FF/ ARE YOU KIDDING ME/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


[AreYouKiddingMe]-Poster-Ch3

Chapter III): First Kiss.

.

.

.

Youngsoo mengetikan balasan BBMuntuk Yerin dengan tenang di kursi cafetaria kampus siang hari ini. Cuaca cukup bersahabat sehingga gadis itu bisa sedikit berleha-leha,ditemani segelas jus alpukat segar dengan susu coklat yang menghias sisi gelasnya.

Cuaca sebagus ini sedang berbanding terbalik dengan suasana hatinya. Ia cemberut, udah dua hari ini sang sahabat laknatnya itu absen dari kampus. Bibirnya semakin maju saat memikirkan sang gebetan yang juga tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Itu tuh si Jeon Jungkook yang punya gigi kelinci unyu itu.

Menghela nafas pelan, sebelah tangan Youngsoo terangkat untuk mengaduk minumannya dengan sedotan.

.

.

Ding!

.

Y3r1N clLal03h ch4YaNK J1em1N : Ey, dikampus ada anak baru yang rambutnya warna orange terang nggak sih?

.

Youngsoo termenung, masih melihat chat BBM nya dengan Yerin tersebut sambil menerawang jauh. Kepalanya mengadah, memikirkan eksistensi seseorang yang mempunyai rambut aneh berwarna orange terang cem jus kedondong–Eh, jus jeruk.

Hm.

.

.

Rambut….

…orange?

.

.

Kayanya dia tau!

.

.

.

.

Tapi siapa coba?

.

.

Youngsoo lupa :<

.

.

m!N yOuN6z00 c1 g4d!Ez 03nYoEh : Molla, udah dua hari ini aku disibukkin sama laporan bahasa inggrisku, jadi mulai nggak peka sama lingkungan.

(Hei. Ada apa dengan ID BBM-nya ini?)

Y3r1N clLal03h ch4YaNK J1em1N : Oh, Nggak peka sama lingkungan? Pantes nggak pernah dipekain Jungkook.

m!N yOuN6z00 c1 g4d!Ez 03nYoEh: BAWEL LO!  BURUAN SEMBUH!!!

Y3r1N clLal03h ch4YaNK J1em1N : Hahahaha, iya iya ayang :3
Y3r1N clLal03h ch4YaNK J1em1N : Okedeh, aku lanjut tidur lagi ya. Selamat ngerjain laporan bahasa inggris~

.

.

Gadis itu menggerutu, ia mulai menyedot jus alpukatnya dengan cemberut. Manik matanya menatap seorang pemuda dengan rambut hitam serta poni lempar yang sebagian menutupi sebelah alisnya itu.

Jungkook.

Pemuda itu sedang membeli kopi kalengan di vending machine yang tak jauh dari tempatnya duduk sekarang, kedua alis Youngsoo menyatu lucu. Matanya masih setia menatapi pemuda tersebut, menatapi kebrutalan Jungkook menendang, mengobrak-abrik, memukuli mesin minuman tak bersalah tersebut.

Kasihan kan dipukulin gitu mesinnya, pasti sakit :<

Setau Youngsoo sih mesin itu rusak udah 3 minggu belakangan ini deh.

.

Jungkook menatap datar vending machine yang telah menelan uang beserta kembaliannya tersebut.

Sekali lagi lengannya terangkat untuk memukul kuat mesin minuman yang membuatnya emosi di siang bolong begini, udah cuaca panas dibikin tambah panas. Beberapa pasang mata mengalihkan pandangannya ke arah pemuda tersebut.

Ia menghela nafas kasar dan berbalik, manik mata kecoklatannya menatap seorang gadis yang duduk tak jauh darinya itu. Bibir gadis itu mengerucut lucu seketika membuatnya gemas sendiri, ingin mencubit bibirnya pake tang.

Eh?

Enggak deng, bercanda renyah.

Pemuda dengan gigi kelinci yang unyu banget itu menghampiri sang gadis, entah dalam pandangannya atau memang angin bertiup sangat kencang sehingga meniup lembut setiap helaian rambut panjang lurus berwarna hitam tersebut?

Em… entahlah.

.

“Hei–“ Jungkook menarik kursi diseberang Youngsoo yang masih cemberut tersebut, “–udah lama disini ya?”

Youngsoo melirik arloji berwana baby pink di lengan kirinya, “Hm, nyaris aja lumutan sih.”

“Lebay banget sih nong.” Jungkook memutar bola matanya semu.

“Lebay lebay amad.”

.

Lengan Youngsoo mendorong gelas jus yang baru setenggak ia habisan tersebut ke depan Jungkook, bibirnya masih mengerucut unyu kalau mau tahu.

“Oppa haus? Ni habisin, sekalian itung-itung hemat kan?”

.

Mata Jungkook membola lucu, “EHHH?”

“Aku masih harus selesain laporan bahasa inggrisku, aku duluan ya Kookie oppa.”

Youngsoo membenahi buku catatannya yang tergeletak di atas meja, setelahnya gadis itu meninggalkan cafetaria kampus walaupun enggan juga sih.

Setelah dua hari ini akhirnya ia bisa ngeliat Jungkook, tapi ternyata dia malah disibukkan oleh laporannya. Setiap mereka ingin ketemu pasti ada tugas, kalo nggak Jungkook ya pasti Youngsoo yang sibuk nugas.

.

.

.

Nasib ya, mungkin mereka tak ditakdirkan untuk bersama.

.

.

Wkwk.

.

Err, ini serius dia harus ngabisin jus bocah itu? Jungkook sih mau aja sebenernya, dia aus pake banget sih.

Tapi…

Manik coklatnya sedikit melirik kearah segelas cairan hijau yang tergeletak manis di atas meja. Ia jadi gugup sendiri saat melihat ujung sedotan yang sedikit berwarna pink tersebut.

Lipstick Youngsoo

Bibir Youngsoo

Aduh

Kalo dia minum dari bekas sedotan itu berarti itu ciuman secara nggak langsung dong?

Kan nggak mungkin dia kokop gitu aja kan -.-

.

Duh, Jungkook merasa pipinya memanas sekarang.

.

.

lengannya ia bawa untuk menyentuh ujung sedotan itu, tersenyum layaknya seorang pedofil dan mulai meminum jus itu sambil menutup mata dan menafan nafas.

Ey, Jungkook jangan lupa bernafas!

Fikirannya langsung tertuju pada bibir Youngsoo, bagaimana bibir mungil itu tadi menyentuh ujung sedotan ini dengan gaya sensual. Mesum juga nih bocah =_=

Sudut bibir Jungkook tertarik membentuk seringai aneh, membuat beberapa orang yang melihatnya menatapnya cengo.

.

.

Oh tuhan.

.

Sembur dia, tolong.

Tadi marah-marah sekarang senyum-senyum gaje sendiri.

.

.

.

Taehyung membawa dirinya ke cafetaria.

Pandangannya mengedar keseluruh penjuru kantin kampus yang ramai tersebut, ia melangkahkan kaki menuju stand minuman untuk memesan mango float yang akhir-akhir ini menjadi minuman favoritnya.

Setelah membayar serta menggoda pemilik stan minuman itu dengan kerlingan nakalnya dan membuat ahjumma penjual minuman itu tergelak kencang, ia kembali celingukan, manik kembarnya jatuh pada Jungkook yang menghayati minumnya.

Bocah boneng.

Minumnya aja so imut banget gitu, dih.

.

Dahi Taehyung berkerut jelek, ia menggaruk rambutnya dengan sebalah tangannya yang bebas sebelum menghampiri pemuda yang baru dikenalnya dari Youngsoo kemarin.

.

.

.

BRAK.

.

.

OY, JUNG–“

.

.

.

BRUUSSSHHH!

.

.

.

“…kook.”

.

.

.

Are You Kidding Me?

(‘Would You be… Mine?’ Sequel!)

.

.

.

Author:

Rikey.

.

.

.

Charater:

Park Jimin/Im Yerin(OC)/Romance Humor/Chaptered

.

.

.

Warning:
OOC. Garing. Bahasa non baku ! Typos!Modern!AU

.

.

.

Happy reading, kawan.

.

.

SORRY FOR ANY TYPOS!

..

….

Udara di luar terasa lebih dingin menyapa tiap inci kulit Jimin, terasa lebih dingin dari ucapan atau kelakuan Yerin sih.

Aduh, baper.

Pemuda tersebut mulai merasa menggigil menjalari tulang punggungnya. Hujan selama 3jam tadi membuatnya terkurung dalam perpustakaan. Sebenarnya setelah kelas terakhir yaitu kelas Prof.Yunho, Jimin ingin langsung mengunjungi apartemen kekasih galaknya itu.

Yah, apa daya. Rinai hujan turun dengan songong-nya seolah mengejek Jimin.

.

Rasain lu pendek, ujan lagi…’

.

Jimin jadi kebawa perasaan pas ngeliat gemertak ujan, dengan perasaan kebelah-belah akhirnya ia mengalah dan memilih tinggal di perpustakaan sampai ujan reda.

Eh, ternyata ujannya lebih songong dari pada ujan yang bikin Yerin sakit kemaren.

Nasib, nasib.

.

Lengan Jimin mensleting jaketnya sampai keleher, memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket untuk sekedar menghangatkan diri. Sensasi rasa tajam seperti pisau belati yang menusuk itu menyapa sekitaran pipi dan belakang telinga Jimin.

Tepat setelah Jimin nganterin Yerin pulang dalam keadaan sakit kemaren, motor Jimin juga ikutan sakit. Masuk bengkel, ya mau gak mau ya dia harus jalan kaki. Mungkin si Justin –motor Jimin– ngambek gara-gara ditinggalin gitu aja diparkiran.

Bisa aja sih naek bus, Cuma ya gitu, dia kan lagi baper ya makanya sampe lupa kalo apartemen Yerin lumayan jauh kalo jalan kaki.

.

Jimin mendesah frustasi, ia bahkan tak ingat daerah apartemen Yerin. Ya maklum atuh, dia kan pikunan. Ia hanya mengandalkan alamat yang Yerin kasih ke dia lewat bbm. Dan setelahnya chat Jimin didiemin.

Mungkin Yerin tidur.

.

.

Hm…

mungkin.

.

.

Jimin tuh akhir-akhir ini suka nethink gimana gitu, apalagi pas tau Yerin peluk-pelukkan sama cowo aneh dengan cengiran yang bikin dia gondok setengah mati di ruang kesehatan kemaren.

Dia cemburu berat!

.

Perasaan kesel terus-terusan ada di dirinya!

.

Pengen nabok cowo geje yang warna rambutnya orange nyentrik kaya karpet rumahnya itu!

.

.

Dan mikirin kejadian itu bikin Jimin tanpa sadar teriak-teriak geje ditengah kelas Prof.Jongdae dan akhirnya diusir keluar, yah alhasil begitulah dia, berpasrah pada nasib buruk untuk yang kesekian kalinya.

.

.

Ia menerawang, mengingat wajah Yerin yang basah karena air mata.

Miris.

Disaat Yerin butuhin dia, dia malah sibuk ngurus diri sendiri. Padahal saat itu Yerin lagi sakit. Jimin terus-terusan nyalahin diri sendiri soal Yerin yang mewek, padahal Yerin juga udah bilang itu bukan salah dia.

Salahin aja kampusnya bikin lampu mati.

Dasar kampus sialan.

Nggak modal.

Dalam diam ia terus berjalan, ia cemberut karena mikirin kejadian itu lagi. Perasaan bersalah menghinggapi relung hati terdalamnya dan membuat dirinya tak nyaman. Pemuda itu mengerang. Menggelengkan kepalanya kuat untuk mengenyahkan fikiran-fikiran negatif tentang kekasih galaknya itu.

Galau sekali sepertinya teman kita yang satu ini.

.

.

Jimin berhenti tepat didepan toko roti dengan maskot roti gandum dengan wajah tersenyum berbinar yang lucu.

Seingatnya dulu pas jaman-jaman SMA ia pernah mengunjungi toko roti ini bersama Jungkook saat membolos. Indra penciumannya merasakan aroma roti panggang dan cake-cake manis yang menguar dari dalam toko.

Dan Jimin nyaris gila hanya dengan mencium aromanya saja.

Ia tersenyum lalu membawa dirinya masuk. Kalau difikir-fikir, Yerin sering membicaran soal cupcake dengan dengan gambar hiasan yang menarik perhatiannya itu, namun belum pernah benar-benar dibelinya.

Bukan bokek, bukan.

Yerin sibuk dengan kegiatan senatnya dan tugas-tugas kuliah. Jimin juga anggota senat, ingat? Jadi ia paham betul sesibuk apa gadis berponi tersebut.

Yah, lagian mau kerumah pacar masa nggak bawa apa-apa? Malu kali wkwkw.

.

Ia keluar dari toko tersebut dengan dua buah kantung plastik putih transparant di lengannya.

Satu cheesecake besar serta enam buah cupcake manis dengan vanila icing cream bergambarkepala kelinci –karena Yerin begitu menyukai hewan lucu tersebut– sudah ditangan.

Kembali, ia merajut langkah menuju apartemen kekasihnya itu sambil tersenyum. Menyusun setiap langkahnya sambil menyenandungkan lagu. Mengabaikan cuaca yang dingin karena embun-embun hujan.

.

.

.

Rasanya, Jimin hampir melompat kegirangan setelah tau gedung apartemen Yerin sudah didepan mata, ia mempercepat langkah masih sambil bersenandung. Menjejakkan langkah diatas zebra cross untuk sampai kegedung tempat kekasihnya tinggal.

Mendaki setiap kali menemukan anak tangga –masih dengan senandung dan langkah teratur yang pelan. Dikarenakan lift mati, terpaksa deh dia gunain tangga. Yah… gapapa toh itung-itung olahraga lah.

Kakinya yang terbalut sneaker merah hitam itu berderap pelan menyusuri lorong nan lenggang. Menggema, memecah keheningan yang timbul diantara dinding-dingding penyangganya. Bunyi tap-tap yang saling bersahut-sahutan memenuhi udara, menimbulkan alunan irama benturan yang mengisi jeda kesunyian.

Letak apartemen Yerin di pojokkan jadinya agak jauh dari lift ato tangga.

.

Biasanya kalo di film-film horror gitu yang tempat tinggal setan pasti dipojok-pojokkan.

.

.

Jimin nggak bilang Yerin itu setan lho ya.

.

.

.

.

.

Cuma titisan setan aja mungkin.

.

Hah?

Sama aja ya?

.

.

Ia berdeham sebelum lengannya terangkat untuk menekan bel yang terasa dingin di telapak tangannya. Jimin menelan gugup salivanya.

Suara kunci yang membentur knop pintu terdengar. Membuat Jimin mengadah, ia bahkan tak ingat sejak kapan ia menunduk. Degupan jantung seirama dengan helaan nafas Jimin yang mulai memburu.

Duh, jadi cenat cenut gini ini hati.

.

.

Pintu terbuka.

.

Menampilan sesosok perempuan dengan mata indah dan poni miring kekanan, make up tipis melapisi wajahnya, rambut bergelombang panjang berwarna coklat keemasan, serta senyum riang yang membuat Jimin mematung karenanya.

Jimin salah nggak sih kalo bikin asumsi ini orang mirip banget sama bidadari? Dan seketika dia jadi pengen nyanyi lagunya coboy junior.

Wkwk.

.

.

Eh tunggu, tunggu.

.

.

Dia gak salah mencet bel kan?

.

.

“Um… Park Jimin ya?” tanyanya wanita tersebut.

Bahkan suaranya sangat lembut seperti untaian kapas dan membuat Jimin makin meleleh seperti es teler. “N–ne?”

Wanita yang Jimin taksir umurnya kisaran 20-an itu kembali tersenyum, membuka lebar-lebar pintu apartemen dan mempersilakannya masuk.Membuat Jimin sedikit ragu untuk masuk.

Maksudnya,

Ia bahkan nggak kenal sama ini cewe, siapa tau dia itu orang jahat yang kebetulan tau namanya. Ya, maklumin aja ya Jimin suka narsis gitu. Siapa coba pengen tau namanya dia.

Lagian bener kok ini apartemen kekasih galaknya itu, paling pojok. Kalopun ini perempuan orang jahat, ya dia mah pasrah aja, lagian cantik gitu.

.

Seseorang, tolong hantam bocah ini.

.

.

“Yerin ada di kamar, lagi tidur abis minum obat–“ ia menyilakan Jimin duduk, “–oh, iya mau minum apa?”

“Ah, makasih. Tapi kayanya engga usah, aku juga ga terlalu haus.”Jimin menempatkan belanjaannya diatas meja ruang tamu mungil itu lalu mendudukan dirinya diatas sofa coklat pudar yang ada disana.

Suara tepukan tangan terdengar memenuhi apartemen, “Ah! Aku lupa ngenalin diri–“ ia tersenyum ramah mengulurkan sebelah lengannya ke arah Jimin. “Im Yoona, kakak Yerin.”

.

.

Wakwaw.

.

Kakaknya

–Yerin?

.

.

Tapi kok cantik banget?

.

Kelakuannya juga beda.

.

.

“–A-ah? Nde noona, Park Jimin imnida.”

Lengan Jimin menerima uluran tangan wanita cantik itu, mengayunkannya mantap seolah-seolah sedang berbisnis sesuatu. Well, ini awal yang bagus bukan? Ketemu kakaknya Yerin, ya siapa tau nanti dia bisa jadi adik iparnya orang ini.

Mana calon iparnya ini cantiknya gak ketulungan pula.

Wkwk, mikirin soal ipar-iparan bikin hati Jimin berbunga-bunga.

.

Please, bukan bunga bangke.

.

.

Yoona tersenyum lembut, melepas lengannya dari lengan Jimin lalu menyampirkan rambutnya kebelakang telinga, memperlihatkan antingnya yang berkilau cerah terkena cahaya lampu.

Silau.

“Aku tau itu, pacarnya Yerin kan?” ia menumpukan sebelahkan kakinya diatas kaki lainnya.

Jimin menggaruk tengkuknya cangung, “Ahahaha… hm, begitulah.”

.

.

Sedetik kemudian wanita itu tersenyum, bukan tersenyum lembut yang mampu membuat Jimin meleleh…

…lebih tepatnya seringai.

Senyum licik yang mampu membuat bulu kuduk Jimin meremang.

.

.

Dan–

Jimin hanya bisa menelan salivanya gugup.

.

.

.

oOo

.

.

.

Taehyung tersenyum kecut, membasuh wajahnya dengan air yang ditampungnya dengan telapak tangan, setelahnya ia memegang erat sisi wastafel dengan kedua lengan.

Awas coy, emosi.

Sambil menggerutu heboh, ia mengumpat pada Jungkook. Semprotan jus alpukat Jungkook membuat wajahnya terasa basah dan lengket, dan menarik seluruh perhatian pengunjung cafetaria dengan kelakuannya.

Ew.

Ia cemberut sambil mengusap wajahnya dengan handuk, entah kenapa ia merasa sial sekali hari ini. Taehyung menatap wajahnya sendiri dengan kesal pada cermin dihadapannya.

Rasanya ia ingin memukul belakang kepala Jungkook dengan kencang sampai pemuda dengan senyum lucu itu mengaduh kesakitan. Dan setelahnya Taehyung akan menyamankan segelas mango float di atas rambut hitam peduda tersebut sambil tertawa kencang.

.

Tapi niat setan itu ia urungkan, gimana kalo dia malah di pukul balik sama Youngsoo? Kan Jungkook ehem-eheman-nya dia tuh. duh, serba salah gini ya dia.

Kembali, ia membasuh wajahnya untuk meredam emosi yang memuncah di dalam dirinya.

.

Duileh.

.

Taehyung keluar toilet setelah acara membersihkan wajahnya itu, masih dengan cemberut menghiasi wajahnya.

Langkah kaki-kaki yang terbalut sepatu kets hitam dengan corak putih itu menderap pelan seirama beradu padu dengan suasana koridor yang ramai. Sambil sesekali menghala nafas, langkahnya terhenti tepat di depan perpustakaan yang nampak lenggang.

Fyi aja si, perpustakaan tempat yang jarang dikunjungin sama mahasiswa kecuali buat tidur, ngerjain tugas, ngadem –karna AC-nya kenceng–, dan tempat mojok.

Yang terakhir sih buat yang punya pasangan aja.

.

Wkwk.

.

.

Saat hendak masuk, tak sengaja bahu Taehyung membentur dahi seseorang karna terlalu terburu-buru untuk masuk. Bunyi berdebam bokong yang membentur lantai serta beberapa tumpuk buku jatuh memenuhi perpustakaan.

Lirikan tajam dari sang penjaga perpus itupun mampu membuat bulu kuduk Taehyung meremang, ngeri euy serasa diliatin medusa.

“A– Mianhae…” Dengan khawatir, pemuda dengan warna rambut soft orange itu segera berjongkok, mensejajarkan dirinya dengan orang yang ditabraknya.

Lengan Taehyung terangkat untuk membereskan notebook serta diktat yang berserakan begitu saja dilantai.

Sebagian rambut panjang coklat sewarna madunya itu menutupi wajahnya sehingga Taehyung sulit untuk melihat siapa orang ya ditabraknya.

Yang jelas sih,

Perempuan.

.

Agasshi gwenchana?” Taehyung ikut bangkit saat wanita yang ditabraknya itu mulai bangkit dan menepuk nepuk bokongnya pelan dan membersihkan debu yang menempel di celananya.

Dengan wajah datar, yeoja itu bergumam pelan menandakan ia baik-baik saja. Dengan segera ia merebut buku-bukunya dari tangan Taehyung dan berlalu begitu saja.

Meninggalkan Taehyung ditengah kebisuan serta kecengoan yang menjadi-jadi.

.

Taehyung terdiam diambang pintu perpustakaan, kerut-kerut samar masih menghiasi dahinya.

Saat hendak pergi tadi, ia dapat melihat jelas wajah orang yang ditabraknya. Memar menghiasi bagian dahinya dan matanya sedikit berkaca-kaca.

Tapi…

Wajah wanita itu tanpa ekspressi, sulit untuk menebak bagaimana persaan hatinya. Apakah Taehyung membuatnya sakit?

Semua persepesi tentang wanita barusan mendadak membuat kepalanya sedikit pusing. Belum lagi cuaca panas yang seakan menyekap dirinya itu, duh rasanya ia ingin membuka bajunya sekarang.

Eh jangan deng nanti dianggep tindakan asusila.

.

Btw,

.

.

Bakalan ada yang mual ga ya kalo dia buka baju?

.

.

Taehyung mengangkat kedua bahunya cuek. Toh, dia ga kenal ini sama tuh cewe jadi ya biarin aja lah. Namanya juga ga sengaja, kecuali kalo dia mau caper-caper gimana gitu biar tuh cewe nengok dikit.

Baru selangkah maju, telapak kaki kanan Taehyung menginjak sesuatu. Terasa menjanggal dan itu membuat keningnya mengkerut jelek untuk kesekian kalinya.

Kembali berjongkok, ia memungut sebuah untaian kalung dengan bandul berbentuk kepala kucing berwarna silver yang lucu. Kedua manik mata kucing itu adalah sebuah permata yang terlihat mahal.

Entah bagaimana benda itu ada disana. Siapa kiranya orang pea ninggalin kalung yang mahal banget gini di lantai perpus?

Taehyung kembali bangkit, lalu mengusap dahinya dengan pungung tangannya yang lain untuk menghilangkan bulir-bulir keringat yang segede biji jagung itu.

Aneh.

Padahal ber-AC tapi panasnya naujubilah.

.

Deheman Miss.Sunny membuat Taehyung tersentak kecil. Ia tersenyum kikuk lalu segera mengambil langkah lebar-lebar memasuki ruangan dengan banyak buku tersebut.

Memasukkan kalung tadi kedalam saku jeansnnya dan segera menghindari tatapan maut Miss.Sunny sang penjaga perpus, yang seakan mengkuliti jiwa raganya.

Manik kembarnya terjatuh pada seorang wanita yang sedang berkomat-kamit entah apa itu di meja paling ujung. Dengan segera Taehyung memerintahkan kerja otaknya untuk cepat menghamipiri gadis itu untuk menghindari Miss.Sunny yang masih mendelik kearahnya.

.

Cepat Taehyung!

.

.

Bisa saja ia mencekikmu sampai mati!

.

Oke, lebay.

.

.

“Youngsoo!” Taehyung berbisik, sambil mengatur nafas lalu menarik kursi disebelah gadis itu.

Dahi Youngsoo menyerit, “Taehyungie oppa?”

Pemuda dengan warna rambut nyentrik itu masih mengatur nafasnya sambil memegangi dada, matanya terpejam menyenandungkan irama tarikan nafas yang tersengal-sengal. Bulir-bulir keringat membanjiri pelipisnya.

Youngsoo mengambil notebook diatas meja lalu mengipasi Taehyung.

“Aku kira aku bakal mati ditangan medusa itu” cicitnya pelan.

“Medusa?”

“Miss Sunny.”

“…”

“…”

Youngsoo hanya memsang wajah datar, lengannya berhenti mengipasi pemuda itu lalu kembali fokus pada laporannya.

Deadlinenya sebentar lagi jadi ia harus fokus tak ingin membuang-buang waktu lagi.

Hazek.

.

Suara tarian jemari di atas keyboard laptop terdengar mengisi kesunyian diantara dua umat manusia itu.

Taehyung kembali menghela nafas sebelum menarik salah satu buku tebal diatas meja dan meletakan sebelah pipi dan telinganya diatas buku tebal itu, memperhatikan jemari gadis berambut hitam tersebut yang bergerak lincah mengetik kata demi kata untuk tugas kuliahnya.

Ia terkekeh kecil, wajah Youngsoo terlihat lugu bila sedang serius. Bagaimana bibirnya mengkerut lucu sambil bergumam, dahinya yang menukik, serta mata indah yang terlapis eyeliner itu menyipit. Poni yang lumayan panjang itu dijepit kebelakang, memperlihatkan dahinya yang lumayan ekhem–jenong.

Taehyung memainkan jarinya, “Soo-ie, udah selesai belom tugasnya? Mau dibantuin?”

“Engga..” Youngsoo bergumam kecil, terlalu malas menyahuti sang kakak sepupu anehnya itu.

Jari jemari Youngsoo masih menari indah diatas keyboard laptop ketika tiba-tiba ia teringat sahabatnya. Sahabat laknat yang selalu bikin dia gondok, tapi kalo gak ada kangen pake banget…

Im Yerin.

Cumi satu itu gak pernah berenti isengin dia. Tapi sekarang Youngsoo kangen diisengin Yerin, tolong. Kadang itu orang gak tau malu sampe bikin Youngsoo merengut-merengut bete, kadang juga bisa tegas banget, sukanya ngacangin dia, galak kaya orang gak makan sebulan, tapi bisa lucu juga.

.

.

Youngsoo kangen Yerin.

Serius sumpah gak boong.

.

.

Ini kali ya yang disebut jauh dimata dekat dihati?

.

Rasanya Youngsoo pengen banting-banting laptopnya sendiri nih, dia kangen Yerin tapi kangen Jungkook jugaaaaaa.

.

Aduh,

Yang terakhir itu diemin aja.

.

.

Youngsoo berenti sesaat sebelum menghela nafas dan menatap nanar layar laptopnya. Ia tersenyum kecut sambil cemberut lalu kembali mengetik.

“Hahh~”

Pemuda disebelahnya itu menatapnya bingung, “Kenapa Soo-ie? Mikirin Jungkook ya?” Taehyung bangkit lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.

Telunjuk Youngsoo mencsrool microsoft word-nya untuk di minimize, memperlihatkan wallpaper laptop yang terlihat unyu banget itu.

Ada foto dirinya, seorang wanita berponi dan dua orang lelaki yang salah satunya Taehyung tau itu Jungkook dengan background banyak gembok serta langit biru cerah, dengan pose alay dan kekanakan.

Taehyung terkekeh.

.

.

Tapi…

.

Wanita berponi itu sepertinya tak asing bagi Taehyung.

.

.

Benar.

.

Terlihat familiar banget, ia mengenali dengan jelas mata bundar gadis itu.

.

.

Dan.. poninya.

.

Oppa, aku kangen banget pake kuadrat sama sahabatku nih. Mau nemenin aku jenguk abis aku selesai ngerjain laporan gak?” tangan Youngsoo mengguncang lengan atas Taehyung, membuat pemuda berkepribadian aneh itu tersentak kecil dari lamunannya.

Hm… boleh tuh asal dikasih frappe oreo mungkin? Hehehe” Taehyung mengusak rambut Youngsoo dengan sayang.

Mendengar penuturan Taehyung membuat bibir Youngsoo dan berdecak kesal merapikan tatanan rambutnya kembali, “Ish! Peritungan amat.”

“Ini namanya bisnis hahaha–“ Pemuda itu kembali terkekeh gemas menatap Youngsoo yang mengkerut, “–Oh, btw ini siapa Soo-ie?”

Jari Taehyung menunjuk layar laptop Youngsoo dan mengusap wallpapernya. Lebih tepatnya mengusap poni seorang wanita yang dijadikan wallpaper tersebut.

Youngsoo tersenyum lucu, “Itu sahabatku! Namanya Y–“

.

.

.

.

“–Bedua-duaan aja nih? Ikut gabung dong.”

.

.

Hoseok dan Namjoon disana. Hoseok dengan senyum ramah dan Namjoon yang nyengir lebar, keduanya sukses membuat seorang Min Youngsoo menghentikan ocehannya.

“Hai sunbae! Duduk aja,” ikut tersenyum ramah, Youngsoo menyilakan kedua laki-laki itu duduk.

Taehyung hanya bisa diam sambil memiringkan kepalanya, tak mengenal dua orang ini. Satu orang dengan senyum selebar lapangan basket kampus dan satunya lagi rambutnya putih kaya ketumpahan tip-x.

.

Hoseok menarik kursi diseberang kedua manusia itu, kemudian mendudukan dirinya disana.“Anak baru ya?” lalu balik menatap Taehyung yang keliatan bingung.

“Mukanya keliatan jepang-jepang gitu.” Namjoon yang masih berdiri itu hanya meletakan telapak tangannya di meja lalu memajukan dirinya kearah Taehyung yang terlihat memundurkan punggungnya.

Sambil tertawa kecil, Youngsoo men-shut down dan menutup laptopnya itu, “Oh, aku lupa mengenalkan, ini Kim Taehyung kakak sepupuku–“ tersenyum sebentar, “–dia memang keturunan Jepang, dan baru kembali ke Korea lagi seminggu yang lalu.”

“Benar, jadi tolong jauhkan wajahmu sunbae.” Taehyung mendorong paksa wajah Namjoon dengan telapak tangankarena menelisik wajahnya itu.

Ewh.

Hoseok menarik Namjoon duduk lalu memukul belakang kepalanya, “Jangan homoan deh.”

Pemuda dengan rambut blonde itu pun hanya mendengus geli setelahnya. “Gak usah jeles gitu Seokkie–“ memberikan kedipan genit kepada Hoseok.

.

Plak.

.

.

“Jijik.”

Hoseok memandang Namjoon dengan tatapan dafuq-nya dan kembali memukul belakang kepala pemuda itu dengan notebook diatas meja, membuat Taehyung dan Youngsoo tergelak kencang hingga Miss.Sunny berdeham.

Youngsoo mengusap sudut matanya yang sedikit berair itu, “Jadi, ada apa sunbae kesini?”

“Mau ngasih proposal yang udah disetujuin sama dewan ke tangan ketua, bisa kasih itu ke Yerin gak Sooie?” lengan Hoseok memukul kepala lengan atas Namjoon, meminta proposal dengan cover hijau itu dari ranselnya.

“Ah!” Namjoon tersentak kaget, tangannya segera meraih ranselnya dan mengaduk-aduk isinya.

“Proposal apa?” pemuda berambut orange terang itu menyahuti.

Namjoon meletakkan proposal yang sudah tergulung itu diatas meja, sedetik kemudianHoseok memberikan death glare gratis kepada pemuda tersebut. Proposal lecek mau dikasih ke tangan Yerin, mati aja digantung di ring basket.

“Proposal persetujuan acara makrab–“ Lengan Namjoon terangat untuk menggaruk tengkuknya sambil nyegir nyegir gaje, “–Ehehe, maaf agak lecek ya.”

“Pea, agak lecek gimana? Itu namanya ancur Joon!” Hoseok menghantamkan notebook yang masih ditangannya itu ke wajah Namjoon.

Membuat Namjoon seketika meringis pilu. Disiksa mulu dia ya.

.

Youngsoo tertawa pelan lalu memasukkan proposal lecek serta laptop ke dalam tasnya, “Nggak apa-apa sunbae nanti aku sampein ke Yerin. Kebetulan banget nanti aku mau jenguk dia, sunbae mau ikut?”

“Yah, aku ada kelas sampe malem nanti, bisa titip salam aja buat ketua? Bilang cepet sembuh gitu, Hoseok kangen disuruh konser katanya.” Kemudia Namjoon tertawa.

“Njirrrr!”

Mengingat Hoseok yang konser di lapangan dengan 13album lagu cherrybelle nya bikin Youngsoo ikut ketawa sampe tak sadar menggebrak meja, sedangkan Namjoon menepuk-nepuk pahanya heboh.

Hoseok cemberut, menatap datar dua orang yang sedang tertawa heboh. Sedangkan Taehyung hanya menguap ditempatnya.Saat melihat miss.Sunny yang berjalan menghampiri mereka, Hoseok terdiam dengan sikap tegak sempurna dan membuka notebook ditangannya.

Biarlah kedua orang itu terkena teguran sepedes chabe-chabean dari wanita yang dianggap medusa oleh seluruh kampus itu.

.

Wkwk.

.

.

.

BRAK!

.

.

Hening.

.

“DIAM. INI PERPUSTAKAAN.” Suaranya menusuk, seperti berbisik dan ada tekanan emosi didalamnya.

Kedua insan itu tersentak takut dan langsung bergumam maaf, membuat Hoseok menggigit bibir bawah untuk menahan tawanya mati-matian dibalik buku notebook yang menutupi wajahnya.

Setelah perempuan mungil itu meninggalkan meja yang diisi 4 orang itu, Youngsoo mengkerutkan bibirnya, mencibir Hoseok karena sekarang pemuda itu yang tertawa jahat. Sedangkan Namjoon mengusap-usap dadanya.

Youngsoo mendelik, menatap Hoseok dengan tajam, “Jahat banget gabilang itu cewek mau kesini!”

“Tau nih ngaku doang sahabat.” Namjoon ikut nambahin.

Ketiganya lalu main salah-salahan san saling tuding menuding, menentukan siapa yang salah diantara 3 umat manusia itu yang membuat makhluk semacem miss.Sunny itu menghampiri meja mereka dan tanpa sungkan menggebrak meja tak bersalah itu.

Dan berujung pada aksi kekerasan terdapap wajah, belakang kepala, lengan, dan apapun yang dapat digapai Hoseok untuk memukul Namjoon masih dengan notebook.

.

.

.

Sejak tadi Taehyung hanya menatap kosong rak buku dihadapannya. Saat penjaga perpustakaan menghampiri meja mereka, Taehyung segera melesat menjauh dari situasi yang menegangkan tersebut.

Entah kenapa fikirannya tertuju pada satu nama saat orang-orang bodoh yang ditinggalkannya itu mengucapkannya berkali-kali, ia diam tak merespon, ia hanya memikirkan kejadian mati lampu di ruang kesehatan dua hari lalu.

Yeoja dengan poni serta rambut yang berantakan berurai air mata dipelukkannya.

Rasa hangat serta nyaman yang wanita itu salurkan padanya membuat ribuan kupu-kupu seakan mengepakkan sayapnya di perut serta dadanya.

Degup jantung yang tak terkontrol dan berbunyi lucu yang membuat ia terkekeh gemas.

Dan aliran darahnya seakan mengalir ke arah pipi dan membuatnya merona manis.

Ia tak akan pernah melupakan bagaimana wanita itu menyembunyikan wajahnya di bahu tegas Taehyung, memeluknya erat seakan mengklaim bahwa seorang Kim Taehyung adalah miliknya.

Nama yang selalu hadir disetiap fikiran Taehyung saat hendak tidur dan membuatnya berguling kesana kemari hinga terjatuh dari ranjang.

.

Yerin.

.

Taehyung tau nama itu, nama yeoja yang membantunya menunjukkan jalan ke ruang dosen. Juga yeoja yang memberinya plaster luka dengan motif kelinci warna biru yang sangat lucu.

Ia bahkan ingat ada seorang pria yang tak jauh lebih tinggi darinya itu menyentuh lengan Yerin, dan Yerin yang secara mendadak melepas pelukkannya dengan Taehyung dan beralih merengkuh erat leher pria itu disana.

.

.

Mungkinkah Yerin sudah punya kekasih?

.

.

Tanpa sadar Taehyung mengcekeram erat sisi rak buku dihadapannya sambil memejamkan mata, beberapa kali terdengar helaan nafas berat, seakan frustasi ia mengacak rambut sewarna jus jeruknya itu.

Bolehkah Taehyung berharap bahwa pria yang bersama Yerin diruang kesehatan itu bukan kekasihnya?

Sungguh.

Perasaan terhadap gadis berponi lucu itu bukan main-main. Tapi, ia bahkan belum bisa kenal jauh dengan wanita itu.

.

.

.

Pemuda dengan warna rambut orange terang seperti bohlam lampu itu kembali menghampiri 3 orang idiot yang sekarang sedang beradu tatapan tajam.

Melihat Namjoon, Hoseok, dan Youngsoo yang memicingkan mata sambil tatap-tatapan membuat tawa Taehyung meledak.

“HAHAHAHA KALIAN NGAPAIN?!”

.

.

Sssh!”

.

.

Terdengar lagi peringatan dari miss.Sunny dari meja depan.

Taehyung langsung mendudukan dirinya disebelah Youngsoo dan menenggelamkan wajahnya diantara tumpukkan tangan yang dilipatnya diatas meja.

“Sepertinya dia yang membuat miss.Sunny jadi kesini.” Ucap Hoseok dramatis seolah bermain drama, membuat Taehyung mengerang.

Namjoon dan Youngsoo mengganguk tanda setuju, “Anda benar sekali pak Hoseok.” Youngsoo menambahkan, melipat tangannya diatas meja sedetik kemudian terkekeh.

“Sepertinya ia terkena sydrom akut tentang wanita jelmaan medusa itu.” Ucap Namjoon.

“Udah ngapa gausah pada ngalay mulu daritadi, gedek dengernya woy! Jadi pengen cari buku bacaan tentang gimana cara nyumpel mulu 3 orang idiot!”

Taehyung mengangkat wajahnya lalu menatap tiga orang itu bergantian kemudian menghela nafas pelan, kayanya dia yang bakal kena syndrom gila karena semeja sama orang-orang ini.

Lengan Youngsoo mengamit ransel, “Hehe, oppa lagi sensi banget sih–“ lalu bangkit sambil nyeritin dahi, “–lagi dapet apa gimana?”

“…” Taehyung ikut bangkit tanpa menjawab pertanyaan barusan.

.

Yakali dia dapet.

.

.

.

Dia cuma pms aja kok.

.

.

“Kajja oppa, udah mau sore nanti ke rumah Yerin takut kemaleman” Youngsoo tersenyum pada Namjoon dan Hoseok.

Yerin

Batin Taehyung nelangsa.

.

Youngsoo dan Taehyung hendak beranjak sampai ketika Namjoon menghentikan keduanya.

“Tunggu, Taehyung.” Suara beratnya itu bikin bulu kuduk Taehyung meremang.

Taehyung kembali berbalik, menatap Namjoon dengan tatapan blank miliknya, “ ‘Nani?”

Namjoon tersenyum, “Dari awal gue udah yakin kalo lu orang Jepang.”

Dahi Taehyung mengkerut “Ho’oh, terus?”

.

.

.

.

.

“Soalnya rambut lu mirip kuah ramen.”

.

.

“…”

.

.

.

“ASDFGHJKLFJKLGHKL WKWKWKWK NGAHAHAHHAHA”

.

Youngsoo dan Hoseok kembali tergelak dan Namjoon yang nyengir gaje.

.

.

“…”

.

.

oOo

.

.

Jimin memutar kenop pintu, mendorong sedikit pintu kayu berwarna putih itu. Membawa dirinya memasuki kamar Yerin yang didominasi oleh warna baby blue yang menyejukkan hati.

Yerin disana.

Diatas ranjang dengan selimut tebalbewarna biru langit serta motif awan berwarna putihyang menyelmuti tubuhnyadari pinggang sampai kebawah.

Tidurnya menyamping menghadap Jimin, sehingga ia dapat dengan jelas melihat wajah Yerin yang sedikit pucat. Poninya yang memiring dan jatuh diatas bantal, kedua lengannya yang mengdekap erat plusie kelinci pemberian Jimin, bibir yang sedikit terbuka, dan bulu matanya yang panjang seolah menyapa.

Terlihat cantik, begitulah kesan Jimin pada kekasih galaknya itu. Dengan sweater kebesaran motif garis yang seakan menelan lengannya saat mendekap plusie kelincinya dengan erat.

.

Sebelah lengan Jimin menarik kursi belajar Yerin yang beroda itu untuk duduk dihadapan gadisnya, menatap wajah teduhnya sambil tersenyum puas seolah ini lah pencapaian hidup.

Jimin tersadar, betapa beruntung dan bahagianya ia memiliki seorang Im Yerin dihidupnya. Cara perhatian gadis itu yang berbeda dari gadis kebanyakan, kelakuannya yang seperti laki-laki, sifatnya yang selalu mensama-ratakan manusia di dimatanya, tapi kadang sifat isengnya yang menyebalkan.

Yerin ajaib.

Dan Jimin sangat mencintai gadis berponi itu.

Ik hou van je.”

Jimin berbisik, sambil menatap Yerin yang tengah bergumam. Dan senyumnya makin melabar mana kala gadis itu seolah menyahuti degan erangan dan kembali terlelap.

.

.

Kedua manik mata Yerin bergerak gelisah dibalik kelopaknya yang masih terpejam. Perlahan satu kelopak mata itu terbuka.

“Jim?” Yerin bergumam lemah. Ia menutup sebelah matanya lagi kemudian membuka kedua kelopak matanya bersamaan.

Jimin tersenyum, memajukan kursi beroda itu agar sejajar dengan ranjang Yerin “Hei, udah baikan?” lengannya mengusap sebelah pipi Yerin yang memucat.

Gadis itu mengganguk kecil, dan ikut tersenyum malu saat Jimin mengusap lembut pipinya. Jimin tak tahan untuk mencium kening Yerin, dan berakhirlah bibirnya yang menyentuh dahi Yerin disana, mengecupnya lembut dan dalam. Menghirup wangi perempuan itu yang menjadi candu untuknya.

Yerin merona manis saat Jimin menjauhkan wajahnya, terkekeh gemas dan melemparkan plusie tepat kewajah Jimin yang tersenyum.

“Cium-cium aja yeeee.” Gadis itu mengusap dahinya dengan pungung tangan.

Jimin hanya tertawa riang menanggapinya.

.

.

.

.

.

Taehyung terdiam membiarkan frappe oreo di tanganya berembun dan krimnya yang banyak meleleh. Ia berjalan dalam diam dengan Youngsoo disisi kanannya, gadis itu sibuk bermonolog ria tentang bagaimana sahabatnya itu bisa jatuh sakit.

Ia juga mengungkapkan bagaimana terkejut dirinya saat Yerin tiba-tiba tertidur di meja cafetaria, menceritakan bagaimana Jimin –yang Taehyung tau adalah kekasih Yerin– menggendong gadis berponi itu ke ruang kesehatan.

Mendengarnya membuat rahang Taehyung mengeras, mengepalkan sebelah tangannya yang lain. Suara seperti barang pecah belah memenuhi hatinya, fikirannya mendadakan kosong, bahkan ia mengabaikan minuman kesukaannya itu.

Minumannya lumayan mahal kalau mau tahu, terkhusus di tanggal tua begini.

“–ya jadinya aku ditinggal sendiri di meja cafetaria.” Youngsoo menyudahi ceritanya itu dengan senyum mengembang, membuat Taehyung ikut tersenyum juga.

Taehyung fikir, perasaan panas dalam dadanya adalah sesuatu yang sangat menjengkelkan untuknya. Rasanya ia ingin marah. Tapi punya hak apa dia? batinnya ngenes.

.

.

.

.

.

Yerin menepuk sebagian bantal yang ditidurinya itu, menggeser tubuhnya sendiriuntuk membiarkan Jimin ikut bergelung nyaman bersama di atas single bed miliknya.

Sesuatu didalam dirinya terasa nyaman saat berada di dekat Jimin, dan dengan sukarela Yerin membiarkan Jimin untuk memeluknya disana.

Lengan Jimin merengkuh kepala Yerin dengan sayang, menenggelakan wajah lucunya itu di dada bidang miliknya agar Yerin merasa nyaman. Mengusap-usap rambut sewara karamelnya itu dengan teratur.

Nafas hangat Yerin menyapa sekitaran leher dan dada Jimin yang hanya memakai kaus –karna Jimin melpas jaketnya tadi–, tak lupa Jimin sesekali menciumin pucuk kepala gadis itu.

.

“Jim, kamu udah Yoona unnie? Dia dimana sekarang?” Yerin menjalarkan lengannya ke pinggang pemuda itu. Memeluknya dengan erat disana.

Jimin terdiam, “Err… u-udah–“ ia menelan salivanya gugup, “–katanya mau berangkat kerja…”

Dan Yerin hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Hm.

Itu sebenernya boong, kakak Yerin itu menanyakan sejauh apa hubungan keduanya, apakah sudah berciuman atau belum, bahkan menanyakan apakah mereka sudah melakukan hal-hal dewasa lainnya dan kapan Jimin akan melamar adiknya.

Itu sukses membuat Jimin mendadak sakit kepala serta wajah merah merona yang sempurna. Dan Yoona tersenyum miring melihatnya.

Well, kakaknya Yerin ternyata lebih parah isengnya dari sang adik. Jimin jadi penasaran bagaimana ibunya atau bahkan ayahnya.

Apakah mereka sama isengnya dengan kedua anak perempuan mereka. Jadi pengen ketemua orang tua Yerin.

Ketemu calon mertua–uhuk.

.

.

Jimin mengusap bibir bawah Yerin yang terlihat pucat dengan ibu jarinya, lalu merambatkan lengannya kebelakang leher gadis itu. Merasakan suhu tubuh Yerin yang hangat. Pemuda itu lalu mensejajarkan wajahnya dengan wajah Yerin yang merona.

“Kamu tau aku sayang kamu kan?”

Jimin bicara tepat didepan bibir Yerin, membuat bibirnya bergetar merasakan helaan nafas hangat Jimin. Drum di dada Yerin berdentum kencang.

Ia mengedipkan matanya, “Iya, aku tau.”

.

“Aku sayang kamu, Yerin…”

.

.

Perlahan Jimin mendekatkan wajahnya ke wajah Yerin yang memerah sempurna itu. Kedua nafas beradu dengan lembut, Jimin sedikit mengangkatdagu Yerin.

Yerin berdebar karena tatapan Jimin dan merasakan rona merah menjalar sampai ketelinganya, dan tanpa sadar Yerin menekan tubuhnya ke tubuh Jimin dengan perasaan nyaman.

.

“Bener-bener sayang kamu, Yerin.” Lirih Jimin.

.

Ia menatap lurus manik mata sewarna lelehan coklat milik gadis itu semakin mendekatkan wajahnya dan sedikit memiringkan kepalanya.

Dan Yerin tak bisa untuk berkedip barang sekalipun ketika merasakan bibir hangat Jimin menyelimuti bibirnya saat ini. Membuat perutnya bergejolak merasa tergelitik oleh kepakan ribuan sayap kupu-kupu.

Yerin begitu berdebar merasakannya. Bibir Jimin menutupi seluruh permukaan bibirnya, ia hanya bisa terdiam, balas menatap manik kelam Jimin yang seolah menusuk dirinya itu.

Sampai akhirnya ia menyerah dan memilih untuk memejamkan mata.

Jimin mulai bergerak disana.

Kedua kelopak matanya ikut menutup, lengannya yang berada di belakang leher Yerin menekan tengkuknya dengan perlahan dan sedikit demi sedikit agar Jimin dapat merasakan ciuman mereka lebih dalam.

.

Jimin masih menggerakkan bibirnya diatas bibir Yerin dengan lembut. Bergantian melumati bibir mungil yang sintal dan begitu menakjubkan untuknya.

Dan Yerin bingung harus berbuat apa dalam situasi sekarang, wanita itu membalasnya dengan perlahan. Sedikit meragu untuk melakukannya. Ia masih bergerak perlahan, memberikan lumatan yang sama pada bibir milik Jimin.

Jimin tersenyum dalam ciuman mereka ketika merasakan gerakan balasan yang ragu-ragu namun tulus dari kekasih galaknya itu.

Kemudian Jimin dengan tidak rela memberikan lumatan terakhirnya di bibir Yerin dan menjilat penuh bibir itu sebelum melepaskannya.

Memberi kesan, agar Yerin tak melupakan ciuman pertama mereka.

.

Yerin membuka kedua matanya ketika Jimin menjauhkan bibirnya.

Wajahnya sudah tak sepucat tadi dan sekarang ia merona hebat. Ia ikut tersenyum saat melihat kedua sudut bibir Jimin tertarik untuk membuat senyuman.

.

Kembali, Jimin merengkuh tubuh Yerin.

.

Senyum menghiasi wajah tampannya.

.

.

“Our first kiss.”

.

Dan Yerin makin mengeratkan pelukannya pada tubuh Jimin.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc.

.

.

.

An’s:
Hallo.__.
Maaf ya kelamaan apdet /?, saya kemaren stuck pas Taehyung di kamar mandi gara-gara sticky notes sama buku akuntansi yang biasa buat plot alur ilang. Sedih itu huhuhu ;A; terlebih saya terjerat di lingkaran setan-setan tugas yang mencekik dan kegiatan cover dance yang bikin sakit pinggang /wht

Btw makasih buat … *Namanya tak mau disebutkan* yang udah bantuin bikin plot baru buat ff ini😀 tapi imbalannya itu loh yang bikin saya gigit-gigit laptop gaje.

Ohiya, boleh minta pendapat ga? Ada yang minta ff ini diganti rated nya jadi M atau NC. Sebenernya saya belom pernah bikin begituan demi dah =_= tapi karna sih … *sebut saja mawar #plak* yang minta imbalan karna udah bantuin bikin plot ini, dia minta rated nya diganti M gitu…

Jadi? Mending ganti rated atau engga?

Nah segitu aja dulu deh. Makasih udah mau baca ff geje ini, sebetulnya saya mau bikin konflik biar cepet selesai #plak

With luv,
Rikey [@btsabsrud]

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF/ ARE YOU KIDDING ME/ BTS-BANGTAN/ pt. 3

  1. DAEEEEEBAAKKK HANJIR NGAKAK, GIMANA TUH TAEHYUNG KALO NGELIAT KEJADIAN ITU ???? ANJIR BANGET SI JUNGKOOK DIKATAIN BONENG =_= KEREN KEY/? BTW, APDET NEXT PT. CEPETAN YE~

  2. kyakyakyakyakya….. JIminie >_< thor lama banget nungguin pt.3 nya T_T akhir nya di posting jga part selanjut nya di tunggu loh thor jgn lama" juseyo kangen keromantisan jimin sma yerin😀

  3. Omooona tbc nya lagi manis2 nya jimin dan yerin bikin penasaran thor
    Mangkin lama mangkin kereeeeen thor ga sabar nungguin nexcapt nya
    Bisa ga taehyung jangan jadu pengganggu kisah cinta jimun dan yerin….loool

  4. Pertama sekali, aku seneng akhirnya ff ini muncul ke permukaan. Demi Jin yang uke-nya kebangetan, suka banget bagian ChimChim ciuman *dasar byeontae*
    Kedua, kalo mau ganti rated jadi M juga gpp. Aku rela, relaaaaaaaa. Selagi cewe nya masih OC yah gpp. Aduh otak mesum udah mulai bekerja /.\
    Ya udah, gitu aja. Aku nunggu next part dengan adegan ranjang supa dupa hot! #plakk

  5. hula ‘-‘)/
    reader baru disini ‘-‘)/
    ngefans bangetlah sama ff yang satu ini *-* sama authornya juga :3
    bahasanya itu loh thor, ANTIMAINSTREAM *-*
    Jimin-Yerin nya bikin senyam senyum sendiri pas baca, doh mereka tiba-tiba jadi so sweet gitu. Ditambah lagi aku greget sama Jungkook-Youngsoo yang entah kapan bisa jadian, tolong jangan buat mereka gantung thor T^T
    Oiya satu lagi, jangan buat si Alien jadi PHO pliss T^T biarkan Jimin dan Yerin hidup bahagia berdua thorr T^T #mulai_lebay
    Okeh sekian dari saya, maafkan kalau saya nyampah disini, ditunggu part 4 nya, jangan lama-lama plisss T^T dan kalo bisa ganti rated nya aja jadi NC :3 ngehahaha.. #mulai_kumat

  6. hula ‘-‘)/
    reader baru disini ‘-‘)/
    ngefans bangetlah sama ff yang satu ini *-* sama authornya juga :3
    bahasanya itu loh thor, ANTIMAINSTREAM *-*
    Jimin-Yerin nya bikin senyam senyum sendiri pas baca, doh mereka tiba-tiba jadi so sweet gitu. Ditambah lagi aku greget sama Jungkook-Youngsoo yang entah kapan bisa jadian, tolong jangan buat mereka gantung thor T^T
    Oiya satu lagi, jangan buat si Alien jadi PHO pliss T^T biarkan Jimin dan Yerin hidup bahagia berdua thorr T^T #mulai_lebay
    Okeh sekian dari saya, maafkan kalau saya nyampah disini, ditunggu part 4 nya, jangan lama-lama plisss T^T dan kalo bisa ganti rated nya aja jadi NC/M :3 ngehahaha.. #mulai_kumat

  7. Aaaaaa lanjot thorrr :333 tapi ga ngenakin bingo lagi romance2nya eh tbc-_- next part NC dong hehe :3 penasaran,pen tau kalo author nya bikin NC itu masih kocak ato lebih mendalam ^^ ((((: fighting!!!!!lanjutin yang lebih serem romancenya *awww ;333

  8. Hiiiiiii… astaga… akhirnyaaa.. update juga… teteuupp yaaaa dengan bahasa yg bikin ngakak sejadi-jadi dah ni ff.. daebak seperti yg sebelumnya…

    Okeh.. untuk ganti rating ya???
    Mmmm.. kok aq rasanya agak kurang sreg ya kalo itu dimasukin ke sini.. soalnya cerita ini tu udah indah dengan kisah cinta yg “ga pake NC”. Kecuali kalo emang ada yg merit disitu.. naaahhh.. lain ceritala jadinya… yg baca jg jadi ga gitu merasa bersalah.. soalnya kan karakternya “udah married” wkwkwkwkwkwkwk.. *alasan yg ga masuk akal*
    But anyway, galaunya ntar ajah.. selesaiin dulu tu.. masalah hatinya Taetae.. begimana tu ama Yerin???
    Poor Taetae.. kasikanla satu karakter cewe untuk dia dek.. sedih kali pun… wkwkwkw

    Baiklaaaah… ditunggu sambungan berikutnya.. jangan kelamaan yak.. Hwaiting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s