FF oneshot/ LIKE A FOOL/ BTS-BANGTAN


IMG_20141114_010410

Title : Like a fool
Author : Rplp_OSH94;PJM95
Cast :
+ Jung Suhwa (OC)
+ Jeon Jungkook (BTS Jungkook)
+ Kang Nara (OC)
+ BTS
+ Other
Genre : School life, Romance (?), Little bit comedy, etc.
Rating : T
Length : Oneshot
Summary : “Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku. Jika aku berbuat
kesalahan maki saja aku, kau juga boleh memukulku. Tapi jangan pergi
dariku. Aku membutuhkanmu”

Note : FF ini terinspirasi dari anime Kamichama Karin ^^ di episode
waktu Kazune ngajak Karin cari kado buat Himeka ^^
Warning! Typo bertebaran. Alur berantakan. Dan berbagai ancaman
lainnya dari FF ini. Sekian dan terima kasih *bow bareng Sehun*

HAPPY READING ^^

Suhwa Pov

Jam istirahat. Hhh~ andai saja aku bukan seorang sekretaris. Andai
saja aku hanya seorang siswi biasa yang tidak dibebankan dengan
tugas-tugas ini. Aku pasti sudah berada di kantin dengan sahabatku,
Nara. Menertawakan sesuatu, menggosip, atau berbincang ringan.

“Apa kau ada waktu luang besok?” Tanya seseorang yang duduk di bangku depanku.

Aku menjatuhkan pulpenku yang sedang kugunakan untuk menulis tadi dan
mendongak, menatap ke arahnya dengan linglung. Aku terkejut. Oke ini
berlebihan, tapi serius aku benar-benar terkejut karena yang
memanggilku adalah ‘dia’.

“Y-ya. Kenapa?” Sial! Kenapa aku harus gugup seperti ini setiap di depannya?
“Temani aku mencari sesuatu. Besok sepulang sekolah, bagaimana?”
Tanyanya lagi. Tunggu. Aku tidak salah dengar kan? Dia mengajakku?
Benarkah dia mengatakan itu?
“Kau tadi bilang apa?” Aku menanyakan hal bodoh itu. Takut-takut jika
tadi aku salah mendengar. Jung Suhwa, kenapa kau tidak bisa normal
setiap berada di dekatnya?
“Besok sepulang sekolah, temani aku mencari sesuatu” Jelasnya lagi.
Wah, dia benar-benar namja yang sabar.
“B-baiklah, Jungkook-ah” Aku setuju. Tentu saja, tidak mungkin kan
jika aku melewatkan kesempatan ini? Berjalan bersama seorang Jeon
Jungkook. Namja yang sudah kukagumi sejak masuk kelas ini.
“Oke. Terima kasih, Suhwa-ya” Ujarnya sambil tersenyum errr… manis
lalu beranjak pergi meninggalkan kelas.

Suhwa-ya, apa tadi Jungkook benar-benar berbicara denganmu? Selama ini
jika ia berbicara denganmu pasti hanya menyangkut dengan pelajaran dan
tugas. Jungkook tidak pernah berbincang santai seperti ini denganku.
Bahkan ia mengajakku menemaninya besok. Apa aku bermimpi? Seseorang
tolong cubit aku! Ah tidak, aku tidak ingin bangun dari mimpi indah
ini.

Lihat. Aku selalu menjadi gila ketika menyangkut Jeon Jungkook. Selalu
berimajinasi tentang Jungkook dan terus memikirkannya. Dia benar-benar
seorang penyihir. Bagaimana bisa ia membuat diriku gugup hanya ketika
ia di dekatku?

“Suhwa…” Seru Nara ketika ia sampai di mejaku –meja kami –.
“Ini. Kubawakan bubble tea. Kau pasti haus ‘kan?” Ujarnya sambil
memberikan choco bubble tea kepadaku.
“Gomawo” Kataku sambil tersenyum tipis.
“Kenapa kau harus jadi sekretaris? Lihat, disaat yang lainnya sudah
selesai menulis kau harus menulis lagi untuk dirimu sendiri” Racaunya.
“Hei, dengar. Tadi, Jungkook berbicara denganku dan ia mengajakku
berjalan bersamanya besok. Kyaaa!” Seruku heboh. Seperti seorang fan
yang baru saja mendapat eyecontact dari idolanya.
“Benarkah? Ya! Kau harus berdandan besok. Tapi kau tidak suka
berdandan. Pakai bedak saja. Atau mau kupinjami jepit rambutku? Kau
mau warna apa? Bagaimana jika ungu. Pasti cocok denganmu. Ah, besok
kubwakan koleksiku saja. Kau tinggal memilihnya sendiri” Cerocosnya.
Aku benar-benar beruntung memiliki sahabat seperti Nara. Bahkan ia
sangat gembira mendengar tentang Jungkook yang sudah mulai dekat
denganku.
“Bawakan jepit rambut berwarna biru” Ujarku sambil tersenyum lebar.

@@@

Hari ini aku benar-benar tak bisa tenang. Aku yang biasanya
mendengarkan penjelasan guru kini hanya mencoret-coret bukuku. Kulirik
sekilas jam tanganku lalu menghela nafas berat. Masih 4 jam lagi.
Kenapa lama sekali? Aku tidak sabar.
Aku memandang lekat punggung seseorang di depanku –di depan papan
tulis sedang mengerjakan tugas-. Jeon Jungkook, kenapa kau terlihat
tampan walau dari belakang? Kenapa ada manusia sepertimu? Atau kau
bukan manusia? Mana ada manusia setampan itu.

Hhhh~ aku mengkhayal lagi.

“Apa yang kau lamunkan nona Jung?” Tanya seseorang.
“Jeon Jungkook” Jawabku spontan.

Hening. Ada apa? Ada yang salah dengan… ucapanku? UCAPANKU?!
Aku menoleh ke seluruh penjuru kelas. Sial! Mereka semua menatapku
kecuali Jungkook yang sedang mengerjakan soal yang diberikan di papan
tulis. Apa ia tidak mendengarnya? Semoga saja.

Gulp.

Aku menelan ludah kasar. Mati kau Jung Suhwa. Wanita itu –Song ssaem-
pasti tidak akan melepaskanmu begitu saja.

“Jung Suhwa! Berdiri di luar kelas dan jangan masuk sampai pelajaranku
berakhir!” Benar kan?

Ini semua kesalahan Jungkook! Kalau tidak mengagumi ketampanannya aku
mungkin akan ‘tetap’ waras. Aku berdiri dan berjalan pelan untuk
meninggalkan kelas. Nara seperti menatapku khawatir. Yah, ini yang
pertama kalinya dalam hidupku. Aku menyesal. Bukan karena dimarahi.
Tapi karena aku keluar dari kelas, otomatis aku tidak bisa memandangi
Jungkook lagi. Aku harus berdiri di koridor selama 4 jam!? Yang benar
saja!?

@@@

*Teng teng teng* #anggap bunyi bel sekolah -_-

Sudah jam pulang? Benarkah? Akhirnya aku keluar dari penderitaanku
selama 4 jam. Oh ayolah, kakiku terasa sangat pegal karena berdiri
selama itu di sini.

Kulihat Song Ssaem keluar dari kelas dan dengan segera aku
membungkukkan badanku. Dan beliau hanya tersenyum tak berdosa. Apakah
ini seperti lelucon untuknya? Wanita berusia 25 tahun itu benar-benar
membuatku jengkel hari ini.
Semua murid yang tadi berada di kelas langsung berhamburan keluar.

“Kau baik-baik saja, Suhwa-ya?” Tanya Nara khawatir
“Tentu. Aku kan strong” Jawabku dengan cengengesan
“Eiii. Dasar orang aneh. Fighting! Semoga kencanmu sukses!” Katanya
sambil mengepalkan kedua tangannya di depanku. Tunggu dulu. Kencan?
Apa Jungkook akan mengajakku kencan?! Aku hampir menanyakannya pada
Nara, tapi gadis itu sudah berlalu begitu saja.

“Suhwa-ya” Panggil Jungkook ketika sudah berada di depanku entah kapan.
“Ya?”
“Sudah siap? Kita langsung saja ya. Kurasa kau sangat kelelahan” Wow.
Berita baru. Jeon Jungkook mengkhawatirkanku.
“Eh? Aku terserah kau saja”
“Baiklah. Ayo” Dia tersenyum lagi. Senyum yang sangat manis melebihi
Lee Junho dari 2PM.

@@@

Kencan. Tunggu. Apa benar ini kencan? Tapi aku dan Jungkook tidak
punya hubungan apapun. Walau aku adalah pengagum rahasia, bukan
rahasia lagi tepatnya. Aku bukanlah siapa-siapa bagi Jungkook.
Tiba-tiba aku merasa gugup. Apalagi kini ia menggandeng tanganku.
Catat! JUNGKOOK MENGGANDENG TANGANKU!
“Kita mampir makan dulu ya. Kau pasti lapar” Aku hanya mengangguk.
Sungguh aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi sekarang.

Chinesse Restaurant?

“Kau mau pesan apa?” Tanyanya sambil menyodorkan sebuah buku menu
kepadaku tapi aku menolaknya.
“Sama denganmu saja”

Tidak bisa dibiarkan. Ini pasti bukan kencan. Aku tidak mau menganggap
ini benar-benar berkencan sampai Jungkook menjadi milikku. Eh? Apa
yang kukatakan tadi? Lupakan.

Seorang namja pasti tidak senang jika melihat seorang yeoja jika makan
dengan rakus. Mereka pasti akan menganggap yeoja itu menjijikkan.
Baiklah~
Kumakan jjajangmyeon yang tadi ia pesan dengan lahap, ah tidak. Dengan
rakus maksudnya. Sampai-sampai bibirku dan di sekitar pipiku terdapat
bekas saus di sana. Kulirik Jungkook sesaat. Dia tidak makan?

“Hahaha. Kau pasti sangat lapar, eoh?” Tanyanya sambil mengusap area
sekitar bibirku dengan tisu.

Aku tercengang. Usahaku untuk membuatnya tidak bersikap manis padaku
sangat gagal. Ini bukan kencan. Ini bukan kencan. Ini bukan kencan.
Itulah yang terus kupikirkan sejak tadi.

@@@

Baiklah Jung Suhwa, kau kalah dari Jungkook hari ini. Aku akan
menerima kenyataan bahwa ini kencan –bagiku, bukan bagi Jungkook-.
Mungkin namja berambut hitam itu tidak memiliki pemikiran bahwa ini
adalah kencan. Yah, hati wanita lebih sensitive dari pada seorang
lelaki, bukan?

Sudah kulakukan banyak hal agar Jungkook menghentikan aksi tebar
pesona-nya itu. Dari bersendawa, melawan preman yang mencegat kami,
dan hal-hal ‘abstrak’ bagi seorang yeoja lainnya. Tapi Jungkook
seperti tidak mengindahkan peringatan tak tersirat dariku.

Kini kami berada di sebuah toko. Jungkook mengajakku ke dalam. Untuk apa?
Bukankah ini toko hadiah? Pikirku.

Aku melihat-lihat benda yang terpajang rapi di sana. Sampai mataku
berhenti pada sebuah kalung berbentuk mahkota dengan ukiran di
dalamnya. Aku memandangnya lamat sampai suara Jungkook menyadarkanku.

“Jadi wanita menyukai hal seperti itu?” Tanyanya polos
“Tentu saja” Jawabku sambil mengangguk mantap
Ia tersenyum penuh kemenangan lalu mengambil kalung itu. Apa itu
untukku? Oke, aku terlalu percaya diri sekarang.
Jungkook menuju kasir untuk membayar benda itu, kurasa.
“Tolong bungkus dengan kertas kado dan tulis selamat ulang tahun. Dari
Jeon Jungkook”
Aku tercengang mendengar semua rentetan kata yang diucapkan Jungkook.
Jadi ia mengajakku mencari sesuatu itu artinya membantunya memilihkan
sebuah hadiah? Untuk siapa? Kurasa ia seorang yeoja. Apa mungkin
kekasihnya? Hwaa… tiba-tiba aku merasa putus asa.
“Ayo pulang” Serunya sambil tersenyum. Jangan tersenyum seperti itu
lagi Jungkook-ah… kumohon

@@@

“Jadi ia hanya memintamu memilihkan kado untuk seseorang, begitu?”
“Kurasa begitu. Aku patah hati, Nara-ya~”
“Eii… jangan seperti itu. Banyak namja lain yang lebih tampan dari
dia, Suhwa. Contohnya Sehun sunbae….. Ah, aku harus mengantar ibuku ke
supermarket. Pai ”

Pip

Suhwa membanting ponsel bermerk s****** itu ke kasur diikuti dengan
dirinya sendiri.
“Jungkook” Gumamnya lalu pergi ke alam mimpi.

@@@

Suhwa Pov End

Author Pov

Jam istirahat pertama~

“Yaa. Dia sepertinya sudah bosan denganmu. Dia sudah tidak pernah
menguntitmu.” Seru Jimin sambil meninju lengan Jungkook pelan.
Jungkook menatap meja yang kini kosong ditinggalkan pemiliknya itu.
“Dia itu fan terberat-mu” Tambah Taehyung.

Kini ketujuh namja itu sedang berkumpul di pojok kelas 11-4.
Sebenarnya penghuni asli kelas itu hanya Jungkook, Jimin, dan Taehyung
tapi mereka semua denga setia menemani maknae grub itu. Mereka
menyebut diri mereka dengan BTS atau Bangtan Boys. Mereka terdiri dari
Jungkook, Jimin, Taehyung yang berasal dari kelas 11-4. Sedangkan
keempat namja lainnya adalah sunbae. Mereka adalah Yoongi, Jin,
Namjoon, dan Hoseok yang berada di kelas 12-5. Ajaib sekali BTS bisa
bergabung di kelas yang sama sesuai tingkatan. Yah, mereka terkenal
karena ketampanan mereka dan kemahiran mereka dalam menari serta
olahraga.

“Aku harus bagaimana lagi? Aku terlalu gugup jika berada di dekatnya.
Ia membuatku gila.” Jungkook mengacak-acak rambutnya yang sebelumnya
memang sudah berantakan.
“Dia juga menyukaimu. Kau pasti tidak akan ditolak saat menyatakan
perasaanmu” Seru Jin. Yah, di antara yang lainnya ia memang lebih
dewasa.
“Dia menyukaiku? Itu dulu, Hyung! Dia sudah tidak menyukaiku lagi
sekarang….” Lirihnya dengan nada menyesal.
“Coba saja apa susahnya” Kini Yoongi yang sedari tadi hanya diam
membuka suaranya. Yoongi menatap tajam ke arah  Jungkook. Menurut
Yoongi, Jungkook terlalu berlebihan menangkap situasi dan juga tidak
menunjukkan sisi gentle-nya sebagai member BTS.
“Kalian tidak akan mengerti. Ini masalahku. Aku pasti akan menyatakan
perasaanku. Entah itu kapan” Seru Jungkook sambil tersenyum yakin.

Sedangkan, seseorang namja di antara mereka –BTS- juga secara
diam-diam menyukai gadis berambut coklat itu. Sedari tadi ia bergelut
dengan pikirannya setelah mendengarkan perkataan Jungkook dan yang
lainnya. Ia mencintai Suhwa. Tapi, ia tak mau pertemanan ini rusak
hanya karena seorang yeoja. ‘Dia’ lebih memilih mundur perlahan dari
permainan itu, membiarkan adik-nya itu yang menang.

@@@

Suhwa terus menatap punggung Jungkook dengan sayu. Kenapa ia memberi
harapan palsu pada yeoja itu? Suhwa masih ingat jelas bagaimana
gugupnya ia ketika Jungkook mengajaknya mencari sesuatu. Dan parahnya
lagi, sesuatu itu untuk seseorang yang sudah sangat jelas bahwa ia
adalah yeoja. Siapa dia? Kekasih Jungkook? Itu yang selalu
dipikirkannya selama 2 minggu belakangan ini.
Sejak saat itu, Suhwa benar-benar ingin melupakan Jungkook. Ia sudah
tidak pernah menguntitnya dan mengambil fotonya diam-diam. Bahkan
semua foto Jungkook ia hapus. Lebih tepatnya semua foto Jungkook yang
ada di ponselnya. Dan ia mempunyai copy-an foto-foto itu di dalam
laptopnya. Bodoh.

“Ya! Lupakan saja dia. Carilah namja lain” Bisik Nara sambil
menyenggol siku Suhwa yang berada di atas meja dengan sikunya.
“Mudah bagimu untuk berbicara seperti itu. Aku sudah menyukainya
selama lebih dari 10 bulan, Kang Nara” Ujar Suhwa juga dengan
berbisik. Takut jika Jungkook mendengarnya, atau takut karena Kim
Ssaem yang sedang mengajar juga mendengarnya?
“Eiii. Lihat obsesimu itu, Jung Suhwa” Kata Nara lalu menatap kembali
ke arah papan tulis untuk mencatat penjelasan Kim Ssaem.

Ya, yeoja itu sangat terobsesi pada Jungkook. Ia juga ‘sedikit’
menyesal karena menyukai namja yang benar-benar tidak peka.
Tapi sebenarnya, Jungkook paham betul bahwa Suhwa juga menyukai
dirinya dilihat dari tingkah lakunya. Karena Jungkook sendiri juga
sering ‘mengamati’ seorang Jung Suhwa. Jeon Jungkook. Ia sudah
menyukai Suhwa saat pertama kali mereka bertemu. Saat mereka sama-sama
menjadi murid baru Gwangjun High School.

Flashback~

Dua orang manusia kini berada di ruang kepala sekolah. Mereka bukannya
dihukum, tapi mereka adalah murid baru. Sang Yeoja yang ber-name tag
‘Jung Suhwa’ itu kembali mengisi data dirinya untuk menjadi murid
resmi Gwangjun High School, padahal ia sudah mendaftarkan dirinya
seminggu yang lalu. Sedangkan seorang namja yang berambut hitam itu
terus-menerus melirik ke arah yeoja di sebelahnya.

Cantik. Pikirnya.

Siswa yang diketahui bernama Jeon Jungkook itu baru mendaftar hari ini.

“Kau juga murid baru?” Tanya Suhwa
“Y-ya” Jawab Jungkook gugup karena dengan tiba-tiba Suhwa menoleh ke arahnya.
“Aku juga. Aku pindah ke sini seminggu yang lalu. Namaku Jung Suhwa.
Aku murid kelas 10-1. Salam kenal” Ujar Suhwa sambil tersenyum dan
mengulurkan tangannya. Membuat Jungkook harus menahan kegugupannya
agar tidak ‘keluar’.
“Aku Jeon Jungkook. Salam kenal” Mereka berjabat tangan. Jungkook
menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan senyumannya.

Mulai saat itu, kegiatan sehari-hari Jungkook adalah mengamati Suhwa.
Walau mereka berbeda kelas, ia tetap bisa menemukannya. Yah, alasannya
adalah salah seorang temannya yang bernama Jimin berada di kelas yang
sama dengan Suhwa.
Mengamati Suhwa adalah hobi dan kebiasaan seorang Jeon Jungkook.

Flashback off~

“Jam istirahat tinggal 5 menit lagi. Kerjakan tugas yang kuberikan.
Dan kita akan membahasnya pada jam pelajaran ke 8. Jadi kalian bisa
mengerjakannya saat jam ke 7 setelah istirahat” Jelas Kim Seonsaengnim
lalu keluar dari kelas diikuti para murid yang ingin menuju kantin.

“Kau mau ke kantin, tidak?” Tanya Nara sembari merapikan bukunya dan
meletakkannya di pojok meja.
“Tentu saja” Seru Suhwa sambil tersenyum.

Meninggalkan Jungkook yang kini sendirian di dalam kelas. Taehyung dan
Jimin? Jangan tanyakan tentang mereka. Mereka sedang tidak ingin
menggaggu Jungkook yang sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
Semenjak jam istirahat pertama, Jungkook sama sekali tidak berbicara.
Biasanya namja itu yang paling heboh ketika Taehyung dan Jimin sedang
bercanda.

Jungkook diam di kursinya. Kedua kakinya ia letakkan lurus di atas
meja. Kedua tangannya sebagai bantal kepalanya yang sedang mendongak.
Ia berpikir bagaimana caranya untuk menyatakan perasaannya itu kepada
Suhwa.

Bug!

Sedetik kemudian ia jatuh dengan keadaan mengenaskan. Karena menemukan
sebuah ide, dan saking senangnya ia dengan keadaan ‘setengah’ sadar
mendorong dirinya sendiri ke depan –duduk tegak secara tiba tiba- dan
dengan refleks mendorong  tubuhnya ke belakang lagi. Membuat meja
Suhwa yang ada di belakangnya berpindah posisi.

“Aisshh… appo” Rutuknya pada dirinya sendiri. Bodoh.

@@@

Sret!

Diam-diam Jungkook mengambil buku Suhwa yang ada di belakangnya,
padahal buku itu masih dalam proses diisi oleh sang empunya.

Suhwa menatap Jungkook dengan aneh.

“Pinjami bukumu. Kau tau kan aku tidak bisa bahasa inggris?” Bisik
Jungkook sambil menoleh ke belakang. Untungnya Kim Ssaem sedang kencan
dengan laptop hitamnya sehingga tidak menyadari apa yang dilakukan
Jungkook.
“Kau menyalin jawabanku?” Tanya Suhwa
“Ya” Balas Jungkook singkat

Suhwa pasrah. Ia memang tidak bisa menolak Jungkook. Walau
kenyataannya ia ingin sekali saja menolak pesona Jungkook.
“Cepat!” Suruh Suhwa pada Jungkook yang sudah menghadap ke depan.
Suhwa hanya bisa menghela nafas melihat perilaku namja ini. Sedangkan
Jungkook sibuk memindah jawaban yang ada di buku Suhwa ke bukunya
sendiri. Suhwa terus memperhatikan gerak-gerik namja itu.
“Wah, dia benar-benar menulis dengan cepat” Gumamnya.

Jungkook melirik Suhwa yang berada di belakangnya melalui ekor
matanya. Jungkook pun melanjutkan kegiatannya yang tertunda lalu
tersenyum miring.
Tangan Jungkook terulur ke belakang tanpa menghadap belakang.
Memberikan buku berwarna coklat itu. Suhwa dengan cekatan menerima
bukunya itu. Ia tak mau dihukum lagi karena JUNGKOOK.

Dua detik setelahnya mata Suhwa terbelalak lebar. Ia membaca lagi
sebuah kalimat pada buku itu. Takut jika ia salah membacanya. Jungkook
tidak merubah jawaban pada buku itu. Tapi ia menuliskan dua kata yang
mampu menghentikan jalan pikir gadis itu.

Suhwa diam saja. Matanya memandang lurus ke depan dan menatap punggung
Jungkook. Lalu tersenyum mengingat tulisan yang ada dibukunya. Ia
yakin bahwa Jungkook yang melakukannya.

“Aku menyukaimu”

Begitulah tulisan yang berada di pojok kanan kertas bergaris itu. Ia
tidak pernah mengingat bahwa ia menuliskan kata itu. Nara juga, yeoja
yang sedang sibuk dengan tugasnya itu sama sekali ‘belum’ menyentuh
bukunya. Jungkook lah orang yang memegang buku ini selain dirinya.

“Jungkook-ah” Gumamnya masih dengan tersenyum. Tersenyum dengan amat lebar.

@@@

Sepulang sekolah, dua insan ini saling bertemu. Suhwa meminta
penjelasan dari tulisan yang ada pada buku bahasa inggrisnya kepada
Jungkook. Kosong. Yah, kelas 11-4 kosong dan hanya menyisakan Suhwa
dan Jungkook yang sedang berdiri berhadapan di suatu garis lurus.

“Kau yang menulisnya?” Tanya Suhwa langsung sambil menahan senyumnya.
Jungkook menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu meringis pelan.
“Iya. Tak apa jika kau tidak menyukaiku” Seru Jungkook
“Kau….” Suhwa menggantungkan kalimatnya. Sungguh, ia sangat penasaran
dengan hal itu “Bukankah mempunyai kekasih?” Lanjutnya. Jungkook
tersenyum tipis.
“Tidak. Tapi kau sekarang adalah kekasihku” Jawabnya
“Lalu, beberapa minggu lalu saat kau mengajakku untuk mencari barang.
Untuk siapa?” Tanya Suhwa lagi. Jungkook maju beberapa langkah dan
tangannya terulur di atas kepala Suhwa.
“Itu untuk sepupuku. Kalian sama. Sama-sama menyukai warna biru,
menyukai kucing, dan masih banyak lagi. Jadi aku meminta bantuanmu
untuk memilihkan hadiah untuk sepupuku” Jungkook mengacak-acak rambut
Suhwa pelan.
“K-kau.. dari mana kau tau tentang itu semua?” Tanya (lagi) Suhwa
dengan gugup. Ia tak menyangka Jungkook tau hal-hal yang disukainya.
“Kau kurang peka, Jung Suhwa. Aku sudah lama memperhatikanmu. Sejak
kita bertemu saat menjadi murid baru. Sejak saat itu aku selalu
mengamatimu, mencari tahu hal-hal yang kau sukai dan hal yang kau
benci. Aku tau semua tentang dirimu, Nona Jung. Termasuk kau yang juga
menyukaiku” Jungkook masih tersenyum. Jika saja mereka berada di atas
namsan tower, Suhwa pasti akan terjun ketika mendengar kalimat-kalimat
itu dari Jungkook.
“J-Jungkook-ah. Sebenarnya aku mencoba untuk melupakanmu saat
mengetahui kau mengajakku hanya untuk mencari kado. Kau tau? Aku
mengira kau mengajakku kencan. M-maka dari itu aku berperilaku aneh
agar kau tidak terus-terusan menebar pesonamu” Ujar Suhwa sambil
menggigit bibir bawahnya. Malu. Sangat malu.
“Aku tau” Jungkook menjawabnya dengan cepat.
“Jadi, kita resmi berpacaran kan?” Tanya Jungkook. Sedangkan Suhwa
menjawabnya dengan sekali anggukan.

Seseorang mengintip mereka lalu tersenyum miris.

“Kau terlihat bahagia, Jeon Jungkook”

@@@

Sudah seminggu. Suhwa dan Jungkook terlihat sangat mesra sebagai
sepasang kekasih. Banyak yeoja yang iri dengan Suhwa. Yah, member BTS
memang punya kekuatan untuk menarik hati para yeoja.

Jungkook berjalan cepat di sebuah lorong. Mencari seseorang yang sudah
amat ia kenal di atap sekolah. Tempat favorit orang itu.

Brak!

Jungkook membanting pintu itu ke kanan. Matanya menatap tajam ke
arah’nya’ yang sedang tertidur pulas itu.

Jungkook membuang komik yang menjadi penutup wajahnya dari sinar
matahari. Yang sedang tertidur itu pun menggeliat pelan, merasa
tidurnya terganggu. Ia mengerjapkan matanya berulang kali lalu
menemukan Jungkook sedang menatap ke arahnya tajam.

“Wae?” Tanyanya dengan nada khas orang bangun tidur.
“Apa maksud semua ini, hyung?!” Tanya Jungkook sambil sedikit
membentak lalu menyerahkan sebuah foto. Foto yang amat dikenal oleh
orang yang Jungkook sebut dengan hyung itu. Ia marah. Bukan marah
karena hyungnya itu akan merebut Suhwa darinya. Tapi marah ketika
hyungnya menyembunyikan sesuatu darinya, dan ini menyangkut Suhwa.
Jungkook berpikir, pasti sangat sakit jika kau membiarkan wanita yang
kau cintai demi adikmu. Jungkook adalah seseorang yang menjunjung
tinggi nilai persahabatan. Ia bahkan rela memberikan apapun untuk
keenam hyungnya. Termasuk Suhwa……

“Ya! Darimana kau dapatkan ini?! Kau mengambilnya dari lokerku?!”
Tanyanya dengan membentak juga.
“Apa ini?! Kau menyukai Suhwa?! Banyak sekali fotonya di lokermu!”
“Ck. Memangnya kenapa?” Tanyanya malas
“Kau menyukai Suhwa?” Ulang Jungkook dengan nada yang lebih pelan dari
sebelumnya
“Tidak masalah kan? Toh, dia milikmu. Aku hanya menjadi pengagum
rahasianya saja”
“Jika kau menyukainya kenapa tidak mengatakannya dari dulu? Kenapa kau
hanya diam saja ketika aku terus-terusan berbicara tentang Suhwa” Seru
Jungkook. Wajahnya memerah menahan amarah.
“Tak apa kau memilikinya. Aku lebih lega jika kau yang menjadi
kekasihnya” Ujar namja itu
“Kau… kau pasti merasa sakit. Iya kan, hyung? K-kau mau aku putus
dengan Suhwa?”
“Aku lebih senang melihatnya berbahagia dengan orang yang ia cintai
daripada aku berbahagia sendiri dan ia tidak merasa bahagia sama
sekali. Bagaimana pun, jangan kau sakiti Suhwa. Jangan membuatnya
menangis. Jangan pernah melepasnya. Jika kau melepasnya aku akan
mengambilnya. Jadi, buatlah Suhwa merasa bahagia”
“Yoongi hyung. Maafkan aku. Aku bukan adik yang baik. Selama ini kau
selalu merawatku, dan membiarkanku tinggal bersama di rumahmu. Kau
selalu mengerjakan PR-ku. Dan aku tidak pernah membalas semua
kebaikanmu. Saat aku punya kesempatan, aku akan membalasnya. Tapi aku
benar-benar tidak tau kau menyukai Suhwa. Andai saja aku tau… jika aku
mengetahuinya, aku akan mundur. Maafkan aku hyung” Seru Jungkook mulai
menangis
“Ya! Ya! Ya! Kenapa kau menangis? Aiishh… bagaimana bisa Suhwa
menyukai seseorang yang cengeng sepertimu. Jangan menangis” Hibur
Yoongi. Sebenarnya ia merasa sedikit jijik dengan apa yang dilakukan
Jungkook sekarang. Namja bermata tajam dan berwajah dingin itu
menangis!
“Jaga Suhwa dengan baik, hmm? Agar aku tak merebutnya darimu” Pesan
Yoongi sebelum meninggalkan Jungkook.

@@@

Jungkook mengantar Suhwa pulang dengan jalan kaki. Sedari tadi, lelaki
itu terus diam. Biasanya, ia akan membuat lelucon agar gadisnya itu
tertawa. Jungkook tak habis pikir dengan hyung terdekatnya itu.

Selama ini, Yoongi lah yang merawat Jungkook. Orang tua Jungkook
meninggal karena kecelakaan disaat umurnya masih 7 tahun. Untungnya,
ia mempunyai teman-teman yang baik. Mereka semua –BTS- menawarkan
Jungkook untuk tinggal bersama. Tapi, Jungkook memilih Yoongi.
Alasannya karena orantua Yoongi bekerja di luar negri dan hanya pulang
2 tahun sekali.

Tiba-tiba langkah kaki Jungkook berhenti dan otomatis Suhwa juga
berhenti. Jungkook membalikkan badannya ke arah samping. Sedangkan
Suhwa menatap Jungkook dengan tatapan ‘Kenapa?’.

“Suhwa-ya. Aku.. aku mencintaimu” Gadis itu hanya bisa mengerutkan
keningnya setelah mendengar pernyataan itu. Ada apa dengannya hari
ini? Batin Suhwa.

“Kenapa? Kau sedang ada masalah?” Tanya Suhwa. Jungkook menggeleng pelan.
“Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku. Jika aku berbuat kesalahan
maki saja aku, kau juga boleh memukulku. Tapi jangan pergi dariku. Aku
membutuhkanmu” Jungkook menggenggam kedua tangan Suhwa lalu mengelus
permukaannya dengan ibu jarinya.
“Aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi” Jungkook hanya
menatap Suhwa dengan sayu.
“Jika ada namja lain yang lebih baik dariku? Apa kau akan tetap
melihat ke arahku?”
“Kadang, seseorang bisa saja mencintai tanpa alasan. Seperti aku yang
mencintai dirimu. Tidak ada alasan yang bisa kusebutkan. Kau tidak
tampan tidak masalah. Kau bodoh pun aku tidak akan mempersalahkannya.
Karena kau, Jeon Jungkook”
Jungkook menarik Suhwa ke dalam dekapannya. Ia merasa beruntung bisa
memiliki Suhwa. Gadis itu berbeda dengan yeoja lain.
“Aku mencintaimu”

@@@

Yoongi sedari tadi menatap lamat ke foto-foto yang selama ini ia
kumpulkan. Ia sudah bertekad untuk membakarnya. Suhwa milik Jungkook
sekarang, dan ia tidak ingin mengganggu hubungan mereka dengan
foto-foto itu. Untung saja Jungkook yang menemukannya. Rupanya, namja
itu –Jungkook- ingin meminjam beberapa komik dari lokernya dan
berusaha mencari Yoongi untuk mendapat ijin tapi ia putus asa tak bisa
menemukan Yoongi, dan akhirnya ia membuka loker itu.

“Aku mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Jung Suhwa”

Wugh! (?)

Kobaran api itu dengan sadis membakar foto Suhwa.

“Berbahagialah dengan Jungkook. Karena, aku akan lebih senang jika
melihatmu bahagia. Bukankah cinta tak harus memiliki?”

@@@

1 years later~

Mereka masih bersama. Jungkook dan Suhwa dengan beruntung berada di
kelas yang sama saat naik ke kelas 12. Selama satu tahun ini, hubungan
mereka terus diterpa badai. Hanya untuk Suhwa lebih tepatnya. Banyak
yeoja di Gwangju High School yang tidak terima bahwa flower boy
Jungkook menjadi kekasih Suhwa.

Lalu bagaimana dengan member BTS yang lain?

Jimin dan Taehyung terpisah di kelas 12 ini. Jimin berada di kelas
12-1, kelas yang sama dengan Jungkook dan Suhwa. Sedangkan Taehyung
berada di kelas 12-5 bersama Nara.

Taehyung akhirnya menyatakan perasaannya pada Nara dan diterima
anggukan pelan dari gadis itu. Saat Nara bertanya kenapa Taehyung
menyatakan perasaannya, yang dikatakan Taehyung adalah,

“Aku hanya ingin mempunyai kekasih. Aku iri dengan Jungkook” Dan
mendapat sebuah jitakan manis dari Nara. Dan itu membuat mereka hampir
putus jika Taehyung tidak segera minta maaf dan member gadis itu
sebuket bunga mawar.Tapi dengan berjalannya waktu, mereka benar-benar
saling mencintai.

Namjoon, Jin, dan Yoongi sekali lagi berada di Universitas yang sama
dengan jurusan yang sama pula, musik. Dan beruntung, Yoongi bisa move
on dari Suhwa karena ia menemukan lagi cintanya. Seseorang yang mirip
dengan Suhwa. Tapi Yoongi masih belum yakin apa ia mencintai gadis
itu.  Sampai akhirnya ia memantapkan hatinya. Ia mencintai yeoja itu.

“Aku menyukaimu” Seru Yoongi
“Apa kau sedang menyatakan perasaanmu sekarang?” Tanya gadis itu
“Tentu. Kau pikir aku sedang apa? Apa kau.. emm… hhh~ aku bukan orang
yang romantis. Apa kau mau menjadi kekasihku?”

“Ya, Min Yoongi. Aku sekarang adalah kekasihmu” Jawaban yang sama
sekali tidak terpikirkan oleh Yoongi. Yah, inilah pertama kalinya ia
mengutarakan perasaannya.
“Aku mencintaimu, Park Seorin”
“Kenapa kau mencintaku?” Tanya Seorin
“Kenapa kau menerimaku?” Bukannya menjawab. Yoongi malah menanyakan
hal lain kepada gadis itu.
“Ya! Jawab dulu pertanyaanku!”
“Karena aku mencintaimu. Karena kau mirip seseorang yang pernah kucintai”
“Aku mirip dengan siapa, huh?!” Seorin berbalik dan berjalan menjauhi
Yoongi. Namun dengan cepat Yoongi meraih lengan Seorin. Menahannya.
“Itu alasan saat aku pertama meilhatmu. Tapi seiring berjalannya waktu
aku menyadari bahwa kalian berbeda. Dan alasanku mencintaimu juga
berbeda dengan alasanku mencintainya” Seru Yoongi mantap. Seorin
memeluk Yoongi dan membisikkan sesuatu.
“Aku juga mencintaimu, Min Yoongi”

@@@

“Hhhh~ aku menyerah” Seru Jungkook lemas lalu terkapar di samping
meja. Suhwa memukul kepala Jungkook dengan buku tebal. Membuat namja
itu mengaduh kesakitan.

“Ya! Jangan seperti itu! Bagaimana kau bisa pintar sedangkan kau hanya
mengeluh? Cepat dengarkan aku! Jadi ini begini…..”

Jungkook tidak menghiraukan perkataan Suhwa. Ia malah sibuk mengamati
struktur wajah Suhwa. Cantik.

Kini, mereka berada di rumah Suhwa untuk belajar bersama karena
sebentar lagi ujian kelulusan akan segera tiba. Mau tak mau Jungkook
yang alergi buku –kecuali komik- itu harus belajar. Dan sebagai
kekasih, Suhwa dengan sabar mengajarkan materi-materi sulit itu untuk
Jungkook.

Suhwa menghentikan penjelasannya lalu menatap Jungkook.

“Jeon Jungkook~ Apa di wajahku terdapat rumus-rumus? Kenapa kau
melihatku terus, huh? Kerjakan soal ini!”
“Aku tidak mau~~ Aku benci belajar!” Rengek Jungkook dengan err…. Aegyo
“Kau tidak mau belajar? Baiklah, kita putus!”

Mendengar itu, Jungkook langsung menegakkan punggungnya lalu menatap
soal-soal itu. Tangannya mencoret-coret sebuah kertas buram untuk
menghitung rumus.
Suhwa tersenyum kecil melihat tingkah Jungkook yang sangat kekanakan
itu. Hanya dengan 2 kata ‘kita putus!’ maka namja itu akan segera
melanjutkan belajarnya.

“Jika kita sudah lulus, aku ingin kita masuk universitas yang sama.
Lalu kita akan menyelesaikan kuliah kita dan kemudian menikah” Seru
Jungkook yang masih berkutat dengan rumus-rumus itu.

Suhwa tersenyum tulus mendengarnya,

“Ya, tentu saja”

@@@END@@@

About fanfictionside

just me

23 thoughts on “FF oneshot/ LIKE A FOOL/ BTS-BANGTAN

  1. Semoga luv story saya kayak Suhwa abis mirip sih kebiasaan menstalk
    Yoongi sma Seorin unyu ya coba dong bikin sequel mereka.
    Oh ya Tae-Ra juga deh.
    Emm,kalau restaurant chinese kenapa gag makan fuyunghai aja thor😀 #abaikanlah

  2. jadi gemes gemes unyuu ya mereka*,*
    ff nya simple tapi ngena(?) wkwk
    quote nya bebijeka jugak duh
    keep writing and fighting authornyaa^^9

  3. kirain si Jungkook mau mutusin Suhwa :v ngejleb banget tuh kalo diputusin gitu..
    ternyata Suga yang suka sama Suhwa, kirain bukan si sipit yang suka sama Suhwa
    mereka cuteee bangettt, kenapa gak di ceritain cara mereka mesra-mesra nya terus pas Suhwa di bully gitu, biar makin greget

    tapi ini bagusss ^^ keep writinggg!!

  4. ini ff nya unyu banget yaa bikin aku ketawa-ketawa sendiri di dalem kamar pas ngebacanya😄
    dan aku sukaaa<3 dibikin sequel kayanya bisa tuh wkwk

    btw itu pelish deh jungkooknya males belajar giliran diancem putus aja baru semangat hadeh-_-

    keep writing ya authornya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s