FF/ MASK OF VENDETTA/ BTS-GOT7-BAP-WINNER-INFINITE/ pt. 1


mask-of-vendetta-poster-by-echaminswag - CHAPTER 1 (1)

A Storyline Present By:

Elsa Kim

Mask of Vendetta

(Chapter 1 : New Friend?)

Main Cast:

BTS’s Kim Tae Hyung

Got7’s Park Jin Young

BAP’s Jung Dae Hyun

EXO’s Park Chan Yeol

Winner’s Song Min Ho

Infinite’s Nam Woo Hyun

 

OC :

Song Min Ah

Ma Hae Rin

Aiko Asano

Special Cast in This Chapter:

Shinee’s Kim Ki Bum

Genre: Horror, Thriller, Fantasy, Supernatural, Romance, School-life.

Rating: PG 16| Duration: Chaptered

Disclaimer : OC dan Alur milik author, Cast yang lain milik emak dan agencynya masing masing (except Kim Tae Tae is mine xP).Tolong hargain author, no siders no plagiarism.

.

Artposter by echaminswag, thanks for this awesome poster<333

~Happy Reading~

1st Chapter – New Friend?

Disebuah tempat yang hangus terbakar, berjalanlah seorang gadis cantik yang tengah terdiam memperhatikan seisi kota tersebut.

Sangat menyedihkan.

Tiba tiba saja seseorang menepuk bahunya, ia menoleh dan mendapati seorang gadis sebayanya dengan wajah yang hancur separuh tengah menatapnya tajam.

“ini semua karenamu.”gumamnya tajam, ia mengucapkannya berkali kali yang membuat gadis itu menggeleng geleng sambil menutup kedua telinganya dan berjongkok.

“aku tidak melakukan apapun.”lirihnya berkali kali.

Suara suara itu seperti menguasai pendengarannya, suaranya semakin lantang dan kencang.

“AAAAAA!!”

Seorang gadis remaja baru saja terbangun dari mimpi buruknya.Dia mengatur deru nafasnya sambil memegangi kepalanya yang terasa pening.

Ia melirik jam, menunjukan pukul 7 pagi. “shit.”makinya seraya bangkit menuju kamar mandi.

Setelah selsai mandi ia langsung memakai seragamnya lalu menyisir rambutnya asal. Sesekali ia melirik jam yang sudah menunjukan hampir pukul 8 pagi.

Setelah dirinya rapi ia segera menuruni beberapa anak tangga lalu berlari keluar. “yya jangan lupa bawa kotak bekalmu!!”teriak seorang wanita paruh baya dengan wajah penuh cream dan rambut penuh dengan rollan.

Min Ah mundur beberapa langkah lalu menyambar kotak berwarna hijau itu lalu nyengir, “gomawo imo.”kemudian ia kembali keluar.

“anak tengik! Jangan lupa berbagi dengan oppamu!!”teriak bibinya dari dalam.

Min Ah tidak mendengarkan ucapan bibinya.Iamalah sibuk memperhatikan garasi rumahnya lalu mendengus sebal, “aishh oppa jahat sekali.Oppa macam apa dia. Awas saja tidak akan kuberi bekalku, cih.”

Ia melirik jam tangannya, jam 8 kurang 5 menit. “mati aku.”

Ia mengambil sepedanya lalu menggoesnya sekuat tenaga untuk menuju sekolah. Terus saja ia menggoesnya, saat ia sudah sampai gerbang hampir saja gerbang ditutup.

Dia menambah kecepatannya yang membuat satpam itu mau tidak mau harus membukanya.Gadis itu tersenyum penuh kemenangan.Ia memarkirkan sepedanya asal lalu berlari menuju ruang kelas.

Saat sudah sampai didepan kelas ia berhenti sejenak, memperhatikan penampilannya agar tidak ada yang cacat sedikitpun. Sempurna.

Ia memasuki kelas, baru beberapa langkah sebuah kaki dengan sengaja menyandung kakinya yang membuatnya terjatuh. Jika saja tangannya tidak bersiap menopang bobot tubuhnya, mungkin saja badannya harus mencium lantai yang kotor.

Gadis tersebut bangkit sambil merapihkan seragamnya yang sedikit kusut sementara anak yang menyandungnya sibuk menertawainya bersama teman temannya.

Gadis itu menghampiri orang yang menyandungnya tadi, ia menatap murid lelaki itu dengan tatapan tajamnya. “yya Kim Ki Bum. Apa mau mati?”

Siswa bernama Kim Ki Bum itu tertawa remeh, ia menyelipkan beberapa helai rambut ketelinga gadis itu. “jika yang membunuhku kau, Song Min Ah, aku rela.”kemudian ia tertawa.

Ia tahu kini Ki Bum atau akrab dipanggil Key itu tengah meledeknya, dengan cepat ia menendang kakinya dengan keras yang membuat siswa berwajah cute itu menggaduh kesakitan.

“yya.”

Ia menulikan pendengarannya, ia tidak memperdulikan teriakan temannya yang selalu mengganggunya itu setiap pagi.

Min Ah dengan malas meletakan tas ranselnya diatas mejanya lalu menghemapskan tubuh perfectnya kebangkunya. Baru ia hendak memasang earphonenya, percakapan teman temannya membuatnya mengurungkan niatnya.

“yak yak yak, kudengar ada murid pindahan dari jepang yang akan diletakan dikelas kita.”

“benarkah?”

“iya, dia sangat cantik.”

Min Ah mengerinyitkan dahinya heran, “murid transfer?”

“SONGSAENGNIM DATANG! SONGSAENGNIM DATANG!”teriak salah satu teman sekelasnya yang membuat para siswa maupun siswi yang tadinya sibuk dengan kegiatan masing masing langsung kembali ketempat duduknya.

Ya benar saja, guru Kang membawa seorang siswi perempuan dengan wajah khas Jepang.Rambutnya lurus dan panjang, dia cantik.Tapi entah kenapa ada perasaan aneh saat Min Ah bertatapan langsung dengan gadis Jepang itu.ia seperti mengenalnya, tapi dimana?

“kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan dirimu.”

“watashi wa Aiko Asano to mou shimasu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.(Nama saya Aiko Asano.Senang berkenalan dengan anda.)”

“namanya Aiko Asano, dia pindahan dari jepang. Harap berteman baik dengannya.”ujar Kang Songsaengnim.

“Bisakah kau memberikan bangku disebelahmu, Min Ah?Kurasa satu satunya disini yang fasih dalam berbahasa Jepang hanya kau. Aiko belum terlalu bisa bahasa korea. Bolehkah?”

“hmm”gumam Min Ah mengiyakan.

“Aiko-san, kau bisa duduk disebelah siswi disana.”

“hai sensei.”

Aiko berlari kecil menuju kesebelah meja Min Ah, Min Ah hanya acuh dan lebih memilih sibuk dengan dunia ponselnya.

“O namae wa nan desu ka?(Siapa nama kamu?)”

“Min Ah.Song Min Ah.”jawab Min Ah, pandangannya masih tidak lepas dari ponsel puith miliknya.

“Min Ah-san, Douzo yoroshiku (Mohon bantuannya, Min Ah).”

“hmm”

***

Bel istirahat berdering.Para murid mulai berhamburan keluar dari kelas yang beberapa bagi mereka adalah neraka itu.Dalam sekejap kantin yang tadinya sepi mulai dipadati para siswa dan siswi untuk mengisi perut kosong mereka.

Beberapa dari mereka yang membawa bekal memilih untuk menghabiskannya diberbagai tempat, termasuk Min Ah.Ia memilih untuk menghabiskan bekal berisi sandwich dengan selai kacang favoritenya seorang diri di bawah pohon belakang sekolah, sambil memandangi hamparan rumput yang luas.

Baru saja ia ingin memasukannya kedalam mulut, seseorang mengejutkannya yang membuatnya refleks menjatuhkan sandwich kesayangannya itu.

“yya!!”bentak Min Ah sambil menatap tajam lelaki berambut dark chocolate itu.

Lelaki itu – Kim Tae Hyung hanya menggaruk kepalanya sambil memperlihatkan cengiran khasnya. “mian mian. Aku tidak sengaja.”

“tidak sengaja bagaimana!”sembur Min Ah cepat dengan dialect khasnya. Tae Hyung sedikit menjauhkan kepalanya agar tidak terkena cipratan saliva yang sedikit keluar dari mulut gadis tingkat 1 itu.

“tidak mau tahu! Kau harus traktir aku.”

“aku tidak bawa uang.”

“BAGAIMANA BISA KAU TIDAK MEMBAWA UANG!! Aishh.”gerutu Min Ah frustasi. Dia melirik arlojinya, hanya tersisa 7 menit lagi sebelum bel masuk berbunyi.

“apa yang harus kulakukan? Hanya 7 menit lagi tersisa.Ini semua karenamu, Kim Tae Hyung bodoh!”

“yya, kenapa kau berkata bodoh terus padaku? Lihat, burung terbang!!”Tae Hyung menunjuk ke atas.

Secara refleks Min Ah mengikuti arah gerak tangan lelaki itu. “dimana?”dalam sekejap mata Tae Hyung langsung berlari sementara Min Ah masih mencari objek yang dimaksud Tae Hyung.

“tunggu, ada yang aneh.”gumam Min Ah. “bukankah semua burung terbang?” “YYAK KIM TAE HYUNG, DASAR TIDAK BERGUNA!! YYAKK”

***

Kruyuukk~

Semua murid dikelas menatap Min Ah termaksud guru Kim yang tengah menerangkan rumus matematika yang sangat rumit tersebut.

Warna pipinya berubah jadi kemerahan.Dia menunduk malu. “ms. Song. Maju kedepan dan kerjakan soal nomor 2, sekarang.”titah wanita yang dikenal paling killer tersebut.

Sekilas Min Ah menatap kearah Tae Hyung yang tidak melihat kearahnya.Lebih tepatnya pura-pura tidak melihat kearahnya.

Gadis dengan rambut lurus terurai itu berjalan perlahan kedepan dengan perut yang masih keroncongan.Ia mengambil spidol berwarna putih itu dan membukanya tutupnya.

Ia menoleh pada guru Kim yang pasti sudah tahu jawabannya. “kau, ikut saya. Dan yang lain, kerjakan soal ini, sekarang.”

Semua murid mulai menggerutu, dalam hati Min Ah sedikit bersyukur karena tidak perlu mengerjakan soal rumit tersebut.Ia mulai mengikuti langkah wanita berambut pendek tersebut. Sampai didepan pintu lapangan basket mereka berhenti.

Didalam sana, tampak kelas 2 – 1 tengah mengambil nilai untuk ujian praktek olahraga. Min Ah menatap guru Kim bingung, “songsaengnim, a-.”

“kau, kesini sebentar.”panggil guru Kim dengan suara yang cukup keras pada seseorang dari segerombolan siswa lelaki yang tengah mengobrol tersebut.

Salah seorang dari mereka keluar dari gerombolan siswa lelaki tersebut lalu berjalan menuju guru Kim. “ne songsaengnim? Ada yang bisa kubantu?”

“kau, keliling lapangan sampai jam pelajaranku habis. Sekarang.Dan kamu, bisakah awasi dia untukku? Saya masih memiliki jam dikelas 1 – 2.”

“ne!??!”spontan Min Ah.

“baiklah, saya mengerti.”ucap lelaki tersebut.

***

Sudah putaran yang ke-24 kalinya kaki kecil Min Ah menelusuri lapangan, tapi masih 20 menit lagi sebelum jam pelajaran guru Kim habis. Keringat mulai bercucuran dari keningnya.Perlahan langkahnya memelan sebelum akhirnya dia ambruk.

Jin Young langsung menghampiri Min Ah lalu memberinya sebotol air mineral.Min Ah meraih botol tersebut lalu meneguknya habis, “gomawo sunbae.”

“oyy”

Seorang lelaki menghampiri mereka berdua.Dengan tindik dikedua telinganya membuatnya terkesan bad boy.“Min Ah!Kau kenapa.”

“bukan urusan oppa.”jawabnya ketus sambil bangkit.

“geurae? Kalo begitu, yya Junior, jaga adikku yang manis ini ya. Aku mau latihan lagi.”

“yya Min Ho oppa!!”

Sang kakak – Song Min Ho berlari sambil melambaikan tangannya kekanakan kearah Min Ah.Berbeda dengan penampilannya, sifatnya cendrung lebih kekanakan.

Kruyukk~~

Min Ah memegangi perutnya yang terasa kosong sementara Jin Young tidak kuasa menahan tawanya. “jangan tertawa, tidak lucu.”

Jin Young tersenyum tipis lalu menarik tangan Min Ah keluar dari lapangan basket.

Seseorang diluar sana menatap kepergian mereka tajam. Tangannya mengepal erat, “aku tidak akan membiarkanmu untuk merebutnya untuk yang kedua kalinya, tidak akan pernah.”gumamnya penuh penekanan.

***

Min Ah menghabiskan mangkuk terakhir jajangmyeonnya dengan lahap, sementara Jin Young hanya menatapnya sambil tersenyum.

Setelah habis, ia meletakan sumpitnya diatas meja. Dia baru menyadari bahwa Jin Young masih ada ditempatnya. “kau masih disini?”

Jin Young menunjuk dirinya sendiri, “a-aku?Tentu saja.”

“untuk apa masih disini?”

“aku-”

“lebih baik kau pergi sekarang.”potongnya cepat dengan wajah datarnya.

Jin Young menggaruk kepalanya kikuk, “g-geurom aku akan pergi.Sampai nanti.”Jin Young tersenyum tipis sebelum akhirnya dia meninggalkan Min Ah sendiri yang menatap kepergiannya dengan malas.

Baru ia hendak menikmati waktu sepinya, tiba tiba seseorang memanggilnya yang membuatnya mau tidak mau menoleh kearah sumber suara.

“Song Min Ah!”panggil seseorang diujung pintu kantin, dengan cengiran khas Kim Tae Hyung dia berlari kecil lalu duduk disebelah Min Ah. Dengan tidak tahu malu dia langsung menyambar soda Min Ah yang tinggal setengah dan meneguknya habis.

“heol, apa kau seorang pengemis?”

Tae Hyung menatapnya dengan tatapan datarnya, “tentu saja tidak, ini namanya penghematan.”

“terserah.”ucapnya malas.

“Minnie~!”teriak seseorang dengan nyaring.

“dia disini.”dengus Tae Hyung malas.

Ya, seorang gadis dengan membawa boneka Minnie mouse kesayangannya berjalan dengan riangnya kearah Tae Hyung dan Min Ah sesekali melompat lompat seperti anak kecil. Rambutnya yang diikat dua dengan pita berwarna pink itu tambah membuatnya seperti bocah berumur 5 tahun, oh ya jangan lupakan lollipop besar yang selalu menghiasi tangan kirinya.

Dengan sigap gadis itu memeluk kepala Min Ah sambil menggoyangkannya kekiri dan kekanan. “Minnie!! Aku suka Minnie.”

“yak Ma Hae Rin, jangan kekanakan.”ketus Tae Hyung sambil menarik salah satu ikatan rambutnya yang membuat gadis imut itu mau tak mau terhuyung kebelakang.

Hae Rin memonyongkan bibirnya sebal sambil melotot dia melayangkan lollipopnya keleher lelaki itu seolah itu adalah sebuah pisau yang sangat tajam yang kapan saja bisa memutuskan urat nadinya.

“Kim Tae Tae bodoh, kau tidak mengganggu uri Minnie lagi kan?”

“Kenapa aku?Kenapa aku harus?”

Hae Rin menyipitkan kedua matanya, dia menarik kembali lollipopnya lalu meletakan jari telunjuk dan jari tengahnya kearah matanya secara bersamaan kemudian meletakan keduanya kembali pada mata lelaki itu seolah dia berkata ‘aku mengawasimu, Kim Tae Hyung’.

Min Ah yang melihat kedua temannya yang dia sendiri tidak menganggapnya itu nanar kemudian bangkit meninggalkan keduanya.“Minnie, mari kita pergi bersama.”teriak Hae Rin langsung pergi menyusulnya.

Sementara Tae Hyung hanya mencibir keduanya malas sambil menghabiskan sisa minuman Min Ah yang ia minum tadi.

Pandangannya tertuju pada seorang gadis yang tengah menatapnya lekat lekat diujung tembok sana. Tae Hyung menyipitkan matanya, mencoba memperjelas penglihatannya. Saat ia berkedip gadis itu sudah menghilang.

“apa aku salah lihat?”gumamnya dalam hati. Detik berikutnya dia sudah tidak peduli lagi dan kembali menghabiskan minumannya.

***

Min Ah melempar tasnya asal dimejanya, dia meletakan kepalanya dimeja belajarnya sambil memainkan kotak musik berwarna pink kesayangannya.

“Song Min Ah!”panggil seseorang dari luar sambil mengetuk pintu kamarnya. dengan cepat dia menutup kotak musik itu dan meneriaki seseorang dari luar tersebut, “masuklah oppa.”

Setelah mendengar perkataan Min Ah, Min Ho membuka pintu kamar adiknya itu lalu masuk dan menghampiri Min Ah. “kau lelah?”

“tidak juga.”

“mautemani oppa keluar sebentar?”

eoddi?”

***

Udara kota Seoul benar benar mencapai klimaks. Dinginnya udara tersebut harus membuat Min Ah dan Min Ho yang pergi keluar harus memakai jaket tebal dan topi untuk mengahangatkan dirinya.

“kita sampai.”

Min Ah tercengang ketika melihat sebuah taman yang menjadi potongan bagian dari masa lalunya. “bukankah ini…”

“aku kangen eomeoni dan abeoji.”gumam Min Ho tiba tiba sambil duduk disalah satu ayunan. Min Ah menunduk pasrah sambil duduk disalah satu ayunan sebelah kakaknya itu.

Melihat suasana begitu menyedihkan, Min Ho tertawa terpaksa sambil mengelus kepala adik kesayangannya itu sayang.

“jangan salah paham, aku tidak menyalahkanmu atas kematian mereka. Bukankah itu takdir?”

“kau percaya takdir?”Tanya Min Ah.

“kau tidak percaya?”Tanya Min Ho balik tanpa menatap kearah adiknya.

Min Ah menghembuskan nafasnya yang membuat gumpalan asap tebal keluar dari mulutnya. “menurutku itu bodoh. Kita hidup bukan karena takdir tapi karena usaha kita sendiri.Kita bisa membuat takdir kita sendiri dengan usaha, kan?”

“tapi tidak semua usaha berhasil kan? Sebesar apapun usahamu jika bukan takdirmu kau tidak akan berhasil.”Melihat adiknya yang kini terdiam Min Ho tersenyum tipis lalu mencubit pipi adiknya gemas.

“untuk bocah sepertimu tidak akan mengerti yang namanya takdir, kau pasti akan mengerti bagaimana takdir akan mempermainkan hidupmu. Sudahlah, ayo pulang.”

Min Ah mencibir pelan kakaknya kemudian merentangkan kedua tangannya, seolah mengerti maksud adiknya Min Ho berjongkok membelakangi adiknya. Min Ah tersenyum lebar lalu tanpa berfikir dua kali ia memeluk leher kakaknya itu dan melilitkan kedua kakinya di pinggangnya.

“aku sayang oppa.”bisik Min Ah tepat ditelinga Min Ho. Min Ho tersenyum tipis, “aku juga sayang kamu, Song Min Ah.”bisik Min Ho lebih pelan.

Min Ah tersenyum sumringah, dia mengeratkan pelukannya pada leher Min Ho untuk membuat posisinya lebih nyaman dari sebelumnya.

***

“Song Min Ah!Cepat habiskan sarapanmu!”

Min Ah mendengus pelan, pagi pagi begini sudah dapat omelan dari bibi yang menurutnya sangat cerewet itu.dia balas berteriak, “iya, sebentar!!”

Dia bercermin sekali lagi, setelah dirasa cukup Min Ah berjalan menuruni tangga lalu menyambar sandwich dan kotak bekalnya. “aku berangkat bibi.”

“hati hati! Jangan menyusahkan oppamu!!”teriaknya dari dalam.

Min Ah tersenyum mendapati Min Ho tengah menunggunya dengan motor besarnya itu. Min Ho melempar helm kepada Min Ah lalu menyalakan mesin motornya.

Min Ah mencibir pelan, sifat kakaknya kembali berubah yang tadinya sok perhatian menjadi menyebalkan.Min Ah memakai helmnya kemudian naik dan memeluk punggung lebar kakaknya itu dengan kedua tangannya.

Setelah dirasa pas, Min Ho menarik gasnya yang membuat motor berwarna merah itu meluncur dengan kecepatan penuh.

Perjalanan tidak terlalu memakan waktu banyak dibandingkan harus naik bus.Setelah sampai Min Ah bergegas turun lalu memberikan helmnya pada kakaknya.

“hey, kau tidak membawakan bekalku?”

“aku? Bukankah kita mengurusi bekal masing masing?”

“kukira kau membawanya.”

“arrasseo, kita bagi 2. Bagaimana?Nanti aku akan keruangan olahraga saat istirahat nanti.”

“baiklah, sampai jumpa nanti.”

Min Ah memperhatikan motor kakaknya yang mulai menjauh menuju tempat parkir. Setelah menghilang dibelokan, Min Ah berjalan menuju kelasnya.

Seperti biasa, Kim Ki Bum kembali mengganggunya.Kali ini dengan meletakan pelicin dilantai yang membuatnya terpeleset jatuh.

Dia tertawa, tidak peduli bagaimana ekspresi Min Ah yang sangat geram akan tingkahnya. “bajingan.”gumam Min Ah penuh penekanan sambil bergegas duduk.

Dia menghempaskan badannya kasar sambil memberian makian pedas dibatinnya. “kuperhatikan dia selalu mengganggumu.”

“bukan urusanmu.”

Aiko tersenyum garing sambil nyengir, “menurutku itu urusanku karena kau temanku.”

Min Ah menyeringai, “teman?”dia menengokan kepalanya kearah Aiko yang tengah menatapnya polos. “kurasa kau salah faham, Aiko-san. Hanya karena kita sebangku bukan berarti kita teman.”

“kenapa kau sangat membenciku?”tanyanya to the point.

“karena kau mengingatkanku padanya. Jangan berbicara padaku jika tidak ada keperluan.”

Aiko memandang Min Ah yang tengah memasang earphone dikedua telinganya. “mengingatkanmu padanya? kurasa kau salah kosa kata, aku tidak mengingatkanmu tapi aku memperingatkanmu.”gumamnya sambiil menyeringai hampir tak terdengar.

***

“oppa, Min Ho oppa!!”teriak Min Ah agak kencang. Ia tersenyum lebar sambil membawa sekotak bekal berwarna pink ditangannya.

Orang yang dimaksud melambaikan tangannya pada Min Ah di tengah lapangan basket.

“semangat!”ucap Min Ah agak berteriak.

“itu kakakmu?”Tanya Aiko yang entah sejak kapan sudah berada disampingnya.

Min Ah yang merasa tidak suka dengan kehadiran Aiko mengacuhkan ucapannya dan tetap memberikan semangatnya pada kakak kesayangannya.

Tanpa ia sadari, Aiko tersenyum miring sambil memandangi lapangan basket tersebut.

“Minnie!!”

Seseorang yang lain tiba tiba muncul lalu memeluk Min Ah dari belakang. Min Ah berdecak malas, “yak Ma Hae Rin!! Aku normal.”

“tentu saja aku tahu heheh, aku suka Min Ah.”Hae Rin mengeratkan pelukannya pada leher Min Ah.

“berhenti, kau mempermalukanku.”

Hae Rin yang baru menyadari ada seseorang disampingnya lantas langsung melepaskan pelukannya pada leher Min Ah. “eh? Kau siapa?”

“murid transfer.”ucapnya malas.

“sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana?”Hae Rin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terus memandangi wajah Aiko yang sedang tersenyum tipis, lebih membentuk seringaian.

Hae Rin memperhatikan wajah Aiko kemudian dia ingat, dia memukul kepalanya sendiri. “aku ingat, kau mirip character dikomik favoriteku.”

“Min Hooppa!Jin Young sunbae??”sementara Hae Rin dan Aiko sibuk dengan urusannya, dengan riang Min Ah melambai sambil memanggil oppanya. Min Ho menghampiri nya, seseorang yang tidak ia harapkan ikut menghampirinya.

Park Jin Young.

sunbae, apa yang kau lakukan?”

“aku? Aku sedang beristirahat, kenapa?”

Min Ah menatap lelaki didepannya datar, dia beralih pada kakaknya lalu memberinya sebotol air mineral. “apa sangat lelah?”

Min Ho bergumam mengiyakan disambut dengusan kecil dari Min Ah. “oppa, hanya untuk perlombaan basket tingkat provinsi saja kau bekerja keras setengah mati. tapi kenapa kau sangat payah dalam urusan mencari pacar?”

“yahh kau belum tau saja, dia itu playboy Song Min Ah. Jadi-”

“aku tidak bertanya padamu, sunbae. Lagipula kau lebih playboy daripada dia tch.”

Min Ho terbahak mendengar pernyataan dari adiknya itu, Jin Young meninju perut Min Ho pelan yang membuatnya berhenti tertawa.

“pemberitahuan kepada Ma Hae Rin, siswi kelas 1 – 3 dimohon untuk ke ruang guru sekarang. Sekali lagi diberitahukan kepada Ma Hae Rin siswi kelas 1 – 3 mohon untuk keruang guru sekarang.Terimakasih.”

Semua mata tertuju padanya, dia cuman nyengir bodoh kemudian bangkit.“Minnie, aku akan keruang guru.Sampai ketemu nanti.”ucapnya berujar pergi.

“Minnie? Panggilan bodoh macam apa itu?”hardik Jin Young sambil tertawa.

Min Ah memberikan tatapan death glare – nya membuat Jin Young berhenti mempertunjukan deretan giginya. “ada apa dengan Hae Rin, ya?”

Sementara Min Ah sibuk berkutat difikirannya sendiri, Jin Young mengalihkan pandangannya, ia memergoki Aiko yang tengah menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

Dia kembali mengalihkan pandangannya.Meyakinkan dirinya bahwa tidak ada yang aneh dari gadis keturunan jepang itu.

***

Hae Rin berlari kecil menuju ruang guru, saat dipersimpangan lorong sebelah utara ia menabrak seseorang yang membuat boneka dan lollipopnya jatuh.Jangan lupa dia juga ikut terjatuh.

“tidak punya mata ya?”ucap siswa lelaki itu dingin sambil membetulkan jas sekolahnya yang sedikit kusut.

Hae Rin memegangi bokongnya yang terasa ngilu, dia merogoh boneka Minnie mouse kesayangannya serta lollipopnya yang sudah tidak berbentuk bundar lagi karena pecah. “lollipopku, bonekaku.”gumamnya menahan sesuatu yang meledak didalam dirinya.

Gadis diikat dua itu mengatupkan mulutnya erat, menahan emosi yang hampir saja meledak. “kau orang bodoh, kau membuat lollipopku pecah dan bonekaku kotor. Berani beraninya bilang aku tidak punya mata.”sembur Hae Rin cepat.

Siswa lelaki itu memandang Hae Rin tajam sebelum akhirnya dia memilih untuk pergi, merasa tak terima Hae Rin menarik lengan lelaki itu paksa yang membuat kancing lengan jas lelaki itu copot.

chogio, kau ini tidak memiliki sopan santun ya? Kau tahu, aku benar benar ingin memukulmu sekarang.”

Siswa itu memandang Hae Rin datar, dia mendekatkan badannya ke Hae Rin sampai gadis imut itu benar benar terpojok. “pukulah.”

“ne?”

“kubilang pukul.”ucapnya dingin tanpa nada.

“aku-”

“KUBILANG PUKUL!!”Hae Rin sedikit terlonjak ketika lelaki itu berteriak tepat didepan wajahnya yang membuat urat uratnya menegang seketika.

Merasa Hae Rin hanya bengong dan tidak meresponnya lelaki itu menjauhkan badannya dari badan Hae Rin yang membuatnya bisa bernafas lega. “jangan berbicara omong kosong jika kau tidak bisa melakukannya.”bisik lelaki itu pelan tapi penuh penekanan. Setelah berbicara itu tanpa sepatah kata apapun lagi dia pergi.

Setelah merasa siswa itu menjauh Hae Rin memegangi jantungnya yang berdetak cepat karena mendengar teriakan lelaki itu, “apa apaan dia, bikin jantungan saja.”baru ia hendak berbalik ia menemukan sesuatu dilantai.

Ya, kancing jas siswa itu.

Dia merogohnya lalu membolak baliknya. “apa ini milik dia?”gumamnya sambil terus memperhatikan kancing itu.

“ahh benar, ke ruang guru.”

***

Bel pulang berbunyi yang membuat para siswa maupun siswi mulai berhamburan keluar termaksud Min Ah.Dengan santainya dia berjalan menuju gerbang sekolah dengan earphone putih yang selalu menggantung ditelinganya.

Kali ini iya memilih untuk memutar lagu Eyes, Nose, Lips Akdong Music version untuk menemaninya sesekali ia ikut bernyanyi dengan gumaman halusnya.

Ia sedikit terkejut ketika menyadari seseorang mencopot salah satu dari dua cabang earphonenya dan memakainya ditelinganya. Min Ah menatap orang itu tajam sementara yang ditatap hanya memasang muka coolnya.

“apa yang kau lakukan?”

“aku? Mendengan musik.”ucap Jin Young sambil nyengir lebar.

“terserah.”

PLETAK.”aww.”Min Ah mengusap kepalanya saat ia merasakan sesuatu yang keras membentur kepala belakangnya. Ia menatap kerikil yang tergeletak ditanah, ya kerikil itu baru saja mengenai kepalanya.

Dari jauh Key tertawa puas, “yya! Kubunuh kau Kim Ki Bum!”teriak Min Ah. Belum sempat ia mengeluarkan seluruh amarahnya, seorang gadis datang dengan tiba tiba memeluk Key.

Siapa yang tidak kenal gadis itu?dia adalah kekasih Key sekaligus siswi terkaya disekolah ini. Ayahnya adalah pemilik sekolah dan ibunya adalah seorang designer terkenal.

Min Ah mengurungkan niatnya melempar balik kerikil itu.dengan cepat ia menarik earphone yang menggantung ditelinga Jin Young lalu bergegas pergi.

***

Hari mulai senja. Key berjalan menuju tempat parkir mobilnya. Ia sedikit terkejut ketika mendapati seorang wanita dengan seragam sama berdiri disamping mobilnya.

“kau…”

Siswi tersebut tersenyum, bersamaan dengan senyuman sinisnya itu sebuah capitan yang terbuat dari besi keluar dari punggungnya kemudian menyambar badan Key, mencabiknya sampai sudah tidak terbentuk.

***

Min Ah PoV

Aku turun dari motor kakakku.Tidak seperti biasanya, keadaan sekolah pagi ini sangat sunyi.Semua orang menatapku tajam sambil berbisik sinis kearahku.

Saat aku sampai diruang kelas Tae Hyung langsung menghampiriku lalu menarikku keluar sebelum aku sempat meletakan ranselku.Baru aku hendak protes tapi tatapan Tae Hyung tidak seperti biasanya, dengan berat hati kuurungkan niatku dan menurutinya berjalan sampai ketempat parkir mobil.

Tae Hyung menunjuk kearah kirinya, aku mengikuti kemana arah tangannya menunjuk.Kututup mulutku, rasa mual berkecambuk didalam perutku. Bau amis mulai menyeroak dihidungku membuatku sulit bernafas.

“siapa itu?”

“apa kau yang melakukannya?”

Aku menatapnya terkejut.Aku tidak mungkin melakukannya, bagaimana bisa aku membunuh seseorang.

“demi tuhan Kim Tae Hyung, aku tidak membunuh siapapun. Hanya beritahu aku siapa pemilik jasad tak berbentuk itu.”

Tae Hyung menghela nafas. “Kim Ki Bum.”

Aku kembali menutup mulutku.Aku benar benar tidak percaya, dia, Kim Ki Bum?Tanpa kusadari seorang polisi menghampiri kami. Dia memberi hormat sebelum akhirnya ia berbicara lebih lanjut.

“selamat siang, apa anda siswi bernama Song Min Ah?”

Aku mengangguk, “anda dituduh membunuh saudara Kim Ki Bum.Harap kerjasamanya.”

TBC

About fanfictionside

just me

3 thoughts on “FF/ MASK OF VENDETTA/ BTS-GOT7-BAP-WINNER-INFINITE/ pt. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s