FF oneshot/ YOU AND I ON A RAIN/ INFINITE


POSTER FF

Tittle : You and I on A Rain

Author : CLKimYoung

Cast : Infinite L, Park Hyo Jin

Support Cast : Hwang Mi Young, Cho KyuHyun

Gendre : Romance, Sad

Rating : T-17

Length : Oneshoot

Annyeonghaseyo readersdeul! Saya penulispemula disini. Harap dimaklumi jika FF ini berantakkan dan mohon dimaafkan jika FF ini membosankan kekeke. Ini FF pertamaku yang pertama kali saya kirimi disini. Terimakasih buat author yang mau mempost FF abal ini😀 Dan terimakasih untuk para readers yang mau membaca FF ini😀 diharapkan untuk tidak bosan membacanya :p

NB : Typo bersebaran dimana-mana, maafkan author sebelumnya, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi manusia tidak ada yang sempurna kan😀

Happy Reading all J

Recommended songs:

Davichi – Because It’s You

Aku tidak tau aku lahir pada hari hujan atau tidak. Tapi yang aku tau, aku begitu menyukai hujan, aku senang bisa mencium harum jalan saat setelah hujan, aku senang saat bisa merasakan sejuknya udara setelah hujan, aku senang saat berjalan dijalan bahas setelah hujan.. Hujan memiliki rahasia tersendiri yang hanya penikmatnya saja yang tau.. Bagiku hujan dapat membuat orang yang melihatnya tersenyum dan berlama-lama memandangi hujan, untuk bernostalgia kembali dengan memori yang tersimpan bersamaan dangan turunnya rintik hujan. Aku senang hujan, walaupun aku pernah merasakan kecewa karena aku merasa cinta ku tak terbalaskan oleh orang yang kucintai saat bersamaan dengan hujan turun, tapi aku tidak pernah berhenti menyukai hujan.. Karena hujan itulah yang membawaku kepada cinta yang murni dan tulus…

Hyo Jin POV

Saat diruang kelas seperti ini kerjaanku hanya melihat keluar jendela, tapi hanya dimata kuliah tertentu saja hahaha aku tidak mau mengambil resiko kalau keningku yang mulus ini di lempar dengan penghapus oleh dosen killer jika aku tidak memperhatikan dia mengajar.

“Hari ini cerah sekali. Haah, andai saja hari ini hujan.. Aku…” kalimatku terputus oleh teriakkan Mi Young “Ya Park Hyo Jin! Kenapa kau berbicara sendiri seperti itu? Semakin lama aku jadi semakin takut duduk disebelahmu hahahah” canda Mi Young

“Aishh dasar kau ini… Aku tidak berbicara sendiri Young-ah, aku hanya berkata kenapa hari ini tidak hujan saja”

“Ya! Memang kenapa kalau hari ini hujan? Aku heran kenapa kau begitu menyukai hujan. Menurutku hujan hanya akan membuat orang susah saja.” Tutur Mi Young dengan suara cuek khasnya

“Hahahaha Young-ah suatu saat nanti jika kau menemukan seseorang yang kau cintai diwaktu hujan, dan kau akan menyukai hujan chagi”

“Tapi jika kau disakiti pada saat hujan kau akan membenci hujan.” Deg! Perkataan tajam Mi Young membuat jantungku berhenti seketika.

“Anyio Young-ah kau kan tau aku pernah merasakannya, dan aku tetap tidak bisa berhenti menyukai hujan.” Kataku halus sambil tersenyum tulus

“Ya, ya, ya… Terserah dirimulah. Kau mau kekantin tidak? Aku lapar!” Tanpa menunggu jawaban dariku, tanganku pun langsung di tarik oleh Mi Young menuju kantin.

Ah, aku akan memperjelas sedikit disini namaku Park Hyo Jin, aku berasal dari keluarga berada, ibu ku seorang designer dan ayah ku seorang pembisnis. Hidup ku memang tidak pernah kekurangan, tapi aku belajar menjadi anak yang sederhana. Aku kuliah di Infinite University dan Mi Young adalah sahabatku sejak 4tahun yang lalu, aku memang anak yang welcome kepadasemua orang tapi, hanya Mi Younglah yang tau tentang isi hatiku, cerita ku dan semuanya. Aku selalu bercerita kepada Mi Young tentang apapun, tapi aku tidak dapat menjelaskan kepada Mi young tentang satu hal kenapa aku begitu menyukai hujan.

“Jin-ah kau tau cowok tampan yang ada di ujung sana? Dia adalah anak dari pemilik Universitas ini, kabarnya dia datang dari London, untuk menjadi dosen disini. Semua mahasiswi disini mencari perhatiannya saat pertama kali dia mengajar. Yang aku dengar dia seumuran dengan kita 22tahun, tapi dia berhasil lulus dengan prestasi gemilang dan sayangnya dia hanya sementara menjadi dosen disini. Ah sayang sekali! Ku pikir dia akan lama menjadi dosen disini.” Ocehan Mi Young tidak aku dengarkan. Karena pada saat aku melihat siapa orang yang dia maksud, aku begitu kaget! Dia, dia orang yang sama yang aku temui 4tahun yang lalu saat aku berada di London. Dia.. Dia datang kembali, membangkitkan perasaanku yang lama ku simpan begitu saja. Dada ku begitu sesak…

Flashback on…

Saat itu hari hujan dan aku berjalan ditempat penyebrangan jalan.

“aah shit, seharusnya aku bawa payung kalau tau hari ini hujan.” Tanpa sengaja aku menabrak seorang lelaki

“ah, I’m so sorry sir.” Ketika aku melihat wajahnya Oh My God He’s handsome and cute.

“ah, no problem. Are you okay?” Katanya sambil tersenyum. Oh My God dia memiliki lesung pipi yang manis dan senyumannya ah, melelehkan duniaku. Aku terus menatapnya dan tersadar dengan panggilannya

“Miss, Miss, Miss…. Are you okay?”

“ah, I’m okay and you? I’m so sorry I didn’t mean to crash into you” kata ku penuh sesal. Dan dia tersenyum sambil mengajakku jalan ke café terdekat untuk berteduh.

“I’m okay miss, no problem it’s not your fault. You’re not from England. Where are you come from Miss? Korean? Japan? China?”

“I’m from Korean, sir.” Kata ku malu-malu

“ah kalau begitu kita sama kekeke. Namaku Myung-Soo, Kim Myung-Soo. And you?”

“Ne? Me? Ah naega Park Hyo Jin imnida. Bangabseubnida.” Kata ku tersenyum sambil memamerkan eye smile ku.

Setelah kami berkenalan pada hari pertama kami yang tanpa sengaja saling menabrak satu sama lain. Kami menjadi lebih dekat, dia sering menjemputku di apartementku dan dia sering mengajakku makan siang dan malam bersama. Kedekatan kami ini, menumbuhkan benih-benih cinta didalam diriku. Aku berpikir dia juga menyukaiku, dia memberikanku harapan atas dasar cinta. Dia selalu memperhatikanku, menjagaku, dia juga selalu menemaniku ketika aku ketakutan. Dari sini aku mulai menyukai hujan, karena hujan mengantarkanku padanya. Tapi suatu hari, ketika hari mulai hujan aku tanpa sengaja melihat dia sedang memeluk dan mencium wanita lain. Hatiku hancur saat itu juga, aku pulang ke apartementku sambil hujan-hujanan, dan hari itu juga aku memutuskan untuk pindah ke Korea karena percuma jika aku teruskan pun cintaku tetap bertepuk sebelah tangan.

Tapi aku tidak membenci hujan, karena sampai kapanpun aku tidak bisa membenci dirinya. Dia tidak tau apa-apa tentang perasaanku. Dan perasaan ini kusimpan dan kututup rapat-rapat dilubuk hatiku terdalam sampai saat ini. Inilah cerita sesungguhnya yang Mi Young tidak pernah tau, dia hanya mengetahui hatiku pernah hancur saat hujan turun karena cinta, tapi dia tidak pernah tau alasan sesungguhnya mengapa dan kenapa aku tetap menyukai hujan.

Flashback off

“YA Park Hyo Jin! Kau mendengar aku berbicara atau tidak?”Ck, galak sekali wanita satu ini untung kau sahabatku, kalau tidak habis kau!

Aku mendelik dan berkata “Ya aku mendengarnya! Aish, kau ini cerewet sekali seperti halmeoni kekurangan sirih saja” kataku sebal

Author POV

Kim Myung-Soo seorang pria tampan dengan lesung pipi dan senyum yang manis, pindah dari London ke Korea hanya untuk bertemu dengan gadisnya, ya gadis yang dulu dia sukai, gadis yang membuatnya tak bisa tidur normal selama 4 tahun, gadis yang pergi begitu saja tanpa memberitahunya, dan gadis yang menghilang tanpa jejak selama 4tahun.

Myung-Soo POV

Aku kembali ke Negara asalku Korea. Aku kembali kesini hanya untuk menemukan gadisku. Gadis itu Park Hyo Jin sampai kapanpun dia masih menjadi cintaku yang dulu, cintaku yang pernah hilang. Aku tidak tahu apa-apa tentangnya selama 4 tahun ini, dimana dia tinggal, dimana dia sekolah, bagaimana kabarnya, aku bukan cowok yang akan menyewa seorang mata-mata hanya untuk mencarinya, aku tidak mau mempermainkan takdir, jika dia memang takdir untukku, Tuhan pasti buka jalan untukku kembali bertemu dengannya. Aku tidak meminta yang muluk-muluk hanya cukup tahu dan melihatnya saja sudah membuat ku senang. Park Hyo Jin bogosip-eo…… I Missing You…. Park Hyo Jin….. aku hanya bisa menjerit dalam hatiku.

“Oh, hyung sudah lama tidak bertemu. Apa kabar? Jinja bogosip-eo hyung kekeke” kataku pada Kyuhyun hyung saat aku bertemu dengannya di Universitas ini.

“Ya! Myungsoo-ya kau kah itu? Wahjinja kau sudah berubah dari anak kecil ingusan menjadi anak tampan seperti ini. Eish kau ini, aku tau kau hanya bercanda mengatakan itu hahaha geunde nado bogosip-eo.” Kata Kyuhyun hyung sambil memelukku, membuat ku sedikit geli.

Kyuhyun hyung dan aku memang beda 2 tahun tapi aku lompat kelas dan menjadi satu sekolah dan satu kelas dengannya saat aku SMP dan berlanjut ke SMA dia begitu baik padaku, dia menjadikanku adik kecil nya karena dulu aku terlalu lemah. Tapi saat masuk universitas Kyuhyun hyung harus pindah ke Korea kembali. Pada saat itu aku benar-benar seperti kehilangan sosok seorang kakak sekaligus sahabat terbaik untukku. Tapi sebelum pergi dia berkata jadilah namja yang kuat dan tangguh. Semenjak itu aku mulai berpikir untuk berubah dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini.

“Hyung, neo ara? Aku kembali kesini hanya untuk mengharapkan aku dapat kembali bertemu dengan nya lagi hyung.” Kata ku sedih

“Nugu? Park Hyo Jin? Gadis yang sering kau ceritakan pada ku selama 4 tahun? Gadis yang menghilang tiba-tiba itu? Yah tidak ku sangka kau memiliki cinta sebesar itu, ini sudah 4 tahun lamanya tapi kau masih mencintainya. Aku salut dengan mu nak kekeke.” Kyuhyun hyung memang tau aku bertemu dengan Hyo Jin di London dan aku mencintainya, bahkan Kyuhyun hyung pun tau bagaimana kisahnya sehingga aku bisa mencintainya.

Tanpa sadar mataku beralih pada seorang gadis di ujung lorong sana. Gadis itu mirip sekali dengan Park Hyo Jin, dia sempat melihatku sekilas dan langsung berbicara dengan temannya. Tapi apakah Kyuhyun hyung tau siapa gadis itu? Apakah dia memang benar-benar gadisku? Apakah aku harus bertanya untuk memastikan? Yah sebaiknya aku harus bertanya.

“Hyung, siapa gadis yang berada di ujung lorong sana? Yang berdua dengan temannya yang memakai pita pink.”

“Nugu? Gadis yang di depan temannya yang memakai pita pink? Oh gadis yang memakai pita pink itu Mi Young dan temannya namanya Park Hyo Jin gadis pintar, lembut, dan sedikit pendiam. Kenapa kau menyukainya?” Omongan terakhir Kyuhyun hyung tak ku dengarkan, karena saat mendengar namanya aku kaget. Benar dia adalah gadis ku yang hilang 4 tahun yang lalu.

“Jamkkanman.. Kau bilang siapa namanya? Park Hyo Jin?” Kyuhyun hyung yang bingung melihatku pun mengangguk saat aku tanya kembali nama gadis itu. Dan sedetik kemudian dia tersadar dengan kalimat pengulanganku.

“Maldo andwae! Apakah itu dia? Park Hyo Jin yang selama ini kau maksud? Dia kah gadismu dulu yang hilang?” pertanyaan Kyuhyun hyung yang bertubi-tubi membuat ku hanya dapat mengangguk lemas.

“Ya hyung, itu memang dia Jin-ah ku.” Aku hanya dapat melihat dia dari jauh, melihat senyum hangatnya yang selalu membuat hatiku berdebar.

Author POV

Pulang kuliah di sore hari…..

“ Jin-ah kau tidak mau ikut dengan ku dan Kyuhyun oppa?” Tanya Mi Young pada Hyo Jin

“Anyio Young-ah kau pulang saja dengan Kyuhyun oppa berdua. Aku akan jalan saja. Selamat bersenang-senang kalian berdua.” Kata Hyo Jin penuh semangat sambil sedikit mengerjai sahabatnya itu.

Selang 5 langkah dari Hyo Jin berjalan, Myungsoo memanggil nama Hyo Jin

“Jin-ah….”

Hyo Jin menghentikan langkahnya, dia tau siapa yang memanggilnya seperti itu selain orang tua dan sahabatnya Mi Young, dan laki-laki itu juga boleh memanggil nama kecilnya. Hyo Jin sadar betul kalau tidak mungkin orang tuanya mempunyai suara berat dan lembut seperti itu, apalagi Mi Young yang barusan pergi dengan pacarnya. Hyo Jin tau siapa yang memanggilnya. Seketika tangan Hyo Jin digenggam oleh Myung-Soo dan membuat Hyo Jin terdiam, dan berbalik menghadapnya.

“Dia tidak pernah berubah, dia masih tampan seperti pertama kali bertemu, bahkan sekarang jauh lebih tampan. Tapi hatiku kembali sakit saat mengingat dia mencium dan memeluk wanita lain.” Kata Hyojin dalam hati sambil melihat mata dan wajah Myungsoo

“Jin-ah… Bogosip-eo .. Jeongmal bogosipeo Jin-ah. Kenapa kau dulu menghilang begitu saja Jin-ah? Aku benar-benar dan sangat merindukanmu selama 4 tahun ini Jin-ah. Kau tau aku tak bias tidur layaknya orang normal selama 4 tahun karena aku selalu memikirkanmu dan aku selalu memimpikanmu Jin-ah” kata-kata Myung-Soo membuat Hyo Jin tersirih dan terdiam, Hyo Jin mencari kebohongan dimanik mata Myungsoo tapi tidak ada.

“Oppa, kau benar-benar merindukkan ku? Lalu bagaimana dengan gadis yang kau peluk dan kau cium waktu 4 tahun yang lalu, pada saat turun hujan. Kau tau waktu itu aku mau mengajakmu makan, dan tak terasa hujan pun turun, aku berlari ke café terdekat saat aku sudah dekat dengan café tersebut, dan apa? Apa yang aku lihat oppa? Aku melihatmu sedang memeluk dan bahkan mencium gadis lain. Aku sadar saat itu aku memang bukan siapa-siapa untuk mu. Tapi perasaan itu begitu sakit oppa, aku tidak membencimu karena kau tidak tau perasaanku 4 tahun yang lalu. Tapi sekarang aku memutuskan kau harus tau tentang perasaan ku oppa, sudah saatnya kau tau bahwa aku mencintaimu, sudah saat nya kau tau, bahwa aku merindukkan mu dan itu sulit untukku melepas perasaan ku karena dirimu, aku mencintaimu. Tapi saat aku mengingat kau memeluk dan mencium gadis itu aku sadar aku seharusnya tidak apa-apa, tidak juga seharusnya aku pergi menjauh darimu, tapi ego ku berkata lain waktu itu, dan aku memutuskan untuk menunggumu selama 4 tahun, ku pikir jika memang takdir menyatukan kita, kita pasti di pertemukan kembali. Dan aku masih tetap menunggumu dengan perasaan yang sama seperti 4 tahun yang lalu, dan tidak pernah berubah.” Akhirnya Hyo Jin dapat mengeluarkan isi hati yang selama ini dia simpan rapat-rapat, sambil berurai air mata, Hyo Jin meninggalkan Myungsoo yang mematung dengan pengakuan Hyo Jin yang membuat Myungsoo merasa begitu bodoh.

“Jin-ah! Kau harus tau satu hal, gadis itu bukan siapa-siapa bagiku, dari dulu sampai sekarang hanya ada kau di hatiku. Gadis itu hanya seorang teman yang menyukaiku sejak lama, dan waktu itu dia mengucapkan salam perpisahan, dia harus di tunangkan oleh calon pilihan orang tuanya, dia mengucapkan selamat tinggal padaku dan sejujurnya juga aku shock dengan tindakkannya. Tapi aku berani bersumpah kalau kami tidak ada hubungan apapun, dan aku juga tidak menyukainya, aku hanya menyukaimu anyi aku mencintaimu.” Kata-kata Myungsoo membuat Hyo Jin semakin menangis dan membuat Hyo Jin berlari meninggalkan Myungsoo.

At Hyo Jin’s room

Sesampainya di kamar, Hyo Jin menangis di kasurnya. Dia berpikir dia begitu bodoh, langsung pergi ke Korea tanpa bertanya terlebih dahulu dengan Myungsoo. Tapi dia tidak menyesali keputusannya dulu, dia memang sudah di takdirkan untuk bertemu kembali dengan Myung-Soo dan memperbaiki ikatan yang dulu terputus. Hyo Jin tahu laki-laki yang membuat Hyo Jin dapat tersebut di dunia yang sulit ini hanya Myung-Soo, lelaki yang selalu ada baut dia hanya Myung-Soo. Itu sebabnya Hyo Jin tidak dapat membencinya.

Hyo Jin mengetik pesan kepada Mi Young“Young-ah mau kah kau membantuku? Coba kau tanyakan pada Kyuhyun oppa, apa dia mempunyai nomor ponsel dosen kita Kim Myung-Soo. Jika ada tolong langsung berikan padaku, aku membutuhkan nya segera.”

Send… selang beberapa menit kemudian hp Hyo Jin bergetar “Ada apa ini? Kau menyukai dosen kita Kim Myung-Soo. Ini nomor ponselnya +0281806xxxxxx kau berhutang penjelasan padaku kekeke”

“Aish, anak ini benar-benar. Gomawoyo Young-ah. Saranghae kekekek” Hyo Jin membalas pesan Mi Young dan langsung menyimpan nomor ponsel Myung-Soo.

Hyo Jin berpikir cukup lama apakah dia harus mengirimkan pesan atau tidak. Dan akhirnya Hyo Jin memutuskan untuk mengirimkan pesan

“Oppa, kau tahu jam 10.10 artinya apa? Kalau kau tahu, berarti kau tahu siapa yang mengirimkan mu pesan ini.”

Myung-Soo POV

Aku masih kalut dengan Hyo Jin yang meninggalkan ku begitu saja, apa dia baik-baik saja. Apa aku menyakiti hatinya lagi dengan datang kesini? Tapi bukankah kita harus bertemu kembali?

Tidak lama kemudian handphone Myung-Soo bergetar memunculkan pesan yang berbunyi “Oppa, kau tahu jam 10.10 artinya apa? Kalau kau tahu, berarti kau tahu siapa yang mengirimkan mu pesan ini.” Dan Myung-Soo sadar siapa yang mengirimkannya pesan ini.

Flashback On…

“Oppa, kau tahu jam 10.10 artinya apa?” Tanya gadis mungil itu kepada seorang lelaki yang sedang memainkan gadgetnya.

“Molla, memang artinya apa?”

“Aish, kau ini pantas saja kau hidup seperti ini. Tidak ada romantis-romantisnya sama sekali. Jam 10.10 itu artinya hug oppa. Itu sama seperti kau merentangkan kedua tanganmu dia jarum menunjukkan angka 10.10 dan kau dapat memeluk orang yang kau cintai, itu terkesan romantis oppa.” Myung-Soo yang mendengar ucapan Hyo Jin seperti itu langsung mempraktekkannya.

“Seperti ini maksudmu? Kalau seperti ini tanpa kau beritahu aku dengan jam 10.10 juga aku akan memelukmu Jin-ah” Ucapan Myung-Soo membuat Hyo Jin tersipu dan merah merona. Hyo Jin hanya dapat mengangguk menanggapi pertanyaan Myung-Soo.

“Geunde oppa kau harus tau bahwa pukul 10.10 itu bukan hanya arti dari peluk saja tapi ada maknanya, dan kau harus cari tau sendiri maknanya. Arra?”

“Arraseo.” Kata Myung-Soo tersenyum sambil tetap memeluk Hyo Jin

Flashback Off

“Jin-ah, aku tahu ini kau. Dasar anak ini tidak berubah juga.” Myungsoo langsung membalas pesan Hyo Jin secepat mungkin.

Berawal dari mengirim pesan, akhirnya mereka janjian bertemu di café terdekat dan saat bertemu mereka saling meminta maaf atas kesalapahaman yang terjadi yang membuat mereka berdua tampak begitu bodoh, dan sibuk dalam dunia mereka berdua. Mereka terlalu asik bernostalgia tentang masa lalu mereka kembali, tanpa sadarwaktu menunjukkan pukul 9 malam waktu café untuk tutup, dan berlanjut menggunakan telepon.

“Good morning Jin-ah. Hari ini hujan..” Ucap Myung-Soo pada dirinya sendiri dan dia tersenyum mengingat kejadian semalam yang dia lakukan bersama Hyo Jin mengobrol sampai larut tanpa habisnya dan bahkan sampai Hyo Jin tertidur.

Myung-Soo keluar dari pekarangan rumahnya, dan berjalan menggunakan payung. Berjalan santai di hari hujan, yang mulai menjadi rintik-rintik hujan. Di sisi lain Hyo Jin juga sedang melakukan hal yang sama dengan yang Myung-Soo lakukan. Tanpa sadar mereka berdua bertemu dan Jin-ah yang hanya mengenakan jaket untuk menutupi kepalanya pun kaget karena Myung-Soo ada dihadapannya. Myung-Soo langsung memayungi Jin-ah dengan payungnya, jarak mereka yang begitu dekat membuat jantung kedua nya berdebar kencang. Mengingat kejadian masa lalu dimana mereka pertama kali bertemu di London pada saat hari hujan. Dan sekarang mereka bertemu kembali tanpa sengaja di hari yang hujan pula.

Takdir membawa mereka menuju kebersamaan, hujan menjadikan cinta mereka tulus dan murni. Jam menunjukkan pukul 10.10 pada saat yang bersamaan mereka berdua berada dibawah payung, menyatukan cinta yang 4 tahun tertunda dan berpelukkan dengan diiringi ciuman hangat dan manis.

Cinta tidak pernah tahu kapan datangnya, sakit tidak pernah tahu kapan hilangnya, tapi yang aku tahu aku dapat menunggumu begitu lama, ditemani dengan iringan suara hujan. Dan pada akhirnya takdir menyatukan kita kembali. – Park Hyo Jin

 

Aku mencintainya sangat, tapi aku begitu bodoh menjadikan masalah ini begitu lama. Tapi aku bersyukur takdir menyatukan dan mempertemukan kita kembali. Sekarang aku mengerti makna dari pukul 10.10, artinya peluklah orang yang kau cintai dan jangan kau lepaskan. Jin-ah aku mencintaimu dan tidak akan pernah melepasmu untuk kedua kalinya. – Kim Myung-Soo

END

Terimakasih untuk para Readers yang mau membacanya, jangan lupa Read, Like, Comment. Karena comment kalian sangat membantu. Mohon maaf bila ada kesalahan kata-kata. Gomawoyo~ Bye! ~

About fanfictionside

just me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s