FF/ PLUVIOPHILE/ BTS-BANGTAN/ pt. 9


ff
Pluviophile pt.9
Cast :
è Hwang Hyeseul (OC)
è Min Yoongi
è Jeon Jungkook
è Kim Myungsoo
è Kim Seokjin
è Han Yoonji (OC)
è Lee Channie (OC)
è Kim Taehyung
è BTS’s Members
Author : hwanggrey
Genre : School-life, Romance

Hyeseul POV
Saat didepan kamarnya, aku sedikit mendengar seokjin oppa sedang bertelfonan dengan orang yang entah dimana itu.
‘dia baik baik saja hyung… hanya saja dia baru saja menangis hari ini’
‘aku tidak tau, miah… bagaimana keadaan mu di Jepang ?’
‘iyaa , kau tenang saja, aku akan menjaganya’
‘arra.. kau sangat mencintainya…’
‘hyung ku harap kau cepat kembali…’
Tunggu, kenapa aku merasa oppa sedang berbicara dengan myungsoo oppa ?
Karena penasaran, langsung ku ketok pintunya.
Author POV
“Oppa..” panggil hyeseul sambil memasuki kamar seokjin
“oh.. kau, jjakaman.. ‘hyung, aku akan menelponmu lagi nanti..’
‘tunggu, jangan dimatikan. Aku merindukanya…’ sahut orang disebrang (?) telfon sana. ‘oh.. okay..’
“ada apa ? aigooo , kau ini adikku atau monster huh ?” ledek seokjin yang melihat keadaan hyeseul benar benar berantakan.
“mwoyaaa ??! yaa seokjin-ssi , kenapa kau menelpon teman teman ku tanpa izinku…” omel hyeseul, tatapan nya terlihat geregetan (?)
Seokjin menatap hyeseul, dia menghela nafasnya “hyeseul-ah… kemari…” seokjin menepuk tempat tidur nya agar hyeseul duduk disana. Hyeseul pun menurutinya. “yaa, hyeseul-ah. Kau adikku yang sangaaaat cantik, jadi berhentilah menangis. Aku mengundang teman teman mu agar kau tidak merasa kesepian… aku tau masalahmu, kau punya banyak orang yang mencintaimu hyeseul-ah, jangan merasa terbebani dengan masalah yang spele seperti ini…”
“oppaa…” mata hyeseul berkaca kaca , sepertinya akan menangis lagi “oppaa… bagaimana kau bisa merangkai kata kata yang seperti itu ? woaah daebaak ! hampir saja aku tersentuh, tsk!” ledek hyeseul, kemudian disusul tawanya.
“eisshhh… jinjja , anak ini..”
“hahahahaha…gomawo oppa, jeongmal gomawo. Walaupun tubuh kita tidak mengalir darah yang sama, tapi aku harap selamanya kau akan bersikap seperti ini kepadaku, oppa yang sangat peduli pada adikknya..” ucap hyeseul lalu dia memeluk seokijn.
“hmm… aku janji, Jjjaaaa .. bagaimana perasaan mu sekarang ?”
“oh… sedikit membaik, se-di-kit…”
“baguslah, walaupun hanya se-di-kit. Sana kembali ke kamar mu”
“eih… oppa tidak ikut ?”
“wae ..? kenapa aku harus ikut ?”
“yoonji eonnie kan ada disana, kkkk~”
“yaaa !!! jangan meledekku lagi”
“hahahaha… baiklah baiklah, aku akan kembali ke kamar..” hyeseul berjalan keluar dari kamar seokjin. Namun ada sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada seokjin. “Oppaaa…” panggilnya
“apa lagi ?” tanya seokjin malas
“apa tadi,.. yang sedang bertelfonan dengan mu …. myungsoo oppa ?” tanya hyeseul dengan ragu. Dia berharap ada kepastian dimana myungsoo sekarang.
“kenapa kau berfikir seperti itu ?” tanya seokjin balik, dia menatap hyeseul dengan heran
“aku…. merindukan nya, oppaaa” ujar hyeseul dengan tetesan air matanya.
“hmm… arra, dia pasti  juga merindukanmu. Yaa … uljimaaa”
 
~~~~~~~~~~~~~
Yoongi memasuki rumahnya, bukan itu bukan rumah menurutnya. Perasaan yang bercampur aduk membuat yoongi tidak bisa berhenti memikirkan kejadian yang terjadi tadi bersama hyeseul. Dia merasa sangat bodoh karena dengan mudahnya dia meninggalkan hyeseul. Harusnya dia bisa memperuangkan nya. Memperjuangkan cintanya.
“kau sudah pulang ?” suara itu terdengar, kakeknya. Yoongi berjalan malas menaiki tangga menuju kamarnya. “kemasi barang barangmu, besok kita akan ke Hongkong, calon mertuamu ingin bertemu dengan mu” yoongi menghentikan langkahnya. Mata kecilnya membulat sempurna, tidak menyangka kalau kakeknya melakukan secepat ini.
“apa ? bagaimana bisa secepat itu ?” yoongi bertanya dengan wajah yang sangat kebingungan, benar, saat ini kakeknya membuat yoongi tidak berhenti untuk berpikir. “besok aku ada pertandingan basket, aku tidak akan ikut dengan mu…” ucap yoongi tegas.
“baiklah… saat kau bertanding, mungkin seseorang tidak akan ada disana, jadi selamat berjuang..” ucap kakeknya dan melangkah meninggalkan yoongi. Yoongi terdiam, dia tau kalau orang yang dimaksud kakeknya itu hyeseul
“jangan!” kakeknya berbalik melihat yoongi “baiklah, aku akan ke Hongkong…” kaki yoongi terasa lemas, kalau begini jalan cerita cinta yoongi, kenapa dia harus merasakan jatuh cinta. Ini menyiksa dia dan orang yang dia cintai. Kakeknya tersenyum dengan penuh kemenangan. 
~~~~~~~
Okaaay !! pagi ini hyeseul harus bersemangat. Ini untuk pertama kalinya, hyeseul akan melihat pertandingan basket jungkook lagi. Setelah berlama lama jungkook tidak pernah bermain basket lagi. Hyeseul berlari ke ruang loker olahraga sambil membawa handuk kecil berwarna merah miliknya.
‘itu dia’ ucap hyeseul dalam hati, didepan nya dia melihat jungkook sedang menyimpan sesuatu didalam lokernya.
“Jeon Jungkook !” hyeseul menghampiri dan langsung memeluk jungkook, jungkook pun membalas pelukan hyeseul.
“gwenchana ? bagaimana keadaan mu ?” tanya jungkook khawatir pada sahabatnya ini. “aku dengar dari seokjin hyung, kau menangis hebat semalam, apa yang terjadi hyeseul-ah ?” jungkook menatap hyeseul.
“eishh.. jinja orang itu, tsk. Kenapa harus bercerita kepadamu juga ? ckck” hyeseul memalingkan wajahnya dari tatapan jungkook.
“wae wae wae ? aku ini kan sahabatmu, kenapa kau tidak mau bercerita , yaa hwang hyeseul” jungkook memegang kedua pundak hyeseul
“tidak , aku baik baik saja. Ini handuk untukmu, kau harus semangat yaa Jeon Jungkook!!” setelah memberikan handuknya pada jungkook, hyeseul berbalik , namun tangan nya ditahan oleh jungkook, dan membuat hyeseul menghentikan langkahnya.
“Yoongi sunbae? Ini karena dia kan ?” tanya jungkook memastikan. Hyeseul berbalik dan menatap jungkook
“ani, ini bukan karena dia. Aku baik baik saja kookie-ah, sudah jangan khawatirkan aku”
“hyeseul-ah,..” jungkook memegang kedua telapak tangan hyeseul, ditatapnya dia dengan arti yang mendalam “bisakah kau berhenti menangis ? bisakah kau berhenti menangisi yang seharusnya tak pantas kau tangisi ?” hyeseul memundurkan satu langkahnya dan menatap jungkook tak percaya dengan apa yang katakan barusan. Hyeseul berpikir apa jungkook sudah lelah mendengar tangisan nya selama ini.
“tidak taukah kau, ini membuatku sakit. Melihatmu menangis, sedangkan aku tidak bisa melakukan apapun untuk membuat perasaan mu menjadi lebih baik, bahkan aku terkalahkan oleh hujan yang kedatangan nya membuat kondisi mu menjadi lebih baik…” dengan begitu saja, air mata hyeseul terjatuh.
“betapa bersalahnya aku saat aku hanya bisa mendengarmu menangis, itu membuatku luka hyeseul-ah… entah perasaan apa ini, tapi aku ingin selalu melindungimu” badan hyeseul terasa gemetar, bahkan kaki kakinya terasa lemas mendengar pernyataan pernyataan dari jungkook.
”baiklah, setelah ini kau boleh memukulku atau mencaci atau kau boleh membuang ku karena aku sendiri telah membuatmu menangis, jujur aku sangat benci karena aku sendiri membuatmu memangis, harusnya aku bisa membuatmu tersenyum. Tapi, Hwang Hyeseul, satu yang harus tau sekalipun itu kau akan membenci ku, tolong biarkan aku untuk terus bisa menjagamu dan melindungimu… Saranghae….  Hwang Hyeseul.. ” jungkook mendekatkan jaraknya pada hyeseul, dan sedetik kemudian kecupan mungil pada kening hyeseul diberikan oleh jungkook.
Hyeseul hanya menangis sambil menatap kebawah, dia merasakan kebingungan. “Aku akan pergi kelapangan..” pamit jungkook.
Jungkook sudah berada beberapa langkah didepan ruang loker olahraga, tak lama kemudian hyeseul keluar dan memanggil namanya.
“Yaa!! NAPPEUN JUNGKOOK!!” teriak hyeseul. Jungkook membalikan tubuhnya dan menatap hyeseul dengan terkejut. Hyeseul berjalan mendekati jungkook yang beberapa langkah didepan nya.
PLAAK !!!
Sebuah tamparan mulus tepat pada pipi kiri jungkook, jungkook memegang pipi kirinya yang terasa panas akibat tamparan yang diberikan hyeseul. Kini jungkook menatap hyeseul dengan heran.
“itu cacian dan tamparan untukmu karena telah membuatku menangis dipagi ini, tsk!” gertak hyeseul. Jungkook masih menatap hyeseul heran.
“YAA!! Bagaimana bisa kau meninggalkan orang yang ingin kau lindungi dan kau cintai alam keadaan menangis huh ?” tanya hyeseul, dia tampak menyingsingkan lengan seragamnya.
“Mulai saat ini dan seterusnya! KAU , Jeon Jungkook ! harus melindungi ku dan mencintaiku, setulus hatimu…” setelah menyelesaikan kalimatnya hyeseul tersenyum pada jungkook.
“AKU JANJI!” ucap jungkook yakin. Jungkook pun ikut tersenyum , dia memeluk hyeseul dengan erat, dan didalam hatinya dia berjanji akan selalu bersama dengan hyeseul. “yaa.. aku tidak bisa bernapas, pabo!” ledek hyeseul. Jungkook melepas pelukan nya dan tersenyum memamerkan giginya
“Kajja, pertandingan akan dimulai sebentar lagi..” jungkook menggandeng tangan hyeseul, baru beberapa langkah hyeseul berhenti dan membuat jungkook yang sedang menggandeng tangan nya pun ikut berhenti. Hyeseul tersenyum, dia mendekatkan dirinya pada jungkook, jungkook terlihat mengerutkan dahinya heran. Dengan sedikit berjinjit “CHU~” Kecupan singkat dari hyeseul mendarat tepat dibibir jungkook. “Hwaitting Kookie-aaaahhh…” setelah mengatakan itu, hyeseul langsung berlari meninggalkan jungkook dan menuju lapangan. Jungkook tersenyum, dia memegang permukaan bibirnya “Gomawo”.
~~~~
Ruang olah raga sudah mulai sepi, hari pun sudah hampir malam. Satu persatu siswa dan siswi meninggalkan sekolah dengan senang, karena sekolah nya berhasil meraih juara. Tersisa jungkook, taehyung dan anggota basket yang lainya sedang beristirahat di ruang olah raga.
“hey… aku dan jungkook pulang dulu yaa,.. kerja bagus hari ini!!” sorak taehyung. “Selamat teman teman !!! kalian memang sangat hebat!!” sorak taehyung lagi. Jungkook tersenyum melihat teman teman nya. “jungkook-ah, kami berterima kasih padamu, berkat tembakan 3point darimu saat menit terakhir, kami menang 3point juga dari lawan..” ucap salah satu anggota basket.
“ani… aku tidak melakukan yang istimewa , kalian semua memang JJANG!! Untuk pertandingan selanjutnya kita harus lebih unggul! Hwaitting!”
“HWAITTING!!!” suara kemenangan memenuhi ruang olahraga, pelatih mereka pun tak berhenti tersenyum melihat semangat mereka yang sangat membara.
“yasudah, aku dan taehyung hyung pulang dulu… pelatih kami pulang dulu, terima kasih atas latihan nya selama ini pelatih…” jungkook menundukkan badan nya, diikuti dengan anggota basket yang lain termasuk taehyung.
“kalian bekerja sangat keras, walaupun tanpa seorang kapten kalian bisa menjalankan permainan dengan sangat baik!!” ucap pelatih. Benar, jungkook baru menyadari kalau tidak ada yoongi. Tanpa ingin berpikir yang aneh aneh, jungkook dan taehyung pergi meninggalkan ruang olah raga, dan menuju loker mereka untuk mengambil dan mengganti baju mereka dulu sebelum pulang.
Disana sudah ada Hyeseul dan channie yang sedang asik mengobrol, bahkan kedatangan jungkook dan taehyung tidak akan disambut kalau taehyung tidak berdehem. Hyeseul menoleh kearah jungkook dan tersenyum sangat manis, jungkook membalas senyuman hyeseul. Hyeseul berdiri menghampiri jungkook lalu memeluknya dengan erat. “chukhae chukhae chukhaeeeee kookieeee….” ucap hyseul. Jungkook menggendong hyeseul dan memutarkan badanya, membuat hyeseul tertawa geli.
Jungkook kembali menurunkan hyeseul “gomawo… ~chu~ , sebuah ucapan terima kasih dan kecupan mungil pada hyeseul. Hyeseul tersenyum lagi, dia membalas kecupan jungkook lalu terkikik geli, jungkook membalas lagi kecupan itu. Dan saat kejadian itu terjadi taehyung dan channie melihat heran pada dua orang yang ada didepan nya itu. Pasalnya channie memang tau kalau jungkook dan hyeseul berteman sejak sangat lama, tapi dia tidak pernah melihat jungkook dan hyeseul semesra ini. “YAA!!” teriakkan channie membuat jungkook dan hyeseul terdiam melihat channie dengan ekspresi kosong.
“kalian berdua …?”
“kisseu…”
“kaliaan …?”
“berpacaran …?”
Jungkook terkekeh mendengar pertanyaan channie. Taehyung masih beruasaha mencerna kejadian didepanya barusan, dia bingung bukanya hyeseul dekat dengan yoongi ? kenapa malah sama jungkook ? pikirnya.
“channie .. hyung.., sebelum pertandingan dimulai tadi, kami tidak menyangka kalau pada akhirnya kejadian itu membuat aku dan hyeseul harus bersama dengan menyandang status yang lebih dari sahabat..”
“mwo ?? jadi kalian benar berpacaran?” tanya channie kaget, harusnya hyeseul bercerita padanya.
“ohh… baiklah kalau begitu, selamat untuk kalian berdua…” ujar taehyung sambil menyalami jungkook.
“hmm.. chukhae jungkook, hyeseul. Lain kali cari lah tempat yang aman untuk bermesraan , tidak didepan ku dan taehyung oppa, itu kan membuat kami kaget…”
“hahahaha.. mianh channie” ucap hyeseul
“oh… aku dan hyeseul akan pergi makan bersama, kalian mau ikut ?” tawarjungkook
“ kajja ikut, jungkook akan membayar untuk kalian..” ucap hyeseul asal. “yaaa…” jungkook menghadap kearah hyeseul yang sekarang adalah kekasihnya. “wae ?? bukanya harus begitu ? kau harus mentraktir kami hahahha…” hyeseul tertawa senang.
“hahaha.. terima kasih, tapi aku dan channie sudah punya janji akan pergi ke suatu tempat..” ucap taehyung. “mmm.. mianh hyeseul-ah, kookie-ah.. kami harus pergi, tapi kalian harus tetap akan mentraktir kami yaaa.. hahahaha..” ledek chanie
“eishh.. kalian ini, tsk. Yasudah hati hati dijalan yaa, yaa.. Hyung! Jangan macam macam dengan channie, walaupun dia pacarmu tapi dia adalah sahabatku, arra..” ancam jungkook.
“tsk, bocah ini, arraaa… aku tidak ingin macam macam, tapi satu macam sudah cukup hahahahaha…”
Taehyung dan Channie berjalan meninggalkan jungkook dan hyeseul berdua.
“eissh.. dasar mereka berdua, kenapa tidak memberitahuku ? ckck” channie mengomel, walaupun suara nya terdengar seperti berbisik, namun taehyung masih bisa mendengar suaranya.
“wae ? kau kenapa ?” tanya taehyung
“ohh …. ani, gwenchana…” jawab channie gugup
“eishh… kau bilang saja ingin seperti mereka…” goda taehyung
“maksud oppa ??” channie mengerutkan dahinya lucu.
“kau ingin aku menciumu seperti jungkook mencium hyeseul ?” pertanyaan taehyung membuat pipi channie memerah malu.
“ne …?” channie hampir saja tidak bisa mengatur nafasnya.
“aku bisa melakukan nya, hanya saja kita memerlukan tempat yang tenang dan hanya ada kita berdua..” taehyung mendekatkan wajahnya pada channie, degup jantung channie makin tak terkontrol. Taehyung benar benar berhasil menggodanya.
“oppaaaaa… jangan menggodaku…” channie mendorong pelan taehyung, taehyung tertawa. Dia mencubit pipi channie gemas. “kajja , aku akan membelikanmu ice cream..” taehyung menggandeng tangan channie, channie memeluk lengan taehyung dengan senang.
 
~~~~
Yaa.. waktu cepat sekali berlalu. Sudah hampir satu tahun jungkook dan hyeseul menjalin kasih. Tak ada tangis selama itu juga, jungkook benar benar menjaga hyeseul. Dan mereka pun harus meninggalkan sekolah, keduanya akan melanjutkan pendidikan nya.
“hyeseul-ah.. aku ingin bertanya sesuatu..bolehkah ? ” tanya jungkook.
“yaa.. tanyakan saja..” jawab hyeseul antusias
“eumm… aku tidak yakin,..” jungkook tampak bingung
“eung ? wae ..? kau ingin bertanya apa ?”
“ini sudah hampir satu tahun berpacaran…” genggaman jungkook pada hyeseul terasa hangat.
“yaaa … lalu ?? ohh.. ohh… kau ingin memberiku hadiah ?” hyeseul menghadang jalan jungkook dan meloncat loncat kecil didepan jugnkook, membuat jungkook tersenyum gemas melihat kekasihnya itu.
“eum.. yaa tentu saja, tapi biarkan aku menanyakan ini dulu..” jungkook mengusap pelan kepala hyeseul
“okee okeeey, apa pertanyaanmu ? aku akan menjawabnya…” ucap hyeseul tak sabar.
“nanti, jika suatu saat… myungsoo hyung dan yoongi hyung kembali dalam kehidupanmu, siapa yang kau pilih ? myungsoo hyung, yoongi hyung, atau aku ?” jugnkook menghentikan langkahnya dan menatap hyeseul. Hyeseul berpikir sambil melihat langit yang dipenuhi awan putih. Wajahnya terlihat lucu , tak sadar jungkook benar benar dibuat jatuh cinta dengan gadis satu ini.
“ohh… kau menanyakan ini ? sebenarnya aku sudah memirkirkan nya sudah sejak lama, dan maka dari itu aku memutuskan untuk bersamamu..” jawab hyeseul santai dengan masih menatap langit biru itu.
“jadi maksudmu ?”
“yaa tentu saja aku memilihmu, jeon jungkook!” hyeseul bergerak meraih lengan jungkook dan memeluknya.
“kenapa kau memilihku ?” jungkook kembali menggenggam erat telapak tangan hyeseul
“karenaa… kau orang yang tidak pernah meninggalkanku, myungsoo oppa tiba tiba dia pergi tanpa memberitahuku dia kemana, yoongi oppa juga begitu, tiba tiba saja dia menghilang. Keduanya menghilang tanpa meminta maaf padaku. Uhh.. tak apalah, aku juga sudah memaafkan mereka, lagian tak perlu ada yang salahkan, benarkan kookie …?”
“ohh… yaa, benar. Kajja, kita harus makan siang …”
“hadiaaah ku ? manaaaaaa ??” rengek hyeseul. Jungkook tersenyum geli melihat tingkah laku pacarnya itu. “yaaa.. jeon jungkook!!”
“ohh.. mianh, aku lupa membawanya, aku akan memberimu lain kali nona Jeon Hyeseul..” goda jungkook, jungkook berlari kecil mendahului hyeseul. Hyeseul terbengong.
“mwwoo ?? yaaak !!!” hyeseul berlari menghampiri jungkook dan memeluknya dari belakang “kau.. mengubah namaku ? kau akan menikahi ku ?” tanya hyeseul lucu.
“ohh.. tentu saja, aku akan menikah denganmu…” jungkook membalik badan nya dan memeluk hyeseul erat.
 
~~~~
5 tahun Kemudian
Munich Airport, Jerman
Kedua orang ini masih menyantai menunggu pesawat yang akan ditumpangi mereka menuju Incheon. Jungkook, dan Hyeseul duduk dan sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Hyeseul yang terfokus pada ponselnya…
“kookie-ah,… kita benar benar sudah dewasa yaa sekarang..?” tanyanya sesekali sambil melihat lihat foto kenangan mereka saat masih sekolah dulu.
“mmm… iyaa,..” jungkook tersenyum sambil mengusap pelan rambut hyeseul “dan sudah tak terasa kita sudah sangat lama bersama,… hyeseul-ah saranghae..”
Hyeseul tersenyum melihat jungkook kemudian ia memeluknya. “Nado kookie, nado saranghae” ucapnya sambil mempererat pelukanya.
“Kajja , kajja. Saatnya kembali ke Seoul…”
 
Incheon Airport, South Korea
“Sudah 5tahun aku tidak datang kesini, yaa … kookie-ah, kenapa aku merasa gugup seperti ini ?” hyeseul terlihat menggenggam erat tangan jungkook. Lagi lagi jungkook tersenyum dan mengusap pelan rambut hyeseul.
Keadaan memang sudah tidak seperti dulu lagi. Sejak mreka memutuskan untuk berpacaran, dan sampai sekarang ini mereka masih tetap bersama. Mereka yang entah kebetulan atau takdir mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di Jerman, membuat mereka tidak pernah berpisah. Belum lagi jungkook yang selalu membuat hyeseul bahagia dan melupakan cerita cinta yang pahit dimasa lalunya. Mereka pulang ke korea bukan hanya sekedar untuk berlibur, mereka akan menghadiri pernikahan oppanya hyeseul dengan yoonji han. Dan nanti di anniversary mereka yang ke 6th, jungkook dan hyeseul akan melaksanakan pertunangan mereka.
“kookie.. bisa kita mampir ke caffe yang sering kita kunjungi dulu ?” pinta hyeseul.
“sure !! aku juga ingin mengajakmu kesana…”
@Caffe~~~
Hyeseul menunggu dan jungkook pergi untuk memesan.
“permisi, aku ingin pesan caramel machiato dua…”
“caramel machiato dua, baiklah.. silahkan ditunggu….”
“oy! Jeon Jungkook !!” jungkook menoleh kesumber suara yang memanggil namanya dengan cukup keras tadi. Senyumnya terukir jelas.
“Oh !! Hyung !!!! sudah lama sekali tidak bertemu, kau masih setinggi ini ?” ledek jungkook.
“yaaa yaaa yaaaa… aku dua tahun lebih tua darimu jeon jungkook !”
“hahaha.. arrassoo, apa yang kau lakukan disini hyung ?”
“ah.. aku pemilik caffe ini”
“jinjaaa ?”
“apa aku terlihat seperti pembohong ?”
“sejujurnya sih iya hyung… hahhaaa”
“eisshhh.. kau ini masih sama saja, jadi… bagaimana kabarmu ?”
“aku baik, selalu baik. Oh hyung, hyeseul sedang menungguku hyung, kita berbicara disana saja, apa kau sibuk ?”
“tidak terlalu, Oh.. kajja !”
“hyeseul-ah …”
“woah.. jiminie oppa !! bogoshipeooo” hyeseul berdiri dan menghampiri orang yang bernama jimin tadi dan memeluknya. Jungkook mengerutkan dahinya “apa kalian sudah selesai ?” tanya jungkook malas.
“ohh.. mianh, hahaha aku juga rindu pada mu hyeseul-ah” ucap jimin.
“oh, oppa bagaimana kabarmu ?” tanya hyeseul antusias
“baik, bagaimana denganmu, kuliahmu di jerman ?”
“baik, semua baik baik saja, jungkook selalu membantuku” hyeseul tersenyum menatap jungkook yang sedang meminum caramel machiatonya.
“kami akan kembali ke Jerman 3bulan kedepan, kuliah kami sudah selesai 2tahun lalu, aku disana menjalankan bisnis keluarga, dan hyeseul terkontrak menjadi model disana. lusa besok seokjin hyung akan menikah… jadi kami datang ” jelas jungkook
“ahh.. matda!, seokjin hyung akan menikah, undangan nya sudah sampai padaku kemarin” ucap jimin.
“oppa !! kami juga akan bertunangan!” ujar hyeseul
“jinjjaaa ?? chukhae !!! kapan ?”
“seminggu setelah pernikahan oppa adalah anniversary kami yang ke 6th, kami akan bertunangan saat itu…”
“aku harap kalian bahagia, apa kalian mengundang teman teman ?”
“tentu sajaaaa !! aku sudah menghubungi mereka, dan mengirim undangan via e-mail, oppa harus datang!” ucap hyeseul antusias.
“tentu sajaa !! aku akan datang, pastikan ada makanan yang enak disana, dan gratis tentunya … hahahahha”
Perbincangan ini terus berlanjut, banyak yang mereka bicarakan. Mulai dari saat pertama kali jungkook memasuki team basket, selain taehyung yang dia kenal, dia juga mengenal jimin sebagai senior yang dekat denganya. Jungkook juga menceritakan apa saja yang dilakukannya dengan hyeseul selama di Jerman. Yaa tentunya selain kuliah dan menjalankan tugas bisnis, mereka banyak menghabiskan waktu berdua. Dan jimin pun menceritakan keadaan Seoul yang berganti ganti selama 5tahun ini. Jimin juga menceritakan sedikit tentang Yoongi, tidak banyak karena mungkin bisa membuat perasaan hyeseul memburuk. Jimin hanya menceritakan kalau memang sejak saat itu (pertandingan basket) dia tidak pernah bertemu dengan yoongi lagi, terakhir 2tahun lalu dia mendengar kalau yoongi berada di Seoul, tapi Jimin tidak bertemu denganya. Dan tiba saatnya jungkook dan hyeseul pulang.
“hyung… terima kasih sudah menemani kami, sampai bertemu di pernikahan seokjin hyung..” jungkook berdiri dari kursi dan menjabati tangan jimin.
“yaa… tentu saja. Terima kasih juga sudah datang kesini…” jimin tersenyum memamerkan giginya.
“oppa.. kami pulang dulu yaaaa…”
“ohh.. hati hati”
Jimin mengantar mereka sampai kedepan caffe hingga mereka memasuki mobil. Tak lama mobil mereka pergi, sebuah mobil berhenti tepat di depan Jimin. Sang pemilik mobil keluar, jimin berusaha mengenali siapa orang dibalik kacamata itu. Laki laki itu membuka kacamatanya, jimin tak menyangka.
“Oyy! Park Jimin!!sudah lama yaa..”
“Oh.. hyung….”
TBC
Haaai readers, ah mianh… lama yaa nungguin? U,U /kaya ada yg nungguin aja/ apa kabar readers ? bosen yaa baca fanfict ini, uh.. harusnya ini udah selesai akhir september kemarin. Karena laptop ku harus diinstal ulang, jadi data datanya pada ilang T.T /malahcurhat/ ditunggu yaa part selanjutnya ^^ gomawo readers :))

About fanfictionside

just me

16 thoughts on “FF/ PLUVIOPHILE/ BTS-BANGTAN/ pt. 9

  1. Dah gede’ ajayaa dede kookie x….
    Daebak thor crita x…
    Lnjutannya lbih dpnjngin ya thor dan jngan lma- lma…

    Author fighting…..

  2. Thorrr sumpah ceritanya bagus binggoo tapi heran deh
    Ini nanti hyesul ending nya sama kookie apa sama yoongi berharap sih sama yonggi aja
    Soal nya yonggi bias ku thor =D

    Keep writing thot ditunggu next chapter nya =D
    Semangat !!! Jgn lama2 ya thor :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s