FF/ A GIRL MEET LOVE/ BTS-BANGTAN/ PT. 1


Tittle: A Girl Meet Love

Cast :

-Hwang Jihwa

-Bangtan Boys (BTS)

-Other

Genre: school life, romance, comedy?

Author: Sherly

Length: chaptered.

[A/N]

Hai! Ini ff baru author. Semoga suka sama jalan ceritanya. Cerita ini muncul tiba-tiba di otak author. Mungkin bahasa nya masih belum terlalu baku dan typo bakal ada dimana-mana. Author usahain biar rapih bahasanya dan ga ada typo sama sekali. Semoga feelnya dapet ya. Jangan lupa read, comment, like! Makasih^^

//A Girl Meet Love//

~Hwang Jihwa POV~

Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah baru. Aku baru saja pindah dari Canada, aku tinggal di Canada mungkin sudah ada 3 tahun. Ya, aku tinggal di Canada sendiri sebelum ini, ah tidak-tidak lebih tepatnya aku tinggal di Canada bersama dengan teman kecilku di Korea, dia adalah Park Sora, kami seumuran, Ia tinggal sendiri di Canada dan ketika aku memberitahunya aku akan tinggal di Canada Ia langsung menyuruhku untuk tinggal bersamanya dan jadilah aku tinggal bersamanya selama aku menetap di Canada, namun tiba-tiba orangtua-ku menyuruhku untuk tinggal menetap di Korea dengan alasan aku tidak bisa menjaga diriku sendiri ketika di Canada. Ya! Bukti-nya aku baik-baik saja sekarang, aish. Jadi, mau tak mau aku pindah kesini. Dan hari ini lah, hari dimana aku akan menginjak sekolah baruku. Aku akan bersekolah di Seoul High School. Dengar-dengar teman kecil-ku juga bersekolah disana. Ya, kalian jangan berpikiran kalau teman masa kecilku hanya Park Sora. Selain Park Sora aku juga mempunyai teman masa kecil yang lain. Dia seorang laki-laki. Kami berteman baik dulu.

“ Jihwa-ya. ” Appa memanggilku saat kami sedang sarapan.

“ ne? “ aku menghentikan acara makanku lalu menatap wajah appaku.

“ kau tau kenapa kami menyuruhmu untuk menetap disini bersama kami? ” tanya appaku. Ya, tentu saja aku tau.

“ aku tau. Itu karna appa dan eomma menganggapku bahwa aku tidak bisa menjaga diriku disana. ” Jawabku sambil kembali memakan sarapan pagi milikku.

“ itu benar. Tapi masih ada hal lain selain itu. ” Apa yang dimaksud dengan eomma? Masih ada hal lain? Apa lagi?

“ apa?”

“ alasan kami menyuruhmu untuk tinggal disini adalah karna kami sudah menemukan jodoh yang cocok untukmu, Jihwa-ya. ” IGE MWOYA?! Kenapa tiba-tiba mereka membicarakan soal ‘jodoh’.

“ ya! kalian ini apa-apaan? jodoh? andwae! aku tidak mau dijodohkan. Jebal, eomma, appa. ” Melasku.

“ ani, kau tidak bisa menolak. Kau harus tetap menuruti kami. ” Ucap eomma. Eottokhae? Apakah aku seburuk ini sampai-sampai mereka mencarikan jodoh untukku?

“ wae eomma? aku bisa menemukannya sendiri. ” Ucapku sambil menatap mereka berdua dengan puppy eyes yang sengaja kubuat-buat.

“ tidak. Eomma yakin kau pasti akan suka dengan jodohmu ini, changi. Percayalah dengan eomma. ”

“ ne, eomma-mu itu benar. Kau akan bertemu jodohmu disekolahmu yang baru ini. Tapi, kami tidak akan memberitahu siapa jodohmu. Biarkan waktu yang menjawab semuanya. ” Ucap appaku. Aku hanya menatap appaku dengan ekspresi datar ketika appa mengucapkan setiap kalimat yang menurutku……… aneh.

“ ya! apakah appa sedang mempermainkan aku?! ” kesalku sambil mengacak-acak rambutku sendiri.

“ sudah, turuti saja perkataan appamu. Jodohmu itu adalah sunbae-mu sendiri. Ia memiliki sifat yang lumayan dingin tapi sebenarnya Ia adalah namja yang baik dan eomma yakin kau juga akan jatuh cinta dengannya seiring dengan waktu berjalan. ” Ucap eomma yakin sambil tersenyum melihatku. Aku hanya pasrah mendengar keputusan mereka.

“ bagaimana kalau aku tidak mau? ”

“ setiap kau pulang sekolah kau tidak boleh kemana-mana, langsung pulang dan handphone-mu akan appa sita. ” appa ingin menyiksaku? Aish.

“ kami hanya ingin yang terbaik untukmu, changi. Selama ini, kau selalu mendapatkan pacar yang tidak benar. Maka dari itu kami mencarikanmu jodoh. ” Ucap eomma. Yah, memang sih. Aku sudah tiga kali berpacaran. Namun selama aku berpacaran aku selalu tidak mendapatkan pacar yang benar. Pacarku yang pertama, dia egois, ingin menang sendiri, tidak mau mengerti perasaanku. Pacarku yang kedua, dia kasar, kalau sedang marah denganku tanpa teganya dia langsung menamparku. Dulu aku pernah ditampar olehnya dan pada saat itu juga aku langsung memutuskan hubungan kami. Sedangkan pacarku yang ketiga, dia menduakanku, ternyata dia memiliki yeoja lain dibelakangku. NASIBKU SUNGGUH MALANG BUKAN?

“ baiklah-baiklah, sudah jam enam lewat tiga puluh menit. Kajja appa, kita berangkat. ” Ajakku.

“ ne, kajja. Eomma kami berangkat dulu. ” Ucap appa sambil memeluk eommaku. Romantis sekali bukan? Yah, itulah yang biasa mereka lakukan jika appa ingin bekerja. Sungguh tidak berubah dari dulu, ckck.

“ eomma aku berangkat. ” Pamitku sambil memeluk eommaku.

“ ne, hati-hati dijalan. Jihwa, hwaiting untuk hari ini! ”

“ ne, eomma. ”

//A Girl Meet Love//

Sekarang aku sudah sampai disekolahku. Tugasku sekarang adalah mencari ruangan kepala sekolah untuk menanyakan kelasku dan mungkin untuk mengisi beberapa data yang harus ku isi. Sekolah ini cukup besar, yah, mungkin aku akan nyaman bersekolah disini. Fasilitas disekolah ini juga cukup bagus. Dan tunggu, sepertinya taman disekolah ini akan menjadi tempat favoritku. Hihi.

Sudah sekitar lima menit aku mengelilingi sekolah ini, tapi aku sama sekali belum menemukan ruangan kepala sekolah. Aih! Kenapa susah sekali mencarinya? Apakah ruangan kepala sekolah disini berada di tempat yang terpencil?!

“ ah, permisi. Bolehkah aku bertanya? ” aku menghentikan langkah seorang namja yang kebetulan lewat didepanku.

“ ne? ”

“dimana ruangan kepala sekolah? ” tanyaku tanpa basa basi.

“ di ujung sana sebelah kiri. ” Ucap namja itu sambil menunjuk arah ruangan kepala sekolah.

“ baiklah, khamsahamnida, aghassi. ” Ucapku berterimakasih sambil membungkuk. Ia hanya membalasnya dengan anggukan kepala lalu segera pergi.

“ kalau dipikir-pikir namja itu tampan. Tapi sepertinya dia memiliki sifat yang sedikit dingin.” Ucapku sambil menatap punggung namja itu.

“Eh? Apa kataku tadi? Sedikit dingin? Apakah dia jodoh yang eomma dan appa maksud?” pikirku.

“Aish, molla.” Aku langsung berjalan keruangan kepala sekolah.

//A Girl Meet Love//

“ annyeonghaseyo, Hwang Jihwa imnida. Umurku 17 tahun. Aku pindah dari Canada. Mohon bantuannya. ” Aku membungkuk-an badanku.

“ silahkan duduk disana Jihwa-ssi. ” Perintah songsaenim sambil menunjuk ke arah bangku kosong dibelakang sana.

Saat aku sedang berjalan menuju bangku milikku aku melirik ke arah namja yang duduk di ujung sana. Aku seperti mengenalnya. Tapi siapa? Molla. Aku lupa.

//A Girl Meet Love//

~Author POV~

Tidak terasa, dua jam-pun berlalu. Kini, saat-nya siswa dan siswi di Seoul High School beristirahat. Seluruh siswa dan siswi di kelas Jihwa pun langsung berhamburan keluar ketika Park songsaenim mengucapkan kata yang biasa Ia ucapkan di akhir pelajaran, tanpa membereskan buku-buku mereka terlebih dahulu. Namun tidak dengan Jihwa, Ia sudah terbiasa membereskan bukunya terlebih dahulu sebelum keluar untuk beristirahat. Jihwa adalah orang yang cukup rapih.

Setelah selesai membereskan buku-bukunya Jihwa langsung melangkahkan kakinya keluar. Kantin. Itulah yang ada dipikirannya sekarang. Sudah sedari tadi Ia menahan rasa lapar diperutnya.

Namun, ketika Ia ingin keluar, seseorang menghalangi jalannya. Jihwa-pun dibuat bingung olehnya.

“ Jihwa-ya! “ Jihwa menatap namja itu dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan. Dia menatap namja itu dengan tatapan….. bingung dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Namja yang menyapanya saat ini adalah namja yang sempat Ia lihat saat ingin berjalan duduk kebangku miliknya.

“ ne? nugu? “ tanya Jihwa.

“ kau tidak mengenalku? sahabat macam apa kau, eoh? “ Jihwa semakin dibuat bingung olehnya.

“ mian tapi aku benar-benar tidak mengenalmu. ” ucap Jihwa sambil menatap namja itu.

“ ya! aku Jeon Jungkook! teman masa kecilmu, Jihwa-ya! bagaimana kau ini? “ kesalnya. Yah, dia adalah Jungkook. Magnae milik Bangtan Boys. Dia-lah teman masa kecil yang dimaksud Jihwa.

“ k-kau Jungkook?! “ Jihwa terlihat terkejut mendengarnya.

“ this is me, Jeon Jungkook. “ ucap Jungkook sambil tersenyum manis.

“ kau berubah! kau jauh berbeda dari Jungkook yang terakhir kali ku-temui. “ ucap Jihwa sambil tersenyum.

“ kau juga berubah, Jihwa-ya. Saat kau memperkenalkan dirimu di depan saja aku sampai berpikir dua kali kalau itu kau. “ ucap Jungkook sambil tertawa kecil.

Baru saja Jihwa ingin membalas ucapakan Jungkook, seseorang terlebih dahulu berbicara. Ternyata orang itu adalah Min Yoongi atau yang biasa dipanggil Suga. Suga datang bersama teman-temannya yang lain. Bangtan Boys.

Bangtan Boys. Itulah sebutan untuk Jungkook dan hyung-hyung nya itu. Mereka menamai diri mereka sendiri. Mereka adalah namja yang paling populer di sekolah ini. Hampir seluruh yeoja di kelas ini mengagumi mereka. Bahkan, ada beberapa ‘guru muda’ yang ikut mengagumi mereka. Daebak? tentu.

Jungkook adalah maknae di antara mereka. Jungkook seumuran dengan Jihwa. Hanya saja Jungkook lebih tua beberapa bulan dari Jihwa. Jungkook dan Jihwa sekarang berada di kelas 10-2.

Jimin dan V berada di kelas yang sama. 11-3. Mereka terbilang seumuran.

Jin, Suga, Hoseok dan Namjoon berada di kelas 12-1.

“ menjijikan “ Jihwa lanngsung melihat namja yang memotong ucapannya itu.

“ …….. “ suasana-pun hening.

“ ah, Jihwa-ya, kenalkan mereka adalah hyung-hyungku dan mulai saat ini mereka adalah sunbaemu. “ setelah beberapa menit akhirnya Jungkook memilih untuk mencairkan suasana. Sunbae? Mendengar kata itu Jihwa langsung teringat oleh ucapan eomma dan appa nya tentang…… perjodohan. ‘Apakah namja yang di maksud mereka ada di antara teman-teman Jungkook ini?’ itulah yang ada dipikirannya saat ini. Mata Jihwa terkunci pada satu orang di antara mereka. Orang yang menolongnya tadi pagi.

“ annyeong, Jihwa-ssi! “ sapa namja berambut orange yang sedikit membuat Jihwa sedikit terkejut.

“ annyeong “ Jihwa membungkuk-an badannya sedikit.

“ Kim Taehyung imnida, kau bisa memanggilku V sunbae. “ namja berambut orange itu memperkenalkan dirinya. Dia adalah V.

“ Jimin imnida! kau sangat cantik Jihwa-ssi! “ Jimin memperkenalkan dirinya.

“ Kim Namjoon imnida. Tapi jika kau mau kau bisa memanggilku dengan sebutan Rap Monster. “ ucap RapMonster sambil mengedipkan matanya.

“ Jung Hoseok imnida! panggil saja aku J-Hope sunbae. “

“ Kim Seokjin imnida. Panggil aku Jin. “ setelah Jin memperkenalkan dirinya, semua orang langsung melihat kearah namja yang sedang bersender santai di tembok sebelah pintu kelas sambil memasukan tangannya kedalam kantung celana miliknya, berharap Ia memperkanalkan dirinya.

“ kalau namja yang itu bernama Min Yoongi tapi kau bisa memanggilnya Suga. “ ucap Jungkook, memperkenalkan namja itu.

“ ne, Hwang Jihwa imnida. Bangapta! “ ucap Jihwa sambil membukukkan badannya.

“ hyung, Jihwa adalah teman kecilku. Dia lah orang yang sering ku ceritakan. “ ucap Jungkook.

“ oh, ternyata dia. “ Hoseok mengangguk-anggukkan kepalanya.

“ kajja! kau ikut kami makan sekarang. “ Jungkook langsung menarik tangan Jihwa.

~Author POV END~

~Jihwa POV~

“ An… “ belum sempat aku menjawab ajakan Jungkook, Ia langsung menarik tanganku keluar. Sifatnya masih sama seperti dulu. Ckck

“ kau ingin pesan apa, Jihwa-ya? biar aku pesankan. “ tanya Jungkook kepadaku setelah kami memilih tempat yang nyaman untuk duduk.

“ kau berlebihan sekali Jungkook-ya, aku bisa pesan sendiri. “ dia terlalu berlebihan, haha.

“ ani! biar aku pesankan. Ah, aku tau. Kau pasti sudah lama tidak makan mie ramen. Akan aku pesankan. Kau tunggulah. “ ucapnya lalu pergi.

“ ya! pesankan untuk kami juga! “ teriak namja yang ku ingat bernama Jimin itu. Jungkook hanya membalasnya dengan mengacungkan jempolnya ke atas tanpa menoleh kebelakang. Ckck, masih sama seperti dulu.

“ jadi kau teman masa kecil Jungkook? “ tanya V kepadaku.

“ ne. “ jawabku.

“ kenapa Jungkook tidak memberitahuku orang yang sering dia ceritakan memiliki wajah secantik ini. “ gumam Jimin sunbae namun masih bisa terdengar oleh kami. Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil. Kurasa Jimin adalah orang yang asik dan pintar menggombal? Ckck.

Tiba-tiba pandanganku tertuju pada namja bernama Jin itu. Ternyata yang membantuku tadi pagi bernama Jin. Apakah dia adalah jodoh yang eomma dan appa maksud? Ah, tapi aku tidak boleh terlalu percaya diri dulu. Mungkin bukan dia.

Tapi, jika diperhatikan lebih lama, dia sangat tampan. Dan dia sepertinya memiliki sifat yan tenang. Dia juga baik sekali. Andai saja aku memiliki pacar sepertinya….. eh? apa yang aku katakan? tidak-tidak.

“ pesanan kalian datang. “ Jungkook datang membawa nampan berisi makanan kami semua. Dia bisa membawa nampan dengan isi sebanyak itu? haha.

“ gomawo, Jungkook-ya. “ ucapku sambil memperlihatkan deretan gigi putihku dan eye smileku. Dia hanya membalasnya dengan senyuman dan anggupan kepa

“ selamat makan! “ ucap mereka semua, kecuali Jin dan Suga. Sedingin itu-kah mereka?

“ bagaimana rasanya? “ tanya Jungkook.

“ enak. Sudah lama aku tidak memakan ini! “ ucapku sambil tersenyum memperlihatkan eye smile milikku.

10 menit kemudian ….

“ apa kau masih lapar, Jihwa-ya? “ kenapa Jungkook jadi sangat berlebihan seperti ini? tidak seperti dulu.

“ apa kau gila? ramen ini sangat banyak. Bagaimana aku tidak kenyang~ “ ucapku.

“ kau kan dulu suka sekali makan. “ aku dulu memang suka sekali makan. Bahkan, aku bisa menghabiskan tiga piring sekaligus. Dulu aku memiliki tubuh yang gemuk tapi semenjak aku pindah ke Canada aku mengurangkan porsi makanku. Untungnya saja aku berhasil menguruskan badanku.

“ jadi kau mengejekku, hm? “ ucapku sambil beberikan tatapan membunuh.

“ ckck. Kau merasa? baguslah. “ ya! dia menyebalkan.

“ aish, kau sangat menyebalkan, Jungkook-ya! “ kesalku. Jungkook membalasnya dengan mengacak-acak rambutku. Kebetulan dia duduk disebelahku.

“ sepertinya kalian lebih dari sekedar sahabat. “ ucap V sunbae.

“ ne, kalian lebih terlihat seperti…….. pasangan. “ tambah Hoseok sunbae.

“ kami hanya berteman, sungguh. “ ucapku sambil membuat tanda ‘v’ di tanganku dan tersenyum.

“ ya! Jungkook-ya, kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau mempunyai sahabat secantik dia?!! “ ucap Jimin.

“ untuk apa aku memberitahumu? tidak penting. “ aku hanya memperhatikan mereka berbicara.

“ tidak ku sangka kita bertemu lagi. “ …………. tiba-tiba sunbaeku yang bernama Jin itu berbicara……. padaku? Dia berbicara padaku?

“ ne? sunbae berbicara padaku? “ tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri. Dia terkekeh. Wae?

“ tentu saja. “ ucapnya sambil menatapku santai dengan sedikit senyuman yang membuat wajahnya lebih tampan.

“ ah, mian. “ ucapku sambil menundukan kepalaku. Sungguh, dia membuatku malu.

“ gwencahana. “ Jin sunbae tersenyum.

“ kalian sudah pernah bertemu sebelumnya? “ tanya Namjoon sunbae.

“ tadi pagi aku sempat bertanya pada Jin sunbae dimana letak ruangan kepala sekolah. “ aku menjawab.

“ oh, begitu. “ semua mengangguk-anggukan kepala mereka.

“ Jihwa-ya, berikan nomor ponselmu padaku. Nomormu yang dulu hilang. “ pinta Jungkook.

“ kemarikan ponselmu. “ ucapku. Dia-pun memberikan ponselnya padaku. Aku mulai mengetik nomor ponselku dan menyimpannya.

“ ige. “

“ gomawo, Jihwa-ya. “ ucap Jungkook sambil mencubit pipiku. Aku hanya tersenyum.

// A Girl Meet Love //

Tiga minggu sudah lewat, semakin hari aku semakin dekat dengan Bangtan Boys khususnya Jungkook dan Jin sunbae. Kalian pasti bingung kenapa aku bisa dekat dengan Jin sunbae. Jangankan kalian, aku-pun bingung kenapa bisa dekat dengannya. Yang ku tahu sekarang, Jin adalah orang yang baik dan asik. Hampir setiap jam istirahat Ia selelau menemaniku duduk di taman sekolah. Sesekali temannya yang lain juga ikut menemaniku disini. Setiap jam istirahat aku memilih untuk duduk di taman sekolah. Entah kenapa, aku merasa tenang berada disitu. Sambil membaca buku dan mendengarkan musik lewat Ipodku. Jika Jin menemaniku, kami lebih memilih untuk mengobrol sambil memakan cemilan kecil disana.

Setiap aku sedang bersama Jin sunbae, entah kenapa aku merasa senang. Apakah aku menyukainya? Molla.

Banyak yeoja-yeoja disekolah yang iri denganku karna aku bisa sangat dekat dengan namja impian mereka, Bangtan Boys. Ckck. Kenapa yeoja-yeoja itu sangat berlebihan? Kubilang Bangtan Boys biasa-biasa saja, molla. Tapi yah ku akui mereka sangat tampan.

Saat ini aku sedang berjalan-jalan pagi di sekitar rumahku. Udara pagi ini sangat sejuk, karna itu aku memanfaatkannya untuk jalan pagi. Hah~ sejuk sekali.

Jalanku terhenti setelah aku sampai di lapangan basket terbuka dekat rumahku. Di lapangan basket ini ada batu-batuan besar yang bisa dimanfaatkan untuk duduk.

Tunggu, ada dua orang yang sedang bermain basket disana. Nugusseo? Tapi, jika di lihat-lihat dari punggung dan rambutnya sepertinya aku mengenal orang itu. Tunggu dulu, biarkan aku berpikir sejenak. Hmm….. dia lebih terlihat seperti….. Jin dan Suga sunbae?

Jam masih menunjukan pukul enam dan mereka sudah bermain basket?

“ Jin sunbae? Suga sunbae? “ panggilku. Mereka langsung menoleh kebelakang.

“ Jihwa? Sedang apa kau disini? “ tanya Jin sunbae. Dia terlihat tampan saat sedang bermain basket seperti ini. Ia hanya menggunakan kaus putih tipis dan celana selutut.

“ hanya ingin mencari udara sejuk. “ jawabku.

“ kemarilah, bergabung dengan kami. “ ucap Jin sunbae. Bolehkah?

“ aku tidak menggangu kalian? “ tanyaku hati-hati.

“ ani. kemarilah. “ pinta Jin sunbae dan aku-pun menurutinya. Aku mulai mendekat ke arah mereka.

“ kau pasti lelah, mau minum? “ tanya Jin sunbae.

“ gomawo sunbae, tapi tidak usah. Minum itu untukmu saja. “ ucapku sambil tersenyum.

“ benar? “ tanya-nya kembali dan aku hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

“ lanjutkan-lah permainan kalian. Aku ingin menontonnya, boleh? “ ucapku.

“ tentu saja boleh. Benar-kan, Suga-ah? “ ucap Jin disusul dengan anggukan Suga. Aku-pun memilih untuk duduk di batu besar untuk melihat mereka bermain.

Ternyata mereka pintar sekali bermain basket. Dan ternyata Suga sunbae terlihat tampan saat bermain basket seperti ini. Ia juga sama seperti Jin sunbae, memakai baju kaus putih dan celana selutut ditambah dengan snapback di kepalanya. Tapi sayang sekali, sifatnya sangat dingin. Dia juga kadang-kadang suka membuatku kesal dengan sifatnya.

Sesekali aku memberi semangat kepada mereka. Mereka bermain dengan sangat baik!

Jujur, aku suka namja yang bisa bermain basket atau hobi bermain basket dan gitar. Entah kenapa, saat mereka bermain basket dan gitar mereka akan terlihat lebih tampan dari biasanya. Ckck.

Aku bertepuk tangan setelah mereka menyelesaikan permainan mereka.

“ daebak! Kalian bermain dengan sangat baik! “ aku mengacungkap jempol untuk mereka berdua.

“ gomawo, Jihwa-ah. “ Jin sunbae tersenyum ke arahku. Manis.

“ ne, istirahatlah. Kalian pasti lelah. “ ucapku. Mereka-pun duduk di dekatku.

“ setiap pagi kau selalu kesini? “ Jin sunbae bertanya.

“ tidak setiap pagi. Hanya saat menurutku udara sedang sejuk saja. “ jawabku.

“ aku ingin membeli minum dulu. “ ucap Suga sunbae tiba-tiba.

“ tunggu dulu. Aku bawa minum. Ige, untukmu saja. Aku belum meminumnya. “ ucapku sambil memberikan botol minuman yang kubawa dari rumah. Kalian jangan berpikiran yang aneh-aneh. Minuman itu belum aku minum sama sekali.

“ tidak usah. “ ucapnya dan langsung berdiri. Keras kepala sekali dia.

“ duduk dan ambil ini. “ aku langsung menarik tangannya dan memberikan botol itu.

“ gadis menyebalkan. “ aku hanya membalasnya dengan senyuman kemenangan.

“ lalu kau minum apa? “ tanya Jin sunbae.

“ gwenchana, sunbae. Sebelum aku pergi aku sudah minum air putih yang banyak. “ ucapku.

“ sunbae, sepertinya aku harus balik sekarang. Sampai jumpa lagi nanti! “ pamitku. Tidak terasa sudah 1 jam kami berdiam disini sambil mengobrol. Matahari sudah mengeluarkan sinarnya.

“ perlu aku antar? “ tanya Jin sunbae.

“ ani, sunbae. Aku bisa sendiri. Annyeong! “ aku mulai meninggalkan tempat ini.

// A Girl Meet Love //

“ bosan sekali. “ keluhku sambil berbaring di tempat tidurku menatap langit kamarku. Tidak ada yang bisa aku kerjakan. Bisakah hari ini diganti menjadi hari sekolah? Untuk saat ini aku benar-benar menginginkan sekolah. Aku benar-benar bosan!!

“ tunggu dulu. Sepertinya di seberang taman ada kedai kopi. “ pikirku.

Cha!! Aku langsung bangun dari tempat tidurku. Aku langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk memberishkan tubuhku. Tadi pagi aku hanya menggosok gigi dan mencuci mukaku saja.

Setelah selesai mandi aku langsung memakai kaus berwarna biru dan celana pendek.

Yah, kalian pasti tau apa rencanaku saat ini.

Aku akan pergi ke kedai itu. Daripada aku mati kebosanan disini lebih baik aku kesana.

“ eomma, aku ingin keluar sebentar. “ ijinku kepada eomma yang sedang menonton tv di ruang tamu.

“ eoddiseo? “ tanya eomma.

“ hanya ingin ke kedai kopi. “ jawabku.

“ baiklah. Jangan pulang terlalu sore, Jihwa-ya. “

“ ne. “

Sesampainya di kedai kopi aku langsung memilih bangku yang aku anggap nyaman untuk ku duduki. Cha! Sepertinya tempat itu cocok untukku. Bangku paling belakang dekat dengan jendela keluar.

“ selamat siang, aghassi. Ada yang bisa ku bantu? “ seorang pelayan datang menghampiriku.

“ ne, aku ingin pesan caramel macchiato. “ ucapku kepada pelayan itu.

“ baiklah, silahkan tunggu pesanan anda. “ aku hanya mengangguk-kan kepalaku dan tersenyum.

Setelah menunggu 10 menit pesananku akhirnya datang. Namun, saat pelayan itu ingin menaruh pesananku, tidak sengaja pelayan itu menumpahkan pesananku ke baju seorang namja yang sedang lewat didepannya.

“ ya! kau bisa bekerja dengan benar atau tidak?! “ namja itu memarahi pelayan itu.

“ maafkan aku, tuan. Sungguh, aku benar-benar tidak sengaja. “ aku merasa kasihan melihat pelayan itu, sepertinya Ia ingin menangis. Akhirnya aku memilih menghampiri mereka. Untung saja orang-orang di kafe ini tidak terlalu memperhatikan sekitarnya.

“ ya! —- “

“ sudah, tidak apa-apa. Biar aku yang bertanggung jawab. “ ucapku.

“ kau? “

“ e-eh? sunbae? “ jadi namja itu adalah dia

TBC.

Eottokhae? Gimana? Suka?

Semakin banyak yang comment, semakin semangat author ngelanjutin ff ini! ^^

Dimohon jangan menjadi silent readers ya! author butuh comment, kritik, masukan dari kalian! Gomawo^^

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF/ A GIRL MEET LOVE/ BTS-BANGTAN/ PT. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s