FF/ HE LIKES MY TEACHER/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


header (1)

Jelvita Storyline

BTS Member & Kang Seulgi [OC]

Chapter|Romance,Angst,School life|PG17

Note:

Enjoy it guys!

Cerita ini murni dari otak saya.

BTS member milik Tuhan dan Keluarga, sementara cerita ini milik saya, jadi no bash or copas dsb okey;]

Preview

“Kau, sudah menyalahkanku menabrakmu, berbicara tidak sopan padaku, memanggilku ‘ahjussi’, mengataiku haraboeji dan sekarang.. kau ingin pergi begitu saja?” ucap namja itu penuh penekanan disetiap kalimatnya. Mataku terbelalak kaget. Apa-apaan dia menuduhku yang tidak-tidak, sial.

Melihat reaksiku. Namja itu terkekeh.

“Kau… harus menemaniku dulu adik kecil.” Lanjutnya.

 

“M-mwo?!”

 

Part 2

Seulgi POV

“M-mwo?!” ucapku terbata.

“Cih, aku tahu kau tidak tuli nona.” ucap namja sialan ini tanpa mengurangi jarak ehm, antara wajahnya dengan wajahku. Aku terdiam, pipiku terasa panas, ah tidak udara disekelilingku sekarang terasa panas. Oh ayolah, kenapa dia terus menatapku seperti itu?! Tuhan, bantu aku agar dapat berpikir dengan jernih, bantu aku jauhkan mahkluk yang ada di hadapanku ini, bantu aku agar bisa kabur dari namja sialan ini, please God.

“Kenapa diam saja? Tadi ka-“

“Hey you, little bastard!” perkataan namja di hadapanku ini terpotong oleh, teriakan seseorang. Thanks God, ada seseorang! Ya! Ada seseorang yang akan menolongku! Huhh, rasa lega menyelimutiku sekarang. Namja sialan ini menjatuhkan rokoknya dan mengambil satu langkah mundur, menjauhiku. Kemudian berbalik, melihat sumber dari teriakan tadi. Terlihat jelas tiga orang namja berdiri dihadapan kami, eh maksudku di hadapanku dan namja ini. Sosok pertama bertubuh tinggi, dengan senyuman konyol menatapku dan namja sialan ini, sosok kedua berambut abu-abu dengan tampilan yang menurutku eww, freak! Sosok ketiga dengan postur tubuh paling mini, menatap ke arahku dengan tatapan menjijikan. Shit! Bukan tampang-tampang seperti ini yang kuharapkan muncul dan menyelamatkanku, tampang yang tidak ada unsur heroiknya sama sekali, hiks I’m hopeless now.

“Hyuuuuuuuuuuuung!!! Waaa, apa yang kalian lakukan disini?!” aku terlonjak kaget saat ‘ahjussi’ sialan ini berteriak tiba-tiba dengan volume suara yang melebihi suara ledakan bom atom. ‘Ahjussi’ sialan ini menarikku dengan langkah semangatnya dan menghampiri ketiga orang freak tadi yang muncul tanpa diundang, mereka berhigh five ria dan blablabla seperti teman lama yang baru bertemu.

Tunggu dulu… teman lama? Teman? TEMAN?! Oh tidak, ini bahaya, double shit, kenapa aku tidak menyadarinya?! Seulgi bodoh! Aish, aku harus segera pergi dari sini lebih tepatnya aku harus bisa kabur dari orang-orang aneh ini, sebelum.. ah jangan memikirkan hal-hal bodoh lagi! Ya! Pikirkan cara agar aku bisa kabur!

“Mainan barumu?” ucapan namja berambut abu-abu berhasil mengalihkan perhatianku juga si no name ahjussi. Si no name ahjussi nampaknya menyadari kalau sedari tadi aku masih berdiri di sampingnya, dia menatapku tajam lalu melepaskan genggaman tangannya.

Kesempatan emas!

Tanpa babibu, aku langsung mengambil langkah seribu meninggalkan ketiga namja aneh itu dan si no name ahjussi, berlari sekencang-kencangnya tanpa mempedulikan cemilanku yang entah sejak kapan terlepas dari genggamanku. Di pikiranku kini hanya satu kata, lari.

Author POV

Saat Seulgi mengambil langkah seribunya, salah satu dari keempat namja itu ingin mengejarnya, lebih tepatnya namja yang ‘menyandera’ Seulgi tadi. Tapi dengan cepat, namja yang bertubuh tinggi menahannya.

“Wohoo, santai Jungkook-ah. Kenapa terburu-buru?” Hoseok, namja bertubuh tinggi itu berkata sambil menahan Jungkook -si ‘ahjussi no name’-.

“Tapi hyung-“

“Biarkan saja yeoja itu, Kookie-ah. Masih banyak yeoja yang menunggu kita dan pastinya lebih, ehm kau tahu lah.” Potong Jimin, namja bertubuh pendek itu mengerling nakal. Taehyung -namja berambut abu-abu- menatap Jimin dengan tatapan jijik.

“Otakmu butuh di laundry, Jim.” Taehyung berucap datar. Jimin memutar bola matanya malas mendengar komentar Taehyung.

Sementara Jungkook menatap para hyung-nya dengan tatapan memelas. Rencana yang dia susun untuk ‘bermain-main’ dengan yeoja manis tadi musnah sudah dari otaknya, melihat ketiga hyung-nya yang muncul entah dari belahan bumi sebelah mana setelah 2 tahun tidak terlihat batang hidungnya. Dalam hati Jungkook senang bisa bertemu dengan Hoseok, Jimin, dan Taehyung, teman seperjuangan sekaligus partner gila-gilaannya tapi ada sedikit rasa jengkel juga karena para hyung-nya muncul disaat yang sangat-sangat tidak tepat. Oh ayolah bahkan Jungkook belum sempat menandai yeoja tersebut. Heh? Menandai? You gotta be kidding me.

Jungkook pun hanya bisa pasrah diseret oleh ketiga hyung-nya, ya entah kegilaan apa lagi yang akan mereka lakukan malam itu.

_

Keesokan harinya Seulgi terbangun dari tidurnya dengan kaki yang pegal-pegal karena ia harus lari marathon dadakan semalam. Bunyi panggilan masuk dari iPhone-nya mengusik tidur nyenyaknya, dengan mata yang masih setengah terpejam Seulgi meraba-raba dibawah bantalnya, mencari dimana letak iPhone miliknya. Saat menemukan apa yang ia cari, Seulgi langsung menarik tangannya dan melihat siapa orang iseng yang pagi-pagi buta sudah mau repot-repot menelponnya.

My Step Bro is calling

Alis Seulgi menyatu, bingung. Ada apa Oppa-nya.. ah lebih tepat Oppa tiri-nya menelpon sepagi ini? Pikir Seulgi.

“Wae?” tanpa salam atau sapaan, Seulgi memulai pembicaraan dengan Oppa-nya.

Buka pintu apartementmu bodoh! Apa kau lupa? Its your first day in new school sistaa.” teriak Seokjin dari seberang sana, sukses membuat Seulgi membelalakan mata. Sederet kalimat yang meluncur dari mulut Seokjin membuat kepalanya pusing seketika. Buka pintu? First day school? New school?

Ah bahkan Seulgi lupa dengan rencana gila yang dibuat oleh Seokjin, rencana gila yang membawanya ke Seoul, dan harus melewatkan masa-masa duduk di tahun ajaran akhir di Junior High School. Kalian tidak mengerti? Baiklah, mari kuperjelas.

Jadi tepat 2 bulan yang lalu, setelah Seulgi naik ke kelas 3, sang Oppa, Seokjin tiba-tiba muncul seperti orang gila di hadapan Seulgi. Seokjin berkata ada hal darurat, benar-benar darurat! Dan saat Seulgi meminta penjelasan hal darurat apa yang dimaksud oleh Seokjin, namja itu justru bercerita tak tentu arah, dan bukan jawaban yang dimaksud Seulgi yang didapatkan melainkan cerita abstrak dan beribu-ribu alasan aneh yang Seulgi dapatkan. Akhirnya Seulgi bertanya to the point setelah lelah mendengar cerita abstrak dari Seokjin, sebenarnya apa mau dari Seokjin. Dan saat itu juga dunia Seulgi seakan berakhir mendengar jawaban dari Seokjin.

“Kau 2 bulan lagi akan pindah ke Seoul dan untuk sementara waktu akan menetap disana. Dan lagi, tak usah repot-repot belajar untuk menghadapi ujian akhirmu, aku sudah mendaftarkanmu di Gangnam Senior High School, dan kau diterima. Tidak ada penolakan, aku sudah mendiskusikan hal ini dengan haelmoni. Secepatnya kau harus meninggalkan Busan.”

Aneh bukan? Seulgi benar-benar dibuat pusing seribu keliling dengan perilaku Seokjin. Lagipula atas dasar apa Seokjin menyuruhnya pindah ke Seoul sementara Seulgi sudah nyaman tinggal dengan haelmoni dan teman-temannya yang ada di Busan, apa Seulgi sudah tidak diinginkan lagi? Apakah ini waktunya Oppa tirinya akan menyingkirkan keberadaannya? Bahkan saat Seulgi memohon kepada haelmoninya untuk membatalkan rencana bodoh itu, beliau malah berkata kalau Seulgi harus menuruti kata-kata Seokjin, karena itu yang terbaik untuknya. Seulgi benar-benar tidak mengerti situasi absurd yang sedang di hadapinya dan hanya bisa menuruti rencana gila Seokjin. Pergi meninggalkan Busan, meninggalkan haelmoninya, teman-temannya, kehidupan bahagianya, juga cinta pertamanya, Min Yoongi.

Dan disini lah Seulgi sekarang, terjebak dalam rencana gila yang dibuat oleh Oppa tirinya. Mengingat kejadian yang akhir-akhir ini menimpanya tanpa disadari air mata Seulgi mengalir dengan sendirinya membasahi pipi putih pucatnya. Seulgi benar-benar sudah larut mengasihani nasibnya sampai-sampai lupa dengan keberadaan Seokjin yang sudah hampir membuat pintu apartementnya rubuh karena diketuk dengan brutal sedari tadi, oke yang barusan itu berlebihan.

“Yak Kang Seulgi! Buka pintunya.” untuk yang kesekian kalinya Seokjin berteriak sambil mengetuk pintu apartement milik adiknya. Tak lama suara password pintu yang dibuka dari dalam samar-samar tertangkap indera pendengaran Seokjin membuat aktivitasnya menggedor pintu terhenti. Kemudian pintu terbuka menampakan sosok Seulgi yang nampak seperti mayat hidup. Tidak berekspresi dan benar-benar berantakan. Seokjin bergidik ngeri menatap adiknya. Sepintas ada rasa kasihan melihat keadaan adiknya, lalu sebuah ide jahil muncul. Seokjin mengangkat tangannya dan mengarahkan jari telunjuknya tepat di bawah hidung Seulgi. Seulgi menatap Seokjin heran, raut muka Seokjin terlihat was-was dan serius, membuat Seulgi ikutan was-was. Tak lama Seokjin menurunkan tangannya dan menghembuskan nafas lega. Seulgi menatap aneh kearah Oppa-nya.

“Waeyo?” tanya Seulgi heran.

“Ku kira yang bediri di hadapanku itu zombie, kau tau? Kau terlihat seperti zombie, ah bahkan lebih buruk.” Ucap Seokjin dengan muka polos yang dibuat-buat.

“Kim Seokjin pabooooooo! Kau yang membuatku seperti ini bodoh!” teriak Seulgi kesal sambil menghujami Seokjin dengan pukulan dan sumpah serapah.

“Yak! Yak! Kau harus bersiap sekolah! Yak, appo!” Seokjin dengan cepat berlari memasuki apartement Seulgi, menghindari umpatan dan bogeman yang dilayangkan Seulgi untuknya.

Seulgi POV

“Annyeonghaseo, gyojang-nim. Ini dia adikku, Kang Seulgi.” ucap Seokjin oppa dengan sopan kepada kepala sekolah lalu menatapku. Pria paruh baya itu menatapku ramah.

“Annyeonghaseo, Kang Seulgi imnida.” ucapku sopan memperkenalkan diri. Kepala sekolahku yang baru ini tersenyum dan menatapku juga Seokjin oppa bergantian.

“Mari Kang Seulgi-ssi, saya antarkan kepada wali kelas barumu.” ucapnya.

Lalu aku dan Seokjin oppa mengikuti pria paruh baya ini hingga kami sampai di sebuah ruangan besar yang kuyakini ruang guru. Kepala sekolah Park berhenti di sebuah meja yang terdapat sosok wanita cantik maksudku wanita yang sangat cantik duduk di balik meja tersebut. Wanita berparas cantik itu menatap kami bergantian lalu tersenyum, berdiri dengan anggunnya dan membungkuk hormat kepada kepala sekolah Park juga kepadaku dan Seokjin oppa. Setiap gerakan anggun yang dilakukan wanita ini sukses membuatku takjub, dia begitu sempurna, rambut bersurai hitam pekatnya yang ditata sedemikian rupa menambah keanggunan sosok wanita ini, lekukan tubuhnya yang sempurna benar-benar terpampang jelas terbalut dengan pakaian formalnya yang ketat seperti karet. Aku pastikan setiap namja tak akan bisa menolak pesona dari wanita di depanku ini, aku saja yang notabene seorang yeoja betul-betul takjub dengan sosok wanita yang mendekati kata sempurna ini. Tapi ngomong-ngomong, apa dia bisa bernafas dengan pakaian seketat itu? Oh ayolah, apa ini sebuah lelucon? Apa dia wali kelasku yang baru? Ck, daebakk bahkan kepala sekolah Park tidak mengalihkan tatapan mesumnya dari wanita di hadapanku ini, hey tuan! Apa kau lupa tujuanmu membawaku ke sini? Ku lirik Seokjin oppa, dia tidak menunjukan tatapan terpesona sama sekali saat melihat wanita seksi ini. Heh? Tumben sekali dia tidak tertarik dengan yang seperti ini, biasanya dia yang paling cepat.

“Nah, Seulgi-ssi. Dia ini wali kelasmu, guru bahasa inggris disini.” Kepala sekolah Park berucap. Aku membungkuk hormat dan memperkenalkan diri.

Wanita itu, maksudku Miss Sena, menatapku lalu terkekeh. Oh astaga apa dia mencoba menggodaku dengan suaranya? Yaiks, hey aku ini yeoja!

“Annyeong Kang Seulgi, aku Kim Sena, murid-murid disini biasa memanggilku Miss Sena. Senang bisa mempunyai murid baru secantik dan berbakat sepertimu.” Miss Sena berkata dengan nada seperti wanita penggoda *ups dan suaranya benar-benar terdengar sumbang di telingaku. O may gawdh, bahkan dia mulai sok-sok tebar pesona di hadapan kepala sekolah Park dan Seokjin oppa. Menggelikan.

Setelah sedikit perbincangan formalitas atau mungkin bisa kubilang perbincangan modus dari kepala sekolah Park kepada Miss Sena juga melibatkan Seokjin yang terlihat ogah-ogahan memandang ke arah Miss Sena, tak lama kemudian Seokjin oppa dan kepala sekolah Park pamit kepadaku dan Miss Sena. Saat mereka berdua pergi Miss Sena mengajakku untuk mengambil seragamku dan beberapa keperluan lain. Kami sedikit berbincang-bincang, dan yah dia memang sosok yang hangat dan ramah, tapi itu semua tertutupi dengan tampilan dan cara bicaranya yang seperti wanita penggoda! Jujur, aku sedikit risih. Apa dia tidak risih? Belum lagi dengan tatapan haksaeng dan para seonsaengnim namja yang diarahkan padanya, Eww! Tatapan mereka seakan menelanjangi Miss Sena, dan itu membuatku risih saat jalan bersisian dengannya, sangat.

Aku keluar dari toilet yeoja dengan seragam baruku. Miss Sena menatapku dengan tatapan apresiasinya.

“Woah, you look so gorgeous Seulgi-ssi.” ucapnya. Yayaya, kuterima pujianmu Miss Sena.

“Thanks, Miss.” ucapku seadanya, lalu tersenyum simpul.

Okey then, let’s meet your new classmate!” Miss Sena menarikku menuju ke kelas baruku. Kelasku terletak tidak jauh, yaitu di lantai dua di koridor pertama, kelas X-C.

Masih tetap menggandeng tanganku Miss Sena memasuki kelas. Suasana kelas yang tadinya ribut kini menjadi hening. Lagi-lagi aku menangkap tatapan menjijikan dari para haksaeng namja yang tertuju pada Miss Sena. Beberapa dari mereka kini fokus menatapku, syukurlah bukan tatapan menjijikan yang kudapat. Begitupun dengan para haksaeng yeoja yang menatapku dengan tatapan penasaran, kurasa.

Good Morning everyone!” sapa Miss Sena pada kelasnya.

Morning Miss!” jawaban semangat dari para haksaeng namja itu membuatku tak heran lagi, alasannya ya tak lain pasti karena disapa oleh guru seseksi Miss Sena yang membuat mereka jadi semangat45(?) Benar-benar klasik. Aku hanya diam saat Miss Sena mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang kelas yang cukup luas ini, nampak mengabsen satu persatu anak didiknya, mata Miss Sena berhenti kepada sosok namja yang nampak asik tertidur di kursinya. Miss Sena menarik sudut bibirnya melihat anak didiknya yang satu itu, loh? Reaksi Miss Sena benar-benar diluar dugaanku, kenapa tidak dimarahi? Tidak disuruh keluar kelas? Atau ditarik telinganya mungkin? Hmm, diberi senyuman? Bahkan itu tidak akan membangunkannya Miss!

“Jeon Jungkook? Apa kau tidak ingin menyapa teman baru kita?” Miss Sena memanggil namja yang sedang tertidur pulas itu, lagi-lagi dengan suaranya yang… you know lah. Alunan suara Miss Sena sukses membuat namja itu menegakkan posisi tubuhnya dan tidak menampakan ekspresi mengantuknya sama sekali. Suara Miss Sena seakan sebuah mantra ajaib yang membuat namja itu bangun hanya dengan sekali panggilan. Namja itu menatap Miss Sena bersemangat kemudian menatapku. Tatapan kami bertemu.

DEG

Tubuhku menegang melihat namja yang dipanggil ‘Jeon Jungkook’ itu oleh Miss Sena. Jantungku berpacu dengan cepat. Aku merasakan telapak tanganku terasa dingin dan menghasilkan keringat yang berlebih. Mulutku sedikit menganga melihat pemandangan di depanku saat ini.

Sial! Sial! Sial!

Kenapa aku bisa bertemu lagi dengannya?!

Kenapa kesialanku tidak pernah berhenti?!

Kenapa ahjussi byuntae itu harus manjadi teman sekelasku?!

Jungkook, menatapku dengan tatapan tajamnya kemudian menarik kedua sudut bibirnya. Bukan! Dia bukan tersenyum padaku! Seringaian menjijikan itu lagi-lagi ditunjukannya padaku.

Tanpa ragu Jungkook melambaikan tangan kanannya padaku sambil mengatakan “An-nyeong!” tanpa suara, masih dengan seringaian sok di bibirnya sekaligus menampilkan wajah sok polosnya dan sialnya itu membuatnya semakin tampan. Dammit.

somebody kill him for me, pleaseee!!

-TBC-

Ini diaaaaaa, part 2-nya. Gak jelas yaaaa? EmangT^T

Btw, aku seneng banget ngeliat respon kalian readers, aaaaa~ thankuuu so much readers yang mau komen. Aku jadi tambah semangat buat nulis part ini~

Aku minta kritik dan sarannya ya? Ngebosenin gak? Udah cukup panjang belum? atau ada yang kurang? Bahasanya mungkin yang gesrek? Pleaseeee komen yaaa! Aku butuh kritik dan saran dari kalian readersssss!!!

About fanfictionside

just me

15 thoughts on “FF/ HE LIKES MY TEACHER/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. Hahaha ya ampun jungkook ckckkcck
    kasian bgt seulgi sial mulu ahahha tp kalo aku jd seulgi sih gapapa ah wakakak
    lanjut thor seru bgt cerita nya semangat!!!

  2. najong jungkook dih eww x’D

    ini fiction tidak membosankan sama sekaliiii>< neomu joha<3 panjangnya sdh pas kok hihi dan bahasanya enakkkkk sesuai selera aku keke. fighting ya!!! di tunggu nwxt part nya:*

  3. Saatnya maknae yang beraksi/? Mian thor ga komen di pt.1 karena langsung buru2 baca pt.2 nya ini ekkekekk~ Lanjuuuuttt~!! Jangan lupa panjangin thor! /? Fighting^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s