FF/ BRAND NEW LIFE (SEQUEL OF THE ANOTHER OF YOU)/ GOT7-BTS/ pt. 2


PhotoGrid_1416267913280

Author                        : ismomos

Cast                :

  • Park Jinyoung (GOT7 Jr)
  • Kim Taehyung (BTS V)
  • Min Yoongi (BTS Suga)
  • Lee Jongsuk (Actor)
  • Park Minyoung (OC)
  • Han Joya (OC)
  • Jung Chanmi (OC)

Support Cast :

  • Park Jimin (BTS Jimin)
  • Jung Hoseok (BTS J-Hope)

Genre             : Romance, Friendship, Fantasy

Length                        : Chapter

 

Annyeong haseyo, ismomos is back with sequel of TAOY. Masih ada yang nungguin lanjutan ff ini ngga ya? Hehehe, mohon maaf kalo aku terlalu lama untuk mengupdate ini, karena aku disibukkan oleh berbagai macam tugas kuliah *curhat*

Sebelum baca lanjutan FF ini, aku ingin memberi tahu sesuatu(?) Seperti yang kalian tahu, alur FF ini memang agak ribet dan lebih mudah dibayangkan jika dibuat dalam bentuk visual. Namun karena ini adalah sebuah FF, jadi aku akan menggambarkannya hanya dengan kata-kata. Misal, arwah Taehyung yang terjebak di dalam tubuh Jinyoung, maka aku menulis di dalam narasi menggunakan nama Jinyoung, meskipun sebenarnya itu adalah sosok Taehyung. Sedangkan sosok Jongsuk yang berwajahkan Taehyung, di dalam narasi aku akan menggunakan nama Taehyung, namun dalam percakapan atau jika ada orang yang memanggil namanya, aku menggunakan nama Jongsuk, karena memang orang di sekitarnya mengenal sosok itu sebagai Jongsuk, meskipun dia berwajahkan muka Taehyung. Gimana, udah cukup punya gambaran?So, enjoy the story J

“Hayoung-ah, bangunlah…”

Yoongi tengah membangunkan Hayoung yang tertidur di mobilnya dengan cara mengelus pipi gadis itu dengan lembut. Sebenarnya ia tidak tega membangunkan Hayoung, apalagi saat ia melihat wajah gadis itu terlihat sangat damai dalam keadaan terlelap seperti itu.

“Hayoung-ah,” panggil Yoongi lagi, masih dengan nada yang lembut.Tiba-tiba keinginan untuk mencium Hayoung muncul di dalam pikiran Yoongi, mencium tepat di bibir mungil gadis itu.Dengan gerakan perlahan, Yoongi mendekatkan wajahnya pada wajah Hayoung.Aroma tubuh gadis itu langsung menyeruak ke dalam rongga pernafasan Yoongi, membuatnya semakin terbuai.

“Ng—Kim Taehyung,” dengkur Hayoung dalam tidurnya. Tanpa sadar gadis itu menyebutkan nama Taehyung di dalam tidurnya. Dan tanpa sadar pula Yoongi langsung menjauhkan wajahnya pada wajah Hayoung.

Raut wajah Yoongi berubah menjadi dingin seketika, tidak diduganya Hayoung masih menggumamkan nama itu, bahkan dari bawah alam sadar gadis itu. Yoongi menghela napas berat, tangannya kini sudah mencengkram kemudi dengan sangat erat.

“Uh—kita sudah sampai?” tanya Hayoung yang ternyata sudah bangun dari tidurnya. Matanya mengerjap berkali-kali, menyesuaikan dengan cahaya yang memasuki matanya.Melihat tampang polos Hayoung membuat emosi Yoongi mereda.Lelaki itu sudah kembali memasang senyum terbaiknya.

“Kau tertidur dengan sangat pulas, aku jadi tidak tega untuk membangunkanmu,” jelas Yoongi sambil mengacak pelan rambut Hayoung, membuat gadis itu tersenyum minta maaf.

“Maaf sudah merepotkanmu. Ah, apa kau ingin mampir ke rumahku?” tanya Hayoung yang bersiap untuk turun dari mobil Yoongi. Lelaki itu menggeleng sambil tersenyum tipis, “Tidak usah, sudah terlalu malam.Sebaiknya kau beristirahat, terima kasih sudah menemaniku hari ini, Hayoung-ah.”

“Anytime, Min Yoongi.Baiklah kalau begitu, aku turun ya.”

Hayoung turun dari mobil Yoongi dan berjalan kearah pintu sebelahnya.Yoongi membuka kaca jendela mobilnya.

“Hati-hati, Min Yoongi.Hubungi aku jika sudah sampai di rumah,” kata Hayoung sambil melambaikan tangannya.Tak lupa dengan senyum lebarnya yang membuat Yoongi terpaku. Senyum itu, senyum yang berhasil memesonanya selama hampir lima tahun belakangan ini.

“Masuklah.Aku ingin memastikan kau sampai ke dalam rumah dengan selamat.”

Hayoung mengangguk mengerti.Setelah melambaikan tangannya sekali lagi, gadis itu pun membuka pintu gerbang dan masuk ke dalam rumahnya.Yoongi memerhatikan Hayoung sampai punggung gadis itu menghilang di balik pintu rumah.

Yoongi menghembuskan napasnya perlahan. Ternyata sedari tadi tanpa sadar ia tengah menahan napas. Namun rasa sesak saat mendengar nama Taehyung disebutkan oleh Hayoung dalam tidurnya, belum juga menghilang.

&         &         &         &         &

Yoongi masuk ke dalam apartemen Hoseok dengan membantin pintunya sedikit kasar, membuat sang pemilik menoleh kaget dan memandang lelaki itu dengan heran. Tanpa mengguris tatapan heran Hoseok, Yoongi merebahkan dirinya di atas sofa yang ada di ruang tamu apartemen Hoseok.

“Ada apa?Kenapa wajahmu seperti itu? Bukankah kau baru saja pergi bersama Park Hayoung?” tanya Hoseok sambil memberikan segelas air kepada Yoongi. Sebelum menjawab pertanyaan Hoseok, Yoongi menerima segelas air dan menenggaknya sampai habis hanya dalam hitungan detik.

Hal itu membuat semakin membuat Hoseok heran.Biasanya wajah sahabatnya itu tampak berseri setelah pergi atau sekedar dengan Hayoung, namun tidak kali ini.Hoseok melihat wajah Yoongi terkesan dingin dan menahan marah.

“Sampai kapan aku harus menunggu?” tanya Yoongi dengan tatapan menerawang, memandangi gelas kosong yang sedang dipegangnya. Kalau saja tatapan Yoongi bisa menembus gelas kaca itu, mungkin gelas itu sudah pecah berkeping-keping.

Hoseok memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Yoongi, karena tahu sahabatnya itu akanmelanjutkan ucapannya. Ia sudah mengetahui arah pembicaraan Yoongi pasti tentang Hayoung, karena hanya gadis itulah yang mampu membuat Yoongi menjadi seperti ini. Dengan sabar Hoseok menunggu Yoongi menuangkan apa yang sedang dirasakannya saat ini.

“Kau tahu, kan?Aku sudah menunggunya lebih dari dua tahun, bahkan tiga tahun sebelumnya aku sudah menyukainya.Apa itu belum cukup lama untukku menunggunya?”

Lagi-lagi Hoseok tak menjawab pertanyaan Yoongi, ia tahu yang dibutuhkan lelaki itu saat ini bukanlah sebuah jawaban, melainkan sebuah kepastian. Dan dia tidak bisa memberikan kepastian itu, karena hanya Hayounglah yang mampu dan berhak memberikannya.Hanya gadis itu.

“Akan sangat mudah jika lawanku adalah seseorang dengan sosok yang nyata, aku bisa bersaing dengan sehat dengannya untuk mendapatkan Hayoung.Tetapi tidak dengan keadaan ini, bahkan yang harus aku kalahkan adalah sosok yang tidak nyata.Lawanku adalah seseorang yang ada di masa lalu Hayoung.Bukankah hal yang paling sulit dikalahkan di dunia ini adalah sebuah kenangan?Bayangkan, aku harus mengalahkan seseorang yang sudah tidak nyata lagi wujudnya.Katakan padaku, Jung Hoseok.Bagaimana caranya agar aku bisa mengalahkannya?”

Yoongi semakin mencengkramkan tangannya pada gelas kaca itu.Tangannya sudah bergetar menahan marah.Entah sudah sampai mana batas kesabarannya menunggu Hayoung agar melihatnya.Melihatnya sebagai satu-satunya, tanpa ada bayangan masa lalu yang menghantuinya.

“Sekarang aku jadi tahu alasan mengapa dulu aku sangat membenci Kim Taehyung,” Yoongi menggantung kalimatnya, lalu ia mengusap wajah frustasinya, “Bahkan saat sosoknya sudah tidak ada di dunia ini pun, ia masih memenangkan hati Hayoung. Namanya masih saja digumamkan oleh Hayoung di dalam tidurnya.Sosoknya masih saja memenuhi alam mimpi gadis itu.Bagaimana bisa aku tidak membenci Taehyung, Hoseok-ah?!”

Hoseok menepuk bahu Yoongi, ingin menenangkan perasaan sahabatnya itu. Dan lagi-lagi, untuk kesekian kalinya, yang bisa ia ucapkan hanyalah kata-kata semu yang setidaknya bisa menenangkan hati Yoongi.

“Bersabarlah, Min Yoongi. Semuanya butuh waktu.Tidak mudah bagi Hayoung untuk melupakan sosok yang sangat berarti di dalam hidupnya.Dan kau—sebagai seseorang yang mengisi masa depannya, yang bisa kau lakukan hanyalah menunggu.Menunggu sampai Hayoung bisa berdamai dengan masa lalunya, dan melihatmu sebagai masa depannya.”

Yoongi tak bereaksi apapun setelah mendengar ucapan Hoseok, namun di dalam hatinya ia membenarkan kata-kata sahabatnya itu. Ya benar, yang perlu ia lakukan hanyalah menunggu. Menunggu, menunggu, dan menunggu.

Sedangkan Hoseok, masih sambil memberikan ketenangan pada Yoongi, terselip rasa khawatir di dalam hatinya. Melihat amarah Yoongi hanya karena Hayoung menyebutkan nama Taehyung tanpa sadar, membuatnya takut akan sosok Yoongi yang dahulu muncul kembali. Sosok Yoongi yang sangat ambisius terhadap apapun, terlebih jika menyangkut Hayoung. Sosok Yoongi yang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia mau. Seraya menghela napas berat, Hoseok memanjatkan doa agar sahabatnya itu tidak kembali menjadi sosok yang seperti itu.

&         &         &         &         &

Park Jinyoung melangkahkan kakinya di koridor kampus sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, berharap ia menemukan sosok yang dicarinya sedari tadi. Banyaknya mahasiswa yang berlalu lalang di koridor, membuatnya susah untuk menemukan sosok yang dicarinya.

Tatapannya menyapu inci demi inci mulai dari koridor sampai taman kampusnya yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Matanya memicing saat menemukan sosok gadis yang tengah duduk di salah satu bangku yang ada di taman. Langsung saja ia menghampiri gadis itu.

“Jung Chanmi!” panggil Jinyoung, membuat semua orang yang ada di taman menoleh kearahnya, termasuk si pemilik nama. Jinyoung langsung membungkuk minta maaf karena teriakannya mengganggu orang-orang di sekitarnya.

Chanmi terkekeh melihat kelakuan Jinyoung yang kini sudah duduk di sebelahnya.

“Kau sedang apa?” tanya Jinyoung sambil memerhatikan Chanmi yang sibuk dengan tugasnya.

“Seperti biasa, mengerjakan tugas dari para dosen,” jawab Chanmi yang sudah kembali focus dengan tugas kuliahnya.

Jinyoung mengedarkan pandangannya kembali, mencari sosok yang biasanya berada di dekat Chanmi. Namun sampai saat ini, ia belum melihat wajah gadis yang sedari tadi dicarinya.

“Mencari Park Hayoung, heum?” tanya Chanmi yang ternyata tengah memerhatikan Jinyoung. Pertanyaan itu membuat Jinyoung tersenyum malu. Tidak menyangka Chanmi akan bertanya seperti itu padanya. Tepat sasaran, batin Jinyoung dalam hati.

Chanmi kembali terkekeh melihat ekspresi malu Jinyoung, lalu ia memberika jawabannya pada lelaki itu, “Tadi dia pergi bersama Yoongi, katanya ingin menemani Yoongi membeli sebuah gitar.”

Jinyoung hanya menganggukan kepalanya, dalam hati ia tidak begitu suka mendengar jawabannya. Seketika ia penasaran dengan hubungan Hayoung dan Yoongi.

“Ah, apa mereka berpacaran?” pancing Jinyoung sambil menatap Chanmi lekat, mencari kebenaran melalui tatapan matanya. Meskipun ia sudah mengenal Yoongi jauh sebelum Chanmi mengenalnya, ia tetap ingin mengetahui jawaban dari Chanmi.

Chanmi terdiam sejenak, ragu untuk menceritakannya pada Jinyoung. Namun saat melihat wajah lelaki itu memandangnya dengan penasaran, akhirnya ia memutuskan untuk menceritakannya pada Jinyoung.

“Setahuku mereka belum berpacaran, tetapi sejak mengenal Hayoung dua tahun yang lalu, aku tahu Yoongi sangat mengharapkan dan mencintai Hayoung, hanya saja Hayoung masih belum bisa menerima cinta Yoongi.Itu sih sejauh yang kutahu,” jawab Chanmi, membuat Jinyoung menghela napas lega.Namun lagi-lagi rasa penasaran memenuhi hatinya.

“Apa kau tahu alasan Hayoung masih belum bisa menerima Yoongi?”

Chanmi mengedikkan bahu, “Aku juga tidak begitu yakin.Tapi yang kutahu, Hayoung masih belum bisa menerima Yoongi karena masih terbayang-bayangi oleh cinta masa lalunya. Aku dan dia memiliki kisah cinta yang hampir sama. Ditinggal mati oleh seseorang yang sangat kita cintai.Aku rasa Hayoung masih belum bisa melupakan sosok yang sangat dicintainya itu.”

Jawaban Chanmi membuat Jinyoung terperanjat. Bagaimana tidak, dialah sosok masa lalu Hayoung, yang membuat gadis itu masih belum bisa membuka hati untuk lelaki lain. Di satu sisi ia merasa senang, karena Hayoung tidak pernah melupakannya. Tidak pernah melupakan sosok Taehyung. Namun di sisi lain ia merasa sedih, karena dialah yang menyebabkan Hayoung terjebak pada masa lalunya. Tanpa sadar Jinyoung menghela napas berat.

Dengan gerakan kikuk, Jinyoung mengusap bahu Chanmi, mencoba menenangkan gadis itu, “Kapan kau kehilangan lelaki yang sangat kau cintai itu, Jung Chanmi?” tanya Jinyoung dengan hati-hati.

“Setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan pesawat, selang setahun dengan Hayoung yang kehilangan orang yang dicintainya dua tahun yang lalu.” Jinyoung hanya terdiam membeku, dialah orang yang dimaksud Chanmi tentang orang yang meninggalkan Hayoung dua tahun yang lalu, tapi tentu saja ia tidak bisa mengatakannya pada Chanmi, apalagi Hayoung.

“Kau tahu, aku dan Hayoung sama-sama memiliki keinginan yang sangat tidak mungkin untuk diwujudkan…” kata Chanmi dengan tatapan menerawang.Wajahnya yang selalu terlihat ceria, kini berubah menjadi sendu.Jinyoung jadi membayangkan Hayoung dengan raut wajah seperti itu, pasti hal itu sangat menyakitkan untuknya, apalagi dialah penyebab Hayoung merasa sedih.

Jinyoung menatap Chanmi, menunggu gadis itu melanjutkan kata-katanya. Chanmi menghembuskan perlahan, lalu dengan suara lirih ia berkata, “Kami hanya ingin orang yang sangat kami cintai itu hidup kembali, agar kami bisa mengatakan secara langsung pada mereka bahwa kami sangat mencintainya.”

Lagi-lagi Jinyoung tertegun, tidak menyangka Chanmi juga merasakan apa yang Hayoung rasakan. Pasti sangat menyedihkan bagi keduanya yang kehilangan orang yang sangat mereka cintai.

“Kau tak boleh terus bersedih, Jung Chanmi. Kekasihmu pasti sudah tenang di alam sana. Dan satu hal yang harus kau ingat, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.Kau harus percaya akan hal itu.”

Ya, memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika Tuhan sudah berkehendak.Contohnya pada saat ini, arwah Taehyung yang ada di dalam sosok Jinyoung dapat hidup kembali atas kehendak-Nya, untuk memperbaiki masa lalunya. Dan pasti Tuhan juga sudah merencanakan keajaiban lain untuk Chanmi.

&         &         &         &         &

Los Angeles, in Hospital

Joya menggenggam tangan Taehyung dengan sangat erat, bahkan sesekali ia menciumi punggung tangan lelaki itu dengan lembut. Setelah kemarin Taehyung sadar dari komanya, membuat Joya tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur. Sungguh, ia merasa sangat senang. Inilah akhir dari penantian panjangnya.

Dengan perlahan Joya mengelus wajah Taehyung. Meskipun wajah itu tidak lagi seperti sosok Jongsuk yang selama ini ia kenal, tetapi wajah itu tetap menjadi candu baginya. Meskipun wajah lelaki itu telah berubah, namun cintanya pada lelaki itu tidak akan pernah berubah. Dan dia akan bersumpah akan melakukan apa saja agar tidak kehilangan lelaki yang sangat dicintainya itu lagi. Cukup satu tahun lamanya ia menungu lelaki itu sampai sadar.

Joya masih mengelus wajah Taehyung yang tengah tertidur lelap. Jujur saja, ia masih merasa sangat asing dengan wajah baru lelaki yang dikenalnya sebagai Jongsuk itu, namun ia akan tetap mencoba untuk mencintai lelaki itu apa adanya.

Tanpa disadari Joya, mata lelaki itu perlahan terbuka.Matanya mengerjap kaku, karena terlalu lama tertutup.Dan saat matanya terbuka sempurna, lelaki itu mengerang menahan sakit yang dirasa kepalanya.

“Argh—“

Sontak Joya berdiri dari posisinya dan menatap Taehyung dengan tatapan sangat cemas,”Apa yang kau rasakan, Lee Jongsuk? Bagian mana yang sakit? Tunggu sebentar, akan kupanggilkan dokter.” Dengan gerakan cepat Joya keluar ruangan perawatan Taehyung, namun tiba-tiba gerakannya terhenti ketika ada sebuah tangan yang menahan kepergiannya.

“Aku tidak apa-apa,” jawab Taehyung dengan suara yang sangat lirih.Joya menatap lelaki itu dengan lekat, memastikan apakah Taehyung benar-benar baik-baik saja atau tidak.Namun saat melihat kedua mata itu menatapnya yakin, Joya kembali ke dalam posisinya, duduk di kursi yang ada di sebelah kasur Taehyung.

“Apa benar kau baik-baik saja, Jongsuk-ah?” tanya Joya masih dengan raut wajah dan nada khawatir.

Taehyung mengangguk, lalu ia mencoba untuk bangkit dari posisi tidurnya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan perawatannya. Di ruangan itu hanya ada dirinya dan Joya.

“Di mana Ayahku?” tanya Taehyung menanyai keberadaan ayahnya, ia ingin bertemu dengan ayahnya. Karena saat ia sadar dari komanya untuk pertama kali, ia langsung melihat raut haru dan senang pada wajah ayahnya. Meskipun ayahnya itu adalah ayah angkat, namun hanya pria itulah satu-satunya keluarga yang masih ia miliki, setelah ia kehilangan kedua orang tuanya saat berumur sepuluh tahun.

“Ayahmu sedang berada di ruangan Dr.Park, mungkin membicarakan tentang perkembangan kesehatanmu,” jelas Joya sambil tak henti-hentinya memandangi wajah Taehyung.

Taehyung mengangguk mengerti mendengar penjelasan Joya. Namun tiba-tiba dahinya mengernyit heran, baru teringat akan sosok yang belum dilihatnya dari awal ia sadar dari tidur panjangnya. Sosok itu yang selalu berada di dalam pikirannya. Dan karena sosok itu juga termasuk salah satu alasan ia bertahan hidup dan berjuang melewati masa kritisnya.

“Han Joya, dari kemarin aku belum melihatnya, ia pasti tahu tentang keadaanku saat ini, kan? Dimana Jung Chan—aargh!” ucapan Taehyung terhenti karena tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya.

Dengan sigap Joya membaringkan tubuh Taehyung, lalu ia langsung memencet tombol darurat untuk memanggil perawat yang bertugas. Tak lama para petugas medis itu datang dan memeriksa keadaan Taehyung.

Joya menunggunya dalam cemas. Namun di sisi hatinya yang lain, ia merasa lega akan kesakitan yang dirasakan Taehyung secara tiba-tiba. Karena ia tahu, sebelum Taehyung merasakan kesakitan, lelaki itu ingin bertanya tentang seseorang yang paling tidak diinginkan oleh Joya untuk disebutkan namanya oleh Taehyung.

Dan setelah penantiannya menunggu Taehyung sampai lelaki itu sadar, selama setahun lamanya, Joya bertekad untuk tidak akan melepaskan lelaki itu. Bahkan untuk seorang gadis yang namanya hampir saja disebutkan oleh Taehyung. Karena mulai saat ini, Lee Jongsuk,-yang berwajahkan Kim Taehyung,- adalah miliknya. Hanya miliknya.

&         &         &         &         &

Sementara itu, di ruangan Dr.Park, ada dua orang pria yang sepertinya sedang terlibat obrolan serius. Dr.Park dan salah satu teman terbaiknya, yang tak lain adalah ayah angkat Jongsuk, tengah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Ini sungguh keajaiban. Aku tidak menyangka kita akan mengalami keajaiban yang sama. Tuhan sangat berbaik hati dengan cara memberikan kesempatan untuk anak kita bertahan hidup lebih lama,” kata Dr.Park dengan tatapan menerawang. Pikirannya berkelana pada kejadian dua tahun lalu, saat ia hampir saja kehilangan anak kesayangannya.

Namun Tuhan berkata lain, hingga ia masih bisa melihat anak itu menjalani hidupnya sampai saat ini. Park Jinyoung. Padahal baru sebulan lalu ia pergi ke Los Angeles untuk memeriksa keadaan Jongsuk, anak dari sahabat terbaiknya itu, namun sekarang ia sudah merindukan sosok Jinyoung.

Pria yang duduk di hadapan Dr.Park pun menganggukan kepalanya setuju. Sejak kemarin raut haru serta bahagia selalu menghiasi wajahnya. Jika ditanya, mungkin dialah menjadi orang yang paling berbahagia karena akhirnya Lee Jongsuk, anaknya,-meskipun hanya anak angkat,- sadar dari tidur panjangnya.

Dr.Park menoleh kearah teman baiknya itu dengan senyum penuh arti, ia seperti merasakan kebahagiaan yang dirasakan pria itu, karena ia juga pernah merasakan hal yang sama. Namun tiba-tiba saja raut wajahnya berubah. Kini ia menatap pria itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Aku tahu saat ini kau sangat berbahagia karena Jongsuk telah sadar dari komanya. Tetapi apakah ini akan adil untukmu dan juga untuknya?”

Pria itu membalas tatapan Dr.Park dengan tatapan tak mengerti. Apa maksud Dr.Park bertanya seperti itu padanya? Dr.Park menghembuskan napasnya perlahan, lalu ia menegakan posisi duduknya. Tatapannya masih tertuju pada kedua mata pria yang ada di hadapannya.

“Apakah ini akan adil untukmu dan Jongsuk jika kau memintaku untuk mengubah wajah lelaki itu seperti anak kandungmu sendiri? Aku tidak mau jika kau malah merasa bersalah setiap melihat wajah baru Jongsuk,” jelas Dr.Park. Dari nada bicaranya, jelas sekali bahwa ia sangat khawatir dengan sahabatnya itu.

Pria itu sontak tertegun. Benar apa yang dikatakan Dr.Park, tentang keputusannya untuk mengubah wajah Jongsuk yang sudah tak berbentuk akibat kecelakaan setahun lalu. Namun karena keputusannya sudah bulat dan tidak bisa diubah kembali, pria itu hanya tersenyum getir membalas ucapan Dr.Park.

“Aku tahu, untuk itulah aku memintamu untuk mengubah wajah Jongsuk dengan wajah anak kandungku. Aku ingin menebus kesalahanku padanya. Aku ingin—“

“Kim Taejoon! Aku mengerti maksudmu, hanya saja aku tidak ingin kau—“

“Aku sudah memikirkannya dengan baik, Park Jinsoo. Dan keputusan ini kubuat dengan penuh keyakinan. Bukannya aku ingin terus menerus menyesali apa yang sudah kulakukan di masa laluku., aku hanya ingin menebus kesalahanku padanya,” ulang pria itu dengan tegas, dan setelah menelan ludah dengan susah payah, ia kembali melanjutkan kata-katanya, “aku hanya ingin menebus kesalahanku pada Kim Taehyung, anak kandungku.”

TBC

Holaaa~ what do you think readers? Huaah maaf kalo part ini masih banyak kekurangan, untuk itu aku sangat menunggu komentar, kritik, dan saran dari para readers tercinta. Untuk bagian yang kurang jelas, bisa ditanyakan di kolom komentar. Nanti aku akan menjawabnya di kolom komentar juga, atau akan aku jelaskan di part selanjutnya. Aku tahu, alur ff ini sangat lambat, jadi aku berharap para readers untuk terus bersabar menunggu kelanjutan ff ini. Thank you! :*

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF/ BRAND NEW LIFE (SEQUEL OF THE ANOTHER OF YOU)/ GOT7-BTS/ pt. 2

  1. ohh, gitu toh ceritanya.. jadi jongsuk tuh pacarnya temennya hayoung.. tapi, satu tanda tanya di otak aku.. arwah nya Jinyoung kemana?? mungkinkah, dia sudah tiada..😦
    astaga, ternyata Kim Taehyung Punya ayah?? kasian ya yoongi, ckckck aku turut prihatin oppa, tapi inget satu hal.. cinta itu tak bisa dipaksa oppa..
    penasaran, apakah arwahnya taehyung bisa kembali ke badannya taehyung yang mukanya emang taehyung? next Part ditunggu… semangat chingu-ya.. ♥

  2. Rumiiittt..aahh bisa jadi sequel ini chapter nya bakal ratusan/? eh maksudnya banyakk hehee *tp aku malah seneng chapternya banyak wkwk*😀
    Hmmm jgn bilang ntar akhirnya author masukin arwahnya tae *yg ada di tubuh jr* ke tubuhnya jongsuk *yg bermuka tae*??? So, sosok tae bener2 kembali dgn sempurna/? Plisss jgn thor! Biarkan biasku jinyoung tetep hidup dgn bantuan arwah taehyung/? Plissss!
    Overall, ini ff daebakkkk bgtttt. Sejak aku baca yg TAOY ampe sequel BNL ini emang cerita n tema yg diangkat bagus bgttt🙂
    Yaudah segitu aja komenan saya, sorry kepanjangan kkkk.. thank u🙂

  3. Yoongi jgn brubah kyk dulu lg!! Serem…tauk
    Aah~ jd jongsuk itu pcrnya chanmi!!
    Gk nygka tae pnya bpak heheXD
    Nexttt*,* alhamdullillah, bisa ngerti kok jln critanya hehe

  4. Wahhhhhh…
    Alu baru nemu ini ff padahal dh lama ngepost nya..
    Mian baru coment,,
    Wah ternyata makin rumit sumvehh.
    D tunggu part selanjutnya..

  5. Hadeh makin belibet az nih crita’y, gmn nnti klo mreka pada ketemu cmua . Wahhhhh pasti bkl seru bgt nih .keren bgt thor sumpah .dtunggu part slnjut’y y thor tp jgn lma” key😀

  6. makin serukan asli ini konfliknya kereeeen?!!!!!….. aku suka banget fantasy lagi aduh eonni (boleh manggil eonni ga *kedip2mata*) aaakh… bener bener ga kebayang bakal kaya gini, bener2 ga ketebak lanjutannya gimana… (tapi aku ngerti jalan ceritanya ko cuma ya sempet kepikiran *lho ni author bisa kepikiran sampe situ dari mana?!*bisa bikin ff ruwet2unyu kaya gini)
    lanjutannya aku waiting banget eon hihi~

  7. Plis ya KIM TAEJOON. Dulu aja dia nyiksa taetae. SEKARANG?! duh sumpah emosiii baget bacanya thor 😫 gakebayang aja kalo Jinyoung(arwah taehyung) ketemu ama jongsuk (yang mukanya MIRIP BANGET TAEHYUNG) gimana reaksi taetae pas tau kalo ada sosok laen yang mirip dia 😭 terus gimana HAYOUNG?! 😭 ada sosok taehyung di tubuh jinyoung. Tapi ada taehyung lain disosok jongsuk walopun cuma mukanya doang. Yakan greget gimana gitu thor 😭 terus chanmi???? jongsuk idupsi cuma mukanya taehyung duh plis greget 😭 ngena banget gitu bacanya 😻 it’s so complicated 😫 terus yoongi:( plis thor dibikin happy ending buat kali ini. Baca TAOY udah bikin mata bengkak abisan 😥 kalo ini sad ending juga kan yamau gimana lagi ama ni mata(?)
    Okela terus bersemangat lanjutin ff ini thor 😘 ini ff BAGUS KONFLIKNYA BERASA BANGET

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s