu? Kau cemburu, eoh?” Li aa memincingkan mata bulatnya menatap Jin.

“A..a..ani…., Yya, bukan itu maksudku!”

“Jin-ah, sebaiknya kau juga segeralah mencari yeoja untuk kau kencani! jangan menempel terus dengan Sohyun. kau membuat Sohyun sulit mendapatkan pacar…arra?” ucap Na rim. Jin hanya berdecak sebal mendengar ucapan Na rim sementara Sohyun hanya tersenyum geli melihat pertengkaran ketiga sahabatnya ini, yang memang sudah sering sekali terjadi.

“ahhh, satu lagi. dengan kau menempel terus dengan Sohyun, kau juga sudah membuat hati para yeoja terluka…huh,” timpal Li aa yang sekarang sudah mencibir kearah Jin.

“eyyyy…Lee li aa apa kau masih mengharapkanku, eoh?” Jin terkekeh geli menatap Li aa, begitu juga dengan Sohyun dan Na rim yang ikut terkekeh pelan menatap Li aa yang sekarang sudah membesarkan matanya semakin lebar, dikarnakan ucapan Jin barusan.

Lee li aa memang sempat memiliki perasaan khusus untuk Jin saat mereka duduk di bangku SMP dulu. tapi sekarang tentu saja sudah tidak lagi. dikarenakan Li aa sekarang sudah memiliki namjachingu yang sangat ia cintai. jadi perasaan-nya untuk Jin benar-benar sudah hilang dan sekarang mereka murni hanya berteman. Sohyun dan Jin sudah mengenal Li aa dan Na rim sejak duduk dibangku SMP. sebenarnya ada satu lagi teman mereka, dia seorang namja bernama Jung Hoseok, namun sayang Hoseok mendapatkan kelas yang berbeda dengan mereka.

“Yya, tentu saja tidak..! Aku sudah memiliki Myungsoo oppa, jadi mana mungkin aku masih mengharapkanmu….maldo andwae!” Jawab Li aa lalu menjulurkan lidahnya kearah Jin yang masih saja tersenyum jahil kearahnya.

“Sohyun-ah pokoknya kau harus bertemu dengan namja anak baru bernama Suga itu nanti..!!” ucap Na rim semangat. Yeoja bermata sipit ini memang sudah ingin sekali melihat Sohyun segera memiliki namjachingu.

“Suga? Namanya Suga? Lucu sekali,” tanya Sohyun.

“sebenarnya sie bukan, tapi anak-anak memanggilnya Suga. Mungkin seperti nama panggilan,” jelas Li aa, yang langsung mendapat anggukan dari Sohyun tanda mengerti.

Tak lama setelah itu bel masuk berbunyi, tanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai dan mereka berempat pun mengakhiri pembahasan mereka, dan mulai fokus dengan pelajaran yang akan segera dimulai.

***

“Huaaaa… Menyebalkan! kenapa harus selalu kita berdua yang membereskan bola-bola ini? Memiliki jadwal piket yang bertepatan dengan pelajaran olahraga memang menyebalkan…huh..” keluh Sohyun sebal sembari memunguti bola kasti yang berserakan dilapangan.

Mereka baru saja menyelesaikan pelajaran olahraga. olahraga hari ini adalah bermain kasti dan jika jam pelajaran berakhir Sohyun yang memang memiliki jadwal piket hari ini akan selalu mendapat tugas untuk merapihkan peralatan olahraga yang kelas mereka gunakan dan menaruhnya kembali kedalam tempat penyimpanan. dan tentu saja hal itu membuat Sohyun sangat kesal…dikarenakan itu akan menggangu jam makan siangnya. namun beruntung Jin yang sebenarnya tidak memiliki jadwal piket hari ini selalu bersedia membantu Sohyun. Seperti sekarang, Jin sedang membantu Sohyun membereskan semua bola-bola kasti yang masih berserakan dilapangan.

“sudahlah, jangan hanya mengeluh. cepat rapikan setelah itu kita makan siang!” tegur Jin. namja itu baru saja memungut dua bola kasti lalu memasukannya kedalam keranjang.

“Araso…ck,” Sohyun berdecak sebal, namun mau tidak mau Sohyun memang harus segera menyelesaikan tugas ini dikarenakan dia sudah sangat lapar.

***

Sementara itu…

Seorang namja bermata tajam sedang memandang kearah luar jendela dari dalam kelasnya, tepatnya namja itu sedang memperhatikan seorang yeoja dan namja yang sedang memunguti bola kasti dilapangan. Dahinya berkerut seperti memikirkan sesuatu.

“Eoy..Suga-ya apa yang sedang kau lihat?” tegur seorang namja yang sukses membuat namja yang dipanggil Suga itu mengalihkan pandangan matanya dari arah luar jendela dan langsung melihat ke asal suara yang baru saja menegurnya.

“Yya…kau membuatku kaget..ck,” Suga menatap sebal ke arah namja bernama Park Jimin yang baru saja membuatnya terkejut.

“Mian, memangnya apa yang sedang kau liat, eoh? Kau tak ingin makan siang?” tanya Jimin. Sekarang memang sudah waktunya makan siang, bahkan sebagian besar teman-teman mereka sudah meninggalkan kelas untuk pergi ke kantin.

“Jimin-ah apa kau kenal yeoja itu?” tanya Suga. ia kembali menatap ke arah luar. Jimin pun segera mengarahkan pandangan matanya ke arah yang dipandang Suga sepupunya itu.

“maksudmu Nam Sohyun?” Jimin balik bertanya.

Ucapan dari Jimin itu langsung membuat Jung Hoseok yang baru hendak keluar kelas seketika berhenti dan menolehkan kepalanya ke arah Jimin dan anak baru bernama Suga itu. ia merasa bingung karena dua namja itu baru saja menyebut-nyebut nama Nam Sohyun, sahabatnya. namun ia enggan untuk bertanya dikarenakan cacing-cacing diperutnya sudah sangat ribut meminta untuk diberi makanan. alhasil Hoseok segera melangkahkan kakinya keluar kelas dan segera menuju kantin meninggalkan Jimin dan Suga berdua didalam kelas.

“ahh benar, namanya Nam sohyun..” guman Suga yang baru teringat nama yeoja yang sedang ia lihat itu. “emm….apa namja yang bersamanya itu namjachingunya?” tanya Suga lagi.

“Kim Seokjin? Ani, mereka memang sangat dekat, tapi setahu aku mereka hanya berteman, tidak lebih. Mereka sudah berteman sejak kecil dan memang sedekat itu,” jelas Jimin.

“ahh geure?” Suga menganguk mengerti dengan penjelasan Jimin. “tapi apa dia sudah memiliki pacar?” tanya Suga lagi.

“nugu? Jin?” tanya Jimin tidak mengerti arti kata ‘dia’ pada pertanyaan sepupuhnya itu.

“ck…tentu saja aku bertanya tentang Sohyun..”

“ahh Sohyun, emm setahu ku sih belum. Jin terlalu sering menempel pada Sohyun dan itu menyebabkan para namja yang ingin mendekati Sohyun merasa tidak nyaman dan menyerah sebelum mendekati yeoja itu. emm, sayang sekali…padahan Sohyun sangat cantik…ahh,” Jimin mendesah pelan. “geundae….kenapa kau tiba-tiba bertanya soal itu?” tanya Jimin lagi.

Suga hanya tersenyum penuh arti dan kembali mengarahkan pandangan matanya manatap Sohyun dan Jin yang baru saja menyelesaikan tugasnya dan sekarang sudah berjalan beriringan meninggalkan lapangan untuk menaruh keranjang berisikan bola kasti itu ke ruang penyimpanan.

“YYA…SOLMA NEO ….!” Pekik Jimin yang sekarang baru menyadari sesuatu dari pertanyaan Suga tentang Sohyun. Lagi-lagi Suga hanya tersenyum penuh arti menanggapi kehebohan sepupuhnya itu.

***

Dikantin ….

“kalian lama sekali?” tanya Hoseok ketika Sohyun dan Jin baru saja bergabung dengannya, Li aa dan Na rim dimeja kantin. Di meja sudah ada dua mangkuk Bibimbap untuk Sohyun dan Jin yang memang sudah sengaja dipesan oleh teman-temannya itu.

“semuanya gara-raga guru olahraga menyebalkan itu…huh,” cibir Sohyun.

“sudahlah….jangan mengeluh terus. Cepat makan!” Jin meletakan mangkuk Bibimbap yang awal adalah miliknya kedepan Sohyun, lalu ia mengambil mangkuk Bibimbap yang awalnya berada didepan Sohyun itu sebagai gantinya. Hal itu dilakukan karena Jin sudah tahu bahwa Sohyun tidak menyukai daun bawang dan oleh sebab itu Jin sudah memisahkannya terlebih dahulu tadi dan melatakan Bibimbap tanpa daun bawang itu ke depan Sohyun.

“Araso..” jawab Sohyun lalu segera memakan Bibimbap-nya dengan lahap. begitu juga dengan yang lain.

15 menit kemudian….

“chogiyo, boleh aku duduk disini?” tanya seorang namja ketika Sohyun dan yang lainnya sudah menyelesaikan makan siang mereka.

“iikkhhh….!” Pekik Li aa dan Na rim bersamaan ketika mata mereka sudah melihat siapa pemilik dari suara itu. Sohyun, Jin dan Hoseok yang mendengar pekikan dari dua yeoja itu pun segera mengikuti arah pandang Li aa dan Na rim.

“Eoh….” Sohyun membesarkan kedua matanya ketika kedua mata bulatnya itu menatap sosok seorang namja yang sedang tersenyum kearahnya.

“Suga-ssi kau rupanya. Silahkan….duduk saja,” ucap Hoseok mempersilahkan namja yang ternyata bernama Suga itu duduk. Suga adalah anak baru teman sekelas Hoseok.

“Gomawo,” ucap Suga. Lalu namja itu segera duduk disamping Jin yang membuat dirinya berhadapan dengan Sohyun. Jin mengerutkan dahinya melihat namja yang baru saja duduk disampingnya itu, sepertinya ia sudah pernah melihat namja ini, namun ia sedikit lupa.

“Kau masih mengingatku Nam sohyun-ssi?” tanya Suga. Namja manis itu menatap Sohyun dengan senyum termanisnya, berharap yeoja di hadapannya itu masih mengingat dirinya.

“ne? eo..eoh ne…bukankah kau namja yang aku tabrak dihalte bus waktu itu? emm…Min Yoongi, benar?” Sohyun balik bertanya. Dia ingat betul namja yang ada dihadapannya ini adalah namja bernama Min Yoongi yang hari jumat lalu tidak sengaja ia tabrak dihalte. Tapi kenapa semua orang memanggilnya Suga?

“ne…benar, aku namja waktu itu. senang ternyata kau masih mengingatku Sohyun-ssi,” ucap Suga lagi-lagi dengan senyum termanisnya.

“ahh benar! kau namja dihalte bus itu! namja yang membuatku hampir mati dipukul Sohyun, Aigoo.” seru Jin ketika ia berhasil mengingat namja yang duduk disampingnya itu. namja yang membuat dirinya harus dipukul Sohyun.

“ne?” ucap Suga tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Jin.

“Aniya. jangan dengarkan dia Yoongi-ssi.” sela Sohyun lalu menatap Jin sinis.

“ya..ya..ya…pembicaran kalian membuatku bingung. Kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?” tanya Hoseok bingung. Sementara Li aa dan Na rim hanya menatap Sohyun, Jin dan Suga bergantian dengan bingung.

“ne kami sudah pernah bertemu sebelumnya. kami tidak sengaja bertemu dihalte bus waktu itu.” jelas Suga. Hoseok mengangguk mengerti, sementara Li aa dan Na rim malah menatap Sohyun dengan tatapan “kau harus menjelaskannya kepada kita nanti!!!”. Sohyun yang mendapatkan tatapan itu dari kedua teman yeojanya hanya mengangguk pelan, Sohyun sudah tahu kedua temannya itu pasti akan bertanya banyak hal dengannya nanti dan mau tidak mau Sohyun harus menjawabnya.

“Yoongi-ssi, jadi anak baru yang dibicarakan anak-anak itu kau?” tanya Sohyun.

“ne? dibicarakan? Aku tidak tahu soal itu, tapi aku memang baru pindah sekolah disini,” jawab Suga, ia tersenyum kikuk mendengar bahwa Sohyun bilang dia menjadi bahan pembicaraan tadi.

“ahhh geure? geundae kenapa mereka memanggilmu Suga?” tanya Sohyun lagi.

“ahhh itu hanya nama panggilanku sejak kecil. kalian juga boleh memanggilku Suga,”

“geure? kalau begitu aku juga akan memanggilmu Suga. Terdengar sangat lucu,” Sohyun tersenyum manis kearah Suga dan membuat Jin mendesis pelan melihatnya.

“yya…Sohyun, apa kau tidak ingin memperkenalkan kami kepada Suga?” bisik Li aa sekecil mungkin agar tidak terdengar oleh Suga. Sohyun tersenyum tipis mendengar bisikan Li aa tepat ditelinga kirinya.

“Ahya..Suga-ssi, kenalkan ini teman-temanku,” ucap Sohyun menunjuk ke arah Li aa dan Na rim.

“aku Lee li aa…”

“aku Kim na rim, kami teman sekelasnya Sohyun dan Jin.”

“ahh ne, aku Min Yoongi, tapi panggil aku Suga saja. Senang bertemu dengan kalian semua. aku berharap aku bisa menjadi teman kalian,”

“ne…tentu saja!” ucap Li aa dan Na rim bersamaan. Suga tersenyum manis kearah dua yeoja itu sementara Jin dan Hoseok tersenyum jijik melihat kelakuan dua teman yeojanya itu.

“jangan pernah sungkan dengan kami Suga-ya,” ucap Hoseok.

“ne Gomawo…” balas Suga.

Suga manatap Sohyun yang saat ini sedang tersenyum kearahnya. Jin yang melihat itu hanya bisa manatap Sohyun lalu menghelan nafasnya pelan.

***

“Yya, Sohyun, cepat ceritakan pada kami!” ucap Na rim ketika mereka berempat sudah duduk dikursinya masing-masing menantikan pelajaran selanjutnya dimulai.

“apa?” Tanya Sohyun polos.

“yya…soal Suga itu. ceritakan bagaimana kalian bisa bertemu waktu itu?” Li aa ikut bertanya dengan matanya yang berbinar-binar menantikan jawaban dari Sohyun.

“yaa…seperti yang diceritakan Suga dikantin tadi. hanya seperti itu,” jawab Sohyun.

“jadi kau tak sengaja menabrak Suga dihalte bus dan kalian berkenalan disana?” tanya Na rim lagi dan langsung mendapat anggukan dari Sohyun.

“trus apalagi yang kalian bicarakan di halte bus itu?” tanya Li aa.

“emm, tidak ada. kami hanya sempat berkenalan, karena tak lama setelah itu Jin datang,” jawab Sohyun lalu melirik kearah Jin yang duduk disampingya.

“Eyyyyyy…..!” seru Li aa dan Na rim bersamaan, lalu berdecak sebal kearah Jin.

“wae?” ucap Jin yang mendapat decakan sebal dari dua yeoja didepannya itu.

“Sudah ku duga kau selalu merusak moment berharganya Sohyun. Kau benar-benar membuat Sohyun susah mendapatkan namjachingu kim Seokjin!” ucap na rim.

“Mwo? Yya…apa salahku?” Jin menatap na rim sedikit sinis. Dia sudah cukup mendapatkan kemarahan dari Sohyun waktu itu. apa sekarang dirinya akan kembali dipersalahkan hanya karena mengacaukan moment Sohyun yang mereka bilang berharga itu?

“sudahlah…jangan ungkit masalah itu lagi,” Sohyun yang melihat perubahan raut wajah Jin mencoba menengahi adu mulut Jin dan Na rim.

“benar kata Sohyun, untuk apa diungkit lagi. toh sekarang Suga sudah bersekolah disini. Bukankah itu berarti Sohyun bisa mendekati Suga nanti, geutchi?” sambung Li aa.

“ne..kau benar Li aa-ya,” timpal Na rim yang saat ini sudah tidak memperdulikan tatapan sinis dari Jin.

“Mwo? Kenapa harus aku yang mendekatinya, aku ini kan yeoja. Apa tidak malu?”

“ahhh benar juga yaa, seharusnya namja yang mendekati yeoja…hemmm,”

“tapi menurut penglihatanku Suga juga tertarik denganmu Sohyun-ah.” ucap Na rim.

“jincaa?”

“eoh, buktinya saja di kantin tadi Suga yang duluan menyapamu, dan dia masih mengingat kejadian dihalte bus waktu itu. bukankah itu berarti dia memperhatikanmu?” jelas Na rim.

“benarkah?” Sohyun tersenyum malu mendengar ucapan Na rim. Jujur sejak pertama bertemu Suga atau Min Yoongi dihalte bus waktu itu Sohyun memang langsung tertarik dengan namja bermata tajam namun sangat manis itu dan sekarang dengan kenyataan bahwa Suga bersekolah di SMA yang sama dengan dirinya hal itu tentu saja membuat Sohyun merasa senang.

“Heol…” sambar Jin yang langsung dihadiahkan decakan sebal dari Na rim. Jin dan Na rim memang tidak pernah akur, selalu saja ada hal yang mereka ributkan.

Tett tett tett~

Pembicaraan mereka harus segera terputus karena bel masuk pelajaran selanjutnya sudah berbunyi dan guru yang mereka tunggu pun sudah masuk kedalam kelas. Na rim dan Li aa langsung kembali ketempat duduknya semula dengan senyum yang masih mengambang disudut bibir mereka, membayangkan Sohyun dan Suga. begitu juga dengan Sohyun yang tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Yeoja itu tidak menyadari aura gelap yang menyelimuti Jin saat ini. Berkali-kali Jin menghelan nafasnya pelan. perasaan itu muncul lagi, perasaan yang pernah ia rasakan ketika Sohyun dekat dengan Minho dan beberapa namja lainnya dulu.

Perasaan takut kehilangan Nam Sohyun!!!

***

“Jin-ah kau kenapa?” tanya Sohyun ketika ia dan Jin sedang berjalan ke arah parkiran. Jin memang selama jam pelajaran terakhir tadi sampai mereka pulang terlihat diam dan tentu saja hal itu membuat Sohyun merasa cemas.

“Tidak apa-apa..!”

“Jincaa?”

“Ne…aku serius, jangan perdulikan aku!” ucap Jin dingin.

“Kau masih kesal dengan ucapan Na rim dikelas tadi? kau marah denganku, eoh?” Jin menghelan nafasnya dalam lalu menatap Sohyun lekat. Sebenarnya Jin sama sekali tidak marah dengan Sohyun. tidak ada alasan yang harus membuatnya marah dengan Sohyun. tapi ia akui saat ini perasaan-nya benar-benar tidak tenang. Jin benar-benar takut kehilangan Sohyun, Jin takut Sohyun meninggalkan-nya!

“Aniya! aku tidak marah denganmu, aku hanya sedang lelah, nan gwenchana,” jawab Jin akhirnya. ia mencoba tersenyum ka arah Sohyun, untuk meyakinkan ia memang tidak marah dengan yeoja ini.

“kau sedang tidak berbohongkan kim Seokjin?” tanya Sohyun. yeoja cantik itu memasang wajah sedihnya didepan Jin.

“tentu saja tidak, untuk apa aku berbohong? Aku memang benar-benar tidak marah denganmu Nam sohyun!” ucap Jin lalu mengacak gemas rambut Sohyun.

Jin memang tidak bisa terlalu lama mendiami Sohyun dan ia paling benci ketika melihat Sohyun memasang wajah sedih didepannya, ia benci melihat Sohyun bersedih. Selama ini Jin selalu berusaha membuat Sohyun selalu merasa bahagia, walaupun terkadang dirinya sendiri yang harus terluka. tapi Jin tidak pernah memperdulikan hal itu, karena menurutnya kebahagian Sohyun adalah kebahagian-nya juga. Bagi Jin dengan hanya melihat yeoja didepannya ini tersenyum itu sudah membuat dirinya bahagia.

“yya..jangan pasang wajah sedihmu itu didepan ku, kau membuatku merasa bersalah jadinya,” Jin menangkup pipi Sohyun dengan kedua tangannya, sehingga membuat bibir Sohyun mengerucut seperti ikan mas koki.

“yya…heuntikan.., aku shudah percaya kau tidak marah,” ucap Sohyun tidak begitu jelas sembari berusaha melepaskan kedua tangan kekar milik Jin yang ada dikedua sisi pipinya. Jin terkekeh geli melihat Sohyun yang seperti itu, yang menurutnya sangat lucu.

“ya…ya..ya…apa yang kalian lakukan?” tanya seorang namja yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Sohyun. Jin yang melihat kehadiran namja itu langsung melepaskan tanganya dari pipi Sohyun, lalu tersenyum kikuk kearah namja dibelakang Sohyun itu.

“uwahhh…Myungsoo oppa…Annyeong..” sapa Sohyun ketika ia sudah bisa melihat siapa namja dibelakangnya itu, yang ternyata bernama Kim Myungsoo.

“uwahhhh Sohyun-ah…Annyeong..” balas namja bernama Kim Myungsoo itu dengan gaya Sohyun menyapanya tadi. Namja ini memang humoris (emang Myung Humoris ya? Udh iya aja yaa *loh #AuthorMaksa kkkk…). dia adalah Senior Sohyun dan Jin semanjak SMP sampai sekarang dan Myungsoo juga tak lain adalah namjachingu dari Lee li aa.

“Oppa kau ganti model rambut, eoh?”

“hoh…terlihat semakin tampan‘kan?” ucap Myungsoo sembari merapikan tampilan baru rambutnya. Jin mencibir melihat tingkah narsis seniornya itu, yang menurutnya tingkat kenarsisan yang dimiliki seniornya itu sekelas dengan tingkat kenarsisan Hyungnya – Kim Sunggyu-. (sepertinya Myung juga gak se-narsis Gyu. Tapi udh iya-in aja yaaa kekekeke…)

“ne…Oppa terlihat semakin tampan, Oppa jjang..!” Sohyun memberikan dua jempolnya untuk Myungsoo dan sukses membuat namja itu tersipu malu. sementara Jin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Sohyun dan Myungsoo. dipikirannya bertanya-tanya ‘apa Sohyun benar-benar menyukai tipe namja seperti Hyungnya dan Seniornya, Kim Myungsoo?’.

“tapi apa yang kalian berdua lakukan disini? Dimana yang lain?” yang dimaksud Myungsoo adalah Na rim, Hoseok dan tentu saja yeojachingunya Li aa.

“Oppaaaaa…” belum sempat Sohyun menjawab tiba-tiba suara nyaring milik Li aa sudah terdengar. bahkan sekarang Li aa sudah berlari kecil menuju arah parkiran tempat Sohyun, Jin dan Myungsoo berada.

“eoh…chagia, kenapa lama sekali?” tanya Myungsoo ketika Li aa sudah berdiri didepannya,

“mian…tadi aku harus mengembalikan buku ke perpus dulu,”

“geundae…dimana Na rim dan Hoseok?” tanya Sohyun, karena setahunya Na rim dan Hoseok ikut dengan Li aa ke perpus tadi. tapi sekarang ia tidak melihat kehadiran dua temannya itu.

“ahh mereka masih diperpus. Hoseok bilang dia masih harus mencari beberapa buku lagi dan Na rim menemaninya karena hari ini Na rim pulang bersama Hoseok dengan alasan Sungyeol Oppa tidak bisa menjemputnya,” jelas Li aa.

“ahh..begitu,” Sohyun mengangguk paham.

“Oppa…ayo pulang sekarang. aku sangat lelah hari ini.,” ucap Li aa sembari merangkul lengan Myungsoo manja.

“ne…kajja! kami duluan sohyun-ah, Jin-ah,” pamit Myungsoo.

“Sohyun-ah, Jin-ah Annyeong…” pamit Li aa.

“ne…Annyeong..” balas Sohyun. Jin hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum kearah pasangan muda itu.

“Jin-ah ayo kita pulang juga. bukankah kau bilang lelah tadi?”

“ne, pakai helmmu!” Jin menyerahkan helem berwarna hijau muda kearah Sohyun. Sohyun menerimanya dan langsung memakainya asal, yeoja ini sebenarnya memang tidak betah memakai helm.

“Yya…pakai dengan benar! kau ini,” Jin yang sudah hendak menaiki motornya tiba-tiba langsung mengurungkan niatnya ketika melihat helm yang Sohyun kenakan tidak terkancing dengan rapi, lalu dengan sigap ia langsung mengancingi helem Sohyun dengan sekali klik.

“untuk apa aku melakukannya, jika akhirnya kau akan selalu melakukannya untuku kim Seokjin!” Sohyun tersenyum jahil.

“cih..” balas Jin tersenyum geli mendengar ucapan Sohyun, namun didalam hatinya ia merasa senang. ‘ne aku akan selalu melakukannya untukmu Nam sohyun’ ucap batin Jin.

“cha…naiklah!” ucap Jin setelah ia sudah duduk dimotor hitam miliknya dan Sohyun segera naik membonceng dibelakangnya. Setelah Jin memastikan Sohyun sudah duduk dengan benar dimotornya ia pun segera melajukan motornya meninggalkan halaman parkir.

Sementara itu….

Suga tersenyum getir menatap kepergian Sohyun dan Jin yang baru saja keluar dari halaman parkir. Dia memang sudah sejak tadi berdiri tak jauh dari halaman parkir dan namja ini memperhatikan Sohyun dan Jin sejak tadi.

“Yya, sedang apa kau disini?”

“ohh…kapjagi! Yya…Park Jimin! bisa tidak kau tidak selalu membuatku kaget,” omel Suga kepada Jimin yang tiba-tiba memukul pundaknya dan membuatnya terkejut.

“Mian,” Jimin memberikan cengiran khasnya kepada Suga. “Memangnya apa lagi yang sedang kau lihat, eoh?” Jimin mengedarkan pandangan matanya melihat sekeliling dan matanya berhenti ketika melihat motor hitam yang ia kenali sebagai motor milik kim Seokjin yang baru saja keluar dari gerbang sekolahnya.

“Yya, kau sedang memperhatikan Nam sohyun lagi, eoh?” Suga mengangukan kepalanya menjawab pertanyaan dari sepupuhnya itu. “Aigoo….kau benar-benar tertarik dengan Sohyun?” tanya Jimin lagi.

“Menurutmu?” Suga balik bertanya sembari tersenyum penuh arti ke arah Jimin. Jimin yang mengerti arti dari senyuman itu berdecak sembari mengeleng-gelangkan kepalanya.

“Yya..tapi bagaimana dengan Jin?” Jimin bertanya lagi.

“Jin? kenapa dengan Jin? bukankah kau bilang Jin dan Sohyun hanya bersahabat. jadi apa masalahnya?”

“iya sih. emmmm….tapi bukannya kau sudah lihat kedekatan Sohyun dengan Jin?”

“eoh, aku benar-benar melihatnya tadi,” jawab Suga yang memang sudah benar-benar melihat jelas kedekatan Sohyun dengan Jin. dan menurutnya hal itu sedikit ganjil dimatanya. dia melihat sesuatu yang berbeda dari tatapan mata Jin untuk Sohyun.

“Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Sohyun. Aku tidak akan menyerah hanya karena namja bernama Kim Seokjin itu!” ucap Suga lebih untuk dirinya sendiri. Suga tersenyum penuh arti lagi kearah Jimin. Jimin yang melihat senyuman itu lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia sudah sangat mengenal sepupunya itu yang memang tidak akan pernah menyerah jika sesuatu yang ia inginkan belum menjadi miliknya.

Dan kali ini yang di inginkan seorang Suga adalah Nam Sohyun..!!!

TBC

Mian kalau dipart ini masih banyak typo.hhe…

Gomawo buat kalian yang masih setia nunggu Fanfic abal ini *bow*

Jangan Lupa Commentnya…!!!

About fanfictionside

just me

3 thoughts on “FF/ I NEED YOU…!!!/ BTS-BANGTAN/pt. 3

  1. maaf thor baru koment di part ini..
    ceritanya bagus,, aku suka (y) karakter Nam Sohyun disini,,aduh kenapa Jin gk bilang sih klo dia suka sama Sohyun,ckckck
    oh iya ini yg ingin kutanyakan author Elsa Kim kan yang bikin ff The Mask Of Vendetta, kapan thor share lanjutannya part 12,udah lumutan nih nunggunya…
    klo authornya beda maaf ya,aku hanya penasaran doang…
    nexttt,, (y) (y)

    • Hai ^^
      Sblmnya Terima banyak ya kamu dh ninggalin jejaknya *BowBrngJin*
      Chap selanjutnya ditunggu…oke.hehehe…

      Wah, kebetulan aku bukan Author ‘Elsa Kim’ kita hanya sama marganya aja.hehehe… Maaf yaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s