FF/ DONT TOUCH MY GIRL, SHE’S MINE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


AUTHOR : JYUMI / JYM

CAST       :

  • KIM NAMJOON
  • JUNG YUMI
  • KIM SEOK JIN
  • BANG YONGGUK
  • KIM JO AH
  • AHN SO YU
  • SEO JANG MIN
  • BTS ALL MEMBER
  • BAP ALL MEMBER
  • OTHER CAST

GENRE   : ROMANCE, MARRIAGE LIFE, DLL

RATING   : NC-17

Maaf yah kalau ceritanya ngebosenin… dan sampailah di part 3 ini, typo bertebarang kaya bunga(?)..

Namjoon, Yongguk, Seok Jin, .. kira kira ada apa ya sama mereka?? Ada apa juga dengan Yoongi dan Daehyun… Jimin, Junhong, Soyu.. Min dan Soyu?? Min ,Taehyung, Yongjae??

Aku pun pusing dengan apa yang terjadi .. okay this is out…(??)

Yumi mengacak acak rambutnya ketika sudah sampai ke apartment, wajahnya benar-benar kusut, perkataan Namjoon 2 jam lalulah yang membuat gadis itu seperti sekarang ini ‘ OH GOD!!! Bagaimana jika ia sudah menikah denganku nanti!!’ batin Yumi, yang sekarang ia pikirkan hanya satu MATI, ya, di otaknya hanya ada itu untuk menghindari Namjoon,, budak?? Yang benar saja.

Keesokan harinya, semua benar benar terjadi, baru saja gadis itu masuk ke area sekolah, ia sudah mendapati Namjoon dan teman, kecuali Seok Jin, sebenarnya gadis itu belum tahu siapa saja anggota bangtan, yang ia ketahui hanya dimana ada Namjoon pasti ada Seok Jin serta namja bermata sipit mungkit tidak punya mata lebih tepatnya,, Namjoon yang memang suka nongkrong di depan gerbang langsung menarik senyum miringnya begitu mendapatkan apa yang dia cari, dan dengan seenaknya pula Namjoon memerintah Yumi untuk membeli makan pagi, uang jajan terkuras, Yumi hanya bisa mendesah tak melawan ia mengangguk mengerti, ia berjalan gontai ke kantin dan kebetulan bertemu Seok Jin yang sedang berjalan di koridor.

“kau mau kemana?” Tanya Seok Jin sambil melepas headseatnya, Yumi mendongkakkan kepalanya, namun tak lama ia menunduk kembali.

“ Gwaenchana??” Tanya Seok Jin lagi, dan gadis itu hanya menggeleng lemah dan berjalan hendak melewati Seok Jin, kesal dengan pertanyaan yang tidak di jawab dengan benar Jin menahan tangannya membuat gadis itu menatap dalam diam.

Entah apa yang ada difikiran Jin tiba-tiba saja ia menarik kea rah kantin, membeli makanan, ya ia tahu dibalik wajah lesu Yumi, Namjoon, dan bisa ditebak juga ia minta sarapan pada Yumi membelikan ini itu, Yumi yang kaget hanya menatap punggung Jin yang sibuk sendiri memilih makanan.

“semua berapa??” Jin bertanya begitu sampai di depan kasir.

“35000 won” ucap Han penjaga kasir, Jin mengeluarkan 3 lembar uang 10000 won lalu membayarnya dan menarik gadis itu ke depan gerbang.

“Jin kau tidak perlu seperti ini, nanti akan ku bayar tapi tidak sekarang..” ucap Yumi , namun Jin hanya diam masih terus menarik Yumi ke tempat Bangtan kumpul.

“ini punyamu!!” ucap Jin menyodorkan makanan ke hadapan Namjoon, namja itu menatap kantung kresek yang menggantung di depan wajahnya.

“kenapa kau yang membelikannya?? Harusnya kan dia!!” ucap Namjoon menatap Jin.

“dia yang membelinya, karena terlihat kasihan makanya aku bawakan sekalian aku mau memberikan speaker taehyung yang tertinggal..”

Namjoon tahu Jin berbohong, tapi ia membiarkannya lolos untuk kali ini, dia sangat menghargai hubungan baik dirinya dengan Jin jadi dia hanya mengalah.

————-don’t touch my girl, she’s mine————–

“ada hubungan apa kau dengan Seok Jin??” Tanya Min begitu melihat Yumi memasuki kelas dan duduk, Yumi menatap ke arah Min dengan bingung , ia hanya menggeleng, tapi terus saja Min mendesak agar mau bicara, dan dengan terpaksa Yumi menceritakannya membuat Min menatap tak percaya gadis yang dihadapannya, ia berfikir ‘malang sekali nasibnya’.

“Yumi-ya, Jung Yumi!!” ucap Joa heboh dari arah pintu kelas dan menghambur ke bangku gadis yang ia panggil, Yumi menatap Joa, ia mengerti kenapa Joa seperti ini, ia hanya mengangguk padahal Joa belum menanyakan apapun kepadanya, Joa menepuk jidatnya sementara Min yang sedari tadi hanya melihat, menatap keduanya bingung.

Joa, sebenarnya gadis itu bersyukur karena jadi pertukaran kelompok, tapi begitu mendengar siapa yang ditukar ia sangat syok, gadis ini mengkhawatirkan Yumi yang pasti akan habis di tangan Namjoon, apalagi namja itu yang meminta bertukar.

“sebenarnya apa yang kalian bicarakan eoh??” Tanya Min yang kesal karena dia seperti orang bodoh yang tak tahu masalah sahabatnya ini.

“ kau tahu Min-ah, Namjoon, dia menukar kelompok..” ucap Joa

“baguslah, bukakah itu maumu, lalu kenapa kau seperti ini apa jangan jangan kau mulai meyukai dia..” Jawab Min, dan langsung mendapatkan tatapan horror dari Joa.

“kalau aku memang bersyukur!! Dan kau tahu siapa yang dia minta jadi teman sekelompoknya!! Yumi!! Dia menukarnya dengan Yumi..” ucap Joa dengan nada direndahkan tapi ditekan, Min, gadis itu membentuk huruf O tapi detik kemudian ia berteriak MWO!! Membuat seisi kelas melihatnya, syok?? Pasti.

Namjoon POV

“Hyung!! Apa gadis itu sudah menjadi budak mu??” Tanya taehyung, aku hanya mengangguk membenarkan, dan tersenyum, semua menatapku ngeri sekaligus tak percaya, ah aku tidak peduli.

“Hyung!! Kau tidak sedang bercanda kan?? Dia benar-benar menjadi budakmu kan??” Tanya jungkook masih tak percaya dengan apa yang dikatakan olehku, menyebalkan sekali magnae satu ini.

“apa aku ada tampang berbohong JEON JUNGKOOK??” ucap ku menekankan namanya, yah itu kulakukan agar dia tak meragukan perkataanku, tebakanku sudah terduga uri magnae hanya menunduk da menggeleng.

Tiba-tiba saja aku mendapatkan notif dari kwon jiyong teman sekelasku, tanpa pamit, aku langsung saja pergi meninggalkan mereka.

Namjoon POV

Namjoon pergi begitu saja, ini hal biasa untuk mereka jadi jika ia melakukan seperti ini tak akan pernah dihiraukan seperti dulu.

“benar-benar terjadi!!” ucap Hoseok tiba-tiba dan menyenderkan kepalanya di tembok semua menatap hoseok dan mengangguk, sementara Seok Jin ia hanya menghela Nafasnya ‘ Konflik Dimulai’ pikirnya pula, ia pun beranjak pergi meniggalkan mereka tanpa peduli paggilan Jimin, Seok Jin melangkahkan kaki menuju tempat favoritenya.

Pria itu duduk dengan posisi menekuk kakinya, Loker Janitor, disinilah ia berada tempat favoritenya, ia berfikir apa yang akan terjadi kedepan.

Seseorang lewat dengan santai tempat itu, membuat Seok Jin namja itu melenggang keluar loker, pintu terbuka keras membuat yang baru saja lewat terlonjak kaget dan membalikan tubuhnya, Seok Jin menatap lekat dirinya membuat wajahnya bersemu merah, detik itu juga ia memalingkan wajahnya yang seperti kepiting rebus saat ini.

Seok Jin tidak dapat menahan hasratnya, dengan cepat ia menariknya ke pelukan hangat Seok Ji.

“aku akan melindungimu Yumi-ssi, meski dia sahabatku, aku tak peduli, aku janjji” ucap Jin sembari menghirup bau tubuh gadis itu dan memejamkan mata.

“eoh?? Jin-ssi?? Aku tak mengerti maksudmu” ucap Yumi, namun tak ada jawaban dari pria yang memeluknya itu.

————-don’t touch my girl, she’s mine———–

Sementara itu diruangan Ailee, Yongguk mendebat Ailee dengan kata-kata kasar membuat guru cantik itu menahan tangisnya, semetara yongguk ia memijit keningnya dan duduk lemas setelah berdebat.

“apa dia orangnya??”Tanya Ailee menatap pria itu.

“Ne Nonna, ia orangnya, orang yang selama bertahun tahun kucari.” Ucap Yongguk dengan kepala menunduk tak berani menatap Ailee, dan wanita itu menatap nanar pria yang dihadapanya.

“aku hanya ingin mengingatkanmu, jika suatu saat sadar dan memilih yang lain apa kau siap? Jika kau tidak siap lebih baik kau melupakannya sekarang sebelum lebih sakit, dan maaf kata-kataku tak menghiburmu, dan hanya bisa menasihatimu sebagai seorang kakak tirimu.” Ucap Ailee lalu mendekat megusap punggung namja itu, Ailee menatap sedih Yongguk bukan karena adiknya memikirkan gadis itu, tapi ia sedih menatap pria itu karena suatu perasaan yang ia simpan 3 tahun belakangan ini untuknya.

.

.

Suga atau Yoongi berjalan dengan telinga tertutupi oleh headphone kesayangannya, tanpa sengaja seseorang telah menubruk tubuhya, awalnya ingin marah pada gadis yag menubruknya tapi amarahnya teredam ketika melihat gadis yang menubruknya, gadis yang diam diam ia perhatikan selama ini ‘Kim Jo Ah’ nama gadis ini, tapa ba bi bu Yoongi menarik pinggang gadis itu lalu menciumnya ganas, Joa hanya bisa kaget dan awalnya ia terbuai tetapi akhirnya dia sadar setelah memikirkan kekasihnya, ia memberontak membuat tautan Yoongi lepas, Yoongi tersenyum miring.

“wae?? Bukankah tadi kau menikmatinya??” Ucap Yoongi sinis, Joa bergidik dan pergi meninggalkannya yang masih berdiri di tempat tadi ia berciuman.

“AKU AKAN MENDAPATKANMU APAPUN CARANYA JO AH.” Teriak Yoongi lantang, gadis itu mempercepat jalannya, mimpi buruknya akan segera datang.

“Nugu? Ah Kim Jo Ah..” ucap taehyung berdiri di belakang pria itu, Yoongi menatap Taehyung dan mengangkat sebelah alisnya.

“bagaimana kau tahu?? Kau mengenalnya”

“tentu saja bahkan sangat sangat mengenalnya, dia teman dekat Yumi dan…” ucapan taehyung terputus membuat Yoongi makin penasaran.

“dan..?”

“dia pacar sepupuku Jung DaeHyun” bagai petir meggelegar, membuat Yoongi patah hati begitu saja, wanita yang selama ini mengalihkan perhatiannya ternyata memiliki kekasih dan kekasihnya itu adalah sepupu dari sahabatnya Taehyung.

“ aku tidak peduli, akan aku dapatkan dia, bagaimana pun caranya meski itu harus membunuh daehyun.” Ucap Yoongi dengan mata mengkilat.

“KAU GILA!!” ucap taehyung

———don’t touch my girl, she’s mine——–

Yumi masih memegang jatungnya yang masih berdegup, padahal kejadiannya sudah berlalu 10 menit yang lalu.

“sepertinya ada yang skot jantung” suara baritone menyadarkan gadis itu dari lamunannya.

“Yongguk ssaem~ ?? ngomong-ngomog kau dari mana??” Tanya Yumi, yongguk tersenyum dan mengacak rambut gadis itu.

“kau tidak belajar?? Bukankah ini jam belajar??” Tanya Yongguk.

“ah Leeteuk ssaem sakit jadi kami tidak ada pelajaran..” ucap Yumi, Yongguk mengajaknya ke ruangan kerja pribadi miliknya itu. Baru sampai pintu Yumi sudah kagum menatap ruangan tersebut, dan membulatkan matanya begitu masuk kedalam ruangan, Yumi dipersilahkan duduk dan di beri secangkir teh hangat.

“Ssaem~ Mianhamnida..” ucap Yumi tiba-tiba dan meundukan kepalanya, yongguk terheran.

“kenapa kau meminta maaf?? Kau tidak bersalah, atau kau berbuat salah??”

“aku selalu mengira kau ini menyeramkan, tapi ternyata…”

Yongguk menatap Yumi, ia mengerti maksudnya, tapi yang ia keluarkan hanya suara tawa terbahak, Yumi mendongkak menatap gurunya ini dengan tatapan tidak mengerti, setelah pengakuan Yumi ,Yongguk hanya tertawa.

“ah mian.. haha, gwaenchana Yumi-ya.. aku sudah terbiasa dengan tanggapan siswaku tentang diriku, yang penting sekarang siswa ku tau aku yang sebenarnya..” lagi lagi Yongguk mengacak rambut gadis itu, hingga gadis itu hanya mempoutkan bibirnya, dan tanpa sengaja menatap lamat fhoto yang berada di bingkai di atas meja kerja gurunya.

“yeoppeo… dia benar benar manis, tapi tunggu kenapa seperti fhoto diriku ya?? Ssaem ini siapa??”

DEG..

Yongguk terdiam sambil menatap fhoto itu, tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan yang di ajukan Yumi, pria itu punya alasan tidak mengatakan siapa fhoto ini,

“sepertimu?? Benarkah??” Tanya Yongguk.

“tak tahu juga, tapi anak ini seperti diriku dalam satu satunya fhoto kecilku yang bersisa karena kecelakaan..”

“ kecelakaan? Kecelakaan apa maksudmu??” ucap Yongguk kaget sekaligus penasaran, awalnya Yumi ragu untuk menceritakan hal ini pada gurunya, tapi dalam hatinya ia seperti sudah megenalnya lama, ia juga merasa nyaman, dan akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada dirinya.

Flashback on

Hujan deras menyelimuti gwang-ju, seorang anak menangis dalam pelukan seorang wanita yang sudah tak bernyawa, gadis it uterus saja menangis memanggil wanita itu’EOMMA’ hingga akhirnya ia pingsan dan koma,

Bangun dari koma ia ditanyai nama oleh sang suster tapi gadis itu hanya diam menatap suster itu, hingga seorang dokter melakukan pemeriksaan dan menyatakan gadis ini terserang amnesia,

Seminggu setelah ia bangun dari koma dan keadaannya baik, ia dikirim ke panti asuhan karena tidak ada sanak saudara yang dapat dihubungi.

Flashback End.

Yongguk menatap Yumi dengan tatapan mencengang, sekarang ia tahu kenapa gadis itu tak mengingatnya, lamunannya buyar ketika Yumi memaggil namanya dan menatap padanya dengan tatapan bigung, bel ganti pelajaran terdengar cukup nyaring, Yumi memilih kembali kekelas karea ini pelajaran dance pelajarannya Shindong Ssaem~

Pintu menutup pelan,

“pantas kau melupakanku Yumi-ya, tapi aku berjanji akan membuatmu mengingatku lagi” gumam yongguk lalu membereskan berkas dimejanya.

Baru saja keluar dari ruangan yongguk dan berjalan beberapa langkah, seseorag menarik tanganya kasar, membuat gadis itu memekik kesakitan, bahka tangannya pun kini memerah, pasrah, itulah yang gadis itu lakukan mengingat siapa yang sudah menariknya kasar seperti ini, Yumi menatap sebuah wajah, dan wajah itu terlihat sangat marah.

“Kau dari mana saja BODOH!! Aku mencarimu!!! Kau itu tidak mencoba kabur darikukan!!” ucap Namjoon menekan kata BODOH dihadapan gadis itu, membuat gadis itu menggeram kesal.

“ aku dari ruang Yongguk Ssaem!!! Dan aku bukan wanita BODOH!!” ucap Yumi tak mau kalah.

“untuk apa kau ke ruangan Ssaem??”

“bukan urusanmu!”

“itu menjadi urusanku karena kau adalah PEMBANTUKU!!” ucap Namjoon menekan huruf terakhir dengan lantang, membuat yang menatap mereka membulatkan mata, ada juga yang berbisik, dan ada juga yang menatap gadis itu iba.

———-don’t touch my girl, she’s mine———

Seminggu berlalu, letih rasanya, ya ini sudah seminggu penderitaan Yumi ditangan Namjoon, pria itu tak segan segan menyuruhnya, begitupun temanya, tetapi hal itu terbantu oleh Seok Jin yang diam-diam membantu gadis itu menjalankan tugasnya, dan semenjak jadi suruhanya ia jadi tahu banyak tentang Namjoon, dan ini juga hal keuntungannya untuk mengetahui calon suaminya yang akan dinikahi gadis itu dalam waktu dekat, ada satu informasi yang membuatnya tertarik ‘Namjoon akan bersikap lembut pada DIA, dan dia akan melupakan siapa targetnya saat ia sedang membuat musik’ ucapan Jimin yang entah bagaimana dengan mudahnya meluncur begitu saja dari mulut pria itu.

Yumi ingin membuktikan ucapan Jimin padanya beberapa jam yang lalu, dan kebetulan hari ini adalah hari pertama ia dan Namjoon berlatih, sebenarnya gadis itu sudah meminta Namjoon berlatih minggu lalu tapi pria itu hanya bilang ‘untuk apa berlatih jagka pajang cukup 2 hari berlatih itu sudah cukup lagi pula kau harus fokus megurusku! Kau itu kan BUDAKKU’

.

Malam yang ditunggu untuk membuktikan ucapan Jimin, kini ia berdiri didepan pintu apartment pria itu, memencet bel yang ada di pintu, hingga pintu terbuka lebar dengan sendirinya -pintu otomatis-.

Pria itu sedang duduk di pantry menghabiskan coffenya.

“buatkan aku makanan!! Aku lapar!” Namjoon memerintah seenaknya, gadis itu menggerutu dengan berat hati gadis itu memasak untuknya, hingga terbesit pikiran untuk mengerjai pria yang masih duduk menyeruput kopinya sambil memegang sebuah buku sesekali ia bersenandung, Yumi memasukan garam 1 sendok, dan bergidik sendiri, setelah selesai ia menghidangkannya, satu sendok baru Namjoon ambil dan baru saja ia dekatkan pada mulutnya namun saat akan memakannya..

“kau yang makan!!” ucap Namjoon, wajah Yumi langsung pucat, pria yang dihadapanya tersenyum sinis.

“makanya kalau kau mau jahil padaku kau harus pintar pintar, masakan ini kau beri garam banyakkan”

“bagaimana kau tahu??”

“baunya!! Ck.. kau itu benar benar bodoh!! Sudahlah lupakan lebih baik sekarang mulai berlatih, ini hapalkan, lagu ini baru saja kubuat”

Yumi mengambil kertas yang Namjoon sodorkan kepadanya, dan mulai membaca liriknya.

1 jam kemudian

“ck, kau itu benar-benar bodoh eoh!! Lyric mudah seperti ini masih salah!!” ucap Namjoon menggeleng, sementara Yumi ia hanya menghela nafas, ucapan Jimin mulai diragukanya, gadis itu mengulangi lagi lagu, hingga pukul 4 pagi, ia baru benar setengahnya.

“sudahlah!! Kita lajutkan besok aku lelah, dan kau tidur disini saja! Terlalu bahaya jika kau pulang jam segini” ucap Namjoon, Yumi menatap Namjoon dengan tatapan tidak percaya ucapannya penuh perhatian berbeda dari beberama menit lalu.
“kenapa kau menatapku?? Kau terpesona padaku??” ucap Namjoon saat melihat gadis itu menatapnya, pikiran jahil datang, Namjoon mendekati Yumi dengan ekspresi menggoda, gadis itu memundurkan tubuhnya hingga menubruk meja, dengan cepat Namjoon menahan tubuh Yumi agar terus terduduk di bangku, ia mulai mendekati wajah gadis itu, dan akhirnya menempelkan bibir tebalnya, menggerakannya dengan lembut, tapi tidak lama ia melepaskan ciuman itu dan tertawa terbahak karena perangkapnya berhasil “BODOH” ucap Namjoon dan melenggang ke kamar mandi.

Gadis itu menatap pintu tertutup, rasa kesal yang ia rasakan, ia kesal karena dirinya sudah terjebak oleh si Nappeun Namja.

To be Continued…..

Ok part 3 beres, selalu aja ada typo,, o o o othokaji..

Namjoon : thor kenapa gua jadi nappeun namja?? Pan gua baik

Author   : kali-kali, lagian gua suka elu..

Namjoon : #mundur ke pojokan

Author : kenapa lo mundur??

Namjoon : gua takut sama lo thor

Author : #jderrrr -_- bang segitunya ama ane.. nyari Yongguk

Makin nangis liat si yongguk jalan ama Yumi, akh,, panas panas panas kepala ini pusing pusing pusing

Namjoon : kenapa lo thor, pusing, minum obat cacingan.

Author : lempar batu. Nangis di jamban

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF/ DONT TOUCH MY GIRL, SHE’S MINE/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. author ini pt.3???
    tpi kok tulisan di atas pt.1?
    hiaa namjoon😀 i like bad boy😄
    sipp lanjutin thor jgn lama-lama yah di tunggu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s