FF/ SCHOOL ROMANCE LIFE/ BTS-BANGTAN/ pt. 4


Tittle: School Romance Life Pt.4
Category: School life, unsur NC/Yadong, Sad, Romance.
Cast:
– jungkook Hyo Ri
– Kim Seok Jin 
– Jung Yura
– Suga as Min Yoongi
– Yun Ha Ri
– Jeon Jungkook
– J-Hope as Jung Hoseok
– Other Cast

Author : ChinJiSel 
@ChinJiSelID
Disclaemer: berdasarkan imajinasi sendiri:)

———————————————————————

                                ***

Bell kelas berbunyi menandakan kelas berakhir,

Hyori berjalan malas keluar kelas,

“Hyori-ahh! Tunggu~”Hoseok mengejar Hyori dari belakang, Hyori menoleh.

“Waeyo?”

“Mau minum moccachino?”Ajak Hoseok.

“Anni, aku sedang malas.”

“Ayolah~”Rengek Hoseok,

Tak lama Jin keluar kelas dan melihat Hoseok dan Hyori berdua.
Hyori langsung menatap Jin datar,

“Hyori? Kajja~!”Hoseok menggeret Hyori, tapi Hyori segera melepaskan pegangan Hoseok.”Shireo~!”

Hyori pergi, Jin langsung menatap Hoseok Tajam dan Hoseok juga begitu.

Taehyung khawatir melihat keduanya saling menatap seperti itu,”Hyung! Lebih baik kita pergi. Kajja!”Taehyung mendorong Jin pergi, hoseok hanya menatap sinis.

                              ***

Hyori sibuk memainkan ponselnya, mengutak-atik akun SNS-nya.
Di Timeline-nya, terdapat banyak foto-foto dan berita tidak penting. Hyori melempar ponselnya ke tempat tidur dengan malas.”Ini membosankan!”
“Tapi ini lebih baik daripada harus mengahadapi kedua pria itu”

Hyori melirik jam tangannya, pukul 7 malam,”Mungkin berkeliling asrama dapat menghilangkan bosan.”

Hyori bangun mengambil sweaternya, lalu keluar kamar.

Hyori berjalan terus menyusuri jalan koridor asrama melewati puluhan kamar murid-murid sekolah.

Udaranya begitu dingin, Hyori memasukan kedua tangannya ke kantong sweater dan terus berkeliling.

Hyori memicingkan matanya saat melihat seseorang yang ada ditaman asrama dan berdiri dibawah bola lampu sambil bersandar ditiangnya.”Kim Seok Jin?”Tebak Hyori. Tak lama seseorang pria datang ke pria yang berdiri itu —Yang menurut hyori adalah Kim Seok Jin— Itu bukannya Hoseok? Tebak Hyori lagi, Mereka berbicara dengan serius,

Tak lama,

‘BUGG’ 1 Tinji melayang ke Jin
‘BUGG’ 1 Tinju lagi mendarat diwajah Hoseok, Hoseok bangun dan segera menarik kerah baju Jin dan meninju wajah jin, Jin tidak mau kalah dia segera bangun tapi Hoseok langsung meninju perut Jin.
Mereka berkelahi?! Hyori panik dan Langsung berlari ke arah mereka berdua.

“Yakk! Gumanhae~”lerai Hyori, tapi mereka tidak mau berhenti.

“Gumanhae, Kim Seok Jin, Jung Hoseok! Yakk!~”Teriak Hyori hingga memekikan telinga keduanya akhirnya keduanya berhenti.

“Apa yang kalian lakukan? Apa kalian begitu bodoh menyelesaikan masalah dengan berkelahi?”

Keduanya diam, Hyori melihat wajah keduanya. Hoseok tidak papa, tapi Jin? Darah segar mengalir dari sudut bibir Jin dan memar di sudut pelupuk matanya.
Jin mengelap sudut bibirnya, Hoseok merapihkan bajunya dengan tampang kesal dan terus memperhatikan Jin.
“Gumanhae~”Keluh Hyori lagi.

Hoseok pergi begitu saja, Hyori menatap Jin, Jin membalas tatapan hyori sebentar kemudian pergi sambil memegangi perutnya.

“Seok Jin-aa~”Jin tidak menghiraukan Panggilan Hyori lama-kelaman Jin menghilang.

                                ***

Hyori menopang dagunya lalu menoleh ke tempat duduk Hoseok, Hoseok hanya diam dengan tampang dingin. Hyori menoleh lagi ke tempat duduk Jin. Kosong. Apa pukulan Hoseok begitu keras? Apa luka diwajahnya begitu parah sampai dia tidak masuk kelas? Perutnya, Hoseok kan meninju perutnya. Apa perutnya sakit? Pikir Hyori.

“Kim Taehyung~ apa kau tau kenapa Jin tidak masuk?”Teriak Jihyun dari bangkunya hingga semua tatapan mengarah ke Jihyun.

Taehyung menggeleng,

“Kau?”Jihyun menunjuk Namjoon, Namjoon juga menggeleng,”Kau? Kau?”Jihyun menunjuk Yoongi dan Jungkook dan jawabannya sama, mereka semua tidak tahu. Kemudian tatapan sinis Jihyun menuju ke Hyori,”Yakk! Gadis bodoh! Kenapa jin tidak masuk kelas?”

Sekarang tatapan² itu mengarah ke Hyori, hyori menarik nafas lalu menoleh ke Jihyun,”Bukannya kau lebih tau Jin daripada aku? Kenapa harus bertanya padaku?”Kata Hyori dengan santai.

Jihyun melotot ke Hyori, Semua menatap Jihyun dan Hyori dengan Ngeri.

“Annyeonghaseyo!”Suara Shin Ssaemm masuk ke kelas.
“Kita akan mulai belajar, semua hadir?”

“Kim Seok Jin tidak hadir”Teriak Ketua kelas.

“Wae? Ada yang tau?”Tanya Shin Ssaem.

Semua menggeleng, Hyori dan Hoseok diam.

“Baiklah, kita mulai saja pelajarannya. Kita membahas tentang permintaan dan penawaran. Buka buku kalian halaman.256″Suruh Sonsaengnim, Semua murid membuka buku mereka.

” A. Permintaan, Banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar, dengan tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu inilai yang disebut permintaan. Hubungan antara harga dan permintaan disebut hukum permintaan. Konsep hukum permintaan dikemukakan oleh Alfred Marshall bahwa adanya hubungan terbalik antara harga dan permintaan. Jadi ,hukum permintaan menyatakan: “Apabila harga suatu barang naik, permintaan barang tersebut akan turun, Jika harga suatu barang turun, permintaan barang tersebut akan naik, ceteris paribus,” Hukum permintaan ini hanya berlaku apabila asumsi harga faktor lainnya selain harga barang tersebut dianggap terpenuhi, asumsi ini dikenal dengan ceteris paribus.”Terang Shin Ssaemm,

Apa aku harus ke kamar jin sekarang? Ahh~ aku akan pura-pura minta izin ke toilet. Pikir Hyori.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah:
1. Harga barang lain
2. Pendapatan masyarakat
3. Selera masyarakat
4. Jumlah penduduk
5. Ramalan Harga di masa datang”

Hyori mengangkat tangannya,”Sonsaengnim, boleh aku izin ke toilet?”

“Ohh~ ne”Shin Ssaemm mengizinkan.
Hyori berlari keluar, dikelas Jihyun juga mengangkat tangannya,”Sonsaengnim, aku juga izin ke toilet?”

“Anni. Satu-persatu.”Shin Ssaemm melarang Jihyun.Jihyun membalas dengan tatapan ketus.

                                 ***

Hyori melirik ke kanan kiri memastikan agar tidak ada yang melihatnya menuju kamar jin.

Hyori memencet bell kamar jin. 
1 kali tidak ada reaksi,
2 kali tidak ada juga,
3 kali ‘Ceklek’

Jin membuka pintunya, jin melongo karna hyori yang ada dihadapannya sekarang.
Hyori melirik kanan-kiri lalu mendorong Jin dan masuk.

“Seok Jin-ahh, Gwaenchana? Kenapa tidak masuk kelas?”Hyori memegang kedua pipi jin pelan,”Kau belum mengganti bajumu sejak semalam?”

“Harusnya kau dikelas sekarang.”Jawab Jin mengalihkan pembicaraan.

“Jangan mengalihkan pembicaraanku, Apa lukamu sakit? Kau sudah mengkompressnya? Ahh~ Hoseok memukul perutmu semalam, apa perutmu tidak papa?”

“Aku tidak apa-apa.”Jawab Jin Singkat.

“Kau sudah sarapan? Aku akan beli bubur, kau mandi saja dulu, palli!”Hyori mendorong Jin ke kamar mandi, Jin menurut Hyori segera keluar dan membeli bubur lalu kembali lagi.

Hyori masuk ke kamar Jin, Jin belum selesai mandi. Hyori berjalan ke dapur dan memindahkan buburnya ke mangkuk lalu mengambil segelas air putih, hyori meletakannya dimeja.

Hyori melihat-lihat kamar Jin, Hyori sudah berkali-kali memasuki kamar itu tapi tidak pernah memerhatikan secara detail, Hyori menemukan sebuah buku album foto dimeja belajar Jin, Hyori mengambil dan membukanya disitu terdapat foto anak kecil yang memegang sebuah mainan pesawat sambil tersenyum manis,”Itu Jin? Waktu dia kecil? Ahh~ dia sangat lucu”. Hyori melihat ke foto lain, yang ini foto anak kecil dengan topi koki diatas kepalanya sambil membawa sepiring makanan ditangannya,”Ini Jin juga? Dia seorang Koki Junior ya? Wahh~”,

Hyori membuka halaman berikutnya, ini Jin yang sudah besar bersama dengan seorang wanita paruh baya,”Ini jin dan Eomma-nya? Eomma-nya sangat cantik. Ahh mereka benar-benar mirip, Matanya dan Bibirnya.”Hyori terus memperhatikan keduanya,

“Sedang apa kau disitu? Apa ada yang mengizinkanmu mengutak-atik barang pribadiku eoh?”Jin langsung merebut Album Photo yang Hyori pegang. Hyori terkejut, “A-aku hanya melihat-lihat saja, aku tidak sengaja melihat album foto itu.”

“Arraseo, tunggu saja disana”Jin menunjuk sofa. Hyori duduk, Hyori memerhatikan Jin yang sedang mengacak rambutnya dengan Handuk lalu menopang dagunya. ‘Apa itu daya tariknya? Memang wajar banyak murid perempuan yang diam-diam menginginkannya, dia benar-benar tampan walau wajahnya babak belur seperti itu dan dia juga tampak seksi’ Pikir Hyori, Hyori menggelengkan kepalanya dengan cepat ‘Ahh~ sejak kapan aku seperti ini?’

Jin mendekati hyori dan duduk disebelahnya, hyori malah terus memperhatikannya, Jin menatap bingung lalu menjentikan jarinya didepan wajah Hyori,”Kau tidak papa?”

Hyori tersadar,
“Eh, Anni. Gwaenchana”

“Kau bilang akan membelikanku makanan?”

“Ne, aku beli bubur, kau tidak bisa makan makanan berbentuk besar lihat bibirmu, kalau kau membuka mulutmu terlalu lebar itu akan sakit”,Hyori mengambil mangkuk buburnya dan menyodorkannya ke Jin. Jin hanya melihat mangkuk tersebut.”Kau yakin? Aku kan sedang sakit harusnya kau menyuapiku”Protes Jin,

“Mwo? Aish~ Jinjja. Baiklah buka mulutmu.”Hyori mengambil 1 sendok buburnya dan menyuapi Jin seperti Seorang Ibu yang menyuapi anaknya.

“Hyori-ssi~”Panggil Jin pelan.

“Mwo?”Hyori terus menyuapi Jin,

“Tentang aku dan jihyun waktu itu..”Tiba-tiba Hyori berhenti menyedok buburnya dan menatap Jin.

“Wae?”

“Aku dan Jihyun memang saling mengenal, dulu aku adalah seseorang anak yang pembangkang dan melakukan apapun yang aku suka tanpa memikirkan akibat termasuk apa yang aku lakukan dengan Jihyun, dan yang harus kau tau aku melakukan ‘itu’ dengan Jihyun tanpa perasaan cinta sama sekali”

Hyori diam lalu mengingat isi pesan dari taehyung itu,
.
.
.
“Jin Hyung, dia itu yang paling brutal diantara kami itu terjadi sejak kematian ibunya yang meninggal karna kecelakaan mobil 5 tahun lalu, ibu hyung mengendarai mobilnya dengan cepat karna terbawa emosi saat melihat Ayah Hyung berselingkuh dengan wanita lain”

“Lalu dengan Jihyun, Hyung kenal Jihyun sudah lama Dan kalau kau bertanya apa Jihyun dan Hyung punya hubungan lebih memang benar, Jihyun bahkan dulu sering berada dikamar Hyung setiap hari, tapi kalau perasaan hyung aku tidak tau, menurutku sih hanya untuk kepuasaan semata. Ahh~ tanya saja sendiri.”
.
.
.

“Arraseo, aku tahu semua.”Jawab Hyori Singkat sambil tersenyum kecil.

“Mwo? Kau tidak marah atau tidak mencoba menjauhiku?”

“Jika aku ingin melakukan itu, aku akan melakukannya sejak lama dan aku tidak akan disini sekarang. Kau tau kenapa aku disini? Itu karena aku telah menerimamu apa adanya, lagipula itukan masa lalumu, aku tidak melihat Kim Seok Jin yang dulu aku hanya melihat Kim Seok Jin yang ada didepanku sekarang. kesalahan seseorang seiring waktu akan terhapuskan oleh waktu dimasa depan jika orang itu benar-benar akan berjanji tidak melakukanya lagi.”Jawab Hyori sambil tersenyum lebih lebar lagi.

Jin menarik Hyori kedekapannya,”kau itu unik karna itu aku menyukaimu”

‘DEG’ Menyukaiku? Apa tidak salah dengar, ahh~ mungkin maksudnya Jin itu suka berteman denganku. Pikir Hyori.

“Seok Jin-ssi, cepat habiskan buburmu.”

“Arra~ aaa?”Jin melepas pelukannya dan membuka mulutnya, Hyori segera menyedok buburnya dan memasukannya kemulut jin.

Kemudian,
Buburnya habis. Hyori mengambil ponselnya dari roknya lalu mengetik sebuah pesan.

To : Yun Hari

Hari-ssi, Sepulang sekolah tolong bawakan tasku ya? Aku dikamar jin sekarang.

“Kau sedang apa?”Tanya jin sambil melirik ponsel hyori.

“Mengirim pesan ke Hari agar membawakan tasku pulang sekolah nanti”Jawab Hyori sambil terus mengetik.”Selesai.”Sambung Hyori.

Hyori sekarang memerhatikan memar Jin,”Ya, Lukamu? Apa hoseok memukulmu dengan keras.”

“Aku cukup tangguh untuk menahan tinjuannya Hyori-ahh”

Hyori tertawa geli,”Jinjja? Bagaimana kalau aku yang meninjumu? Aku ini petinju terbaik dikeluargaku.”

“Lelucon yang lucu”

“Aku serius. Ahh~Baiklah. Sebenarnya kenapa kau bisa berkelahi dengan Hoseok?”

“Itu urusan pria, wanita tidak perlu tahu”

“Apa urusannya terlalu serius sampai wanita tidak boleh tahu?”

‘BRAKKBRAKK’ Jin dan Hyori menoleh ke arah pintu, seseorang menggebrak-gebrak pintu.

Jin berdiri dan membuka pintunya,

“Oppa! Oppa, wajahmu kenapa? Mana gadis bodoh itu?!!!”Omel Jihyun lalu masuk ke kamar Jin dan menghampiri jin.

“Kau! Kenapa kau berduaan dengan Jin eoh!”

“Hyung, kau kenapa eoh? Kenapa wajahmu seperti itu? Kau berkelahi? Kapan? Kenapa tidak mengajakku.”Tanya Taehyung. Semua orang langsung melotot ke Taehyung.

“Aku bilang kenapa kau berduaan dengan Jin! Kau apakan dia sampai seperti itu! Kau memukulnya eoh!”Jihyun mulai menjambak rambut Hyori.

“Ya. Hentikan!”Jin menarik tangan jihyun agar lepas dari rambut Hyori.

“Oppa kenapa membelanya?! Harusnya kau membelaku aku lebih lama mengenalmu daripada gadis sial ini!”

“Taehyung-ahh, bawa dia pergi”Suruh Jin sambil terus mencengkram tangan Jihyun.

“Mwo? Aku lagi? Ahh~ kenapa aku selalu dapat bagian Jihyun noona”Taehyung memutar bola matanya dengan malas dan menarik Jihyun.

“Yak! Taehyung! Lepaskan aku!”Taehyung terus menggeret Jihyun keluar.

“Taehyung! Lepas!”Taehyung melepas tangan Jihyun.

“Kenapa kau ikut campur eoh?”Omel Jihyun.

“Jihyun-ssi! Berhenti saja, Hyung sudah tidak menyukaimu lagi”

“Mwo? Berhenti, Cih! Setelah dia membuatku benar-benar mencintainya dia pergi begitu saja. Dengar ya! Kali ini aku tidak akan main-main lagi! Katakan itu pada Jin dan gadis sialan itu!”

Jihyun pergi dengan amarahnya yang nyaris meluap-luap.

                                  ***

“Gwaenchana?”Tanya Jin sambil memegang kepala Hyori, Hyori mengangguk pelan.

“Hyung! Kenapa kau bisa seperti ini?”Tanya Namjoon sambil menepuk pundak

“Semalam dia berkelahi dengan Hoseok”Hyori menjawab duluan.

“Mwo? Hyung~ Jinjja? Bagaimana bisa?”Namjoon melongo.

“Dia tidak memberitahuku, katanya ini masalah pria”hyori menjawab lagi.

“Masalah? Mworago? Kita kan pria. Malhaebwa?”Kata Namjoon penasaran.

“Ahh~ sebaiknya aku kembali ke kamar”Potong Hyori.

“Ne”

                                ***

“Ahn Hyori, Kau pikir bisa merebut Jin dariku? Ahh~ kali ini aku tidak main-main Hyori-ssi, kita lihat saja nanti”Kata hyori sambil tersenyum licik, dia mengambil ponselnya dan mencari sebuah nomor lalu menekan ‘Call’

“Yeoboseyo? Ahh~ Jihyuneyo. Aku butuh bantuanmu bisa? Bawa 3 orang lainnya nanti malam kita bertemu dibelakang gedung asrama. Geurae, Annyeong.”Jihun mematikan Sambungannya dan menatap layar dengan tatapan jahat.

                               ***

“Suga Oppa~”Panggil Yura manja sambil tidur didada polos yoongi dan memainkan jemarinya didada yoongi yang dalam keadaan naked sama seperti dirinya dan hanya ditutupi oleh selimut putih saja, dilain sisi Yoongi juga mengelus punggung dan bahu polos yura.

“Mwo? Suga?”

“Itu akan menjadi nama panggilanmu dariku sekarang, sekarang aku memanggilmu suga.”

“Suga? Itu nama apa, terdengar seperti Sugar yang artinya Gula?”

“Ne, Suga berasal dari Sugar yang artinya Gula karena kau memiliki senyum yang benar-benar manis seperti gula, aku akan menanggilmu Suga Oppa~”

Tiba-tiba Suga membuat Senyum yang lebar dan sangat manis,
“Ahh~ Min Sugaa~~ itu terdengar keren”

“Ahh Oppa~ Kau hanya boleh tersenyum seperti itu padaku ne? Yaksok?~.”Kata Yura sambil mencubit pipi Suga gemas, Yoongi menganguk lalu meraih dagu Yura dan Menciumnya, tak lama Yura memundurkan bibir Yoongi dari bibirnya.

“Wae?”

“Kita sudah main 2 ronde, apa kau mau lagi eoh?”

“Mmm.. kau lelah?”

“Aku hanya takut sesuatu”

“Mwoya?”

“Bagaimana kalau aku hamil? Kita sudah melakukannya berkali-kali?”

“Mwo? Kau tidak sedang hamil kan?”

“Aku hanya khawatir. Kita masih memerlukan waktu 1 tahun lagi untuk lulus dari sekolah.”

Tiba-tiba Yura memeluk Yoongi sangat erat,
“Kalau itu benar-benar terjadi kau tidak akan meninggalkanku kan?”

Yoongi hanya diam tidak ada jawaban, Yura bangun dan duduk memeluk lututnya,”kau pasti akan pergi~”Yura menangis,Yoongi hanya menatap punggung putih Yura yang duduk disebelahnya.

Yoongi bangun lalu memeluk Yura,”Jangan memikirkan hal yang belum terjadi Chagi~”

“A-aku hanya mengantisipasinya”

“Lagipula kau selalu meminum pil pencegah kehamilan itu kan?”Tanya Yoongi, Yura mengangguk. Yoongi mengelus rambut yura,”Tidak perlu khawatir”

                                  ***

Malam-malam Hyori sibuk mengubrak-abrik isi kulkasnya, dia benar-benar lapar sekarang.

“Ahh~ aku lapar, dikulkas itu tidak ada penghuninya, ahh~ jinjja! Oh~ aku akan delivery order saja.”Hyori mengambil ponselnya dan menelpon restaurant yang ada didekat asrama.

“Yeoboseyo, Ne, aku ingin pesan kentang goreng, minumannya tidak usah, di asrama Minguk High School Kamar nomor 151 lantai 2. Ne, Gamsahamnida~”Sambungannya terputus, Hyori hanya tinggal menunggu saja.

‘TingNong’ Bell kamar hyori berbunyi, Hyori kaget,”aku baru saja mematikan sambungan tiba-tiba pesanannya sudah datang? Oh~ daebak” Hyori bangun dan membuka pintu namun yang ada dihadapannya bukanlah Kurir dari restaurant tapi 2 pria berpakaian Hitam dengan wajah tidak terlihat, kedua pria itu segera membungkam mulut hyori dengan sapu tangan yang terdapat aroma bius sehingga Hyori pingsan..

                                 ***

Pagi ini murid-murid belajar dikelas seperti biasa, begitu juga Hari Yura.

“Hari-ssi, bagaimana hubunganmu dengan Jungkook?”

“Baik-baik saja”

“Ya~ kau dan aku kan pernah melakukan ‘itu’ dengan pacar kita masing-masing bahkan berkali-kali, aoa kau tidak takut hamil?”

“Hamil? Aku belum terpikirkan hal itu, lagian aku selalu minum obatnya? Kau juga kan?”

“Ne, tapi bagaimana kalau obatnya sedang tidak bekerja? Itu kan memungkinkan untuk kita hamil, aku benar-benar khawatir”

“Memangnya kenapa? Kau tidak hamil kan?”

“Aku cuma mengantisipasi, aku hanya takut jika itu terjadi Yoongi akan meninggalkanku, butuh waktu 1 tahun lagi untuk menyelesaikan sekolah lagipula kita masih terlalu muda untuk menjadi orangtua”

“Ahh~Yura-sii, jangan berpikiran yang aneh-aneh, Ya~ ngomong-ngomong Hyori tidak masuk kelas ne?”Kata Hari sambil melirik tempat duduk Hyori.

Yura menoleh ke tempat duduk hyori,”Mollayo, mungkin iya, tapi wae? Apa terjadi sesuatu?”

“Aku akan mengirim pesan”Hari merogoh roknya dan mengambil ponselnya lalu mulai mengetik pesan.

To : Ahn Hyori

Hyori-si, gwaenchana? Kenapa tidak masuk kelas hari ini?

Hari menyentuh tombol ‘Send’

Tak lama, notifikasi pesan masuk datang dilayar ponsel hari.

From : Ahn Hyori

Gwaenchana.

“Apa katanya?”Yura menyenggol hari.

“Baik-baik saja.”

“Hanya itu?”

“Ne,”

Yura dan Hari diam seketika, Dong Ssaem masuk ke kelas, “Annyeonghaeyo!”

Semua murid berdiri lalu membungkuk,

“Baik, kita mulai pelajaran hari ini. Ada yang tidak hadir?”

Ketua kelas berdiri,
“Ahn Hyori”

“Wae?”

Semua murid menggeleng, Dong Ssaem hanya mengangguk.

                                 **

“Ahn Hyori tidak masuk? Hyung, wae?”Senggol Taehyung ke Jin.

Jin diam dan berpikir sesuatu,

“Hyung~ kau tahu dimana hyori?”

Jin menggeleng pelan,

“Ahh~Hyung~”

>>

“Pelajaran hari ini cukup sampai disini, annyeonghaseyo!”Dong Ssaemm Keluar kelas semua murid juga ikut keluar.

Yoongi dan Jungkook mulai merangkul pacarnya masing-masing.

“Ya~ kau tau hyori kenapa?”Tanya Taehyung.

“Dia tidak masuk, dia bilang dia baik-baik saja. Mungkin dia sedang ingin membolos kelas”Jawab Hari santai.

“Kau yakin?”

“Dia yang mengirim pesannya padaku”

Yang lain mengangguk lalu bubar,

                            ***

2 hari
3 hari
4 hari,
Hyori belum juga masuk sekolah, saat dihubungi ponselnya tidak diangkat, tapi setelah dihubungi dia langsung mengirim pesan ‘Gwaenchana’ hanya itu setiap hari.

Hari,Yura,Taehyung,Jin, dan yang lain berkumpul dikoridor kelas.

“Hyori masih belum masuk juga?”tanya taehyung sambil bersandar didinding koridor.

Yang lain menggeleng,”dia tidak menjawab telponku, dia hanya mengirim pesan ‘Gwaenchana’ saja setiap hari”Ujar Hari.

“Aku akan ke kamarnya”Sahut Jin yang lalu pergi menuju kamar Hyori.

                            ***

‘TingNong’Jin terus menekan bell kamar Hyori berkali-kali.

“Ahh~ buka pintunya”keluh Seok Jin.

Jin terus menekan Bell tapi tidak ada jawaban dari penghuninya, Jin melirik ke kanan-kiri memastikan tidak ada siapapun lalu mendobrak pintu kamar Hyori.

‘BRAKK’ Pintunya terbuka tapi tidak ada siapa-siapa didalam, Jin mencari diseluruh ruang yang ada dikamar hyori tapi tidak menemukan apapun.

Tiba-tiba dipikiran jin terlintas Jihyun,
Ini pasti ulah Jihyun, Pikir Jin. Jin langsung berlari keluar dan mencari jihyun.

Jihyun sekarang berada di Taman Asrama dan sedang berbicara dengan murid lain, dari kejauhan jihyun melihat jin yang mendekatinya lalu dia menyuruh temannya pergi.

“Oppa~ Kau datang~..”Sambut Jihyun manja,

“Dimana Hyori?”Jihyun mengerutkan dahinya,

Jihyun mendecak,”Hyori? Mana aku tau, kenapa kau mencarinya? Bukankah lebih bagus kalau tidak ada dia? Kita bisa berduaan kan, jadi tidak ada pengganggu”

“Dimana dia?”

“Molla~!”Jawab Jihyun sambil menaikan nada suaranya.

“Yak!”

“Mwo! Aku bilang tidak tau ya tidak tau!”Jihyun pergi dari hadapan jin.

Jin menatap Jihyun dengan kesal,
Aku akan mengikutimu malam ini, Pikir Jin.

                             ***

Jin membuktikan pikirannya kalau dia akan menguntit Jihyun malam ini,
Jin memakai tshirt hitam dengan sweater hitam dan memakai tudungnya.
Jin terus menunggu Jihyun sampai keluar kamar, dia melihat jam tangannya sekarang pukul 21.00. 
Jihyun terlihat keluar sekarang dari kamarnya, lalu pergi ke sebuah tempat yang berada dibelakang asrama.

Jin terus mengikutinya dengan hati-hati, tiba-tiba Jihyun berhenti dan menoleh kebelakang, “Siapa disana?”Jihyun memerhatikan pandangannya dengan tajam  “Ahh~ Mungkin hanya perasaanku saja”Kata Jihyun kemudian melanjutkan langkahnya.

Jihyun berjalan ke arah Sebuah Gudang yang tidak terpakai dibelakang asrama.
Jihyun masuk lalu menemui gadis yang sekarang terikat dan duduk lemas didepannya,

Seorang pria datang dan menghampiri Jihyun,
“Jihyun-ahh, dia tidak mau makan? Padahal aku sudah memaksanya”

Jihyun menatap gadis itu jahat, dia membungkuk lalu menarik kasar pipi gadis itu dengan 1 tangannya,

“Kau benar-benar mau mati ya?”Bentak Jihyun, gadis itu hanya menatap tak berdaya kekuatannya benar-benar habis selama 4 hari ini.

‘PLAKK’ Telapak tangan Jihyun mendarat sempurna dipipi gadis itu hingga pipinya memerah, gadis itu hanya bisa menangis.

“Itu akibatnya kalau kau merebut Jin dariku!”

“YOON JIHYUN!”teriak Jin dengan lantang dan masuk, Jihyun benar-benar kaget tapi seketika ekspresi itu menghilang,”Oppa~ kau datang? Ahh~ aku sudah menunggumu”

“Lepaskan dia!”Bentak Jin.

“Lepaskan? Tidak semudah itu Oppa~”Jin maju dan hendak meraih Jihyun tapi 4 orang pria datang dan memegangi Seok Jin.
“Yaa!”

“Jika kau mau melepaskan Hyori, ada 1 syarat”Jihyun maju dan mendekati wajah seok jin.

“Mwo?”

Jihyun membisikan permintaannya ke Seok Jin, Seok Jin diam dan berpikir

“Kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa,”Jihyun berjalan menuju gadis itu dan menarik rambutnya kasar, gadis itu hanya bisa meringis.

“Arra!”Teriak Jin. Jihyun tersenyum licik.

“Kalian keluar saja, tidak usah membawa gadis brengsek itu bungkam saja mulutnya, aku ingin dia melihat apa yang akan aku dan jin lakukan”Kata Jihyun sambil menyunggingkan sebelah sudut bibirnya.

“Mwo? Anni.”Protes Jin.

“Wae Oppa? Hyori harus melihat ini.”Jihyun melambai tangannya ke 4 pria itu agar keluar setelah 4 pria itu keluar Jihyun mulai maju dan mendorong Jin duduk dibangku kosong yang ada disamping mereka kemudian Jihyun duduk dipangkuan Jin lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Jin.

Hyori membelalakan matanya, Hyori benar-benar ingin teriak dan menghentikan Jin tapi mulutnya saja disumpal seperti ini, Hyori tau pasti Jin melakukan itu agar jihyun melepaskannya tapi itu tidak benar.

‘BUGG’ Jin bangun dan mendorong Jihyun darinya,

“Oppa! Wae?”Protes Jihyun.

“Aku tidak akan melakukan denganmu lagi.”

“Arra! Kalau begitu jangan harap aku melepaskan Hyori”

Jin mendecak, Lalu berjalan menuju Hyori, lagi-lagi 4 pria itu datang dan memegangi Jin, tapi kali ini Jin memberontak dan malah memukuli 4 orang pria itu. Jihyun hanya melongo.

Setelah semuanya Ambruk, Jin langsung melepaskan ikatan Hyori dan membawanya pergi.

                             ***

Hyori berada di UKS sekarang dengan yang lain.

“Gwaenchana?”Jin mengusap ouncak kepala Hyori,

“Hyori-ssi, aku benar-benar khawatir kenapa Jihyun bisa menculikmu seperti itu?”Tanya Yura.

“Dan kenapa kau bisa membalas pesanku?”Tambah Hari.

“Jihyun mengambil Ponselku, dia yang membalas pesanmu”Jawab Hyori.

Hari membulatkan mulutnya sambil mengangguk-angguk,
“Pantas saja balasannya singkat”

“Bagaimana dengan jihyun?”Tanya Taehyung.

“Dia akan dikeluarkan dari sekolah, aku sudah melaporkannya”Sahut Jin.

“Dikeluarkan?”Semua membulatkan matanya.

“Ne.”Jin mengangguk mantap.

“Ahh~ yang penting masalahnya sudah elesai, Ya! Sebentar lagi kan liburan tahun baru kalian mau kemana?”Sela Namjoon diperbincangan tentang Jihyun.

“Pulang ke rumah. Aku merindukan orangtuaku.”Sahut Hari,

“Nado~ aku juga mau ke rumah”tambah yura.

Jin diam, dia tidak akan pulang ke rumah menemui Ayahnya yang sangat ia benci.

“Jin~ahh, kau?”Hyori membangunkan Jin dari lamunannya.

“Pulang ke apartemenku?”Jawab Jin Sederhana.

“Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke pantai naksan? Disana terkenal sunrise dan sunsetnya yang sangat indah. Perayaan sunrise juga selalu diadakan setiap tahunnya pada 1 Januari dimana orang-orang banyak yang datang untuk membuat permohonan di tahun baru.”Jelas Namjoon panjang lebar.

“Setuju!”Semua bersorak memenuhi ruang UKS kecuali Hyori yang hanya mengangguk.

“Okee! Nanti aku yang atur jadwalnya”Tambah Namjoon.

                                ***

Kali ini dikelas terasa sangat ramai dari biasanya, dan mereka terdengar sibuk membicarakan liburan tahun baru.

Hoseok berjalan menuju bangku Hyori,
“Hyori-ah, katanya kau diculik jihyun?”

Hyori mengangguk,”Waeyo?”

“Jangan dekati jin lagi kalau begitu.”

Hyori menaikan sebelah alisnya,
“Mwo? Maksudmu?”

“Kau baru saja diculik bagaimana nanti? Kau bisa diapakan oleh jihyun?”

“Jihyun sudah dikeluarkan dari Sekolah, dia bisa apa sekarang?”Sahut Jin yang kini berjalan dan merangkul Hyori.

“Ahh~baiklah, Hyori-ssi, liburan tahun baru kau mau kemana?”Tanya Hoseok lagi.

Belum sempat Hyori menjawab Jin malah menjawabnya duluan,
“Kami  akan pergi ke pantai naksan untuk menikmati sunrise dan sunset berdua”Jawab Jin dengan tatapan meremehkan ke Hoseok.

Hoseok menatap Jin sinis,
“Aku tidak bertanya padamu!”

“Aku hanya mewakilinya saja, apa tidak boleh?”Jawab Jin enteng.

“Kau!”Hoseok mengangkat telunjuknya dan mengarahkannya ke Jin.

Hyori berdiri dan meregangkan tangannya ke arah keduanya,
“Yakk! Jangan bertengkar lagi”

“Annyeonghaseyo! “Kang Ssaemm masuk ke kelas, semuanya langsung bergegas duduk dibangkunya masing-masing.

“Kalian terlihat sangat gembira eoh? Aku membawa kabar baik, liburan tahun baru ini akan dimulai, jadi besok kalian bisa pulang kerumah masing-masing”

“WOHOOOOO~”Sorak semua murid hingga memenuhi isi ruangan kelas.

“Arra! Dan Kalian akan Masuk tanggal 4 Januari. “

Semua murid diam seketika, “Kang Sonsaengnim, Tanggal 4 Januari? Itu terlalu cepat. Setelah tahun baru tanggal 4 sudah masuk, ahh~ sonsaengnim.”Protes salah satu murid.

“Tenang saja, tanggal 4 masuk tapi kalian masih dibebaskan belajar selama 1 minggu disekolah.”Jelas Kang Saaem.

“Ahh~ Sonsaengnim.”Keluh Murid lainnya.

“Tidak ada yang protes. Arra~ ayo kita mulai pelajarannya.”

                                 ***

Para murid keluar dari gerbang asrama sambil membawa koper pakaian masing-masing, begitu juga Hyori, Hari, Yura yang jalan bersamaan keluar.

“Chagi-yya!”panggil jungkook yang kini berlari dengan membawa tas punggungnya yang besar diikuti Yoongi,Jin,Namjoon,Taehyung.

Hari menengok lalu tersenyum,”Jungkook-ah~”

Jungkook merangkul Hari, Yura yang melihat yoongi juga lanhsung memanggil pacaranya itu,”Min Sugaaa~”

“Suga?”Namjoon mengerutkan dahinya,
“Sugar?”Tambah Taehyung.
“Gula?”Tambah Jungkook lagi.

“Waeyo? Aku memanggil yoongi, Suga.”Tanya Yura, Yoongi sekarang meraih pinggang Yura dan tersenyum lebar untuk menunjukan maksudnya.

“Ahh~”Semuanya mendesah.

“Min Suga, itu keren kan. Haha..”Kata yoongi bangga sambil menunjukan ekspresi sombongnya.

“Baiklah~ yya! Kita jadi berlibur ke Pantai Naksan?”Taehyung menyenggol Namjoon.

“Ne, hari minggu. Ini kan hari kami jumat,”

“Sampai ketemu hari minggu!”Teriak Taehyung yang pergi begitu saja diikuti jungkook-Hari, Jin-Hyori, dan Namjoon, kecuali

“Kau aku antar ne?”Kata Yoongi ke yura.

“Boleh~ “Jawab yura.

“Yaa! Kalian mau pulang atau tidak!”Teriak satpam yang daritadi memerhatikan yoongi dan yura.

Yoongi mengeluarkan tatapan sinisnya dan menggandeng Yura.

Didepan gerbang sudah terdapat Mobil
Mercedes Benz SLR McLaren Roadster, Yura menganga ‘Apa itu mobil suga?’Pikir Yura.

“Wae? Kenapa kaget seperti itu? Haha”Tanya Yoongi yang sekarang melihat ke arah yura.

“A..ani, itu mobilmu?”

“Ne. Kajja!”Yoongi berjalan menuju seorang ahjussi yang menunggu didepan pintu mobil.

“Ahjussi~ aku akan mengantar Yura dulu. Ahjussi bisa pulang sendiri kan? Ahjussi bisa naik taxi, bus, atau terserah, aku hanya ingin berdua dengan Yura.”Kata Yoongi dingin pada ahjussi itu yang tak lain adalah Supirnya.

Ahjussi itu melongo,
“Ne, tapi tuan?”

“Ahjussi~!!”Keluh Yoongi mengayunkan nada suaranya lebih tinggi.

Ahjussi itu langsung menyingkir dari pintu mobil, Yoongi membukakan pintu mobilnya untuk Yura dan Yura pun masuk.

Yoongi langsung berjalan kesisi pintu mobil sebelah,

                             ***

Yura terus memerhatikan isi mobil Yoongi lalu memerhatikan Yoongi yang sedang berkonsentrasi menyetir mobilnya.

“Oppa~”

“Hmmm”gumam yoongi.

“Ahjussi tadi, kenapa kau menyuruhnya pulang sendiri? Diakan bisa ikut bersama kita. Bagaimana kalau dia tidak memegang uang untuk pulang?”

“Biarkan saja, dia pasti bawa uang. Tenang saja tidak perlu dipikirkan”

“Jinjja? Tapikan kasian”

“Ayolah~ ini hanya masalah biasa”

“Baiklah”

Yoongi kembali serius menyetir mobilnya, Yura mengalihkan pandangannya ke jalan kemudian membuka tasnya dan mengambil sebuah Yoghurt.

Yura membuka Yoghurt Strawberry-nya dan menyendok 1 suapan ke mulutnya.

“Oppa~ mau?”Tanya Yura sambil mengangkat Yoghurtnya.

“Mwoya?”Yoongi menengok sekilas kearah genggaman Yura.

“Yoghurt Strawberry. Ini cobalah buka mulutmu?”

Yoongi membuka mulutnya lalu Yura nenyuapi Yoghurtnya ke mulut Yoongi.

“Enak kan? Aku suka makan ini sebagai cemilan”

Yoongi mengecilkan matanya sambil mengecap mulutnya,”Asam~”

Yura tertawa sedikit,
“Haha, ini manis hanya sedikit asam saja namanya juga Strawberry”

“Makan saja sendiri. Aku tidak suka.”Jawab Yoongi ketus, Yura hanya mempoutkan bibirnya dan memakan Yoghurtnya lagi.

Setelah 30 Menit mereka tiba di depan gerbang sebuah rumah yang cukup besar

“Kita sampai! Sebentar aku buka gerbangnya dulu”

“Tidak ada security?”

“Eobseo~ Security sedang libur karna salah satu keluarganya ada yang sakit”

“Pelayan?”

“Mereka juga mengambil libur. Sekarang rumahku kosong. Tidak ada siapapun. Orangtuaku juga sedang pergi ke jepang karna bisnis.”

Yura turun dari mobil dan membuka gerbangnya, Mobil yoongi segera masuk kerumahnya.

^

Yura dan Yoongi masuk kerumah Yura.

“Duduklah, Tunggu disini~ aku ingin mengganti bajuku”Yoongi duduk disofa ruang tamu, Yura segera menuju kamarnya untuk mengganti bajunya.

@KamarYura

Yura mengganti seragamnya dan memakai Mini dress casual dengan lengan pendek berwarna Putih setelah selesai Yura turun dari kamarnya.

Yoongi tengah duduk santai sambil melihat-lihat dekorasi ruang tamu,

“Oppa~ mau minum apa?”sela Yura diaktivitas pengamatan Yoongi. Yoongi menoleh ke arah Yura dan menatapnya dari bawah hingga atas.

“Kenapa malah menatapku? Aku tanya mau minum apa? Apa sajakan? Baiklah”Yura melesat ke dapurnya diikuti Yoongi dibelakang

Yura membuka kulkasnya dan mengambil sirup, lalu mengambil Gelas dan menuangkan sirupnya ke gelas kemudian Yoongi memeluk Yura dari belakang, mengunci pinggang yura dengan kedua tangannya.

“Chagi-yya~”

“Hmmm”Yura hanya bergumam dan tetap sibuk menuangkan sirupnya. Yoongi menyapu rambut Yura yg menutupi leher yura lalu menempelkan hidungnya ke leher yura.

“Chagi~~”Panggil Yoongi manja, Yoongi sesekali meniup eher yura yang membuat yura merinding, Yura memutar tubuhnya ke hadapan yoongi dan mengalungkan kedua tangannya lalu tersenyum menggoda.
Yoongi menurunkan tangannya ke pinggul Yura,

“Oppa~~”Panggil Yura dengan nada menggoda.

                                      ****

Night Seoul, Han River.

“Ahh~ tempat ini tidak banyak berubah.”Taehyung menghela nafas sambil memandangi Sungai Han yang mengalir tenang didedepannya kemudian duduk di sebuah kursi panjang.

‘HiksHiksHiks’ terdengar suara isakan yang arahnya tak jauh dari tempat Taehyung duduk, Taehyung menoleh ke arah itu.

Sesosok Gadis, Gadis itu menangis terisak. Taehyung memiringkan kepalanya sambil memicingkan matanya. Tak lama Gadis itu mengeluarkan cutter dari tasnya. Taehyung mengedipkan matanya berkali-kali dengan ekapresi bingung, Gadis itu mengarahkan Cutternya ke pergelangan tangannya. Dia ingin ‘Bunuh Diri’ ?

Taehyung dengan sigap berdiri lalu berjalan ke arah gadis itu dan memegang salah satu tangannya,”Kau mau mati?”

Gadis itu mendongak,”Neon Nuguya? Lepaskan!”

“Benar-benar ingin mati? Ahh~ kenapa orang-orang dengan mudahnya ingin melukai dirinya sendiri bahkan mati? Mengerikan.”

“Apa urusanmu eoh!”

“Eobseo, Geunyang (Hanya saja) Apa kau masih waras? Kenapa mau bunuh diri? Kasus bunuh diri di Korea sudah tinggi mau menambah lagi?”

Gadis itu menggigit bibirnya dan menahan air mata yang hendak keluar (lagi) lalu menunduk lemas,”Ini sulit.”

Taehyung duduk disebelah gadis itu dengan antusias,”Wae?”

“Dia meninggalkanku begitu saja. Dia ja—hat”

“Ini pasti tentang pria”

“Dia akan bertunangan dengan wanita lain, dia pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaanku. Maeumi Appo, Gaseumi Appo (Hatiku sakit, Dadaku sakit)”

“Kalau begitu tinggalkan saja, Pria seperti itu tidak pantas ditangisi. Cih~ apalagi bunuh diri.”Jawab Taehyung enteng.

Mata merah gadis itu kini melotot ke arah Taehyung,”Kau tidak mengerti!”

“Geuraesseo?”Taehyung mengacak rambutnya,”Apa yang tidak aku mengerti? Hanya gadis bodoh yang seperti ini”

Mata gadis itu kembali sayup, “Apa aku begitu bodoh?”

“Ne, Bodoh. Kau bodoh.”

Gadis itu berdiri kemudian pergi,

“Yaak! Kau mau kemana? Pergi begitu saja?”Panggil Taehyung.

Gadis itu menoleh,”Wae?”

“Tidak berkenalan dulu? Aku Taehyung.”

Gadis itu mengerutkan keningnya,”Kim Taehyung?”

“Kau tau margaku?”

Seketika wajah Jae In berubah datar,
“Kwon Jae In-imnida”Jawabnya.

“Kwon Jae In?”Kata Taehyung tak percaya,”Jae In-aa~ ini kau?”Sontak Taehyung berdiri kemudian mendekati wajah Jae In dengan ekspresi tidak percaya.
“Eo~ kau berubah banyak? Ahh~ tapi sifatmu masih sama seperti dulu cengeng”

“Dan kau tetap menyebalkan!”jawab Jae in sinis.

“Yaak! Meskipun aku menyebalkan dulu kalau kau diganggu anak-anak nakal kau suka datang menangis dan bercerita padaku. Tak jarang aku disangka melakukan yang tidak-tidak padamu. Menyusahkan saja.”

“Kalau aku menyusahkan kenapa kau terus mendengarkanku?”Protes Jae In.

“Karena kau terlihat menyedihkan”

“Yakk! Kau mau mati ya!!”

“Haha~ aku bercanda. Eh~ masih ingat ciuman pertama kita?”Smirk Taehyung mengembang. Seketika Jae In bersemu-semu.

“KIM TAEHYUNGG!!!!”

                                     ****

Namjoon berjalan menuju kamar apartemennya tiba-tiba didepannya Seorang Wanita berjalan tergopoh-gopoh ke arahnya,

‘Brukk!’ Benar. Wanita ini jatuh ke arah Namjoon dengan cepat Namjoon menangkap tubuh wanita itu ke pelukannya.

“Noona-ssi. Gwaenchana?”Tanya Namjon, khawatir.

“Eummhh”Gumam Wanita itu. Namjoon terlihat bingung, Namjoon melirik ke segala penjuru memastikan tidak ada yang melihat kemudian Namjoon menarik wanita itu ke apartemennya.

‘Ceklek’

Namjoon membuka pintu apartemennya, kemudian menidurkan wanita itu di atas tempat tidurnya.

Kini Namjoon berkacak pinggang dan mengacak rambutnya,”Eotheokaji? aisshi~”Namjoon berniat mengambil minum ke dapur tapi saat dia membalikan tubuhnya wanita ini memanggil Namjoon.

“Yaa~”Panggilnya.

“Mwo?”

“Aku mau minum”

“Eo~Chakkaman.”

Namjoon berarah ke kulkas mengambil minuman,”Tunggu~ untuk orang mabuk. Air dingin atau Air hangat? Ahh~aku lupa. Berikan air hangat saja”

Namjoon beralih ke wanita itu, menyodorkan Segelas Air Hangat ke depan wajahnya.

“Apa?”Tanya wanita itu dengan polosnya.

“Kau mau minum kan? Ini.”

“Bukan. Minum Minuman lagi”

“Mwo? Tidak ada. Berhentilah minum, kau sudah cukup mabuk”

Wanita itu berdiri walaupun tidak benar lalu menarik kerah baju Namjoon,”Berikan aku lagi!”

Namjoon membulatkan matanya, menatap tak percaya,’Apa wanita ini gila?’Pikirnya.

“Jeosonghamnida Noona-ssi, aku saja baru pulang dari Asrama-ku.”

Wanita itu terduduk,’HiksHiks’

“Noona-ssi, Waeyo?”

“…..”Tidak ada jawaban. Namjoon mendesah,”Noona-ssi, Lebih baik tidur saja. Kau boleh menginap disini.” Namjoon mendorong tubuh wanita itu tidur dan menyelimutinya.

                                     ***

“Mpthh…mpthh…..ahhh…..”Yura mendesah dalam
lumatan bibir Yoongi sementara tangannya terus
mengacak-acak rambut belakang pacarnya itu.

Tiba-tiba terdengar suara mesin motor dari luar rumah, Yura menghentikan aktivitasnya dibibir Yoongi, Yoongi menatap Yura yang berda dibawahnya.
“Kau dengar? Ada seseorang diluar? Sebaiknya kau bersembunyi”

Yura mendorong Yoongi yang beraa diatasnya dan memakai pakaiannya dengan cepat begitu juga Yoongi yang segera memakai Seragamnya.
“Bersembunyi di toilet saja~”Kata Yura.

“Mwo?”

“Palli~”Yura mendorong Yoongi masuk ke toilet tamu. Sementara itu seseorang mengetuk pintu rumah.

Yura segera merapihkan pakaian dan rambutnya, setelah memastikan dia dalam keadaan rapih Yura langsung membuka pintunya.

‘Ceklek’

“Eo~Ahjussi!”Yura segera membungkuk, Yang datang adalah Sang Security rumahnya.

“Yura~yya, kau sudah kembali?”

“Eo~ baru saja. Ada apa? Bukannya ahjussi mengambil cuti.”

“Ne, Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Appamu. Katanya mereka pergi selama 2 minggu”

“Mwo? Katanya hanya 3 hari?”

“Ada kepentingan mendadak yang membuat mereka harus lebih lama di jepang”

“Ahh~ Arraseumnida.”

“Ne, di garasi itu mobil siapa? Apa ada seseorang didalam?”

“Eobseo~ aku meminjam mobil temanku.”

“Ahh~ Baiklah, Yura~ssi. Aku ingin menumpang ke toilet sebentar ne~”Ujarnya, Yura mengiyakan. Sang Ahjussi masuk, dan menuju toilet tamu.

Secara Responsif, Yura menarik lengan Ahjussi itu.”Anniya~ di toilet kamar tamu saja”

“Wae? Memangnya disini kenapa? Aku ingin disini.”

“A—anniya, Toiletnya sedang rusak”Celetuk Yura,

“Jinjja? Kalau begitu biar ahjussi perbaiki”Sang Ahjussi pun memegang gagang pintu dan berniat membukanya tapi Yura segera menghadang didepan pintu hingga membuat si Ahjussi tampak mengerutkan  keningnya

“Tidak perlu.”

“Wae?”

“Aku sudah memanggil Tukang Service, dan aku juga sudah membayarnya jadi sayang jika jasanya tidak terpakai. Ahjussi bisa pakai toilet kamar tamu”

“Ahh~ baiklah”ahjussi itu pergi ke kamar tamu, Yura mengelus dadanya merasa aman. Yoongi lansung keluar dari toilet.
“Orangtuamu pergi 2 minggu?”

“Yya~ kenapa keluar? Ahjusssi masih diatas. Masuk lagi~!”

“Eh~ kalau benar kau menginap dirumahku saja? Itu akan lebih mudah untuk aku menemuimu kan”Ujarnya, Smirknya langsung mengembang.

“Berarti bertemu dengan orangtuamu? Apa aku siap?”Raut wajah Yura berubah menjadi cemas.

Yoongi memegang bahu yura,”Tenang saja”

“Yura-yya!!”Suara Ahjussi terdengar sedang menuruni anak tangga, Yura segera mendorong Yongi masuk ke toilet. Tapi kepala yoongi masih berada diluar”Bagaimana?”

“Ssstt!”Yura meletakan telapak tangannya tepat pada wajah Yoongi mendorongnya masuk.

Ahjussi datang, “kau bicara dengan siapa?”

“Eo? Anni, Ponselku tadi, ada yang menelpon”

“Ahh~ ne. Kalau begitu ahjussi pamit”

“Ne,”Yura mengantar Ahjussi kedepan pintu.

Setelah dipastikan pergi, Yura berjalan cepat menuju toilet dan membuka pintunya, Yoongi memasang wajah masam disana

“Oppa~”Yura menarik yoongi keluar.

“Kenapa kau mendorong wajahku?”

“Itu refleks~ Ayolah, Jangan marah”

“Kalau kau bukan pacarku, aku akan benar-benar marah”

“Arratda~ Eoh, yang tadi kalau aku menginap dirumahmu bagaimana dengan orangtuamu? Mereka pasti akan bertanya kenapa anak perempuan menginap dirumah anak laki-laki?”

“Bilang saja kalau kan pacarku, lagipula sejak kapan mereka peduli cih!”

“Maksudmu?”

“Orangtuaku tidak seperduli orangtua lain ke anaknya, yang mereka pikirkan hanya kerja kerja dan kerja. Bahkan sejak aku kecil hingga sekarang selalu seperti itu.”

“Jinjja? Apa maksudmu kau itu kurang kasih sayang dari orangtuamu? Apa ini yg membuatmu menjadi seorang berandal?”

“Cih, aku tidak perlu kasih sayang mereka. Apa kau bilang? Seorang berandal? Kalau begitu kenapa kau berpacaran dengan seorang berandal? Kau memiliki tipikal yang tidak bagus”Kata Yoongi, Tatapan dan ekspresi wajahnya menjadi datar pada Yura.

“Eh~ anniya, aku tidak bermaksud bilang kau adalah berandal.”

Yoongi tidak menjawab malah memalingkan wajahnya dari Yura,

Yura memukul kepalanya’Aku salah bicara, bodoh bodoh’gumam yura yang mencemoh diri sendiri.

“Oppa~”Rengek Yura, “Dengar, Sejak pertama bertemu denganmu aku memang menganggapmu seorang berandal disekolah, tapi setelah aku mengenalmu lebih jauh pemikiran itu hilang begitu saja. Kau begitu manis, aku bahkan sempat terkejut saat kau tersenyum padaku untuk yang pertama kalinya.”

Yoongi melirik yura,
“Tidak perlu berbohong. Aku memang berandalan, aku suka minum, mempermainkan wanita dan hal-hal lainnya”

“Aku tidak merasa dipermainkan? Apa kau mempermainkanku? Tidak kan? Aku percaya padamu.”Kata Yura sambil memegang tangan Yoongi penuh harapan.
“Jika itu memang kepribadianmu aku akan menyulapnya, membuat hal itu hilang satu persatu.”Tambah Yura lagi.

Yoongi diam dan menatap mata yura dengan lekat

keluar dari mulut Yoongi,

“Kemasi barangmu, Ayo kerumahku.”Katanya sambil berdiri dan pergi keluar, Yura menatap Yoongi yang berjalan keluar.
“Kau mau kemana?”

“Aku tunggu di mobil”

Yura menghela nafas, “Haish~ aku sedang berbicara dengan serius dia malah mengalihkan pembicaraan dan pergi begitu saja”

Yura pergi kekamar dan mengambil kopernya yang belum sempat dibereskan Sejak pulang dari asrama kemudian turun dan menuju garasi.

Yura menarik kopernya yg lumayan berat dan membuka pintu mobil Yoongi tapi terkunci, Yura heran dan penasaran lalu menempelkan matanya ke kaca mobil yoongi untuk melihat apa yang terjadi didalam, kaca film mobilnya sangat tebal Yura tidak bisa melihat dengan jelas, Yura mengetuk kaca mobil yoongi dan  akhirnya terbuka. Yura pun Masuk.

“Kenapa kau mengunci pintunya?”

“Gwaenchana. Dimana kopermu?”

“Diluar.”

“Kenapa tidak dimasukan ke Bagasi?”

“Bagasinya terkunci!”

Yoongi keluar mengambil koper yura dan memasukannya ke bagasi lalu masuk dan menyalakan mesin mobilnya.

Sepanjang jalan, Yura dan Yoongi terdiam didalam keheningan tidak ada satupun yg berbicara.
Yura mulai bosan, dia bersender dan menarik nafas kemudian melirik yoongi.

“Oppa, Wae? Kenapa kau diam terus?”

Yoongi tetap diam dan terus berkonsentrasi menyetir.

“Oppa~ aku sedang berbicara, setidaknya lihat aku sebentar.”

“Aku sedang mengemudi”Jawabnya dengan Singkat.

“Kalau begitu, jawab aku kenapa kau hanya diam daritadi? Kita bisa membahas hal-hal yang seru kan daripada diam seperti ini”Yura mulai kesal, Yoongi tidak menyahuti Yura dan terus diam melihat jalanan.

“Hentikan mobilnya!”

Yoongi tetap meneruskan laju mobilnya,

“Aku bilang berhenti Oppa!”Yura mendorong pintu mobil Yoongi.

“Atau aku lompat!”Tambah Yura, Yoongi merem mobilnya ke pinggir dengan mendadak.

Yura bergegas turun, berjalan menjauhi mobil yoongi.

Yoongi ikut keluar, berlari menuju Yura dan memegang lengannya dengan kuat.

“Kau kemana eoh? Kembali ke mobil”

“Aku tidak akan pergi bersamamu jika kau masih diam terus seperti tadi, aku kan sudah bilang aku tidak bermaksud bilang kalau kau adalah berandal tapi kenapa kau masih marah dan malah dingin padaku?”

“Aku tidak marah, aku juga tidak mempermasalahkan perkataanmu”

“Lalu kenapa kau diam terus seperti tadi?”

“Aku hanya tidak memiliki bahan pembicaraan”

“Oppa, kau itu tidak pandai berbohong padaku”

“Arraso, aku akan bilang padamu tapi masuk dulu ke mobil ne? Setelah sampai dirumah aku akan mengatakannya”Yoongi berusaha membujuk Yura perlahan, meraih pinggangnya dan membawanya perlahan,”Jebal, Jangan seperti ini”

“Ne,” Yura menurut seraya mengangguk pelan. Yura masuk ke mobil diikuti Yoongi.

                              ***

“Hyori-yya!”Panggilan dari suara wanita paruh baya itu terdengar ditelinga Hyori yang sedang sibuk memotong bawang dan mengelap sudut matanya yang mengeluarkan air mata karna perih.

“Wae eomma?”Sahut Hyori, Tanpa diduga Ibu Hyori sudah berada dibelakang Hyori.

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau memiliki teman dekat pria yang sangat tampan eoh?”Protes Ibunya sambil mencolek lengan putrinya itu.

“Siapa? Teman dekat pria?”Hyori berpikir keras sambil memejamkan matanya menahan perih bawang.

“Dia bilang namanya kim seok jin?”

“Mwo? Seokjin?”Hyori berlari mengintip keluar, Seokjin sedang duduk di sofa ruang tamu.

“Benarkan? Dia temanmu?”

Hyori mengangguk,

‘Apa yang dia lakukan? Kenapa dia kesini, Haaish~ kenapa kesini saat aku sedang memotong bawang’Gumam hyori sambil menciutkan/? Matanya.

Tiba-tiba ibunya mendorong putrinya itu ke ruang tamu, membuat Hyori kaget.

“Ini hyori” Ibunya menyerahkan yura ke hadapan jin.
“Kalian mengobrol saja. Eomma tinggal dulu ne”ibunya pun berlalu pergi.

“Hyori-ssi!”Panggil Seokjin.

“Ini kau? Aku tidak salah lihat? Ada apa kau kesini?”Hyori duduk disebelah Jin dan secara tak Sengaja mengucak matanya dengan tangannya yg membuat mata hyori semakin perih.
“Haaa! Perih perih, Haaaa~~”Hyori lompat dari sofa dan mulai kelabakan/? Sambil jongging ditempat.

Seokjin berdiri, memegang pundak Hyori dan menariknya ke dapur yg tidak ia ketahui tempatnya,”Dapurmu dimana? Westafelnya eoddigayo?”

“Geogi! Haa~ perih perih, appo >﹏<“Hyori menunjuk ke arah dapur, Seokjin segera membawa hyori ke dapur, membuka keran westafel dan mengambil airnya yang kemudian mengusapkannya ke mata hyori,

“Haaa~ perih”

“Buka matamu biarkan airnya masuk sedikit”

Tak lama ibu Hyori menghampiri keduanya,
“Yaya! Kalian kenapa?”

“Perihh~”Rengek Hyori yg tidak bisa diam,

“Mata hyori terkena bawang”

“Haish~ Kau ini ada-ada saja”Ibu Hyori menggelengkan kepalanya,

“Eomma, perih~”Rengek Hyori lagi,

“Cuci matamu dengan air, Eomma akan mengambil handuk”Ibu hyori pergi lagi ke kamar untuk mengambil handuk.

“Masih perih?”Jin memegang tengkuk Hyori dan mendongakan kepalanya, Hyori masih memejamkan matanya.

Jin menatap Hyori sebentar,”Coba buka matamu, biar aku lihat”Jin mendekatkan wajahnya ke Hyori, saat Hyori membuka matanya Hyori malah melotot sangat lebar bukan marah tapi kaget. Jarak wajah mereka hanya 10cm. Jin yang melihat reaksi Hyori malah tertawa kecil.

“Yaa~ Mwoya~ kenapa tertawa?”

“Katanya matamu perih? Tapi sekarang kau membka matamu begitu lebar dan lama.HA.HA.HA”Ujarnya dengan nada meledek.

“Haish~”

“Apa tadi itu akting?”

“Yak! Aku serius. Mataku memang perih”Hyori mempoutkan bibirnya sambil menutupi matanya yang sebelah.

Seokjin malah membalas dengan tertawa kecil,

“Yaa~ ngomong-ngomong ada apa kau kesini?”Tanya Hyori sambil terus memegangi mata sebelahnya

“Aku hanya ingin main saja, apa tidak boleh?”

“Anni, boleh saja. Tapi hubungi aku dulu sebelum datang”

“Aku hanya ingin memberi kejutan.”

“Ne, ini benar-benar kejutan. Ini bom!”Kata Hyori  sambil menirukan bunyi bom,”BBUM~”

Ibu hyori datang dan menyodorkan handuk,
“Hyori-yya, ini handuknya. Apa masih perih?”

“Sudah sedikit hilang”Hyori mengambil handuknya dan menepukkan ke matanya,

“Seokjin-ssi, Aku dan Hyori akan memasak untuk makan malam, Makanlah disini.”Ajak Ibu Hyori yang sepertinya menaruh harapan banyak pada Seokjin agar memacari putrinya itu.

“Eo~ Algesseumnida. Aku akan makan disini.”

“Baguslah, Kau bisa mencicipi masakan hyori, masakan hyori itu enak.”

“Benarkah? Aku akan mencobanya, tapi sepertinya masakan ahjumma juga enak. Aku bisa meramalnya”Kata Seokjin sambil tersenyum ramah pada Ibu Hyori

“Ahh~ kau bisa saja. Silahkan tunggu diruang tamu”Suruh Ibu Hyori.

“Eo~ ne”

Jin menunggu diruang tamu, Hyori dan Ibunya sibuk memasak untuk makan malam.

Setelah masakan selesai dan telah ditata dimeja makan ibu hyori menyuruh hyori untuk memanggil seokjin ke meja makan.

Hyori melepas celemeknya dan menghampiri Seokjin di ruang tamu, tapi langkahnya berhenti melihat Seokjin  sedang asyik bermain dengan YooJun, adik laki-lakinya yang baru berumur 5 tahun.

“Dorr! Dorr!”Tiruan suara tembakan YooJun yang mengarah ke Jin

“Jangan tembak aku,”Seokjin berjongkok dan meletakan kedua tangannya dibelakang lehernya.

Susut bibir hyori tertarik dari kedua sisi,’Ternyata Seokjin orang yang mudah akrab dengan anak kecil, sangat berbeda dengan sifatnya disekolah’Pikir Hyori.

Dan akhirnya Seokjin menyadari Hyori yang berdiri daritadi memandanginya dan yoojun,
“Eo~ Hyori-yya, wae?”

“Anni. Makan malamnya sudah siap. Kajja!”ajak Hyori.

Yoojun tiba-tiba mendorong Jin ke sofa dan duduk dipangkuan jin,
“Andwae! Aku masih mau main dengan Jin Hyung!”

“Yoojun-ah, ini saatnya makan malam, Kajja~”Bujuk Hyori paa adiknya itu.

Yoojun menggeleng dan menatap Jin.”Hyung! Ayo main lagi”

“Yoojun-ahh, Kita akan main lagi tapi setelah makan malam ne?”Kata Jin ke Yoojun.

Yoojun menggeleng,”Anni.”jawabnya dengan kekeh tidak mau.

“Ayolah~ nanti kita main tembak-tembakan lagi, Mana ada Tentara berperang dengan perut kosong yg lapar? Kita isi tenaga dulu untuk berperang ne?”Kata Seokjin yang berusaha merayu Yoojun kecil.

“Ahh~ baiklah.”

Akhirnya mereka semua menuju meja makan dan makan bersama, disana sudah ada Ayah Hyori yang menunggu. Jin berusaha sesopan mungkin didepan Ayah Hyori.

Semuanya duduk dan mulai menyantap makanan. Setelah ibu Hyori mengambil makanan untuk suaminya, dia dengan nafsunya mengambil 1 piring penuh nasi dan lauk untuk jin.

“Makanlah yg banyak~”Kata Ibu Hyori sambil menyodorkan makanannnya.

Jin memakannya, “Massita?”Tanya ibunya.

“Eo~ Massita”Kata Jin sambil menyunggingkan senyumnya

“Kau tau, Itu masakan Hyori.”

“Jinjayo?”Jin kini melirik Hyori yang kini menutup wajahnya,

“Ne, dia yang memasaknya.”Jawab Ibunya.

“Ekhemm”Ayah Hyori berdehem membuat semua yang dimeja makan melihat ke arahnya.

“Kim Seok Jin?”Ayahnya menyatukan kedua tangannya hingga membuat kepalan dan menopang tangannya dengan siku-siku tangan.

“Eo~ Ne?”Jawab Jin sehalus mungkin.

“Kau tinggal dimana?”Tanya Ayah Hyori,

“Aku tinggal di Komplek apartment Galleria Foret”

Ibu Hyori menggebrak meja,”Jinjjayo? Harga apartemen itu mencapai 5 Milliar Won. Artis-artis terkenal seperti Kim So Hyun, G-Dragon bahkan CEO SM Entertainment Lee Soo Man tinggal disana. Kau kan tinggal di asrama, berarti sangat disayangkan apartemen mewah tersebut tidak terpakai”Kata Ibu Hyori Terkesima, Hyori menepuk jidatnya sambil bergeleng.

“Ahh~ ne”Jin mengangguk pelan.

“Kau tinggal sendiri? Aboji dan Eomma-mu?”

“Ne, aku tinggal sendiri. Aboji tinggal di Jerman dan Eommonin telah meninggal”

Ayah Hyori mengangguk,”Eo~mian.”

“Ne~”

“Apa Bisnis keluargamu?”Tanya Ayah Hyori lagi.

“Keluargaku menjalankan bisnis otomotif di jerman”

“Huaaa~ Daebak”Seru Ibu Hyori, Hyori menganga.

“Jinjja? Berarti keluargamu sangat mapan”Puji Ayah Hyori.

“Bisa dibilang begitu”

“Yayaya~ kalian selesai menginterogasinya? Jigeumun~ Ayo Makan!~”Sela Hyori Mengalihkan topik

“Kalian bicara apa sih? Yang harus kalian Ingat adalah belikan aku tembakan mainan yang baru”Protes Yoojun sambil melipat tangannya.

Yang lainnya tertawa lalu menyendok makanannya, hingga diikuti yang lainnya

                               ****

Hari dan jungkook sedang sangat serius menonton sebuah drama, mereka menonton diatas tempat tidur yg sama yang dibaluti selimut berwarna biru milik Jungkook.

“Akhirnya mereka hidup bahagia setelah perjalanan cinta dari masa sekolah hingga sekarang yang mereka lalui dengan banyak rintangan”Kata Hari yang nyaris terharu.

“Happy Ending, Mereka menikah dan memiliki 4 anak yang manis”Tambah Jungkook.

“Ne, aku ingin seperti mereka”Kata hari lagi yang masih serius melihat ending dari drama tersebut, Jungkook menoleh ke Hari,

“Kau bisa seperti mereka~”

“Hmm?”seketika hari menoleh ke arah jungkook juga.

“Kita bisa seperti mereka~”Jungkook meraih tangan Hari dari balik selimut dan menggenggamnya dengan hangat,

“5 tahun lagi, Kau mau menikah denganku kan?”Jungkok menatap hari dengan serius,

“Ne?”hari memiringkan kepalanya, memandang Jungkook tak percaya.

“Menikah denganku, setelah lulus nanti aku akan kuliah dan setelah selesai, aku akan menjalankan perusahaan keluargaku dan kita akan menikah, memiliki anak yang manis dan lucu.Jadi menikahlah denganku 5tahun lagi?”

Hari diam dan mencerna perkataan jungkook,

Tbc~😀 apa yang kamu pikirkan?:D

About fanfictionside

just me

23 thoughts on “FF/ SCHOOL ROMANCE LIFE/ BTS-BANGTAN/ pt. 4

  1. jin cepet bgt udh kerumah hyori aja…dan apa orang tua hyori setuju kalo jin pacaran sama hyori?
    trs yoongi knpa? apa dia marah krna yura bilang kaya gtu? :<
    next nya aku tunggu thor ^^

  2. Wah makin ke sini makin keren …
    thor bisa ga 1minggu sekali ffnya ada soalnya kueren sekaliiii …
    trusss apa ya yang bakalan terjadi sama suga:/
    Thorr punya personal blog gak?? Kalo punya bagi dong :3

  3. Thor sorry mau tanya. author pernah publish ff ini di blog lain kah ? soalnya aku kayak pernah baca, atau mungkin aku yang salah thor. tapi at all daebak banget thor keep writing yah. Fighting :))

  4. ah gilaaaaa !!!!! gua mau jadi hyoriiiii !!! gak papa di culik org jahat yang penting happy ending sama Jin =D itu si maknae gua kga percaya dia bisa ngomong kek begituan xd 5 tahun lagi ? gak kelamaan tu bang ?? pokok nya intinya gua lope-lope banget sama semua couple yg ada ! author nya gila bener-bener jjang !!! thor next chap jangan lama-lama okee ?? luv yu author-nim :*

  5. ehmmm…. jin hayo sepertinya kau meluluhkan hati appa hyorin karna kekayaanmu😀 kookie oppa kau serius (?) sekolah dulu oppa baru berfikir sejauh itu😀 #iri #plak #abaikan yoongi oppa kenapa ? #smirk cieee taehyung mengulang masa lalu😀 #dasaralien Nam joon oppa kau dengan noona noona😮 hwa ~ daebak😀
    Ah~ aku cerewet sekali mian~ mian ~ thor😀 Tapi FF.a keren🙂 NEXT thor🙂❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s