FF/ BECAUSE YOU’RE V/ BTS-BANGTAN/ pt. 3


 

tumblr_n7m75pSMxS1qcc9xzo1_500

Author :Taebo ♔ (author tetap)

Title : Because You’re V

Cast :

  • Kim Taehyung/ V (BTS)
  • Han Seul Na (OC)
  • Kim Seok Jin (BTS)
  • And other cast J

Genre : School Life, AU, Comedy, Romance

Duration : Chaptered /Now. Pt.3/

***

Pt.2

“Kau harus membayar pemecatanku”

 

Sesaat Seul Na memejamkan matanya, menghembuskan nafasnya kasar. Mencoba mencerna kembali apa yang dikatakan V ketika di atap tadi.

“ARGHHHH!!! V! Dimana anak itu?!” teriaknya, mengagetkan ketika orang tadi dan juga Nami.Matanya mencari keseluruh sudut kantin. Seul Na menemukannya! Pria berambut caramel yang ia ingin bunuh sekarang. Orang itu sedang asik mengobrol dengan pura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi. V melihat tatapan menusuk milik Seul Na, dia terkekeh pelan, lidahnya ia keluarkan mencoba meledek Seul Na yang masih menahan amarahnya kemudian kembali dengan obrolannya itu. Benar-benar membuat amarah Seul Na mencapai ubun-ubun. Harusnya ia bunuh saja tadi ketika di atap, menyembunyikan mayatnya di sana sampai membusuk. Begitulah isi pikiran Seul Na saat ini.

“KIM TAE HYUNG! ARGHHHHH”

***

Pt.3

 

Pagi sekali Seul Na sudah menampaki kakinya di kelas.Bukan tanpa alasan, hari ini adalah jadwal piketnya.Ya jadwal piket yang hanya di kerjakan oleh dirinya sendiri, teman yang lainnya yang satu kelompok dengannya enggan untuk membantunya, alasan nya sederhana saja, mereka malas bangun pagi.

Berkali-kali Seul Na bergerak kesana kemari menyapu lantai yang terlihat sangat kotor lalu melanjutkannya dengan mengepel lantainya. Tentu saja dengan bermalas malasan, ia hanya tak ingin di pandang malas oleh guru-gurunya yang selama ini menganggapnya sebagai murid yang berprestasi. Oh ayolah! Seul Na juga seorang remaja yang pasti ingin bermalasan bangun pagi.

Seusai selesai dengan lantai, Seul Na mleanjutkan dengan mengelap kaca, membersihkan lemari simpan yang berdebu tempat menaruh buku pelajaran dan beberapa peralatan pembersih, sampai yang terakhir tugas paling ia tidak suka. Apalagi kalau bukan beradu dengan banyaknya sarang laba-laba di sudut-sudut atas kelasnya.

“Aishh, kemana kemoceng itu.Anak-anak itu benar-benar tidak menaruhnya dengan rapih” ucap Seul Na yang kesal saat dirinya mencoba mencari satu kemoceng yang biasa dia pakai di lemari kelasnya.

Baru saja Seul Na hendak beranjak dari tempatnya, suara ketukan pintu kelas membuatnya membeku ditempat. Siapa yang datang di jam 6 seperti ini? Pikirnya. Khayalan tentang makhluk halus yang bergentayangan dan mengetuk pintu itu mulai menjalar di pikiran Seul Na. namun perlahan suara ketukan itu menghilang dan digantikan dengan suara gagang pintu yang berputar, menampakan satu manusia yang err…

“Kau!” teriak Seul Na pada pria yang baru saja masuk kelasnya tanpa izin.

“Aku hanya ingin meminjam sapu, hari ini jadwal piketku juga.Tapi Kelasku tak punya alat-alat pembersih.Miskin sekali. Boleh aku meminjam dari sini?” tanyanya dengan nada suara yang terpaksa diimutkan beda dengan raut wajahnya yang terlihat sangat dingin.

“Tidak boleh.”Sahut Seul Na cepat.

“Pelit sekali. Baiklah”

“Tapi pinjami aku kemoceng” Seul Na mendekati orang itu yang hendak melangkahkan kakinya keluar kelas.

“Sudah kubilang kan, kelasku tak punya alat kebersihan” orang itu kini berbalik menghadap Seul Na.

“Aishh..kau! Setidaknya meminta maaf denganku dengan perbuatanmu kemarin, Kim Taehyung!” teriak Seul Na pada orang itu –Kim Taehyung- yang dimaksud hanya menampakkan raut wajah datar.

“Kemarin?Uh, aku rasa aku amnesia.Permisi, aku pinjam ini oke” ucap Taehyung lalu buru-buru mengambil satu sapu dari leamari yang masih terbuka kemudian segera berlari meninggalkan kelas, membuat Seul Na harus berkali kali lipat sabar menghadapi sosok Kim Taehyung.

***

“Hari ini mau kemana?” ucap Taehyung saat mengahmpiri gadisnya di depan pintu gerbang sekolah usai pulang sekolah. Senyumnya terlalu manis jika ia menampakkannya pada Lee Seo Young. Perlahan, jari jemarinya ia tautkan erat di tangan Seo Young. Seo Young hanya tersenyum tipis melihat tingkah kekasihnya itu. Terlalu manis jika diperhatikan.

“Emm..bagaimana kalau ke taman bunga sakura saja?” Tanya Taehyung lagi, setelah menatap cukup lama kekasihnya itu.Tanpa berpikir panjang, Seo Young hanya mengangguk setuju. Lalu Taehyung dan Seo Young beranjak pergi dari sana, memulai aktivitas berkencannya untuk yang sekian kalinya.

Takdir yang menyuruhnya untuk bisa satu sekolah dengan orang yang mampu membuatnya tersenyum kembali, setelah peristiwa yang menimpa keluarganya.Empat tahun yang lalu ketika pesawat tujuan ke Jepang tergelincir di pinggiran bandara dekat laut yang menghanguskan seluruh penumpangnya termasuk ibunya.Usai kejadian itu, Taehyung menjadi sosok yang lebih suka berdiam diri dan menjauh dari orang sekitar. Di tambah ayahnya yang menikah lagi dengan wanita lain berselang sebulan ibu Taehyung meninggal, manambah buruknya psikologis Kim Taehyung. Dia menjadi lebih dingin, namun Seo Young yang hadir ketika ia berada di awal sekolah menengah, mengubah sedikit hidupnya yang terasa hampa itu.

“Mesra sekali” ucap Seul Na yang ternyata sedari tadi memerhatikan dua insan tadi.

“Siapa yang mesra?”Tanya Jin yang tiba-tiba datang menghampiri.

“Ah, tidak.Hanya melihat sepasang murid yang bergandengan tangan, bagiku itu mesra. Hehe” Alasan konyol! Seul Na menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu, malu dengan apa yang ia katakan tak sengaja itu. Jujur saja di iri dengan apa yang ia lihat barusan.

“Seperti ini” tiba-tiba saja Jin menggandeng tangan Seul Na dengan cepat.Membuat gadis itu terlonjak kaget.

“Mesra bukan?atau mau kupeluk agar lebih terlihat mesra?” ucap Jin, dan sedetik kemudian tangannya merengkuh tubuh Seul Na agar mendekap ke pelukannya. Seul Na yang mendapati perlakuan seperti ini hanya diam tak bergerak seperti ada paku yang membuatnya diam. Semburat merah muncul di permukaan pipinya.

“Jin…”

“Ehemmm…” satu suara berat seseorang menyadarkan keduanya.

“Ah si botak itu lagi” gerutu Jin ketika melihat sosok kepala sekolah memergokinya.

“Dilarang bertingkah tidak sepantasnya di lingkungan sekolah” lanjut kepala sekolah dengan nada suara yang sedikit di tekankan pada setiap katanya, menyindir keduanya yang memang melanggar salah satu aturan sekolah.

“Kim Seok Jin, kutugaskan kau untuk –“

Belum selesai kepala sekolah berbicara, Jin dan Seul Na sudah lebih dulu berlari meninggalkan Kepala Sekolah Kim yang pasti akan memberikan mereka hukuman hingga malam nanti.

***

Menemani sang kekasih bercengkrama nampaknya memang hal yang paling menyenangkan untuk V. Biasanya mereka mngunjungi taman di tengah-tengah kota, berbagai pohon rindang menghiasi suasananya. Tempat duduk yang terpapar rapi di tata letak yang pas membuat V dan kekasihnya Seoyoung betah untuk berlama-lama disana bahkan hingga waktu malam tiba mereka masih asik bercengkrama satu sama lain.

“Kau mau apa di hari jadi kita nanti?”Tanya V memandang Seoyung yang asik dengan permainan di smarphonenya.

“Yak! Yak..ahh, kau ini… lihat kan, aku kalah. Burung terbang ini benar-benar susah mencetak rekor terbanyak” jawab Seoyoung dengan nada yang kesal yang dibuat-buatnya.

“Ck… sudah kubilang jangan bermain dengan permainan bodoh itu. Kau akan gila nanti”

“Aku tidak peduli. Oh ya, tadi kau bicara apa padaku?” Seoyoung meletakkan handphonenya lalu kemudian menghadap V disampingnya.

“Aku bertanya padamu, kau mau apa di hari jadi kita yang ke 2 tahun ini hmm?” Tanya V sekali lagi mengulangi pertanyaan sebelumnya.Berharap langsung mendapat respon, namun Seoyoung hanya diam beberapa saat sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya dari V.

“Apa harus aku meminta sesuatu?” tanyannya dengan perubahan raut wajah yang sedih.

“Tentu saja, kau ini kan pacarku” tangan V merangkul mesra Seoyoung yang masih kukuh dengan posisinya yang enggan menatap V.

“Jangan menjadi dingin dan aneh pada orang lain” jawab Seyoung pada akhirnya.

“Permintaan macam apa itu?”V melepaskan rangkulannya dan menatap Seoyoung dengan heran.

“Permintaan dariku” jawab Seoyoung seraya tersenyum pernuh arti.

“Apa kau tak mau ratusan bunga mawar?Coklat?Boneka?Cincin pasangan?Atau yang lainnya?”Tanya V untuk sekian kalinya, Seyoung hanya menggeleng pelan.

“itu kau sudah berikan semuanya di hari jadi tahun lalu bodoh” Seoyoung menjitak pelan kepala V.

“Heyy baiklah, kau tak usah memukul kepalaku.Uh, Seyoungie gwaenchana?” heran dengan perubahan wajah Seoyoung yang memucat membuat V mengernyitkan dahinya.

“Ahh..aku sedikit pusing dan…” Seoyoung tiba-tiba saja memuntahkan sedikit isi perutnya.

“Kau sakit?”

“Tidak, pulanglah. Aku akan meminta jemput Nam ahjushi”

***

“Eomma…” panggil Seoyoung ketika sampai dirumahnya.Ia masih terus memegang perutnya yang terasa mual seminggu ini.

“Oh kau sudah pulang” Nyonya Lee menghampiri puterinya di ruang tamu.

“Ne” jawab Seoyoung lemah.

“Seoyoung-a… bisa kau jelaskan ini?” ucap Nyonya Lee dengan tiba-tiba melempar dengan kasar sebuah benda aneh, yang terasa sensitive untuk para wanita. Itu Test Pack!

“A.. i.. itu, a.. bagaimana eomma menemukannya” Seoyoung terbata-bata mencoba menjelaskan pada eommanya apa yang sebenarnya terjadi.

“Ibu menemukannya di tempat sampah kamrmu apa ini perbuatan Taehyung?”

“Bukan”

“Lalu apa?Kukira kau sudah menjauhi kehidupan gilamu!”

“Orang itu dia mendatangiku dengan paksa eomma.Dia memaksaku” ucap SeoYoung bebarengan dengan suara tangisannya.Ia bingung harus menjelaskan apa pada eommanya itu. Selama ini eommanya memang mempercayainya untuk tidak bergaul lagi di kehidupan malamnya dengan mengizinkan Taehyung berpacaran dengan Seoyoung.

“Kapan?”Tanya Nyonya Lee dengan suaranya yang tercekat, enggan menunjukkan bahwa sebenarnya diapun ingin memeluk anak yang disayanginya saat ini.

“Dua bulan yang lalu, saat aku sedang tidak bisa mengendalikan diriku. Kupikir aku akan gila saat eomma dan appa selalu bertengkar tiap malam” Tangis Soyoung semakin menjadi ketika ingatan dua bulan yang lalunya harus ia buka kembali.

Hari itu dengan seorang pria bernama, Jang Hyun Seob.Mantan kekasih Soyoung sebelum Taehyung singgah di kehidupannya.

“Maaf… aku kira aku bisa memberitahu ini pada Taehyung, tapi dia begitu baik aku tidak tega dia hidup bersama wanita kotor sepertiku”

“Yaa..itu lebih baik, jangan menghubunginya lagi. Dan… mulai besok kau tak usah pergi kesekolah. Eomma akan memberitahu kepala sekolah tentang ini, tuan Park pasti akan mengerti dengan baik. Sudahlah” Nyonya Lee yang tak kuat dengan penderitaaan anaknya, lantas memeluknya dengan hangat.Inginnya membenci puterinya, namun kasih sayang seorang ibu yang tak terbendung mengalahkan egonya yang sempat menghalanginya beberapa lama.

***

Seul Na sangat kesal hari ini, pasalnya semenjak kejadian kemarin ia belum menemukan Jin dimanapun. Bahkan hari ini pun ia tak masuk sekolah. Bekali-kali ia menghubunginya, hanya suara operator telepon yang menjawab panggilannya. Seul Na sepertinya mulai gila dengan statusnya bersama Jin.Kekasih?Sejak kapan Jin menyatakan cinta padanya.Teman?Terlalu naif jika hanya dibilang itu status pertemanan, mereka terlalu mesra.Pikirnya.

“Aishhh..aku bisa gila” Seul Na mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar di bangkunya. Lelah dengan Handphonenya yang tak menunjukan nama Jin di panggilan masuk atau pun pesan singkat dari nya.

“Jun Go!” panggil Seul Na pada temannya yang hendak keluar kelas.

“Ne?”

“Bisakah kau belikan aku air putih?” teriaknya pada Jun Go

“Aishh..kau malas sekali. Baiklah” Jawab Jung Go kemudian lekas pergi menuju kantin.

Tak beselang lama, sekelompok pria yang menyergapnya dikantin beberapa waktu lalu mendatanginya.Membuat Seul Na heran bercampur takut.Apa lagi yang dilakukan anak itu? Pikirnya. Sudah cukup ketika rahasia terbesarnya dengan menjadi stalker para pria itu terbongkar hanya karena Seseorang seperti V.

“Mau apa kalian?”Tanya Seul Na malas.

“Aigoo..noona galak sekali, kami hanya ingin bermain dengan noona” ucap Jungkook adik kelasnya. Dengan bersandar di bangku tepat di depan Seul Na.

“Bermain?Aku ini bukan teman mu” jawab seul Na masih dengan nada malas.

“Mulai hari ini kita teman” sahut Ray.

“Kupkir itu tidak masalah jika kau mengagumi kami.Hahha” Rome menanggapi, sunbae dengan badan ideal itu kemudian merangkul Seul Na dengan semangatnya.

“Hey! Kau ini! Jangan macam-macam denganku.Atau akan kuadukan dengan Jin” teriak Seul Na sembari melepas rangkulan Rome.

“Jin?” Tanya mereka dengan heran.

“Iya Jin. Kim Seok Jin. Bukannya kalian juga tahu kalau dia juga salah satu diantara listku” jawab Seul Na sambil tersenyum mengejek.

“Apa dia dekat denganmu noona?”Tanya Jungkook diakhiri mulutnya yang mengangga.

“Tutup mulutmu itu!Menjijikan.Iyaa… belakangan ini kami begitu dekat.Wae?”

“Kalian sudah berpacaran?” Kali ini Ray yang menanyakan hal yang berbeda namun dengan subjek yang sama.

“Ahh… kurasa itu… Hey! Kalian kenapa bertanya tentang privasiku dengan Jin?!!! Pergi! Atau kutendang bokong kalian satu persatu!”Seul Na bangkit dari duduknya kemudian dengan kasar meyuruh Mereka semua untuk pergi.Melihat Seul Na yang berapi-api Rome, Ray, dan Jungkook lantas lari dari amukan Seul Na.

“Kuberitahu kau Noona!Hati-hati dengannya!” teriak Jungkook saat sudah menjauh dari ruang kelas Seul Na. Seul Na yang mendegarnya langsung terdiam dan berfikir.

Sesaat Seul Na kembali memikirkan celetukan Jungkook tadi.Apa dia berbahaya? Pikirnya.Namuan lamunan itu terhenti saat Jun Go yang baru saja kembali dari kantin menghampirinya sambil memberikannya sebotol air putih pada pesanannya.

“Yak! Han Seul Na! apa kau sudah dengar?” seru Jun Go saat menghampiri meja Seul Na.

“Dengar apa?”

“Apa kau tahu, semua kelas saat ini sedang membicarakan seorang siswa yang keluar” jawab Jun Go dengar wajah seriusnya.Seul Na yang tak peduli hanya meneguk minumannya, lalu kembali menatap luar jendela seperti biasanya.

“lalu?” lanjut Seul Na acuh tak acuh

“Aishh kau ini! Yang kudengar, orang itu…” Jun Go menghentikan perkataannya, sedikit enggan mengeluarkan satu kata yang bisa saja itu terlalu sensitive untuk disebar luaskan.

“Yakk!Kau ini.Kalau tak ingin memberitahu tak usah berbicara bodoh!” omel Seul Na pada Jun Go.

“Baiklah, bisa kau berikan telingamu sebentar?”

***

Han Seul Na nampaknya butuh udara segar, pelajaran fisika kali ini benar-benar membuatnya gila. Test seperti apa yang hanya di beri waktu setengah jam untuk menjawab 20 soal?

Seul Na terus menerusuri jalan lorong atas kelas, kembali ke tempat club tenis berada. Atap sekolah yang terletak disana, sepertinya jadi tempat ternyaman untuknya saat ini. Fisika yang memusingkan, ditambah lagi Celetukan Jungkook yang membuatnya bertanya-tanya apa yang dimaksudnya belum lagi informasi dari Jun Go yang membuatnya cukup merasakan kaget yang luar biasa.

“Anak itu bagaimana nasibnya?” pikirnya sekali lagi. Kakinya menelisik masuk kedalam pintu kecil yang beberapa waktu ia menemukan ‘anak itu’. Hatinya berkata untuk menemuinya, entahlah ia merasa ia berhak mengetahui hal ini dari sumbernya langsung. Beberapa hari ini ia merasa mulai mengerti kenapa V menjadi dingin di beberapa sisi, dan disisi lainnya ia begitu hangat. Satu orang dari sekian banyak orang yang dekat dengannya, hanya Seo Young yang mengubah dirinya sedikit demi sedikit. Seorang Stalker seperti Han Seul Na tentu mencari tahu dengan detail masalah tentang V dan kekasihnya itu.

Kembali lagi, ia menemukannya. Seul Na menemukannya dengan posisi sama seperti pertama kali bertemu di atap sekolah ini. Berbaring dengan batu bata sebagai alas kepalanya dan sebuah topi yang menutupi sebagian wajahnya.

Seul Na mendekati orang itu dengan perlahan, hendak membangunnkannya.Namun nampaknya ‘orang itu sudah merasakan kedatangannya terlebih dahulu.

“Mau apa? Mau bertanya juga tentang kekasihku seperti yang lainnya yang terlalu ingin tahu itu?” ujar V tiba-tiba, ia bangkit dari posisinya lalu meghadap Seul Na yang memandanganya dengan aneh.

“Hmm” Seul Na mengangguk. Toh, memang itu yang ingin ia tanyakan.

“Pergi!” Teriak V, membuat Seul Na mundur selangkah dari posisinya.

“Apa dia menghilang sekarang?” seakan tak takut dengan gertakan V, Seul Na semakin gigih menanyakan masalah ini.

“Untuk apa kau peduli! Pergi! Kubilang pergi, Han Seul Na!!!”Teriaknya sekali lagi, kali ini dengan mata yang melotot tajam dan bahunya yang terlihat turun naik.Cukup menandakan keadaan V saat ini yang tidak baik.

“Apa kau belum tahu tentang ini sebelumnya Kim Taehyung?! Bodoh!”Seul Na membalas teriakannya dengan mata yang berkaca-kaca.Takut?Tentu saja, siapa yang tak takut melihat V dalam keadaan yang seperti ini, begitu menyeramkan namun terlihat tak berdaya.

“Kau Bodoh! Jika kau mencintainya lebih dalam, seharusnya kau tahu apa yang dia sembunyikan. Saat ini apa kau benar-benar kekasihnya? Kalian sama-sama bodoh, tidak ada keterbukaan satu sama lain!” sentak Seul Na sekali lagi, lalu berlalu pergi bergitu saja meninggalkan V yang hanya diam dengan posisinya. Matanya merah menahan air mata yang ingin mencuat kepermukaan.

Sepeninggal Seul Na, ia menjatuhkan tubuhnya sendiri begitu saja ke tanah. Untuk saat ini, v benar-benar tidak tahu mencari kemana lagi Seo Youngnya.Nomor telepon bahkan rumahnya sudah tak terisi penghuninya.

“Kau benar Han Seul Na. Aku terlalu bodoh untuk mencintainya” gumamnya pelan, butir-butir air itu keluar perlahan seiring dengan meredanya emosi yang ada.

***

Anyeong~~~ huaaaa udah lama gak post disini :3

Maaf yang udah lama nunggu next part ini, author lagi sibuk buat UN sama Ujian Kejuruan Januari nanti *curcol*. Mungkin ini postan terakhir sebelum aku vakum buat focus ke sekolah L tapi nanti di lanjutin kok J ciyussssss hahahaha ditunggu aja~

Gimana untuk part ini?Membosankan atau bagaimana? Atau mungkin mengejutkan #halahhh -_-“

Ada yang bias tebak akhirnya gimana? Hehehe..oke pay pay.. ditunggu komenannya.

Kritik dan saran yawww… ^^

About fanfictionside

just me

16 thoughts on “FF/ BECAUSE YOU’RE V/ BTS-BANGTAN/ pt. 3

  1. Authornim, ini rsanya pendek!!
    Author mau hiatus?? Yah~ lama lg dong lnjutinnyaT_T
    Endingnya, pokoknya seul na sama V kan!!😄
    Nexttttt klo bisa dicepetin yah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s