FF/ FINDING BABY/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


finding baby 3

Tittle:    Finding Baby

Author:                FunHopie

Length: Chapter (Part 3)

Genre:  Friendship, Family

Cast:      Kim Seok Jin (BTS’s Jin)

Min Yoon Gi (BTS’s Suga)

Jung Ho Seok (BTS’s J-Hope)

Kim Nam Joon (BTS’s Rapmon)

Park Ji Min (BTS’s Jimin)

Kim Tae Hyung (BTS’s V)

Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)

Rating:  PG-15

Annyeong!! Balik lagi dengan Finding Baby Part 3. Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak yaa J

AUTHOR POV

“Ini bau apa hyung?”, tanya Jungkook.

“Bau keju basi?”, kata Jimin.

“Bau ketiak Jimin?”, kata Yoongi.

“Bau badan Jimin?”, kata Hoseok.

“Bau kaki Jimin?”, kata Namjoon.

“Bau.. Bau.. Bau apa yaa?”, kata Taehyung. ‘-_-‘

“Hiyaahh!! Bau pantat bayi!!!”, kata Jin.

“Apaaaaaaaa????”, kaget mereka berenam.

 

Namja-namja tampan ini rupanya masih belum mengira jika hal ini akan terjadi. Apakah mereka sanggup menghadapi hal yang belum pernah mereka lakukan selama hidup di dunia ini?

“Hyung! Aku tidak mau membersihkannya.” rengek Taehyung setelah diserbu hyung-hyungnya agar ia yang mengganti popok Minseok.

“Taehyung-ah, ayolah cepat bersihkan.” pinta Hoseok lembut.

“Kenapa harus aku hyung?” rengek Taehyung lagi.

“Minseok kan suka padamu Taehyung-ah.” sahut Yoongi.

“Kau juga suka Minseok kan?” tambah Namjoon.

“Aku memang suka Minseok hyung, tapi kalau keadaannya seperti ini aku..aku…” kata Taehyung gelagapan.

“Tidak suka begitu? Aigoo, kasihan sekali uri Minseokie. Dasar appa yang jahat!!” kata Jimin memprovokasi.

“Eyy! Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu, Taehyung-ah. Lihat! Minseok jadi sedih kan?” kata Hoseok tambah memprovokasi Taehyung.

“Bukannya dari tadi Minseok sudah nangis yaa hyung?” bisik Jungkook kepada Hoseok.

“Memang Jungkook-ah, tapi kita harus membuat Taehyung mau menggantikan popok si Minseok.” bisik Hoseok kepada Jungkook.

“Ahh, arrasseo hyung.” balas Jungkook kepada Hoseok dengan smirknya.

“Cepatlah Taehyung-ah! Pengharum ruangan disini aromanya sudah bukan aroma bunga lagi.” sahut Jin yang mulai angkat bicara.

“Eyy hyung, kau kan perhatian dengan Minseok. Kenapa bukan kau saja?” tanya Taehyung kepada Jin.

“Yak! Kau memerintahku? Aku hyung tertua disini!” balas Jin dengan marah yang dibuat-buat.

“Arrasseo..arrasseo hyung. Aku akan melakukannya.” jawab Taehyung pasrah.

“Wah, daebak kau hyung!”, kata Jungkook bangga.

“Kau mau membantuku Jungkook-ah?” rayu Taehyung kepada Jungkook.

“Eyy! Andwae hyung!” jawab Jungkook.

“Ish! Jinjja.” gerutu Taehyung.

“Sebentar hyung. Aku akan mengambil peralatanku dulu.” kata Taehyung yang membuat semuanya bingung.

“Peralatan? Peralatan apa kira-kira Hoseok-ah?” tanya Yoongi kepada Hoseok.

“Molla hyung. Kita lihat saja nanti.” jawab Hoseok bingung.

“Memang untuk mengganti popok bayi harus memakai peralatan apa saja hyung?” tanya Namjoon kepada Jin.

“Ehm, setahuku hanya popok saja Namjoon-ah.” jawab Jin masih dalam keadaan bingung.

“Kenapa lama sekali sih? Baunya ini, jinnja!” gerutu Jungkook yang masih bisa didengar oleh Jimin.

“Eyy! Kau ini Jungkook-ah, biar sajalah. Yang penting Taehyung mau mengganti popok Minseok.” kata Jimin.

“Yapp! Aku sudah siap!” teriak Taehyung yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Heol!”, kata mereka bersamaan.

“Hyung! Apa yang sedang kau pakai itu?” tanya Jungkook saat melihat Taehyung dari atas sampai bawah.

“Kau ini mau berangkat wamil Taehyung-ah?” tanya Jin bingung.

“Ani hyung, coba lihat baik-baik.”, kata Taehyung sambil memutarkan badannya.

“Panci, lap, spatula, dan apa yang ada di kepalamu itu?” kata Jimin sambil menyebutkan satu persatu benda yang ada pada tubuh temannya ini.

“Keranjang Jimin-ah.” jawab Taehyung.

“Untuk apa kau pakai itu semua Taehyung-ah?” tanya Namjoon sambil menggeleng-geleng kepalanya.

“Untuk…” belum selesai Taehyung bicara tiba-tiba disahut oleh Jungkook.

“Panci itu untuk jaga-jaga kalau Minseok kencing agar tidak mengenai Taehyung hyung.” kata Jungkook.

“Kalau lap itu untuk apa?” tanya Yoongi pada Taehyung.

“Untuk…” belum selesai Taehyung bicara, lagi-lagi disahut oleh si Jungkook.

“Lap itu untuk jaga-jaga kalau wajannya benar-benar dikencingi Minseok, jadi bisa dilap.” kata Jungkook sok tahu. Semuanya hanya manggut-manggut saat mendengar penjelasan Jungkook.

“Nah, kalau spatula itu untuk apa?” tanya Jin pada Taehyung.

“Untuk…” belum selesai lagi Taeyung bicara, lagi-lagi disambar Jungkook.

“Spatula itu untuk jaga-jaga kalau Minseok tetap saja kencing sembarangan nanti pantatnya akan dipukul dengan spatula oleh Taehyung hyung.” jelas Jungkook.

“Heeeh!!” teriak kaget semuanya, bahkan si Minseok ikut kaget(?)

“Apakah benar Taehyung?” tanya Hoseok meminta penjelasan dari Taehyung.

“Eyy hyung! Aniyaa!!” jawab Taehyung tidak terima.

“Kalau keranjang itu untuk apa?” tanya Jimin yang masih penasaran.

“…” Taehyung melirik Jungkook.

“Wae hyung?” tanya Jungkook bingung melihat Taehyung.

“Kau tidak mau menjawab pertanyaan Jimin barusan?” tanya Taehyung.

“Jimin? Siapa itu Jimin?” jawab Jungkook bohong sambil menahan senyumnya.

“Ish! Jinjja kau Jeon Jung Kook!!” teriak Jimin kesal karena tak dianggap oleh Jungkook.

“Haha, arrasseo hyung. Kalau keranjang itu yaa untuk jaga-jaga kalau Minseok nanti menangis saat proses pemopokan hyung.” jelas Jungkook.

“Memang Minseok mau diapakan kalau menangis?” tanya Yoongi pada Jungkook.

“Kalau Minseok menangis terus, nanti Minseok dimasukkan dalam keranjang lalu dibuang deh!” jawab Jungkook semangat dan langsung mendapat jitakan spesial dari hyung-hyungnya.

“Akkk!! Appo hyung!!” teriak Jungkook kesakitan.

“Yak! Kau ini! Lama-lama kau yang kubuang Jungkook-ah!” kata Jin kesal.

“Jangan hyung! Jangan buang Jungkook! Aku tak bisa hidup tanpanya.” bela Jimin sambil tersenyum genit kepada Jungkook.

“Hyung! Kau bisa tidak melepas tanganmu dariku.” kesal Jungkook karena Jimin yang bergelantungan manja di tangan Jungkook.

“Eyy! Jangan begitu Jungkook-ah, kau kan dongsaeng kesayanganku.” balas Jimin sambil tersenyum manis.

“Shireo hyung!!” jawab Jungkook sambil melepas tangan Jimin darinya dan berlari menjauh dari Jimin.

“Yak! Kookie-ah! Kemarilah!” teriak Jimin sambil mengejar Jungkook.

“Nah, berhubung kalian yang paling ramai kalian harus mengganti popok Minseok.” perintah Hoseok yang disambut gembira oleh Taehyung.

“Yaapp! Kau benar hyung. Silahkan bereskan Minseok.” ujar Taehyung gembira.

“Ndee? Ahh, shireo! Shireo!” rengek Jungkook.

“Sudahlah Jungkook, kau terima saja. Kau mau tidak kuberikan jatah makan, eoh?” ancam Jin dengan smirknya.

“Hyung!!” rengek Jungkook lagi yang terlihat tambah menggemaskan.

“Hiyaaahhh!! Lucu sekali!!” teriak Jimin histeris karena gemas melihat Jungkook.

“Apa-apaan sih mereka ini?” kata Namjoon sambil memijat kepalanya yang tak pusing.

“Hyung! Kau bisa tidak menyingkirkan tanganmu dari pipiku.” kesal Jungkook karena Jimin yang terus mencubit pipi Jungkook.

“Yak! Lihat Minseok! Dia tertidur.” teriak Taehyung berhasil menyadarkan pikiran mereka masing-masing.

“Ini kesempatan sempurna. Ppali ganti popok Minseok!” perintah Hoseok.

“Hyung ppali!” paksa Jungkook kepada Jimin.

“Kok jadi aku sih?” rengek Jimin.

“Ayolah siapa saja ganti popok malapetaka itu!” kata Namjoon sambil berlari ke balkon untuk mencari udara.

“Aku sudah tak tahan dengan baunya Tuhan!” tambah Yoongi sambil berlari mengikuti Namjoon.

“Jimin hyung! Ganti popoknya.” pinta Jungkook.

“Arrasseo, tapi dengan 1 syarat.” kata Jimin sambil menunjukkan smirknya pada Jungkook.

“Apa syaratnya hyung?” tanya Jungkook.

“Perasaanku kenapa jadi tidak enak yaa?” gumam Jungkook yang masih bisa terdengar oleh Jimin.

“Haha. Syaratnya adalah…” Jimin menggantung perkataannya.

“Adalah apa….” kata Jungkook penasaran.

“Adalah apa….” sahut Hoseok entah darimana.

“Adalah apa….” sahut Jin juga entah darimana.

“Adalah apa….” sahut Yoongi dari balkon.

“Adalah apa….” sahut Namjoon juga dari balkon. ‘Ini lagi main opera yaa?’

“Aku ikut..aku ikut. Adalah apa….” tambah Taehyung -_-

“Kau! Jeon Jung Kook! Harus beraegyo di depanku!!” teriak Jimin puas.

“Mwo?” teriak Jungkook tak kalah keras.

“Eyyyyy!!!” keluh semuanya.

“Kau tak mau?” tanya Jimin sambil menaikkan alisnya.

“Shireo hyung.” tolak Jungkook.

“Arrasseo. Ganti sendiri sana popoknya!” kata Jimin sambil melipat tangannya.

“Jungkook-ah, sudahlah terima saja. Sampai kapan kita biarkan popok Minseok.” kata Yoongi masih dari balkon.

“Ayolah Jungkook, keburu poop’nya Minseok kering.” tambah Hoseok.

“Kalau sudah kering nanti susah membersihkannya.” sahut Namjoon.

“Nanti poop’nya bisa-bisa tambah lengket di pantatnya, Jungkook-ah.” kata Taehyung.

“Heeehhh!” respon dari hyung-hyungnya dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan saat mendengar penjelasan Taehyung.

“Kalau sudah lengket pasti warnanya berubah menjadi coklat kekuning-kuningan.” tambah Taehyung.

“Mwoo?” kaget hyung-hyungnya lagi dengan gelengan kepala cepat yang tak bisa dijelaskan.

“Kalau sudah berubah warna pasti Minseok akan poop lagi.” tambah Taehyung lagi dengan sok tahunya dengan ekspresi wajah yang meyakinkan.

“Aaaakkk!” teriak hyung-hyungnya histeris sambil menjambak rambut mereka masing-masing.

“Kalau sudah poop lagi pasti…” belum tuntas Taehyung bicara.

“Yak! Yak! Sudah Taehyung-ah! Cukup!” teriak hyung-hyungnya sambil membungkam mulut Taehyung karena sudah merasa jijik dengan penjelasannya.

“Jungkook-ah! Ber-aegyo lah, ppali!” seru Hoseok.

“Aku tidak bisa hyung!” rengek Jungkook.

“Tirukan aku Jungkook-ah.” kata Hoseok berniat mengajari Jungkook.

“Okee hyung.” balas Jungkook.

“Pertama kepalkan kedua tanganmu.” jelas Hoseok yang langsung dipraktekkan oleh Jungkook.

“Sudah hyung.” jawab Jungkook sambil menunjukkan tangannya yang sudah terkepal ke Hoseok.

“Tempelkan kedua tanganmu itu ke kedua pipimu.” kata Hoseok.

“Seperti ini?” tanya Jungkook dengan ekspresi datar.

“Nde. Tapi kau harus tersenyum Jungkook-ah, kalau bisa tunjukkan ekspresi genitmu.” jawab Hoseok.

“Ndee? Genit?” kaget Jungkook masih dengan tangannya yang masih ada di pipinya.

“Haha, ayolah Jungkookie. Aku masih menunggu.” kata Jimin dengan menunjukkan smirknya.

“Ish jinjja! Lihat saja kau Park Ji Min!” gumam Jungkook.

“Arrasseo arrasseo. Lihat ini yaa Jiminie hyung.” kata Jungkook sambil ber-aegyo.

“Aakkkk!! Lucunyaaa!! Aigoo!! Jungkook adalah milikku!” teriak Jimin gembira saat melihat Jungkook ber-aegyo.

“Dan Jimin adalah milikku!!” teriak Hoseok tak kalah gembira.

“Eyy hyung! Shireo!” tolak Jimin.

“…” Karena hatinya sakit, Hoseok memutuskan untuk meninggalkan Jimin dan berlari ke kamarnya.

“Sekarang ppali ganti popok Minseok.” suruh Jungkook pada Jimin.

“Okee. Pertama kita buka popoknya dan aaaakkkkkkk!!” teriak Jimin saat melihat isi dari popok Minseok.

“Aaakkk! Mataku..mataku..” teriak Taehyung.

“Ayoo Jimin-ah! Ppali!” suruh Namjoon.

“O..oke hyung. Setelah popoknya dibuka, kita bersihkan pantatnya.” kata Jimin yang masih shock dengan apa yang dilihatnya tadi sambil membersihkan pantat Minseok dengan tissue basah.

“Mataku..mataku..” teriak Taehyung lagi.

“Kau ini kenapa sih?” kesal Yoongi.

“Hehe, aku tak bisa melihat kotoran orang lain hyung.” kata Taehyung.

“Kalau kau punya anak nanti bagaimana Taehyung-ah?” tanya Jin.

“Yaa aku buang hyung.” jawab Taehyung dengan cengirannya.

“Kotorannya?” tanya Jin penasaran.

“Bayinya lah hyung!” jawab Taehyung dengan cengiran khasnya.

“Eyy! Jinjja!!” kata Jin yang bersiap untuk menjitak Taehyung.

“Sudah selesai hyung!!” teriak Jimin bahagia.

“Jinjja? Hiyaaahhh, gomawo Jimin-ah.” kata Jin yang tidak jadi menjitak Taehyung sambil mengelus-elus kepala Jimin.

“Ndee hyung.” balas Jimin sambil tersenyum.

“Nado gomawo Jin-ah.” kata Taehyung sambil mengelus-elus kepala Jin dengan polosnya.

“Yak! Yak!!” teriak Jin kepada Taehyung yang sudah kabur terlebih dahulu.

Setelah berlama-lama mengganti popok Minseok, akhirnya mereka bisa beristirahat karena Minseok sudah tertidur.

Di kamar

“Hyung! Enaknya kita apakan anak ini?” tanya Jungkook memecah keheningan.

“Yaa kita rawat Jungkook. Wae? Kau tidak suka dengan Minseok?” kata Namjoon.

“Ani hyung. Hanya aneh saja. Apa orangtuanya tidak mencarinya?” jawab Jungkook.

“Aku juga tidak tahu Jungkook-ah. Kasihan Minseok. Bagaimana perasaanmu jika kau menjadi Minseok?” kata Namjoon.

“Hmm, iyaa juga sih hyung.” kata Jungkook. Dalam waktu yang lama Jungkook memandangi Minseok.

“Hyung..” panggil Jungkook.

“Hmm?”

“Aku rindu eomma.” kata Jungkook. Dan tanpa ia sadari ia meneteskan air mata.

“Aku juga Kookie-ah. Kau jangan menangis nee. Kan masih ada aku, Jin hyung, Yoongi hyung, Hoseok, Jimin, dan Taehyung yang sudah menganggapmu seperti keluarga sendiri.” kata Namjoon sambil mengelus-elus kepala Jungkook.

“….” Tangis Jungkook semakin menjadi saat mendengarkan ucapan Namjoon.

“Haha. Kemarilah dasar cengeng.” kata Namjoon sambil memeluk Jungkook yang sedang menangis.

“Hai! Hai! Hai! Jimin datang!!” teriak Jimin saat masuk ke kamar.

“Sssssstttt!” kata Namjoon.

“Waeyo hyung? Uri Jungkookie!! Kenapa menangis, eoh?” tanya Jimin panik saat melihat Jungkook yang menangis di pelukan Namjoon.

“Dia merindukan eommanya Jimin-ah.” kata Namjoon sambil menepuk lembut punggung Jungkook.

“Eyy! Jungkookie, kan ada aku. Jadi tak usah sedih lagi nee. Sini..sini biar kupeluk.” hibur Jimin.

“Go..go..mawoo hyung. Tapi aku tidak mau dipeluk olehmu.” kata Jungkook masih sesegukan.

“Kau ini! Di saat menangis masih saja menyebalkan!” sebal Jimin.

“Aigoo!! Uri Jungkookie kenapa menangis?” teriak Jin, Yoongi, Hoseok, dan Taehyung bersamaan.

“Aku tidak apa-apa hyung.” balas Jungkook.

“Aigoo..aigoo. Sudah jangan menangis lagi nee. Namja tidak boleh gampang menangis.” kata Hoseok sambil mengelus lembut kepala Jungkook.

“Hyuuunnngg!!!! Saranghaeee!!” teriak Jungkook.

“Hahaha. Nadoooo!” balas Jimin semangat.

“Bukan untukmu hyung.” kata Jungkook pada Jimin.

“Yak! Jeon Jung Kook!!” teriak Jimin kesal.

“Hahaha. Aku bercanda hyung.” kata Jungkook.

“Hahaha.” tawa seisi apartement.

Selesai bersedih-sedihan, mereka memutuskan untuk tidur siang karena hari ini adalah hari Minggu. Dan malamnya nanti mereka berencana akan mengajak Minseok jalan-jalan.

Malam hari…

“Hyung! Hyung! Yoongi hyung!!!” panggil Jungkook kepada Yoongi dari ruang tengah.

“Wae! Wae! Waeeee!!!!” teriak Yoongi dari kamarnya.

“Kau lihat celana dalam Iron Man’ku tidak?” tanya Jungkook dengan suara keras sambil mencari-cari Iron Man’nya(?)

“Hiyaahh, bagaimana ini? Kan celana dalamnya sedang kupakai.” gumam Yoongi gelisah.

“Hyuuuuuuunnnnggg!!!!!!!!” teriak Jungkook karena pertanyaannya tidak ditanggapi oleh Yoongi.

“Molla Jungkook-ah!” jawab Yoongi pura-pura tak tahu.

“Eyy hyung! Aku seperti mencium sesuatu yang mencurigakan dari balik celana jeansmu itu.” kata Jungkook saat mendatangi kamar Yoongi sambil mengendus-endus(?)

“Sudahlah, aku tidak tahu Jungkook-ah. Memang kau tidak punya celana dalam lain?” balas Yoongi.

“Aku punya hyung. Tapi aku sedang ingin pakai Iron Man!!” kata Jungkook sambil loncat-loncat seperti anak kecil.

“Aigoo! Kookie-ah!! Jjaanngg!!” kata Jimin semangat saat melihat Jungkook loncat-loncat seperti anak kecil.

“Ish! Dia lagi..dia lagi.” gumam Jungkook frustasi.

“Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?” tanya Namjoon yang mendatangi Jimin, Yoongi, dan Jungkook.

“Hyung! Celana dalam Iron Man’ku hilang.” rengek Jungkook kepada Namjoon.

“Eyy! Pakai celana yang lain sana! Masa dari tadi kau cuma pakai handuk.” kata Namjoon.

“Ayoo berangkat!! Kita kan mau jalan-jalan dengan Minseok.” teriak Hoseok dari ruang tengah.

“Ndee hyung! Aku mau ganti baju dulu.” kata Jungkook. Jungkook mengambil pakaiannya di dalam lemari lalu berjalan meninggalkan hyung-hyungnya menuju kamar mandi dengan kepala tertunduk dan wajah murung.

“Kasihan Jungkookie. Gara-gara celana dalam saja ia bisa semurung itu.” kata Jimin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Hmm.” hanya dibalas deheman oleh Namjoon.

“Kalau sampai aku menemukan orang yang mengambil Iron Man Jungkook, akan aku pukul dengan barbelku ini.” ancam Jimin dengan memegang barbel sepuluh kilonya itu.

“….” Yoongi hanya tersenyum palsu sambil menelan ludahnya.

“Benar Jimin-ah! Kalau sampai aku tahu siapa yang mencuri Iron Man Jungkook, akan aku kuliti orang itu!” tambah Namjoon sambil memegang alat pencukurnya.

“…” Yoongi mulai berkeringat.

“Aku setuju hyung. Kalau kita sudah menemukannya, akan kita apakan lagi yaa nanti hyung?” tanya Jimin.

“Jungkook-ah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Yoongi sambil berteriak ketakutan dan berlari ke kamar mandi untuk menghampiri Jungkook.

“Hahahaha. Akhirnya kita menemukan pencurinya.” tawa Namjoon yang dibalas tawa juga oleh Jimin saat melihat Yoongi.

“Semuanya sudah siap?” teriak Hoseok semangat.

“Ndeee!!!” jawab semuanya.

“Okee kajjaaaaa!!!” teriak Hoseok.

Sebelum masuk ke dalam mobil, Hoseok mengabsen para penumpang terlebih dahulu.

“Sebelum kita berangkat, aku akan menghitung para penumpang. Takutnya ada yang ketinggalan.” kata Hoseok.

“Eyy! Kau ini ada-ada saja.” kata Jin yang sudah siap di kursi sopir.

“Hehe. Oke, aku mulai hitung yaa. 1..2..3..4..5..6..7..dan setengah. Semuanya pas tujuh setengah.” kata Hoseok riang.

“Setengah itu Minseok hyung?” tanya Taehyung.

“Ndee!” jawab Hoseok.

“Oke kita siap! Ayoo pak sopir, let’s go!!” kata Jimin semangat.

“Siapa yang kau bilang sopir, eoh?” kata Jin kesal.

“Haha. Kau kan yang mengemudi hyung.” balas Jimin dengan cengirannya.

“Minseok sudah siap?” tanya Namjoon kepada Minseok lembut.

“…” Minseok hanya tertawa.

“Lucunyaaaaa!!!” teriak Taehyung dan Hoseok bersamaan.

“Okee kita berangkat! Jangan lupa pakai sabuk pengamannya yaa?” kata Jin.

“Okee hyung.” balas semuanya.

Selama perjalanan, namja-namja tampan ini asyik bermain dengan Minseok. Mulai dari Hoseok yang menyubiti pipi Minseok lembut, Jimin yang mengelus-elus rambut Minseok, Namjoon yang menggendong Minseok, Yoongi yang bermain ciluk bah dengan Minseok, dan Taehyung yang mengendus-endus badan Minseok(?)

“Sudah sampai!!” teriak Jin.

“Horee!! Ayoo makan! Ayoo makan!” teriak Taehyung yang sudah kelaparan.

“Kajja! Kajja!” kata Namjoon yang masih menggendong Minseok.

“Ayoo kita masuk!!” teriak Jimin dan Jungkook.

Di dalam restoran…

                Sesampainya mereka di dalam sebuah restoran, banyak pengunjung yang menatap aneh kepada mereka. Banyak juga yeoja yang menatap genit kepada Jin, Yoongi, Hoseok, Namjoon, Jimin, Taehyung, dan Jungkook.

“Hyung..hyung! Kenapa mereka semua menatap kita seperti itu?” tanya Jungkook.

“Mereka memiliki dua pandangan yang berbeda terhadap kita.” jawab Jin.

“Dua pandangan? Pandangan apa saja hyung?” tanya Jimin.

“Pandangan aneh dan pandangan genit.” jawab Yoongi.

“Anehnya kenapa? Dan genitnya bagaimana?” tanya Taehyung.

“Anehnya karena kita membawa bayi dan genitnya karena kita tampan.” jawab Hoseok yang dibalas anggukan kepala oleh Jimin, Taehyung, dan Jungkook.

“Biar sajalah. Yang penting kita makan dulu lalu bermain ke taman dengan Minseok.” kata Namjoon yang disambut tawa oleh Minseok.

“Ndee hyung.” balas Jungkook sambil mengelus pipi Minseok.

“Aigoo. Uri Jungkookie sudah akrab dengan Minseok..” goda Jimin pada Jungkook.

“A..aniyaa!” balas Jungkook sambil menarik kembali tangannya yang sudah tersentuh pipi Minseok.

“Hyung, kita duduk dimana?” tanya Hoseok pada Jin.

“Duduk disini saja.” tawar yeoja manis kepada Hoseok.

“Hiyaaahh!!” teriak Hoseok sambil memegang dadanya. Yeoja yang menawarinya duduk pun bingung dengan kelakuan Hoseok.

“Yak! Kau ini kenapa?” tanya Yoongi.

“My heart hyung.. My heart!!” kata Hoseok.

“Heartmu kenapa memang?” tanya Yoongi.

“My heart is…” gantung Hoseok masih dengan memegang dadanya.

“Is apa?” tanya Yoongi.

“My heart is Oh my god!!” jawab Hoseok semangat.

“Eyyy!!” balas semuanya.

“Terima kasih sudah memberikan kami tempat duduk.” kata Jin sopan kepada yeoja yang menawari tempat duduk.

“Ndee.” balas yeoja itu lalu bergegas pergi.

Setelah mendapat tempat duduk, mereka memesan makanan untuk dimakan ‘ya iyalah’.

“Aku pesan ini hyung!!” kata Jimin semangat.

“Aku dulu hyung! Aku mau ini..ini..ini!!” sahut Jungkook tambah semangat.

“Andwae..andwae! Aku dulu yaa hyung. Aku mau ini..ini..ini..ini..ini..” tambah Taehyung yang membara.

“Yak! Yak! Yak! Makan secukupnya.” kata Jin.

“Itu semua sudah cukup hyung.” jawab Taehyung, Jimin, dan Jungkook.

“Aigoo. Minseok mau makan apa?” tanya Namjoon pada Minseok yang sedang dipangkunya.

“…” Bukannya menjawab Minseok malah bermanja-manja di dada Namjoon.

“Lucunyaa…” gemas Namjoon.

“Minseok mau susumu hyung!” teriak Taehyung yang membuat semua pengunjung menoleh padanya.

“Yakk!!! Kau bilang apa tadi?” geram Namjoon.

“Minseok mau susu yang kau simpan di balik jaketmu itu lho hyung.” jelas Taehyung.

“Ahh, Minseok mau ini?” tanya Namjoon sambil menunjukkan susu di balik jaketnya. ‘botol susunya Minseok maksudnya’

“…” Minseok hanya membuka mulutnya sambil mencoba meraih botol susu yang dipegang Namjoon.

“Arrasseo..arrasseo.. Ayoo buka mulutnya! Pesawatnya mau lewat.. Aaakk..aaakkk..aaakkk..” kata Namjoon mencoba menyuapi Minseok dengan susu.

“…” Minseok meminum susu yang diberikan Namjoon.

“Aigoo. Uri Minseokie pintar sekali.” gemas Namjoon.

“Mau dong disuapin…” goda para yeoja yang melewati Namjoon dan teman-teman.

“Ish jinjja! Suapin..suapin! Sini biar Hoseok suapin pakai ini.” balas Hoseok sambil menunjukkan kepalan tangannya.

“Ahh, kabur……” teriak para yeoja itu sambil berlari.

“Minseok kalau sudah besar nanti harus pintar memilih yeojachingu yaa.” nasehat Hoseok kepada Minseok.

“Aigoo, yang sudah pernah mengalami kegagalan dalam cinta.” goda Jin pada Hoseok.

“Eyy hyung!” keluh Hoseok yang disambut tawa oleh yang lain.

Seusai makan malam, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman. Malam ini mereka ingin menghabiskan waktu dengan Minseok karena besok mereka sudah memulai aktivitas mereka seperti biasa.

“Ayoo Minseok kita main-main!” ajak Jimin semangat.

“Bagaimana kalau kita ajari Minseok berjalan?” usul Yoongi yang kini sedang menggendong Minseok.

“Ayoo hyung! Turunkan Minseok dulu.” jawab Taehyung.

“Sini..sini biar aku yang pegang Minseok.” kata Hoseok.

“Andwae! Aku yang pegang.” kata Jimin.

“Eyy! Aku saja yang pegang!” sahut Taehyung.

“Jangan Taehyung! Nanti Minseok bisa-bisa jatuh.” teriak Jungkook dari kejauhan.

“Aigoo. Kau khawatir dengan Minseok?” tanya Jin pada Jungkook.

“Ani. Hanya saja..” jawab Jungkook bingung.

“Hanya saja apa?” tanya Jin.

“Molla hyung.” jawab Jungkook pasrah.

“Hehehe. Dasar remaja.”gumam Jin.

“Sini hyung! Aku yang pegang tangan Minseok.” rengek Jimin.

“Begini saja. Aku yang pegang tangan kanannya dan kau Jimin yang pegang tangan kirinya.” usul Hoseok.

“Okee hyung!” balas Jimin setuju.

“Kalau begitu aku yang pegang kakinya.” sahut Taehyung.

“Yak! Kalau kau pegang kakinya, Minseok jalannya bagaimana?” kata Jimin sebal.

“Ya sudah, kalau begitu aku pegang kepalanya.” balas Taehyung.

“Kenapa pegang kepalanya?” tanya Hoseok.

“Biar tidak jatuh hyung.” jawab Taehyung.

“Aduh, aku tak sanggup berbicara dengannya Jimin-ah.” keluh Hoseok pada Jimin.

“Aku juga hyung. Enaknya kita apakan makhluk ini?” tanya Jimin.

“Biar sajalah Jimin-ah. Biarkan Taehyung hidup dulu untuk saat ini.” jawab Hoseok.

Hoseok, Jimin, dan Taehyung sedang asyik-asyiknya mengajari Minseok berjalan. Namjoon dan Yoongi juga tengah sibuk memotret Minseok dan yang lainnya. Jin dan Jungkook sedang bersantai di bawah pohon sambil melihat apa yang dilakukan teman-temannya dengan Minseok. Tapi berhubung waktu semakin larut, mereka harus segera pulang.

“Kajja kita pulang! Ini sudah malam.” teriak Jin dari kejauhan.

“Sebentar lagi yaa hyung.” rengek Jimin dan Taehyung.

“Andwae..andwae. Sudah malam, Minseok harus segera tidur.” balas Jin.

“Arrasseo..” sedih Jimin dan Taehyung.

Akhirnya mereka pulang ke apartement mereka dengan selamat. Minseok yang sudah tertidur di pelukan Jin langsung dipindahkan ke kasur oleh Jin. Seperti biasa, Jin tidur bersama Minseok. Jungkook, Taehyung, dan Jimin langsung tidur di kamar mereka. Hoseok yang mengutamakan kebersihan langsung mandi meskipun hari sudah malam. Namjoon dan Yoongi membereskan apartement mereka terlebih dahulu sebelum tidur.

Hoseok, Namjoon, dan Yoongi masuk ke kamar mereka untuk beristirahat karena besok mereka sudah harus kuliah. Jin juga sudah tertidur sambil menepuk lembut punggung kecil Minseok. Sunnguh hari yang melelahkan.

Keesokan harinya…

“Owweeeeeeeekkkkkkkk!!!!” tangis Minseok.

“Suara alarm ini lagi.” kata Taehyung yang bangun dengan mata yang masih tertutup.

“Minseok-ah. Kau mau susu?” tawar Taehyung.

“Sini, biar kubuatkan.” kata Taehyung sambil menggendong Minseok menuju dapur. Taehyung membuatkan susu untuk Minseok dengan petunjuk yang sudah tercantum di kaleng susu.

“Ini minum.” kata Taehyung sambil menyuapi susu kepada Minseok yang sudah ia buat. Taehyung masih menggendong Minseok yang sedang minum susu. Ia menuju balkon agar Minseok dapat menghirup udara di pagi hari.

“Selamat pagi Taehyung-ah. Selamat pagi Minseok.” sapa Yoongi.

“Selamat pagi hyung.” balas Taehyung.

“Aku mandi dulu yaa Taehyung-ah. Nanti biar kugantikan kau.” kata Yoongi.

“Nde hyung.” jawab Taehyung.

Satu per satu penghuni apartement ini sudah bangun dan pergi mandi. Hari ini adalah hari yang tepat untuk bersekolah. Semuanya sudah rapi. Jungkook yang sudah berseragam lengkap. Namjoon, Yoongi, Jin, dan Hoseok sudah siap untuk kuliah. Dan Jimin yang masih bermain dengan Minseok dan Taehyung.

“Kita berangkat dulu nee.” kata Jin.

“Hyung, yang menjaga Minseok siapa?” tanya Taehyung.

“Yaa jelas kau lah Taehyung-ah.” jawab Jin.

“Tapi aku nanti ada acara hyung.” kata Taehyung.

“Heeehhh?” kaget semuanya.

“Lalu yang menjaga Minseok siapa?” tanya Yoongi cemas.

“Kau tidak bisa Jimin-ah?” tanya Hoseok pada Jimin.

“Aku kan harus ke Gym hyung.” jawab Jimin.

“Tidak mungkin aku, kan? Aku kan harus bersekolah.” kata Jungkook.

“Kau saja Taehyung-ah. Bawa Minseok denganmu.” pinta Namjoon.

“Tidak bisa hyung. Aku nanti bertemu orang tuaku. Apa kata orangtuaku jika aku membawa bayi di hadapan mereka?” jelas Taehyung.

“Jimin-ah. Kau saja yaa?” pinta Yoongi.

“Andwae hyung.” tolak Jimin.

“Jungkook-ah. Tunjukkan aegyo-mu, agar Jimin mau menjaga Minseok.” bisik Hoseok pada Jungkook.

“Huft. Arrasseo hyung.” terima Jungkook terpaksa.

“Hyung… Jaga Minseok nee. Jaebal..puing..puing.” pinta Jungkook dengan aegyo-nya yang menggemaskan.

“Okee..okee. Akan kubawa Minseok ke Gym’ku.” kata Jimin langsung menerima permintaan Jungkook.

“Gomawo Jimin-ah!” teriak hyung-hyungnya lalu meninggalkan Jimin.

“Mohon bantuannya yaa hyung.” kata Jungkook lembut.

“Ndee Jungkook-ah.” balas Jimin.

Setelah semuanya pergi dengan urusan mereka masing-masing, Jimin mengajak Minseok ke Gym’nya.

“Kajja Minseok-ah. Kau belum pernah ke Gym kan?” ajak Jimin kepada Minseok.

“…” Minseok hanya tersenyum.

“Nah, kita sudah sampai.” seru Jimin. Tiba-tiba ada yeoja yang memakai baju olahraga serba ketat lewat di hadapan Jimin dan Minseok.

“Yak! Yak! Kau lihat apa Minseok-ah!! Jangan dilihat!” kata Jimin sambil menutup mata Minseok. ‘paling-paling Jiminnya yang lihat’

Tiba-tiba lewat lagi segerombolan yeoja yang memakai hotpants dan tanktop di atas pusar di depan mereka berdua.

“Hey! Hey! Hey! Sudah kubilang jangan dilihat!” kata Jimin sambil menutup mata Minseok lagi.

Tiba-tiba…

-TBC-

Gimana? Udah panjang kan? Udah panjang banget dah ini.

Ceritanya gimana? Aneh yaa? Nggak nyambung yaa?

Dan jangan lupa, cerita ini murni dari hasil pemikiran author.

Okee, kalau sudah baca silahkan comment yaa J

Gomawoo *bow

About fanfictionside

just me

32 thoughts on “FF/ FINDING BABY/ BTS-BANGTAN/ pt. 3

  1. asrepppp!!!!
    tiba tiba TBC -_-
    Oyyy masa minseok ama jimin ntar ketularan yadong lg -_-
    Hoseoj tetap cinta kebersihan mandi dolo blm tdr (y)
    Bagus tau tpi kapan ada greget2an nya ????
    Ajak sekola harusnya si minseok biar seru😀
    ok di tunggu next nya ojo suwe suwe ya😀

    • hehe, jangan sampek minseok ketularan jimin😀
      so pasti Hoseok❤
      iyaa nih gregetnya belum muncul untuk part ini, tapi part selanjutnya ada kok
      emm, sekolah yaa? okee nanti dicoba dulu. makasih yaa buat sarannya🙂
      sipp ora suwe kok😀

  2. huaaaa tiba-tiba APA?!
    author penasaran TBC nya gk tepat ini lgi asik” jga😦
    thor lanjutan nya jgn lama” yah di tunggu😀

  3. authorrrrr!!! gakrela nih masa belum ada part 4 nya😦 ceritanya asik bgt thor anjir ngakak terus ini >< penasaran thor ffnya daebak!! lanjut thor!!^^

  4. aaaa authornya selalu bisa bikin ngakakkxD. pokonya ini ff daebak banget thorr aku sukaaaaa..
    yaampunn uri jungkookie kenapa kau selalu ber agyo akkkk. sumpeh ngebayanginnya aja udah buat klepek klepek/lebay/ wkwk *jiwa fangirlnya keluar*
    jimin kayanya tergila gila banget yaa ama jungkook wkwk
    itu tiba tiba kenapaa………………. yaampun jan sampe minseok ketularan yadongnya jimin yakxD

    thor, aku tunggu part selanjutnyaa. udah penasaran nih, jangan lama lama yaa😀
    keep writing and fighting^^9

  5. huaaaaa daebaaak thor >_<… ngakak😄😂.
    hahahaha..
    wkwkwkwk..
    #ilikeit
    lanjuuttt thor 😉 fighting💪 hehe😃

  6. Next part panjangin ya thor ceritanya😉
    Bagus banget…tiap baca sampe ngakak,next part nya ditunggu ya thor..keep writing:-P:-D:-)

  7. Gilaaa… sumpah..!! ngakak banget bacanya ampe nangis,, hahahahaha…
    ceritanya keren n lucu abiz, taehyung apa banget deh..somvlakk,,-.-
    lanjutnya jangan lama-lama yaa chinguu.. #buing buing bareng jongkook

  8. trlambat ya aku koment nya
    hai. . salam kenal aku readers baru,kebetulan aku baru baca ff ini
    aduhh cerita nya ngakak abis, benar2 lucu,humornya pas banget cocok sama karakter anak bangtan..
    dan juga ff ini bikin aku trtarik pengen baca lagi
    next thor, fighting

  9. Wakakaka capeeekk !! Capek bgt ketawa baca ini…😄 kebayang hebohny mereka.. taehyung !! Aku jg bakal capek bgt klo harus nanggepin omongan taetae yg 4D.. obsesi jimin ke jungkook yg ga kelar2… wakaka
    Namjoon sabar yaa *pukpuk ^^v
    Dtunggu lagi lanjutannya !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s