FF/ PREDESTINATE/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


predestinate 2 jpeg

Author                       : Oh Jinnie

Tittle                           : Predestinate

Genre                         : Romance, Sad (?), School life, etc

Ratting                       : PG-16

Duration                    : Chaptered

Cast                            : Park Ga Young (OC)

                                      Min Yoon Gi

                                      Kim Taehyung

Supported Cast        : Park Jimin

                                      Park Min Gook (Gayoung’s Appa)

                                      Shin Min ji (Gayoung’s Step Eomma)

                                      Kim Namjoon

                                      Yoongi’s Eomma

 

Annyeong readerdeul author balik lagi nih. Ada yang nunggu kelajutannya FF ini kah ? Oh iya sebelumnya author berterimakasih buat readerdeul yang udah mau baca dan komen di part sebelumnya. Okay di part ini ada penambahan supported cast yah, jangan kaget kalo ntar di part-part selanjutnya bakal muncul lebih banyak cast dan mungkin ratingnya berubah-ubah, hehehe authornya masih labil. Let’s check it out. Tinggalkan jejak buat author yah, kritik dan sarannya silahkan. J

Beware Typo everywhere.

Author POV

 

BRAKKKK…

Suara pintu atap yang dibanting membuat kedua manusia itu menghentikan aktivitasnya.

Park Jimin masuk dengan wajah tak berdosanya juga earphone yang terpasang ditelinganya lalu melakukan beberapa gerakan dance sebelum ia membelakkan matanya kaget saat melihat kedua manusia di depan matanya dengan posisi seperti itu (?), Park Jimin pun terlihat salah tingkah beberapa kali ia mencoba memalingkan wajah sambil menutupi matanya seperti melihat adegan rating tinggi.

“Ah… Mian, aaa… aku tidak melihat apapun, aaa… aku akan pergi sekarang.” kata Jimin sambil masih menutupi matanya lalu pergi meninggalkan kedua manusia yang masih saling menatap heran.

“Yak ! Park Jimin.. jeongmal paboya ?” Yoongi mendengus sebal karena tingkah Jimin yang terkesan berlebihan.

“Hahaha…” Gayoung terkikih kecil melihat muka Yoongi yang merah.

“Yak ! kenapa kau malah tertawa eoh ?” Yoongi berbalik menatap Gayoung heran beberapa saaat kemudian Yoongi pun ikut tertawa sambil menatap langit biru yang membentang diatas mereka berdua.

“Yoongi-ah !”

“Hm…”

“Aku rasa aku sudah bisa menerima keputusan appa.”

“Jinjja ?”

“Ne, malam ini aku akan bertemu dengannya.”

“Gwenchanayo ?

“Ne, mungkin aku akan butuh waktu untuk menyesuaikan diri.” Gayoung tersenyum getir.

 

Grab…

Yoongi mendekap erat Gayoung, meskipun sahabatnya itu telah mengatakan kalau dia tidak masalah dengan keputusan appanya tapi Yoongi yakin kalau keputusan itu cukup berat untuk Gayoung.

.

.

.

Gayoung kembali ke kelasnya ia langsung duduk di bangkunya dan memasangkan earphone di telinganya.

“Chogi..”

Merasa yang di ajak bicara tidak mendengarkannya, namja itu sedikit menepuk bahu Gayoung. Gayoung pun menoleh ke arah namja itu, ia melihat namja itu berkomat kamit tak jelas.

“Ah mian.” Kata Gayoung sambil melepas earphone nya.

“Bisa kau ulangi lagi ?”

“Kita sudah beberapa kali bertemu kan.” Namja itu menatap lekat manik mata Gayoung seperti ada ancang-ancang akan reaksi Gayoung setelah kata-kata selanjutnya.

“Aku murid pindahan dari Jepang, Kim Taehyung imnida.”

“Kim Taehyung ?” Seketika raut wajah Gayoung berubah drastis.

“Ne, Oremani Gayoung-ah.”

Gayoung langsung berdiri dan meninggalkan Kim Taehyung, ia merogoh saku bajunya untuk menelfon Yoongi.

“Yoongi-ah eodiseo ?”

Suara Gayoung begitu keras membuat teman-teman nya menatap heran ke arahnya karena ini baru pertama kalinya ia melihat seorang Park Gayoung berbicara sekeras itu.

“Aku di basecamp, wae ?”

“Tunggu di situ aku akan kesana.” Gayoung berlari menuju ruang basecamp basket yang dimaksud Yoongi.

“Yoongi.”

“Wae ?” Kata Yoongi masih fokus dengan sepatu basket yang sedang ia kenakan.

“Kim Taehyung.”

Yoongi langsung berhenti dengan aktifitasnya ketika mendengar nama itu keluar dari mulut sahabatnya.

“Dia ada disini.”

“Jeongmal ?”

“Yoongi-ah, apa kau sudah mengetahui ini sebelumnya ?”

“Um..” Kata Yoongi sambil menalikan kembali sepatunya.

“Sejak kapan ? kenapa kau tidak memberitahuku eoh ?”

“Sejak malam dimana aku mengajak kau ke arena balapan. Kenapa aku harus memberitahumu bukan kah kau sudah tidak peduli lagi dengannya.”

“Bukan begitu, aku hanya…” Belum selesai Gayoung melanjutkan kata-katanya Yoongi sudah keluar dari bascamp basket dan menuju ke lapangan.

Gayoung hanya terduduk di bangku taman sebelah lapangan basket sambil melihati Yoongi bermain. Tapi sebenarnya bukan melihati Yoongi bermain justru ia sedang berfikir bagaimana harus menyikapi Taehyung cinta pertamanya yang dulu menghilang dan muncul kembali di kehidupannya sekarang ini.

“Yak ! apa kau disini hanya untuk duduk melongo eoh ?” Yoongi membuyarkan lamunan Gayoung.

“Oh, aku membelikanmu ini.” Gayoung menyodorkan air mineral yang ia beli untuk Yoongi.

“Apa kau masih memikirkan Kim Taehyung ?” Tanya Yoongi membuat Gayoung sedikit tersentak kaget.

“Aniya.”

“Buatlah pertemanan dengan dia.” Kata Yoongi lalu berjalan meninggalkan Gayoung.

“Yoongi-ah.” Teriak Gayoung memanggil Yoongi.

“Nanti, aku akan mengantarmu pulang.” Teriak Yoongi dari dalam lapangan.

“Aish, baiklah aku tidak akan memikirkan Taehyung !” Gerutu Gayoung.

“Kenapa kau tidak mau memikirkanku ?” Tiba-tiba Taehyung duduk di sebelah Gayoung.

Gayoung menatap Taehyung sekilas lalu berlari meninggalkan Taehyung yang terbengong melihat reaksi Gayoung.

Gayoung POV

 

“Apa kau baik-baik saja dengan pernikahannya ?” Sekali lagi Yoongi bertanya apakah aku baik-baik saja, kulihat kegusaran dan kekhawatiran nampak jelas di raut wajah putihnya.

“Gwenchana, kenapa kau jadi bawel seperti ini eoh ?” Aku sedikit menggodanya dengan mencubit pipinya yang putih seperti bakpao cina itu.

“Yak ! aku ini mengkhawatirkanmu, kenapa kau malah mengataiku eoh ?”

“Ne.. ne.. aku mengerti, sudah jangan mengkhawatirkanku. Aku yakin dengan selera appaku dia tak mungkin memilih wanita yang kejam.”

“Aish… Siapa yang tahu wanita seperti apa yang akan dipilih oleh appamu, kau sendiri saja tidak dekat dengan appamu kan ?”

‘Ah… itu lah yang ku khawatirkan selama ini’ kataku dalam hati.

“Sudahlah, jika appaku memilih wanita kejam sekalipun aku akan tetap bertahan hidup kok.”

“Arraseo.”

Yoongi mengusap puncak kepalaku beberapa saat wajahnya pun mendekat kearahku.

“Oh..”

Aku mengusap hidung Yoongi yang terkena tetesan air dari atas. Ku dongakkan kepalaku menghadap langit dan benar saja awan gelap pertanda hujan ada di atas kepala kita.

“Cepatlah pulang, nanti kau bisa kehujanaan !”

Yoongi mendecak pelan tapi aku masih bisa mendengarnya, kenapa dia malah terlihat sangat imut kalau seperti ini. Aku tersenyum kecil melihatnya.

“Yak ! kau harus ingat kalau ada apa-apa kau harus menelfonku.”

“Yes sir !” kataku sambil berhormat padanya.

“Dan juga Taehyung.”

“Ani, jangan bahas dia dan juga aku tidak akan berteman dengannya jadi jangan memaksaku.”

“Kau harus berteman dengannya.”

Yoongi tersenyum kecil lalu menstarter motornya dan berlalu.

Author POV

 

Gayoung memasuki rumahnya yang seperti biasanya selalu terlihat sepi. Ia beranjak ke kamarnya dan langsung merebahkan diri di kasurnya. Ia melirik jam dinding yang menggantung di sebelah foto keluarga.

“Masih jam 4. Aku masih bisa tidur sebentar, hari ini benar-benar membuat kepalaku pusing.”

Gayoung terlelap tidur dikamarnya hingga ia tak menyadari ada orang yang masuk ke kamarnya. Orang itu mengamati Gayoung dengan lamat dan penuh rasa sayang ia duduk di pinggir tempat tidur Gayoung dan mengusap pelan rambut gadis itu.

“Eoh.. Appa ?” Kata Gayoung kaget saat melihat appanya duduk disebelahnya. Bagi Gayoung ini sudah sangat lama saat terakhir kali ia melihat appanya dari jarak sedekat ini.

“Apa appa membangunkanmu ?”

Gayoung menggeleng pelan. “Ani… Appa kau ada disini ?” Tanya Gayoung seakan masih tak percaya.

“Appa selalu ada di sini Gayoung-ah. Memperhatikanmu tidur seperti ini setiap hari.”

“Mana mungkin, appa kan jarang pulang.”

“Appa selalu pulang untuk melihatmu, walau hanya sebentar. Maafkan appa Gayoung-ah, appa tidak bisa ada di sisimu setiap saat.”

Buliran kristal pun mulai mengalir dari pelupuk mata lelaki itu.

“Appa..” Gayoung memeluk appanya erat menumpahkan semua perasaan yang selama ini tak dapat ia ungkapkan.

“Appa, uljimayo…”

“Mianhae, Gayoung-ah.”

“Mianhae hajima. Aku mengerti posisi appa, nan gwenchana jeongmal.”

“Appa selalu meninggalkanmu dan jarang ada bersamamu semenjak kema..”

“Appa, aku tidak masalah jika appa tak selalu ada di sampingku. Mengetahui kalau appa masih perhatian padaku saja itu sudah cukup.”

“Gayoung-ah. Apa kau bisa menerima pernikahan ini ? jika tidak kita batalkan saja.”

“Aku bisa menerimanya asalkan appa bahagia.” Gayoung tersenyum sambil mengusap air mata appanya. “Appa, kurasa ini sudah waktunya.”

“Ah.. Jinjja ?”

Beberapa saat kemudain Gayoung telah siap dengan mini dress lengan pendek berwarna peach dengan rambut yang dibiarkan terurai juga jepit rambut berbentuk kupu-kupu hadiah ulangtahun dari Yoongi tahun lalu.

“Gwenchana ?”

“Ne ? Ah.. aku baik-baik saja appa.”

“Dia orang yang baik, kau akan menyukainya.”

“Ne.”

Appa Gayoung memilih sebuah restoran keluarga yang tak begitu mewah dengan suasana tenang dan juga tak begitu ramai.

“Apakah appa bahagia ?”

“Entahlah, appa ingin bahagia jika putri appa juga bahagia.” “Gayoung-ah, jika setelah makan malam ini kau merasa tak suka padanya, bilang saja pada appa.”

“Um..” Gayoung mengangguk tanda mengerti.

 

Drrt.. Drrt..

‘Nomor tak dikenal’

“Yoboseo.”

“…”

“Yoboseo.”

“…”

Gayoung menutup telponnya ketika melihat appanya berdiri, ia pun segera ikut berdiri dan melihat kearah pintu masuk. Disana terlihat seorang wanita paruh baya dengan seorang namja yang mungkin sedikit lebih tua dari Gayoung menghampiri mereka.

“Annyeonghaseyo.” Sapa wanita itu ramah.

“Kau sudah datang, perkenalkan ini putriku.”

“Annyeonghasimnika, Park Gayoung imnida.” Kenal Gayoung sambil membungkukkan badannya kearah wanita itu.

“Shin minji imnida, aku sudah banyak mendengar tentangmu Gayoung-ssi.” Wanita itu tersenyum ramah, Gayoung menatap mata ahjumma itu, ia merasakan aura keibuan yang sudah lama tak ia lihat. “Ah, perkenalkan ini anakku.”

“Annyeonghasimnika, Kim Namjoon imnida.”

“Ah, ayo-ayo silahkan duduk.” Kata appa Gayoung sambil mempersilakan mereka duduk.

Makan malam itu berlangsung tenang, percakapan-percakapan ringan pun sering terjadi, bahkan beberapa kali Namjoon mengajak ngobrol Gayoung.

“Oh iya Gayoung-ssi. Ku dengar kau kelas 2 sma.” Tanya Minji ahjumma.

“Ne.” Jawab Gayoung singkat.

“Ah, berarti kau hobae ku.” Sahut Namjoon sambil tersenyum menatap Gayoung.

“Ne ?”

“Iya, saat ini Namjoon kelas 3 sma. Dia bersekolah di Busan High School.”

“Jeongmal, wah dia benar-benar putramu. Aku dengar cukup susah untuk masuk Busan High School.”

Makan malam pun berakhir dengan kesimpulan bahwa pelaksanaan pernikahan antar appa Gayoung dan Minji ahjumma akan dilaksanakan 2 minggu lagi, setelah itu Minji ahjumma akan tinggal bersama Gayoung dan appanya di Seoul, juga Kim Namjoon putra Minji ahjumma akan pindah sekolah ke sekolah yang sama dengan Park Gayoung.

.

.

.

Yoongi POV

Aku terbangun terlalu awal di hari minggu ini, setelah sepenuhnya tersadar aku mendengar suara sesuatu. Seingatku aku hanya tinggal sendiri di apartemenku ini lalu siapa yang bisa masuk ke sini tanpa kubukakan pintu.

Aku berjalan keluar dari kamarku, melihat kearah ruang tamu tapi tak ada siapapun akhirnya aku berjalan kearah dapur dan kudapati seorang wanita tengah berdiri memunggungiku.

‘Apa itu dia ?’ Tanyaku dalam hati.

“Kau sudah bangun ?” Wanita itu berbalik dan menatapku dengan mata rindangnya yang sudah lama kurindukan.

Aku masih berdiri menatapnya yang sedang menyiapkan sarapan dengan tatapan penuh tanya.

“Wae ? Kau kaget kenapa aku bisa disini ?”

“Tidak. Aku hanya kaget bagaimana bisa kau ingat padaku.”

Ia menghela nafas panjang lalu duduk di meja makan menatap semua makanan yang sudah ia siapkan pagi ini.

“Duduklah dan makan, eomma tidak akan banyak bicara.” Katanya pelan dan terkesan pasrah.

Aku hanya menatapnya dingin, pola fikirnya yang tak bisa kupahami ini lah yang membuatku tak tahan untuk tinggal berlama-lama bersamanya, bukan karena aku membencinya tapi karena aku sendiri tak tahu harus bagaimana menyikapinya sebagai ibu yang selalu meninggalkanku.
Aku berjalan kearah kamar mengambil jaket dan juga ponselku.

“Yoongi-ah.” Panggilnya. Aku sengaja pura-pura untuk tidak mendengarnya.

Grab…

Tiba-tiba ia memelukku, kurasakan tangannya melingkar di perutku namun ada yang beda dengan pelukannya 10 tahun yang lalu. Ada perasaan hangat yang tersalurkan, apa ini hanya perasaanku saja ? atau ini sungguh nyata ? aku memegang tangannya berniat untuk melepaskan pelukannya, tapi saat aku memegang tangannya, tangannya terasa sangat kurus.

“Aku akan pergi.”

“Yoongi-ah, sekali saja makanlah dengan eomma.”

Akhirnya aku duduk dan makan di depan orang yang kurindukan selama ini. Tapi aku tak bisa mengungkapkannya, rasanya terlalu sulit untuk mengatakan ‘Aku merindukanmu, eomma.’

Hahaha, aku menertawai diriku sendiri dalam hati. Aku seorang Min Yoongi yang tak takut denagn apa pun tapi untuk mengatakan aku merindukanmu saat ini saja aku tak bisa.

“Makanlah dengan baik, jangan sampai sakit dan kurus seperti ini. Aku pergi.” Aku beranjak meninggalkan apartementku, dan melajukan motorku.

Author POV

“Makanlah dengan baik, jangan sampai sakit dan kurus seperti ini. Aku pergi.” Kata-kata Yoongi masih terngiang di telinganya, tak terasa air matanya mengalir begitu deras.

“Yoongi-ah mianhae, jeongmal mianhae.”

Flashback

Wanita paruh baya itu berjalan gontai di lorong sebuah rumah sakit ternama. Ia begitu pucat mengingat setiap kata yang keluar dari mulut dokter yang memeriksanya tadi, bagai tersadar dari mimpinya air matanya kembali mengalir dengan derasnya membasahi pipi putih itu.

“Maaf kan saya Ny. Min, ini adalah hasil test ketiga anda.”

“Dokter anda pasti melakukan kesalahan, tolong periksa saya sekali lagi.”

“Maafkan saya Ny. Min, hasil itu sudah pasti akurat karena saya sudah memeriksanya berulang kali.”

“Apa.. apa.. yang harus saya lakukan untuk menghilangkan penyakit ini ? obatnya, obatnya pasti ada ada kan dok ?”

“Obatnya tentu ada Ny. Min tapi itu hanya bersifat menahan rasa sakit dan penghambat pertumbuhan penyakit anda, bukan untuk menyembuhkannya.”

“Lalu apa yang harus saya lakukan ? saya akan bayar berapa pun uuntuk menyembuhkan penyakit ini.”

“Jalan satu-satunya adalah cangkok sumsum tulang belakang.”

“Cangkok sumsum tulang belakang ?”

“Ya, saya sudah melihat daftar riwayat keluarga anda, dan golongan darah yang sesuai dengan anda adalah golongan darah anak anda.”

Bagai halilintar yang menyambar tubuhnya saat ini Ny. Min hanya bisa terdiam terpaku mendengar kata-kata dokter yang ada di hadapannya. Selama ini ia menelantarkan anak satu-satunya demi kariernya, dan sekarang ia harus menghadap anaknya setelah hampir 10 tahun meninggalkannya untuk memintanya menyerahkan sumsum tulang belakangnya demi kelangsungan hidupnya.

-Flasback End-

.

.

Ting-tong…

Yoongi memencet bel intercom rumah Gayoung dan beberapa saat kemudian seseorang menjawab, betapa kagetnya Yoongi karena yang menjawab adalah appa Gayoung.

“Annyeonghaseyo ahjussi.”

“Oh, Yoongi-ah”

Appa Gayoung membukakan gerbang rumah dan mempersilakan Yoongi untuk masuk.

“Gayoung-ah, Yoongi disini.” Appa Gayoung sedikit berteriak pada Gayoung yang sedang menyiram bunga dandelion kesayangannya.

“Oremaniyo ahjussi.” Sapa Yoongi ramah.

“Ah, ne. Kau masih sangat tampan sejak terakhir kali kita bertemu.”

“Jeongmalyo ? Apa sekarang saya sudah lebih tampan dari ahjussi ?”

“Hahaha… kau, tidak mungkin kau bisa menandingi ketampananku Yoongi-ah.”

“Kenapa kau disini pagi-pagi begini Yoongi-ah” Gayoung duduk didepan Yoongi.

“Wae ? Apa kau tidak suka, baiklah aku akan pergi.”

“Ya.. ya.. ya.. Gayoung-ah kenapa kau begitu pada Yoongi, Yoongi-ah duduklah.”

Yoongi menyengir sambil menatap penuh kemenangan pada Gayoung, sedangkan Gayoung hanya mendecak kecil.

“Gayoung-ah, appa harus pergi ke kantor sebentar ada beberapa urusan yang harus diselesaikan sebelum acara pernikahan.”

“Ne, appa.”

“Yoongi-ah, tolong temani Gayoung.”

“Ne, ahjussi.”

Setelah appa Gayoung pergi tinggal lah Yoongi dan Gayoung berdua dalam rumah yang bisa dibilang cukup besar itu.

“Bagaimana kau bisa seakrab itu dengan appaku ?” Tanya Gayoung

“Itu rahasia seorang namja.”

“Cih.” Gayoung tersenyum mengejek kearah Yoongi.

Beberapa saat hening karena Gayoung menatap fokus LED Tv yang menayangkan film barat kesukaannya sedangkan Yoongi menatap fokus wajah Gayoung yang duduk di sebelahnya.

“Yak ! Kenapa kau terus menatapku begitu ?”

“Aniya.”

“Yoongi-ah, aku masih bisa melihatmu walaupun mataku sekarang terfokus pada film ini.”

“Banyak yang ingin aku katakan padamu.”

“Um, aku mendengarkan.” Kata Gayoung sambil masih terfokus pada Tv nya.

Yoongi menyenderkan kepalanya di bahu Gayoung.

“Dia datang menemuiku.”

“Nugu ?”

“Eomma.”

“Eommamu ? kapan ? apa yang dia katakan ? lalu apa yang kau katakan ?” Tanya Gayoung antusias tanpa memperdulikan lagi Tv nya.

“Tadi pagi, dia hanya mengajaku sarapan, aku tidak mengatakan apa-apa.”

“Paboya ?” kata Gayong sambil menjitak kecil kepala Yoongi.

“Mungkin.” Kata Yoongi sambil mengusap bekas jitakan Gayoung. “Lalu bagaimana dengan makan malamnya ?”

“Itu berjalan lancar, dia seorang ahjumma cantik dengan aura mata keibuan dan juga satu anak laki-lakinya yang cukup tampan.”

“Apa kau menyukainya ?”

“Mana mungkin aku menyukainya dengan sekali lihat, seleraku ini tinggi kau tahu.”

“Ibunya ! Apa kau menyukainya ?”

“Oh, molla. Aku lihat appaku cukup nyaman dengannya, aku juga akan berusaha.”

“Baiklah kalau begitu. Mau bermain ?”

“Bermain ? Sudahlah Min Yoongi, aku sudah mulai lelah dengan permainan bodoh itu. Itu hanya membuatku menahan semua perasaanku, tanpa berbicara ataupun bertemu denganmu lalu dengan siapa aku harus bercerita eoh ?”

“Apa kau tahu inti dari permainan itu ?”

“Molla ! yang aku tahu kita tidak akan bertemu ataupun berbicara sampai salah satu dari kita yang memulainya. Dan bagi yang memulai berarti dia yang kalah.”

“Ani ! kau salah, yang kau sebutkan itu adalah peraturannya. Inti dari permainan itu adalah agar kau punya lebih banyak teman.”

“Jeongmal ? Tapi nyatanya aku tak punya satu pun.”

“Karena kau terlalu dingin dan acuh terhadap sekitarmu. Itu lah mengapa mereka menyebutmu ice princess.”

“Arra, aku akan mencari teman tapi berjanjilah satu hal.”

“Apa itu ?”

“Berjanjilah untuk tidak memainkan permainan bodoh itu lagi.”

“Arraseo.” Yoongi menunjukkan ibu jarinya di depan muka Gayoung tanda setuju.

“Taehyung, apa dia menelfonmu.” Tanya Yoongi tiba-tiba.

“Ani.”

“Padahal aku sudah memberinya nomor ponselmu.”

“Yak !”

“Bukankah kau sudah berjanji barusan untuk membuat pertemanan.”

“Aish, kenapa kau terus-terusan memintaku untuk berteman dengannya.”

“Dan kenapa kau terus-terusan menolaknya ? Apa kau masih menyukainya ?” Pertanyaan Yoongi sukses membuat Gayoung terdiam membisu.

“Ah ! Jadi benar kau masih menyukainya yah ?” Yoongi bangkit dari sandarannya di bahu Gayoung untuk memastikan ekspresi wajah sahabatnya itu, dan benar saja Gayoung terlihat sangat gugup saat Yoongi menanyai hal itu.

“An.. an.. Aniya.”

“Wah daebak, setelah hampir 8 tahun kau masih menyukainya.” Yoongi kembali menyandarkan kepalanya di bahu Gayoung, ia terdiam beberapa saat untuk menenangkan hatinya sendiri.

“Sudah ku bilang aku tidak menyukainya.”

“Lalu, kenapa kau tidak mau berteman dengannya ?”

“Baiklah Min Yoongi, kita lihat besok.” Jawab Gayoung setelah lelah berdebat denagn Yoongi.

.

.

.

Yoongi POV

 

Drrtt.. drrtt..

Kulirik ponselku yang tergeletak di meja makan, tertera nama Gayoung. Ah Gayoung, ada apa sepagi ini dia mengirimiku pesan singkat, kubaca pesan singkatnya sambil memakan roti panggang yang ku buat.

From : Gayoung

            Yoongi-ah, kau tidak perlu menjemputku. Aku berangkat lebih pagi hari ini, aku berangkat bersama appa ^^

Aku segera menghabiskan sarapanku dan berangkat ke sekolah, ternyata aku sampai di sekolah tepat beberapa menit setelah Gayoung, aku melihatnya berjalan di koridor sekolah aku segera memarkirkan motorku dan langsung berlari mengejarnya.

Author POV

Yoongi berlari menyusuri koridor dia hendak memanggil Gayoung tapi Gayoung terlanjur masuk ke kelasnya duluan.

Gayoung terkejut melihat Taehyung yang sudah datang duduk di bangkunya, Gayoung pun segera menghampiri Taehyung.

“Taehyung.” Taehyung hanya menatap datar Gayoung yang berdiri disampingnya.

“Kim Taehyung.” Gayoung memanggilnya sekali lagi.

Grab..

Tiba-tiba Taehyung menarik lengan Gayoung dan membuatnya masuk ke dalam dekapannya. Gayoung berusaha melepas pelukan Taehyung namun yang ada Taehyung makin mempererat pelukkannya.

“Gayo..” Kata-kata Yoongi tergantung begitu saja ketika melihat Taehyung yang sedang memeluk Gayoung erat.

“Gayoung, aku merindukanmu sangat merindukanmu.” Kata Taehyung sambil memeluk Gayoung dan mencium singkat bahu gadis itu.

Tubuh Yoongi mematung seketika di depan pintu kelas Gayoung. Mukanya memerah juga terjadi gemuruh di dadanya, jantungnya berdegup tak karuan saat melihat Taehyung memeluk Gayoung seperti itu. Seperti ada bisikan jika ia harus rela melepaskan Gayoung ke pelukan namja bernama Taehyung itu.

-TBC-

Readerdeul !!! *teriak 8 oktav* akhirnya selesai pt.2 ini. Gimana ? makin absurd yah ? enaknya dilanjut lagi gak nih ? Author tunggu masukan dari kalian semua yah. Kritik maupun saran dari readerdeul author terima dengan senang hati. J

Thank’s for reading this fanfiction. *lempar Yoongi*

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF/ PREDESTINATE/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. Wah. Akhirnya nemu ff yg castnya yoongi & taehyung~
    Jalan crtanya bgus sis..
    Lanjutin ya.
    Postnya jgn lm2..🙂

    Keep writing!!

  2. Keren thor crita x….aq ska bnget klo ff yng critax yoongi jadi badboy…kereen aja bynginnya…
    Next x cpetan ya thor…penasaran bnget aq…..
    Dan stu lgi…bkin lbih panjng dikit ya thorrr *cerewet *mian

  3. Waah bgs ffnya thor , cepetan ya thor lanjutinnya , maaf jga baru bisa coment krn aku baru aja bacanya. dan satu lagi thor cepetan di publish ff nya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s