FF/ MOUNTAIN OF LOVE/ BTS-BANGTAN/ 1 of 3


PhotoGrid_1417590422592

Author            : ismomos

Cast                :

  • All BTS member
  • Jung Chaemi (OC)
  • Kang Hyuri (OC)
  • Kwon Sungrin (OC)

Genre             : Romance, Friendship, Comedy

Length            : Three-shoot (1/3)

A/N                 : This FF is based on true story. Terinspirasi dari pengalaman pertamaku saat mendaki salah satu gunung yang ada di Indonesia, dan aku memutuskan untuk membuat ceritanya dalam bentuk FF. Enjoy the story~

“Yang menjadi tujuan utama dalam mendaki gunung bukanlah bagaimana cara kita menaklukan puncaknya, tetapi bagaimana cara kita menaklukan jiwa egois yang ada di dalam diri kita. Percayalah, alam mempunyai caranya sendiri untuk menunjukkan sifat asli manusia.”

At Stasiun K, 19.45 KST

            “Huh, berat sekali!” keluh seorang gadis bersweater abu-abu sambil menjatuhkan tasnya ke kursi yang ada di sebelahnya.

Kalau saja tas itu adalah tas yang biasa ia pakai ke sekolah, mungkin ia tidak akan mengeluh seperti saat ini. Tas itu adalah sebuah tas besar yang berisi barang-barangnya untuk keperluan selama tiga hari ke depan. Lihatlah, gadis itu hanya akan pergi selama tiga hari, tetapi bawaannya seperti orang yang ingin kabur dari rumah.

Gadis itu melirik ke arah jam yang ada di tangannya. Lima belas menit lagi dua orang yan ditunggunya akan tiba. Itu juga kalau mereka tidak datang terlambat.Gadis itu pun mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut stasiun. Ternyata jam segini stasiun masih ramai dengan orang yang sedang menunggu kereta tujuan mereka.

Untuk membunuh rasa bosannya, gadis itu memasang earphone ke telinga dan menyalakan music dari handphonenya.Di malam hari yang cukup dingin ditambah lagu mellow yang berputar dari music playernya, membuat gadis itu menjadi terbawa suasana.Ia merasa sedang berada di dalam sebuah scene drama dengan backsong yang mengalun dengan indahnya.

“Jung Chaemi!”

Dan satu teriakan yang memanggil namanya, membuyarkan khayalan gadis itu tentang kelanjutan scene drama yang ada di dalam pikirannya.Gadis itu menoleh ke arah sumber suara. Selurus dengan pandangannya, ia melihat seorang gadis yang berpenampilan tak jauh berbeda dengannya. Memakai sweater tebal, sarung tangan, kaos kaki dengan sepatu yang tebal. Dan jangan lupakan tas yang sangat berat itu!

Bruuk! Gadis yang memangil Chaemi langsung menjatuhkan dirinya di kursi yang ada di sebelah Chaemi.Wajahnya memerah dan nafasnya tersengal, terlihat sangat kelelahan.

“Kang Hyuri, gwaenchana?” tanya Chaemi pada gadis itu.

Hyuri hanya menganggukan kepala, tanda bahwa ia baik-baik saja. Chaemi pun memahami keadaan Hyuri.Ia melirik ke arah tas yang dibawa gadis itu. Sebuah tas gunung dengan segala perlengkapan yang dibawa Hyuri, dan tentu saja sangat berat. Ia juga kelelahan saat membawa tas itu dari rumah sampai stasiun.

“Ah iya, Hyuri-ah. Bukankah seharusnya kau datang bersama Jimin?” tanta Chaemi, baru menyadari Hyuri tidak datang bersama salah satu sahabat lelaki mereka itu.

“Tadi dia mengantarku lebih dulu ke sini, lalu dia kembali ke rumah untuk mengambil barang-barangnya.Mungkin sebentar lagi ia akan sampai.”

Chaemi menganggukkan kepala setelah mendengar penjelasan Hyuri.Hyuri mengipasi wajahnya yang bercucuran keringat sambil memerhatikan sekitar stasiun, mencari sosok Jimin.Siapa tahu saja lelaki itu sudah sampai.

“Chaemi-ah, kau yakin ingin ikut naik gunung?” tanya Hyuri masih sambil mengipasi wajahnya.

Chaemi menatap Hyuri ragu, “Sebenarnya aku tidak yakin.Apalagi sebelumnya aku belum pernah naik gunung.Dan, aku juga jarang sekali berolahraga.Aku tidak yakin akan kuat sampai puncak atau tidak. Bagaimana denganmu?”

Nado, tapi karena aku terlalu penasaran dan ingin merasakan naik gunung, jadi aku mau saja saat Yoongi dan Jimin mengajakku untuk ikut dengan mereka.”

Lagi-lagi Chaemi menganggukan kepalanya, sependapat dengan Hyuri. Awalnya ia juga tidak ingin ikut, tetapi karena rasa penasaranlah yang membuat ia akhirnya mau ikut naik gunung bersama beberapa teman sekelas mereka.

“Chaemi-ah, bukankah itu Park Jimin?” tanya Hyuri sambil menunjuk ke salah satu orang saja yang baru saja memasuki pintu masuk stasiun.

Chaemi mengikuti arah yang ditunjuk Hyuri, ia menyipitkan matanya untuk melihat sosok itu lebih jelas. Tak lama, sosok itu pun berjalan semakin mendekat ke arah mereka.Dengan senyum jenaka yang selalu ditunjukkan lelaki itu, membuat Chaemi dan Hyuri yakin kalau sosok itu memang sosok yang ditunggunya.Park Jimin.

Annyeong…” sapa Jimin pada mereka.

Bukannya membalas sapaan lelaki itu, mereka berdua malah saling berpandangan, membuat Jimin mengernyit heran.Dan saat kedua gadis itu kembali menoleh ke arah Jimin, tawa mereka langsung membuncah tanpa bisa ditahan.

“Yak!Apa yang sedang kalian tertawakan, huh?!” tanya Jimin sedikit kesal, baru menyadari bahwa dirinyalah yang menyebabkan kedua gadis yang ada di hadapannya itu tertawa.

Keduanya belum ada yang menjawab pertanyaan Jimin, masih sibuk mengontrol tawa mereka.Bahkan Chaemi sampai memegangi perutnya yang sakit akibat terlalu geli tertawa.Kejadian itu pun membuat sebagian besar orang yang ada di stasiun memerhatikan mereka.

Mianhae, Jimin-ah.Kami tak bermaksud menertawakanmu. Tapi sungguh, kau terlihat sangat lucu sekali! Hahaha…” kata Hyuri disela tawanya.

Jimin semakin mengernyit heran mendengar penjelasan Hyuri.Ia merasa tidak ada yang salah dengannya. Apakah ada sesuatu yang aneh pada wajahnya?Bukankah wajahnya memang sudah tampan sedari lahir? Lantas apa yang mereka tertawakan? Atau jangan-jangan…

“Hahahaha, bahkan tas gunung yang kau bawa tingginya melebihi tinggi kepalamu, Park Jimin!Aigu, kau terlihat semakin pendek karena memakai tas itu.”Kini Chaemi yang berbicara disela tawanya.

Sontak Jimin mendengus, sudah diduganya bahwa yang menjadi bahan tawaan mereka adalah tas gunung yang dibawanya melebihi tinggi kepalanya, membuat lelaki itu terlihat semakin pendek.

“Diam kau!” Langsung saja Jimin mendecak kesal dan meninggalkan kedua gadis itu untuk menuju peron utama, karena kereta tujuan mereka akan segera datang.Dan saat Jimin berjalan di depan mereka, bukannya berhenti tertawa, keduanya malah tertawa semakin kencang.

“Apalagi sih?!” tanya Jimin semakin kesal.

Melihat Jimin yang sudah sangat kesal, keduanya pun langsung menghentikan tawa mereka, “Tidak, lucu saja melihat tas gunungmu itu diselimuti oleh bagcover berawarna kuning.Bukankah itu terlihat sangat lucu, Park Jimin?” tanya Hyuri dengan sisa-sisa tawanya.

“Kau terlihat seperti sedang membawa banana boat, Park Jimin! Hahahaha..” kata Chaemi dengan tidak tahu dirinya masih tertawa. Dan kalimat Chaemi membuat tawa Hyuri pecah lagi.Keduanya bisa jadi gila kalau tertawa seperti itu terus menerus.

“Kalau kalian terus menertawakanku seperti itu, aku akan meninggalkan kalian di sini!” kata Jimin masih terus berjalan tanpa memedulikan kedua gadis yang berjalan di belakangnya. Sebenarnya ia hanya pura-pura marah agar Hyuri dan Chaemi tidak lagi menertawakannya.

“Aigu, kami hanya bercanda Jimin-ah…” rayu Hyuri agar Jimin tak marah lagi pada mereka, padahal ia tahu bahwa Jimin hanya berpura-pura.

“Hyuri benar.Kami hanya bercanda, jangan merajuk seperti itu, Jimin-ah.Kalau tidak denganmu, kami harus jalan dengan siapa?Kami berdua tidak tahu jalan,” tambah Chaemi dengan wajah sok memelasnya.Padahal sudut bibirnya sudah berkedut menahan tawa.

“Baiklah kalau begitu.Jangan tertawakan aku lagi.”

“Oke, tapi kami tidak janji tidak akan tertawa jika banana boat itu berada di hadapan kami. Hahahaha.” Keduanya kembali tertawa.

“Yak, Kang Hyuri! Jung Chaemi!”

&         &         &         &         &

At Stasiun M, 20.30 KST

Chaemi, Hyuri, dan Jimin turun dari kereta yang membawa mereka ke Stasiun J. Chaemi dan Hyuri masih mencoba untuk menahan tawa mereka saat melihat tas gunung yang diselimuti oleh bagcover berwarna kuning yang dibawa Jimin. Benar kata Chaemi, Jimin seperti membawa sebuah banana boat.

“Yang lain dimana?” tanya Jimin sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut stasiun. Mencari keberadaan 7 orang lainnya, yang masuk ke dalam kelompok pendakian mereka.Hyuri dan Chaemi sibuk dengan handphone mereka. Sibuk menanyakan keberadaan anggota lain dan memberitahu kalau mereka sudah sampai di Stasiun J.

“Annyeong haseyo..”sapa seseorang yang tiba-tiba menghampiri mereka. Ketiganya menoleh dan langsung mendapati seorang lelaki yang sudah berdiri di hadapan mereka, dengan senyum khasnya.

“Ya, Jeon Jungkook!Bogoshipoyoo!!” jerit Hyuri dan Chaemi hampir berbarengan.Maklum saja, tadinya Jungkook adalah teman sekelas mereka, namun beberapa bulan yang lalu Jungkook memutuskan untuk pindah sekolah.Hal itu membuat Chaemi dan Hyuri jarang bertemu Jungkook.

“Jungkook-ah, kau tidak bersama yang lain?” tanya Jimin masih sambil mengedarkan pandangannya.

Jungkook menggeleng, “Aku berangkat sendiri dari Stasiun BK. Kupikir semuanya sudah berkumpul di sini.”

Jimin mendecakkan lidah, ia melirik jam tangannya dengan gusar. Seharusnya jam segini mereka sudah menaiki kereta yang menuju ke arah Stasiun BG. Namun kenyataannya, yang baru berkumpul di stasiun M baru empat orang.

“Min Yoongi berangkat dari Stasiun C dan langsung menuju stasiun BG. Jung Hoseok dan Kim Seokjin masih berada di Stasiun J. Sedangkan Kim Taehyung dan Kim Namjoon belum membalas pesan dariku,” jelas Hyuri panjang lebar sambil membacakan semua pesan mengenai keberadaan teman-temannya saat ini.

Lagi-lagi Jimin mendecakkan lidahnya, kesal, “Ck, padahal Seokjin sendiri yang bilang bahwa semuanya harus kumpul di sini pukul setengah sembilan.Kalau jam segini belum pada kumpul, mau sampai jam berapa kita sampai di Stasiun BG?”

Chaemi, Hyuri, dan Jungkook hanya diam saja melihat Jimin yang tengah gusar. Mereka bertiga sebenarnya juga kesal, namun mau dikatakan apalagi.Toh, ini diluar rencana mereka.Sudah lebih dari lima belas menit mereka menunggu, namun orang-orang yang ditungu tak kunjung datang. Sontak Jimin berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati peron kereta yang menuju stasiun BG.

“Jung Chaemi, Kang Hyuri, katakan pada mereka kalau kita duluan. Kita akan menunggu di stasiun BG. Akan sangat lama kalau menunggu mereka di sini!”

Tak ada yang bisa dilakukan Chaemi dan Hyuri selain mengikuti ucapan Jimin.Dan tak lama, kereta yang menuju stasiun BG pun datang.Akhirnya mereka bertiga naik ke dalam kereta.

&         &         &         &         &

Perjalanan dari stasiun M menuju stasiun BG, hampir memakan waktu selama dua jam.Dan selama di dalam kereta, Chaemi, Hyuri, Jimin, dan Jungkook saling mengobrol tentang banyak hal.Terlebih tentang Jungkook, teman mereka yang sudah lama tak mereka jumpai.

Tak terasa kereta sudah sampai pada dua stasiun sebelum stasiun BG. Chaemi mengeluarkan handphonenya, ingin menanyakan keberadaan teman-temannya yang lain. Taehyung, Seokjin, Hoseok, dan Namjoon masih menunggu kereta di stasiun M, sedangkan Yoongi sudah berada di stasiun C.

“Hyuri-ah, bukankah sekarang kita ada di stasiun C?” tanya Chaemi sambil mengernyit heran.

Hyuri memandang ke arah luar kereta, ingin memastikan mereka sudah sampai di stasiun mana.Tak lama, Hyuri menganggukkan kepalanya, “Iya, kita berada di stasiun C.”

Chaemi semakin mengerutkan keningnya setelah membaca ulang pesan dari Yoongi, “Min Yoongi bilang kalau kereta yang ia naiki sedang berada di stasiun C. Atau jangan-jangan sebenarnya kita berada di satu kereta dengannya?”

Pertanyaan Chaemi membuat Jimin dan Jungkook yang sedang mengobrol, ikut menoleh ke arah gadis itu, dan menatapnya dengan tatapan “ada apa?”

“Min Yoongi bilang kalau tadi keretanya baru saja melewati stasiun C, saat kereta ini juga sedang berada di stasiun C. Apa mungkin kita satu kereta dengannya?”

“Siapa tahu saja dia naik kereta sebelum kereta ini, tapi bukankah dia bilang kalau dia sudah berangkat sedari tadi?Kupikir dia sudah sampai di stasiun BG terlebih dahulu,” kata Jungkook, yang disambut anggukan dari Hyuri.

Jimin hanya mendengus, “Kau kan tahu sendiri kalau Yoongi itu rajanya ngaret.Dia sering bilang sudah di jalan, padahal ia masih berada di rumah. Untung saja sekarang dia tidak telat datang.”

Selang beberapa saat, akhirnya kereta mereka sampai juga di stasiun BG. Semuanya sudah bersiap turun dengan tas gunung di pundak mereka. Ternyata tidak hanya mereka saja yang terlihat ingin mendaki gunung, banyak dari penumpang kereta pun berpakaian dan membawa perlengkapan seperti mereka.Perlengkapan mendaki gunung.

Tak jauh dari pintu keluar, terlihat sosok lelaki yang sudah sangat mereka kenal, tengah melambaikan tangan ke arah mereka.Sontak Chaemi dan Hyuri berlari menghampiri lelaki itu.

“Min Yoongi!”

Lelaki bernama Yoongi itu tersenyum lebar mendapati Chaemi dan Hyuri yang suda berada didepannya, diikuti Jimin dan Jungkook.

“Ya, Jeon Jungkook. Apa kabarmu?” tanya Yoongi sambil mengulurkan tangannya kepada Jungkook.

“Kabarku baik.Bagaimana denganmu?Kulihat kau semakin gemuk saja,” ucap Jungkook sambil terkekeh geli.Chaemi dan Hyuri yang mendengarnya juga ikut tertawa, membuat Yoongi mendengus sebal.

“Loh, kemana Park Jimin?’ tanya Hyuri ketika menyadari sosok lelaki itu tidak ada di sekeliling mereka. Mereka berempat sontak mengedarkan pandangan mereka dengan panik, mencari sosok Jimin yang tiba-tiba menghilang.

Tanpa diduga keempatnya, Jimin berjalan menghampiri mereka.Baru saja Yoongi ingin melancarkan omelannya pada Jimin yang membuat mereka panik, namun suaranya menggantung di udara saat melihat Jimin tak sendiri.Ada seorang gadis yang berdiri di sebelah lelaki itu.

“Hai semuanya, maaf karena aku menghilang tiba-tiba. Aku menjemputnya di depan stasiun. Kenalkan, ini Kwon Sungrin.Hm—dia, dia pacarku,” jelas Jimin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Gadis bernama Sungrin itu langsung mengulurkan tangannya, memperkenalkan diri.Tak lupa senyumnya yang lebar dan hangat, membuat siapapun terpukau dengan kecantikannya.

“Cantik,” gumam Chaemi dan Hyuri hampir berbarengan.

“Jadi, kekasihmu juga ikut mendaki gunung?Kalau tahu begitu, aku juga akan mengajak kekasihku,” kata Yoongi dengan nada sedikit menyesal.

“Yak! Memangnya kau mempunyai kekasih, huh?!” tanya Chaemi, yang diikuti dengan tatapan tanya dari Hyuri.

Yoongi terkekeh, “Tidak sih, tadi aku hanya asal bicara saja.”

Jawaban Yoongi membuat semuanya memutar bola mata dan menggelengkan kepalanya.Kini, mereka duduk di ruang tunggu yang ada di stasiun, untuk menunggu kedatangan Seokjin, Namjoon, Hoseok, dan Taehyung.

Jimin dan Sungrin sudah sibuk dengan dunia mereka berdua, karena sepasang kekasih itu memang jarang bertemu. Mereka terpaksa menjalani hubungan jarak jauh karena keduanya tinggal di kota yang berbeda. Sedangkan Chaemi, Hyuri, Yoongi, dan Jungkook sibuk mengabadikan momen kebersamaan mereka.

“Kang Hyuri, tolong foto diriku ya,” kata Yoongi sambil menyerahkan handphonenya kepada Hyuri.

Iapun beranjak dari duduknya dan berjalan sampai di tengah ruang tunggu. Dan tiba-tiba saja ia merebahkan dirinya dalam keadaan tengkurap, tepat di tengah ruang tunggu. Sontak semuanya melebarkan matanya, kaget.

“Min Yoongi, apa yang kau lakukan?!” tanya Hyuri, masih tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Yoongi.

“Cepat foto aku yang sedang bergaya seperti ini,” kata Yoongi yang masih bertahan dengan posisinya.

Hyuri langsung memotret lelaki itu sambil menggelengkan kepalanya.Untung saja stasiun sedang sepi, tidak banyak orang yang berlalu lalang, karena saat ini memang hampir memasuki waktu tengah malam. Kalau ada orang lain yang melihatnya, mereka pasti sudah sangat malu.

Yoongi tersenyum senang melihat hasil jepretan Hyuri, dan langsung saja ia mengupdatenya di salah satu akun media social yang dia punya. Dengan bangganya ia memamerkan foto itu dengan caption “Terdampar di Stasiun BG”

“Mereka sudah sampai di mana, sih?!Kenapa lama sekali?!”Tiba-tiba Jimin bertanya, lagi-lagi dengan nada gusar, karena sudah lebih dari setengah jam mereka menunggu kedatangan teman-temannya itu.

“Mereka baru sampai stasiun C, sebentar lagi pasti sampai,” jawab Chaemi, mencoba meredakan emosi Jimin.Ia tahu sedari tadi lelaki itu tengah kesal pada teman-teman yang sedang ditunggunya, terlebih pada Seokjin selaku ketua mereka, yang harusnya memimpin mereka, malah datang tidak tepat waktu.

“Mau sampai jam berapa kita? Jam segini saja kita masih di stasiun,” canda Yoongi mencoba untuk mencairkan suasana.Namun yang terjadi malah semakin memperkeruh keadaan.Chaemi dan Hyuri langsung memukul lengan lelaki itu.Merasa tidak lucu jika harus bercanda di saat seperti ini.

Setelah menunggu hampir satu jam lamanya, akhirnya teman-teman yang ditunggu mereka datang juga. Seokjin, Namjoon, Hoseok, dan Taehyung memasang wajah bersalah telah membuat teman-temannya menunggu.

“Maaf atas keterlambatan kami,” kata Seokjin yang dibalas dengan anggukan singkat dari Yoongi dan Jungkook. Sedangkan Jimin, tanpa menggubris permintaan maaf dari Seokjin, langsung melangkahkan kakinya menuju luar stasiun.

“Cepatlah, mobilnya sudah lama menunggu!”

Chaemi dan Hyuri saling berpandangan, merasa tidak enak dengan suasana dingin seperti ini. Namun mereka yakin, keadaan ini tidak akan bertahan lama. Karena saat mereka sampai di mobil, semuanya pasti akan bersikap seperti semula. Seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.Ya, mereka yakin itu.

&         &         &         &         &

Benar saja, suasana di dalam mobil sudah mencair dengan canda tawa mereka, bahkan mereka sudah saling meledek satu sama lain. Dan selama perjalanan, mereka sibuk menertawakan kelakuan Namjoon yang sudah merasa mabuk darat, padahal perjalanan menggunakan mobil baru berjalan kurang dari setengah jam.

“Sudahlah, jangan meledek Namjoon terus.Kasihan dia…” kata Sungrin menengahi candaan para lelaki serta duo magnae,-sebutan untuk Chaemi dan Hyuri-, yang terus menerus meledek Namjoon.Dibela seperti itu oleh Sungrin, mata Namjoon langsung berbinar senang.

“Ah, kau baik hati sekali, Sungrin-ssi.Tidak seperti Chaemi dan Hyuri, bukannya membelaku mereka malah ikut meledekku.Kalau saja kau belum memiliki kekasih, aku pasti sudah memintamu untuk jadi kekasihku,” kata Namjoon sambil mengerling jahil ke arah Jimin yang sudah melihatnya dengan tatapan membunuh.

“Yak!Langkahi dulu mayatku kalau kau ingin meminta Sungrin menjadi kekasihmu, Kim Namjoon!”

Semuanya tertawa terbahak-bahak, bahkan Yoongi dan Taehyung sampai berpura-pura menenangkan Jimin.Sungrin hanya menggelengkan kepala, tidak menyangka teman-teman kekasihnya itu sangat lucu dan paling bisa membuat lelucon.Ia nyaris menitikkan airmata saking terlalu sering tertawa.

Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya mobil yang membawa mereka ke pos peristirahatan untuk para pendaki pun berhenti. Mereka turun dari mobil dengan membawa tas gunung mereka masing-masing. Chaemi dan Hyuri dengan tidak malunya malah meregangkan badannya yang pegal di depan teman lelakinya.

“Huaaaah pegalnyaaa!” teriak Chaemi sambil meregangkan badannya dengan gaya berlebihan. Dan tingkahnya itu dihadiahi sebuah toyoran pada kepalanya. Dari Jung Hoseok.

“Omona!Kalian ini wanita atau bukan sih?!”

Chaemi dan Hyuri sontak menatap tajam ke arah Hoseok, lalu dengan kompak mereka menjulurkan lidah, tanda tidak peduli dengan ucapan lelaki itu. Yang lain sudah duduk di salah satu saung yang menyediakan makanan dan tempat tidur untuk mereka. Sebenarnya bukan tempat tidur, melainkan hanya sebuah saung kecil dengan karpet sebagai alas tidurnya.Para pendaki selalu beristirahat di tempat itu sebelum memulai pendakian.

Di saung lain yang ada di sekeliling saung mereka, tempat itu juga sudah diisi oleh rombongan pendaki lain, mereka saling bertegur sapa meskipun ini adalah pertemuan pertama mereka. Entahlah, hal itu justru membuat hati Chaemi menghangat, karena ini pertama kalinya ia pergi ke tempat yang lumayan jauh tanpa kedua orang tuanya. Namun anehnya, ia merasa sangat aman dan nyaman.

“Oke teman-teman, selamat datang di pos pertama.Kita akan bermalam di tempat ini dan kalian hanya mempunyai waktu 3 jam untuk beristirahat. Semoga kalian bisa beristirahat dengan cukup, karena besok pagi tepat pukul 5, kita sudah memulai pendakian,” jelas Seokjin yang dijawab oleh anggukan teman-temannya.

Setelah selesai makan dan berbenah diri, mereka pun mulai tidur berdesak-desakkan di saung kecil yang diisi oleh sepuluh orang.Namun mereka tidak mempermasalahkan hal itu.Sekali lagi mereka katakan, ini bukanlah tentang nyaman atau tidak nyaman, karena ini adalah tentang kebersamaan.

&         &         &         &         &

“Dingin!” seru Chaemi sambil menggosokkan kedua telapak tangannya, berharap tubuhnya sedikit menghangat.

Cuaca dingin yang ia rasakan benar-benar bukan lelucon. Tubuhnya serasa membeku dan rahangnya sudah mengatup keras akibat menahan dingin.Bibirnya bergetar dan giginya saling bergemeletuk.

Hyuri pun demikian.Gadis yang tidur di sebelah Chaemi itu juga sudah bangun dari posisi tidurnya.Ia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Chaemi. Menggosokkan kedua telapak tangannya dan merapatkan jaket yang ia kenakan. Bahkan baik Chaemi maupun Hyuri sudah menggunakan jaket setebal dua lapis, tetapi mereka tetap saja merasa kedinginan.

Hyuri melirik jam tangannya, waktu baru menunjukkan pukul 3 pagi, itu artinya belum ada sejam mereka tidur, namun harus terbangun karena hawa dingin yang menyergap tubuh mereka. Seperti cacing kepanasan, keduanya pun bergerak kesana kemari, setidaknya gerakan tubuh mereka mengeluarkan panas untuk menghangatkan diri.

“Aku tidak menyangka akan kedinginan seperti ini,” ucap Hyuri tidak jelas karena bibirnya bergetar.Chaemi mengangguk menyetujui ucapan Hyuri.Keduanya menoleh kearah teman-temannya, ingin melihat keadaan mereka.

Namjoon masih tertidur lelap di sebelah Taehyung.Sedangkan Jungkook dan Yoongi juga masih tidur dengan lelapnya, bahkan tanpa sadar mereka saling berpelukan. Beda halnya dengan Sungrin, ia tertidur di sebelah Jimin, dengan kedua tangan mereka yang saling menggenggam. Saling memberikan kehangatan.Melihat pemandangan itu, Chaemi dan Hyuri hanya menatapmya dengan iri.

“Huaah, enak sekali ya jadi Sungrin, pantas saja dia tidak merasa kedinginan,” bisik Chaemi kepada Hyuri, lalu keduanya malah terkekeh geli, menertawai kebodohan mereka yang masih bergerak seperti cacing kepanasan.

“Kalian sedang apa? Tidak tidur?”Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkan mereka berdua.Ternyata Seokjin dan Hoseok, yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

“Kalian darimana?” tanya Hyuri sambil memandang heran kearah dua lelaki itu. Bukannya menjawab, baik Seokjin maupun Hoseok malah memberikan mangkuk yang dipegangnya kepada Chaemi dan Hyuri.

“Wah, ramyun!Kalian tahu saja kalau kita sedang kedinginan!” pekik Chaemi kegirangan.Entahlah, melihat semangkuk ramyun panas ditengah kedinginan seperti ini, seperti melihat segenang air di tengah gurun pasir.

Tanpa banyak bicara, Chaemi dan Hyuri langsung menghabiskan ramyun itu dengan cepat.Setelah tidak merasa kedinginan lagi, Chaemi dan Hyuri pun memutuskan untuk kembali tidur.

“Di tasku masih ada satu jaket, siapa yang mau memakainya?” tawar Hoseok, membuat kedua gadis itu saling berpandangan.

“Sebaiknya kau saja yang memakainya, Chaemi-ah. Aku sudah merasa hangat dengan dua jaket yang kukenakan ini,” jawab Hyuri sambil menunjukkan dua jaket yang dipakainya.Hoseok memberikan jaket itu kepada Chaemi. Gadis itu pun menerimanya, meskipun ia juga sudah menggunakan dua jaket.

“Jung Chaemi, sini tidur di sebelahku,” ucap Seokjin sambil menepuk tempat yang kosong yang ada di sebelahnya. Ucapan Seokjin membuat Chaemi menatap lelaki itu dengan tatapan curiga.

Saat menyadari tatapan curiga dari Chaemi, Seokjin malah terkekeh geli, “Tenang saja, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu.Lagipula dengan tubuhmu yang “tidak berisi” seperti itu, aku yakin tidak ada lelaki yang tertarik berbuat macam-macam padamu.”

“Sial!” umpat Chaemi sambil meninju bahu Seokjin dengan keras, namun akhirnya ia merebahkan dirinya di sebelah lelaki itu, sedangkan Hyuri sudah berbaring di sebelahnya yang lain, dengan Hoseok yang sudah tertidur di sebelah Hyuri. Tak lama kemudian, semuanya sudah tertidur dengan sangat lelap.

&         &         &         &         &

AT POS GP, 05.00 KST

Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi. Satu persatu dari para rombongan pendaki itu pun bangun dari tidurnya.Dari rombongan mereka, yang pertama kali bangun adalah Sungrin.Dengan lembut gadis itu membangunkan Jimin yang masih tertidur di sebelahnya.

“Jimin-ah, bangunlah,” kata Sungrin sambil menepuk kedua pipi Jimin dengan lembut.Tak lama, lelaki itu bangun.Matanya yang sipit mulai terbuka dan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Setelah sadar, ia langsung membangunkan Yoongi dan Jungkook yang tidur di sebelahnya.

“Yak, Jeon Jungkook! Min Yoongi! Bangunlah!” seru Jimin sambil menggoyang-goyangkan tubuh mereka agar cepat bangun.Setelah keduanya bangun dari tidurnya, sontak mereka langsung menjauhkan diri dan berteriak histeris.

“Yak, Jeon Jungkook!! Apa yang sudah kau lakukan, huh?!” tanya Yoongi masih dengan jeritan histerisnya, bahkan ia sampai menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi bagian dadanya. Wajahnya terlihat kaget bukan main.

Sama halnya dengan Yoongi, Jungkook pun tersentak kaget saat menyadari dirinya selama tertidur ternyata berpelukan dengan lelaki itu, “Ada juga aku yang bertanya seperti itu!Apa yang sudah kau lakukan, Hyung?! Ah tidak! Aku sudah tidak suci lagi!” teriak Jungkook dengan tidak kalah berlebihannya.

Kehebohan itu membuat Namjoon, Taehyung, Seokjin, dan Hoseok terbangun dari tidurnya.Dan saat mengetahui Yoongi dan Jungkooklah yang membuat keributan, keempatnya kompak menoyor kepala kedua biang keributan itu.

Berbeda halnya dengan teman-temannya yang lain, duo magnae, Chaemi dan Hyuri, masih terlelap dalam tidur mereka, membuat Seokjin menggelengkan kepala melihat dua putri tidur itu.

“Jung Chaemi, Kang Hyuri, bangunlah!” kata Seokjin sambil menepuk pipi kedua gadis itu.Usaha pertamanya tidak berhasil. Diulanginya sekali lagi, berharap di usaha keduanya, ia dapat membangunkan Chaemi dan Hyuri.

“Chaemi-ah, Hyuri-ah, bangunlah!” seru Seokjin dengan nada yang lebih tinggi.Namun lagi-lagi usahanya tidak berhasil.Kedua gadis itu masih tidak mau beranjak dari alam mimpi mereka.

Seokjin menghela napas frustasi, tidak disangkanya membangunkan duo magnae dari tidurnya akan sesulit ini.

“Ada apa?” tanya Yoongi saat melihat Seokjin menghela napas. Seokjin menunjuk kearah Chaemi dan Hyuri dengan dagunya.Yoongi langsung mengerti dengan maksud lelaki itu. Dengan perlahan ia mendekatkan diri kepada kedua gadis itu.

“Kalau membangunkan mereka tidak akan mempan dengan cara seperti itu. Tapi harus dengan cara seperti ini,” jelas Yoongi sambil memperlihatkan caranya untuk membangunkan Chaemi dan Hyuri. Dengan gerakan hati-hati, Yoongi memegang hidung keduanya, dan dengan cepat ia menekan hidung mereka agar mereka tak bisa bernapas.

Tak berapa lama, keduanya sudah gelagapan karena hidung mereka yang ditekan Yoongi, dan langsung bangun dari posisi tidur mereka.Yoongi dan Seokjin tertawa puas melihat ekspresi kedua gadis itu, dan langsung dihadiahi dua tonjokan tepat di perut keduanya oleh kedua gadis itu.

“Apa tidak ada cara yang lebih baik untuk membangunkan seseorang, huh?!” tanya Hyuri sambil mengusap hidungnya yang sakit dan memerah akibat ulah Yoongi. Sedangkan Chaemi masih sibuk merintih kesakitan, karena bagian hidung adalah salah satu kelemahannya.Melihat hal itu, Yoongi langsung meminta maaf dan memasang wajah bersalah kepada keduanya, terlebih kepada Chaemi.

Mianhae, aku tidak bermaksud menyakitimu,” kata Yoongi dengan nada sungguh-sungguh.Hal itu mau tak mau membuat Chaemi mengangguk memaafkan dan tertawa geli melihat ekspresi bersalah pada wajah Yoongi.

“Baiklah, sebaiknya kalian cepat persiapkan diri kalian. Karena sebentar lagi, kita akan memulai pendakian,” kata Seokjin dengan nada tegas, dan semua teman-temannya pun mulai bersiap-siap, “Gunung G, tunggu kami di puncakmu!” gumam lelaki itu sambil memandang jauh kearah puncak gunung G yang tengah ditutupi oleh kabut tebal.

TBC

Holaaa~ what do you think, readers? Di part ini Bangtan cs belum memulai pendakian.Maaf jika alur cerita tidak jelas karena aku menuliskan apa yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata tanpa rekayasa sedikitpun(?) Sekali lagi aku jelaskan, ff ini terinspirasi dari pengalaman pertama aku saat mendaki gunung, jadi aku akan menuliskannya dari awal keberangkatan sampai turun gunung. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Ditunggu komentar, kritik, dan sarannya ya, readers! Thankyou :*

About fanfictionside

just me

One thought on “FF/ MOUNTAIN OF LOVE/ BTS-BANGTAN/ 1 of 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s