FF/ Her Choice / BTS-INFINITE-GsD / Pt. 1


IMG_2187

Author : shaefira | Title : Her Choice | Rating : PG+15 | Genre : Life, Hurt, Drama, Little bit comedy maybe | Main-Character : Kim Ahyoung (Girl’s day) a.k.a Yura ; Jung Hoseok (BTS) a.k.a Hoseok ; Kim Myungsoo (INFINITE) a.k.a Myungsoo | Other-Character : Kim Taeyeon (Girl’s Generation) a.k.a Yura’s older sister ; others | Summary : “Jika ada yang baru didepan mata kenapa masih menginginkan yang lama?” | Adaptation of : KBS Mini Drama – Love and War 2 | a/n : FF ini udah pernah author publish di website author (www.wattpad.com/shaefira) ENJOY!

Chagi-ya makanannya sudah siap” seru Yura sambil menaruh bibimbap gurita di meja makan apartment sang kekasih.

“Taruh saja, aku akan memakannya nanti” ujar Myungsoo ─sang kekasih─ yang tetap fokus ke mainannya.

BRK

“Eum.. bibimbap nya lezat sekali” goda Yura dan tidak diberi respon Myungsoo.Yura menatap sebal Myungsoo. Myungsoo mulai agak berubah akhir-akhir ini. Tak biasanya dia mengacuhkan Yura, apalagi saat ditawari makanan kesukaannya.

“Myungsoo, kapan kau bias bertemu orang tuaku?” Hening. Myungsoo bahkan tak bergeming sedikit pun.

YA! KIM MYUNGSOO!” teriak Yura kemudian. Myungsoo hanya menghela nafasnya. Dihempasnya mainan itu dan berjalan menuju meja makannya. Yura masih cemberut dan menatap Myungsoo yang cuek dengan teriakkannya tadi. Bahkan Myungsoo malah makan dengan tenang seperti tidak melihat bahkan mendengar Yura.

“Myungsoo, kau sudah men-delay pertemuan itu 3 bulan, kenapa kau selalu men-delay nya huh?” Tanya Yura. Myungsoo mulai mengangkat kepalanya dan mengarahkan matanya yang sedari terfokus pada makanan menjadi menatap Yura.

“Aku sibuk” jawabnya malas.

“Huh! Kau selalu seperti itu. Sesibuk apa dirimu huh? Apa sangking sibuknya dirimu, kau tidak pernah memikirkan aku huh?” ujar Yura seperti menyudutkan Myungsoo.

“Mungkin” balasnya singkat jelas dan padat. Baiklah, jika kalian ada di posisi Yura kalian akan melakukan apa ke Myungsoo?

“Sudah tujuh tahun kita bersama, kenapa kau tidak melamarku KIM MYUNGSOO?” Yura mulai berkilah dengan menekankan kata-kata terakhirnya.

“Aku tidak tau” jawab Myungsoo acuh.

“Jelas kau tau!” kini Yura berdiri dari kursinya sambil sedikit berteriak sebal. Myungsoo memakan sesuap bibimbap guritanya lalu ikut berdiri agar menyelaraskan Yura.

“Belum ada waktu yang tepat Yura” ujar Myungsoo santai. Yura berkacak pinggang. Ditatapnya jengkel mata Myungsoo. Apa Myungsoo kerasukan jin? Kenapa dia sangat berbeda hari ini? Pikirnya.

“Jelas-jelas ini sudah waktu yang tepat Kim Myungsoo. Bahkan kita sudah berhubungan selama tujuh tahun! Apa itu kurang lama huh?! Kita juga sudah mengerti satu sama lain, kau mau menunggu sampai kapan lagi huh?! Sampai kita sudah terlihat keriput baru kau melamarku?! Kau gila!” celoteh Yura sambil menahan tangisnya.

“Justru kau yang gila! Kau selalu bertanya kapan kita akan menikah, apa kau pikir aku tidak pusing mendengar itu terus?!” Bentak Myungsoo yang membuat Yura tak dapat membendung air matanya lagi. Bertetes-tetes air mata turun perlahan membasahi pipinya.

“Baiklah jika kau bilang aku gila, aku memang gila karena aku sayang padamu!” dilepaskannya cincin di jari manisnya dan dilemparnya kesembarang arah. Myungsoo langsung kaget melihat hal itu.

“Aku pergi” ujar Yura meninggalkan Myungsoo yang masih diam terpaku. Perlahan-lahan dia duduk kembali dikursinya dan terbengong.

“Bahkan dia tidak mencegah ku?” ujar Yura sesampai nya dia di depan lift. (ngarep ah-,-)

©

13.00 KST

Salah satu perusahaan di Korea Selatan

Suara ketikan keyboard komputer disetiap bilik tempat Yura bekerja terdengar begitu jelas. Begitu pun dengan Yura. Ia terlihat sibuk mengetik pekerjaannya. Sesekali ia melirik kearah handphone nya yang berada disamping papan keyboardnya. Berharap Myungsoo mengabarinya. Tetapi harapan itu pupus saat dilihatnya tidak ada notification sekalipun dari Myungsoo. Apa namja itu benar-benar ingin putus? Pikirnya.

20.00 KST

Yura big sister’s house

Ya! Kim Yura! Makan-makanan itu dengan semangat! Jangan seperti orang yang tidak bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan” Bentak Taeyeon kepada adiknya-Yura- yang duduk didepannya. Baekhyun-suaminya-hanya bisa memakan dengan lahap.

“Aku bosan, kenapa kau selalu memasak makanan yang sama setiap harinya eonni?” protes Yura yang langsung ditatap jengkel oleh Taeyeon.

Ya! Syukuri saja, seharusnya kau beruntung masih aku berikan makan! Bahkan suamiku saja tidak protes, ne yeobo?” ujar Taeyeon seperti memaksa Baekhyun untuk mengatakan iya.

“Ne, majjayo Yura-ah kau seharusnya bersyukur eonnimu masih memasakkan makanan ini walau aku juga bosan” ujar Baekhyun sambil cekekehan.

Ya! Ya! Awas kau”

“Aw!” rintih Baekhyun saat tangan Taeyeon berhasil mencubit tangannya. Yura yang melihat mereka malah semakin bete.

“Bagaimana hubungan mu dengan Myungsoo? Apa baik-baik saja? Aku lihat kalian tidak kencan selama tiga hari ini, kalian sedang ada masalah ya?” Tanya Taeyeon yang membuat Yura membeku.

A..ani kami baik-baik saja”

“Jelas-jelas kalian dalam hubungan yang tidak baik” celoteh Baekhyun santai sambil menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya.

“Tidak, kami baik-baik saja” elak Yura.

“Kalian sedang-“

“KAMI BAIK BAIK SAJA EONNI” teriak Yura memotong perkataan Taeyeon dan langsung memasuki kamarnya sambil menggebrak pintu.

Aish jinjja anak itu!” gerutu Taeyeon.

“Dia seperti mu yeobo haha” ujar Baekhyun menggoda istrinya.

“Apa katamu?!”

In Yura’s room

Yura sedari tadi membalik-balikkan tubuhnya. Ia terlihat gelisah memikirkan Myungsoo yang sampai saat ini tidak menghubunginya. Akhirnya dia menegapkan tubuhnya diatas kasur dan diambilnya handphone di meja nakasnya. Baiklah, tidak ada notif apapun dari Myungsoo. Yura pun mulai mencoba mengetikkan beberapa pesan untuk Myungsoo , tetapi ia selalu menhapus kata-kata nya sebelum dikirim. Jebal, aku harus berkata apa?:( Yura sudah terlihat seperti orang putus asa. Akhirnya dia mencoba untuk menelfon Myungsoo. Percobaan pertama, tidak diangkat, percobaan kedua tetap sama tidak diangkat, seterusnya saat Yura menelfon Myungsoo tetap tidak mengangkatnya.

Myungsoo’s side

Myungsoo sedang berada di salah satu pub (club. Tapi biar keren kita manggilanya pub aja ya) bersama kedua temannya, Woohyun dan Sungyeol. Saat mereka sedang mengobrol santai sambil meminum whisky dan beberapa jenis alcohol, Myungsoo mendapat sebuah telefon dari Yura.

“Wah, nuguya Kim Myungsoo? Yang menelfonmu itu” ucap Sungyeol kepo sambil melirik kearah layar ponsel Myungsoo dan sedikit memonyongkan (?) bibirnya.

“Siapa lagi kalau bukan Kim Yura, his girlfriend, hahaha” ujar Woohyun sambil menepuk pundak Sungyeol yang duduk disampingnya.

“Oh, kalian masih berhubungan? Wah daebak” riuh Sungyeol sambil bertepuk tangan pelan dan mengacungkan jempolnya kedepan Myugsoo. Tetap saja Myungsoo tidak mengindahkan telefon itu. Jangankan diangkat telefon dari Yura, handphonenya saja tidak ia sentuh sama sekali saat Yura menelfonnya.

“Sudah lah lebih baik kita minum lagi, gombae (cheers)” ujar Myungsoo sambil mengangkat gelas berisi minuman beralcohol itu dan diikuti temannya.

Back to Yura side

Aish jinjja! Kenapa namja itu tidak mengangkat telefon ku? Atau jangan-jangan… dia mengalami kecelakaan? Atau dia sakit? Atau apa?” Yura mulai berfikir negatif tentang Myungsoo yang sedari tadi tidak mengangkat telefonnya. Ia pun segera berganti pakaian dan pergi ke apartment Myungsoo.

TING TING TING (ayu ting ting kali ah -,-)

Suara tombol password yang Yura tekan bergema begitu saja. Yura sangat afal password apartment seorang Kim Myungsoo, jadi dia begitu mudah memasuki apartment namjanya walau itu terlihat tidak sopan, tapi siapa yang peduli, toh Yura adalah kekasihnya. Kekasih, atau calon mantan kekasih?

CKLEK

Pintu apartment Myungsoo pun terbuka dengan mudahnya, segera Yura memasuki apartment kekasihnya itu dengan tergesa. Tepat saat ia memasuki apartment itu, Myungsoo ingin berjalan menuju dapur. Terlihat Myungsoo yang masih memakai seragam kantornya. Ia menatap malas wajah Yura. Dengan sigap Yura memeriksa dahi Myungoo, lalu menggoyangkan kekanan dan kekiri kepala Myungsoo.

“Apa kau sakit Myungsoo? Kenapa kau tidak menjawab telfon dariku? Aku..aku sangat khawatir kau tau?” Berbagai pertanyaan terlontar dari bibir mungil Yura membuat Myungsoo menghela nafas.

“Aku lelah, kita bisa berbicara besok” ujar Myungsoo sambil melonggarkan dasi sikerahnya. Yura menatap aneh kearah Myungsoo.

“Kemana Kim Myungsoo yang dulu? Yang selalu ada untukku? Yang selalu tersenyum, tertawa, hangat dan romantis jika bersama ku? Kemana?” teriak Yura menintikkan air matanya.

“Dia hilang, dia sudah pergi, kau aneh Yura, kau selalu pergi dan menangis saat kita beragumen, padahal kau yang memulai itu semua. Kau yang memulai semua argumen itu. Kau aneh, aku tidak mengerti dengan dirimu.

Aku lelah dengan semua ini dan aku telah mengambil keputusanku, Yura-ah lebih baik kita putus” ujar Myungsoo datar sambil menatap lekat Yura.

PLAK

Satu tamparan mendarat di pipi putih Myungsoo.

Mianhae” ujar nya dan langsung ditinggal pergi Yura. Myungsoo tetap menatap lekat pintu apartmentnya yang dibanting Yura (kuat amat mba’-‘, maksudnya bukan dibanting kek superman ya).

Mianhae” ujarnya pelan sekali lagi.

TBC

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF/ Her Choice / BTS-INFINITE-GsD / Pt. 1

  1. astaga, Myungsoo jahat ihh.. kan kasian Yura eonni 😭 ceritanya seru, next partnya ditunggu.. tapi disini hopie masih belum nongol yaa? Semoga di next chapter ada.. semangat chingu-ya.. dan salam kenal juga 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s