FF oneshot/ LIKE OR LOVE?/ BTS-BANGTAN


Tittle : Like or Love?
Author : Rplp_OSH94;PJM95
Cast(s):+Seo Sung Young (OC)
+Jeon Jung Kook (BTS Jungkook)
+Jung Su Hwa (OC)
+Park Hayoung (OC)
+Park Jimin (BTS Jimin)
+Kim Taehyung (BTS V)
+Jung Hoseok (BTS J-Hope)
+Min Yoongi (BTS Suga) 
+Other ._.Genre : School life, little bit comedy, (find it by yourself .-.)
Note : Warning!! Typo(s) bertebaran, kurang nge-feel(?), alur nggantung, dan hal-hal buruk lainnya :3. Sebenernya sebagian cerita dari FF ini terinspirasi dari pengalaman author :3. Ini juga merupaka FF Perdana yang author share xD
UMUR SEMUA CAST DISEJAJARKAN /?
[H][A][P][P][Y] [R][E][A][D][I][N][G]

Sungyoung Pov

Aaaa~ eottokhae… Hanya aku yang belum berhasil. Eomma, kenapa anakmu ini tidak bisa bermain volly, eoh? Inilah yang paling kubenci saat pelajaran olahraga. Yah, walau bagi sebagian orang melakukan servis adalah hal paling mudah tapi bagiku sangat sangat sulit. Terlebih lagi, jam pelajaran olahraga kelasku sama dengan jam olahraga kelas 10. Bukankah memalukan jika adik kelas melihat diriku yang sangat payah bahkan dalam hal termudah sekalipun?
Kim Seonsaengnim sangat kejam membiarkan siswa yang belum berhasil melakukan servis digabung dengan kelas 10. Dan aku adalah satu-satunya kelas 12 di sini! Kuulangi lagi, hanya AKU.

“Sungyoung-ah! Fighting! Kau pasti bisa!” seru teman-temanku yang telah berhasil di sebrang sana. Baiklah Sungyoung, ini sudah kesepuluh kalinya kau gagal, kau harus berhasil kali ini!

Kulambungkan bola berwarna putih itu. Setelah bola itu turun, dengan cepat kuraih dengan lenganku (?). Seperti sebuah film, melambungnya bola yang telah kulambungkan itu seakan slow motion saat mendekati net. Aku berdo’a dalam hati. Yang kuinginkan hanyalah berhasil, walau itu hanyalah servis bawah. Aku menutup mataku, aku sungguh tidak berani melihat hasilnya. Sampai telingaku mendengar sorakan-sorakan dari suara-suara yang tak asing bagiku.

“Ya!! Young-ah!!! Kau berhasil! Aku tau kau bisa” Su Hwa memelukku setelah mengatakan hal itu. Aku hanya bisa tersenyum tipis. Sebenarnya aku ingin berteriak, tapi kuurungkan niatku itu.
“Hey, ini belum selesai. Kim seonsaengnim baru saja menyuruh melakukan servis atas” Seru Hayoung. Senyumku perlahan menghilang. Bisakah aku menikmati keberhasilanku beberapa menit saja?

Namun kali ini aku tidak terlalu gugup. Walau teman sekelasku bisa melakukan servis bawah dengan mudah, tapi tidak sedikit dari mereka yang payah dalam servis atas.

Ah, perkenalkan namaku Seo Sungyoung. Siswi dari kelas 12-7. Dan yang tadi adalah Jung Suhwa dan Park Hayoung. Mereka sahabatku dari Junior High School. Seperti yang sudah kubilang tadi, kelas kami memiliki jadwal olahraga yang sama dengan kelas 10, lebih tepatnya kelas 10-5. Jika boleh jujur, yang membuatku semangat saat jam olahraga adalah karena namja itu. Ya, dia siswa kelas 10-5. Dia, Jeon Jungkook. ‘Flower boy’ Gangnam Senior High School yang sedikit terkenal. Kenapa aku mengatakan ia sedikit terkenal? Alasannya adalah ia siswa kelas 10 yang masih jarang dikenal oleh para senior –kakak kelas-. Aku tidak mencintainya. Maksudku, aku hanya sekedar menyukainya. Ya, menyukainya dan tidak lebih. Karena wajahnya sangat damai, membuatku betah menatap wajah itu dengan lama.

“Ya ya ya! Seo Sungyoung, dia pindah kemari” bisik Suhwa. Dia? 
“ ‘dia’ siapa?” tanyaku
“Pabo. Tentu saja Jungkook” aku tersentak. Segera aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Memastikan perkataannya bukanlah kebohongan. Dan…. dia benar! JUNGKOOK ada di sini! Kenapa dia tidak bergabung dengan kelompok putra?
“Kenapa dia di sini?” tanyaku
“Kurasa, dia tidak bisa bermain volly” Ujar Hayoung dengan wajah datar. Benar juga, bagi siswa yang tak bisa melakukan servis atas akan dipindah bersama siswi.
Aku menelan ludahku. Gugup, tentu saja. Dia tepat di sebrangku. 
Aku mencoba melakukan servis bawah sekali lagi. Dan kalian tau siapa yang menangkapnya? Jeon Jungkook! Dia yang menangkap bolaku! Lalu ia juga melakukan servis bawah. Eoh? Hayoung bilang ia tidak bisa volly. Aah~ mungkin sepertiku yang hanya bisa melakukan servis bawah walau ada unsur keberuntungan. Kkkkk
Grep!
Aku menangkap bolanya. Bola yang dilempar Jungkook. Apa aku bermimpi? Tanpa sadar selama 1 jam –jam olahraga- aku tersenyum.
Jeon Jungkook~ kenapa kau selalu bisa membuatku gila?

@@@

Sungyoung Pov end

Author Pov
“Ada apa dengannya?” Tanya Suhwa pada Hayoung
“Hhhh~ kau tidak tau? Hari ini dia mendapat banyak moment dengan Jungkook” balas Hayoung dengan nada malas
“Young-ah~” panggil Hayoung pada Sungyoung yang kini terus tersenyum sambil menatap buku tulisnya yang ia gambar grafitty bertuliskan ‘JJK~~ 사랑해~’ bukankah dia munafik? Sungyoung mengatakan ia tak mencintai Jungkook, tapi kenapa ia menuliskan ‘saranghae’?
“Hey. Aku sudah menanyakan nomor telepon Jungkook” ujar Suhwa dengan nada berbisik. Takut jika ada penghuni kelas 12-7 yang mendengarnya. Sungyoung langsung menoleh. Menatap gadis berambut pendek yang telah mengaku jika memiliki nomor ponsel Jungkook.
“Jinjja???!!” Mata Sungyoung berbinar 
“Ani. Aku berbohong” Suhwa hanya menunjukkan senyum miring-nya
“Yak!”
“Kau ini sudah gila, ya? Jangan tersenyum seperti itu. Kau membuatku merinding” Seru Hayoung polos

Ya. Jeon Jungkook telah berhasil membuat Sungyoung gila. Bahkan Sungyoung mengakui itu.

@@@

Malamnya, Sungyoung benar-benar tidak bisa tidur. Ia terus tersenyum. Bahkan ibunya sendiri bingung dengan kelakuan putri sulungnya itu. Ia benar-benar resah. Bagaimana pun ia harus mempunyai nomor ponsel atau bahkan foto namja itu. Harus.

Dengan nekad, ia mengirim pesan pada teman-temannya. Yang dimaksud ‘teman-temannya’ itu adalah siswa yang terkenal suka mencari masalah walaupun sebenarnya mereka baik. Sungyoung memiliki hubungan yang baik dengan mereka karena ia dengan murah hati sering memberikan jawaban –entah itu ulangan atau PR- pada mereka. Mereka adalah Park Jimin dan Kim Taehyung dari kelas 12-2, Jung Hoseok dan Min Yoongi, yang tak lain adalah teman sekelasnya sendiri. Sebenarnya masih banyak teman-temannya yang mungkin mau membantunya karena sering dibantu oleh Sungyoung (read : mengerjakan tugas, dll). Tapi menurut Sungyoung, hanya keempat orang itu yang bisa menjaga rahasianya.

Sungyoung mulai membuka aplikasi Line miliknya dan membuat ruang obrolan untuk mereka.

‘Bisakah aku meminta bantuan kalian?’ –SungyoungOSH
‘Ada apa?’ –Park Jimin
‘Cepat katakan!’ –Min Suga
‘Tapi, bisakah kalian menjaga rahasia?’ –SungyoungOSH
‘Ya ya ya. Katakan saja’ –TaeTae V
‘Aku ingin kalian membantuku menanyakan nomor ponsel, atau foto jika bisa. Dia hoobae’ –SungyoungOSH
‘Siapa?’ –J-Hope
‘Jeon Jungkook, kelas 10-5’ –SungyoungOSH
‘Arasseo’ –TaeTae V
‘Aku akan menanyakan langsung padanya besok. Tenang saja’ –Park Jimin
‘Apa kami boleh mengancamnya?’ –Min Suga
‘Kyaaa~ Taehyung, Jimin. Kalian baik sekali *-* Gomawo ^^. Emm.. kalian boleh mengancamnya xD’ –SungyoungOSH
‘Baiklah, aku akan menggunakan nomor ponsel-nya dan fotonya sebagai hadiah ulangtahun untukmu’ –J-Hope
‘Thank you, all~^^’ –SungyoungOSH

@@@

Jimin tidak main-main dengan ucapannya. Dia benar-benar menuju kelas Jungkook. Dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya, seragam bagian belakang yang tidak dimasukkan dengan benar, serta blazer yang ia sampirkan di pundaknya. Jimin berjalan dengan angkuhnya.
Setelah ia sampai di depan pintu kelas 10-5, ia segera bertanya pada seorang yeoja berambut pendek.“Siswa bernama Jungkook, seperti apa dia?” Tanya Jimin langsung“Di..dia di situ” Tunjuk yeoja itu pada seorang namja yang sedang memejamkan mata sambil mendengarkan musik dari earphone-nya. Tanpa keraguan, Jimin langsung berjalan ke arah yang dimaksud yeoja tadi.

“Jeon Jungkook?” Panggilnya. Dan sang empunya nama pun membuka matanya. Dia mengerutkan keningnya. Aku tidak mengenal orang ini. Lalu ia menyadari bahwa namja di depannya adalah seorang sunbae. Dilihat dari cara berpakaiannya yang terlihat ‘berani’.
“Ya? Sunbae?” Jimin mengeluarkan smirk-nya
“Berikan nomor ponselmu”
“Aku tidak punya handphone” Jawabnya
“Berhentilah berbohong. Kau ingin aku memukulmu,huh?”
“Aku benar-benar tidak memiliki handphone”
“Lalu apa itu?” Tunjuk Jimin pada kabel earphone yang sedang dipakainya.
“Ini? Ini hanya mp3 player” jawabnya sambil mengeluarkan mp3 player yang dimaksud dari kantung blazernya. Jimin menganga. Dia berpikir keras. Apa dia benar-benar tidak memiliki handphone? Memangnya ia kira ini tahun berapa? Bagaimana bisa ia tidak memiliki handphone?  Batin Jimin.
Mungkin karena merasa malu, Jimin akhirnya keluar dari kelas itu. Ia masih berkutat dengan pikirannya. Jungkook tidak memiliki ponsel. Benarkah?

@@@

Drrrtt drrt drrrt

Ponsel Sungyoung bergetar. Masih ada 5 menit sebelum kelas dimulai. Siapa yang mengirimkan pesan di pagi hari seperti ini?

From : Park Jimin
Yaa. Dia tidak memiliki handphone
Sungyoung tercengang. Apa Jimin sedang bercanda, huh? Batinnya.
To : Park Jimin
Ini masih pagi, Jimin-ah. Jangan membuat lelucon seperti itu
Drrrt drrrt
From : Park Jimin
Aku tidak bercanda. Aku bahkan mengancamnya tadi. Tapi sepertinya dia benar-benar tidak punya

Sungyoung menghembuskan nafas berat. Apa dia akan gagal untuk mendapatkan nomor ponsel seorang Jeon Jungkook?

To : Park Jimin
Baiklah. Fotonya saja. Ya ya ya? Kumohon…Fighting!! (9^o^)9

Sungyoung memasukkan ponselnya ke dalam saku blazernya. Sebenarnya ia masih ingin bertanya kepada Jimin tapi beberapa detik lagi bel masuk akan berbunyi.

@@@

“Dia memintaku mencarikan fotonya saja” Bisik Jimin pada seseorang yang duduk di sebelahnya. Takut jika Jung Seonsaengnim –yang terkenal killer- itu mendengarnya.
“Hah, aku tidak percaya jika ia tidak memiliki handphone” Balas namja yang diajaknya bicara
“Tapi kudengar orang tuanya sangatlah disiplin dan ketat, V” Ujar Jimin kepada Taehyung –V-
“Tapi dia adalah anak orang kaya. Em.. tapi jika dipikir-pikir orang kaya memang akan ketat seperti itu” …..  “Hanya foto. Itu mudah” Ujar Taehyung dengan smirk-nya

@@@

Sungyoung sedari tadi hanya mengerucutkan bibirnya saja. Ia juga tau tentang latar belakang keluarga Jeon dari pesan Jimin tadi pagi. Mood-nya benar-benar buruk. Apalagi kini pelajaran Biologi yang sangat dibencinya. Membuat Sungyoung malas melakukan apapun. 
Suhwa yang memang duduk di sebelah Sungyoung pun mengerti suasana hati sahabatnya itu. Ia tersenyum kemudian menyemangati Sungyoung.
“Sudahlah~ menjadi seorang fan memang sulit”

-Break Time-

Mereka bertiga –Sungyoung, Suhwa, Hayoung- sedang duduk di meja dengan papan yang bertuliskan ‘12’. Yang mereka lakukan kali ini hanyalah membahas ‘Jungkook tidak memiliki handphone’. Mereka memang percaya akan hal itu. Tapi tetap saja…

“Phone number itu tidak terlalu penting” Ujar Hayoung dengan Bahasa Inggris, walau setengah dari kalimatnya itu adalah Bahasa Korea -_- . Langsung ia mendapat tatapan aneh dari kedua orang yang sedang duduk semeja dengannya itu.
“Ya! Jangan mengucapkan apapun dengan Bahasa Inggris. Bahasa Inggris-mu mengerikan” Ejek Sungyoung. Hayoung memang murid yang pintar, bahkan pintar sekali. Tapi, Bahasa Inggris-nya…. jangan ditanyakan lagi.

“Yo! Sungyoung-ah” Panggil seseorang yang mereka sudah tidak asing lagi
“Ada apa?” Tanya Sungyoung begitu mendengar suara itu
“Bisa kau membantuku mengerjakan soal-soal ini?”
“Ya! Park Jimin! Aku sedang patah hati. Aku akan membantumu lain waktu” Tolaknya
“Ayolah~ soal ini akan dikumpulkan hari ini. Aku bahkan tidak sempat mengerjakannya tadi pagi karena bocah itu (read : Jungkook)” Rengeknya. Ia bahkan melupakan fakta bahwa umurnya sudah 19 tahun.
“Kenapa tidak kau kerjakan kemarin saja?”
“Aku malas. Hehehe” Jimin hanya mengeluarkan cengiran-nya /? Sedangkan Sungyoung memutar bola matanya bosan
“Hhhh~ baiklah. Sini, berikan soalnya”
“Sungyoung-ah… kau memang Jjang!”

@@@

Berbeda dengan Jimin, namja yang terkenal karena keanehannya ini pun lebih memilih menuju area kelas 10 daripada mengerjakan tugas. Yang ada dipikirannya adalah, aku bisa meniru jawaban Jimin nanti.

Tak perlu waktu lama, Taehyung langsung menemukan sosok Jungkook. Jimin dengan sabar telah mendeskripsikan visual Jungkook dari kepala hingga kaki kepada Taehyung yang otaknya sangat lambat itu.

“Yaa” Panggil Taehyung kepada Jungkook yang saat itu sedang membaca serial komik one piece
“Waeyo?” Jawabnya polos dan lugu. Seakan takut dengan Taehyung –yang notabenya hoobae- namun sebenarnya tidak.

Anak ini polos sekali.

“Aku minta selca dirimu” Mohonnya dengan wajah yang amat menjijikkan /?
“Aku? Waeyo?”
“Jangan banyak bertanya dan berikan saja. Cepat!”
“Aku tidak punya. Ponsel saja aku tidak punya. Bagaimana aku mengambil selca. Jika mau, foto saja aku di sini” Skak mat! Taehyung dibuat speechless oleh Jungkook
“Babo! Bagaimana aku bisa mengambil fotomu jika handphone-ku saja disita oleh guru BK” Umpat Taehyung kesal
“Aku hanya punya foto hitam putih ukuran 3 x 4 yang kugunakan untuk mendaftar di sekolah ini” Tambah JungkookAnak ini benar-benar ingin mati. Jika saja ini bukan permintaan Sungyoung, aku benar-benar akan membunuhmu.
“Bawa saja. Besok aku akan kemari untuk mengambilnya” Seru Taehyung dingin lalu berbalik dan segera meninggalkan kelas itu.
“Sunbae!” Taehyung menoleh dan menunjukkan tatapan ‘ada apa?’
“Untuk apa sunbae meminta fotoku?”
“Anggap saja untuk jaminan hidupmu. Jika kau macam-macam, aku bisa dengan mudah membunuhmu –santet /?-” Ujarnya lalu pergi

Author Pov end

Jungkook Pov

Aku merasa hari ini aneh sekali. Ah, sebenarnya setiap hari adalah hari yang aneh bagiku. Aku selalu merasa ada seseorang yang terus memperhatikanku. Tapi aku tidak berani mencarinya, aku hanya takut jika tanpa sengaja aku melakukan ‘eye contact’ dengannya. Rasanya hari ini lebih aneh dari biasanya. Ada 2 orang sunbae –Jimin dan Taehyung- yang tiba-tiba meminta nomor handphone-ku dan ada yang meminta fotoku. Aku bahkan sempat berfikir, apa mereka gay? Untuk nomor handphone…. hhh~ tiba-tiba dadaku sesak. Sakit sekali karena banyak dari teman-temanku juga meminta hal yang sama. Aku akan memberikannya jika aku punya. Tapi… yah~ inilah diriku Jeon Jungkook yang tidak mempunya benda yang bahkan seorang pengamen pun punya /?. Orangtua-ku benar-benar disiplin terhadapku. Mereka berharap dengan tidak mempunyai handphone, aku akan menjadi anak yang baik. Harapanku juga begitu, tapi aku tidak bisa. Jika aku boleh jujur, sebenarnya aku tidak ‘nakal’ hanya saja, mulutku yang ‘nakal’. Aku sering kali berbicara kasar, mengumpat, dan mengeluarkan sumpah serapah yang seharusnya tidak kuucapkan mengingat umurku belum genap 17 tahun.

“Jungkook-ssi” Aku menoleh. Terlihat seorang namja yang umurnya terlihat lebih tua daripada aku, mungkin sunbae.
“Nde?”
“Bisa aku minta fotomu?” Lihat! 2 orang sunbae, tepatnya 2 orang laki-laki meminta nomor ponsel dan fotoku saja aku sudah merasa risih. Dan sekarang, ada lagi yang memintanya? Sebenarnya ada apa denganku? Hey! Aku adalah laki-laki normal yang masih menyukai wanita, walau sebenarnya orangtua-ku juga melarangku untuk berpacaran sekarang.
“Untuk apa, sunbae?”
“Untuk temanku” teman? Apa yang ia maksud adalah namja berambut jeruk tadi? (read : Taehyung)
“Teman? Siapa?”
“Sudahlah, berikan” huh! Mereka semua memaksa. Tapi sunbae satu ini berbeda. Ia tidak melakukannya dengan kekerasan. Aku melirik name tag-nya. Tertulis ‘Jung Hoseok’ di sana.
“Aku akan mencarinya nanti di rumah. Jika ketemu, aku akan membawanya”
“Yaa. Tuliskan nama twitter-mu di sini” Serunya sambil memberikan sesobek kertas yang entah diambil dari mana. Karena takut… tentu saja karena dia adalah sunbae. Aku segera menuliskan username twitterku.
“Oke. Arigatou~”
Hah~ ada apa denganku hari ini?

Jungkook Pov end

Author Pov

“Ya! Sungyoung-ah. Ini” Seru Hoseok lalu meleparkan segumpal kertas ke meja Sungyoung yang tidak jauh dari tempatnya berdiri itu.
“Apa ini?”
“Buka saja”
Sedetik setelah membuka gumpalan kertas itu, Sungyoung kembali ke sosok dirinya yang tidak waras. Matanya membulat dan terlihat kilauan sinar dari matanya itu. Ia menatap kertas itu dengan mata berbinar dan tidak lupa dengan bibir yang ia lengkungkan ke atas.

“JUNG HOSEOK!!!! GOMAWO!!! Kenapa kau tampan sekali~~~” Seru Sungyoung dengan keras agar dapat didengar oleh Hoseok yang sudah meninggalkan kelas itu.
Yang ada di otak Sungyoung saat ini adalah, ingin cepat-cepat pulang dan membuka akun twitternya
-SKIP-
“Mwoyaa! Tidak ada apapun di sini” Umpat Sungyoung kesal. Berkali-kali ia melirik kertas itu dan mencocokkan dangan yang ada di laptopnya. Sama. Tapi dalam akun yang bertuliskan’@jungkookie’ itu tidak ada apapun! Bahkan terakhir  kali ia update sekitar 3 bulan lalu.

Sungyoung membanting buku yang ada tepat di sebelahnya. Hanya untuk melampiaskan kemaraannya terhadap Jungkook. Ia tidak peduli. Sekarang ia benar-benar muak terhadap hoobae-nya satu ini.

“Huh! Tunggu saja. Aku benar-benar akan melabraknya suatu saat lagi” Gerutunya

Drrrt drrrt

Benda persegi panjang yang sedari tadi singgah di kasur berwarna biru itu pun akhirnya bergetar. Dengan malas, Sungyoung beranjak dari kursinya dan berpindah ke kasur itu.

From : Kim Taehyung
Yaa. Aku ada PR. Bantu aku mengerjakannya
To : Kim Taehyung
Kenapa kau dan Jimin itu sama? Bahkan walau tetap berbeda kelas, kalian selalu memaksaku untuk membantu kalian dengan tuga-tugas bodoh itu
From : Kim Taehyung
Bagaimana lagi, jika saja kami tidak bodoh kami pasti akan mengerjakannya sendiri
To : Kim Taehyung
Menurutmu aku pintar? Tugas apa yang kau maksud?
From : Kim Taehyung
Bahasa Inggris. Besok pagi aku akan menemuimu. Tidak usah terburu-buru, tugas ini dikumpulkan minggu depan. Gomawo~ ^^

Hhhh~ hanya helaan nafas saja yang dikeluarkan Sungyoung setelah membaca pesan terakhir sahabat anehnya itu. Namja 4D ini memang menyusahkan.
Dihempaskannya tubuhnya yang tadinya hanya duduk bersila, kini terbaring. Kedua matanya menerawang ke langit-langit. Ia mencoba membayangkan wajah Jungkook tapi…. Hasilnya nihil. Kedua alisnya bertautan sambil memejamkan matanya tapi tetap tidak terlihat juga! Sungyoung mengacak rambutnya frustasi. Bagaimana dia melupakan wajah yang selalu dipujanya itu? Apakah daya ingatnya berkurang karena tertekan akan menghadapi ujian? Atau karena ia telah salah makan sesuatu yang seharusnya tidak makan?
Jeon Jungkook

@@@

Brak!
Dengan angkuhnya Yoongi menggebrak meja seorang siswa yang tak lain adalah Jungkook. Matanya menatap tajam kedua manik mata Jungkook, membuat sang empunya mata tak berani menatapnya. Di belakang Yoongi, terlihat Jimin yang sedang melipat kedua tangan di dadanya dan Taehyung yang memasukka kedua tangannya di saku celananya.
“Ya!! Bukankah Taehyung sudah mengatakan padamu untuk membawa foto itu, huh? Apa kau benar-benar bosan hidup?” Seru Yoongi
“Tapi aku tidak tau untuk apa foto itu…” Ujar Jungkook pelan tapi masih bisa ditangkap oleh indra pendengaran ketiga sunbae itu
“Bawa saja apa susahnya?” Kini suara Jimin yang bass itu pun terdengar. Jujur, ia sangat gemas dengan tingkah Jungkook. Tapi ia cukup senang karena ia bisa mengerjai hoobae, membuatnya takut dan gugup. Kkkk
“Baik. Besok aku akan membawanya”
“Kalau bisa foto selca. Ok~ annyeong~”
Aku rasa aku harus benar-benar pindah sekolah. Batin Jungkook.

@@@@

Jungkook kini tengah bercanda dengan teman-temannya di sebuah bangku dekat lapangan basket. Ia terlihat ceria walaupun tlah melewati masa-masa sulit.
Tanpa ia sadari. Sedari tadi Sungyoung telah mengamatinya sambil senyum-senyum layaknya orang-orang yang ada di Rumah Sakit err… Jiwa. Yeoja itu dengan modusnya menemani teman sekelasnya, Kim Nana dan Park Hayoung ke kantin yang memang searah dengan tempay dimana Jungkook berada.
“Pssst.. Jungkook itu yang mana?” Tanya Nana. Yah, walau bagaimanapun ia berusaha menyembunyikan identitas Jungkook dari teman-temannya, tetap saja para penghuni 12-7 yang hanya berisi 20 itu mengetahuinya. Tapi, it’s ok. Sungyoung percaya teman-teman sekelasnya bisa menjaga rahasia dan membantunya“Yang sedang berdiri” Jawab Hayoung dengan meminum bubble tea yang baru saja dibelinya.
Setelah mengetahui hal itu, Nana langsung berjalan mendekati Jungkook and friends dengan tatapan tajamnya. Hening. Kumpulan namja yang sedari tadi berisik itu pun ankhirnya diam. Mereka menatap Nana dengan ngeri. Termasuk Jungkook yang sedang diperhatikan itu menatap Nana dengan tatapan ‘apa yang sunbae ini lakukan?’. Dengan mata tajamnya, Nana mencoba meneliti Jungkook dengan melihat name tag-nya.
‘Apa dia kerasukan?’‘Sunbae itu mengerikan sekali’‘Dia ini sedang apa, sih?’
Seperti itulah pikiran mereka. Mereka pun juga tidak bisa menegur atau bahkan melawan Nana. Yah~ mereka hanya bocah-bocah yang kini harus menurut pada sunbae-nya.
Di belakang Nana, Hayoung dan Sungyoung sedang menahan tawa mereka agar tidak meledak. Yang Nana lakukan tadi benar-benar lucu bagi mereka berdua. Bayangkan saja jika kau sedang bercanda dengan teman-temanmu, tapi tiba-tiba seorang sunbae datang ke arah kalian dengan menatap kalian tajam seperti orang kerasukan. Menakutkan sekali bukan?
Setelah melewati gerombolan namja itu, sontak Sungyoung langsung memecahkan tawanya. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukan temannya itu.
“Ya! Apa yang kau lakukan tadi? Itu lucu sekali, kau tau? Lihat wajah mereka. Mereka seperti berpikiran bahwa kau kerasukan. Aku pun berpikir seperti itu. Hahahaha” Kata Sungyoung yang dihiasi dengan tawanya. Begitupun Hayoung, ia juga menertawakan bendahara kelas 12-7 itu.“Aku malu mempunyai teman sepertimu”
Author Pov end
Jungkook Pov
Aku merasa hidupku sudah tidak lagi aman. Beberapa sunbae sering menatapku dengan aneh. Lalu keempat sunbae yang belakangan ini selalu menemuiku di kelasku membuatku sedikit risih. Sebenarnya apa tujuan mereka meminta nomor ponsel dan fotoku? Apa salah satu dari mereka benar-benar seorang gay? Mustahil. Tapi jika dipikir-pikir, tidak ada salahnya memberikan fotoku pada mereka. Toh, itu juga fotoku saat duduk di junior high school. Juga, kurasa ‘teror’ mereka akan berkurang setelah aku memberikan apa yang mereka mau. 
Dan, tadi ada seorang sunbae yang kuketahui dari name tag-nya ia bernama Kim Nana. Ia menatapku dengan err… horror? Dan setelah kejadian ‘mengerikan’ itu selesai, teman-temanku langsung mengeluarkan kicauan mereka. Seperti, ‘ya! Kau membuat masalah dengan para sunbae? Dari seminggu yang lalu banyak dari mereka mendatangimu’, ‘apa tujuan mereka –sunbae-?’,  dan lain-lain. Dan aku hanya membalas pertanyaan mereka dengan 4 kata, ‘aku juga tidak tau’.

Jungkook pov end

Author Pov

@@@@

Pelajaran yang membuat 20 siswa itu bosan. Pelajaran yang bisa membuat mereka jenuh. Pelajaran yang bisa membuat mereka mengantuk. Pelajaran yang seakan menertawakan siswa-siswa itu, mengejek dan mengatakan ‘kau tidak akan bisa’. Bukan pelajarannya, melainkan gurunya. Jo Seonsaengnim terlihat senang sekali menyiksa 20 muridnya itu. Memberikan tugas yang lebih –atau bahkan sangat- dari kelas lain. Tidak masalah, itu bukan masalah bagi mereka. Hanya saja, tugas yang mereka buat susah payah sama sekali tidak nilai, bahkan dibahas. Dengan mudahnya Jo Seonsaengnim hanya menanda-tangani tugas-tugas itu. Beliau bahkan hanya melihatnya sekilas. 
“Kenapa pelajaran Bahasa Korea tidak pernah kosong? ‘Dia’ terlalu rajin” Bisik Sungyoung pada Suhwa. Sungyoung lebih suka menggunakan kata ‘Dia’ ketimbang ‘Beliau’. Dia pikir, Jo Seonsaengnim tidak layak dihormati. Jika saja, guru Bahasa Korea itu tidak bersikap seperti itu pada murid-muridnya.“Aku mengantuuuk~” Rengek Suhwa“Aku juga~~ Apa lagi sebentar lagi, kita akan ujian akhir” Balas Sungyoung juga dengan nada merengek.
Tinggal menghitung minggu, mereka –murid kelas 12- harus melaksanakan ujian akhir. Ujian yang akan menentukan nasib mereka. Tanpa sadar, kini Sungyoung ‘sedikit’ menghilangkan sifat fangirl-nya itu terhadap Jungkook.

@@@@

Lagi dan lagi. Seperti tidak bosan, Taehyung, Jimin, Hoseok, dan Yoongi mendatangi kelas yang paling sering mereka kunjungi akhir-akhir ini. Yah, tentu saja karena ini permintaan teman mereka itu –Sungyoung-. Mau tidak mau, mereka harus memiliki foto Jungkook. Dan mereka berempat cukup puas karena sudah membuat namja –Jungkook- itu ketakutan.
“Berikan fotonya” Ujar Yoongi sinis agar namja bernama Jungkook itu takut“Aku membawanya. Tapi untuk apa?” Tanyanya polos khas anak kecil -_-“Cepat berikan. Kau mau berkelahi sekarang, huh?” Tambah Jimin“Baiklah~” Serunya lemas. Kurasa penderitaanku akan belum  berakhir di sini. Batin Jungkook“Tenang saja, setelah kami mendapatkan fotomu. Hidupmu akan segera kembali seperti semula. Kehidupan damaimu” Kata Taehyung sambil menunjukkan senyum miring andalannya. Syukurlah~ Aku pikir aku tidak akan mendapatkan ketenangan hidupku lagi. Pikir Jungkook
Setelah mendapatkannya, Taehyung pergi ke kelas Sungyoung. Bagaimana dengan ketiga temannya itu? Mereka labih memilih menghabiskan waktu istirahat yang tersisa di kantin dan menyuruh Taehyung melakukan semuanya.
“Ini” Seru Taehyung sambil member sebuah benda berukuran 3cm x 4cm itu. Sungyoung melihatnya. Dalam seketika, matanya membulat sempurnya“KIM TAEHYUNG!!! KAU BAIK SEKALI! KENAPA AKU BISA MEMPUNYAI TEMAN SEBAIK DIRIMU! AH, TUGAS MATEMATIKA-MU TIDAK USAH KAU BAYAR. DAN JUGA KAU TAMPAN SEKALII!!! Ucapkan juga rasa terima kasihku pada yang lainnya!” jerit Sungyoung kegirangan. Akhirnya, benda yang ia inginkan akhirnya berada di tangannya saat ini. Tapi, sebentar lagi ia tidak akan melihat wajah yang terpampang pada foto itu. Sungyoung tersenyum pahit mengingat hal itu. Aku tidak mencintainya, aku hanya mengaguminya saja. Ya, hanya mengagumi.

@@@@

‘Kau begitu manis, dan wajahmu sangat damai membuatku menjadikan memandangimu sebagai hobiku. Tapi tetap saja, kau hanyalah seorang hoobae dengan wajah tampan yang tidak bisa membuatku mencintaimu.’– Seo Sungyoung

About fanfictionside

just me

21 thoughts on “FF oneshot/ LIKE OR LOVE?/ BTS-BANGTAN

    • Ngegantung ya? Maaf ya ><
      Author usahain buat sequelnya. Soalnya belum dapet ide buat sequel :3
      gomawo udah baca ^^

  1. Kenapa ini mirip cerita saya, bedanya saya menyukai 2 junior huahuahaaa
    Bagus thor saya nge feel cz pernah ngalamin tp critanya gantung persis crita saya T.T cz saya tinggal lulus #curcol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s