FF/ FIRST MET/ BTS-BANGTAN/pt. 3


PicsArt_1413106346391

Tittle : First Met ( Chapter )

Chap : 3 – I’m Sorry –

Author : Watgalxyne (author freelance)

Cast : – Im Hyura
– Park Jimin
– Kim Taehyung
– Han Yeri
– Jeon Jungkook
– Kim Seokjin aka Jin
– Kim Namjoon aka Rapmon
– Min Yonggi aka Suga
– Jung Hoseok aka J-Hope
– etc (?)

Rating : PG – 15 (Rating bisa saja berubah)

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Angst, Sad, Little bit Comedy etc (?)

Disclaimer : FF ini murni ide author, murni banget kayak kulitnya Suga. Please no plagiat yang plagiat fansnya cherrybellek.

Note :Annyeong chingu^^ author cuma mau bilang makasih banyak atas komen komennya di chap sebelumnya dan author mau bilang “Tolong baca ff nya sambil di hayati *eh?* karena author tidak yakin kalau feel di ff ini bakal dapet” Mohon bantuannya>< Happy Reading.

Warning : Typo, Gaje, Alur berantakan, dll.

Review Chap.2

” Lalu tentang Yeri itu bagaimana?”

“Ohh dia, Aku tak benar-benar membunuhnya”

” Kau tahu oppa? bercandamu itu tidak lucu”

“Ahaha mianhae ne, Saat pertama aku melihatmu menangis sungguh disaat itu aku tidak tahu harus berbuat apa, Tiba-tiba saja badanku terasa kaku melihatmu menangis sejadi-jadinya”

“Siapa suruh kau seperti itu huh” Hyura segera melepas pelukannya lalu membuang muka dari tatapan namja itu.

” Ohh iya oppa kau tahu Yeri dari mana?”

“Ohh itu emm ce-ceritanya panjang nanti akan kuceritakan ne, Sebaiknya kita pergi dari sini dulu ” Namja itu langsung memegang tangan Hyura dan mengajaknya untuk keluar dari gang.

-• • • • • • • • • • –

Author

“Eh.” Hyura memberhentikan jalannya.

“Wae?”

“Kita mau kemana oppa? “

“Mau ke dorm, kenapa?”

“A-aku tidak ikut.” Hyura gelagapan.

“Kenapa? Ayolah…” Ucap Jungkook memohon.

“Aku tidak mau saja, sudah cukup untuk kemarin aku sangat merepotkan kalian.”

“Tapi kan kali ini aku yang mengajakmu, ayolah Hyura…. Aku tidak keberatan.”

‘Ahh anak ini memaksa sekali, bagaimana kalau nanti aku bertemu V oppa ahhhh aku tidak bisa membayangkannya.’ Batin Hyura.

“Ayolah ku mohon, kau tahu kan betapa susahnya menculikmu.” Ucap Jungkook sambil menunjukan sisi imutnya. Hyura tetaplah seorang Hyura dan dia tetaplah seorang fans, bagaimana bisa yeoja ini menolak tawaran dari sang idol yang menunjukkan sisi imutnya.

Hyura menggelengkan kepalanya kasar, ‘Tidak-tidak aku harus menolaknya.’ Batinnya.

“Tidak terimakasih Jungkook op-” Belum sempat yeoja itu melanjutkan kata-katanya. Tiba-tiba saja Jungkook menarik tangannya kemudian mengajaknya berlari menjauhi tempat itu.

“Yakkkk oppa apa yang kau lakukan, ini ilegal kau tau.” Teriak Hyura tidak terima.

“Sudah diam saja.”

“Awhh, oppa bisa pelan sedikit.” Begitu mendengar rintihan Hyura, Jungkook segera berhenti.

“Wae? Neo gwenchana? ” Tanya Jungkook khawatir.

“Lutut ku masih sedikit sakit.”

“Masih kuat berjalan?” Hyura hanya mengangguk pelan.

“Baiklah kita jalan pelan-pelan saja lagi pula segerombol ARMY tadi sudah tidak terlihat.”

“ARMY?”

“Ne tadi aku melihat mereka jadi kupaksa saja kau untuk berlari, mianhae.” Ucap Jungkook menundukan kepalanya.

“Eum gwenchana aku mengerti maksudmu.”

“Baiklahh ayo.”

“Eh kemana?”

“Ke dorm, Kau lupa? Jangan bilang kau tidak mau?” Kali ini Jungkook tidak menunjukkan sisi imutnya melainkan wajah memelasnya dan itu semakin membuat hati Hyura luluh.

Hyura menghembuskan nafasnya. “Haaa…Baiklah sebentar saja.”

Dengan senang hati Jungkook memegang tangan Hyura, “Kajja.” Hyura yang melihat tangannya dipegang hanya memasang wajah lesuh dan pasrah.

-• • • • • • • • • •-

Hyura Pov

“Kau mau minum apa?”

“Tidak terimakasih aku tidak haus.” Tolakku halus. Aku ingin cepat-cepat menghakhiri semua ini.

“Mana bisa begitu kau kan tamuku.”

“Mana ada tamu yang datang karena dipaksa.” Ucapku sambil memanyunkan bibir. Mungkin karena Jungkook oppa hampir seumuran denganku saat aku berbicara dengannya hampir tidak terasa canggung di hati, berbeda sekali dengan Jin oppa aku takut kalau-kalau aku salah bicara di hadapan orang yang notabennya jauh lebih tua dari Jungkook oppa.

“Aaa kau masih marah, hm?” Jungkook oppa menghampiriku.

“Tidak aku tidak marah, ohh iya yang lain kemana?” Meski dorm terlihat sepi tidak ada salahnya kan? Kalau aku memastikan bahwa V oppa sedang keluar. Alangkah baiknya kalau membuat hatiku terasa tenang terlebih dahulu.

“Jin dan V hyung sedang tidur di kamarnya, dan yang lainnya sedang keluar.” Ucap Jungkook oppa sembari berjalan ke dapur. Arrghh bagaimana ini V oppa ada di dorm juga. Kalau dia bangun bagaimana? Bagaimana nasibku nantinya kalau dia menanyakan yang aneh-aneh didepan member yang lain apalagi dia adalah orang yang berkepribadian 4D.

Dari arah pintu masuk aku mendengar banyak suara derap langkah kaki seperti ingin berjalan ke arah dorm sesekali aku mendengar ada yang tertawa dan berbicara tak jelas. “Apa itu member yang lain?” Gumamku.

Ceklek

“Wahaha hyung kau lihat tidak wajah Suga hyung tadi?”

“Hahah iya iya aku melihatnya.” Itukan suara Rapmon oppa, ahh ternyata benar mereka sudah pulang. Entah kenapa jika sudah berhadapan dengan semua member tiba-tiba aku menjadi sangat gugup.

“Heyy kalian berdua berhenti meledeku.” Elak Suga oppa.

Author pov

Ke empat member BTS mulai memasuki dorm dan yang pertama terlihat adalah Jimin. Begitu Jimin melihat Hyura ia memberhentikan jalannya bukan bermaksud untuk berhenti lebih tepatnya namja itu terpaku.

Berbeda dengan namja yang satu ini, “Woaaahhhhhh Hyuraaaa aku benar-benar merindukanmu.” Dengan cepat J-Hope langsung berlari menuju Hyura lalu tanpa ragu lelaki itu memeluk Hyura. Hyura membulatkan matanya tidak percaya, baru saja datang sudah memeluknya tiba-tiba.

“Yak Yak Yak hyung lepaskan dia.” Jungkook pun menaruh gelas yang tadi ia bawa dari dapur, lalu kembali mencoba melepaskan pelukan J-Hope kepada Hyura.

“Hyura kau menginap disini lagi kan?” Tanya J-Hope langsung setelah dilepas pelukannya dengan Hyura.

“Eoh? Tidak-Tidak aku tidak menginap.” Sergah Hyura dengan kedua tangan yang di goyangkan melambangkan penolakan yeoja itu.

“Ahh wae?”

“Aku hanya sebentar saja disini, tadi Jungkook oppa yang mengajakku kesini.”

“Bagaimana bisa? Apa dia tau rumahmu?”

“Emm itu..itu ceritanya panjang hyung.” Jawab Jungkook dengan cengiran konyolnya.

“Eh Hyura, sudah dari tadi di sini?” Tanya Suga begitu ia selesai melepas sepatu ketsnya.

“Tidak aku baru saja sampai.” Sambut Hyura dengan senyum manisnya.

“Woahh kalau begitu kita masih bisa berbincang-bincang dulu yah, kebetulan ini kan masih siang ahaha.” Sambung Rapmon dan langsung duduk di sofa yang berhadapan dengan Hyura. Hyura tak merespon gurauan sang leader BTS itu, kali ini tatapannya menuju ke arah namja yang masih berdiri terpaku di dekat pintu masuk.

Tatapan mereka pun bertemu awalnya Jimin hanya menatap Hyura datar tapi entah kenapa mimik wajah yang datar tadi berubah menjadi sebuah senyuman bahagia. Melihat Jimin tersenyum seperti itu sukses membuat Hyura salah tingkah dan tiba-tiba saja yeoja itu langsung meminum isi gelas yang tadi di bawa Jungkook. Jungkook melihat Hyura yang langsung meminum minuman yang dibawanya terheran-heran melihat tingkah laku yeoja itu dipikirannya ia bertanya-tanya ‘Tadi katanya dia tidak haus? Tapi sekarang dia meminumnya?’.

“Kau sudah baikan Hyura?” Tanya Jimin.

“Eoh? Emm N-ne.”

Jimin berjalan menghampiri Hyura bermaksud untuk duduk disampingnya, “Syukurlah.” Ucapnya begitu ia duduk disebelah Hyura. Hyura gelagapan begitu Jimin duduk disampingnya bahkan untuk menelan air ludahnya saja sangat susah.

DegDeg DegDeg. Jimin memegang bagaian dada sebelah kirinya ia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan jantungnya seperti berdetak lebih cepat dari biasanya, kali ini ia merasakan tubuhnya menegang dan tidak bisa ber kata apa-apa lidahnya kelu. Namja itupun menolehkan kepalanya ke arah Hyura dan menatap lamat yeoja itu, merasa dirinya diperhatikan yeoja itupun menatap balik ke arah Jimin. Tak lama Jimin merasa pipinya terasa panas dan dengan cepat namja itu mengalihkan tatapannya.

Bingung dengan sikapnya sendiri. Jimin menarik napasnya dalam dalam kemudian menghembuskannya kasar dalam pikiran nya ia terus berpikir dirinya ini sebenarnya kenapa? Karena baru kali ini ia merasakan hal yang seperti ini. 

– • • • • • • • • –

Kelima member BTS dan Hyura memulai perbincangan mereka lebih tepatnya mereka terus bertanya bagaimana Jungkook bisa membawa yeoja ini yahh pertanyaan itulah yang terus menempati pikiran mereka.

“Ahh jadi saat kau memegang handphone Hyura kau sempat mengambil nomor telepon nya Hyura saat itu?” Tanya sang leader kepada Jungkook.

“Ne, kebetulan kalian kan sedang pergi. Jin hyung dan V hyung juga sedang tidur, aku bosan… sekali. Jadi aku hubungi saja Hyura, tadinya sih aku mau mengerjainya tapi apa boleh buat dia terlanjur menangis aku benar-benar bingung saat itu dan aku tidak tega melihatnya menangis.” Jelas Jungkook panjang lebar.

“Hyura menangis?” Tanya Jimin tidak percaya.

“Ne.” Jungkook hanya menundukan kepalanya.

“Tapi kau baik-baik saja kan Hyura? Apa Jungkook melukaimu.” Jimin memegang pundak kiri Hyura lalu melihat ke arah tangan yeoja itu mencari-cari jikalau yeoja itu terluka karena ulah dongsaengnya yang satu ini.

“O-oppa aku tidak apa-apa.” Tubuh Hyura menjadi kaku ketika Jimin lelaki itu menatap lekat mata yeoja dihadapannya ini.

“Hey Jimin dia tidak apa-apa, Kau ini kenapa? Dari tadi memperhatikan Hyura terus. Ahh kau pasti menyukainya yah ? Ya kan? Ya kan? ” Cerocos Suga. Yup dia adalah tipe orang yang suka ceplas-ceplos sekalipun ia tidak suka dia pasti akan menyatakannya tidak peduli dengan keadaan sekitar itu lah yang namanya Min Suga.

“A-ani aku hanya khawatir saja, memangnya tidak boleh?” Elak Jimin segera setelah ia berhenti menatap Hyura. Suga menyipitkan matanya lalu membuat huruf V dengan jari tangannya dan menunjuknya ke arah dua mata milik nya kemudian melemparkan(?) nya ke Jimin dan memasang sebuah tatapan yang berarti ‘Aku mengawasimu.’. Setelah itu semua member hanya diam melihat kelakuan Jimin dan Suga.

Kesal dengan atmosfer aneh yang melanda ruangan ini Rampon pun segera memecahnya. “Ah sudahlah bagaimana kalau kita bermain PS saja? Yang kalah harus mentraktir ice cream.” Rampon sembari memegang dua buah stik PS.

“Wahhh ice cream… Oops!” Sangking senangnya Hyura dengan ice cream sampai-sampai yeoja itu tak sengaja mengucapkan kata-kata itu dengan sekenaknya. Hyura pun segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan merutuki dirinya sendiri atas perkataannya tadi.

“Hahaha….” Hampir secara bersamaan kelima member BTS itu tertawa lepas melihat tingkah Hyura. Hyura yeoja yang di tertawakan oleh kelima member BTS hanya menunduk malu dan terlihat rona merah di pipinya.

“Tidak apa, anggap saja kita semua adalah keluarga tidak usah malu-malu santai saja.” Ucap J-Hope sembari mengacak rambut Hyura pelan lalu mengajak yeoja itu untuk ikut bergabung. 

-• • • • • • • • • –

Hyura pov

Sebaiknya aku segera pulang sebelum V oppa bangun, ini akan menjadi lebih rumit jika aku salah tingkah begitu dia bangun dan datang kemari.

“Oppadeul a-aku pulang dulu ne” Putusku di tengah-tengah ke asikan kami bermain. Begitu aku mengucapkan kata itu kelima member BTS langsung mengarahkan tatapannya ke arahku.

“Cepat sekali, tidak mau makan malam disini dulu? Nanti Jin Hyung yang akan membuatkan nya. Kau belum pernah mencoba nya kan?” Tanya Suga oppa.

“Kau juga belum mendapatkan ice cream.” Ucap Jungkook oppa polos. Aku memang ingin sekali makan ice cream tapi…. tidak akan enak rasa ice cream itu jika dimakan dengan hati yang gusar. Lagi pula sebentar lagi akan sore dan aku harus bersiap-siap pergi ke tempat kerja.

“Terimakasih oppa, tapi lain kali saja. Sebentar lagi sore jadi aku harus bersiap-siap pergi bekerja.”

“Ohh.” Ucap kelima member BTS secara bersamaan.

“Kau mau kuantar?” Tawar Jimin oppa.

“Ehem.” Suga oppa berdehem sambil menatap Jimin oppa. Melihat Suga oppa seperti itu Jimin oppa hanya menghela napasnya kasar lalu kembali menatapku dengan tatapan ‘apa tidak apa-apa?’.

“Tidak apa oppa aku bisa pulang sendiri.”

“Ahh baiklah, hati-hati ne.” Aku hanya menganggukan kepalaku.

Aku pun membungkukan badanku, “Annyeonghaseo.”

“Ne anyeong.” Balas kelima member itu. Kemudian aku berlalu ke arah pintu.

-• • • • • • • • • • –

Begitu aku sudah berada di luar dorm betapa kagetnya diriku saat melihat ada banyak pasang mata yang menatapku tajam. Aku terus saja bertanya-tanya dalam diriku ‘Mereka ini siapa? Apa jangan-jangan… Mereka… ARMY?’. Sepertinya tebakanku tidak salah terlihat jelas banner-banner yang bertuliskan nama-nama member BTS yang sedang mereka genggam. Bagaimana nasibku sekarang.

“Hey kau.” Ucap yeoja berambut pendek itu.

“A-aku?” Ucapku gagap. Sambil menunjuk diriku dengan jari telunjukku. Sungguh aku sangat takut saat ini.

“Iya kau, siapa lagi wanita jalang disini selain kau.”

DEG. Wanita jalang? Ashh beraninya mereka mengatakan itu padaku.

“Kalian ini siapa? Aku bukan wanita jalang.” Elakku.

“Aisshh kau ini, kalau bukan wanita jalang apa namanya? Wanita penggoda huh?” Tanya yeoja yang lainnya lagi.

“Penggoda? Maksudmu aku bahkan tidak menggoda siapapun.” Sungguh apa yang sebenarnya mereka maksud? Aku bukan wanita jalang bahkan aku bukanlah wanita penggoda.

“Masih berpura-pura tidak tau yah? Huh dasar wajahmu saja yang sok polos di dalam hatimu pasti kau sangat ingin menggoda Jungkook oppa? Iya kan?” Ucap yeoja itu lagi sambil mendorong pundak ku kasar. Apa-apaan yang mereka maksud ini? Menggoda Jungkook oppa?.

“Tidak aku tidak pernah menggodanya!” Ucapku stengah berteriak.

“Aishh KAU INI MEMBUATKU KESAL SAJA!!” Salah satu dari yeoja-yeoja itu menarik rambut ku dan menjanggutnya sangat keras sampai membuat kepalaku terasa sangat pusing bahkan air mataku hampir keluar. Dengan cepat aku melepaskan tangan yeoja itu, tapi tetap saja semakin aku menarik tangan yeoja itu kepala ku semakin terasa sakit sungguh saat ini aku sangat ingin melawannya tapi apa daya ku? mereka sangat banyak. Yeoja itu pun melepas tangannya dari rambutku secara kasar aku pun segera menatap yeoja itu menatapnya dengan tatapan yang banyak arti.

“Bisakah kalian membicarakannya baik-baik sungguh aku tidak kuat jika diperlukan seperti ini.” Ucapku dengan nada serendah mungkin mencoba menahan gejolak emosi yang ingin sekali ku keluarkan.

“Kau pantas mendapatkan nya.”

PLAK. Aku membelalakan mata ku tidak percaya. Yoeja ini baru saja menamparku tanpa sadar air mataku jatuh dan semakin deras aku benar-benar sudah tidak tahan dengan semua ini.

“YAKK KAN SUDAH KU BILANG hiks.. AKU TIDAK MENGGODA SIAPAPUN hiks.. hu..hu..hu aku bahkan tidak menggoda Jungkook oppa dan aku bukanlah wanita jalang hiks..” Ucapku berteriak sudah cukup aku sudah tak tahan menahan semua emosi yang kupendam sedari tadi.

“Memangnya aku akan percaya dengan perkataanmu huh? Jelas-jelas aku melihatmu sedang berjalan bersama Jungkook oppa, Masih kurang jelas?” Kali ini yeoja itu mendorongku sampai aku tersungkur di aspal jalan ini. Aku hanya menatapnya dalam diam aku mengerti bagaimana perasaannya saat ini tapi…

BUG!!!
Kali ini yeoja itu menonjok pipiku asal dan meleset ke arah hidungku tak lama darah segar mulai mengalir deras lewat hidungku aku hanya diam dalam tangisku sambil memandangi darah yang terus menetes mengenai celana selutut milikku. Perasaanku kali ini sangat kacau di sisi lain aku ingin membalas tapi kepalaku kembali terasa sakit karena tidak tahan melihat banyak darah dan lagi mereka tidak ada hentinya menendangiku dengan kaki mereka. Aku berusaha menutup mata ku dan tak ingin melihat darah itu.

“Kumohon… hentikan.” Ucapku sebisa mungkin sambil menutup ke dua telingaku dengan tanganku yang mulai gemetaran.

GRAB…, Aku segera menengok ke samping saat aku merasa ada yang memelukku. Aku sangat kaget dan tidak percaya dia…., Jimin oppa memelukku.

“Tetap melihat ke arahku, jangan sekali-kali kau melihat darah mu.” Ucapnya sambil menatapku lekat. Aku pun menuruti kata-katanya dan mulai menatapnya dengan air mata yang terus mengalir melewati pelipisku.

“Gwenchana, jangan menangis ne.” Jimin oppa menghapus air mataku dengan jemarinya lalu melap jejak darah yang melewati bagian bawah hidung dan bibirku. Jarinya berhenti tepat di bibirku dia menatapku sendu kemudian mengelus pelan rambutku yang sedikit acak-acakan akibat tadi mungkin penampilanku saat ini sudah sangat berantakan seperti orang gila. Kali ini hatiku benar-benar sakit melihat biasku sendiri menolongku dan ikut merasakan sakit di tubuh seperti yang ku alami, ini benar-benar membuat dadaku terasa sangat sesak. Sangat-sangat sesak dari pada mendapatkan cacian-cacian pedas dari mereka.

“Aisshh ada-ada saja laki-laki ini, kau mau kita hajar juga?” Tanya yeoja itu tidak tahu kalau namja di depannya ini adalah Jimin oppa. Sebenarnya Jimin oppa ingin memperlihatkan wajahnya ke hadapan para fansnya ini, tapi ia ingin mendengarkan lebih jauh apa yang akan fansnya katakan dan perbuat, lagi pula apa yang akan dijawabnya kalau ia ditanya kenapa melindungi yeoja sepertiku? Bagaimana pun juga Jimin oppa pasti harus berpikir matang-matang sebelum ia bertindak.

Author pov

“Ck.” Decak yeoja satunya lagi sambil menginjak dan mendorong punggung Jimin, menyisakan jejak sepatu yeoja itu di kemeja putih milik Jimin. Tak lama semua yeoja-yeoja itu menyerbu tubuh Hyura dan Jimin dengan injakan-injakan kaki yang sangat kasar sampai-sampai salah satu dari kaki yeoja itu menghantam kepala bagian kanan Jimin dan sukses membuat pipi kanannya tergores dan berdarah.

Dengan tangan yang masih bergemetar Hyura menyentuh pelan pipi kanan Jimin dengan jemari-jemarinya. “Op-oppa hikss… hikss..” Yeoja itu terus menangis. Bukan menangisi dirinya sendiri tetapi menangisi namja dihadapannya ini.

Dada Hyura saat ini terasa sangat sesak. Lebih dari tadi. bagaikan dihujam jutaan pecahan beling yang menusuk tepat kearah jantungnya saat ini.

“Jangan menyentuhnya! dan jangan sedikitpun melihatnya!, Tetap tatap mata ku arra?” Bentak Jimin sambil terus memeluk Hyura. Hyura pun mulai mengarahkan manik matanya ke arah mata milik Jimin dan terus memperdalam tatapannya semakin lama yeoja itu menatapnya air mata yeoja itu semakin deras mengalir.

“Dasar wanita jalang.”

“Namja bodoh mau saja diperdaya wanita ini.”

“Kau itu tidak pantas dengan Jungkook oppa.”

“Awas saja kalau kau berani menyentuh Jimin oppa aku akan memberikan mu yang lebih dari ini.”

“Wanita tak tau diri.”

Cacian demi cacian mereka berdua terima. Bahkan Jimin sendiri tidak percaya kalau fans-fans nya ini bisa menjadi sekejam dan sehina ini. Hingga tubuh Hyura sudah sangat melemah, meski sakit di punggung Jimin semakin bertambah namja itu tetap tidak melepaskan yeoja satu ini melainkan semakin mengeratkan pelukannya seakan-akan ia akan terus melindungi yeoja ini dan tak ingin kehilangannya. Hyura terus menangis ingin sekali yeoja ini memeluk balik Jimin tapi apa daya? Dia takut kalau fans-fans ini mengetahui kalau namja yang sekarang memeluknya adalah idol mereka sendiri apa yang akan Hyura katakan nantinya.

“Hiks…hiks..oppa.. oppa mianhae hiks.. hiks..” Isak yeoja itu sambil terus meremas kemeja milik Jimin yang sudah tak terbentuk rapih.

“Cih, Sudah tenang saja tidak ada yang perlu disalahkan tentang mu. Sudah jangan menangis ne?” Ucap Jimin mencoba menenangkan sambil mengusap rambut Hyura yang sudah sangat acak-acakan akibat para fans itu. Hyura melihat mata Jimin yang sudah berkaca-kaca. Ketika Jimin mengedipkan matanya terlihat jelas buliran bening mulai berjatuhan melewati pipinya dan sukses mengenai bagian pipi yang tergores tadi.

“Ashh.” Rintihnya. Hyura yang melihatnya hanya memenjamkan matanya erat-erat seperti berharap kalau semua yang terjadi ini hanyalah mimpi, sungguh melihat bias orang yang di sayanginya seperti ini sangat membuat hatinya terluka ‘Sangat’.

“STOP, STOP, STOP!!! HENTIKAN SEMUA INI!” Teriak seseorang dari luar kerumunan. Semua fans yang mengerumuni Jimin dan Hyura segera menengok ke asal suara. Semua fans berhasil dibuat kaget oleh kedatangan namja itu.

“V op-pa.” Ucap salah satu yeoja disitu gagap dan mematung di tempat.

“Permisi beri jalan sebentar”. Seperti terhipnotis dengan cepat semua fans itu segera membukakan jalan untuk V. Begitu V berhasil berada di tengah-tengah ke rumunan itu V langsung mendekat ke arah Hyura dan Jimin.

“Hyura, Jimin kalian baik-baik saja.” Ucapnya khawatir melihat keadaan Jimin dan Hyura yang sangat acak-acakan itu.

” Yakk V kenapa kau lama sekali?” Tanya Jimin dengan nada yang seperti sedang menahan sakit.

“Ahhh itu..eum..” V kelihatan resah saat itu karena sedari tadi Hyura terus menatapnya.

“Jimin?” Tanya yeoja yang berada di dekat V.

“Apa itu Jimin oppa?” Yeoja yang berstatuskan sebagai fansnya Jimin mengangakan mulutnya tidak percaya. Begitu V mendengar ucapan yeoja itu V segera menengokan kepalanya ke arah yeoja itu dan menatapnya dengan tatapan yang susah diartikan.

“Apa kalian semua yang melakukan ini?” Tanya V lantang.

“Iya kami yang melakukan nya, Memangnya kenapa? Kau mau membela perempuan jalang itu ketimbang kami?” Jawab yeoja satunya lagi dengan nada yang tak kalah lantang.

“Iya tentu saja aku akan membela Jimin dan yeoja ini, kalian tau? Kalian ini sudah sangat keterlaluan.” Ucap V dengan nada bicara setenang mungkin agar tidak begitu menyakiti fans-fansnya.

“Yakkk oppa ada hubungan apa kau dengan yeoja jalang ini.” Balas fans lainnya.

“Dia adikku dan aku adalah kakaknya apa salah aku membela adikku sendiri?” Ucap V asal. Dia tidak tahu kenapa ia harus mengeluarkan kata-kata itu karena hanya kata itu yang berada di otaknya sekarang. Jimin dan Hyura yang mendengarnya itu menatap ke arah V tidak percaya. Dengan cepat V membalikan tubuhnya menghadap ke arah Hyura dan Jimin. Lalu V mengangkat Hyura ke punggungnya.

Fans-fans yang tadi menghajar habis Jimin dan Hyura hanya terdiam kaku di tempat lantas mereka memikirkan kembali apa yang V tadi katakan, Jimin? Adik perempuan V? Pernyataan itulah yang membuat mereka terpaku di tempat. Dalam hati mereka, mereka merasa sangat menyesal telah melukai bagian dari keluarga V apa lagi yang baru saja mereka sakiti adalah idolnya sendiri.

“Jimin kau masih bisa bangun kan?” Tanya V.

“N-Ne.” Jawab Jimin sambil mencoba berdiri.

“Oppa mau kubantu.” Tanya fans Jimin memasang tatapan memelasnya sambil mengangkat tangannya mencoba menyentuh pipi Jimin yang berdarah. Jimin hanya membalasnya dengan senyuman dan berlalu pergi dari situ.

“Oppa mianhae…hu..hu.. aku menyesal.” Ucap fans tadi terduduk dan terus meronta-ronta tak jelas. 

TBC

Cha jjang gimana readers gimana? Absurd yah-,-? Ohh iya author juga minta maaf kalo kurang nge feel >< ini author bikin dengan penuh perasaan *alah perasaan nya nggak nyampe jadi nggak nge feel.-.*. oke oke jangan lupa kritik dan saran nya^^/ author sangat membutuhkannya.

About fanfictionside

just me

9 thoughts on “FF/ FIRST MET/ BTS-BANGTAN/pt. 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s