FF/ WELCOME TO MY WORLD, SISTER/ BTS-BANGTAN/ Pt. 4


Poster welcome to my world, sister (2)

Tittle : Welcome to My World, Sister

Author : @Cathclaca

Genre : Family , School , Romance

Rating : G (General)

Length : Chapter

Disclaimer : semua tokoh di ff ini milik Tuhan dan karakter fiktifnya adalah khayalan author semata.. cerita ini juga murni karangan dan khayalan author…

Cast :

Kim Namjoon

Kim Seokjin

Kim Taehyung

Jung Hoseok

Park Jimin

Min Yoongi

Jeon Jungkook

Kim Sera

Credit poster : echaminswag~ by http://cafeposterart.wordpress.com

Welcome to My World, Sister

Part 4

Author POV

Sera berlari dengan kecepatan maksimum menuju gedung Big Hit. Hari ini ia ada pertemuan penting untuk membahas MV terbaru BTS.

Ia menarik napas panjang dan segera masuk ke dalam ruang rapat. Beruntung, rapat belum dimulai karena Bang Si Hyuk belum hadir.

“Kenapa kau terlambat?”, tanya Seoyeon, manager Sera. “Aku dipilih menjadi panitia untuk pesta kelulusan eonni. Tadi ada rapat sebentar, untung ada Mark yang membantuku tadi”, ucap Sera yang spontan membuat member BTS menoleh ke arahnya. “Mark? Setauku kau tidak ada teman sekelas bernama Mark.”, ucap Seoyeon.

Sera terkekeh, “Ne… Memang.. Mark Tuan Got7 eonni… Tadi ia datang ke sekolah menjemput Ahrin yang juga menjadi panitia. Dan jadilah ia membantuku agar aku bisa izin.. Hehe”. Mendengar penuturan Sera membuat Namjoon mengerutkan keningnya. Sejak kapan Mark dan Sera dekat?

Sera kembali bercerita bagaimana kerennya Mark yang mengantarkannya sampai depan gedung Big Hit bahkan menawarkan dirinya untuk mengantar Sera masuk sampai ruang rapat untuk memberikan penjelasan pada Bang Si Hyuk.

Seoyeon hanya menggelengkan kepalanya. Ia paham benar siapa Sera. Ia sudah bersama Sera sejak saat Sera bekerja sebagai koreografer ketika ia kecelakaan. Seoyeon lah yang membantu Sera mengartikan gerakan yang diucapkan Sera. Dan saat ini, ia diminta Bang Si Hyuk untuk menemani Sera menjalani jadwal.

Seoyeon tersenyum melihat reaksi Namjoon. Ya, ini adalah tujuan dari Sera bercerita mengenai Mark. Namjoon sangat sensitif melihat adik perempuannya dekat dengan namja lain selain orang-orang yang juga dekat dengannya. Bahkan adik kandungnya sendiri pun sering dibuat kesal dengan keprotektifan Namjoon yang satu itu.

Cerita Sera berakhir saat Bang Si Hyuk menampakkan diri di ruangan itu. Rapat dimulai dengan dibahasnya tema dan alur dari MV terbaru BTS.

Semua yang ada di ruangan rapat itu sibuk menyesuaikan jadwal mereka dengan BTS. “Jungkook, minggu ini kalau kau bisa selesaikan tugas-tugasmu yang tertinggal selama kau promosi Danger kemarin. Sera, kuharap kau bisa membantu Jungkook dalam mengejar ketertinggalannya.”, ucap Bang Si Hyuk. Sera dan Jungkook menyanggupi perintah Bang Si Hyuk.

Dan tak lama, rapat mereka selesai. “Kim Sera, Shin Seoyeon, kalian berdua tetap disini. Aku ingin memberitahukan project perdana Sera”, ucap Bang Si Hyuk. Sera dan 0Seoyeon menggangguk dan tetap berdiam di ruangan tersebut.

Setelah member BTS dan yang lainnya keluar, Bang Si Hyuk mengeluarkan dokumen yang berisikan project perdana untuk Sera.

“Mianhamnida sajangnim, ini.. Maksudnya.. Apa??”, Sera sedikit shock saat melihat project perdananya. “Project perdanamu adalah menjadi model MV BTS. Aku sudah menjelaskan semuanya ke Seoyeon. Dan ini adalah surat kontrak yang harus kau tandatangani.”, Bang Si Hyuk menyerahkan dokumen yang harus ditandatangani oleh Sera. Sera hanya menghela napas dan segera menandatangani dokumen tersebut.

Bang Si Hyuk mengambil dokumen itu lagi dan meninggalkan mereka berdua. Sera segera memandang Seoyeon meminta penjelasan atas project perdana mereka.

“Aku tak tahu harus menjelaskan bagaimana Sera. Sekarang, kau harus menemui Son Seung Deuk untuk menjalani jadwal trainingmu. Kajja”, ajak Seoyeon dan segera keluar dari ruangan rapat itu.

***

Setelah berganti baju, Sera menemui Son Seung Deuk. “Kita mulai lagi seperti kemarin Sera. Hanya 10 menit. Karena sisanya kau harus menemui Lee seonsangnim untuk persiapan project perdanamu”, ucap Son Seung Deuk.

Sera mengangguk dan segera memulai latihan untuk melenturkan gerakan tubuhnya. Seoyeon mendampinginya di ruangan tersebut.

Cklek…

Di tengah sesi latihan Sera, member BTS satu persatu datang dan memperhatikan Sera. Mereka kagum akan perkembangan Sera yang muncul dalam waktu kurang dari 1 hari. Yah, walaupun perkembangannya tidak signifikan. Tapi itu akan mempercepat waktu trainee Sera.

Setelah dirasa cukup, Song Seung Deuk menghentikan musik dan memberikan sebuah kertas progress kepada Shin Seoyeon.

“Kajja Sera… Jangan buat Lee saem menunggu”, ucap Seoyeon. Sera mengangguk dan meninggalkan ruangan secepat mungkin.

Member BTS terheran mendengar nama Lee saem disebut. Saem yang satu itu adalah guru yang dikenal sebagai pengajar para trainee dalam bidang model.

Sebelum mereka sempat menanyakan perihal mengapa Sera belajar dengan Lee Saem, Son Seung Deuk sudah menyuruh mereka untuk segera berlatih.

Di ruangan lain, Sera diberi arahan Lee Saem untuk berlatih ekspresi dan kelenturan tubuh untuk menjadi model. “Sebenarnya Sera hanya perlu terbiasa. Karena, kulihat dari kelenturannya dan ekspresinya, Sera sudah cukup bagus.”, ucap Lee Saem. Sera hanya tersenyum kecil mendengar komentar gurunya.

*at the day*

Sera berangkat bersama Seoyeon menuju Paju English Village, tempat syuting MV BTS. “Eonni… Oppadeul benar-benar tidak tahu aku yang menjadi model MV mereka?”, tanya Sera yang sedikit cemas. Seoyeon hanya tersenyum dan menggeleng. Seoyeon paham akan kegelisahan Sera yang memikirkan reaksi para member saat tau siapa model MV mereka.

Saat mereka sampai, Sera yang sudah memakai mini dress untuk syuting MV segera menghampiri MV director. “Kau sudah tau pola MV ini kan?”, tanya sang MV director. Sera mengangguk karena memang ia ikut merapatkan pola MV bersama Bang PD-nim. MV director mengangguk dan memberikan sebuah script cerita inti MV tersebut.

Sera membaca script tersebut sambil di make up. Tiba-tiba, terdengar suara member BTS yang baru saja datang. Dan ketika pintu dibuka, semua member terkaget melihat Sera. “Nuna?”, Jungkook menghampiri Sera. Sera hanya tersenyum merasa bersalah sambil melihat Namjoon. Ia memperlihatkan script yang ia pegang. Namjoon berjalan mendekat dan menyentil kening Sera.

“Oppa!!”, seru Sera. Namjoon terkekeh, “Yeodongsaengku tersayang benar-benar membuat surprise huh? Ckck… Kenapa tak memberitahukan padaku dari awal Sera?”. Sera ternganga melihat respon Namjoon yang diluar dugaannya. “Oppa… Kau tidak marah?”, tanya Sera. Namjoon hanya tertawa dan duduk untuk di makeup.

Sera terbengong melihat tingkah Namjoon yang ‘luar biasa’. “Dia sudah menerima semua keputusanmu Sera. Toh, project pertamamu bersamanya kan? Jadi dia tenang”, ucap Jin yang duduk di tempat yang tadi diduduki Sera.

Sera tersenyum kecil dan memeluk leher Namjoon, “Thank you oppa”. Namjoon menepuk lengan Sera.

Semua member tersenyum melihat adegan adik kakak tersebut. Dan ada sepasang mata yang benar-benar memperhatikan Sera dari awal ia masuk ke ruangan itu.

***

“Yak. CUT!!!”, teriak MV director yang puas dengan syuting MV. Taehyung yang memang di scene terakhir berakting memeluk Sera, segera melepaskan pelukannya dan mengacak rambut Sera. Ya, mereka memang cukup dekat akhir-akhir ini. Tapi, Taehyung tahu dengan jelas bahwa jika ia memeluk Sera lebih lama, maka akan ada orang yang ‘menyiksanya’ di dorm nanti.

Mereka semua selesai beres-beres dan bersiap untuk pulang. Sudah lewat tengah malam. “Sera… Malam ini aku tak bisa menemanimu ya… Adikku besok akan audisi dan aku harus menyemangatinya”, ucap Seoyeon menghampiri Sera. Sera tersenyum memaklumi dan mengangguk.

Namjoon tak sengaja mendengar percakapan Sera dan Seoyeon. Ia memperhatikan raut wajah Sera yang sedikit panik. Sera takut gelap, dan sendirian. Namjoon tahu betul akan hal itu.

“Sera… Kau bisa menginap di dorm malam ini”, Namjoon menghampiri Sera. Sera mengulas senyum yang terpaksa dan menggeleng. Namjoon menatapnya datar dan pergi. Ia tahu Sera takut merepotkannya.

Para member BTS memasuki van mereka dan berjalan meninggalkan Sera dan Seoyeon. Sera menaiki audi putih Seoyeon dan meminta diantarkan ke BigHit. “Setidaknya, diruang practice ada sofa dan BigHit tidak sepi kan”, itu alasan Sera.

***

Sera memasuki ruang practice dan melepas jaketnya. Menyambungkan ipodnya dengan speaker dan menari setelah sebelumnya berganti baju.

Cklek…

Kegiatan Sera terhenti saat mendengar pintu dibuka. Ia menoleh dan mendapati Hoseok masuk seorang diri. “Oppa??”, tanya Sera kaget. Hoseok terdiam melihat Sera. “Kenapa kau disini?”, tanyanya kemudian. Sera menjelaskan semuanya dan cukup membuat Hoseok tertawa karena alasan Sera.

“Namjoon hyung tahu?”, tanyanya. Sera mengangkat bahunya kemudian menggeleng, “Mollaseo.. Mungkin Seoyeon eonni memberitahunya”.

Hoseok mengangguk dan melepas jaketnya. Ia mengambil ponselnya dan mengirimi pesan ke Namjoon bahwa Sera ada di BigHit. Tak lama, Namjoon menelponnya.

“Ia disana?”, tanya Namjoon. Hoseok hanya mendeham sambil memperhatikan Sera yang masih sibuk memilih lagu di ipodnya. “Bisa kau awasi dia? Aku takut ia kenapa-kenapa. Tadinya aku mau mengajaknya menginap di dorm tapi ia tidak mau. Ah, dia phobia gelap dan sepi. Kuharap kau mau menemaninya disana sampai pagi hari. Kalau aku kesana sekarang, kau bisa menebak reaksinya kan”, ucap Namjoon panjang lebar.

“Kau percaya padaku?”, tanya Hoseok sambil tertawa. “Mau bagaimana lagi.. Awas kau! Jangan macam-macam padanya”, ancam Namjoon. Hoseok terkekeh mendengarnya, “Tenang saja… Percaya padaku”. Terdengar dehaman di ujung sana dan telepon terputus.

Hoseok meletakkan ponselnya dan melakukan pemanasan. “Kau sering night exercise oppa?”, tanya Sera. Hoseok mengangguk dan menyelesaikan pemanasannya.

“Kau mau battle?”, tawar Hoseok. Sera terdiam sejenak lalu mengangguk. Hoseok memutar sebuah musik dan mereka memulai battle.

Hampir 30 menit mereka battle. Tiba-tiba saja Sera terkilir dan jatuh. Hoseok menghampiri Sera, “Gwaenchanha??”. Sera hanya meringis dan mengaduh nyeri. Kaki Sera memang tidak luka luar. Tapi tiba-tiba saja kaki Sera memerah dan sedikit biru.

Hoseok yang melihat itu menggendong Sera dan membaringkannya di sofa yang ada di ruangan itu. “Aku ambilkan es batu sebentar”, ucap Hoseok.

Sera POV

Ouch…

Ini sakit sekali… Sungguh..

Kulihat Hoseok oppa pergi keluar. Akh.. Semoga saja ini tidak seperti kejadian saat itu. Saat dimana aku masih baru pulih dan iseng menari. Akhirnya kakiku luka dalam dan harus rawat jalan seminggu. Untung saja Namjoon oppa tak diberitahu oleh imo.

Tak lama, Hoseok oppa datang dan mengompres kakiku. Hanya perasaanku saja atau memang Hoseok oppa cemas dengan kondisi kakiku?

“Argh…”, aku mengaduh saat Hoseok oppa sedikit menekan bagian yang sedikit membiru. “Mian..”, Hoseok oppa mengangkat kantung es yang ia gunakan dan menyeka pergelanganku yang basah dengan tisu kering yang ia bawa.

Ia pergi keluar dan tak lama kembali lagi dengan membawa segelas susu hangat yang kuyakin ia beli di bawah.

“Oppa, bisa minta tolong bebatkan perban yang ada di tasku?”, pintaku. Hoseok oppa mengobrak-abrik tasku sebelum akhirnya menemukan perbanku.

Ia membebatkan perban di pergelangan kakiku. “Ja… Kau habiskan susu hangat itu dan istirahatlah. Walaupun kau besok tidak sekolah, kau butuh istirahat cukup”, ucap Hoseok oppa. Ia kembali ke tengah ruang practice dan kembali menari.

Entahlah, aku merasa damai melihatnya menari seperti itu. Aku masih memperhatikannya sambil menghabiskan susu hangat yang ia berikan.

Ah, mataku mulai memberat. Mungkin benar kata Hoseok oppa. Aku harus istirahat cukup.

Author POV

Hoseok menyeka peluh di keningnya setelah menari cukup lama. Ia memantapkan koreo War of Hormone. Ia melihat arah jam dinding, sudah hampir jam 3 pagi. Lalu ia melihat ke arah Sera yang sudah terlelap.

Ia mendekat dan menyampirkan jaket yang ia bawa tadi untuk menyelimuti Sera. Ia membelai rambut Sera lalu mengistirahatkan diri.

Sesekali, Hoseok melihat Sera dan tersenyum. Entah apa arti senyumannya itu. Setelah dirasa cukup, ia mengambil baju ganti yang ia bawa dan berjalan keluar ruang practice untuk mandi.

***

Sera mengerjapkan matanya. Ia melihat ke sekelilingnya. Ia sudah tak lagi di ruang practice. Sera terduduk dan melihat Namjoon duduk di dekat meja belajarnya.

“Sudah berapa kali kubilang kebebasanmu itu harusnya kau jaga?”, ucap Namjoon setelah ia yakin Sera tidak lagi menyatukan nyawanya.

Sera hanya meringis saat sadar apa yang dimaksud oleh oppanya. Apalagi kalau bukan masalah pergelangan kakinya.

“Kau mandilah, setelah itu kita ke dokter”, ucap Namjoon. “Aniya… Kakiku akan sembuh 2 atau 3 hari oppa. Lagipula jadwalmu kan akan padat oppa. Nanti aku akan ke rumah sakit bersama Seoyeon eonni”, elak Sera.

Namjoon menghela napas dan tak bisa berbuat apa-apa. “Yasudah.. Sana mandi. Sebentar lagi Seoyeon akan datang”. Sera mengangguk dan berjalan tertatih karena kakinya diperban.

Setelah Seoyeon mandi, ia mengganti sendiri perbannya karena ia tak mau Namjoon melihat biru di kakinya yang ia yakin harus benar-benar dibawa ke Rumah Sakit.

Tak lama Seoyeon datang ke apartemen Sera. Namjoon pamit dan tinggal mereka berdua. Sera membuka perbannya dan disambut heboh oleh Seoyeon, “YA!!! Kita harus ke rumah sakit!”.

Dan setelah Seoyeon membebatkan lagi perbannya, mereka berdua menuju Seoul Hospital, dimana dokter kepercayaan Sera berada.

“Sera-ssi… Kau hanya perlu terapi selama seminggu dan konsumsi obat. Usahakan selama pengobatan anda tidak melakukan kegiatan berat.”, ucap sang dokter saat memeriksa kaki Sera.

Sera hanya mengangguk dan segera pamit undur diri. Ia menyerahkan kertas resep obat ke Seoyeon sementara ia menunggu di koridor rumah sakit.

Selagi ia menunggu, ia memainkan ponselnya dan ia mendapat e-mail dari Ahrin kalau ia akan menjadi model MV terbaru got7. Sera tersenyum bahagia karena Ahrin kembali mendapat job.

“Hei… Kau kenapa?”, Seoyeon tiba-tiba saja duduk di sebelah Sera. Sera menggeleng dan segera memasukkan ponselnya ke tasnya.

Mereka berdua berjalan meninggalkan rumah sakit dan segera menuju BigHit.

***

Di ruang practice, lagi-lagi member BTS berlatih untuk koreo baru mereka. Sera tiba-tiba saja muncul di ambang pintu yang membuat Jungkook langsung menghambur ke arah Sera dan tiba-tiba saja menggendong Sera ala koala.

“Nuna! Apa yang kau lakukan sampai seperti ini?!”, paniknya. Sera tertawa sesaat melihat reaksi Jungkook yang berlebihan, “Aku hanya terkilir Kookie… Seminggu lagi juga akan sembuh, dan mungkin aku melewatkan ujian praktek bulan ini”. Jungkook hanya mendengus kesal lalu mengelus perban Sera.

Taehyung memandang Jungkook dan Sera bergantian. Entahlah, ia merasa Jungkook berbeda. Ia menyikut Jimin yang juga paham akan kode dari Taehyung. Jimin hanya mengangkat bahunya tanda ia tak tahu apa-apa.

Mereka melanjutkan latihan seperti biasa. Dan setelahnya, Sera dipaksa untuk menginap di dorm BTS karena Seoyeon lagi-lagi tak bisa menemani Sera.

*at BTS’s dorm*

Namjoon, Suga, dan Hoseok yang sedang asyik membuat lagu sedikit terganggu saat ponsel Namjoon berbunyi dan terdapat nomor luar negeri.

“Hello..”, Namjoon menjawab telepon itu. Beberapa saat Namjoon terlibat dalam perbincangan serius.

Dan saat sambungan terputus, Namjoon segera keluar dan mencari Sera.

“Sera…”, Namjoon menghampiri Sera. Sera segera mengalihkan konsentrasinya di ponsel. “Ne.. Waeyo oppa?”, tanya Sera. Namjoon menghela napas sejenak, “Halmeoni di Jepang.. Ia kritis.. Kau ditunggu halmeoni untuk ke Jepang”. Sera terpaku. Entah siapa yang memerintah, airmatanya mengalir deras.

Dan malam itu juga, Namjoon memesan tiket pesawat untuk Sera dan Sera membereskan bajunya.

Dan keesokkan harinya, Sera diantar Namjoon ke Incheon airport untuk pergi dengan penerbangan pertama. “Sera, mian.. Aku tidak bisa menunggumu. Gwaenchanha?”, ucap Namjoon. Sera, yang menggunakan kacamata hitam hanya mengangguk pelan.

Seperginya Namjoon, Sera duduk di kursi untuk menunggu panggilan untuk penerbangannya.

*at Haneda*

Sera baru saja menginjakkan kakinya di bandara Haneda. Ya, daerah halmeoninya di sekitar Haneda. Ia dijemput oleh sepupu perempuannya, “What happen with your ankle?”. Sera hanya tersenyum, “It doesn’t matter… Now, bring me to grandma.. I want to meet her”.

Sera dibantu sepupunya meninggalkan bandara Haneda dan pergi menemui neneknya.

***

Sudah 1 minggu Sera berada di Jepang. Sudah 1 minggu ia izin sekolah. Dan sudah 1 minggu Sera izin dari jadwal trainingnya. Tapi, memang trainingnya diliburkan karena surat dokter yang melarangnya melakukan aktivitas selama kakinya masih membiru.

Namjoon dan member BTS lainnya sudah memulai promosi War of Hormone. Dan saat ini mereka berada di backstage Music Bank. Mereka bersiap untuk pulang. Namjoon mendapat telepon dari Sera.

Tubuh Namjoon menegang begitu mendengar suara histeris Sera di telepon. Hoseok dan Jin yang ada di sebelahnya juga terpaku karena suara Sera masih bisa ditangkap oleh indrea pendengar mereka.

“Oppa… Grandma…”, hanya itu yang didengar Namjoon. Jin mendorong bahu Namjoon pelan supaya Namjoon tetap berjalan sementara Hoseok merangkul Namjoon agar ia bisa membantu memberi tenaga untuk Namjoon berjalan.

Namjoon duduk di dalam van dan sibuk menenangkan Sera lewat telepon, “Its okay Sera.. God give the best way for grandma.. Please don’t cry and make me worry. Tomorrow, my mom and my sister will go to Haneda. Relax… Sorry I can’t come.. If you want to stay there until you feel relax, I will meet PD-nim and tell him about your condition… Don’t worry Sera”.

Dan setelah dirasa Sera lebih tenang, Namjoon memutus sambungan telepon dan segera menelpon eommanya memberitahu kondisi Sera dan meminta tolong eommanya untuk menemani Sera sampak Sera tenang.

“Wae geurae?”, tanya Jin setelah ia yakin Namjoon tenang. “Halmeoni Sera meninggal hyung.. Sera histeris karena ia merasa belum membahagiakan orang yang selama ini menemaninya setelah orangtuanya tiada. Dan yah, kurasa Sera akan menetap di Jepang sampai tahun baru. Entahlah, Sera butuh waktu yang jelas”, ucap Namjoon.

Jin menepuk pundak Namjoon memberi semangat. Namjoon memejamkan matanya. Ia semakin cemas dengan kondisi Sera.

*Haneda*

Sera duduk sembari memandangi foto orang yang merawatnya setelah orangtuanya tiada. “Grandma..”, hanya itu yang ia gumamkan. Pergelangan kakinya masih belum pulih karena seminggu ini ia sibuk dengan mengurus neneknya. Ia tak peduli. Ia hanya ingin neneknya kembali.

Drrt… Drrt…

Ponsel Sera bergetar. Sera mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnya. Sera dan sang penelpon terlibat perbincangan cukup lama. Sera hanya menjawab ya, tidak, tidak apa-apa. Dan Sera sedikit tersenyum saat mendengar sebuah kalimat yang diucapkan sang penelpon.

“Gomawo…”, ucap Sera saat sang penelpon menutup sambungan. Ia melihat layar ponselnya, “Perasaanku sudah lebih baik sekarang. Jeongmal gomawo”.

Chapter 4

Akhirnya, chapter 4 jadi…

Mianhae buat yang udah nungguin…

Author abis ulangan semester 😣😣

Makasih buat yang masih nungguin dan kasih saran…

Doakan chapter 5 nya cepet jadi ne…

Gomawo…

🙆🙆

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF/ WELCOME TO MY WORLD, SISTER/ BTS-BANGTAN/ Pt. 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s