FF/ DEVIL CHILD/ EXO-BTS/ pt. 5


edit #37

Author : Z

Title : Devil Child (part 5)

Cast :

☆ Kim Jong In {Kai, nama aslinya di dunia iblis}

☆ Sung Ha Rim (OC)

☆ Oh Sehun

☆ Kim Tae Hyung

☆ Kim Min Ri (OC)

☆ Song Ahri (OC)

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Mistery, Supernatural, Action, Fantasy, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Mian kalau ff ini tidak seperti ff yang lain(?) karena author memiliki imajinasinya sendiri(?) dan ini genrenya fantasy jadi ya gitu deh :v wkkk dan minta komennya ne ^^

。゚ °Devil Child °゚。

Hingga larut malam, Jong In telah berhasil memusnahkan lima Teros. Cukup banyak kekuatan sihir yang harus ia keluarkan karena setiap Teros memiliki kekuatan yang berbeda, dan terkadang itu menyulitkan Jong In.

“Aaarrrgghhhh!!”

BRAK!

Tanpa Jong In sadari sesosok Teros muncul dari belakang dan memukulnya hingga tersungkur diaspal.

Belum sempat Jong In bangkit, Teros itu meluncur cepat kearah Jong In, dan kembali menghantam namja itu.

Jong In terbatuk saat tubuh Teros tepat mengenai punggungnya. Darah segar keluar dari mulutnya.

Teros itu terbang keudara dan kembali menghantam tubuh Jong In. Tubuh Jong In terasa hancur karena tertimpa tubuh Teros yang besar dan berat.

“Beraninya kau membuatku berdarah..” Jong In mengumpulkan seluruh kekuatannya dan behasil mendorong Teros, menyingkir dari punggungnya.

Tubuh Jong In telah diselimuti api biru, tanda ia benar-benar marah. Dengan menahan tubuhnya yang terasa sakit, Jong In mulai menyerang namun serangan demi serangan yang Jong In keluarkan berhasil ditangkis.

“Aarrgghhh!!” Teros itu kembali berteriak, membuat suara bising ditengah heningnya malam. Namun suara itu hanya bisa didengar oleh makhluk bukan manusia.

Jong In menghentikan serangannya saat melihat tubuh Teros mulai berubah. “Aaarrggghhh!!!”

Jong In menatap tak percaya tubuh Teros yang ada dihadapannya. Tubuh yang awalnya besar, sekarang telah berubah menjadi seukuran manusia dan berwujud seperti manusia.

Dengan mata merahnya, Teros itu menatap Jong In. Senyum yang mengerika terukir diwajah Teros. Dengan sekali kedipan mata Teros itu telah berpindah didepan Jong In dan berhasil memukul namja itu hingga ia terpental.

Jong In bangkit dan menyapu darah yang mengalir dari sudut bibirnya dengan ibu jari. Tatapan tajam Jong In berikan pada Teros.

Serangan demi serangan mereka lakukan, tak ada yang ingin mengalah. Kecepatan yang Teros miliki setara dengan Jong In.

BRAK!

Jong In kembali terhantam keaspal. Kali ini punggung Jong In lah yang pertama kali bertemu dengan aspal.

Nafas Jong In memburu, sudah banyak tenaga yang ia keluarkan hari ini.

Teros itu memusatkan kekuatan dimulutnya hingga membentuk bola hitam. Tubuh Jong In terasa kaku, seluruh badanya terasa hancur, ia hanya bisa melihat Teros itu semakin mengumpulkan kekuatannya. Dan siap melemparkan bola hitam itu kearah Jong In.

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha terus saja melihat jam tangannya, sudah pukul 12 lewat tapi Jong In belum juga kembali.

Sekitar pukul 8 Sung Ha telah tertidur tetapi ketika ia bangun, ia belum juga melihat sosok Jong In.

BRAK!

Suara benda jatuh tertangkap indra pendengar Sung Ha. Dengan segera ia menyalakan lampu dan matanya terbelak mendapati sosok Jong In yang tergeletak di dekat pintu.

Tubuh itu penuh luka dan darah. “Jong In?!” Sung Ha menghampiri sosok itu.

Saat Teros tadi menyerang Jong In teringat jika dirinya berada didunia manusia, itu tandanya ia bisa masuk kerumahnya kapan saja dan dimana saja.

“Jong In?!” mata Jong In perlahan terbuka, dan Sung Ha segera mengobati namja itu dengan kekuatannya. “Kenapa kau bisa terluka seperti ini?! Apa yang kau lakukan?!”

Dengan perlahan Jong In memegang lengan Sung Ha yang segang mengobatinya. “Sung Ha..” ucapnya lirih. “Tolong sembuhkan lukaku, aku harus segera pergi..”

“Aku akan mengobati lukamu tapi kau tidak boleh pergi!” perlahan luka ditubuh Jong In mulai menghilang.

Jong In tak menjawab. Ia memejamkan matanya, mempercepat pernyembuhan. Lima menit kemudian Jong In membuka matanya saat ia tidak lagi merasakan sakit ditubuhnya.

Namja itu bangkit. “Kau tidak boleh pergi.” cegah Sung Ha.

“Tapi aku harus pergi.”

“Jika kau memaksa pergi, biar aku ikut denganmu.”

“AKU TAK AKAN MEMBIARKANMU IKUT!”

“Memang siapa yang kau lawan?! Apakah makhluk bernama Teros itu lagi?!”

Jong In terdiam. Apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Sung Ha? “Aku pergi.” Jong In berjalan menuju pintu, sebelum ia keluar, namja itu berhenti didepan pintu. “Pintu ini tak akan terbuka hingga jam 6 pagi.” ucap namja itu dan keluar.

“YA! JONG IN!!” Sung Ha berteriak memanggil nama Jong In namun namja itu sudah pergi dan tak akan bisa mendengarnya.

Sung Ha manatap pintu itu dengan penuh rasa khawatir. Ia tak ingin Jong In terluka lagi. Namja itu sudah banyak terluka.

。゚ °Devil Child °゚。

Setelah tujuh menit mencari, akhirnya Jong In bertemu dengan Teros tadi. Namja itu perlahan turun tepat dihadapan Teros itu. Tanda awal dari pertarungan.

Tiga puluh menit berselang Jong In bisa melihat tubuh Teros itu mulai menghilang tersapu angin, akhirnya ia berhasil mengalahkannya.

Tapi masih ada empat Teros yang belum Jong In temukan, semoga keempat Teros itu belum memangsa manusia dan berevolusi seperti manusia, walaupun belum begitu sempurna tapi jika terus dibiarkan evolusi itu bisa menjadi sempurna. Itu akan menyulitkan Jong In.

。゚ °Devil Child °゚。

Jam telah menunjukkan pukul 5 pagi. Jong In masih berkeliling mencari dua Teros yang masih tersisa. Tapi hinggal pukul 6 pagi ia sama sekali tak menemuka tanda-tanda teros dan aura merekapun juga sudah tak terasa.

Jong In memutuskan untuk menyudahi perburuannya dan kembali.

Ia tersentak saat mendapati Sung Ha telah berdiri dihadapannya dengan seragam sekolah. “YA!” Sung Ha memukul lengan Jong In. “Kenapa kau selalu membuatku khawatir?!”

“Aww aww aww, jangan memukulku!” Sung Ha menghentikan kegiatannya saat melihat goresan darah di pipi Jong In.

“Kau membuat tubuhmu terluka lagi!” Jong In hanya meringis dihadapan Sung Ha.

“Kenapa kau begitu menghawatirkanku?” tanya Jong In tiba-tiba.

“Aku.. Aku hanya tak ingin mengeluarkan kekuatanku untuk menyembuhkan luka-lukamu!” Entah kenapa Sung Ha menjadi salah tingkah. Ia sendori juga tak tau kenapa ia begitu mengkhawatirkan Jong In.

“Aku akan buat sarapan, kau cepat bersiap untuk sekolah.” Sung Ha pergi tanpa mau menatap Jong In, itu membuat Jong In geli dan ingin tertawa.

“Ne, arraso.”

Setelah selesai sarapan Jong In berangkat lebih awal karena ia tak mau menjadi tontonan seperti kemarin-kemarin.

。゚ °Devil Child °゚。

Minri dan Seok Jin duduk memantau seseorang dari lantai dua rumah Minri. “Itu dia.” Minri tampak menunjuk seorang namja yang baru saja melintas didepan rumahnya.

“Dia yang bernama Kim Jong In?” Minri mengangguk.

“Tolong selidiki dia,”

“Baiklah. Tapi ingat, kau jangan mengulur waktu, segera selesaikan dan pergi dari sini.”

。゚ °Devil Child °゚。

Selama pelajaran Jong In tak bisa fokus dan terus saja memandang kearah jendela disampingnya.

Pikirannya masih pada dua Teros yang belum dia temukan hingga saat ini. Dengan cepat Jong In mengalihkan pandangannya kesisi kelas yang lain tepatnya kejendela yang berada di sisi lain kelas.

Ia merasakan aura Teros baru saja melintas, namun aura itu kembali menghilang. Jong In bangkit dari duduknya. “Aku tak enak badan,” ucapnya saat melintas di depan guru Jung yang sedang mengajar.

Tau apa maksud Jong In, guru Jung hanya mendiamkannya tak peduli dengan apapun yang dilakukan anak itu.

Sung Ha dan Minri menatap Jong In yang berjalan keluar dari kelas. “Apakah dia selalu begitu?” ucap Minri tak sadar.

“Ne, jika kau belum mengenal Jong In kau akan terkejut dibuatnya. Tapi sebenarnya Jong In adalah namja yang perhatian.” jelas Sung Ha yang duduk di bangku depan Minri.

“Sepertinya kau tau banyak tentang dia.”

“Em?” Sung Ha menggaruk kepalanya yang tidak gatas. “Tidak juga.”

Minri hanya bisa menatap punggung Sung Ha dengan datar. Ia memikirkan kata-kata Seok Jin untuk tidak mengulur waktu.

“Sung Ha?” panggil Minri pelan agar guru Jung tak menyadarinya.

“Ne?”

“Pulang sekolah kau ada waktu? Aku ingin semakin akrab denganmu.”

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In berjalan mengelilingi setiap sudut sekolah. Ini aneh, ia tak merasakan aura Teros lagi hingga bel tanda berakhirnya seluruh pelajaran berbunyi.

Ia putuskan untuk kembali kekelas, mengambil tasnya yang masih berada disana. Tak ada satupun murid dikelas. Apakah Sung Ha sudah pulang? Pikirnya.

Setelah melewati gerbang sekolah Jong In merasakan aura Teros kembali muncul. Namja itu mengedarkan pandangannya mencari pemilik aura.

Dilihatnya seorang namja yang tengah berjalan mengikuti dua yeoja. Jong In menyipitkan pandangannya saat mengenal siapa salah seorang yeoja itu, Sung Ha.

Kedua yeoja itu masuk kehalaman sebuah rumah yang Jong In tau rumah itu adalah rumah milik Minri.

Dor!

Sung Ha dan Minri terkejud saat sebuah peluru melesat melewati mereka. Dengan cepat Sung Ha melihat kearah belakang, ia mendengar ada sesuatu yabg tumbang. Dan benar saja seorang namja tergeletak begitu saja ditanah.

Berbeda dengan Sung Ha, Minri melihat ke sosok namja yang berdiri dilantai dua yang telah menembakan peluru tadi. “Kalian! Pergi dari sana!” namja tadi berteriak, memberi isarat pada Minri maupun Sung Ha agar menjauh dari namja yang baru saja ia tembak.

Minri mengalihkan pandangannya kebelakang, namja yang awalnya tergeletak itu kembali bangkit dan Seok Jin kembali meluncurkan beberapa peluru kearah namja itu. “Minri! Menjauh dari iblis itu!”

Minri tersadar dan segera menarik tangan Sung Ha untuk masuk kedalam rumah.

Melihat itu, Jong In segera mengeluarkan sayapnya dan meluncur kearah Teros. Namja itu menyuruh Seok Jin untuk tidak menembaknya, karena itu akan percuma.

Seperti biasa ia tak lupa menggunakan sihirnya untuk membuat dirinya tak terlihat oleh manusia.

Seok Jin hanya terdiam melihat namja yang ia tau bernama Jong In itu adalah salah satu keluarga kerajaan. Apakah dia iblis yang waktu itu? Tanyanya pada dirinya sendiri.

Minri dan Sung Ha menghampiri Seok Jin. “Apa yang terjadi? Makhluk apa itu?” tanya Minri pada Seok Jin.

“Aku tidak tau.” Sung Ha menatap Seok Jin menyelidik. Sepertinya ia pernah melihat wajah namja itu.

Merasa jika sedang dipandangi, Seok Jin melirik Sung Ha. Mata mereka bertemu beberapa saat. “Kau?!” Sung Ha ingat wajah itu. “Kau namja yang ingin membunuhku waktu itu?!”

Sung Ha menatap wajah Seok Jin dan Minri bergantian. “Kalian kembar?” tanyanya saat melihat kemiripan diantara mereka.

Seok Jin menatap Sung Ha datar dan mengarahkan pistolnya pada Sung Ha. “Apakah kau tau siapa kau sebenarnya?”

Sung Ha terdiam, ia tau kemana arah pembicaraan ini. “Aku tau.. Aku tau jika aku adalah malaikat setengah iblis! Dan aku juga tau, makhluk sepertiku tak dibutuhkan didunia ini! Tapi aku punya roh maupun jiwa! Aku juga ingin hidup seperti makhluk yang lain! Apakah aku salah jika aku memiliki keinginan seperti itu?!”

“Tak ada salahnya kau menginginkan sesuatu, tapi tak semua keinginanmu bisa terpemuhi.”

“Mau kau apakan Sung Ha?” Seok Jin menoleh kekanan saat mendengar suara namja. Ternyata Jong In yang melayang didekatnya.

Jong In menatap tajam Seok Jin. “Jangan pernah arahkan pistolmu kepada Sung Ha!” namja itu memukul wajah Seok Jin hingga terpental. Minri yang melihat itu segera menolongnya dan membantunya berdiri.

Jong In menggengam tangan Sung Ha. “Jangan pernah mengincarnya lagi.” Jong In membawa Sung Ha turun dan pergi dari rumah itu.

。゚ °Devil Child °゚。

“Dia telah memusnahkan sembilan dari sepuluh Teros yang telah kita bebaskan.” Sehun hanya diam menanggapi ucapan dari namja disebelahnya.

Saudaranya yang satu itu memang tak bisa diremehkan. “Cari Teros yang terakhir, beri dia sedikit kekuatan supaya dia bisa membuat onar didunia manusia.”

“Baiklah.” namja itu bersiap akan pergi tapi langkahnya terhenti saat Sehun memanggilnya.

“Bagaimana dengan Tae Hyung? Apakah dia sudah mencari yeoja itu?”

“Tae Hyung mengatakan, yeoja yang ia bawa waktu itu hanyalah manusia biasa, dan tak ada gunanya mencarinya.”

Sehun tersenyum miring. “Yeoja biasa? Apakah Kai mau kembali kedunia iblis hanya karena seorang yeoja biasa?!” “Bilang padanya, siapapun yeoja itu. Bawa dia kemari!”

“Baiklah.”

。゚ °Devil Child °゚。

Seok Jin menatap tajam kearah Jong In dan Sung Ha. Dengan cepat ia mengarahkan pistolnya kearah Jong In dan menembaknya.

Menyadari ada peluru yang mengarah padanya, namja itu segera melepaskan gengamannya pada tangan Sung Ha dan menghindarinya, ia melesat kearah Seok Jin. Seok Jin terlempar ketika Jong In berhasil menendang tubuh namja itu. “Apakah kau ingin membunuhku?”

Melihat Seok Jin yang terkapar, Minri mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya kesebelah kanan kepala Jong In. Jong In melirik tangan yeoja itu.

“Apakah kau ingin menembakku?”

“Jika kau bergerak, aku akan menembakmu!” Jong In menyeringai.

“Benarkah?” Jong In berbalik kekanan, membuat mulut pistol itu tepat berada di hadapannya. “Apakah kau berani menembakku?”

Minri berisap menarik pelatuknya tapi dengan cepat Jong In memutar tangan yeoja itu hingga pistol beralih mengarah kekepala Minri. “Apakah hanya sebatas ini kemampuan malaikat yang diutus untuk membunuh Sung Ha? Memalukan.” “Kembalilah kedunia kalian. Anggap saja kalian telah menyelesaikan misi kalian.”

Jong In membuang pistol itu kelantai lalu menghampiri Sung Ha dan membawa yeoja itu pergi.

Minri masih terdiam, ia masih mengingat kata-kata Jong In. Tak seharusnya agen rahasia seperti dirinya bisa dikalahkan semudah itu. Kaki Minri melemas dan tak mampu menopang tubuhnya, ia terjatuh dan menangis. “Dia benar, aku memang tak bisa diandalkan..”

Melihat adiknya yang menangis Seok Jin segera menghampirinya dan menenangkannya. “Sudahlah, kau jangan memikirkan kata-kata namja tadi. Itu tidak ada gunanya.”

“Tapi aku sudah mempermalukan nama baik agen rahasia kita. Aku memang tak berguna!” Seok Jin menarik Minri dalam pelukannya.

“Kau sudah bekerja keras, tanpamu aku tak akan permah menyelesaikan misi kita selama ini.”

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha masuk kedalam kamarnya, ia membaringkan tubuhnya di ranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Masih bergulat dipikirannya tentang Minri dan namja berwajah mirip Minri tadi. Apakah mereka benar-benar malaikat sepertinya? Apakah Jong In sudah mengetahuinya sejak awal?

Cekrek

Pintu kemar Sung Ha terbuka. “Kau sudah tidur?” tak ada jawaban.

Jong In masuk dan menutup pintu itu, ia menghampiri Sung Ha untuk memastika yeoja itu benar-benar tidur atau tidak.

Sung Ha menahan selimut itu tetap menutupinya saat Jong In mencoba menarik selimut itu. “Aku tau kau belum tidur. Bangunlah, ada yang ingin aku bicarakan.”

Sung Ha membalikan tubuhnya, membelakangi Jong In. Ia sedang tak ingin berbicara dengannya, kenapa Jong In tak mengatakan yang sebenarnya?

Jong In kembali menarik selimut Sung Ha. “Sung Ha..” “Rim Sung Ha!” Jong In mendesah frustasi, semenjak pulang sekolah Sung Ha selalu menghindarinya, ia tak tau apa penyebab Sung Ha menghindarinya.

“Baiklah! Terserah kau saja!” Jong In berjalan kearah kanan dan berbaring disamping Sung Ha, ia menutup matanya. Menyadari ada tubuh lain disampingnya Sung Ha segera membuka selimutnya dan mendapati wajah Jong In tepat didepannya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” Sung Ha segera bangkit dan menjauh dari Jong In.

“Ya! Keluar dari kamarku!” Sung Ha menggambil bantal dan memukul Jong In menggunakan bantal. “Keluar dari sini!”

Jong In melindungi tubuhnya dengan tangan. “Ya! Hentikan!” Sung Ha tak mendengarkan Jong In dan terus memukul namja itu.

“Keluar dari sini!” Jong In menarik bantal yang digunakan Sung Ha untuk memukulnya. Karena terkejut dan tak menyangka jika Jong In akan menarik bantal itu, Sung Ha terjauh tepat diatas tubuh Jong In dan hampir saya bibir mereka bertemu satu dengan yang lain.

Manik mata mereka bertemu cukup lama hingga pada akhirnya Jong In tersadar dan mendorong tubuh Sung Ha untuk menyingkir. “Keluarlah, ada yang ingin aku bicarakan.” Jong In segera bangkit dan keluar.

Jong In bersandar dipintu kamar Sung Ha, ia memegang dadanya yang entah kenapa terasa aneh. “Apa yang telah ku lakukan?”

Sung Ha menepuk-nepuk pelan pipinya menyadarkan dirinya sendiri bahwa ini hanyalah mimpi. Jantungnya berdegup kencang saat memikirkan wajah Jong In tadi.

Cekrek

Pintu kamar Sung Ha kembali terbuka dan mendapati sebuah sosok yang menjulurkan setengah badannya. “Cepat keluar.”

“Ya! Ketuk dulu sebelum masuk!” Sung Ha melempar bantal yang ada didekatnya tapi terlambat, sosok itu telah menghilang dibalik pintu.

“Ahhh jinjja! Dimana sopan santunnya?” gerutu Sung Ha. Yeoja itu akhirna keluar untuk menemui Jong In.

。゚ °Devil Child °゚。

Tae Hyung masuk keruangan Sehun, wajahnya menggambarkan ketidak sukaan dan keterpaksaan. Walaupun Tae Hyung mau mengabdi pada Sehun tapi tetap saja, ketidak suaannya pada iblis api biru takkan pernah hilang.

“Duduklah, ada yang ingin ku bicarakan padamu.” Sehun mempersilahkan duduk Tae Hyung dan dengan menurut namja itu duduk begitu saja.

“Ada apa?”

Sehun menopang dagunya menggunakan tangan kanan. “Aku ingin bertanya padamu dan ku harap kau bicara jujur padaku. Siapa y-”

“Dia bukan siapa-siapa.” potong Tae Hyung yang sudah tau kemana arah pembicaraan ini.

Sehun tersenyum. “Benarkah? Apakah Kai rela kembali kedunia iblis hanya demi yeoja biasa? Kau jangan membuatku tertawa!” rahang Sehun mulai mengeras, manahan amarahnya.

“Bawa yeoja itu kemari! Aku tak mau tau dia adalah yeoja biasa ataupun bukan, jika Kai bisa bersikap seperti itu sepertinya dia yeoja yang menarik.” lanjutnya.

Tae Hyung terdiam, ia tak mau melakukan itu. Jika ia membawa Sung Ha kehadapan Sehun, maka Sehun akan lebih berkuasa.

“Maafkan aku, tapi aku sama sekali tak tau siapa yeoja itu.”

BRAK!

Tubuh Tae Hyung terlempar kelantai saat kaki Sehun mengenai tubuhnya. “Apakah kau mau bermain-main denganku?”

Tae Hyung tersenyum miring dan bangkit. “Apakah ini dirimu yang sebenarnya?! Kau bahkan menghianati saudaramu sendiri hanya untuk menjadi raja iblis!”

BRAK!

Tubuh Tae Hyung kembali terpental setelah Sehun mendaratkan tendangannya kembali. “Kau tak tau apa-apa.” Sehun berjalan kearah Tae Hyung dan mencengkram kerah namja itu, memaksanya untuk berdiri.

“Kau.. Kau hanyalah iblis rendahan yang tak akan bisa mengalahkanku. Ini untuk terakhir kalinya aku bertanya. Siapa yeoja yang kau bawa kedunia iblis?”

Tae Hyung tersenyum miring melihat ekspresi Sehun. “Kau ingin tau siapa dia? Dia adalah yeoja yang dapat mengalahkanmu.” Sehun melempar tubuh Tae Hyung kedinding disampingnya.

“Jaga bicaramu, jika kau belum ingin mati ditanganku.”

Tae Hyung kembali bangkit dan menatap remeh Sehun. “Kau pikir apa yang akan dilakukan Kai padamu jika dia tau kau menghianatinya.” Sehun meengarahkan telapak tangan kirinya kearah Tae Hyung.

“Aku sudah meperingatkanmu untuk menjaga bicaramu.” mata Sehun tajam menyorot wajah Tae Hyung.

“Apakah kau mau bertarung denganku?” Tae Hyung membalas tatapan Sehun dengan tatapan tajam yang ia miliki.

。゚ °Devil Child °゚。

“Aku tau, ada lagi? Aku harus segera tidur, ini sudah malam.” Sung Ha bangkit dari sofa yang terletak dihadapan Jong In dan segelah masuk kekamarnya. Ia mengerti apa yang baru saja dikatakan Jong In. Tapi ia tak mau melakukannya, bagaimanapun juga ia belum mau jika harus keluar dari sekolah.

Sung Ha tau bahwa nyawanya sedang dalam bahaya tapi bukan berarti ia harus putus sekolah kan?

Jong In melihat kearah pintu kamar yang baru saja tertutup dan pada akhirnya memutuskan untuk mencari udara segar diluar.

Didekat sebuah taman yang tak terdapat seorangpun, Jong In menghentikan langkahnya. Tubuhnya tak bergerak, tapi bola mata namja itu sibuk melihat kekanan dan kekiri. Ia merasakan ada sesuatu yang sedang mengikutinya.

Jong In kembali melanjutkan langkahnya, dan tak lama kembali menghentikannya kembali. “Apa yang kau mau? Keluarlah.” ucapnya tanpa membalik pandangannya.

Seorang yeoja berambut panjang dengan setelan seragam sekolah keluar dari balik pohon.

Jong In menolehkan kepalanya kebelakang melihat siapa sosok itu, ia terkejut saat mendapati Sung Ha lah sosok yang tengah berdiri di belakangnya. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Jong In sembari membalik tubuhnya menghadap Sung Ha.

“Jong In..” ucapnya lirih. “Tolong aku..” yeoja itu memegangi lengannya yang terdapat bercak darah.

Tanpa pikir panjang Jong In berlari menghampiri Sung Ha, raut wajahnya tampak begitu khawatir. “Kenapa kau terluka?” namja itu mengecek luka di lengan Sung Ha. Terdapat luka bakar disana.

“Jong In..” panggil Sung Ha lirih.

Perlahan Sung Ha memeluk Jong In dalam dekapannya. “Jong In..” tangan yeoja itu melingkar dipinggang Jong In.

“Ada apa? Kenapa kau bisa disini? Dan luka itu?” Sung Ha mendongakan kepalanya menatap wajah Jong In yang masih tampak khawatir.

Mata Jong In melebar saat merasakan benda tajam menusuk pinggangnya. Cairan kental berwarna merah keluar begitu saja dari bekas tusukan itu. “Apa yang kau.. Lakukan?”

Wajah Sung Ha yang awalnya sangat jelas dimata Jong In berubah menjadi kabur dan pada akhirnya pandangan namja itu berubah menjadi hitam.

Ia tergolek lemas dipelukan Sung Ha.

Sesosok namja yang tak lain adalah ayah Tae Hyung keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan kearah Jong In. “Kerja bagus,” wajah Sung Ha perlahan berbuah menjadi sebuah sosok Teros yang memiliki wujud manusia.

Namja tadi mengambil bilah pisau yang digunakan Teros untuk menusuk Jong In. Pisau itu sengaja ia siapkan untuk membuat iblis kehilangan kesadarannya untuk sesaat.

Namja itu mengambil tubuh Jong In dan mengalungkan lengan namja itu dilehernya. “Terimakasih atas bantuanmu. Kau boleh berkeliaran sesukamu disini.”

Tanpa melawan Teros tadi pergi begitu saja meninggalkan Jong In bersama dengan ayah Tae Hyung.

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha mengerjapkan matanya beberapa kali. Dilihatnya jam yang terletak diatas meja didekatnya, menunjukkan pukul satu dini hari.

Ia berjalan kearah dapur dan mengambil segelas air untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

PRANG!

Gelas yang masih berisi air itu pecah seketika saat membentur permukaan lantai. “Ahhh apa yang aku lakukan.” Sung Ha segera menggambil pecahan gelas dan mengompulkannya ditangan.

“Aww..” rintihnya saat ibu jarinya tergores pecahan gelas dan mengeluarkan darah.

Ia segera membasuh tangannya dan mempelester lukanya. Setelah itu ia melanjutkan membersihkan pecahan gelas yang masih tersisa.

Sebelum kembali kekamarnya, Sung Ha melirik kearah pintu kamar Jong In karena penasaran Sung Ha mendekati pintu itu dan membukanya, memberi celah supaya ia bisa melihat keadaan didalam.

“Em? Kemana dia?” Sung Ha membuka pintu itu lebar saat tak mendapati sesosokpun diranjang.

“Jong In?” Sung Ha masuk kedalam kamar itu dan memeriksa setiap sudut, tapi percuma, tak ada siapapun dikamar itu.

“Apakah dia pergi lagi?” Sung Ha kembali kekamarnya dan membaringkan tubuhnya diranjang.

Tapi kemana dia? Kenapa dia pergi begitu saja? Apakah dia marah?

Sung Ha menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

Beberapa kali ia mencoba memejamkan matanya tapi tetap saja percuma, entah kenapa Sung Ha merasa sangat khawatir pada Jong In.

Yeoja itu bangkit dan mengambil jaketnya. Dengan ragu ia melangkah keluar dari rumah Jong In.

Keadaan pagi itu sangat hening, tak ada orang-orang yang beraktifitas karena masih jam dua pagi.

“Kita tidak tau hasilnya sebelum mencoba.”

“Baiklah aku akan mencobanya.” Seok Jin menyingkir dari tubuh Teros. Ia memanggil Minri dan menyuruh yeoja itu berdiri disampingnya. “Kau siap?” tanyanya pada Minri yang dijawab anggukan kepala.

“Sung Ha! Pergi dari sana!” kedua tangan Seok Jin menggengam kedua tangan Minri. Mata mereka terpejam dan tak berapa lama kedua tubuh itu diselimuti oleh cahaya yang terang. Rambut mereka terurai tertiup angin yang muncul dari tangan mereka.

Sung Ha segera menyingkir saat merasa Seok Jin akan melancarkan serangan.

Mata mereka terbuka bersama dan tangan kanan Seok Jin dan tangan kiri Minri mengarah ke Teros.

Sung Ha menutup matanya saat cayaha yang sangat terang muncul dari tangan mereka dan mengarah ke Teros.

WUSS!

Dengan cepat kilat, cahaya itu mengarah ke Teros dan mengenai makhluk itu. Tubuh teros yang berwarna hitam perlahan menghilang terkena cahaya itu.

Sung Ha membuka matanya saat cahaya itu mulai menghilang. Ia menghampiri Seok Jin dan juga Minri terengah-engah. Apakah sebegitu banyak kekuatan yang mereka keluarkan?

“Apakah itu kekuatan malaikat? Itu sangat mengagumkan!”

“Itu kekuatan kami, hanya kami yang bisa melakukannya.” Seok Jin tersenyum, ini pertamakalinya kekuatannya dipuji.

“Hanya kalian?”

“Ne.” sambung Minri. “Hanya malaikat kembar seperti kami yang bisa melakukannya.”

Seok Jin dan Minri memperhatikan tangan Sung Ha yang memegang lengannya. “Kau terluka?” tanya Minri.

“Pergilah. Makhluk ini tak mempan ditembak.” Sung Ha masih pada posisi berjaga, ia menahan tangan Teros dengan pedangnya saat tangan itu hampir saja memukulnya. “Cepat bawa Minri pergi dari sini!” Seok Jin tersadar akan lamunannya dan segera menbawa Minri menjauh dari Teros dan Sung Ha.

Seok Jin masih saja mengobati Minri. Tak jarang sesekali ia melihat ke arah Sung Ha yang sedang bertarung. Beberapakali yeoja itu terjatuh dan terbentur tapi ia tetap berusaha berdiri dan kembali menyerang.

Perlahan tapi pasti luka yang ada di tubuh Minri menghilang. “Kau tunggulah disini. Aku akan membantunya.”

“Tapi-”

Seok Jin segera terbang ke arah Teros dan Sung Ha bertarung. Ia berdiri di samping Sung Ha yang mulai kelelahan. “Kenapa kau kemari?” tanya Sung Ha

“Aku hanya tak ingin kalah dengan makhluk sepertimu.” Sung Ha tersenyum mendengarnya.

Mereka terbang bersama ketika teros itu menyerang ke arah mereka. “Kau ada ide untuk mengalahkannya?” tanya Seok Jin yang masih mengamati Teros dari udara.

“Yang aku tau, makhluk itu bisa dikalahkan dengan cara membakar habis jantungnya. Tapi hanya api biru yang bisa melakukannya.” Sung Ha dan Seok Jin terbang menukik menuju tempat Teros berdiri. Mereka menyerang bergantian makhluk itu.

“Apakah tak ada cara lain?” tanya Seok Jin disela pertarungan.

“Aku tidak tau. Jika iblis memiliki api maka kau malaikat memiliki cahaya. Coba kau keluarkan kekuatanmu untuk menyerangnya.”

“Apakah itu akan berhasil?”

“Kita tidak tau hasilnya sebelum mencoba.”

“Baiklah aku akan mencobanya.” Seok Jin menyingkir dari tubuh Teros. Ia memanggil Minri dan menyuruh yeoja itu berdiri disampingnya. “Kau siap?” tanyanya pada Minri yang dijawab anggukan kepala.

“Sung Ha! Pergi dari sana!” kedua tangan Seok Jin menggengam kedua tangan Minri. Mata mereka terpejam dan tak berapa lama kedua tubuh itu diselimuti oleh cahaya yang terang. Rambut mereka terurai tertiup angin yang muncul dari tangan mereka.

Sung Ha segera menyingkir saat merasa Seok Jin akan melancarkan serangan.

Mata mereka terbuka bersama dan tangan kanan Seok Jin dan tangan kiri Minri mengarah ke Teros.

Sung Ha menutup matanya saat cayaha yang sangat terang muncul dari tangan mereka dan mengarah ke Teros.

WUSS!

Dengan cepat kilat, cahaya itu mengarah ke Teros dan mengenai makhluk itu. Tubuh teros yang berwarna hitam perlahan menghilang terkena cahaya itu.

Sung Ha membuka matanya saat cahaya itu mulai menghilang. Ia menghampiri Seok Jin dan juga Minri terengah-engah. Apakah sebegitu banyak kekuatan yang mereka keluarkan?

“Apakah itu kekuatan malaikat? Itu sangat mengagumkan!”

“Itu kekuatan kami, hanya kami yang bisa melakukannya.” Seok Jin tersenyum, ini pertamakalinya kekuatannya dipuji.

“Hanya kalian?”

“Ne.” sambung Minri. “Hanya malaikat kembar seperti kami yang bisa melakukannya.”

Seok Jin dan Minri memperhatikan tangan Sung Ha yang memegang lengannya. “Kau terluka?” tanya Minri.

“Tidak ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobatinya nanti.”

Minri mendenkati Sung Ha dan memeriksa luka itu. Ia mendekatkan telapak tangannya tepat di depan luka itu. Perlahan luka itu tertutup dan kembali seperti semula, tak berbekas.

“Gomawo..”

“Ne. Tapi, kenapa kau keluar sepagi ini? Bahkan matahari pun belum muncul.”

“Aku sedang mencari Jong In, sepertinya dia marah kepadaku. Tapi..” Sung Ha memegang dadanya yang terada aneh. Ia seperti memiliki firasa buruk akan hal ini.

“Tapi apa?” tanya Seok Jin.

“Bukan apa-apa.” Sung Ha menggeleng dan tersenyum.

。゚ °Devil Child °゚。

Perlahan mata Jong In terbuka. Kedua tangannya terlentang, tubuhnya terikat di sebuah tiang terbuat yang dari batu.

Kepala namja itu masih terasa pusing, pandangannya juga masih sedikit kabur. Tapi ia bisa mendengar suara ayah Tae Hyung yang sedang berbicara dengan iblis lain.

Jong In bisa mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke arahnya. “Kau sudah sadar?” tanya pemilik langkah itu.

Jong In mengerjapkan matanya beberapa kali, memperjelas pandangannya. Ayah Tae Hyung tengah berdiri di hadapannya sekarang. “Kita bertemu lagi, Kai.” sapa ayah Tae Hyung.

Setelah cukup sadar, Jong In mengedarkan pandangannya mencari tau dimana ia berada sekarang.

Apa ini? Jong In bisa melihat kota dunia iblis dari sana. Ia mengedarkan pandangannya kekanan dan kekiri. Istana? Apakah dia sedang berada diatas istana?

Jong In melihat tubuhnya yang terikat. “Apa ini?” tanya Jong In meminta penjelasan. “Kenapa aku bisa ada disini?”

Ayah Tae Hyung semakin mendekat diikuti beberapa iblis penjaga yang membawa sebuah tabung yang sangat besar.

Tangan kanan ayah Tae Hyung memegang kening Jong In. “Apa yang kau lakukan?” tanya Jong In bingung.

Ayah Tae Hyung mengucapkan suatu kata-kata yang tak bisa Jong In dengar dengan jelas karena terlalu pelan.

Jong In terbatuk saat tangan kiri ayah Tae Hyung tiba-tiba menekan dadanya. “Apa yang kau.. Lakukan?” Jong In kembali terbatuk dan bercak darah keluar dari mulutnya.

Nafasnya memburu seakan ia merasa sangat kelelahan. Namja itu menggerang saat merasa ada sesuatu di dalam tubuhnya yang tertarik keluar.

Aura berwarna biru mengalir masuk ke dalam tabung kaca besar yang ada di depan Jong In.

“Aarrrgghhh!!” Jong In semakin menggerang saat secara perlahan kekuatannya terpisah dari tubuhnya.

“Kau awasi dia. Panggil aku jika ada sesuatu.” ucap ayah Tae Hyung pada salah satu iblis penjaga yang ada di sana.

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha berjalan kesana kemari di kamarnya. Sudah siang hari tapi Jong In masih juga belum kembali.

Sejak dini hari ia telah berkeliling seoul tapi tetap saja, ia tak bisa menemukan namja itu.

Sung Ha mengedarkan pandangannya saat merasakan aura di dalam kamarnya mulai terasa panas. “Kenapa tiba-tiba disini terasa panas.”

Sung Ha keluar dari kamarnya. Ia terkejut saat mendapati sofa tempatnya biasa duduk telah tiada. Ia mengedarkan pandangannya dan kembali mendapati beberapa benda menghilang. “Apa yang terjadi?”

。゚ °Devil Child °゚。

Di tempat lain, di dunia iblis, Jong In terus saja menggerang. Ia berteriak seguat yang ia bisa menahan rasa sakit yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Salah satu iblis benjada yang berdiri di dekat tabung itu berbisik pada iblis di sampingnya. Iblis yang dibisiki itu segera masuk ke istana.

Beberapa menit kemudian iblis itu kembali bersama dengan ayah Tae Hyung. Ayah Tae Hyun melihat tabung yang sudah penuh. “Hentikan. Ini sudah cukup.” perintahnya pada iblis di sampingnya yang langsung dikerjakan.

Ayah Tae Hyung menghampiri tabung yang sekarang berwarna biru itu. Ia meraba permukaan tabung seakan kagum dengan benda yang ada di hadapannya.

Wajah Jong In tertunduk, tak sadarkan diri. Hampir seluruh kekuatannya habis terhisap dan masuk ke dalam tabung. “Buang dia ke dunia manusia.” perintah ayah Tae Hyung pada beberapa iblis yang berdiri di sekitarnya.

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha diam menatap sebuah dinding yang belum lama ia lewati. Di sentuhnya dinding yang dingin itu. Berulangkali ia mencoba menuliskan nama Kai. Tapi tetap saja dinding itu tak berubah.

Sung Ha benar-benar tak mengerti apa yang terjadi. Kenapa Jong In menghilang, dan kenapa rumahnya juga lenyap. Apakah terjadi sesuatu kepadanya?

Tes tes tes

Sung Ha mendongakkan kepalanya saat butiran-butiran air mulai berjatuhan dari langit.

Sung Ha lebih menepi saat hujan turun semakin deras. Ia mengusap kedua tangannya karena merasa kedinginan.

Brak!

Sung Ha terkejut saat mendengar suara benda jatuh. Matanya tertuju pada sebuah sosok yang tergeletak di ambang gang. Yeoja itu menyipitkan matanya memperjelas pandangannya.

Hujan yang lebat menyulitkan Sung Ha melihat wajah sosok itu. Tapi sepertinya ia mengenali namja itu.

“Jong In?” yeoja itu segera berlari menghampiri Jong In yang tergeletak di jalan. Ia tak peduli dengan tubuhnya yang saat ini basah kuyup terkena air hujan.

“Jong In?!” Sung Ha memegang kedua pipi Jong In yang terasa dingin. Wajah namja itu pucat seperti orang yang kehilangan nyawanya.

Merasa ada yang aneh, Sung Ha mendekarkan telinganya pada dada Jong In. Ia memejamkan matanya untuk lebih bisa merasakan detak jantung Jong In.

Deg deg deg

Walaupun sangat pelan Sung Ha masih bisa mendengarnya. Yeoja itu mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang bisa menolongnya.

Dengan susah payah Sung Ha memapah Jong In untuk berteduh di gang yang memang hanya bisa sedikit melindungi mereka dari hujan yang lebat.

Sung Ha menyandarkan tubuh Jong In di dinding. Yeoja itu menaruh telapak tangannya di dada Jong In dan saat itu juga dari telapak tangan Sung Ha keluar cahaya.

“Aku mohon bangunlah.”

Sung Ha menghentikan kegiatannya itu. Ia menoleh ke belakang, melihat hujan yang masih terus mengguyur. Dengan ragu yeoja itu memapah Jong In menembus hujan yang lebat. “Aku mohon bertahanlah..”

Berulangkali Sung Ha dan tubuh Jong In terjatuh. Tapi berulangkali juga Sung Ha mencoba bangkit dan melanjutkan langkahnya dengan memapah tubuh Jong In yang menurutnya berat.

Setelah beberapa lama, yeoja itu sampai di sebuah rumah. Lantai tempat dimana Sung Ha berpijak telah basah karena air yang menetes dari tubuh Sung Ha dan Jong In.

Sung Ha menegan bel dangan penuh harapan. Berharap pemilik rumah mau menolongnya. Ia menekan bel sekali lagi saat pintu itu tak kunjung terbuka.

Saat ia akan menekannya lagi pintu itu terbuka melihatkan sesosok yeoja dengan baju biru mudanya. “S-Sung Ha? Apa yang terjadi?” yeoja itu tampak terkejut saat mendapati keadaan Sung Ha dan Jong In.

“Minri..” ucapnya lirih. “Tolong aku.”

Minri menangkap tubuh Sung Ha dan Jong in saat yeoja itu hampir saja jatuh. “Seok Jin! Cepat kemari!”

Minri membawakan segelas coklat panas dan memberikannya pada Seok Jin.

Setelah mengganti pakaian Sung Ha dan Jong In dengan makaian mereka. Minri dan Seok Jin membiarkan mereka untuk tidur.

Dengan menyesap coklat panas itu Seok Jin masih berpikir. Ketika ia mengganti pakaian Jong In tadi. Ia merasa tubuh namja itu terlalu dingin untuk seorang iblis. Ditambah saat ia memeriksa nadi dan detak jantungnya yang sangat lemah.

“Bagaimana keadaan Sung Ha?” tanya Seok Jin pada Minri yang duduk di sampingnya.

“Dia hanya sedikit demam dan kelelahan. Dengan tidur dia akan bisa pulih dengan sendirinya.”

“em.”

“Lalu bagaimana dengan Jong In? Dia terlihat sangat pucat tadi. Apakah dia baik-baik saja?”

Seok Jin bangkit dari duduknya dengan segelas coklat panas yang masih di tangannya. “Ikut aku.” ucapnya dan masuk ke sebuah kamar tempat dimana Jong In berada.

Tanpa perotes Minri berjalan mengikuti Seok Jin.

Dengan menyesap coklat panasnya, Seok Jin terus memandangi Jong In. “Lihatlah dia. Aku baru pertamakali melihat seperti ini.”

Sung Ha berjalan mendekati Jong In yang terbaring di ranjang milik Seok Jin. “Apakah dia masih hidup?” tanya Minri saat melihat keadaan Jong In.

“Ne. Tapi, detak jantungnya begitu lemah.”

Seok Jin menaruh cangkir yang sudah kosong itu di meja di dekat ranjangnya. “Sung Ha ambilah alat untuk mendeteksi aura.”

“Baiklah.”

Minri segera mengambil alat yang dimaksud oleh saudaranya itu. Saat ia ingin kembali ke kamar Seok Jin ia melihat Sung Ha yang barusaja keluar dari kamarnya.

Minri berjalan mendekati Sung Ha. “Kau harus istirahat.” ucapnya.

“Ani. Aku harus melihat keadaan Jong In. Dimana dia?”

“Dia ada di kamar Seok Jin. Ikut aku, aku juga mau ke sana.”

Minri membuka pintu kamar Seok Jin. Ia segera menaruh alat itu di dekat tubuh Jong In.

Seok Jin sedikit terkecut mendapati sosok Sung Ha yang barusaja memasuki kamarnya. “Sung Ha? Kenapa kau disini? Kau seharusnya beristirahat.”

“Bagaimana keadaannya?” tanyanya karena semenjak Sung Ha menemuka Jong In di jalan ia tampak begitu mencemaskan keadaan namja itu.

“Aku belum bisa mengatakan bagaimana keadaannya saat ini.”

Seok Jin mengambil alat yang belum lama ditaruh Minri di dekat tubuh Jong In. Namja itu tampak menekan beberapa tombol di sana. Menit berikutnya ia memakai kacamata yang memang pasangan dengan alat yang saat ini Seok Jin bawa.

Ia terdiam beberapa saat setelah melihat Jong In dengan kacamata itu. “Sung Ha..” panggil Seok Jin pelan.

“Ne?”

“Seberapa besar kekuatan yang dimiliki Jong In?” tanyanya tanpa memandang kearah Sung Ha.

“Apa maksudmu?”

Seok Jin melepas kacamata yang ia kenakan. “Kekuatan yang ia miliki sangat sedikit. Mungkin itu yang menyebabkan Jong In tak sadarkan diri. Tapi, bagaimana bisa iblis hidup dengan kekuatan yang sangat minim seperti itu.”

Tak mingin jika kekuatannya habis hanya karena bertarung, dan tak mungkin jika keturunan raja sepertinya hanya memiliki kekuatan seminim ini. Lalu, kemana semua kekuatan yang ia miliki?

Dengan alat tadi Seok Jin hanya bisa melihat satu perlima dari kekuatan yang ada pada diri Jong In.

“Apakah terjadi sesuatu?” tanyanya lagi.

“Sebenarnya.. Malam terakhir aku berbicara dengannya ada sedikit perdebatan diantara kami. Lalu pada akhirnya aku tidur lebih awal darinya. Tapi ketika aku terbangun, dini hari. Aku tak menemukannya di kamarnya. Dan aku berinisiatif mencarinya. Dan saat itu aku bertemu kalian. Setelah bertemu kalian aku kembali mencari di seluruh tempat tapi aku tetap tak menemukannya. Ketika aku kembali ke rumah. Aku tetap tak menemukannya. Dan tak lama berselang, ada yang aneh dengan rumah Jong In. Benda-benda di sana hilang satu persatu seperti sihir yang hilang. Aku tak tau apa yang terjadi, tapi setelah aku keluar dari rumah itu. Aku tak bisa masuk lagi.” jelas Sung Ha panjang lebar.

“Dimanarumah itu berada?”

“Rumah milik Jong In bukanlah rumah biasa. Ia menciptakannya dengan kekuatan yang ia miliki dan tak ada yang bisa memasukinya kecuali Jong In memberi kunci. Dari luar kau tak akan menemukan sesuatu tapi jika kau sudah berada di dalamnya kau akan bisa mengetahui bahwa itu adalah sebuah rumah.”

“Maksudmu Jong In tinggal di rumah yang ia bangun dengan kekuatannya?” tanya Minri.

“Ne.”

“Kurasa itu sebabnya kau tak bisa membuka tumah itu lagi. Kurasa Jong In telah kehilangan banyak kekuatan hingga ia tak mampu mempertahankan rumah itu.” jelas Seok Jin, mengambil kesimpulan.

Seok Jin, Sung Ha dan Minri menatap Jong In bersamaan. Jika benara apa yang disimpulkan oleh Seok Jin, lalu apa penyebab Jong In kehilangan kekuatannya?

Itulah yang ada dalam pikiran Seok Jin sekarang.

。゚ °Devil Child °゚。

Ayah Tae Hyung masuk ke sebuah ruangan yang di kelilingi oleh api biru. Diruangan itu hanya ada dirinya dan sesosok namja. “Aku telah membawakannya.”

“Bawa masuk.”

“Ne.” ayah Tae Hyung kembali membuka pintu dimana ia masuk tadi. Tiga iblis secara bersamaan masuk dengan membawa sebuah tabung besar yang berwarna biru.

“Apakah ini..” Sehun berjalan mendekati tabung itu sesaat setelah ketiga iblis itu menaruhnya di hadapannya.

“Ne. Ini milik Kai.”

Sehun menyeringai. Ia terlalu bahagia melihat benda biru yang ada di hadapannya. “Kau bisa pergi sekarang.” perintahnya pada ayah Tae Hyung dan ketiga iblis tadi.

Namja itu mengusap pelan tabung yang ada di hadapnannya. “Kai.. Kau memang bisa diandalkan.”

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha terus saja menggenggam tangan Jong In yang terasa sangat dingin. Sudah tiga hari berselang. Tapi kekhawatiran Sung Ha terhadap Jong In semakin bertambah, karena Jong In masih tak menunjukkan perubahan.

Wajah namja itu masih pucat, tubuhnya pun dingin, dan detak jantungnya yang masih lemah. Sampai hari itu juga Jong In belum juga membuka matanya, dan itu membuat Sung Ha ingin menangis.

“Jong In..” air mata yeoja itu akhirnya tumpah saat ia merasa takut jika ia kehilangan Jong In.

Ia mencium tangan kanan Jong In yang ia genggam. “Aku mohon.. Bangunlah..” air mata Sung Ha semakin tumpah saat ia merasakan sesak di dalam hatinya.

Ia menangis dalam diam. Bagaimanapun juga Sung Ha tak ingin jika Seok Jin ataupun Minri terganggu akan suara tangisannya.

Tanpa Sung Ha sadari Seok Jin dan Minri telah memperhatikannya dari celah pintu yang sedikit terbuka.

Bukan berniat mengintip ataupun menguping, hanya saja saat mereka ingin melihat kondisi Jong In mereka mengurungkan niatnya saat mendengar suara Sung Ha yang sangat jelas terdengar parau.

Perlahan Seok Jin menutup pintu itu dan membiarkan Sung Ha menangis. Setidaknya itu yang bisa ia lakukan saat ini.

Bersambung..

About fanfictionside

just me

16 thoughts on “FF/ DEVIL CHILD/ EXO-BTS/ pt. 5

  1. Kejem bgt bapak taehyung sama sehun kekuatannya smp diisep gitu. duh penasaran sama lanjutannya. aku mohon jangan lama2 ya. sehun jaat -_-

  2. Aiishh itu si ehun ya jahat ngambil kekuatanya kai..
    Terus gimana masa kai mati jangan dong … Aduh penasaran thor next jgn lama2y udah gk tahan*?*

  3. sehunnnnnn -_- jahat ih, itu lg Taetae keceplosan kalo sungha bakal kalahin sehun otomatis sehun kan penasaran :’v nexxxttt

  4. Anyeong! Aku reader baru mian bru coment.
    Aku suka cerita.a konflik.a jg dpt ditunggu part 6.a
    kangen sm gelagat.a Kai sama Sungha.
    Jngn lama2 y thor kelanjutan.a and klo bs smpe part akhir, soal.a kebanyakan ff yg aku bca pd ngegantung semua g smpe end.
    Mkanya aku ru coment tkut.a ngegantung lg. #Mianhae jadi curcol#

  5. hikshikshiks:( bias aku sehun kenapa jadi sejahat ituuu?? aku bener bener gasuka ini ff pertama kali aku baca dimana sehun jadi sejahat itu:( tapi aku suka jalan ceritanya ko thor hehe:D
    kai kasian bangett dia menderita garagara pengkhianatan saudaranya sendiri aku harap kai bisa kuat lagi yaa:(
    tapi di part ini untungnya seokjin sama minri jadi baik sama kai dan sungha fiuhh sukur deh:)
    yaudah deh segini aja thor komennya dan jangan lama lama ya thor post next partnya aku penasaran soalnya kkkk:D
    dan hwaiting thorrrr!!!^_^

  6. aiissh.. thor, lama bgt lanjutannya? sebenernya aku gk suka sama hal” yg berbau korea, kecuali beberapa filmnya. tp abis baca ff ini jadi tertarik ama ff yg laen :p jd penasaran gitu..

  7. Gak nyangka sama sehun yg mengkhianati kebaikan Kai😦
    Ayo min semangat ya bikin ceritanya
    Dari part 1 sampai 5 ini bikin greget.
    Terus kayanya Kai sama Sung Ha saling jatuh cinta ya o.O

  8. gilaaaaaa ceritanya makin daebbak aja thor makin kesini makin ugh, kainya T-T sehun diem diem ya hah emang iblis.
    semangat thorr buat nulisnya xx.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s