FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 6


FATE PT.6

Title : FATE Pt.6

Cast :

  • Kim Seok Jin (BTS)
  • Shin Hye Jeong (AOA)

Support Cast :

  • Yagi Harumi
  • Irie Naoki

Genre :

Sad, Friendship , Romance , NC

Length : Chapter

Author : Chahaekris

*

Today, I wander in my memory
I’m passing around on the end of this way
You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again

I’m praying to the sky I want see you and hold you more
that I want to see you and hold you more

It can’t be if it’s not you
I can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you

I cannot send you away one more time
I can’t live without you.

Jin menoleh ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 2 pagi.

Sudah 4 jam ia menunggu sejak Ajjuma di larikan ke Rumah Sakit,

namun sampai saat ini belum ada kabar dari Dokter yang menanganinya.

Jin menoleh ke arah HyeJeong yang tertidur di sampingnya,

Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Jin.

Ia pun berusaha memejamkan matanya sambil menunggu Dokter keluar dari Ruang Gawat Darurat.

Terbesit di pikirannya mengenai kejadian hari ini, mengapa Ajjuma bisa sampai pingsan dan tidak sadarkan diri?

Apakah Ajjuma mengidap suatu penyakit?

Jin mengingat beberapa waktu lalu saat ia bertemu dengan Ajjuma di Rumah Sakit ini. Semua hal itu berkelebat di pikiran Jin. Sepertinya Ajjuma memang mengalami suatu penyakit, namun ia berusaha menutupinya.

“Nyonya Lee mengidap penyakit Sleep Apnea, dimana terjadinya gangguan yang ditandai dengan gangguan singkat pernapasan saat tidur. Dalam tipe yang paling umum, apnea tidur obstruktif. Saluran napas bagian atas benar-benar tertutup selama beberapa detik, dan akhirnya pada gilirannya, otak akan membangunkan untuk mulai bernapas lagi. Seseorang yang mengidap apnea tidur obstruktif dapat berhenti bernapas lusinan atau bahkan ratusan kali semalam. Nyonya Lee selama ini menjalani perawatan yang cukup stabil. Namun tanpa di duga penyakit ini semakin merambah ke saluran pernapasan bagian atas dan bawah. Paru-parunya akan tertutup seketika dan saat itu juga ia akan mengalami sesak. Dan kita tidak akan bisa memprediksi kapan sesak itu akan kambuh. Kondisi Nyonya Lee masih sangat lemah…mungkin ia tidak boleh terlalu kelelahan saat ini…jika tidak akan sangat fatal nantinya”

Jin mendengarkan penjelasan Dokter Kawaguchi yang menangani Ajjuma Lee dengan seksama.

“sebaiknya kau mengatakan pada gadis itu tentang penyakit Nyonya Lee. Walaupun Nyonya Lee melarangku mengatakannya pada siapapun, tapi aku rasa gadis itu harus tau. Ini demi kebaikan Nyonya Lee juga…sebagai seorang calon dokter kau juga harus mengerti keadaan pasienmu, memang ada saatnya kita merahasiakan penyakit seorang pasien , namun ada saatnya juga kau harus mengatakan yang sebenarnya…aku mohon padamu Kim Seok Jin-Kun”

Jin terpaku…

Dokter Kawaguchi benar,

Di satu sisi Ia memang ragu mengatakan penyakit yang di derita Ajjuma Lee pada HyeJeong. HyeJeong pasti akan sangat terbebani, ia tahu jika HyeJeong sangat bergantung pada Ajjuma namun di sisi lain HyeJeong setidaknya harus tahu hal ini lebih awal sebelum terlambat.

**

HyeJeong duduk di samping ranjang Rumah Sakit sambil mengenggam tangan lemah yang sudah semalaman masih belum membuka matanya itu.

Ajjuma Lee belum menyadarkan dirinya sejak keluar dari Unit Gawat Darurat.

HyeJeong menitikkan air matanya,

mengapa hal ini harus terjadi?

Jika tidak ada Jin bersamanya saat itu mampukah ia menyelamatkan nyawa Ajjuma?

Di saat seperti inilah ia merasa dirinya sangat tidak berguna,

Ajjuma selalu ada setiap saat ia membutuhkan bantuannya,

Namun saat Ajjuma membutuhkannya, ia malah tidak ada di sampingnya.

Air mata HyeJeong semakin deras mengalir ke pipi gadis itu, ia merasa sangat sedih tidak bisa melakukan apapun saat ini.

Selama ini hidupnya benar2 bergantung pada Ajjuma.

Jika tidak ada Ajjuma siapa yang akan menjaganya…

“HyeJeong’a…”

Jin menyentuh pundak HyeJeong, namun HyeJeong sama sekali tidak bergeming.

Gadis itu menutupi dirinya yang sedang menangis.

Jin menghela nafasnya…tidak tahu darimana ia harus memulai perkacapan. Melihat kondisi HyeJeong yang seperti ini membuatnya sangat khawatir.

Jin berlutut di samping HyeJeong dan menggenggam kedua tangannya , ia sangat paham bagaimana perasaan gadis di hadapannya saat ini. Perlahan ia mengusap air mata yang mengalir di pipi gadis itu,

“HyeJeong’a…kau tidak perlu khawatir, bukankah ada aku di sini bersamamu,

Aku juga sedih melihat kondisi Ajjuma seperti ini, Ajjuma sudah seperti ibuku sendiri…

Semua akan baik-baik saja”

Jin tersenyum menatap HyeJeong.

“aku selalu merepotkanmu Jin…aku sungguh-sungguh meminta maaf karena aku tidak bisa melakukan apapun” HyeJeong kembali terisak

“aniii…HyeJeong’a sudah berapa kali harus kukatakan padamu, kau tidak pernah merepotkanku. Kau tidak sendiri HyeJeong’a…aku selalu bersamamu…

Yang harus kita lakukan sekarang adalah berdoa dan menunggu Ajjuma sadar”

HyeJeong menganggukkan kepalanya, jika seandainya saja ia bisa melihat ia tidak akan merepotkan siapapun.

***

HyeJeong menggeliat dan memegang lehernya yang terasa keram, tangan kanannya terulur meraba sekitarnya, ia mendapati sosok seorang di samping yang selalu bersamanya.

Ia mulai terbiasa dengan keberadaan Jin di sampingnya, menidurkan kepalanya di bahu lebar Jin yang terasa nyaman baginya, dan menghirup aroma tubuh lelaki itu . Mulai terbiasa dengan tangan yang selalu menggenggam erat tangannya. HyeJeong tersenyum , jika saja ia bisa melihat saat Jin tertidur…pasti wajah itu sangat damai.

“sudah bangun?”

“eoh Ajjumaaaa…”

HyeJeong terlonjak dan beranjak dari Sofa di samping tempat tidur menghampiri ranjang Ajjuma.

“ada apa dengan Ajjuma? Aku sangat khawatir sekali…” HyeJeong meraba ranjang dan meraih tangan Ajjuma, ia mulai terisak lagi.

“eisshh aku tidak apa-apa…aku hanya kelelahan Hye…maafkan aku sudah merepotkanmu dan Seok Jin” Ajjuma meraih wajah HyeJeong dan menghapus air mata gadis itu.

“Ajjuma…jangan berbohong padaku, apa yang terjadi padamu?”

kini gadis itu sudah menghapus air matanya dan menunggu jawaban dari Ajjuma.

“HyeJeong’a…”

Jin yang tadi tertidur , terbangun dan menghampiri HyeJeong,

“Ajjuma baru saja sadar masih perlu banyak istirahat…sebaiknya kita jangan membahas hal itu sekarang ne”

Ajjuma menatap Jin dengan tatapan sayunya, Jin menggelengkan kepalanya seolah-olah memberikan arti “Ajjuma jangan menjawab apapun”

“aku akan memberitahu dokter jika Ajjuma sudah sadar” Jin pun pergi melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Ajjuma.

Jin membantu HyeJeong yang menyiapkan keperluan Ajjuma dan dirinya yang akan tinggal beberapa hari di Rumah Sakit sampai Ajjuma di bolehkan pulang.

“Jin…”

Ia menoleh ke arah HyeJeong yang sedang melipat-lipat baju dan memasukkannya ke dalam tas.

Haruskah ia mengatakan hal ini sekarang? Benak Jin berkecamuk , hatinya sangat ragu jika harus mengatakan hal ini pada HyeJeong.

“Jin…” sekali lagi HyeJeong memanggil nama Jin,

“ne?” Jin menepuk punggung tangan HyeJeong.

“apa kau sudah menemukan Ikat rambut yang terjatuh waktu itu?”

Jin teringat ikat rambut yang tidak sengaja HyeJeong jatuhkan.

“eohh…emm aku sudah menemukannya, tapi warna nya menjadi kecoklatan karena seseorang telah menjatuhkannya di lumpur saat hujan”

HyeJeong menghentikan aktifitas melipat bajunya, wajah sedihnya kembali menghiasi wajahnya , “mianhe…aku tidak sengaja, aku akan membersihkannya, berikan padaku” ia mengulurkan tangannya ke arah Jin.

Jin meraih tangan HyeJeong dan menggenggam erat tangan gadis itu. Ia bangkit dari duduknya, merogoh sesuatu dari kantung celananya dan berdiri di belakang HyeJeong.

HyeJeong tersentak ketika Jin mulai membelai lembut rambut panjangnya. Jin merapikan rambut HyeJeong dan mengikatkan ikat rambut itu di rambut HyeJeong. Kemudian ia memutar badan Hyejeong menghadap ke arahnya.

“kau harus menjaganya baik-baik…tidak boleh sampai terjatuh lagi arra”

HyeJeong tersenyum dan mengangguk.

“HyeJeong’a…ada hal yang ingin aku katakan padamu”

Jin menghela nafasnya kecil…

Ia menatap gadis yang kini berdiri di hadapannya dengan sendu.

“ini mengenai kondisi Ajjuma…aku hanya ingin kau mengerti, bahwa Ajjuma-“

“aku sudah tahu” potong HyeJeong

Jin membulatkan matanya terkejut,

“kau sudah tahu?”

HyeJeong mengangguk pelan,

“aku sudah tahu penyakit yang di derita Ajjuma…aku sendiri yang bertanya kepada Kawaguchi Sensei…dan aku mengerti itu, Ajjuma akan sembuh…aku yakin Ajjuma akan sembuh”

Jin merengkuh tubuh HyeJeong dan memeluk gadis itu erat,

“ pasti…Ajjuma akan sembuh…”

“terima kasih karena kau selalu di sampingku Jin” HyeJeong kembali menitikkan air matanya tak mampu menahan kesedihannya.

“aku akan selalu di sini, bersamamu…kau tidak akan sendiri HyeJeong’a” Jin mengelus punggung HyeJeong lembut.

“aku ingin segera mengoperasi mataku Jin”

Jin melepas pelukannya dan menatap gadisnya itu lekat-lekat,

“benarkah? Apa kau sudah yakin?”

Perasaannya kini terkejut sekaligus senang.

HyeJeong mengangguk pelan,

“tapi…mengapa wajahmu masih ragu? Ehm?”

Jin meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua pipi HyeJeong

“aku…aku hanya takut Jin”

Jin mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir HyeJeong dengan lembut,

“apakah sekarang kau masih ragu?”

HyeJeong tersenyum dan menggelengkan kepalanya,

“ehmm secepatnya…lebih cepat lebih baik”

****

“ahhhhhhhh…”

Naoki menguap lebar sembari merentangkan tangannya di bangku taman kampus.

“lama sekali gadis itu…sudah sejam aku menunggunya”

Kemudian matanya menangkap sesosok yang ia tunggu sejak tadi berjalan dengan anggun memakai rok mininya.

Gadis itu menyerigai dan mendekat ke arah Naoki,

“How are you today my Boy?” Harumi mengecup pipi Naoki dan duduk di sebelahnya.

“Jin sudah seminggu tak pernah datang ke Kampus, apa kau tahu kemana dia?”

Harumi mengerutkan dahinya,

“benar juga…sudah lama sekali rasanya kita tak bertemu dengannya,

Apa mungkin terjadi sesuatu?

jika terjadi apa2 mana mungkin dia tidak mengabari”

“ponselnya tidak aktif , sejak kemarin aku mencoba menghubunginya”

Naoki menekan-nekan ponselnya dan kembali menggelengkan kepalanya,

“masih tidak aktif”

“hmmm tugas kuliah ini membuatku lupa pada sahabat kita itu , ayo sebaiknya kita ke Apartmentnya” Harumi menarik tangan Naoki dan bergegas menuju Apartment Jin.

Seminggu sudah berlalu sejak Ajjuma di rawat di Rumah Sakit, kesehatan Ajjuma tidak bisa di katakan baik…kondisi tubuhnya semakin menurun. Itu membuat HyeJeong dan Jin sangat harap-harap cemas. HyeJeong juga menjadi tidak selera makan melihat kondisi Ajjuma yang semakin tidak membaik.

Jin merebahkan dirinya di kursi kerjanya, sejak tadi dirinya di sibukkan oleh pekerjaan Rumah Sakit. Ia juga belum menyentuh makanan sama sekali, entah mengapa nafsu makannya juga menurun.

“kau sangat bekerja keras akhir-akhir ini” Dr. Satoshi menepuk pundak Jin pelan

Jin menundukkan kepalanya menyapa kedatangan Dr. Satoshi,

“aku dengar kondisi Nyonya Lee semakin menurun di karenakan ia juga mempunyai penyakit gula darah yang tinggi”

Jin menganggukkan kepalanya pelan,

“apakah menurut Sensei kondisi itu sangat berbahaya?”

Dr. Satoshi berpikir sejenak,

“itu di sebut komplikasi. Kau tahu kan semua Dokter di dunia pasti akan berusaha membuat pasiennya sembuh dari suatu penyakit. Penyakit itu bisa sembuh jika daya tahan dan dorongan dari tubuh tersebut ingin sembuh. Berbahaya tidaknya suatu penyakit adalah tergantung cara penanganannya saja. Jika aku bisa katakan, semua penyakit itu berbahaya,namun kami sebagai Dokter pasti akan berusaha melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan pasien dengan cara medis yang benar. Hanya saja kami tidak bisa menjamin berhasil tidaknya suatu penyembuhan itu. Melihat kondisi tubuh Nyonya Lee yang semakin menurun membuatku ragu akan kesembuhannya”

“lalu apakah tidak ada cara lain lagi?”

“semua cara pasti sudah di lakukan Dr. Kawaguchi, kita hanya bisa berdoa yang terbaik Seok Jin”

Jin menunduk menatap lantai, pikirannya melayang kepada HyeJeong…apa yang akan di pikirkan oleh Gadis itu?

Dan tiba-tiba ia teringat sesuatu hal.

“ahh Sensei…apakah kau sudah menemukan pendonor mata untuk HyeJeong?”

“belum…belum ada pendonor mata sampai saat ini. Bersabarlah Seok Jin , kami akan membantumu mencari pendonor secepatnya…”

“Domo Arigatou Sensei”

Jin bangkit dan menundukkan kepalanya , ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan, senyum masih menghiasi wajah Jin.

“sudah kuduga kau pasti di sini”

Jin seperti mengenal suara itu , ia membalikkan badannya dan kemudian tersenyum.

“apakah separah itu penyakit yang di derita Ajjuma Lee? Aku sedih mengingat HyeJeong” Harumi dan Naoki menjadi turut prihatin atas musibah yang di alami oleh HyeJeong.

“lalu apakah itu hal yang mustahil untuk disembuhkan?” kini Naoki yang penasaran dengan sahabatnya itu,

Jadi ini penyebab hilangnya Jin selama seminggu ini , gumamnya dalam hati.

Jin menghela nafasnya tak tahu harus menjawab apa,

“baiklah sekarang kau harus menemani HyeJeong sampai Ajjuma Lee benar-benar sembuh, setidaknya sekarang kami sudah tahu kondisimu baik-baik saja” Harumi menyentuh pundak Jin dan tersenyum.

“dan setidaknya kau memberitahu kami jika terjadi sesuatu pada HyeJeong…jangan menghilang seperti ini” timpal Naoki.

Jin menganggukkan kepalanya dan tertawa pelan “maafkan aku…kalian hati-hati lah di jalan”

Jin berjalan menuju ruangan Ajjuma Lee di rawat.

Di bukanya pintu ruangan itu namun ruangan itu kosong, wajah Jin berubah tegang. Ia berlari keluar dan mencari Dr. Kawaguchi, namun ia tidak ada di ruangannya.

“eoh Seok Jin…Nona HyeJeong mencarimu tadi. Nyonya Lee di larikan ke ruangan UGD lagi. Sepertinya nafasnya sesak lagi” ujar perawat yang lewat di depan ruangan Dr. Kawaguchi

Jin berlari ke ruangan UGD dan mendapati HyeJeong yang terduduk sambil menutup wajahnya, gadis itu menangis lagi.

“HyeJeong’a…apa…yang terjadi?” Tanya Jin terbata-bata, ia berusaha mengatur nafasnya.

Hyejeong masih terisak,

“Jiiin…Ajjuma…Ajjuma…”

Jin duduk di sebelah HyeJeong dan memeluk gadis itu, menenangkannya,

“semua akan baik-baik saja HyeJeong’a…tenanglah”

Ia menatap pintu ruang UGD dengan sendu,

Mungkinkah?

Tbc-

Annyeong…

Aku kembali…

Semakin sedih ya ceritanya? TvT

Ngebayangin Jin sedih gitu sebenernya ga tega hiks hiks…

Btw gomawo yang udah support FF ini…Jeongmal Jeongmal gomawo.

Next Chapter di tunggu yah,

Luv Jin

Chahaekris.

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 6

  1. Ahirnya ni ff muncul juga. Eeeii kalau Lee ahjuma meninggal trus bagaimana Hyejong nantinya sedangkan Jin belum selesai kuliahnya. Atau mungkinkah tujuan lee ajuma akan mendonorkan matanya unk Hyejong, siapa tau.

  2. Keren banget ya ampunnn …
    JINSSS keknya sayang banget ama Hye :”)
    Aku tunggu next chap ., cepetan ya thor *plak*

  3. Waaahh kasian lee ahjuma nya, apakah dia yg bakal jadi donor mata buat Hyejeong?
    Aduuuhh bayangin Jin jadi dokter ntar pake jas lab, pasti ganteng banget :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s