FF vignette/ THAT DAY/ BAP


Author : Ndika Kei
Tittle : That Day
Main Cast :
1.      Kim Himchan ( B.A.P )
2.      Lee Seorin ( Ocs )
Sub Cast :
1.      Bang Yongguk ( B.A.P )
2.      Jung Daehyun ( B.A.P )
3.      Yoo Youngjae ( B.A.P )
4.      Moon Jongup ( B.A.P )
5.      Choi Junhong aka Zelo ( B.A.P )
6.      Yoon Eun Chae ( Ocs )
7.      Jeon Hyosung ( Secret )
8.      Baby ( B.A.P’s Fan )
Lenght : Vignette
Genre : niatnya horror -__-) /.\ 
Rating : PG 15
Prolog : Himcha bukanlah pria jahat yang akan meninggalkan kekasihnya sendiri, ia hanya butuh waktu untuk menyadari keberadaan kekasihnya sampai ia tak menyadari bahwa ia telah kehilangan kekasihnya. Bagaimanapun dan apapun itu akan Himchan lakukan untuk membuat kekasihnya bahagia. Apapun !
Disclaimer : Yeah ! fanfic pertama untuk tahun ini >.< dan fanfic pertama saya yang bergenre horor , dan fic pertama yg di post di sini :v ini asli dari otak saya yang kadang suka ngeror -_- jadi jangan kaget kalo ceritanya amburadul karena saya author abal – abal yang masih belajar bikin fic T.T  pernah saya post di Preety Nitemare Series : That Day dan fb saya😀
Note : Open Bash and Open Review 
J tapi ga boleh kasar, bolehnya yang membangun :p RCL oke ?

Happy Reading \^^/
27 Oktober 2011
Waktu itu langitnya bersinar redup karena mentari tak jua nampak semenjak pagi, hawanya terasa begitu panas karena angin tak jua lewat. Dan mendung adalah satu – satunya alasan kenapa Himchan memilih memakai kaos oblong tanpa lengan. Di depannya ada seorang gadis dengan kaos abu – abu kebesaran menundukkan wajahnya alih – alih menatap Himchan, sang kekasih.
            Ini sudah lebih dari 10 menit semenjak Himchan datang ke kamar apartermennya, tapi gadis itu terus – terusan saja bersikap aneh seperti menghindari Himchan, padahal gadis itulah yang mengundang Himchan kemari.
            “hy! Kau kenapa?” Himchan menggeser tubuhnya dari sofa putih mendekati Seorin –kekasih Himchan- lantas jemarinya menyisir rambut panjang Seorin yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Dan betapa terkejutnya Himchan, ketika tahu sedari tadi kekasihnya menangis dalam diamnya yang terasa aneh. Pasalnya, Seorin tak pernah seperti ini, ini kali pertama Seorin menangis.
            “Seo-seorin-ah ka-kau kenapa?!” paniknya dengan jemari panjangnya yang menyusuri lekuk – lekuk wajah Seorin menghapus tangisnya. Ini kali pertama Seorin menangis dihadapannya.
            Terpikir olehnya atas pertanyaan kenapa Seorin seperti ini, apakah Himchan baru saja berbuat salah? Tapi baru kemarin mereka menghabiskan malam dengan menonton film bersama. Ataukah ada hal yang tak Himchan tahu yang membuat Seorin sedih?  Hy! Seorin tak pernah menyembunyikan satu hal pun dari Himchan.
            Seorin mengangkat wajahnya, menatap Himchan dengan matanya yang membengkak.
            “Himchan, kau mencintaiku atau hanya menyukaiku?” Himchan mengernyit, sungguh tak mengerti dengan pertanyaan Seorin. Sejujurnya ini bukanlah pertanyaan yang bisa dikategorikan mudah. Adakalanya, mereka dekat bukan karena mereka kekasih. Adakalanya, mereka menghabiskan malam bersama bukan karena mereka adalah pasangan.
            Sejujurnya, Himchan juga ragu dengan perasaannya, karena mereka bertemu dengan hati Himchan yang hilang sebelah dan Seorin datang mendekatinya mengisi hari – hari kosongnya.
            “apa kau bahagia jika aku hamil?”
***
            27 Oktober 2014
            “hyung~ hyung~” Himchan mengeliat dari kasurnya, membenarkan posisi selimutnya dan mengabaikan suara Zelo yang membangunkannya. Matanya masih terlalu berat untuk dibuka, tubuhnya masih terlalu lelah untuk beranjak dari kasurnya.
            “hyung~ ayoo.. kita perlu bersiap – siap untuk fansign kita hyung~” bujuk Zelo sembari menarik selimut Himchan, dan yahh mau bagaimana lagi? Himchan itu seorang idol, dia member B.A.P jadi bagaimanapun keadaannya tak peduli ia masih mengantuk atau tidak, ia tetap harus mengabaikannya untuk para pecintanya, ahh salah! Tolong garis bawahi ini, ini semua demi Baby ! demi Baby. Jadi mohon tetap cintai mereka ^^
            “aishhtt baiklah aku bangun”
            “Baiklah, kami semua sudah hampir selesai.  Setelah kau selesai mandi jangan lupa makan, Yongguk hyung baru saja memasak” pesan Zelo lantas keluar dari kamarnya setelah ia merapikan kasur Himchan.
            Himchan bisa saja menuruti semua pesan yang di bawa Zelo, tapi hy! Makan sarapan buatan Yongguk bukannlah ide yang bagus, ia bisa saja harus mendekam di toilet untuk 2 hari hanya karena racun yang Yongguk buat, padahal Himchan sudah bilang pada Yongguk untuk tidak menyentuh dapur, dan dia melanggarnya -_-
            “kurasa tidak untuk hari ini” gumam Himchan, ini tidak sepenuh karena Yongguk membuat sarapan pagi ini, tapi sungguh hatinya saja sedang tidak berada pada tempatnya. Ini akan terasa asing karena biasanya Himchan tak pernah seperti ini, mungkin untuk satu hari saja para member akan kehilangan Himchan sang happy virus.
.
.
.
            Semua sudah siap, para member telah lengkap berikut dangan barang bawaanya, tapi Himchan adalah satu – satu yang belum siap untuk aktivitas hari ini meskipun barang bawaannya telah lengkap, tapi sayangnya hatinya yang tak kunjung kembali membuat dirinya ingin berdiam saja di sudut kamarnya tanpa melakukan apapun. Jadi sepanjang perjalanan menuju Incheon, Himchan tak pernah bicara kecuali matanya yang mengatakan bahwa dia merasa kosong dan lelah. Pemandangan di sepanjang jalan yang terlewat oleh laju mobil terabaikan begitu saja oleh Himchan yang biasanya selalu cerewet mengomentari ini dan itu.
            Youngjae yang merasa ada yang aneh dengan Himchan sekaligus orang yang tak betah melihat keluarganya bersikap lain akhirnya membuka topik obrolan, siapa tahu Himchan akan menanggapinya dan kembali dengan celetukan lucunya.
            “hyung, kau sudah makan sup buatan Yongguk hyung? Bagaimana menurutmu? Rasanya anehkan? Seperti laut berpindah ke mangkok supku!” kata Youngjae yang justru mendapatkan tawa aneh sekaligus ngenes dari sang leader. Semua orang terkikik pelan, yahh setidaknya suasana tak sekaku tadi kan? Tapi Himchan, ia hanya tersenyum asimetris lalu berkata :
            “aku tidak tahu” Youngjae mendesah pelan merasa bahwa usahanya telah gagal, dan membiarkan Himchan tetap seperti ini. Diam dengan headset yang menancap di telinganya yang memutar lagu – lagu sedih.
            Daehyun saling pandang dengan Youngjae, berbicara dengan isyarat seperti ‘hy, himchan hyung kenapa?’ tapi pada akhirnya Daehyun justru mengendikkan bahunya tanda ia tidak tahu. Ya, apa yang dia tahu? Selama ini yang Daehyun tahu hanya makan saja -_- #plokplak
            “tadi hyung baik – baik saja” Zelo menyela dengan mata yang berkedip imut, Jongup ikut mengiyakan dengan menambahkan :
            “kami masih berbagi shampoo tadi pagi” ohh baiklah apa ini ada hubungannya Jongup kami yang polos??
            “biarkan dia sebentar saja, mungkin Himchan lelah” saran Yongguk dan seperti ia adalah komandan, semua member akan menuruti apa yang Yongguk katakan.
.
.
.
            Menit menit berlalu hingga tinggal menunggu beberapa menit lagi untuk Baby melihat pangeran mereka duduk di kursi mereka. Tapi di belakang panggung, Himchan masih sama seperti pagi tadi.
            “Himchan” panggil Yongguk dengan suara baritonnya, Himchan menoleh dengan setengah hati.
            “semua orang menanyakanmu, kau ini kenapa? kau ada masalah? Atau kau rindu seseorang?” Himchan mengalihkan pandangan matanya sembarang arah, sembari berpikir tentang dirinya yang merindukan seseorang. Apa benar karena ia rindu dengan seseorang?? Dengan siapa? Lee Seorin?? Itu mungkin saja karena dirinya sudah tak bertemu hampir  3 tahun lamanya.
            Dan cerita 3 tahun lalu terbayang begitu saja seperti film lawas yang terus berputar. Bayangan Lee Seo Rin yang menangis dengan senyuman dan betapa jahatnya Kim Himchan di masa lalu.
Flashback
            27 Oktober 2011
            “apa kau bahagia jika aku hamil?”
            Bingung harus menanggapi dengan kalimat atau ekspresi seperti apa,Himchan memilih diam dengan segala keterkejutannya.
            “aku hamil Himchan-ah” ulang Seorin dengan suara parau yang rasanya begitu menusuk gendang telinga Himchan.
            “aku tidak tahu harus senang atau sedih, aku menangis karena aku masih terlalu muda, tapi aku senang saat aku tahu ayahnya adalah Kau Himchan”
            Senang atau sedih? Bahkan Himchan sendiri lebih tak tahu apa yang dia rasakan sekarang. Jadi Himchan masih terus terdiam dengan tangannya yang tak lagi berada di pipi Seorin. Saat itulah Seorin merasa takut, tangan Himchan yang lepas dari pipinya seperti sebuah tanda bahwa ini adalah hal yang buruk. Bagaimana jika Himchan tak mau jadi ayah untuk calon bayinya? Bagaimana jika setelah ini Himchan justru menyuruhnya untuk menggugurkannya? Atau bagaimana jika Himchan akan meninggalkannya?
            “aku? aku ayahnya? Kau tidak sedang becanda kan Seorin?”Seorin menggeleng lantas menarik tangan Himchan dan meminta menyentuh perutnya yang berisi nyawa.
            “aku akan jadi ayahnya, tapi…”
Flashback End
            24 Oktober 2014
“semua orang menanyakanmu, kau ini kenapa? kau ada masalah? Atau kau rindu seseorang?” Himchan mengalihkan pandangan matanya sembarang arah, sembari berpikir tentang dirinya yang merindukan seseorang. Apa benar karena ia rindu dengan seseorang?? Dengan siapa? Lee Seorin?? Itu mungkin saja karena dirinya sudah tak bertemu hampir  3 tahun lamanya.
            Dan cerita 3 tahun lalu terbayang begitu saja seperti film lawas yang terus berputar. Bayangan Lee Seo Rin yang menangis dengan senyuman dan betapa jahatnya Kim Himchan di masa lalu.
“yahh kami memang tidak tahu apa yang terjadi karena kau tak cerita pada kami. Tapi apapun itu, ku harap kau bisa menjaga moodmu seperti Himchan yang biasanya karena para fans meneriaki namamu. Mereka ingin Himchan yang seperti kemarin bukan Himchan yang seperti ini, jadi ay—“
            “tanggal berapa sekarang?”
***
            “Annyeong haseyo, urineun B.A.P! Yess Sir! Gamsahamnida”
            Himchan duduk seperti biasa di tempat paling ujung bersebelahan dengan maknae Zelo, wajahnya telah kembali dengan sejuta ketampanannya dan seperempat kecantikan bercampur dengan senyum ceria yang menunjukkan deretan gigi kelincinya, tapi ini palsu! Dia tak benar – benar tersenyum karena hatinya masih belum kembali. Hy! Ini pekerjaan yang susah! Tak semua orang bisa berakting senatural dirinya, jadi hargai saja usahanya dan buat Himchan senang.
            “aku akan menulis namamu di sini, siapa namamu?”
            “Lee Seorin” Himchan menoleh melihat fans yang bercakap cakap dengan Zelo. Astaga apa ia tak salah lihat? Apa gadis yang dia lihat di depan matanya benar – benar Seorin?
            “ahh baiklah. Lee Se-o-ri-n, untukmu”  seru Zelo dengan senyum andalannya. Dan tanpa basa – basi lagi, gadis itu bergeser menjadi berhadapan dengan Himchan. Seperti tak ingin melewatkan kesempatan besar ini dan karena ia merasa bersalah juga karena mungkin Seorinlah penyebab hatinya terasa menghilang dari tubuh Himchan, Himchan mengambil sticky notes yang selalu ia simpan di saku celananya, dan menuliskan beberapa kata.
            ‘kau apa kabar? Kita sudah lama tidak bertemu ’ Seorin tersenyum tipis pada Himchan, terlalu tipis sampai Himchan tak yakin itu sebuah senyuman.
            ‘kau banyak berubah, apa kau baik – baik saja?’ lagi Seorin hanya tersenyum tipis membuat Himchan semakin khawatir dan bersalah pada gadis di hadapannya.
            Coba lihat Kim Himchan, tubuhnya yang semakin kurus, matanya yang tak lagi bersinar, seperti hanya ada kepedihan di dalamnya, rambutnya yang dulu Himchan paling sukai kusut tak terawat. Dan parahnya, Seorin menjadi pusat perhatian karena penampilannya. Seorin tak pernah memperdulikannya, tujuannya hanya Himchan untuk saat ini.
            ‘aku minta maaf’ Himchan memandang Seorin dalam, lantas tangannya menggenggam punggung tangan Seorin yang terasa begitu dingin, kurus, dan kering. Seorin tak bereaksi apapun, seperti patung yang ditakdirkan membisu. Tapi kini ia tersenyum, tak setipis sebelumnya kali ini jelas. Dan Himchan merasa besyukur, mungkin ini pertanda bahwa Seorin mau memaafkannya.
            “kembali padaku Himchan” bisik Seorin yang disambut anggukan oleh Himchan.
            Mungkin benar yang ia rindukan adalah Seorin, mungkin saja yang membawa hatinya pergi adalah Seorin, karena detik ini juga Himchan merasa baik – baik saja, jauh lebih baik dari hari sebelum ia tak bertemu dengan Seorin. Jadi Himchan pikir kembali pada Seorin bukanlah hal yang buruk, lagi pula memang sudah seharusnya kan? Himchan adalah ayah untuk anak Seorin. Tunggu! Lalu dimana anak Seorin? Apa Seorin tak membawanya.
            “aku akan menunggumu di depan hotel tempat kalian menginap, jangan terlambat” Himchan mengangguk menuruti perkataan Seorin, sungguh Himchan tak lagi ingin menyakiti Seorin, ia tak lagi ingin membuat kesalahan yang nantinya akan ia seseali seperti 3 tahun lalu. Himchan akui, meninggalkannya adalah keputusan terbodoh yang pernah ia ambil.
***
            Flashback
27 oktober 2011
            “aku? aku ayahnya? Kau tidak sedang becanda kan Seorin?”Seorin menggeleng lantas menarik tangan Himchan dan meminta menyentuh perutnya yang berisi nyawa.
            “aku akan jadi ayahnya, tapi aku…”
            Jeda, tak ada yang bicara kecuali deru nafas mereka yang mendominasi keheningan. Lidah Himchan terasa kelu tak mampu untuk mengatakan bahwa ia tidak bisa, tapi untuk mengatakan iya pun Himchan tak seberani itu.
            “aku sudah menjadi trainee di sebuah agensi, mungkin sebentar lagi akau akan debut. Jadi.. aku tidak bisa” dan saat itulah tangis Seorin pecah memenuhi ruangan kubus ini. Sama sekali tak percaya Himchan akan berkata demikian, harapannya untuk membesarkan anak yang dikandungnya bersama Himchan hancur begitu saja. Setelah ini, Seorin yakin bahwa Himchan akan meninggalkannya sendiri di dalam ketakutannya yang luar biasa.
            Seorin masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu, apalagi tanpa ayah. Tapi Himchan terlalu kejam untuk seorang ayah yang berniat meninggalkan Seorin dan buah hati mereka begitu saja.
            “maafkan aku…” ujar Himchan pelan lantas pergi meninggalakan Seorin yang masih terus menangis. Pikirannya kacau, terlalu kacau untuk memikirkan rencana kedepannya. Apa Himchan harus pergi? Jalan menuju impiannya sudah berada di depan hidungnya, apa ia harus meninggalkan mimpi itu dan kembali pada Seorin? Menjadi seorang ayah? Ini jelas di luar rencananya, dan Himchan tak pernah sama sekali membayangkannya akan menjadi ayah di usianya yang masih muda. Himchan tidak bisa.
            Flashback end
***
            27 Oktober 2014
            Fansign baru saja selesai, dan B.A.P kembali pada hotel tempat mereka menginap. Jadwal hari ini sungguh melelahkan, karena setelah acara ini, malam nanti B.A.P masih harus menghadiri acara musik yang diadakan di Incheon. Praktis waktu istirahat mereka berkurang, karena setidaknya jam 3 sore nanti mereka harus sampai di sana untuk gladi bersih. Ini benar – benar melelahkan!
            “hyung aku belum kerjakan Prku, aku harus bagaimana??” keluh Zelo pada Jongup yang asik bermain dengan ponselnya.
            “kamar Yongguk hyung ada di sebelah kita kok” balas Joungup yang justru membuat Zelo mengernyit tak paham. Memang kenapa kalo kamar Yongguk bersebelahan dengan kamar mereka? Masalahnya adalah Zelo belum mengerjakan prnya, bukan kamar mereka dekat atau tidak. Mungkin suatu hari, harus ada penemuan baru untuk mermperbarui otak Jongup. -_- #pletak!
            “lalu?” kata Zelo lantas menekan tombol pintu lift.
            “kau bisa datang padanya dan minta Yongguk hyung untuk mengajarimu” jelas Jongup lantas masuk ke lift dan saat pintu lift hendak tertutup seorang anak kecil menyerobot masuk mendahului Zelo dan Jongup.
            “mengagetkan saja” gerutu Zelo mengelus – elus dadanya. Akhir – akhir ini ia memang sering latah dengan hal – hal yang mengejutkannya.
            Pintu tertutup, dan bocah cilik itu berdiri di sudut lift dengan tas merahnya, memandang kosong ke depan tanpa ekspresi. Suasananya mendadak horor dengan hawa dingin yang melingkupi ruangan kecil itu. Jongup yang bertubuh besar bergeser menghimpit Zelo merasa lantaran merasa takut. Jongup sempat melirik wajah bocah itu, dan dilihat – lihat ia mirip seseorang tapi Jongup lupa siapa orang itu.
            “kenapa hyung?” Jongup melirik ke arah bocah itu, mengabaikan suara Zelo yang terdengar biasa – biasa saja. Pria bertubuh 184 cm itu tak merasa takut sedikit pun.
            “hyung memandangku?” suaranya terasa aneh, dingin dan menyakitkan ketika bocah cilik itu bertanya dengan mata yang menatap Jongup.
            “ahh..iya, apa kau sendiri adik kecil?” jangan pikir Jongup benar – benar berani bertanya seperti itu, ia hanya mengabaikan sedikit rasa takutnya saja.
            “ehm,aku ingin menjemput ayah di kamar 501”
            Seketika Zelo mengernyit bingung tatkala bocah cilik itu mengatakan nomor kamarnya. Apa bocah itu becanda? 501 itu kamar Yonguk, Himchan, dan Daehyun. Ya, bisa jadi dia becanda dengan mengatakan salah satu member B.A.P adalah ayahnya.
            “kau yakin? itu kamar hyungku” sahut Zelo hanya mendapat anggukan kecil dari sang bocah. Tak ada tanda – tanda ia becanda, atau ia tengah berbohong.
            Ohh mungkin saja, ia sengaja di tinggal oleh ayahnya, itulah sebanya ia mencari ayahnya di kamar yang telah di booking oleh ayahnya sebelumnya. Bisa jadi kan?
            “tapi ayahku ada di sana”
***
            Himchan memainkan ponselnya gelisah, teramat gelisah karena Seorin tak membalas pesannya setelah Himchan berusaha menemuinya di tempat yang Seorin minta. Berulang kali ia mengirim sms tanpa mendapat balasan, ahh jangankan balasan, terkirim pun tidak. Bahkan Himchan telah mencoba menelfonnya yang akhirnya hanya mendapat jawaban dari operator. Dimana Seorin sebenarnya? Apa dia lupa dengan janjinya??
            “hyung kau kenapa sih?” tanya Daehyun yang kebetulan duduk di sebelahnya dengan segelas oreo dari fansnya. Jujur saja, ia merasa risih dengan Himchan yang gelisah seperti ini, tapi dia akan terganggu jika Himchan mulai cerewet seperti para ibu – ibu yang doyan bergosip.
            “dari tadi kau terus bersikap aneh, sebenernya hyung punya masalah apa sih?” Himchan menghembus nafas sebentar, menekan tombol 1 untuk menelfon Seorin. Gagal untuk sekian kali, ia menatap Daehyun kesal dengan rahang yang mengeras. Hey! Apa salah Daehyun? Ia hanya bertanya kan?
            “k-kenapa?” tanya Daehyun denga alis yang bertaut, oreonya nyaris saja tumpah kalau saja ia tidak melindungi makanannya. Himchan benar – benar orang yang membingungkan sekaligus menakutkan dalam satu waktu. Dan itu membuat Daehyun jengkel.
            “KAU TAHU KENAPA?!!! AKU SANGAT KESAL JUNG—-“
            “hyungdeul!!!”
            Oke, salahkan saja Duo magnae jika nanti Himchan akan lebih kacau hanya karena emosinya tidak tersalurkan dengan benar. Himchan melongos tak suka karena Zelo dan Jongup tiba – tiba saja datang tanpa di undang.
            “wae?” tanya Himchan datar , lantas Zelo menghampiri Daehyun dan menunjuk bocah kecil bertas merah di samping Jongup. Daehyun mengernyit tak paham dengan maksud mangnae innocent satu ini. Memang kenapa dengan bocah itu? Pikir Daehyun seperti itu.
            “dia bilang dia mencari ayahnya hyung” jelas Jongup makin membuat Daehyun tak mengerti. Ayah? Siapa ayahnya? Hanya ada dia, Yongguk dan Himchan di kamar ini, tak ada pria lain lagi yang kemungkinan adalah seorang ayah.
            Coba pikirkan, jika itu Daehyun.. hey! Dia hanya sekali berpacaran dan itu tak berlangsung lama karena kekasihnya seorang foreign. Jadi tak mungkin Daehyun adalah ayahnya kan? Tapi jika itu Himchan, astaga wanita mana yang mau jadi kekasih Himchan yang cerewet?  Kalau itu Yongguk? Ohh ayolah, leadernya itu orang baik – baik. Jadi Yongguk tak mungkin ‘melakukannya’ sebelum ia memiliki istri. Apa itu Youngjae? Bisa saja kan bocah itu salah menyebut kamar?? Tapi kan Youngjae hanya menyukai Daehyun, jadi itu lebih tidak mungkin! #DaeJaeShipper :v#  apa itu Jongup? Tunggu!! Pria sipit berwajah malaikat ini tak mungkin jadi seorang ayah di usianya yang masih muda, karena ia sendiri terlalu polos untuk sebuah hubungan. Zelo?? Perlu kalian tahu, ia sudah memiliki kekasih secara diam – diam, jadi jika sekalipun Zelo melakukan ‘kesalahan’ dengan Yoon Eun Chae kekasihnya, ia tidak mungkin ayah biologis dari si bocah bertas merah karena wajahnya benar – benar tak mirip Zelo atau pun Eun Chae.😀
            “aku sudah bilang padanya kalau itu tidak mungkin, tapi dia terus – terusan bilang ayahnya ada di sini” sambung Zelo, Himchan yang sudah kacau rasanya makin pusing saja dengan bocah cilik itu, jadi ia memilih diam dengan terus memainkan handphonenya. Untunglah Yongguk datang tepat waktu diikuti Younjae di belakangnya. Dua orang ini adalah orang yang paling bisa di andalakan untuk hal – hal seperti ini.
            “ada apa ini?” Youngjae bertanya terlebih dahulu, menyerobot Jongup yang berdiri di ambang pintu denga si bocah. Pandangannya terarah pada bocah yang di rasa – rasa ia pernah melihatnya di suatu tempat, tapi sungguh ia lupa dimana dan kapannya.
            “hey Himchan, kenapa anak ini mirip denganmu?” celetuk Yongguk yang berhasil membuyarkan semua ke-cuek-an Himchan dan beralih memandang wajh si bocah.
            “Bingo!” seru Youngjae senang seolah ia baru saja memenangkan undian berhadiah. Dia belum tahu apa masalahnya jadi ia adalah satu – satunya orang yang berteriak senang.
            “ahh pantas aku merasa familiar”- Jongup.
            “hyung.. jangan – jangan…” Daehyun sengaja menggantung kalimatnya seolah ia tak tega untuk melanjutkannya. Himchan sendiri merasa was – was, bagaimana jika benar bocah itu adalah anaknya?? Bukankah 3 tahun lalu ia pernah ‘melakukannya’ dengan Seorin? Jadi mungkin saja kekhawatirannya adalah benar.
            “apa maksudmu?!” sentak Himchan pada Daehyun, Himchan beranjak mendekati si bocah. Menyamakan tingginya lantas ia mengacak lembut rambut sang bocah yang terasa begitu halus di tangannya namun begitu dingin seperti bongkaha es.
            “siapa namamu adik kecil?” tanya Himchan lembut, tangannya sengaja ia letakkan di bahu si bocah yang kecil itu.
            “….”
            “baiklah, hyung akan ganti pertanyaannya, berapa usiamu sekarang?”
            “7 tahun” Himchan menghembus nafas lega tatkala jawaban itu terlontar. Usianya adalah 10 tahun dan usia anaknya tak mungkin 7 tahun karena Seorin hamil 3 tahu yang lalu.
            “kau mencari ayahmu? Tapi di sini tidak ada orang lain lagi selain kami” si bocah diam unutk bebereapa detik, menatap Himchan dalam  mengamati setiap lekuk – lekuk wajah Himchan yang dianugerahi ketampanan.
            “ibu benar, aku sangat mirip dengan ayah!” seketika semua orang yang ada di situ melongo tak percaya tatkala tiba – tiba tubuh kecil si bocah menghambur ke pelukan Himchan. Bukan hanya sebuah pelukan yang mereka herankan, tetap bocah kecil itu juga menyebut ‘mirip’ dengan ayah.
            “ma-maksudmu?” bocah kecil itu mengerjap pelan, memberi jeda yang justru membuat jantung Himchan nyaris meledak keluar. Dan entahlah kenapa, kamar 501 terasa makin dingiin saja, kulit Zelo sampai 2 kali lebih putih dari aslinya saking dinginnya #-_-.
            “aku adalah putramu di masa depan dari ibuku yang telah meninggal karena menggugurkanku 3 tahun lalu,Lee Seorin”
            Ehh??
            Ini bahkan terlalu menyeramkan untuk di sebuah sebagai sebuah gurauan, lagi pula anak kecil mana yang bisa bergurau semengerikan ini? Lalu kalau ini bukan gurauan, apa ini nyata? Tidak mungkinkan? Ini tahun 2014, memangnya masih berlaku ya hal – hal mistis dan horror seperti ini di jaman yang serba modern dan instan?
            Tangan Himchan meluncur lemas dari bahu si bocah dengan mata yang menatap takut dan tak percaya. Tangannya bergetar takut antara ia takut di kejar hantu dan mendengar kabar dari hantu kalau Seorin telah meninggal, dan sekarang ia bertemu dengan hantu anaknya. Ohh sungguh ini benar – benar gila.
            “hyung.. a-apa maksudnya di-dia…” Daehyun bertanya terbata pada Yongguk yang tak kalah heran dengan kejadian hari ini. Yongguk tak menjawab kecuali ia menggeleng tak tahu. Zelo mengernyit merasa bahwa ia pernah  mendengar nama Lee Seorin hari ini.
            “hyung, Lee Seorin itu gadis yang datang dengan penampilan berantakan kan hyung?” Zelo benar, dan saat inilah ia mulai merasa bahwa kejadian dari fansign saling berkaitan satu sama lain. DanYoungjae setuju dengan hal itu.
            “ayah, kenapa kau meninggalkanku dan ibu?” Himchan mundur selangkah demi selangkah, menggeleng tak percaya. Ia benar – benar frustasi sekarang, dan tak seorang pun memperhatikan Himchan yang melangkah mundur ketakuta. Member B.A.P kecuali Himchan mendadak seperti hilang akal sampai mereka tak menyadari jika Himchan melangkah mundur mendekati jendela.
            “tidak mungkin.. Seorin tidak mungin mati.. d-dan kau bukan anakku” ia terus menggeleng yang justru di sambut senyum asimetris oleh si bocah kecil yang seolah menunggu Himchan jatuh dari lantai 5 Spring Green Hotel.
            “ayah,ibu menunggu di bawah”
            Bruakk !!
            Jam 10.26 tepat, tubuhnya anjlok dengan mulus dari lantai 5, darah mengalir banyak menghiasi aspal lantaran kepalanya bocor. Tubuhnya remuk seketika, ia merintih sakit dengan air mata di sudut matanya. Bukan, Himchan bukannya merintih sakit karena ia baru saja jatuh dari lantai 5, tetapi hatinya yang terasa begitu sakit. Jika saja ia tak meninggalkan Seorin 3 tahun lalu, ini tak akan terjadi kan?
            Himchan menyesal, tapi baginya untuk saat ini kematian adalah hal yang tepat untuk ia lakukan. Karena tak seharusnya Himchan meninggalkan Seorin dalam ketakutan, ia kini akan menyusulnya dan memperbaiki semuanya. Mengulang dari awal bersama Seorin dengan putranya di dunia yang akan ia tempati selanjutnya.
            “Seo-Rin, mianhae” lirihnya pada Seorin yang menuggunya di bawah, tangannya terulur hendak membangunkan Himchan. Gadis itu tersenyum, sangat cantik! Ia pasti benar – benar bahagia karena bisa hidup lagi bersama Himchan, meski hanya sebagai arwah.
            Himchan meraih tangan Seorin yang lembut dan hangat, yang masih sama seperti 3 tahun lalu. Mungkin benar dugaan Himchan bahwa Seorin masih mencintainya sama seperti dulu, meski Himchan pernah membuat Seorin kecewa. Itulah sebabnya, bagi Himchan kematian adalah hal yang tepat.
            Satu menit tepat setelah ia anjlok, jam 10.27 Himchan menghembuskan nafas terkahirnya.
***
                        Epilough
            Semua media komuniakasi memberitakan hal yang sama hari ini. Semua Baby bahkan menangis hari ini. Bukan hanya karena kematian Himchan sang visual, tetapi juga karena musibah yang ikut menimpa member lain. Juga karena kabar yang begitu menyakitnya dan mengejutkan para netizen.
            “B.A.P Himchan bunuh diri buat para member masuk rumah sakit jiwa”
            Hati siapa yang tak akan tersentuh melihat berita seperti ini? keluarga mereka saja 2 kali tak percaya membacanya. Tapi kenyataannya, setelah Himchan meninggal para member shock dan dokter memvonis bahwa mereka –B.A.P- perlu perawatan di rumah sakit jiwa.
            “ini seperti habis jatuh tertimpa tangga, aku tidak bisa mengerti kenapa ini harus terjadi pada B.A.P junior kami sekaligus keluarga kami” komen Hyosung pada sebuah infotaiment dengan mata yang bengkak lantaran habis menangis.
            “B.A.P tetap akan ada, dan selalu ada di hati kami. B.A.P akan kembali”  -Baby.
 
End

About fanfictionside

just me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s