FF oneshot/ ALARM/ BTS-BANGTAN


Author                        :           Im Tia

 

Cast                 :           -Jung Hyemi (OC)

-Kim Taehyung

 

Genre              :           Romance, Marriage Life, Comedy

 

Rated              :           PG-17

 

Length                        :           Oneshoot

 

Disclaimer       :           This story is real from my imagination. Don’t be plagiarissm. RnR please?^^

 

Other              :           I’m sorry for any typo in this story. Saya masih newbie hehehe. Don’t forget to visit my blog: imtiasabrina.wordpress.com

 

~Happy Reading~^^

 

“OWWEKK..OWWWEEKK..OWWEEEKK!!”

TAP TAP TAP

BRUK

“Akh! Appo..”

“Eoh- apa aku bermimpi lagi?” lirih Taehyung entah pada siapa. Malam ini sudah sekitar 8 kali ia terbangun karena suara tangisan bayi yang entah berasal dari mana. Tapi yang pasti, setiap suara itu sampai di pendengaran Taehyung, ia selalu refleks terbangun dengan mata terpejam dan berjalan keluar kamar. Setiap itu pula kepalanya selalu terbentur pintu kamar dan bisa dikatakan benturan tersebut tidak pelan. Sudah kentara dari ringisan yang meluncur halus dari mulutnya.

Taehyung pun masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya. Selalu saja ada dorongan yang membuatnya terbangun setelah mendengar tangisan bayi tersebut. Anehnya setiap kepalanya terbentur pintu, tangisan bayi tersebut tidak terdengar lagi di telinganya. Mungkin itu hanya mimpi, pikirnya.

Setelah merasa tidak ada suara tangisan bayi, ia pun kembali melanjutkan tidurnya -yang lagi-lagi tertunda- di kasur king sizenya, tempat dimana Hyemi -wanita yang ia nikahi 6 bulan lalu- juga sedang terlelap dengan damai.

Kembali merengkuh tubuh Hyemi dalam pelukannya dan berlayar mengarungi lautan mimpi indahnya hingga fajar menjelang.

.

.

.

“Aku pulang”

“Selamat datang” ucap Hyemi pada Taehyung yang baru saja pulang dari kerja lemburnya. Sudah hampir 2 minggu perusahaan tempat Taehyung bekerja amat sangat sibuk dengan proyeknya. Hal itu pun membuat bertambahnya jam kerja para karyawan -tak terkecuali Taehyung.

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Taehyung baru 5 menit menginjakkan kaki di apartemen yang ia tempati bersama Hyemi. Padahal biasanya ia sudah melakukan banyak hal dengan istrinya itu, seperti memasak, makan malam, bahkan menonton acara televisi. Mengingat jika tidak lembur seperti ini, Taehyung selalu pulang sebelum pukul 6 sore. Bekerja lembur hingga selarut ini benar-benar membuatnya kelelahan.

“Bagaimana harimu, Tae?” tanya Hyemi sambil menghampiri Taehyung yang sedang merebahkan diri di sofa. Hyemi pun meletakkan secangkir teh hangat di atas meja tak jauh dari hadapan mereka.

“Hari yang melelahkan, miy-ya” jawab Taehyung seadanya seraya menatap sendu sang istri yang biasa ia panggil ‘miy’ itu.

“Ah, poor you Tae” ledek Hyemi yang sedang menahan tawa setelah mendengar jawaban Taehyung. Tak lupa, ia pun membantu melonggarkan dasi yang melingkar di leher Taehyung.

“Ya, kenapa kau menertawakanku? Kau bahkan tidak memberiku ciuman selamat datang” protes Taehyung dengan nada yang dibuat-buat.

“Kau bau, mana mau aku memberikannya” Hyemi malah menjulurkan lidahnya.

“Eoh, apa katamu?”

“Tubuhmu bau, Tuan Kim Taehyung”

“Jadi?”

“Jadi aku tidak akan memeluk atau menciummu sampai kau mandi” ucap Hyemi seraya menjulurkan lidahnya.

“Heung.. Benarkah?” tanya Taehyung yang kini sudah melingkarkan kedua lengannya di pinggang Hyemi. Tak lupa ia pun mengecupi bahu Hyemi.

“Hyaaa kenapa kau memelukku??” teriak Hyemi yang meronta di pelukan Taehyung.

Sangat lucu memang, mengingat Hyemi adalah istri yang menolak dipeluk suaminya dengan alasan bau badan. Tapi kenyataannya, Hyemi tidak sungguh-sungguh menolak karena ia senang bercanda seperti ini dengan Taehyung.

Taehyung semakin mempererat pelukannya, bahkan kini ia menyandarkan kepala Hyemi di dada bidangnya. Mendapat perlakuan seperti ini, Hyemi pun menghentikan aksi merontanya dan menatap lekat wajah Taehyung.

“Biarkan seperti ini sebentar saja” pinta Taehyung dengan mata terpejam.

“Kau tahu? Aku terus terbangun sepanjang malam karena aku mendengar suara tangisan bayi. Bahkan di sela-sela tidurku aku merasa itu adalah suara bayi kita, sehingga aku merasa harus bangun untuk menggendongnya agar ia kembali tertidur. Tapi itu ternyata hanya mimpiku saja. Suara itu selalu lenyap saat kepalaku terbentur pintu kamar. Sepertinya aku berjalan sambil tertidur semalam” lanjut Taehyung yang sukses membuat Hyemi tertegun. Mendengar Taehyung berbicara sambil tersenyum tulus seperti itu membuat Hyemi menyesal. Taehyung benar-benar ingin memiliki anak darinya dan hal itu membuat mata Hyemi berkaca-kaca karena terharu.

“Tae..” panggil Hyemi pelan.

“Ada apa sayang?” kini Taehyung membuka matanya dan menatap balik Hyemi.

“Dengar, maafkan aku. Aku-”

“Untuk apa kau meminta maaf?” potong Taehyung.

“Untuk yang semalam. Sebenarnya suara yang kau dengar sepanjang malam adalah suara bayi Jin oppa yang kurekam dan kujadikan nada dering alarm ponselku. Aku sengaja memasang alarm berkali-kali untuk melihat apakah kau meresponnya atau tidak. Ternyata responmu terbangun lebih cepat dariku, bahkan kau selalu terbangun setiap alarm itu berbunyi. Kau juga tidak marah saat suara itu terus terdengar lagi dan lagi. Dan untuk kepalamu yang terbentur pintu, aku benar-benar minta maaf. Aku langsung mematikan alarm saat mendengar benturan itu karena aku tidak ingin kau memergoki rencanaku. Aku benar-benar minta maaf karena membuat tidurmu terganggu padahal kau harus bekerja keras sepanjang hari” ujar Hyemi panjang lebar. Kini kepala Hyemi tertunduk, tidak berani menatap Taehyung. Ia benar-benar merasa bersalah karena sudah mengetest Taehyung dengan rencana bodohnya semalam. Bahkan sekarang ia siap jika Taehyung memarahinya habis-habisan, ia merasa bahwa dirinya sudah sangat keterlaluan.

“J-jadi ini adalah rencanamu? Kau hanya mengetest-ku dan suara bayi itu bukan mimpi?” tanya Taehyung memastikan.

“Ne, aku hanya mengetest-mu dan suara itu bukan mimpi. Kau boleh marah padaku karena aku sudah keterlaluan. Tapi paling tidak sekarang aku tahu kalau kau benar-benar menginginkan anak dariku dan aku tahu kalau kau tidak akan mengacuhkannya setelah ia lahir” ucap Hyemi dengan suara bergetar sambil mengelus perutnya yang masih rata.

“Ayolah bagaimana bisa aku marah padamu? Kau mengetest-ku dengan cara yang manis seperti itu. Kau pikir aku akan setega itu? Dan.. -hey kau bilang aku tidak akan mengacuhkannya setelah ia lahir, kau juga mengelus perutmu. Apa kau..”

“Y-ya kau benar. I’m pregnant, Tae. Dokter bilang usianya sudah 6 minggu. Kau tahu betapa bahagianya aku saat mengetahuinya? Dan aku lebih bahagia saat mengetahui kau benar-benar menginginkannya” setetes air mata bahagia jatuh membasahi pipi Hyemi.

“Oh God, Thank you very much!” Taehyung kembali merengkuh erat tubuh Hyemi. Ia juga mengecupi pucuk kepala Hyemi sebagai ucapan terimakasih yang amat besar. Tidak disangka suara bayi yang ia anggap mimpi itu, tidak lama lagi akan menjadi kenyataan yang akan selalu ia dengar.

Mendengar isakkan kecil Hyemi, membuat Taehyung melepaskan pelukannya.

“Hey kenapa kau menangis, miy-ya?” tanya Taehyung seraya mengusap ibu jarinya untuk menghapus air mata di pipi Hyemi.

“Aku… A-aku terlalu bahagia” jawab Hyemi yang tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Senyum termanis yang Taehyung lihat dari Hyemi hari ini.

“Aku merasa menjadi pria paling bahagia di dunia ini. Terimakasih karena kau sudah mewujudkan mimpiku, miy-ya. Aku mencintaimu”

CUP

Taehyung menghapus jarak di antara mereka. Memulai tautan yang tidak pernah ia lakukan dengan wanita manapun. Mengecup lembut bibir Hyemi tanpa pergerakan yang berarti. Keduanya hanya saling menempelkan bibir satu sama lain. Menyalurkan rasa cinta yang penuh kehangatan dan kasih sayang. Saling memejamkan mata menikmati pertautan tersebut. Seperti ciuman pertama yang sangat manis, yang menjadi candu untuk terus melakukannya lagi dan lagi.

Lima menit kemudian mereka saling melepaskannya ketika butuh oksigen untuk bernafas. Dengan nafas menderu, Taehyung beralih menatap perut rata Hyemi. Menundukkan badannya untuk lebih dekat dengan perut Hyemi

“Welcome baby. Hai, aku adalah appa-mu. Maafkan appa yang baru mengetahui kehadiranmu. Cepatlah lahir, agar appa bisa menggendongmu dan kita akan bermain bersama sepanjang hari. Kau juga harus melihat wajah eomma-mu yang sangat cantik ini. Baik-baiklah di dalam sana. Appa mencintaimu” ucap Taehyung yang kemudian mengecupi perut Hyemi. Dan hal itu membuat Hyemi terkikik geli. Ia tidak menyangka bahwa Taehyung akan melakukan hal semanis ini. Bahkan ini masih awal kehamilannya.

“Dokter bilang ia baru segumpal daging dan belum bisa mendengar, Tae” ucap Hyemi sambil mengelus pelan kepala Taehyung.

“Paling tidak dia sudah mengetahui sentuhan appa-nya. Dengan begitu, ia akan tahu bahwa ia punya appa yang sangat tampan” Taehyung menatap Hyemi dengan cengiran khasnya dan tetap mengelus perut Hyemi.

“Kau ini..” Hyemi memukul pelan dada Taehyung dan mereka berdua tertawa setelahnya. Sedetik kemudian Hyemi mengecup sekilas pipi Taehyung.

“Terimakasih karena kau tidak marah padaku” lanjut Hyemi disertai senyuman manisnya. Dan Taehyung malah mencubit gemas hidung Hyemi.

“Sudah kubilang aku tidak bisa marah karena caramu mengetest-ku sangat manis. Tapi..” Taehyung menggantungkan kalimatnya.

“Tapi apa?” tanya Hyemi heran

“Eum, bisakah kau menyalakan alarm itu setiap malam? Kupikir, aku harus terbiasa bangun malam mulai saat ini, agar aku bisa membantu menjaganya di malam hari” perkataan Taehyung barusan sukses membuatnya mendapat tatapan apa-kau-sudah-gila-? dari Hyemi.

“Oh ayolah, aku hanya ingin jadi ayah yang perhatian untuknya, miy-ya” rajuk Taehyung.

“Kau terlalu berlebihan, Tae. Usianya baru menginjak 2 bulan dan kau ingin terbangun di setiap malam sampai lebih dari 7 bulan kedepan? Tidak, aku tidak akan mengizinkanmu. Kau bisa sakit kalau seperti itu setiap malam. Kau bilang, perusahaan sedang ada proyek penting dan kau malah tidak mementingkan kesehatanmu sendiri. Lagipula, suara bayi Jin oppa yang kurekam sudah kuhapus tadi pagi”

“Yah.. Wae?” protes Taehyung.

“Tentu saja karena aku tidak mau kau mengetahuinya terlebih dulu sebelum aku menceritakannya. Dan itu kulakukan agar rencanaku berjalan sempurna” tutur Hyemi yang tersenyum penuh kemenangan.

“Hah.. Baiklah-baiklah. Kau benar-benar menang hari ini, nyonya Kim. Kau bahkan tidak mengelus dahiku yang masih terasa sakit akibat terbentur pintu semalam” sindir Taehyung dengan wajah sebal.

“Aku kan sudah meminta maaf soal itu. Apa sekarang benar-benar masih sakit?” tanya Hyemi khawatir seraya mengelus lembut dahi Taehyung. Taehyung hanya diam menatap Hyemi.

“M-maafkan aku, Tae” Hyemi kembali memeluk Taehyung dengan erat. Saat ini, ia benar-benar ingin menangis. Ia merasa bersalah lagi.

“Pft..HAHAHAHAHA. Ternyata benar kata orang, ibu hamil memang sensitif. Jangan menangis miy-ya, aku tidak bersungguh-sungguh soal dahiku. Aku hanya mengerjai eomma yang cantik ini” Taehyung merasa benar-benar menang kali ini, sebab ia merasa kemeja yang ia kenakan menjadi sedikit basah. Sepertinya karena air mata Hyemi yang menetes. Sebenarnya ia tidak berniat membuat Hyemi menangis, tapi respon yang Hyemi berikan malah seperti itu.

“Kau benar-benar menyebalkaaaan” teriakkan Hyemi teredam oleh pelukan Taehyung. Kalau sudah begini, Taehyung selalu mengacak rambut Hyemi dengan gemas sambil terkekeh senang.

“Kau tahu miy-ya? Paling tidak aku tahu satu hal”

“Apa itu?” Hyemi kini sudah melepas pelukannya dan menatap Taehyung

“Aku tidak perlu mandi untuk mendapatkan pelukkan dan ciuman darimu” ucap Taehyung yang kemudian mengecup sekilas bibir Hyemi.

“YA!! KIM TAEHYUNG!!”

THE END

Hehehehehehehehehehehe(?)

Ini adalah ff pertama yang berhasil saya selesaikan dan saya publish setelah berpuluh-puluh ff yang saya buat berhenti di tengah jalan. Saya masih newbie di dunia fanfiction jadi harap maklum kalau ff ini kurang greget(?) karena sayanya masih amatir kkk..

Sebenernya bias saya itu Jungkook, tapi kayaknya dia masih terlalu imut untuk jadi cast ff ini dan jadi calon ayah. Yah, jadilah saya minjem nama kateha(?) yang sekiranya udah cukup umur wkwkwk

Tuhkan jadi curhat gini… Ya, pokoknya saya berterimakasih kepada para pembaca dan admin blog ini yang sudah bersedia mempublish ff saya. Silahkan berikan kritik dan saran serta komentar untuk tulisan saya. Terima kasih^^

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF oneshot/ ALARM/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s