FF/ DEVIL CHILD/ EXO-BTS/ pt. 4


edit #20

Author : Z

Title : Devil Child (part 4)

Cast :

☆ Kim Jong In {Kai, nama aslinya di dunia iblis}

☆ Sung Ha Rim (OC)

☆ Kim Tae Hyung

☆ Oh Sehun

☆ Kim Min Ri (OC)

☆ Song Ahri (OC)

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Mistery, Supernatural, Action, Fantasy, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Mian kalau ff ini tidak seperti ff yang lain(?) karena author memiliki imajinasinya sendiri(?) dan ini genrenya fantasy jadi ya gitu deh :v wkkk dan minta komennya ne ^^

。゚ °Devil Child °゚。

Sungha terkejut saat mendapati dirinya telah berada disuatu ruangan yang ia tak tau ruangan apa itu. Ia tidak sendiri. Dihadapannya telah berdiri sesosok namja yang menatapnya. “kenapa kau masih hidup?” tanyanya.

Sungha mengerutkan dahinya bingung. “anak itu..” umpat namja itu. “kau adalah anak terlarang dari savaredia dan anak ku Armour. Seharusnya Armour telah membunuhmu. Tapi kenapa kau masih hidup?”

Anak terlarang? Dan.. Anak dari anak raja iblis? Pangeran iblis?

“lepaskan cincinmu.” perintahnya.

“apa?” ucap Sungha bingung.

“apakah kau tak mendengarku?” namja itu menatap Sungha dengan tajam yang membuat tubuh Sungha gemetar ketakutan.

Dengan ragu Sungha melepaskan cincin yang ia kenakan. Setelah beberapa saat raja itu menyeringai melihat aura yang mengelilingi tubuh Sungha. “apakah Kai memanfaatkanmu untuk balas dendam kepadaku?”

Sungha kembali mengerutkan dahinya tak mengerti. “seharusnya kau memang tak pernah hidup didunia ini.” raja itu tersenyum kecut. “tak kusangka anakku berkorban hanya demi makhluk menjijikkan sepertimu. Karena kau aku harus menghapus semua ingatan para iblis tentang Armour. Dan itu sangat membuang-buang kekuatan sihirku.”

Raja itu berjalan mendekati Sungha. “dan kau harus membayarnya dengan kekuatanmu.” yeoja itu memundurkan langkahnya karena ketakutan. Tapi terlambat tangan kanan raja itu telah berada di leher Sungha dan mengangkatnya dengan mudah.

Cincin yang sedari tadi Sungha genggam terjatuh begitu saja ke lantai. Ia mencengkram tangan raja itu berharap ia melepaskannya. “lepaskan aku..” Sungha semakin menyipitkan matanya. Ia merasa tubuhnya semakin melemas dan tenaganya mulai menghilang. “Jong In..” ucapnya lirih hingga pada akhirnya pandangannya menjadi gelap.

Tubuh Sungha terjatuh begitu saja saat raja itu melepaskan cengkraman dileher Sungha. Raja itu merasakan kekuatan yang hebat mengalir dalam tubuhnya. Iapun tertawa puas karenanya.

。゚ °Devil Child °゚。

BRAK!

Dengan mudahnya Kai membuat sebuah lubang disetiap dinding dihadapannya. Amarah yang sangat besar telah mengalir dalam tubuhnya.

Tubuhnya yang diselimuti oleh api biru itu terus saja mencari sesosok yeoja yang tadi menghilang bersama ayahnya. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap kebelakang. Ia merasakan aura Sungha mendekat kearahnya. Ia pun tersenyum mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat. “Sungha..” panggilnya.

Tapi senyumnya itu seketika hilang saat mendapati ayahnya lah yang datang menghampirinya. “kau mencari ini?” mata Kai terbelak saat raja itu memperlihatkan sebuah gambar yeoja yang terikat dengan rantai dan dengan mata yang terpejam. “kenapa wajahmu seperti itu?” gambar itu menghilang begitu saja. “aku baru saja mendapat tangkapan yang besar.”

“KAU!” dengan cepat kilat Kai menyerang namja itu. “APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADANYA!” api biru yang menyelimuti tubuh Kai kembali membesar semakin menyelimuti tubuhnya.

Serangan demi serangan yang Kai lontarkan dengan mudahnya dihindar dan ditangkis oleh sang ayah. “aku tidak menyakitinya. Aku hanya mencoba kekuatan yang ia miliki.” raja itu menyerang Kai dengan satu serangan yang membuat namja itu terpental keluar. “jika ku biarkan yeoja itu berkeliaran itu akan berbahaya. Tak kusangka Armour menyegel kekuatannya pada yeoja itu.” raja itu tampak cukup terkejut dan senang karena kekuatan yang sekarang ia miliki jauh meningkat.

Melihat anaknya yang sudah menyeimbangkan tubuhnya di udara ia pun segera menghampirinya untuk bersenang-senang. Sudah sepuluh tahun ia tak bersenang-senang dengan anaknya itu.

Melihat ayahnya dan datang menghantamnya. Ia menahannya dengan kedua lengan bawahnya. Tapi percuma ia tetap terdorong kebelakang dan terhempas. “APAKAH HANYA SEBATAS ITU KEKUATANMU?!”

Kai kembali menyeimbanngkan tubuhnya. Ia menyapu bibir bawahnya yang tidak terdapat bercak darah dengan ibu jarinya. Ia menyeringai mendengar ucapan ayahnya itu. “bukankah tadi itu hanya sekedar pemanasan?”

。゚ °Devil Child °゚。

Para iblis penjaga sibuk berlalu lalang mengantarkan iblis-iblis kalangan bawah untuk mengungsi. Pertempuran yang mungkin akan berlangsung lama karena tak akan ada yang mau mengalah itu menyebabkan keruskan di istana maupun diluar istana.

Tapi berbeda dengan sosok namja yang tengah berdiri menatap dua sosok yang sedang bertarung diudara. Namja itu mengangkat sebelah ujung bibirnya membentuk sebuah seringaian.

“Pangeran Sehun..” panggil iblis pengawal.

“baiklah. Aku mengerti.” namja bernama Sehun itu berbalik dan berjalan meninggalkan area yang sudah cukup lenggang karena para iblis penjaga hampir menyelesaikan tugasnya.

Sehun masuk kesebuah ruangan yang hanya terdapat dua buah obor yang menyala dengan api hijaunya. Kedatangannya disambut oleh sesosok namja yang memang sedari tadi telah berada diruangan itu.

“semuanya berjalan sesuai rencana.” ucapnya.

Sehun duduk di sofa yang ada disana. “aku tau. Tapi ini semua berkat anakmu yang membawa yeoja itu kemari.”

“dia memang cerobah tapi dia juga anak yang bisa diandalkan.”

。゚ °Devil Child °゚。

Pertarungan antara ayah dan anak telah lama berlangsung tetapi belum juga menghasilkan kemenangan maupun kekalahan dari sebelah pihak.

Rumah-rumah yang berada di sekitar mereka telah tak berwujud lagi. Hantaman dan ledakan karena kekuatan kedua belah pihak menyebabkan kehancuran dimana-mana.

Tapi itu tak membuat mereka berhenti. Tanpa Kai sadari sebuah bola api telah mengarah padanya dan tepat mengenainya. Seketika namja itu kehilangan keseimbangannya diudara dan terjatuh menghantam permukaan.

Kai tepat terjatuh dengan posisi terlentang. Ia bisa melihat ayahnya yang melayang cukup jauh di atasnya. “sampai kapanpun kau tetaplah anakku dan kau tak akan bisa menandingiku.” raja itu mengarahkan telapak tangannya tepat ke tubuh anaknya yang terlentang di tanah. “DAN SEBAIKNYA KAU LENYAP DARI HADAPANKU SELAMANYA!”

Kobaran api yang sangat besar keluar dari telapak tangan namja itu dan tepat mengarah ke Kai. “mianhae Sungha.. Aku tidak bisa menepati janjiku untuk membawamu pulang..” perlahan Kai menutup matanya. Mungkin ini adalah akhir dari segalanya..

BOOM!

Ledakan besar terdengar di hampir seluruh dunia iblis.

*Kai pov*

Apa yang terjadi?

Kenapa aku masih bisa merasakan hembusan angin yang menyapu tubuhku?

Perlahan ku buka mataku. Kulihat sesosok yeoja dengan dua buah sayap putih berdiri di dekat kakiku. Apakah itu Sungha? Aku tak bisa melihat wajahnya karena yeoja itu membelakangiku.

“apakah kau sudah ingin mati?” tanya yeoja itu. Aku mengenal suara itu. Tak salah lagi jika dia adalah Sungha.

Aku tersenyum tipis. “kenapa kau bisa disini?” aku tak menjawab pertanyaannya dan lebih memilih menanyakan apa yang sedang ada di pikiranku.

Sungha berbalik dan menatapku. Entah kenapa ini begitu memalukan. Ia mengulurkan tangannya kepadaku dan membantuku untuk berdiri. “kau lupa aku memiliki kekuatan yang bahkan kau sendiri tak mengetahuinya?”

Dia benar. Aku bahakan lupa jika dia adalah malaikat. Sungha mengalikhan pandangannya keatas. “aku akan menyelesaikannya.” Sungha terbang menyusul ayahku.

“ya! Kau! Jangan melawannya! Dia adalah lawanku!” aku mencoba menyusul Sungha tapi dadaku terasa sakit karena luka yang dikarenakan serangan tadi.

“Sungha.. Kau tak akan bisa mengalahkannya..” gumamku saat melihat Sungha yang mulai menyerang.

Aku ingin menghentikannya tapi luka bakar di dadaku yang cukup parah membuatku sulit untuk bergerak.

Mataku terbelak saat melihat ayahku terkena serangan Sungha dan jatuh, sebelum menghantam permukaan Sungha kembali menyerangnya dan membuat namja itu semakin keras menghantam permukaan.

Sebuah lubang besar seketika terbentuk bersamaan dengan jatuhnya ayahku. Sungha segera turun dan menghampiriku. Ia melihat luka bakar di dadaku dan tanpa aku suruh ia mendekatkan kedua telapak tangannya membuat lukaku terbalut oleh cahaya.

Aku hanya menatap wajahnya yang tengah serius mengobati lukaku. “kau ceroboh.”

Masih fokus pada lukaku ia hanya membalas dengan senyuman. Dengan cepat pandanganku teralihkan oleh kobaran api yang mengarah ke punggung Sungha. Dengan wajah panik aku segera menukar posisiku yang sukses membuat Sungha terkejut.

Mata Sungha membulat lebar saat melihat kobaran api mengenai punggungku. Sungha menahan tubuhku agar tidak tumbang. Aku terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutku. “ya! Apa yang kau lakukan!” cairqn bening keluar dari kedua mata indah Sungha.

“mianhae.. Kurasa aku tak bisa mengantarmu pulang..” ucapku lirih. Punggungku terasa sangat sakit karena serangan tadi.

“ani. Kau harus mengantarku pulang!” dengan masih menangis. Sungha mulai mengobati punggungku.

“pergilah ke istana dan carilah tangga yang menuju dasar istana. Disana ada sebuah pintu yang menghubungkan dunia iblis dan dunia malaikat. Tapi jika kau ingin kembali ke dunia man-”

“diamlah! Aku sedang mengobatimu!” potong Sungha. “aku tak akan membiarkanmu mati disini!”

Suara tepuk tangan terdengar dari belakangku. “pertunjukkan yang bagus.” ucap namja yang bertepuk tangan tadi. Sudahku duga. Dia tak mungkin mati semudah itu.

Aku membisikan sesuatu di telingga Sungha. “sebaiknya kita bersembunyi. Kita tak mungkin melawannya dengan keadaan seperti ini.” tapi Sungha masih tetap mengobati lukaku dan tidak mendengarku.

“Sungha!” panggilku dengan nada yang cukup tinggi.

“kau diamlah! Aku akan menyelamatkanmu terlebih dulu!” Sudah setengah dari luka di punggungku telah menghilang. Tapi Sungha tetap saja ingin menyembuhkannya dengan sempurna hingga tak ada lagi bekas luka.

“Sungha. Dengarkan aku. Kita harus pergi sekarang.”

“kurasa pertunjukan ini harus segera di tutup.” namja itu memusatkan kekuatannya di tangan kanannya. “terimakasih telah menghiburku, Kai. Tapi selamat tinggal.” ia melemparkan kekuatannya yang telah memusat di tangan kanannya itu kearahku dan juga Sungha.

“selesai.” ucap Sungha setelah selesai mengobati punggungku. Dengan cepat ku keluarkan sayapku dan membopong Sungha terbang setinggi mungkin menghindari serangan itu.

BRUUSS!

Dengan sekerjap mata serangan itu menyapu apapun yang ada di depannya.

Sungha masih mengalungkan tangannya di leherku karena terkejut saat aku tiba-tiba membopongnya. Cukup lama mata kami saling bertemu satu sama lain. Sampai kami menyadarinya wajah kami mulai tersipu dan ku biarkan Sungha untuk terbang sendiri.

“gomawo.” ucap Sungha.

“KALIAN TELAH MEMBUATKU MUAK!” ayahku dengan cepat menghampiriku dan menyerangku bertubi-tubi. Tapi serangan itu berhasil ku hindari. Karena sihir penyembuh Sungha aku merasa kekuatanku kembali terisi punuh.

Ku satukan kedua telapak tanganku. Dan ku baca sebuah mantra yang belum lama ini ku temukan. Kusentuh lengan bawah ayahku dan kembali kubacakan mantra. Yang sekejap terdapat sebuah kubus besar tanpa alas diatas ayahku.

“mianhae.. Akan ku perbaiki seluruh sistem di dunia iblis yang telah rusak ini.”

Aku sedikit mejauh dan kembali menyatukan kedua telapak tanganku. Yang membuat kubus tadi mengurung ayahku. “aku tak akan membunuhmu.. Ayah.”

Kubus yang awalnya besar itu menyusut menjadi kecil saat telah terdapat sosok ayahku didalamnya.

Sihir yang barusaja ku gunakan adalah sihir untuk membelenggu dan mengurung roh sekaligus jiwa. Yang aku tau, sihir ini hanya bisa di gunakan tiga kali. Jika lebih dari itu, sang penggunanya akan seketika lenyap karena tak bisa menahan roh dan jiwa yang ia belenggu.

Aku menghampiri Sungha yang bingung akan apa yang terjadi. Dan mengajaknya turun untuk menjelaskan apa yang baru saja aku lakukan.

。゚ °Devil Child °゚。

*author pov*

Sehun menyeringai mendengar penjelasan salah satu pengawal yang memberi tau bahwa saudaranya lah yang memenangkan pertarungan ini.

Ia berdiri dari bangku milik ayah Taehyung biasa bekerja. “aku pergi. Aku harus kembali bermain drama.” ucapnya kepada ayah Taehyung yang duduk membaca buku di sofa. Ia pun keluar dan melangkahkan kakinya menuju tempat dimana ia bisa berbicara kepada saudaranya itu.

。゚ °Devil Child °゚。

Kai dan Sungha masuk kedalam istana. Setiap iblis yang mengungsi di istana tak luput memperhatikan mereka berdua.

Jika di lihat sesuai peraturan yang telah ada. Jika raja mati, menghilang dalam waktu yang lama, mengundurkan diri, ataupun di kalahkan oleh iblis lain. Maka raja berhak di gantikan oleh penerusnya ataupun iblis yang telah mengalahkan raja.

Dengan kata lain. Bukan tidak mungkin Kai lah yang akan menjadi raja iblis selanjutnya.

Langkah Kai dan Sungha terhenti saat mendapati sesosok namja tengah berjalan kearah mereka. “akhirnya kau bisa mengalahkannya. Maafkan aku karena aku tak bisa membantumu. Aku terlalu takut pada ayah dan tak berani melawannya.”

“Sehun. Aku ingin meminta bantuanmu. Jadilah raja iblis selanjutnya dan perbaiki sistem yang telah melenceng ini.” semua iblis yang berada disana serempak menatap Kai bingung dan terkejut. Tak terkecuali dengan Sehun dan Sung Ha.

“tapi.. Aku tak memiliki kekuatan sepertimu dan kau lebih berbakat untuk mengatur dunia iblis.”

“aku telah meninggalkan dunia ini lebih dari sepuluh tahun dan aku tak tau apapun tentang mengatur pemerintahan. Aku percaya padamu.”

“baiklah. Tapi kau harus kembali dan tinggal di sini.”

“mian. Tapi aku akan kembali ke dunia manusia dan tinggal di sana.”

“tapi Kai-”

“sebaiknya aku segera pergi. Dan ku tunggu kabar baik darimu.” Kai tersenyum pada saudaranya itu dan pergi di ikuti Sungha di belakangnya.

“apakah kau yakin tidak ingin menjadi raja?” tanya Sungha.

“ne. Aku percaya Sehun pantas menyandang gelar raja.”

Sehun hanya menatap punggung Kai yang mulai pergi keluar dari istana dan sampai akhirnya menghilang.

Sehun berbalik dan kembali masuk melewati pintu yang belum lama ia lewati. “pertama-tama bersihkan reruntuhan lalu akan ku gunakan sihirku untuk membangun semuanya seperti awal.” ucapnya pada namja yang sedari tadi setia mengikutinya kemanapun. “lalu untuk sementara cabut rencana penyerangan ke dunia malaikat. Dan jalankan rencana awal kita.”

“dimengerti.” namja itu membungkuk memberi hormat dan pergi membiarkan Sehun berjalan menuju ruangannya yang baru, ruangan raja.

。゚ °Devil Child °゚。

Kai dan Sungha sekarang berada tepat di gerbang yang memisahkan dunia iblis dan dunia manusia. “apakah kau yakin tak mau melihat makhluk sebangsamu?”

Sungha menggeleng. “aku telah berhasil menggunakan sihirku sekarang. Dan suatu saat nanti aku pasti bisa menemukan sendiri caraku untuk bisa pergi kedunia malaikat.”

“apakah kau yakin?” tanya Kai memastikan.

Sungha menarik lengan Kai melewati gerbang di hadapannya. “ayo cepat. Sebelum aku berubah pikiran.”

。゚ °Devil Child °゚。

Pagi yang cerah di kota seoul. Seperti hari-hari yang pernah Sungha dan Jong In lewati mereka kembali bersekolah dan bergaul dengan manusia.

Setelah kembali kedunia manusia Jong In menggunakan sihirnya untuk mengembalikan hari mereka yang hilang di dunia manusia. Karena waktu di dunia manusia dan dunia iblis berbeda. Satu jam di dunia iblis sama hanya dengan satu hari di dunia manusia. Dan jika di hitung mereka telah berhari-hari menghilang.

Tapi karena sihir yang Jong In pakai. Tak akan ada yang menyadari mereka telah pergi.

Jong In berjalan menuju kesekolahnya. Tapi seketika raut wajahnya menjadi sangat menyeramkan saat seragamnya terkena cipratan air hujan yang menggenang, karena seorang siswa pengendara sepeda tak sengaja melewatinya. Dan alhasil membuat seragam Jong In kotor. “Ya! Akan ku bunuh kau!”

Ia mengejar pengendara sepeda itu sebelum kabur semakin jauh. Tapi karena terlalu fokus mengejar pengendara itu ia tak melihat jika ada seorang yeoja yang barusaja keluar dari sebuah rumah.

BRAK!

“aww..” rintih seorang yeoja yang barusaja duduk tersungkur karena tertabrak oleh Jong In.

Jong In melihat yeoja yang baru saja ditabraknya lalu kembali melihat kearah perginya pengendara sepeda tadi. “aish! Karena kau aku kehilangannya!” umpatnya sebal.

Tangan dan rok yeoja itu kotor karena bekas hujan semalam. “ya! Kau yang salah! Kenapa berlari seperti itu?! Kau tidak tau jalan masih licin?!” yeoja itu berdiri lalu membersihkan tangan dan roknya yang kotor.

Jong In melihat penampilan yeoja itu dari bawah ke aras. Ia mengenakan seragan yang sama sepertinya. Tapi ia tak pernah melihatnya. “apa yang kau lihat?” yeoja itu menyilangkan tangannya di dadanya. “namja aneh.” Ia pun berlalu meninggalkan Jong In yang masih berdiri di tempat yang sama. Dan tak lama ia pun kembali melanjutkan jalannya.

Sungha melihat Jong In yang tengah berjalan tak jauh darinya. “Jong In!” panggilnya sembari berlari kecil menghampiri Jong In.

“dunia manusia memang paling menyenangkan.” Sungha melihat seragam Jong In yang tampak kotor. “bajumu kenapa?”

“ini karena seseorang yang ingin mencabut nyawanya di tanganku.”

“apakah sihirmu tak bisa digunakan untuk membersihkan noda?”

“kau pikir sihirku diterjen?”

Sungha tertawa kecil mendengar ucapan Jong In. Sungha memegang bagian baju Jong In yang terkena noda lalu noda itu seketika menghilang. “anggap saja ini bonus untukmu.” ucapnya lalu berlari mendahului Jong In.

“ya!” panggilnya. “aish! Jangan gunakan ‘itu’ sembarangan!” teriak Jong In yang entah Sungha mendengarkan atau tidak.

。゚ °Devil Child °゚。

Guru Han memasuki ruang kelas untuk memperkenalkan seorang murid baru yang baru saja pindah hari ini. Ia mempersilahkan yeoja itu masuk dan menyuruhnya memperkenalkan diri.

“annyeonghaseyo, Kim Min Ri imida. Mulai hari ini saya akan menjadi murid di kelas ini. Mohon bim-” ia menghentikan sesi pengenalannya itu saat melihat Jong In yang duduk di sudut kanan kelas. “Namja aneh.” tanpa Minri sadari ia menunjuk langsung muka Jong In dari depan kelas yang membuat semua mata beralih melihat Jong In.

Tapi Jong In tak begitu memedulikannya dan mengangapnya angin lalu. “ada apa Minri?” tanya guru Han.

Sadar akan sikapnya yang aneh ia pun berhenti menunjuk Jong In dan kembali bersikap biasa. “aniya.”

“kalau begitu kau bisa menunggu sebentar. Sudah ku suruh seseorang untuk mengantarkan mejamu.”

Tak lama meja yang akan menjadi tempat duduk Minri datang dan guru Han menyuruh namja yang mengangkatnya menaruhnya di belakang bangku Sungha. “kau boleh duduk.” ucap guru Han mempersilahkan Minri untuk duduk.

“ne. Kamsahamida~”

.

Pelajaran guru Lee telah berakhir. Murid-murid mulai berhamburan meninggalkan kelas. Hanya beberapa murid yang masih tinggal di dalam kelas.

Jong In keluar dari toilet dan kembali kekelas. Di lihatnya Minri yang sedang memakan bekalnya di bangkunya dan beberapa yeoja lain yang sedang membaca buku pelajaran. Namja itu berjalan menuju bangkunya dan duduk cukup kasar disana yang membuat Minri mengalihkan pandangannya karena terganggu.

Yeoja itu menghela nafasnya karena tingkah Jong In yang dirasa aneh baginya. Ia lalu mengambil ponselnya yang bergetar. Dilihatnya sebuah pesan yang bertuliskan nama Seok Jin.

Bagaimana disana?

Apakah disana menyenangkan?

Minri segera membalas pesan itu.

Aku tidak tau. Mungkin aku sedang sial hari ini. Hari pertamaku sekolah baju baruku kotor karena tadi pagi ada seseorang yang menabrakku..

 

Hahaha, lalu kau apakan orang itu? Kau tidak membunuhnya kan? Jangan lupa kenapa kau bisa ada disana, dan jangan membunuh orang ne.

 

Ani. Tenang saja aku tidak membunuhnya. Ne, arraso.

Kringgg!

Minri segera memasukkan ponselnya dan menghabiskan bekalnya ketika mendengar bel masuk telah berbunyi.

Murid-murid kembali masuk kedalam kelas untuk kembali mengikuti pelajaran yang masih tersisa. Tak selang lama guru Jung memasuki kelas dan memulai pelajarannya.

Waktu terasa berjalan begitu cepat. Para murid langsung berhamburan meninggalkan sekolah untuk pulang maupun bermain di luar sekolah. Sungha menghampiri Jong In yang baru saja selesai mengemasi barangnya. “Jong In. Bolehkah aku kerumahmu?” tanyanya.

Seperti dulu namja itu kembali bersikap dingin padanya. “tidak.” jawabnya dan pergi meninggalkan Sungha. Tapi yeoja itu tetap saja mengikuti Jong In dari belakang.

“jangan ikuti aku. Pergilah.” ucap Jong In tanpa melihat Sungha yang mengikutinya. Tapi yeoja itu tak menjawab. Apakah dia sudah tidak mengikuti Jong In lagi? Namja itu melihat kearah belakang. Dilihatnya Sungha yang tersenyum padanya. “sudah aku bilang jangan ikuti aku! Aku tak suka ada orang yang mengikutiku!”

“baiklah, aku tidak akan mengiktimu lagi.” Sungha melangkah melewati Jong In dan tersenyum jahil padanya. ‘Jong In bodoh, apakah dia lupa aku tau kunci rumahnya?’ Jong In menatap punggung Sungha bingung. Kenapa dia?

Namja itu kembali melangkahkan kakinya tapi langkahnya kembali terhenti karena seorang yeoja tiba-tiba keluar dari halaman sebuah rumah dan hampir saja ia menabrak yeoja itu. Yeoja itu terkejut karena hampir saja menabrak namja yang saat ini berdiri dihadapannya. “ya! Kau lagi!”

Jong In menghela nafasnya saat tau siapa yeoja yang hampir menabraknya. “Apakah kau tak punya mata?” ucap Jong In dengan nada mengejeknya.

“Mwo? Ya! Kau yang tidak punya mata! Tadi pagi kau yang menabrakku!”

“Aku tidak menabrakmu kau yang tiba-tiba keluar dari rumahmu!”

Yeoja itu melihat kearah jam tangan yang ia kenakan. “Percuma bicara denganmu!” yeoja itu pergi begitu saja meninggalkan Jong In. Tapi belum sempat pergi, lengan yeoja itu tertahan oleh tangan Jong In. “Mau apa lagi!” mata yeoja itu terbelak saat Jong In mengecup bibirnya. Seketika sayap putih keluar dari punggung yeoja itu.

Jong In mengangkat sebelah sudut bibirnya. ‘Sudah ku duga’ batinnya. Tanpa berkata apapun namja itu pergi meninggalkan Minri yang masih terpaku.

“Y-ya! Apa yang kau lakukan!” Minri berteriak memanggil Jong In yang sudah berjalan menjauh. Tapi namja itu tetap berjalan tanpa memedulikannya.

“Kau.. Ya! Orang aneh!” Minri masih saja menunjuk-nunjuk Jong In yang semakin menjauh. “Awas kau! Akan ku bunuh kau!” yeoja itu segera berbalik dan berjalan dengan langkah memburu ketempat yang memang ingin ia tuju.

。゚ °Devil Child °゚。

Minri masuk ke sebuah café yang cukup terkenal di kota seoul. Ia melihat kesekeliling mencari sosok namja yang memang ingin ia temui.

Seorang namja yang tengah duduk di salah satu bangku disebuah café ternama itu melambaikan tangannya saat melihat seorang yeoja yang ia kenal memasuki café itu. “Disini.” ucapnya memanggil sang yeoja.

Yeoja itu menghampirinya dan duduk di bangku didepannya. “Ahhh sepertinya hari ini aku benar-benar sial.” gerutu Minri didepan namja itu. Namja itu tertawa melihat tingkah kembarannya.

“Kau kenapa? Apakah ada yang mengotori bajumu lagi?” Seok Jin meminum coffe yang memang sudah ia pesan tadi.

“Ani. Bahkan lebih parah dari itu. Dia tiba-tiba menciumku.” seketika Seok Jin tersedak mendengar ucapan adik kembarnya.

“Ya! Siapa yang berani melakukan itu padamu?!”

“Aishh.. namja itu benar-benar.” Minri masih saja menggerutu saat mengingat kejadian tadi.

“Ya! Bilang padaku. Biarku beri pelajaran padanya!”

“apakah kau akan memberinya pelajaran? Bukankah kau sendiri yang tidak membolehkanku untuk menyakiti orang?”

“Ahh sudahlah lupakan itu. Aku telah mendapatkan informasi tentangnya.” Seok Jin memberikan beberapa lembar kertas dan sebuah foto yang berisikan ayah, ibu, dan seorang anak perempuan.

Minri mengambil berkas itu dan membacanya. “Foto itu sudah lama diambil. Mereka adalah orangtuanya di dunia manusia. Tapi aku dengar mereka telah meninggal dengan mengenaskan. Kematian merekapun masih misteri.”

“Lalu anak ini?”

Seok Jin mengangguk. “Anak itu adalah Sung Ha. Teman sekelasmu.”

“Sung Ha?” ulangnya. Minri kembali mengingat-ingat nama itu. Jika tidak salah ia tadi sempat berkenalan dengan yeoja yang duduk di depannya. Dan ia bernama Sung Ha. “Jadi maksudmu dia adalah target kita?”

“Ne.” Minri kembali membaca berkas itu.

“Apakah dia tau siapa dirinya yang sebenarnya?”

“Aku tidak tau. Aku belum bertemu dengannya. Dan sebaiknya kau berhati-hati. Aku dengar ada beberapa iblis yang sering berkeliaran. Jangan pernah menunjukkan identitasmu sembarangan.”

“Ne, Arraso.” Seok Jin bangkit dari duduknya.

“Jika sudah tidak ada pertanyaan, aku pergi.” Minri hanya menganggukkan kepala mempersilahkan namja itu pergi.

“Baiklah. Akan segera ku selesaikan dan pulang ke duniaku.” ucapnya sembari memasukkan berkas tadi kedalam tasnya.

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In masuk kedalam rumahnya. Ia tersentak saat mendapati sesosok yeoja tengah duduk di sofa rumahnya. “Ya! Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya pada yeoja itu.

“Ayolah.. Aku ingin menanyakan tentang anak raja iblis yang bernama Armour.” Jong In mengerutkan dahinya. Anak raja iblis?

“Apa maksudmu? Raja iblis tak pernah memiliki anak yang bernama Armour.” tapi Jong In merasa ayahnya pernah mengatakan sesuatu tentang Armour.

Sung Ha mengingat-ingat kembali apa yang dikatakan raja iblis waktu itu. Bahwa ia telah menghapus semua ingatan tentang Armour.

Sung Ha menggelengkan kepalanya. Jika Jong In benar-benar tidak tau, sepertinya Sung Ha lah yang harus menjelaskannya pada Jong In. “Ani. Armour adalah Kakakmu, dia telah dibunuh oleh ayahmu lalu ayahmu menghapus semua ingatan yang mengetahui tentangnya.”

Jong In melihat Sung Ha dengan ragu. Apakah benar begitu? Tapi kenapa ayahnya membunuh Armour?

“Lalu kenapa ayahku membunuhnya?”

“Karena dia adalah ayahku.”

Jong In menatap Sung Ha tak percaya. “Ayahmu..?” Sung Ha mengangguk pelan.

“Keponakan..” ucap Jong In pelan. Sung Ha mengerutkan dahinya, bingung akan apa yang baru saja Jong In katakan.

“Jika apa yang kau katakan memang benar. Berarti kau adalah keponakanku.”

“Mwo?! Ke.. Keponakan? Aku keponakanmu?” Kenapa Sung Ha baru menyadari itu? “Lalu Raja iblis adalah… Kakekku?” ucap Sung Ha tak percaya.

“Tak kusangka salah satu keluarga kerajaan bisa berhubungan dengan malaikat bahkan sampai melahirkanmu.”

Jong In melihat jari jemari Sung Ha yang dulu pernah melekat cincin, sudah tak ada lagi. Kenapa ia baru menyadarinya? Tapi kenapa debu hitam tak menyelimuti tubuh Sung Ha? “Dimana cincinmu?”

“Em?” Sung Ha melihat jarinya lalu mengeluarkan sebuah cincin dari saku. “Ini? Sejak dari dunia iblis aku tak memakainya lagi. Wae?”

“Benarkah?” Sung Ha mengangguk. “Syukurlah..”

“Ne?” ucap Sung Ha bingung.

“Sekarang aku sudah mengerti semuanya.. Ayahmu membelenggu kekuatannya didalam tubuhmu. Dan ketika kau pertama kali berubah menjadi iblis, kekuatan itu mulai bangkit dan tubuhmu tak bisa menerimanya. Dengan cincin pemberian ayahmu, kekuatan itu kembali tebelenggu. Tapi sekarang, sepertinya tubuhmu sudah bisa menerima unsur iblis yang ada didalam tubuhmu.” jelas Jong In panjang lebar.

Selama ini tanpa sepengetahuan Sung Ha, Jong In selalu mempelajari setiap perubahan yang dialami Sung Ha. Oleh karena itu ia bisa menyimpulkannya. Tapi jika cincin itu hanya bisa dibuat oleh iblis selefel Raja, apakah ayah Sung Ha adalah pengganti Raja yang sesungguhnya? Walaupun Jong In berhasil menyimpulkannya. Tapi masih banyak pertanyaan yang belum bisa ia jawab.

。゚ °Devil Child °゚。

Tae Hyung masuk keruangan ayahnya dengan tergesa-gesa.

“Kenapa rencana itu dibatalkan?! Bukankah kita telah merencanakannya dari dulu. Tapi ken-”

“Diam!” potong ayah Taehyung. “Raja iblis telah lengser. Tak ada gunanya melanjutkan rencana itu.”

“Tapi, jika Sehun memerintah, itu sama saja dengan meberikan dunia iblis pada Kai.”

“Dia berbeda dengan Kai. Dia lebih memiliki potensi yang selama ini dibutuhkan dunia iblis. Ini adalah rencana yang sebenarnya ayah rencanakan sedari dulu. Kau tak perlu membantah Sehun, ikuti saja semua perintaknya.”

“Aku tidak mau menuruti perintah iblis seperti dia!”

“Jika kau tak mau menuruti Rajamu, kau bisa pergi dari dunia ini.” Sehun telah bersandar di ambang pintu. Dan melihat ayah dan anak saling beradu mulut.

Ayah Tae Hyung tampak terkejut karena kehadiran Sehun yang tiba-tiba. Sehun melangkah mendekati Tae Hyung yang sedang berdiri didepan meja ayahnya. Ia berbisik ditelinganya.

“Kau juga tidak dibutuhkan lagi disini. Terima kasih telah membawa Kai kembali.”

Sehun duduk diatas meja milik ayah Tae Hyung. Namja itu memandangi Tae Hyung dengan senyum yang terukir diwajahnya. Dimata Sehun, Tae Hyung terlihat sangat rendah. “Aku akan memberimu kesempatan. Tapi dengan satu syarat.” Sehun melirik ayah Tae Hyung yang berdiri dibelakangnya, mununjuk ayah Tae Hyung.

“Bunuh dia.” perintah Sehun pada Tae Hyung.

Tae Hyung maupun ayahnya tercengang mendapati persyaratan yang diajukan oleh Sehun selaku Raja dunia iblis saat ini. Melihat reaksi keduanya Sehun terkekeh, “Aku hanya bercanda,” “Kau boleh tinggal disini sesukamu. Asalkan kau jangan mengganggu rencanaku, ne.” Sehun tersenyum, tangan kanannya mengacak rambut Tae Hyung pelan, layaknya seorang ayah pada anaknya.

Sehun kembali terfokus pada tujuan awalnya ketempat itu. “Seluruh dunia iblis sudah aku perbaiki seperti semula. Kau harus menagih beberapa kekuatan mereka, dan memberikannya padaku. Aku menghabiskan banyak sihir untuk ini.”

“Baiklah.” jawab ayah Tae Hyung, mengerti. Sehun keluar dari ruangan itu untuk menyelesaikan suatu hal yang lain.

Kedua tangan Tae Hyung mengepal menahan kebencian terhadap Sehun. “Sudahlah, kau ikuti saja dia. Sehun memiliki kekuatan yang besar, yang telah ia sembunyikan selama ini.” ayah Tae Hyung menasehati anaknya.

“Sebenarnya apa rencana ayah? Bukankah rencana kita menghancurkan iblis keturunan api biru? Tapi kenapa..”

“Itu juga termasuk rencanaku dan Sehun.” ayah Tae Hyung menepuk pundak anaknya. “Terima kasih telah membawa Kai kemari.” iapun pergi melanjutkan tugas yang diberikan Sehun padanya.

“Tunggu!” suara Tae Hyung menghentikan langkah sang ayah, mereka sama-sama tak berbalik dan tak saling menatap satu sama lain. “Apa rencanamu selanjutnya?” tanya Tae Hyung yang membuat sebuah senyum terukir diwajah ayah Tae Hyung.

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha dan Jong In berjalan bersama menuju sekolah, mereka tak luput dari pandangan murid-murid yang juga akan menuju tempat yang sama. “Pergilah, kau akan dianggap sebagai orang aneh dimata mereka.” suara dingin Jong In mulai terdengar.

“Aku tidak akan pergi, biarkan saja mereka berpikir sesuka mereka. Aku tidak peduli.”

Lirikan singkat didapat Sung Ha. “Sejak kapan sifatmu menjadi seperti itu?”

“Sejak aku mengenalmu.” guraunya.

Langkah Jong In dan Sung Ha terhenti saat seorang yeoja tengah berdiri menghadang mereka masuk kedalam kelas, ternyata murid baru yang belum lama pindah. Murid yang ada dikelas hanya bisa menunjukkan wajah terkejut mereka karena ulah Minri. Dia murid baru, jadi mana mungkin ia tau siapa itu Jong In.

“Jangan halangi jalanku.” Jong In menatap Minri tajam, tatapan yang biasa ia tunjukkan pada orang-orang yang telah mengganggunya.

“Aku masih punya urusan denganmu.”

“Ada apa ini?” Sung Ha melihat Jong In dan Minri bergantian. Pertanyaan Sung Ha tak digubris sedikitpun.

Minri menarik tangan Jong In menjauh dari kelas. “Ya! Kalian mau kemana?!” tanya Sung Ha dengan nada cukup tinggi tapi percuma, mereka tidak menggubrisnya.

Dideket tangga Minri membawah Jong In. Yeoja itu menatap Jong In tajam. “Kau minta maaf sekarang!”

Jong In menatap Minri malas. “Kenapa aku harus meminta maaf padamu?”

“Kau lupa kesalahanmu, atau kau pura-pura bodoh?” Jong In menghela nafasnya tak percaya. Bagaimana bisa ada malaikat seperti dia?

Tak mau meladeni yeoja itu, Jong In memilih pergi karena sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai.

“Ya! Namja aneh!” Minri mengerjarnya.

Brak!

Suara benturan terdengar, punggung Minri terhantam kedinding yang berada tepat disebelahnya, karena ulah Jong In. Namja itu mengunci tubuh Minri dan menatapnya tajam. “Sebaiknya kau jangan menggangguku jika kau tak mau identitasmu terbongkar.” ucap Jong In memberi penekanan disetiap katanya.

Namja itu pergi meninggalkan Minri yang masih bersandar di dinding dengan wajah terkejutnya.

Suara dobrakan pintu terdengar dari sudut kelas, sontak seluruh murid menoleh kearah pintu itu. Bisa dilihat Jong In masuk melewati pintu itu, membuat seluruh murid yang awalnya melihat segera kembali terfokus pada kegiatannya kembali, kecuali Sung Ha. Yeoja itu menghampiri Jong In yang sekarang sudah duduk dibangkunya. Sung Ha melihat ke pintu yang tadi Jong In lewati.

“Dimana Minri?” tanyannya karena tak mendapati sosok yeoja itu.

“Aku tidak tau.” jawab Jong In cetus.

“Ya?! Kau tidak menghajarnya kan?” Jong In menatap Sung Ha dengan tatapan mautnya.

“Kau pikir aku akan menyakiti yeoja semudah itu?”

“Ne,” Jong In menjitak kepala Sung Ha. “Ya! Apa yang kau lakukan?!” Sung Ha mengelus kepalanya yang baru saja dijitak Jong In.

“Sung Ha, jika kau harus memilih, kau lebih memilih tinggal diduniamu atau disini?” Jong In memelankan suaranya supaya tak ada yang mendengarnya kecuali Sung Ha.

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Sudah pasti aku akan memilih tinggal disini, itu sudah menjadi keputusanku sejak pulang dari duniamu.”

“Bagaimana jika kau mengetahui cara untuk keduniamu? Apakah kau masih ingin disini?”

“Apa maksudmu? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Maksudku jika ada-” “Sudah lupakan saja.” Sung Ha menatap Jong In bingung dan penasaran. Apakah Jong In mengetahui sesuatu yang dapat membawanya kembali ke dunia malaikat?

Sung Ha mengangkat bahunya dan kembali ke bangkunya. Lima menit sebelum pelajaran dimulai Minri masuk kekelas dan segera duduk dibangkunya. Ia tak ingin melihat namja yang duduk disebrang sudut kelasnya. Minri masih memikirkan apa yang dikatakan namja tadi. ‘Jika kau tak mau identitasmu terbongkar’. Apa maksudnya? Tidak mungkin jika ia mengetahui bahwa Minri adalah malaikat.

Dari kejauhan Minri memperhatikan Jong In, apakah dia tau identitas Minri yang sebenarnya? Itulah yang ada didalam pikiran Minri sedari tadi. Haruskah ia memberitau ini pada Seok Jin?

。゚ °Devil Child °゚。

Di tengah perjalanan menuju gang yang biasa Jong In anggap sebagai pintu rumahnya, Jong In menghentikan langkahnya saat melihat dua iblis berkeliaran tepat dijalan, didepannya. Ia menolehkan kearah lain, memastikan apakah terdapat iblis lain atau tidak dan benar saja beberapa meter di arah kirinya terdapat satu iblis lain.

Tak lama ia mendengar suara tangisan seorang anak kecil dari gang yang tak jauh dari tempatnya berdiri, tanpa pikir panjang Jong In segera menghampiri suara tangisan itu, mata Jong In terbelak mendapati seorang anak kecil yang sedang meringkuk menangis di sudut gang dan iblis api merah yang menyudutkan anak itu.

Iblis itu mengulurkan tangannya berniat meraih tubuh anak itu. “Apa yang kau lakukan!” bentakan Jong In menghentikan iblis api merah dan membuat iblis itu membalikkan tubuhnya yang seketika sebuah api biru bergerak kearahnya dan membakar hangus iblis itu hingga tak tersisa sebutir debupun.

Anak kecil itu terbelak dan meringkuk ketakutan saat Jong In mendekatinya. “Kau aman sekarang..” Jong In berjongkok dan membantu anak itu berdiri.

Dengan masih menangis anak yeoja itu memeluk Jong In. “Eomma.. Aku takut eomma..” ia terisak dipelukan Jong In.

Perlahan tapi pasti Jong In mengelus rambut yeoja kecil itu, menenangkannya. “Kau tak perlu takut lagi, dimana rumahmu? Biar ku antar kau pulang.”

Setelah menenangkan anak itu Jong In segera mengantarkannya pulang, di sepanjang perjalanan Jong In bertanya kepada anak bernama Ji Sung, kenapa dirinya bisa berada digang tadi.

Jong In melambaikan tangannya saat Ji Sung mulai masuk kedalam rumah. Jong In merasa ada yang tidak beres, kenapa iblis tadi mendekati manusia?

。゚ °Devil Child °゚。

Senyum terukir di wajah Sehun saat melihat tabung besar berisi kekuatan sihir. Ia mengelus permukaan tabung itu lalu memukulnya hingga terdengar suara pecahan kaca.

Sehun memejamkan matanya sembari merasakan kekuatan yang perlahan terserap kedalam tubuhnya. Namja itu terkekeh saat ia selesai menyerap seluruh kekuatan yang telah dikumpulkan oleh bawahannya.

Sehun melirik iblis penjaga yang berdiri tak jauh darinya. Ia mengarahkan tangan kanannya kearah iblis itu yang dengan segera iblis tadi terbakar. Sehun hanya terkekeh melihat pemandangan yang menurutnya lucu, hingga iblis penjaga itu lenyap tanpa tersisa.

Sehun melihat telapak tangannya dan tersenyum miring. “Tak akan ada yang bisa mengalahkanku termasuk Kai sekalipun.”

Namja itu menoleh kebelakang saat pintu dibelakangnya terbuka. “Semua sudah siap. Anda bisa memulainya.” ucap Ayah Tae Hyung yang baru saja memasuki ruangan.

.

Saat ini Sehun duduk dihadapan para petinggi yang setia melayani raja iblis. “Jika kalian tak ingin setiap padaku, kupersilahkan kalian keluar sekarang. Tapi jika kalian tetap disini dan menghianatiku, aku tak segan-segan membunuh kalian.”

Sehun memejamkan mata, menunggu iblis yang memang tak ingin bekerja dengannya. Lima menit kemudia ia kembali membuka matanya dan dilihatnya tak ada satupun iblis yang meninggalkan tempatnya. “Baiklah, ku anggap kalian setia padaku.”

Ayah Tae Hyung memberikan setiap iblis yang ada disana sebuah kertas. “Itu tugas kalian.” ucap Sehun sembari menyeringai.

Iblis-iblis itu membaca tulisan yang ada di kertas, mata mereka terbelak mendapati maksud dan tujuan dari isi kertas itu. “Apakah kita benar-benar akan melakukannya?” tanya salah satu iblis.

“Apakah kau ragu?” “Bukankah kau akan setia padaku?”

“Ta-Tapi..”

Sehun menatap iblis itu tajam dan dalam sekejap mata iblis itu terbakar oleh api milik Sehun. “Apakah ada yang masih ragu?” tanyanya sembari melihat wajah para iblis didepannya.

Mereka terdiam, tak ada yang berani melawan. “Panggil Tae Hyung kemari. Ada pekerjaan khusus untuknya.” perintah Sehun pada ayah Tae Hyung yang langsung dikerjakan.

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha menghampiri Jong In saat ia melihat namja itu sedang berdiri sembari melihat kearah taman. “Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanyanya.

Jong In mengalihkan pandangannya kearah Sung Ha yang berada disampingnya dan kembali mengalihkannya kembali ketaman. Ia terbelak mendapati sosok yang sedang ia pantau telah menghilang, hanya ada anak kecil yang sedang bermain ditaman. “Sial.” umpatnya dan berlari mencari sosok yang telah menghilang.

Ia mengedarkan pandangannya, matanya menangkap sosok hitam yang baru saja berbelok memasuki sebuah gang yang cukup besar. Tanpa pikir panjang ia segera mengejar sosok itu.

Sung Ha melihat Jong In bingung. “Kau mau kemana?!” tanyanya yang sama sekali tak digubris Jong In.

Jong In berlari kearah gang dimana ia melihat sosok hitam tadi. Hilang, tak ada apapun.

Jauh didalam pikiran Jong In ia sama sekali tak mengerti apa yang sedang terjadi. Kenapa makhluk mengerikan tadi bisa berkeliaran di dunia manusia. Dan seharusnya makhluk itu telah tersegel di dunia iblis sejak dulu. Tapi kenapa? Kenapa makhluk mengerikan itu bisa bebas.

Makhluk yang mengerikan baru saja muncul didunia manusia. Jong In berbalik hendak kembali, ia terkejut mendapati sosok makhluk besar yang melayang tepat dihadapannya.

Sayap hitam seperti kelelawar, kedua matanya yang melotot dan tubuhnya yang besar ditambah aura mengerikan yang terpancar dari makhluk itu membuat Jong In memundurkan langkahnya.

Ini pertamakalinya Jong In melihat makhluk yang ia tau bernama Teros. Ada sekitar sepuluh Teros yang tersegel di dunia iblis. Manusia memang tak bisa melihat teros tapi, jika dibiarkan Teros bisa membuat kekacauan.

Jong In mengeluarkan sayapnya bersiap melawan Teros, tapi belum Jong In menyerang, kepala makhluk itu telah terpisah dari tubuhnya. Mata Jong In menangkap sosok yeoja yang berdiri dibalik tubuh Teros. “Sung Ha..” ucap Jong In saat tubuh Teros terjatuh dan memperjelas wajah yeoja itu.

“Kau tidak papa?” tanya Sung Ha berlari mendekati Jong In.

Pedang perak yang ada ditangan Sung Ha perlahan menghilang. “Apa tadi?” tanya Jong In meminta penjelasan terhadap pedang tadi.

“Aku hanya menginginkan pedang dan tiba-tiba muncul begitu saja ditanganku.”

“Aaarrrgghhh..” secara bersamaan Jong In dan Sung Ha menoleh kearah suara erangan.

Mata Sung Ha terbelak mendapati Teros yang baru saja Sung Ha tebas kembali bangkit dan kepala yang awalnya terpisah kembali tumbuh. “Sung Ha pergi dari sini.” perintah Jong In.

Sung Ha masih terdiam, kaki yeoja itu terasa membeku. Makhluk bernama Teros itu menggerang dan menyerang Sung Ha. Dengan sigap Jong In menahan Teros dengan apinya. “CEPAT PERGI!”

“Tapi-”

“PERGI!” Jong In berhasil mendorong Teros dan sedikit menjauhkannya dari Sung Ha. Sung Ha mengeluarkan pedangnya.

“Aku tidak akan meninggalkanmu.” Sung Ha mengarahkan pedangnya kearah Teros.

“SUDAH KU BILANG PERGI! KAU TAK AKAN BISA MENEBASNYA!” Teros itu mengeluarkan api hitam kecoklatan dan melemparkannya kearah Jong In. Dengan sigap namja itu menahannya dengan api birunya.

“PERGI SEKARANG!!”

Sung Ha menatap Jong In tak mengerti, “Aku tid-” Sung Ha tak melanjutkan kata-katanya saat Jong In menatapnya tajam. Dengan berat hati yeoja itu pergi.

Jong In mengarahkan apinya kearah Teros yang tepat mengenai tangan kanan makhluk itu, tapi tangan itu kembali tumbuh setelah terbakar oleh api milik Jong In.

Jong In memukul dan menendang perut Terus bertubi-tubi hingga membentuk lubang-lubang di tubuh Terus, tapi itu tetaplah percuma, tubuh makhluk itu kembali seperti semula.

Jong In terpental dan membentur dinding didekatnya saat Teros berhasil meraih tangannya dan membantingnya.

Jong In bangkit dan menatap tajam Teros. “Mati kau..” dalam sekejap mata, Jong In telah berada dihadapan Teros dan memukulnya. Sedetik kemudian Jong In berada di belakang Teros dan kembali memukul punggung makhluk itu hingga terpental.

“Beraninya makhluk sepertimu menyentuhku..” sedetik kemudian Jong In berada di depan Teros dan mengarahkan tangannya tepat di jantung makhluk itu.

“Mati kau!” kobaran api biru dengan cepat menyambar kearah jantung Teros dan membuat lubang didadanya.

Perlahan tubuh makhluk itu menghilang menjadi abu dan tertiup angin.

Jong In memegangi punggungnya yang sedikit nyeri karena terhantam tadi.

。゚ °Devil Child °゚。

Tubuh Sung Ha dengan mudah tertarik saat seseorang menariknya untuk ikut bersamanya. “Ya! Ada apa ini?!” protes Sung Ha pada namja yang menariknya.

Namja itu melepas tangan Sung Ha dengan kasar. Dan menatap wajah Sung Ha. “Benarkah kau yang bernama Rim Sung Ha?”

Sung Ha menatap wajah namja itu, sepertinya ia pernah melihat namja itu, tapi dimana. “Ne,” jawab Sung Ha.

Namja itu mengeluarkan pistol putih dari sakunya dan mengarahkannya ke kepala Sung Ha. Mata Sung Ha terbelak melihat mulut pistol yang terarah padanya.

“Makhluk sepertimu tak pantas hidup. Kau hanya akan menimbulkan kehancuran.” namja itu menarik pelatuk pistolnya yang membuat peluru keluar dari mulut pintol.

Dengan cepat Sung Ha duduk berjongkok yang membuat peluru itu tak mengenainya. “Ya! Apakah kau mau membunuhku?!”

Namja itu menurunkan bidikannya, masih kearah kepala Sung Ha. “Aku memang akan membunuhmu.”

Namja itu perlahan menarik pelatuknya tapi Sung Ha menggeser tubuhnya sehingga peluru itu tak mengenainya lagi.

“Kenapa kau tiba-tiba ingin membunuhku?!” Sung Ha mendongakan kepalanya menatap wajah namja yang sedari tadi mengarahkan pistol miliknya kearahnya.

“Aku? Aku hanyalah malaikat yang diutus untuk memusnahkanmu dari dunia ini.” namja itu kembali mengarahkan pistol miliknya. “Selamat tinggal..” Sung Ha menutup matanya, takut melihat apa yang akan terjadi padanya.

Dor!

Sung Ha membuka matanya saat merasakan dirinya terangkat oleh seseorang. “Jong In?”

Namja yang awalnya berniat menembak Sung Ha tersentak tak percaya mendapati iblis yang terbang membawa Sung Ha. Ditambah sayap berapi biru yang dimiliki iblis itu. “K-kenapa keluarga kerajaan bisa berada disini?”

Namja itu menurunkan pistolnya dan mengambil ponselnya. Ia mengetik suatu pesan dan mengirimkannya kepada seseorang dikontaknya.

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In menurunkan Sung Ha ditempat yang aman. Sayap namja itu perlahan menghilang. “Sepertinya aku tepat waktu.”

“Ya! Apa-apaan namja tadi?! Kenapa dia tiba-tiba ingin membunuhku?!” Sung Ha melipat tangannya dibawah dada, ia masih tak terima dengan perlakuan namja tadi.

Jong In menjitak kepala Sung Ha. “Itu salahmu karena tak menyembunyikan sayapmu. Dan namja tadi bukanlah manusia, dia malaikat.”

“Tapi kenapa dia..”

“Bukankah sedari awal aku sudah mengatakannya, bukan hanya bangsa iblis yang mengincarmu, tapi bangsa malaikat juga.”

“Jadi maksudmu mereka tau jika aku adalah malaikat setengah iblis?”

“Mungkin..” “Mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku, kemasi barang-barangmu dan bawa kerumahku.”

“Kenapa aku harus tinggal bersamamu?”

“Itu karena terlalu bahaya tinggal sendiri, ditambah Teros yang tadi muncul, dia bisa membunuhmu saat kau tidur.”

“Ya! Jangan menakut-nakutiku!”

。゚ °Devil Child °゚。

“Apa? Dia dibawa iblis keluarga kerajaan?” Minri menghela nafasnya tak percaya. “Bagaimana bisa?” tanyanya pada namja didepannya, Seok Jin.

Seok Jin menaruh sebuah pistol diatas meja. Pistol berwarna putih yang digunakan khusus untuk membunuh malaikat maupun iblis. Tak sembarangan malaikat memiliki pistol itu, hanya malaikat tertentu yang memang ditugaskan untuk mencari ataupun membunuh makhluk sebangsanya.

“Sebaiknya kau cepat melenyapkannya sebelum semua menjadi rumit.” Minri melihat pistol yang tergeletak tepat didepannya.

“Apakah ini tidak terburu-buru? Kita masih punya banyak waktu.”

“Sebaiknya jangan mengulur waktu dan segera selesaikan misi ini. Disini mulai tak aman.”

“Aku ingin meminta bantuanmu,”

“Bantuan?”

“Tolong selidiki namja bernama Kim Jong In, sepertinya dia tau bahwa aku adalah malaikat.”

“Apa maksudmu?”

“Jika dia benar-benar tau diriku adalah malaikat, pasti dia bukan manusia. Namja itu berada dikelas yang sama denganku. Dan setiap pagi namja itu lewat depan rumahku. Besok kuberitau yang mana orangnya.”

“Apakah kau yakin jika dia mengetahuinya?”

“Aku masih ragu, tapi tak ada salahnya menyelidikinya.”

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha masuk kedalam kamar barunya. Pada awalnya dirumah Jong In memang hanya terdapat satu kamar tetapi entah apa yang dilakukan namja itu, sekarang muncul kamar lain dan beberapa bagian rumahpun juga berubah.

Setelah selesai menata barang-barangnya, Sung Ha pergi menuju tempat Jong In berada, sofa tempat mereka biasa bercengkrama.

“Makhluk tadi adalah Teros,” ucap Jong In bersamaan dengan duduknya Sung Ha.

“Teros?” ulang Sung Ha.

“Dia tak bisa ditebas dengan pedang. Satu-satunya cara mengalahkannya adalah membakar habis jantungnya. Walaupun hanya tersisa sedikit, ia masih bisa membuat tubuhnya seperti semula. Dan oleh karena itu Teros telah lama disegel karena tak semua iblis bisa membakar sesuatu hingga tak tersisa.” jelas Jong In panjang lebar.

“Jika Teros telah disegel lalu bagaimana bisa Teros tadi berada disini?”

“Itulah yang tidak ku mengerti. Sepertinya ada yang membuka segel itu.”

“Memang seberapa bahaya Teros itu?”

“Waktu aku kecil, sekumpulan Teros mengamuk diwilayah didekat istana. Dan membunuh banyak iblis. Para penjaga telah dikerahkan tapi pada akhirnya hanya iblis api birulah yang benar-benar bisa memusnahkannya. Dan atas persetujuan raja, Teros akhirnya disegel dan tidak ada yang boleh membukanya.” Jong In bangkit dari duduknya. “Sung Ha, jika kau bertemu Teros, jangan sekali-kali kau melawannya.” ucapnya dan pergi menuju pintu keluar.

“Aku akan segera kembali..” namja itu menghilang dibalik pintu.

Jong In berjalan menyusuri trotoar. Namja itu mengeluarkan sayapnya dan terbang, mencari sembilan Teros yang masih tersisa.

Makhluk itu tak boleh berkeliaran didunia manapun.

Jong In terdiam diatas gedung, merasakan darimana aura yang ia rasakan. Dengan cepat ia meluncur ke asal aura itu muncul, dan benar saja. Sesosok Teros tampak sedang memakan sesuatu di sudut sebuah gang.

Jong In berjalan mendekati Teros yang membelakanginya. Darah? Kenapa ada darah disekeliling Teros duduk?

Teros itu telah selesai memakan makanannya dan berbalik hendak pergi. Jong In terbelak melihat bekas makanan Teros, ada sebuah tangan manusia didekat kaki Teros.

Teros itu melihat Jong In dan menunjukkan gigi-giginya yang tak rata dengan air liur yang menetes. Ia masih lapar, manusia yang baru saja ia makan sama sekali belum bisa membuatnya kenyang.

Teros itu mendekat kearah Jong In dan menyerang namja itu. Jong In berhasil menghindar. Mata Jong In menatap Teros tajam. Tak mau membuang waktu ia segera membakar tubuh Teros itu hingga tak tersisa.

Setelah menyelesaikannya ia segera bergegas pergi mencari Teros lain. Jong In benar-benar harus bekerja ekstra untuk ini ditambah ia baru mengetahui bahwa Teros juga memakan manusia. Jika ini dibiarkan maka umat manusia akan menjadi korban.

Bersambung..

Curhat dikit :

Duhh /sembunyi/ gomenasai >< part yang ini telat karena z ada ujian, dan mian kalau imajinasi z sangat tinggi.. >< bisa ngebayangin setiap gerakan yang dilakukan tokoh engga? Minta komennya ne xp

About fanfictionside

just me

24 thoughts on “FF/ DEVIL CHILD/ EXO-BTS/ pt. 4

  1. Ooow, ternyata sehun lagi maen drama.. Kirain baek beneran..
    Congrats buat sungha karna udah bisa ngendaliin kekuatannya, tapi, sungha sama kai sepupuan kan ya, bisa jadi pacar ngga tuh? Haha
    Next part thor..^^

  2. kerennnnn tpi mash bingung thor. sehun pura2 baik gitu ddpan jongin? rncannya sama ayahnya taehyung apaan? trus teros2 itu jng bilang sehun yg lepasin mereka semua?

  3. Sungha serba salah hidup nya yak! Jadi miris liatnya. Si A pengen ngbunuh dia. Si B juga pengen ngbunuh dia. Sehun musuh dalam selimut euy!! Teros2 itu pasti perbuatan nista si Sehun -_-

  4. Daebak!! >.< wow ffnya keren, dari awal ff ini memang beda.. Lanjut thor! Penasaran sama semuanya :v dan yang pasti endingnya belum kebayang kayak gimana.

  5. waa daebakk
    ff fantasy terkeren yg pernah aku baca :3
    keren thorr
    aku ga tau mesti komen apa :v
    tetap lanjut yaa karen kelanjutannya sangat di tunggu

  6. Waaaahhh.. keren bnget critanya.. bikin aku ikut tegang baca critanya.. aku jdi gak sabar nih nunggu kelanjutan crita ini..

  7. jd bingung sbenernya sehun jd peran antagonis apa protagonis sih? kok smakin ksini dia smakin jhat.. ada ssuatu yg dia rencanakan
    omonaa.. kasian kai dhianati sodara sendiri *poorkai
    trus sungha smakin.kuat aja ya.. pasti dia yg ngalahin sehun! smoga kkkkk~ *mian sehun

  8. wahhhh bnar** keren ..
    maaf baru koment ..
    ceritanya bnar bnar bagus .. imajinasinya bnar** hebat !! genre seperti ini langka dan ini sekali lagi keren …
    .
    sungha tolong di pasangin sma kai .. gak usah peduli sma status ponakan ya …
    lanjut ya thor ..

  9. sedikit bingung di part ini. pertempuran nya keren juga aku bingung knp sehun hanya berpura-pura baik juga, kata ‘bermain drama’ yg dikatakan sehun ngasih clue yg cukup penting. teros ngeri amat. Tapi sehun kejem ya ew

  10. ohh noooo aku kecewa sama sehun aku kira dia baik dan ada dipihak kai eh ternyata dia termasuk musuh kai
    aku masih penasaran sama rencana sehun jadi raja jangan jangan segel teros ada hub nya sama sehun-_-
    dan satu yg masih bikin aku bingung thor di ff ini kan kai jadi iblis api biru kenapa dia baik ga kaya iblis iblis yg lain?? *cumananya
    tapi tenangg aku suka banget sama ff ini ko thor keren banget karena jujur aku termasuk reader yg suka ff bergenre fantasy hehe:D
    dan mian ya thor aku baru bisa komen di part ini keasikan baca soalnya buat kedepannya aku bakal komen terus ko yaksokkae:)
    okedeh berhubung komennya udh panjang segini aja dulu ya thor dan hwaiting terus bikin ffnya ya thor hehe:)

  11. O.O ternyata sungha itu anak dari anak raja iblis dan keponakannya jong in
    Oh iya thor armour itu yeo/namja ??
    Masih bingung sama rencana sehun dia itu memihak kai apa gmn sih?? Sama maksud perkataannya sehun yang “tak akan ada yang bisa mengalahkanku bahkan kai sekalipun” ini maksudnya sehun nanti bakal ngelawan kai atau gmn sih thor ??
    Walupun masih sedikit bingung tapi tetep seru baca critanya dan malah tambah semangat soalnya critanya bikin penasaran dan kayak nuntut buat baca terus hehe..😀
    Keep Hwaiting and Writing Ya Thor ^^

  12. Aiihhh thehun, trnyt dia cuma maen drama -_-
    Mian, baru komen di sini.. Aku trll asik bacanya sampe lupa ninggalin jejak
    Serius dh, aku suka sm ceritanya, kalimatnya juga bagus, mudah di mengerti😀
    Yeaahh, oke lh buat semuanya ^^

  13. Aqu gk nygka trnyata Sehun diem2 jahat bgt,, slma ini dy hnya mnmpakan wjh polos,,,tdk taunya penuh tipu muslihatttttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s