FF oneshot/ THE FIRST AND LAST LOVE…!!!/BTS-BANGTAN


Tittle: The First and Last Love…!!!

Author: Lisa Kim @LisaKim0403 or @Parklisha

Genre: Sad, Hurt, Romance, AU

Main Cast:

  • Min Yoongi (BTS)
  • Shin Ah Yeon (OC)

Special Cast:

  • Kim Seokjin (BTS)

Rating: PG-13

Length: OneShoot

tfall

Poster by l.joo//bekey @ ArtFantasy

Disclaimer

FF ini murni hasil karya aku. OC’s dan Semua yang ada dalam FF ini milik aku kecuali Cast.

Maaf kalau banyak Typo.hhe

Happy Reading ^_^

Summary:

“The First and Last Love…!!!”

###

Semuanya Author Pov

.

.

.

.

“Eonni-ya?”

Min Ah Yeon, yang kala itu tengah serius memperhatikan seorang anak lelaki kecil, yang sedang asik merakit mobil-mobilannya teralihkan, ketika seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun tiba-tiba memanggilnya ‘Eonni’ dan gadis kecil itu langsung mendudukan dirinya di samping Ah Yeon yang kala itu sedang duduk dibangku taman disebuah rumah besar milik orangtua mereka.

“Ada apa Min Ah Jung?” Jawab Ah Yeon sembari tersenyum manis kearah gadis kecil yang ternyata bernama Min Ah Jung itu.

“Eonni, Cinta pertama itu apa?” Tanya Ah Jung polos dan hal itu membuat Ah Yeon membulatkan matanya menatap Ah Jung.

kenapa pertanyaan seperti itu bisa terlontar dari mulut gadis kecil seperti Ah Jung? hal itulah yang sedang dipertanyakan dalam benak Ah Yeon saat ini.

“Kenapa kau tiba-tiba bisa bertanya seperti itu, Ah Jung-ah?”

“Appa bilang cinta pertama Appa itu Eomma dan Eomma juga bilang cinta pertama Eomma itu Appa. Memangnya cinta pertama itu apa Eonni?” Tanya Ah Jung lagi, masih dengan tatapan polosnya.

Ah Yeon tertegun ketika mendengar jawaban dari mulut mungil adik perempuanya itu.Untuk beberapa saat Ah Yeon hanya diam sembari menatap Ah Jung lekat dan dirinya merasa ragu untuk menjawab pertanyaan dari Ah Jung. Namun, karena melihat tatapan Ah Jung yang seperti menuntut jawaban darinya Ah Yeon pun akhirnya membuka suaranya.

“Cinta pertama itu adalah sebuah rasa yang baru pertama kali kita rasakan, dimana kau bisa merasa mencintai dan dicintai seseorang untuk pertama kalinya dalam hidupmu. disaat kau belum sepenuhnya mengerti arti Cinta dan orang itulah yang akan membuatmu mengerti arti cinta sesungguhnya,” Jelas Ah Yeon dan memang hanya penjelasan itulah yang dapat Ah Yeon berikan pada Ah Jung, karena itulah arti Cinta Pertama baginya. “kau akan merasakannya sendiri saat kau dewasa nanti, Ah Jung-ah,” lanjut Ah Yeon, sementara Ah Jung hanya mengangguk mengerti.

“Jadi maksud Eonni Appa adalah Namja pertama yang dicintai Eomma dan begitu juga sebaliknya?”

“Emm, bisa dibilang seperti itu,”

“Lalu, apa cinta pertama Eonni itu Jin Oppa?”

Ah Yeon kembali tertegun mendengar pertanyaan polos Ah Jung. untuk beberapa saat Ah Yeon hanya menatap Ah Jung dengan tatapan yang sulit diartikan oleh gadis kecil seperti Ah Jung. sampai akhirnya Ah Yeon menggelengkan kepalanya lemah sembari tersenyum kecil, itu sebagai jawaban atas pertanyaan Ah Jung tadi.

“Kalau bukan Jin Oppa, lalu kenapa Eonni menikah dengan Jin Oppa? bukankah seharusnya Eonni menikah dengan cinta pertama Eonni, seperti Appa dan Eomma?” Tanya Ah Jung masih dengan wajah polosnya.

“Tidak selamanya cinta pertama itu berakhir bahagia, Min Ah Jung!” Jawab Ah Yeon masih dengan senyum kecil yang nampak dipaksakan. “Eonni tidak seberuntung Appa dan Eomma yang bisa hidup bersama dengan cinta pertamanya,” Lanjut Ah Yeon dan entah mengapa pancaran mata Ah Yeon nampak mencerminkan kesedihan.

Yaa… Min Ah Yeon memang tidak seberuntung orangtuanya yang bisa menikah dengan Cinta Pertamanya dan hidup bahagia sampai dengan saat ini. dan bahkan tepat malam ini kedua orangtuanya itu akan merayakan ulangtahun pernikahan mereka yang ke 8 dan itulah sebabnya kenapa Ah Yeon bisa berada di rumah orangtuanya saat ini.

“Emm, Eonni. apa Eonni masih mencintai cinta pertama Eonni itu?” Tanya Ah Jung lagi.

Ah Yeon kembali tertegun mendengar pertanyaan dari adiknya. Pikirannya kembali teringat akan cinta pertamanya itu, cinta pertama yang harus berakhir menyakitkan baginya.

“Emm, Mungkin,” Jawab Ah Yeon. Entah mengapa hanya jawaban itu yang mampu keluar dari mulutnya.

Bukankah Cinta Pertama memang sulit dilupakan? walaupun kita sudah bersama dengan orang lain, Cinta pertama pasti akan selalu mendapat tempat dihati kita, bukan? yaa mungkin seperti itulah yang sekarang sedang Ah Yeon rasakan.

“Jika Eonni memang masih mencintai Cinta Pertama Eonni, lalu kenapa Eonni tidak menikah dengan Cinta pertama Eonni itu?” Tanya Ah Jung lagi. Gadis kecil ini benar-benar tipe anak kecil yang selalu merasa ingin tahu.

Untuk beberapa detik Ah Yeon hanya menatap Ah Jung dalam.

“Ada satu hal yang membuat Eonni tidak bisa bersama dengan Cinta pertama Eonni. Yaa… ada satu hal yang membuat kami terpaksa harus mengakhiri cinta kami itu,” Jawab Ah Yeon akhirnya, masih dengan pancaran kesedihan dari matanya.

“Satu hal itu apa Eonni?” Tanya Ah Jung lagi. nampaknya gadis kecil itu benar-benar sangat penasaran.

Hening…

Ah Yeon hanya memandang Ah Jung lekat tanpa berniat menjawab pertanyaan dari gadis kecil yang duduk disampingnya itu. sampai akhirnya seseorang memecahkan keheningan diantara mereka.

“Cinta itu harus berakhir karena kau! Cinta itu harus berakhir karena kehadiranmu, Min Ah Jung!”

Ah Yeon dan Ah Jung yang mendengar seorang namja tiba-tiba bersuara dengan cepat menolehkan kepala mereka mencari sumber suara.

“Min Yoongi,” Ucap Ah Yeon. Gadis itu membulatkan matanya tak percaya ketika matanya sudah dapat melihat namja yang baru saja bersuara, yang kala itu tengah berdiri tak jauh dari bangku taman yang di duduki oleh Ah Yeon dan Ah Jung.

“Lama tak Jumpa, Shin Ah Yeon!” Ucap Namja yang ternyata bernama Min Yoongi itu sembari menyunggingkan senyum kakunya pada Ah Yeon.

Ah Yeon yang melihat dan mendengar hal itu dari mulut Yoongi segera menatap Ah Jung. Ah Yeon merasa takut Ah Jung akan merasa bingung ketika melihat seorang namja yang gadis kecil itu kenali sebagai Oppanya itu tiba-tiba berkata seperti itu padanya. terlebih lagi Yoongi masih saja memanggil Ah Yeon dengan marga Shin dan bukan Min.

“Ah Jung-ah, bisa kau ajak Jinsoo bermain di ruang tengah?” ucap Ah Yeon dan beruntung Ah Jung langsung mengangguk mengiyakannya. baguslah Ah Jung mengerti dan tidak bertanya lagi. “Jinsoo-ya, kau main bersama Ah Jung Yimo dulu ne,” ucap Ah Yeon lagi sembari mengelus lembut rambut anak lelaki berusia sekitar 4 tahun yang sedari tadi sibuk merakit mobil-mobilannya.

“Ne, Eomma,” balas Jinsoo lalu segera meraih uluran tangan Ah Jung yang sudah akan membawa Jinsoo ke ruang tengah.

Yoongi tersenyum kecut ketika melihat Jinsoo dan Ah Jung yang baru saja akan melewati dirinya untuk menuju ruang tengah. bahkan namja itu sempat mengelus lembut rambut Jinsoo sebelum akhirnya Jinsoo dan Ah Jung berlalu melewati dirinya.

“Yoongi-ya, kenapa kau berkata seperti itu pada Ah Jung?” Ah Yeon segera memulai pembicaraan dengan Yoongi ketika dia benar-benar sudah memastikan Ah Jung dan Jinsoo sudah benar-benar berada diruang tengah dan tidak bisa mendengar percakapannya bersama Min Yoongi saat ini.

“Emm, bukankah memang benar seperti itu Shin Ah Yeon-ssi?” Jawab Yoongi lalu segera mendudukan dirinya disamping Ah Yeon, tempat yang diduduki Ah Jung tadi.

Ah Yeon menghelan nafasnya pelan ketika mendengar jawaban dari namja disampingnya itu. “Yoongi-ya, sampai kapan kau akan terus bersikap seperti ini? ini sudah 8 tahun berlalu dan kau masih mau bersikap seperti ini? tak bisakah kau mulai memanggilku Min Ah Yeon? aku benar-benar tidak ingin Ah Jung merasa bingung dengan sikapmu itu!”

“Maaf,” hanya kata itulah yang mampu Yoongi ucapkan dan hal itu benar-benar membuat Ah Yeon kembali menghelan nafasnya dalam.

“Kenapa kau baru kembali sekarang?” Tanya Ah Yeon. Mengingat Yoongi memang sudah 8 tahun ini memilih tinggal di Amerika dan sudah lebih dari 3 tahun ini Yoongi memang tidak pernah berkunjung ke Korea, Negara kelahirannya. Itulah sebabnya kenapa Ah Yeon merasa sangat terkejut ketika melihat kehadiran Yoongi saat ini.

“Apa kau sudah bertemu Appa dan Eomma?” Tanya Ah Yeon lagi ketika Yoongi masih diam sibuk dengan pikiranya sendiri.

“Emm, sudah. dan mereka nampak semakin bahagia,” jawab Yoongi dan di akhiri dengan senyum kecutnya. “Tidak terasa pernikahan mereka sudah berjalan sangat bahagia selama 8 tahun ini,” Lanjutnya masih dengan senyum kecutnya.

“Apa kau masih menyalahkan mereka atas semua ini?”

“Entahlah,” jawab Yoongi masih dengan senyum kecutnya dan hal itu membuat Ah Yeon lagi-lagi menghelan nafasnya dalam.

“Yoongi-ya, jebal jangan seperti ini!” ucap Ah Yeon yang hanya mendapat senyuman kecut dari Yoongi. “Jika memang kau belum bisa memaafkan Appa dan Eomma, setidaknya kau harus mencoba menerima kehadiran Min Ah Jung. walau bagaimanapun dia tetap Adikmu, Min Yoongi! Min Ah Jung adik kita!” ucap Ah Yeon sedikit menekankan suaranya pada kalimat terakhir dan Lagi-lagi Yoongi hanya memberikan senyum kecutnya pada Ah Yeon.

Entah apalagi yang harus di ucapkan Ah Yeon pada Yoongi saat ini. Karena sesungguhnya Ah Yeon pun benar-benar merasa sangat sesak saat ini. Sesak menerima kenyataan seperti ini dan tidak bisa ia pungkiri hatinya masih terasa sakit melihat sikap Yoongi yang masih sama seperti 8 tahun lalu.

Hening….

Baik Ah Yeon maupun Yoongi saat ini lebih memilih untuk diam dan sibuk dengan pikiran mereka masih-masing!

Flashback

8 Tahun Lalu…

“Siapa yang kau cintai, Aku atau Kim Seokjin?” Tanya Min Yoongi pada seorang Gadis manis yang kala itu tengah sibuk dengan buku catatannya.

Gadis itu mendengus kesal dengan ulah Yoongi yang terus saja mengganggu pikirannya dengan pertanyaan yang terus saja terlontar dari mulut namja manis dihadapannya saat ini. Namun gadis itu sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan dari Yoongi, dirinya lebih memilih tetap fokus pada buku catatannya tanpa sedikitpun menoleh pada lawan bicaranya.

“YYA! SHIN AH YEON! JAWAB AKU! SIAPA YANG SEBENARNYA KAU CINTAI, AKU ATAU KIM SEOKJIN!!!?” Min Yoongi yang hanya melihat gadis dihadapannya itu terus diam mulai kesal dan tanpa sadar Yoongi mulai berteriak.

Shin Ah Yeon, gadis itu menggigit bibir bawahnya ketika mendengar Yoongi berteriak padanya. namun Ah Yeon masih enggan untuk menatap lawan bicaranya itu.

“Yeon-ah, jebal jawab aku!” lirih Yoongi setelah ia bisa mengkontrol emosinya.

Diam…

Ah Yeon masih diam. Gadis itu masih memikirkan jawaban apa yang sebaiknya ia berikan pada Yoongi.

sedangkan Yoongi yang lagi-lagi melihat Ah Yeon, gadis yang amat sangat dicintainya itu masih diam hanya bisa mengacak rambutnya kasar. dirinya benar-benar sudah sangat lelah selalu mengulangi pertanyaan yang sama pada Ah Yeon dan selalu tidak pernah mendapat jawaban dari gadis itu.

“Yoongi-ya, sampai kapan kau akan bersikap seperti ini?” Tanya Ah Yeon akhirnya, namun gadis itu masih enggan untuk menatap lawan bicaranya, Yoongi.

Yoongi menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan dari Ah Yeon. “Sampai kau benar-benar menjawab pertanyaanku, Shin Ah Yeon!” Jawab Yoongi. “Siapa yang kau cintai, Yeon-ah? Aku atau Kim Seokjin?” Tanya Yoongi dengan penekanan pada setiap katanya. Namja itu mencoba untuk melihat mata Ah Yeon, namun Ah Yeon terus saja menundukan kepalanya dalam.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

6 detik

7 detik

8 detik

9 detik

10 detik

Ah Yeon masih diam seribu bahasa, dan tentu saja hal itu membuat Yoongi sangat kesal. sampai akhirnya…

Brakkkkkkkkkkkkkkkk…..

Yoongi dengan kasar menggebrak meja yang kala itu ditempati oleh Ah Yeon dan hal itu membuat Ah Yeon terperanjat kaget dan refleks menutup kedua matanya sembari menggigit bibir bawahnya kuat. Gadis itu benar-benar merasa sangat takut dengan sikap Yoongi saat ini.

“JAWAB AKU SHIN AH YEON!!!”

1 detik

2 detik

3 detik

“Baiklah! jika memang kau benar-benar ingin mengetahui jawabannya, aku akan memberitahumu, Min Yoongi!” ucap Ah Yeon akhirnya. Yoongi yang mendengar itu langsung kembali tenang, menanti jawaban dari Ah Yeon. “Tentu saja aku mencintai Namjachinguku, Kim Seokjin!”

Entah apa yang sebenarnya terjadi pada Min Yoongi saat ini, setelah mendengar jawaban dari Ah Yeon namja itu langsung tertawa lepas, walaupun dapat dipastikan siapapun yang melihat tawa yang Yoongi keluarkan saat ini pasti langsung bisa menebak Namja itu sedang memaksakan tawa dari hatinya yang terluka.

“Kau bohong, Shin Ah Yeon!” lirih Yoongi dengan senyum sinis yang terukir disatu sudut bibirnya. “Aku tahu kau tidak mencintai Kim Seokjin!” ucapnya lagi. “Kau Mencintaiku Shin Ah Yeon! Kau Mencintaiku! bukankah aku benar?” lanjut Yoongi masih dengan senyum sinis disudut bibirnya.

Ah Yeon benar-benar membeku mendengar ucapan Yoongi barusan. Gadis itu akui semua yang diucapkan Yoongi memang benar adanya. Walaupun Kim Seokjin memang Namjachingu Ah Yeon sejak 3 bulan lalu, namun Ah Yeon akui hatinya belum dapat mencintai Seokjin sepenuhnya, karena ia masih amat sangat mencintai Min Yoongi, Cinta pertamanya.

“Aku tahu kau masih mencintaiku Shin Ah Yeon! tapi, kenapa kau melakukan ini padaku, Yeon-ah?” lirih Yoongi. Namja itu saat ini sedang berusaha menahan bendungan air matanya, sama halnya seperti Ah Yeon yang saat ini benar-benar berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.

Dengan berlahan Yoongi menggerakan tangannya meraih dagu Ah Yeon dan mulai mengangkatnya berlahan yang bertujuan untuk membuat Ah Yeon yang sedari tadi menundukan kepalanya menatap dirinya. Yoongi ingin melihat kesungguhan dari mata gadis yang ada dihadapannya ini, gadis yang mampu membuat dirinya jatuh cinta untuk pertama kali dalam hidupnya, Cinta Pertamanya, Shin Ah Yeon!

“Ucapkan sekali lagi jika kau memang mencintai Kim Seokjin!” Tantang Yoongi ketika telah berhasil membuat Ah Yeon menatapnya.

Mau tak mau Ah Yeon menatap Yoongi saat ini. Matanya sudah sangat memerah menahan air matanya. “Aku Mencintai Kim Seokjin! Bukan kau Min Yoongi!” Jawab Ah Yeon dan setelah ucapan itu terlontar dari mulut Ah Yeon butiran air beningpun mulai terjatuh dari mata indah Shin Ah Yeon.

“Cihhhh…” Yoongi berdecih ketika mendengar jawaban Ah Yeon dan lagi-lagi namja itu menyunggingkan senyum sinisnya. “Kau berbohong!”

“Yoongi-ya, jebal, berhentilah bersikap seperti ini!” lirih Ah Yeon disela isak tangisnya.

“KATAKAN KAU MENCINTAIKU SHIN AH YEON! KAU MENCINTAIKU!” seperti tidak puas dengan jawaban Ah Yeon tadi Yoongi pun kembali membentak Ah Yeon dan hal itu membuat isak tangis Ah Yeon semakin terdengar jelas dikedua telinga Yoongi.

Sama halnya dengan Ah Yeon yang saat ini benar-benar merasa hatinya sangat sakit melihat sikap Yoongi, Yoongi pun benar-benar merasa hatinya sangat sakit melihat Ah Yeon gadis yang dicintainya itu menangis seperti itu dihadapannya. Yoongi sendiripun sedang berusaha untuk menahan bendungan air matanya. yang dapat Yoongi lakukan saat ini hanyalah mengacak rambutnya frustasi.

Lama mereka terdiam, sampai akhirnya Ah Yeon mulai kembali bersuara……

“Benar! kau Benar, aku memang Mencintaimu, Min Yoongi! Sangat-sangat Mencintaimu!” Ucap Ah Yeon lirih. karena tentu saja Gadis ini tidak bisa membohongi hatinya sendiri, bukan? Yaa.. tentu saja Ah Yeon masih mencintai Yoongi. dan hal itu tentu saja membuat Yoongi kembali menatap Ah Yeon dengan dalam, karena perkataan itulah yang sejak tadi Yoongi ingin dengar dari mulut Ah Yeon. “Tapi sulit bagi kita untuk bersama! ku harap kau bisa menerima kenyataan ini, Yoongi-ya, Jebal!” kelanjutan kalimat Ah Yeon membuat Yoongi kembali menghembuskan nafasnya kasar.

“Kenapa?” Tanya Yoongi. Ah Yeon hanya diam sembari menahan tangisnya yang tak kunjung mereda. “KENAPA?” Yoongi kembali berteriak.

Lagi-lagi Ah Yeon tidak menjawab pertanyaan Yoongi dan berulang kali juga Yoongi mencoba meredam emosinya, namja itu benar-benar sesak melihat Ah Yeon yang terus menangis.

Sesungguhnya Yoongi tahu alasan apa yang membuat Ah Yeon bersikap seperti ini pada dirinya. yaaa…itu karena rencana pernikahan Ibu dari Shin Ah Yeon bersama Ayah dari Min Yoongi. Entah kenapa hal rumit seperti itu bisa terjadi dalam perjalannan cinta mereka berdua. Menyedihkan!

Ibu dari Yoongi memang sudah meninggal sejak Yoongi masih sangat kecil, sedangkan Ibu dan Ayah Ah Yeon sudah bercerai saat usia Ah Yeon menginjak 13 tahun. Pernikahan kedua orangtua Ah Yeon memang tidak pernah bahagia, karena Ayah Ah Yeon adalah pria yang sangat kasar dan bahkan saat itu Ayah Ah Yeon terang-terangan berselingkuh di depan Ibu Ah Yeon. menyakitkan bukan? oleh sebab itulah mereka memilih untuk bercerai dan Ah Yeon hidup bersama dengan Ibunya.

dan disaat seperti itulah Ibu Ah Yeon kembali bertemu dengan cinta pertamanya, yang tak lain adalah Ayah dari Min Yoongi. Sejak saat itu mereka berdua manjadi kembali dekat dan sering bertemu dan tentunya selalu membawa anak-anak mereka ikut serta, Yoongi dan Ah Yeon yang saat itu masih polos tidak mengerti arti dari hubungan kedua orangtua mereka. mereka hanya mengira Ayah dan Ibu mereka hanya berteman.

Sehingga seiring berjalannya waktu Yoongi dan Ah Yeon mulai merasa jatuh cinta satu sama lainnya dan tanpa mereka sadari Ayah dan Ibu mereka juga mengalami hal yang sama, orangtua mereka kembali mencintai Cinta Pertamanya.

Hal itu terjadi begitu saja tanpa bisa dicegah olah siapapun diantara mereka. bahkan Ayah dan Ibu mereka sudah merencanakan pertemuan keluarga pada malam ini untuk membahas pernikahan mereka. Tentu saja hal itu membaut Yoongi dan Ah Yeon sangat terluka, bagaimana bisa Yoongi menjadikan Shin Ah Yeon gadis yang amat ia cintai itu sebagai saudara tirinya ketika orangtua mereka benar-benar menikah nanti.

Tidak! Yoongi tidak akan membiarkan hal itu terjadi!

Berbeda dengan Ah Yeon. Memang benar di awal Ah Yeon memang menyetujui ide Yoongi untuk menentang pernikahan kedua orangtuanya itu. Namun, entah mengapa ketika melihat Ibunya begitu bahagia ketika bersama dengan Ayah Yoongi, Ah Yeon menjadi ragu untuk membatalkan pernikahan Ibunya itu. karena Ah Yeon tahu saat Ibunya masih bersama dengan Ayah kandungnya, Ibunya tidak pernah bahagia. dan memang ada satu hal lagi yang membuat Ah Yeon mau tidak mau harus merestui pernikahan Ibunya bersama Ayah Yoongi itu! walaupun ia tahu hatinya dan tentu saja hati Yoongi yang akan terluka nanti. namun ia tetap harus melakukanya!

Dan oleh karena sebab itulah sudah tiga bulan ini Ah Yeon menjauh dari Yoongi dan justru berpacaran dengan Kim Seokjin, Namja yang memang selama ini diam-diam mencintai Shin Ah Yeon. Yoongi tahu Seokjin memang mencintai Ah Yeon sejak lama, namun ia juga tahu Ah Yeon sama sekali tidak mencintai Namja itu. Yoongi tahu Ah Yeon hanya berpura-pura berpacaran dengan Seokjin agar membuat dirinya ikut menjauh dari Ah Yeon dan ikut merestui pernikahan kedua orangtua mereka.

Tapi, Yoongi tidak sebodoh itu, dia tahu Shin Ah Yeon masih mencintainya dan Yoongi tidak akan menyerah pada cintanya hanya karena pernikahan Ayahnya dengan Ibu Ah Yeon. Dia tidak akan pernah membiarkan pernikahan itu terjadi, Tidak akan Pernah!

Karena Yoongi Mencintai Shin Ah Yeon dan Yoongi juga sangat tahu Ah Yeon juga Mencintainya!

“Ikut aku!”

Yoongi yang masih melihat Ah Yeon menangis segera menarik paksa pergelangan tangan Ah Yeon , yang bertujuan untuk membuat gadis itu bangkit berdiri.

“Kau mau kemana?” tanya Ah Yeon setelah Yoongi berhasil membuatnya berdiri dan Ah Yeon merasakan genggaman tangan Yoongi pada pergelangan tangannya sangat kuat.

“Membuat pernikahan mereka batal!” Jawab Yoongi, nampak emosi pada ucapannya.

Ah Yeon membulatkan matanya yang sembab menatap Yoongi, sementara Yoongi tanpa harus mendengar persetujuan dari Ah Yeon mulai kembali menarik paksa pergelangan tangan Ah Yeon, namja itu mencoba membawa Ah Yeon keluar dari ruang kelas.

“Yoongi-ya, jebal jangan seperti ini!” Ucap Ah Yeon. gadis itu mencoba melepaskan pergelangan tanganya dari genggaman Yoongi. “Lepaskan, Yoongi-ya!” Ah Yeon masih berusaha melepaskan tanganya dari genggaman Yoongi. “ahh, Appo!” Lirih Ah Yeon ketika tarikan tangan Yoongi semakin kasar dan membuat pergelangan tangan Ah Yeon terasa perih.

Yoongi sama sekali tidak memperdulikan rintihan Ah Yeon, bahkan ia tahu Ah Yeon benar-benar terisak saat ini. bukanya merasa iba namja itu justru semakin menarik kasar pergelangan tangan Ah Yeon. Membawa gadis itu benar-benar keluar dari kelas dan berjalan menyusuri kolidor sekolah yang memang sudah sepi itu.

Namun belum jauh mereka berjalan seseorang tiba-tiba bersuara…

“YYA! MIN YOONGI! LEPASKAN!!!” Bentak seorang namja dari anah belakang Ah Yeon dan Yoongi dan hal itu membuat Yoongi menghentikan langkahnya dan segera melihat sumber suara. Yoongi sempat berdecih ketika ia sudah mengetahui siapa namja yang baru saja membentaknya.

“Lepas! kau menyakiti Ah Yeon, Yoongi-ssi!” ucap Kim Seokjin, namja itu segera menarik paksa lengan Yoongi yang saat itu masih dengan kuat menggenggam pergelangan tangan Ah Yeon.

Setelah pegangan tangan Yoongi terlepas, Seokjin segera melihat pergelangan tangan Ah Yeon yang saat ini sudah benar-benar sangat merah karena genggaman dan tarikan kasar Yoongi pada gadis itu tadi. Melihat hal itu dan melihat Ah Yeon, Yeojachingunya yang benar-benar terisak membuat hatinya sangat sakit dan dengan sangat lembut Seokjin menggeser tubuh Ah Yeon, membuat tubuh Ah Yeon berada dibelakang punggungnya. saat ini Seokjin tentu saja ingin melindungi Ah Yeon dari emosi Yoongi yang sepertinya sudah pada puncak kekesalanya.

“Cukup Min Yoongi! kau mulai menyakiti Ah Yeon,” ucap Seokjin menatap Yoongi dengan tatapan tajamnya. “Tidak bisakah kau menurutin keinginan Ah Yeon? kalian tidak mungkin bisa bersama, Min Yoongi!!!” Lanjut Seokjin penuh penekanan dan hal itu membuat Yoongi menatapnya dengan tatapan membunuhnya.

Yaa.. Kim Seokjin memang sudah mengetahui masalah disini, bahkan ia mendengar semua percakapan Ah Yeon dan Yoongi dikelas tadi. Seokjin mengetahui tentang pernikahan Ayah Yoongi dengan Ibu Ah Yeon dan namja tampan itu juga tahu Ah Yeon memang tidak benar-benar mencintainya. dia tahu semua itu karena memang Ah Yeon yang sudah menceritakan semua itu padanya tiga bulan lalu!

“Jangan ikut campur, Kim Seokjin!!! ini bukan urusanmu!” ucap Yoongi dingin.

“Tentu saja ini juga urusanku, Min Yoongi! Karena Shin Ah Yeon Yeojachinguku!!!” Jawab Seokjin masih dengan penuh penekanan dan ucapannya itu tentu saja membuat tatapan Yoongi semakin menusuk pada dirinya.

Untuk beberapa saat hanya tatapan tajam yang terjadi pada dua namja itu. Sampai akhirnya…

“Cobalah untuk menerima kenyataan ini, Yoongi-ya! kalian tidak mungkin bisa bersama!!!” Ucap Seokjin lagi, namun kali ini terdengar sedikit lirih dan tatapan tajam miliknya pun sudah berubah menjadi tatapan iba. karena sesungguhnya, Seokjin pun merasa sangat iba dengan kisah cinta Yoongi dan Ah Yeon.

Berbeda dengan tatapan Seokjin yang sudah melunak, Yoongi justru semakin menatap Seokjin tajam, bahkan namja itu mengepalkan kedua tangannya kuat membuat tanganya memutih. Nampaknya Yoongi benar-benar sangat marah saat ini.

dan…

Prangggggggggggg….

Suara pecahan kaca itu menggema sangat kencang di kolidor, membuat Seokjin secepat kilat membalikan tubuhnya dan langsung memeluk Ah Yeon agar gadis yang dicintainya itu terhindar dari lemparan serpihan kaca dan dapat Seokjin rasakan tubuh Ah Yeon bergetar sangat kuat, gadis itu kembali menangis.

Yoongi yang baru saja sukses membuat kaca jendela pecah dengan tinjunya langsung melihat kearah Seokjin yang kala itu sedang memeluk Ah Yeon. hatinya benar-benar sangat hancur, sama halnya dengan serpihan kaca yang sudah tidak berbentuk itu. ia bahkan tidak memperdulikan tanganya yang sudah mengeluarkan darah akibat tinjunya tadi dan seperti sudah tidak kuat melihat pemandangan di depannya itu, Yoongi pun segera membalikan tubuhnya berniat untuk meninggalkan Seokjin dan Ah Yeon dan dengan seiringan dirinya membalikan tubuhnya air bening yang sedari tadi ia tahan pun akhirnya meluncur dengan bebasnya.

Min Yoongi Menangis!

“Gwencana!” ucap Seokjin sembari mengelus rambut hitam Ah Yeon ketika ia merasakan Yoongi sudah benar-benar meninggalkan dirinya bersama Ah Yeon.

“Apa yang harus aku lakukan Jin-ah? Aku takut! Hiks… Hiks…” lirih Ah Yeon masih dalam dekapan Seokjin.

“Yoongi akan mengerti setelah ia tahu permasalahan yang sebenarnya, Yeon-ah!”

“Tapi, bagaimana jika dia masih tetap—, Hiks…Hiks…” Ah Yeon tidak dapat menyelesaikan ucapanya karena tangisnya yang semakin menyesakan.

“Semuanya akan baik-baik saja! percaya padaku Shin Ah Yeon! ada aku disini!” Seokjin semakin mempererat pelukannya pada tubuh Ah Yeon. dadanya benar-benar sesak melihat Ah Yeon seperti ini.

Ah Yeon yang sudah tidak tahu harus berkata apa lagi hanya bisa terisak dan membiarkan Seokjin memeluknya semakin erat. Saat ini Ah Yeon sangat-sangat beruntung memiliki Kim Seokjin disampingnya.

***

Malam Harinya…

Malam yang paling ditakuti Ah Yeon datang juga. Malam ini Ibunya dan Ayah Yoongi akan mengadakan pertemuan keluarga untuk membahas rencana pernikahan mereka. dan itulah sebabnya malam ini Ah Yeon, Ibunya dan Ayah Yoongi sudah duduk manis disalah satu meja café yang memang sengaja di pesan oleh Ayah Yoongi sehingga di café ini memang hanya ada mereka bertiga tanpa tamu lainnya.

Mereka belum memulai makan malamnya karena Yoongi yang seharusnya juga berada ditempat ini belum datang. dan hal itu jugalah yang membuat Ah Yeon merasa tidak tenang. dia yakin Yoongi masih sangat marah dengan kejadian siang tadi. ia merasa takut Yoongi akan benar-benar mengacaukan pertemuan keluarga ini. Ah Yeon benar-benar tidak ingin membuat Ibunya sedih dengan keadaan ini, karena sesungguhnya Ayah dan Ibu mereka belum mengetahui prihal mereka berdua yang saling mencintai.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Yoongi datang. Ah Yeon yang melihat Yoongi sedang berjalan kearah meja tempatnya, Ibu dan Ayah Yoongi duduk tanpa sadar meremas ujung roknya kuat dan menggigit bibir bawahnya gugup. Ah Yeon benar-benar merasa takut Yoongi akan benar-benar berniat membatalkan pernikahan Ibunya bersama Ayahnya.

sembari berjalan mendekat, tatapan mata Yoongi terus menatap lurus kearah mata Ah Yeon, namja itu tahu Ah Yeon pasti merasa sangat takut saat ini. tapi ia sudah bertekad untuk membuat rencana pernikahan Orangtua mereka batal. Karena tentu saja Yoongi tidak ingin melepaskan Shin Ah Yeon karena ia sangat mencintai gadis itu.

“Yoongi-ya, akhirnya kau datang!” Min Yoonjun, Ayah Yoongi segera bersuara ketika Yoongi sudah sampai ke meja mereka.

Ah Yeon dapat melihat Ayah Yoongi dan Ibunya saat ini tengah sangat berbahagia karena Yoongi yang sedari tadi ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. perasaan itu tentu saja berbeda dengan perasaan yang Yoongi dan Ah Yeon rasakan saat ini, tentu saja!

“Appa, apa Appa menyayangiku?” Tanya Yoongi langsung tanpa membalas senyuman dari Ayahnya itu. “dan kau Ahjumma, apa Ahjumma menyayangi Shin Ah Yeon?” kali ini Yoongi bertanya pada Ibunya Ah Yeon.

Pertanyaan dari Yoongi membuat Ayahnya dan Ibu Ah Yeon memasang Ekspresi bingungnya. Sementara Ah Yeon yang sudah tahu hal ini pasti akan terjadi hanya bisa menundukan kepalanya dalam, dia benar-benar pasrah dengan apa yang akan Yoongi lakukan saat ini.

“Pertanyaan bodoh macam apa itu, Yoongi-ya?” Min Yoonjun tertawa kecil mendengar pertanyaan dari anak satu-satunya itu.

“kalian hanya cukup menjawabnya! Apa kalian betul-betul menyayangi anak kalian? Aku dan Shin Ah Yeon!” Tanya Yoongi mulai tidak sabar.

“Ya, tentu saja Appa menyayangimu, Min Yoongi! dan tentu saja Lee Ahjumma juga menyayangi Ah Yeon. bukankah begitu Gaeun-ah?” Jawab Yoonjun lalu bertanya pada Ibunya Ah Yeon, Lee Gaeun. yang langsung mendapat anggukan dari Gaeun.

“Apa kalian bahagia ketika melihat anak-anak kalian bahagia?” Tanya Yoongi lagi dan hal itu membuat Yoonjun dan Gaeun bingung dengan arah pembicaraan Yoongi.

“Tentu saja! bagi Ahjumma kebahagian Ah Yeon adalah yang terpenting dan Ajumma juga yakin Appamu juga berpikir seperti itu, Yoongi-ya,” Kali ini yang menjawab pertanyaan Yoongi adalah Lee Gaeun, Ibunya Ah Yeon. Ah Yeon yang mendengar jawaban dari ibunya itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya mencoba menahan air matanya yang sudah memaksa untuk keluar ini.

“Yoongi-ya, sebenarnya apa yang ingin kau katakan?” Yoonjun yang semakin bingung akhirnya bertanya.

“Kalau begitu apa kalian bersedia menukar kebahagian kalian untuk kebahagian kami, kebahagian Aku dan Shin Ah Yeon?”

Pertanyaan Yoongi kali ini sukses membuat Ah Yeon mengeluarkan air mata yang sedari tadi ditahannya. Lee Gaeun yang menyadari anak perempuanya menangis benar-benar merasa bingung dengan keadaan yang belum sepenuhnya ia pahami.

“Mwo? Apa maksudmu Min Yoongi?” Yoonjun kembali bertanya, karena dirinya juga belum sepenuhnya memahami perkataan anaknya itu.

“Lee Ahjumma, Aku Min Yoongi Mencintai Shin Ah Yeon! Aku Mencintai putrimu, Ahjumma!” Ucap Yoongi penuh dengan penekanan disetiap katanya.

Yoonjun dan Gaeun yang mendengar pernyataan dari Yoongi benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, terlebih lagi suara isak tangis Ah Yeon sudah mulai terdengar oleh mereka.

“Yoongi-ya,” Lirih Yoonjun, pria yang masih bisa dibilang cukup muda itu menatap anaknya masih dengan wajah terkejutnya.

“Appa, Shin Ah Yeon mencintaiku! GADIS ITU JUGA MENCINTAIKU!” Yoongi benar-benar tidak bisa menahan emosinya, bahkan ia berani membentak sosok yang selama ini jadi panutannya, Ayahnya. Namun mungkin sekarang tidak lagi.

Yoonjun dan Gaeun yang sudah mengerti dengan keadaan ini benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Hati mereka juga terasa sangat sakit ketika mendengar pernyataan dari Yoongi, terlebih lagi mereka melihat Ah Yeon yang masih terisak dan hal itu membuat mereka yakin semua yang dikatakan Yoongi memang benar.

“Jadi, bisakah kalian membatalkan pernikahan kalian?” Tanya Yoongi, lagi-lagi dengan penuh penekanan.

Hening….

Hanya terdengar suara isak tangis Ah Yeon dalam indra pendengaran mereka. Sementara itu Yoonjun hanya dapat memasang ekspresi wajah yang sulit diartikan olah Yoongi.

Suasana menyedihkan itu bertambah menyedihkan ketika Lee Gaeun mulai ikut terisak. wanita itu benar-benar tidak menyangka hal ini akan terjadi dalam hidupnya. bagaimana bisa seorang Ibu merusak kebahagian putrinya sendiri.

Melihat keadaan seperti itu benar-benar membuat Yoongi semakin sesak.

“Appa, jawab aku! apa kalian bisa membatalkan pernikahan kalian? Aku dan Ah Yeon saling mencintai, Appa! aku sangat Mencintai Ah Yeon!” Ucap Yoongi, kali ini terdengar lirih.

“Yoongi-ya,” ucap Yoonjun semakin lirih. “Tapi sudah terlambat bagi Appa untuk membatalkan pernikahan ini,” ucap Yoonjun lemah namun masih bisa di dengar oleh pendengaran Yoongi.

“Mwo?” pekik Yoongi. “Kenapa?”

“Yoongi-ya, Maaf!” hanya itulah yang dapat diucapkan Yoonjun.

“KENAPA?” Yoongi yang mulai kembali emosi mulai membentak Ayahnya lagi. “Apa kalian benar-benar sangat egois dengan tetap mempertahankan kebahagian kalian dan membiarkan anak-anak kalian menderita, eoh?”

“Aniya! bukan seperti itu Yoongi-ya!” ucap Yoonjun, sementara Gaeun dan Ah Yeon masih saja terisak. “Mianhae, Tapi Appa tetap akan menikahi Lee Ahjumma!”

Yoongi membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Ayahnya itu. bagaimana mungkin Ayahnya benar-benar sangat egois seperti ini?

“Tapi kenapa Appa? Kenapa Appa melakukan ini?” Tanya Yoongi, air mata namja itu sudah akan jatuh. “harus berapa kali aku katakan Aku dan Ah Yeon saling Mencintai!” Lirihnya. “Jebal, batalkan pernikahan kalian!”

“Jika Appa bisa, Appa akan membatalkannya Yoongi-ya. tapi sekarang Appa benar-benar tidak bisa. Mengertilah!” Hati Yoonjun benar-benar sakit melihat Yoongi saat ini.

“Tapi kenapa, Appa?”

Hening…

sampai akhirnya…

“Karena Lee Ahjumma sedang mengandung Anak Appa!”

Yoongi tercekat ketika mendengar perkataan Ayahnya, dirinya bagaikan tersambar petir saat itu juga. keadaan Yoongi semakin menyedihkan ketika ia mendengar isakan tangis Ah Yeon dan Ibunya itu semakin terdengar ditelinganya. Menyesakan!

“Lee Ahjumma sedang mengandung adikmu, Yoongi-ya!” ucap Yoonjun lagi dan hal itu benar-benar membuat Yoongi membeku. “Jadi mengertilah, Appa tidak mungkin bisa membatalkan pernikahan ini. Maafkan Appa Yoongi-ya! Maafkan Appa!” kali ini Yoonjun berucap beriringan dengan butir air matanya yang jatuh.

Yoongi masih terdiam beku. Pikirannya benar-benar sangat kacau saat ini. Hati dan pikiranya benar-benar menolak untuk mendengar semua perkataan Ayahnya. Namja itu tidak ingin mempercayai semua ucapan Ayahnya, dia tidak ingin mempercayainya, Tidak Ingin!

“Yoongi-ya,” Lirih Yoonjun ketika melihat anaknya hanya diam.

“Tidak!” lirih Yoongi. “Itu tidak mungkin! Kalian pasti berbohong!” Lanjutnya. “KATAKAN KALAU KALIAN SEDANG BERBOHONG SAAT INI!!!”

“Yoongi-ya, Maafkan Appa nak!”

“Kalian pasti berbohong!” lirih Yoongi beriringan dengan air matanya yang sudah meluncur melewati kedua sisi pipinya.

“Yoongi-ya,” Yoonjun yang merasa dadanya semakin sesak ketika melihat anak kesayanganya itu menangis segera berjalan mendekat pada Yoongi.

Seiringan Ayahnya yang mendekat Yoongi justru semakin berjalan mundur menjauh dari Ayahnya. “Jangan Mendekat!” lirihnya.

“Yoongi-ya, tolong dengarkan penjelasan Appa dulu!” Yoonjun tetap berusaha mendekati anaknya yang terus berjalan menjauh.

“Aku tidak mempercayai semua ini! TIDAK! KALIAN PASTI SEDANG BERBOHONG!” teriak Yoongi masih dengan terus berjalan mundur menjauhi Ayahnya dan air matanya tak kunjung mereda. “KALIAN BERBOHONG!!!” teriaknya. lalu setelah itu Yoongi membalikan tubuhnya dan berlari keluar dari café meninggalkan Ayahnya.

Saat ini pikiran Yoongi benar-benar sangat kacau. Namja itu benar-benar tidak bisa menerima kenyataan ini, Tidak Bisa!

“Min Yoongi!” Panggil Yoonjun ketika melihat Yoongi sudah berlari keluar dari café dan pria itu sudah hendak mengejar anaknya itu, namun…

“Ahjussi, biar aku saja yang menjelaskannya pada Yoongi!” Tiba-tiba Ah Yeon yang sedari tadi hanya terisak akhirnya bisa mengeluarkan suara juga, bahkan gadis itu sudah beranjak dari duduknya untuk segera mengejar Yoongi.

“Ah Yeon-ah, Maafkan Eomma nak! Eomma salah, Maafkan Eomma!” lirih Gaeun disela-sela isak tangisnya.

Ah Yeon yang mendengar ucapan Ibunya langsung menghentikan langkahnya lalu segera melihat Ibunya. Ah Yeon tahu Ibunya sama terlukanya dengan dirinya saat ini. dan bagi Ah Yeon sudah tidak ada gunanya menyalahkan seseorang dalam masalah ini, karena semuanya sudah terlanjur terjadi.

“Maafkan Ahjussi, Ah Yeon-ah,” kali ini yang meminta maaf adalah Ayah Yoongi dan langsung membuat Ah Yeon menatap Pria itu. dan Ah Yeon juga tahu Ayah Yoongi pun sama terlukanya saat ini.

Ah Yeon hanya mengaguk kecil menjawab permintamaafan dari Ibunya dan Ayah Yoongi yang sebentar lagi tentu saja akan menjadi Ayahnya juga.

dan tanpa basa basi lagi Ah Yeon dengan cepat melangkahkan kakinya keluar dari café untuk segera mengejar Yoongi. ia harus bertemu dengan namja itu sebelum semua ini benar-benar berakhir!

“Yoongi-ya!” Panggil Ah Yeon ketika akhirnya ia bisa menemukan namja itu, Min Yoongi.

Yoongi yang saat itu tengah berjalan lemah langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar Ah yeon, gadis yang sangat dicintainya itu memanggil namanya.

“Yoongi-ya, Mianhae!” Ucap Ah Yeon ketika ia sudah berhasil berdiri tepat dibelakang namja yang sangat dicintainya itu.

Yoongi yang mendengar itu segera membalikan tubuhnya, lalu menatap Ah Yeon lekat, namun tatapan emosinya masih dapat terlihat.

“Apa karena alasan itu kau menjauhiku dan merestui pernikahan mereka?” Yoongi akhirnya bersuara.

Ah Yeon hanya mengangguk lemah menjawabnya dan hal itu membuat Yoongi mangacak rambutnya sendiri frustasi. Keadaan seperti ini benar-benar menyesakan bagi Ah Yeon maupun Yoongi.

“Yeon-ah, Aku Mencintaimu! tidak bisakah kita tetap bersama? Aku tidak bisa hidup tanpamu, Yeon-ah!” lirih Yoongi. namja itu menatap Ah Yeon sendu.

“Yoongi-ya, kita tidak mungkin bisa bersama! kau sendiri sudah mengetahui alasannya, bukan?” Jawab Ah Yeon, Gadis itu balik menatap Yoongi sendu.

“Aku tahu Yeon-ah, Aku Tahu!” Ucap Yoongi. “Tapi bagaimana dengan kita? bagaimana dengan Cinta kita, Yeon-ah? Aku Mencintaimu dan aku juga tahu kau Mencintaiku! bagaimana dengan kita!” lirih Yoongi.

“Lupakan aku Yoongi-ya! dan aku juga akan berusaha melupakanmu!” lirih Ah Yeon, kata-kata itulah yang sangat tidak ingin ia ucapkan, namun mau tak mau memang harus tetap diucapkan.

“Tidak! Aku tidak bisa, Yeon-ah! Aku tidak bisa hidup tanpamu!”

“Mengertilah Min Yoongi! kita akan segera menjadi saudara dan mustahil bagi kita untuk bisa bersama! Ibuku sedang mengandung anak dari Ayahmu dan anak itu adikmu Yoongi-ya, Adik Ki—”

“CUKUP SHIN AH YEON!!!”

Ucapan Ah Yeon terhenti ketika Yoongi mulai kembali membantaknya. Ah Yeon tahu saat ini Yoongi pasti merasa hatinya sangat hancur dan namja itu pasti sulit menerima kenyataan menyakitkan ini. Ah Yeon pun merasakan hal yang sama, namun memang sudah tidak ada gunannya lagi mereka menyesali semua ini, semuanya sudah terlambat!

“Yoongi-ya, Mianhae! Maafkan A—”

Ucapan Ah Yeon lagi-lagi harus terhenti ketika ia merasakan Yoongi tiba-tiba menarik tengkuk belakang lehernya dan mata Ah Yeon membulat sempurna ketika ia merasakan Yoongi mencium bibirnya dengan kasar. Ah Yeon yang merasakan hal itu segera berusaha melepas tautan bibir mereka dengan berusaha mendorong bahu Yoongi.

Yoongi yang merasakan penolakan dari Ah Yeon justru langsung memeluk erat pinggang Ah Yeon dengan tangan kirinya dan semakin menakan tengkuk belakang leher Ah Yeon untuk memperdalam lumatanya pada bibir gadis itu. namja itu sama sekali tidak memeperdulikan Ah Yeon yang terus saja memukul dadanya mencoba untuk melepaskan tautan bibir mereka.

Ah Yeon yang merasa lumatan bibir Yoongi semakin dalam dan penuh dengan emosi mulai menjatuhkan air matanya lagi. ini benar-benar Menyakitkan untuknya!

Untuk beberapa menit hanya hal itulah yang terjadi. sampai akhirnya Yoongi yang merasakan air mata milik Ah Yeon mulai membasahi pipinya, berlahan-lahan mulai melepaskan tautan bibirnya dari bibir Ah Yeon. dia tahu perbuatannya ini menyakiti Ah Yeon. Yaa.. Yoongi sadar itu!

Ah Yeon yang merasa Yoongi sudah melapaskan tautan bibir mereka hanya bisa menangis, entah apa lagi yang harus ia ucapkan saat ini, pikiran dan hatinya pun sudah sangat kacau.

Yoongi merasa hatinya benar-benar hancur melihat Ah Yeon yang terus terisak. “Maaf!” lirihnya. “kka!” ucap Yoongi lemah, namun masih dapat di dengar Ah Yeon. “Pergilah sebelum aku benar-benar tidak bisa melepasmu!” Ucapnya lagi, namja itu menatap Ah Yeon lekat.

Ah Yeon yang mendengar itu hanya bisa terpaku ditempatnya sembari terus terisak, sebenarnya ia ingin menuruti perintah Yoongi untuk segera pergi dari tempat ini, namun entah mengapa kedua kakinya sulit sekali untuk bergerak.

“AKU BILANG PERGI SHIN AH YEON!!!” Yoongi mulai kembali berteriak.

Ah Yeon masih tetap diam ditempat dengan air mata yang semakin deras mengalir dan beberapa detik setelah itu Ah Yeon merasa seseorang membalikan tubuhnya dengan cepat dan orang itu langsung memeluk Ah Yeon sangat erat. Ah Yeon tahu siapa orang itu, ia tahu siapa orang yang sedang memeluknya saat ini, ia tahu dengan pasti bahwa namja yang sedang memeluknya saat ini adalah Kim Seokjin!

Dan Namja itu memang Kim Seokjin. Namja yang memang sedari tadi melihat semua yang dilakukan Shin Ah Yeon dan Min Yoongi.

Tatapan mata Yoongi langsung bertemu dengan tatapan mata Seokjin yang kala itu tengah memeluk Ah Yeon, sama halnya dengan kejadian tadi siang. Namun kali ini tatapan mata mereka tidak mencerminkan emosi dan kemarahan. Yoongi menatap Seokjin dengan mata sendunya sementara Seokjin menatap Yoongi dengan tatapan ibanya.

Merasa keadaan seperti ini sudah semakin menyesakan untuknya, akhirnya Yoongi pun memilih untuk meninggalkan Ah Yeon yang masih berada dalam pelukan Seokjin.

Yaa… sudah saatnya Yoongi benar-benar melepas Shin Ah Yeon!

dan dengan berlahan Yoongi mulai membalikan tubuhnya dan mulai berjalan meninggalkan Shin Ah Yeon, gadis yang dicintainya itu dalam pelukan namja lain, Kim Seokjin!

Beriringan dengan langkah kaki Yoongi yang semakin menjauh, air matanya pun kembali mengalir.

Min Yoongi kembali Menangis!

Bagi Min Yoongi Cinta Pertamanya berakhir disini!

Sementara itu…

“Gwenchana, Yeon-ah!” ucap Seokjin masih dengan memeluk Ah Yeon. Seokjin masih merasakan bahu Ah Yeon bergetar hebat karena tangisnya.

“Jin-ah, Hiks…. Bantu aku untuk melupakan Min Yoongi! Hiks..Hiks…” Ucap Ah Yeon disela isak tangisnya.

Kim Seokjin sempat tertegun ketika mendengar ucapan Ah Yeon. sampai akhirnya…

“Geure! kau bisa mengandalkanku, Yeon-ah!” Jawab Seokjin. “Bukan hanya untuk melupakan Min Yoongi, tapi aku juga akan membuatmu benar-benar jatuh Cinta padaku, Shin Ah Yeon!” lanjut Seokjin penuh penekanan dan namja itu semakin memeluk Ah Yeon erat.

Ah Yeon yang mendengar ucapan Seokjin tidak bisa berkata apa-apa lagi, gadis itu hanya bisa membiarkan Seokjin memeluk tubuhnya semakin erat. Yaa.. setidaknya pelukan dari namja itu mampu membuat hatinya sedikit lebih tenang.

“Aku Mencintaimu, Shin Ah Yeon!!!” Bisik Seokjin lembut.

Bagi Shin Ah Yeon Cinta Pertamanya berakhir disini!

Dan..

Shin Ah Yeon akan mencoba memulai Cinta barunya dan mungkin akan menjadi Cinta Terakhirnya bersama Kim Seokjin!

Flashback End

“Apa sekarang kau bahagia, Yeon-ah?”

Yoongi kembali memulai pembicaraan setelah lama mereka terdiam dan pertanyaan itu membuat Ah Yeon segera tersadar dari lamunannya.

Ah Yeon sempat menghelan nafasnya pelan sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Yoongi. “Ya, Aku bahagia Yoongi-ya!” jawabnya, lalu mencoba tersenyum kearah Yoongi. “Kim Seokjin Suami yang baik dan dia juga Ayah yang baik untuk Jinsoo!” lanjut Ah Yeon. “Jin sangat Mencintaiku dan Aku juga sudah benar-benar Mencintai Namja itu. Yaa..Kim Seokjin sudah benar-benar bisa membuatku jatuh cinta padanya! Aku Mencintainya, Yoongi-ya!”

Yoongi tersenyum kecut ketika mendengar kalimat terakhir dari Ah Yeon. Tidak bisa ia pungkiri hatinya masih terasa sangat perih saat ini.

“Sebaiknya kau juga mulailah mencari kebahagianmu, Yoongi-ya!” Ucap Ah Yeon, Ah Yeon menatap Yoongi dalam.

untuk beberapa saat Yoongi hanya diam, sampai akhirnya..

“Ya, Aku akan kembali mencobanya, Yeon-ah! Aku akan mencoba mencari kebahagianku sendiri,” Jawab Yoongi, “Tanpamu!” lanjutnya lirih dan namja itu mencoba memberikan senyumannya pada Ah Yeon, Cinta pertamanya yang sudah berubah menjadi saudara tirinya semenjak 8 tahun lalu.

Hening… Mereka kembali memilih untuk diam.

Sampai akhirnya..

“Eomma, Appa sudah datang!” Teriakan polos Jinsoo dari ruang tengah membuat Ah Yeon dan Yoongi tersadar dari kesunyian mereka.

“Yoongi-ya, Mian, aku harus menemui Jin dulu!” Pamit Ah Yeon yang hanya mendapatkan anggukan lemah dari Yoongi.

Melihat itu Ah Yeon segera melangkahkan kakinya berjalan ke ruang tengah untuk menemui Kim Seokjin yang sudah menjadi suaminya selama kurang lebih 5 tahun ini. Namun belum jauh Ah Yeon melangkah Yoongi sudah kembali bersuara.

“Yeon-ah!” Panggil Yoongi ketika melihat Ah Yeon sudah mulai melangkah pergi. “di kehidupan kita yang berikutnya, aku akan memastikan kau bukan hanya akan menjadi Cinta pertamaku, tapi aku juga akan menjadikanmu Cinta Terakhirku!” kelanjutan ucapan Yoongi mambuat langkah Ah Yeon terhenti sejenak dan wanita itu menatap Yoongi dengan tatapan sendunya. “The First and Last Love…!!!” Lanjut Yoongi lagi sembari tersenyum kecil. namun Ah Yeon sama sekali tidak menanggapi ucapan Yoongi dan beberapa detik kemudian Ah Yeon kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Min Yoongi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Aku Masih Mencintaimu, Shin Ah Yeon!!!” Lirih Yoongi.

~FIN~

Bagaimana? Bagaimana? Jelek yaa? Gak jelas yaa? Maklum aku juga gak ngerti knp bisa kepikiran buat FF abal ini…huhuhu

Mian kalau bahasanya muter-muter dan gak enak dibaca. Jujur Aku emang lemah dipermainan kata…huhuhu

Tapi tetap mau bilang Terima kasih buat kalian yang bersedia baca.heheheh dan buat Admin yang Ngepost Terima kasih yaa.hhe

Okeee Paii Paii…

JANGAN LUPA COMMENT…!!!

About fanfictionside

just me

10 thoughts on “FF oneshot/ THE FIRST AND LAST LOVE…!!!/BTS-BANGTAN

    • Maafkan aku telah membuat hidup Yoongi miris seperti itu.hehehe..
      Terima kasih banyak yaa udh mau baca ff nistaku ini *BowBrngJin* >_<

  1. ahh gila, nyesek banget T.T.
    aaaaaa andweee..
    hweeeeee 😭😭😭😭
    gak mau berhenti ni mata thor buat nangis,,😭😭
    yaudah deh AUTHOR TOP TOP deh keren😢😢
    huuuuh 😊😊😊 na noemu choa 😍

  2. Wuuaahhh ini sie ff nya bikin gw baper beneran. Gw gk prnh tega liat cowo ampe nangis krna cinta. Yoongi-ya sm gw ajh deh, gw jamin hidup lu pasti bahagia.. #plak,, di gampar sie lisa.. Hehheheh
    Ih keren beneran, 4 jempol buat author lisa kim.. ^^

  3. Whuaa.. Ini ffnya baper bgt, gk tega liat yoongi sedih.. Yoongi-ya sm aku ajh, aku jamin km pasti bahagia. #plak,, di gampar sie lisa.heheheh
    Ini ff keren bgt, pokoknya amazing daebakk lahh.. 4 jempol buat author Lisa Kim.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s