FF oneshot/ LET’S SWAG WITH ME/ BTS-BANGTAN


Let's Swag With Me

Tittle:    Let’s Swag With Me

Author:FunHopie

Length: Oneshoot

Genre:  School-life, Romance(?), Comedy(?)

Cast:      Kim Ha Ni (OC)

Min Yoon Gi

All BTS Member

Rating:  PG-13

Annyeong, balik lagi dengan FF yang gimana yaa? Gak ngerti dah J Selamat membaca aja deh yang mau baca, hehe. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa. Kritik dan saran dibutuhkan J Hati-hati typo bertebaran!!

AUTHOR POV

“Hyung! Ayo kita berangkat!”, teriak seorang namja dari luar pintu.

“Sebentar Namjoon-ah..ah..ah..ah!”, jawab seseorang dari dalam rumah.’ceritanya kayak menggema gitu’

“Aigoo, Yoongi hyung sedang apa sih di dalam?”, tanya sebal seorang namja di samping Namjoon.

“Molla, Jongkook-ah.”, jawab Namjoon.

“SWAAAAAGGGGGG!!!!”, kata Yoongi sambil memetalkan tangannya.

“Hyung, apa yang kau lakukan di dalam tadi?”, tanya Jongkook kepada Yoongi.

“Aku habis memandikan kucingku, Si Swag!”, jawab Yoongi.

“Aigoo hyung, sejak kapan kau punya kucing? Kau namai Swag pula.”, tanya Namjoon.

“Kemarin aku melihatnya di toko hewan. Aku langsung tertarik padanya.”, jawab Yoongi.

“Apa yang membuatmu tertarik hyung?”, tanya Jungkook.

“Kucing itu sangat Swag!!”, jawab Yoongi semangat. ‘Namjoon dan Jungkook hanya menggeleng’

“Ya sudah hyung, ayo kita berangkat sekolah. Nanti terlambat.”, kata Namjoon.

“Kajja!”, ajak Yoongi sambil menaiki mobil sportnya.

KIM HA NI POV

‘Tampan sekali!’, gumamku sambil memandangi foto dari galeri di smartphoneku.

“Hoi!! Apa yang sedang kau lihat? Pasti foto yang itu-itu yaa?”, kaget seseorang yang langsung membuyarkan imajinasiku.

“Yak! Apa maksudmu melihat foto yang itu-itu, Hoseok-ah?”

“Yaa yang itu-itu pokoknya.”, jawabnya sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“Kau mesum yaa?”

“Mwoo?? Kau yang mesum!”, teriaknya.

“Aku?”

“Nde, kau pagi-pagi sudah mengisi otakmu dengan gambar-gambar senonoh.”, katanya sok tahu.

“Yak! Jung Ho Seok, aku tidak melihat itu. Aku melihat ini!!”, kataku sambil menyodorkan ponselku di depan matanya.

“Yak! Hani-ah, bagaimana aku bisa melihatnya jika ponselmu kau tempelkan di mataku seperti ini.”, kata Hoseok dengan menunjuk-nunjuk ponselku yang sudah menempel di matanya.

“Haha, mianhae. Ini, lihatlah.”

“Wooaahhh!!”, kata Hoseok saat melihat gambar di ponselku. ‘aku bingung kenapa ekspresinya seperti itu’

“Waeyo? Kenapa kau terlihat sangat ………”. ‘seketika muka Hoseok berubah, tidak tepatnya mimisan?’

“Hoseok-ah! Kau kenapa??”, kataku khawatir. ‘apa gara-gara gambar ini? Ini kan gambarnya J-Hope BTS’

Langsung aku melihat gambar di ponselku. Ternyataaaaaa!!!!!! Yang Hoseok lihat adalah gambar adik perempuanku yang masih berumur 5 bulan sedang telanjang.

“Yakkk!!! Hoseok-ah!!! Kenapa kau melihat ini??”, teriakku kepada Hoseok.

“Yak!! Aku juga tidak tahu, pabo!”, jawab Hoseok sambil memegangi hidungnya yang mimisan.

“Aigoo, pasti tadi tergeser. Mianhae Hoseok-ah. Neo gwenchana?”

“Aku trauma..aku trauma!!”, jawab Hoseok sambil memegangi kepalanya dramatis.

“Yakk!! Berhenti berdrama!!”, jitakku melayang di kepalanya.

“Hani -ah, aku pusing gara-gara foto itu.”, katanya masih memegangi kepalanya.

“Kau ini aneh, itu kan hanya foto adikku yang masih bayi Hoseok-ah.”

“Kau tahu kan, aku agak sensitif dengan itu Hani -ah.”, katanya.

“Hmm, ternyata berlaku untuk bayi juga yaa.”

Apakah kalian tahu kenapa Hoseok sedikit sensitif dengan hal-hal seperti itu? Aku juga tidak tahu. Yang aku tahu, setiap pelajaran biologi jika membahas organ-organ tubuh manusia. Apalagi organ tubuh wanita, dia pasti langsung mimisan. Sampai-sampai Park saem membiarkannya untuk tidak mengikuti pelajarannya jika materinya tentang organ tubuh manusia ‘senangnya’. Hoseok seperti itu, karena menurutnya hal itu tidak pantas untuk dilihat. Apalagi dilihat oleh pria. Haha, ada-ada saja.

“Kau mau aku antar ke UKS, Hoseok-ah?”, tawarku padanya.

“Nde, kau harus tanggung jawab.”, jawab Hoseok sambil memegangi perutnya.

“Kenapa kau memegangi perutmu? Kau pikir aku menghamilimu hah?”

“Haha, aniyo Hani -ah. Aku lapar.”, jawab Hoseok dengan cengiran kudanya.

“Hahaha, baiklah. Kajja Hoseok-ah!”, jawabku sambil menggandeng tangannya.

AUTHOR POV

Yoongi, Namjoon, dan Jungkook sudah tiba di sekolahnya dan segera memarkirkan mobil sportnya. Mereka berlari menuju kelas yang kebetulan pula mereka adalah teman sekelas.

“Ppali!! Belnya sudah berbunyi! Lambat sekali kalian ini.”, teriak Yoongi yang sudah berlari lebih dulu.

“Hyung, kita telat ini gara-gara siapa sih sebenarnya?”, tanya Jungkook heran kepada Namjoon.

“Yaa gara-gara si mayat hidup itu!!”, kata Namjoon sambil menunjuk kea rah Yoongi.

Berasa ada yang menyebutnya mayat hidup, ia langsung berlari mundur menghampiri si pemilik suara dan langsung menjitaknya.

“Appoo hyung!!”, teriak Namjoon kesakitan.

“Yak! Yak! Kau memanggilku apa tadi hah?”, tanya Yoongi emosi.

“Ani hyung. Aku tidak berbicara apa-apa tadi.”, jawab Namjoon bohong.

“Yak!! Aku kenal kau sudah lama. Lihat! Bibirmu jadi tebal jika kau sudah berbohong.”, kata Yoongi sambil menunjuk bibir Namjoon.

“Hyuuunnggg!!!!! Bibirku memang sudah begini dari aku lahir.”, teriak Namjoon sambil mengejar Yoongi yang sudah melarikan diri sambil tertawa puas.

“Hahaha. Kita satu sama, Namjoon-ah!!”, teriak Yoongi.

“Apa-apaan mereka berdua. Tak pernah melihat ke arahku, mereka anggap apa aku ini?”, kata Jungkook sendu.

“Aku melihatmu, wahai anak muda.”, ucap seseorang dari belakang Jungkook.

“Taehyung hyung! Kau ini mengagetkanku saja.”

“Ahaha. Kau ini kenapa berbicara sendiri?”, tanya Taehyung di sela-sela tawanya.

“Aniyo hyung. Ayo kita ke kelas.”, ajak Jungkook.

“Kajja.”

MIN YOON GI POV

Untung saja Park ssaem belum datang. Haha, Namjoonie sampai kelelahan gara-gara mengejarku tadi. Memangnya sejauh apa sih kelas ini sampai-sampai ia berkeringat seperti itu.

“Hyung, kau ini manusia apa bukan sih?”, tanya Namjoon seraya menghapus keringatnya.

“Yak! Kau mau memanggilku mayat hidup lagi hah?”

“Ani hyung, bagaimana kau tidak merasa lelah sedikitpun. Kelas kita kan ada di lantai 2, di pojok lagi.”, jelas Namjoon.

“Yoongi ini kan manusia tapi sayangnya tak punya jantung. Jadi lari sejauh apapun tidak akan merasa lelah.”, ucap seseorang di dalam kelas.

“Aku masih punya jantung ,Jin hyung.”, kataku.

“Hahaha, arrasseo arrasseo.”, tawa Jin hyung.

“Hey Yoongi! What’s poppin’ “, teriak Hoseok dari pintu kelas Yoongi.

“SWAG!”, jawabku metal.

“Kau sudah sarapan?”, tanya Hoseok.

“SWAG!”

“Kau sudah mandi?”, tanyanya lagi.

“SWAG!”

“Kau tampan sekali hari ini.”, katanya lagi.

“SWAG!!!”

“Kau juga pucat sekali hari ini.”, katanya lagi.

“SWAG!”

“Yoongi hyung setiap hari juga pucat, Hoseok-ah. Dia kan mayat hidup.”, ucap Namjoon.

“Yakk!! Kemari kau dasar bocah tak tahu sopan santun!”, teriak Yoongi kepada Namjoon.

“Annyeong.”

“Ahh, annyeong Taehyungie Jungkookie.”, jawabku dan Namjoon.

“Jungkook-ah, kau darimana saja eoh?”, tanyaku.

“Hyung! Kau tega sekali dengan dongsaengmu yang paling tampan ini.”, ucap Jungkook sebal.

“Waeyo Jungkook-ah?”, tanyaku bingung.

“Kau meninggalkanku tanpa alasan hyung.”, jawab Jungkook sambil cemberut.

“Hahaha. Mianhae Jungkookie.”

“Aigoo aigoo, uri Jungkookie lucu sekali hari ini.”, goda Hoseok.

“Hyung!! Aku bukan anak kecil lagi.”, jawab Jungkook kesal.

“Hahahaha.”, semua hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka.

“Hyung!! Hyung!! Park ssaem datang!!”, teriak Jimin entah darimana asalnya tadi.

“Hyung, aku kembali ke kelasku dulu yaa.”, kata Hoseok.

“Ndee.”, jawabku dan semuanya bersamaan.

Aku, Jin hyung, Namjoon, Hoseok, Jimin, Taehyung, dan Jungkook memang dekat. Sudah dari kecil kita bersama. Sebenarnya Jungkook saat ini seharusnya masih berada di kelas 10, tetapi berhubung dulu aku dan yang lain sudah masuk sekolah dasar terlebih dahulu Jungkook menangis dan merengek ke eommanya agar disekolahkan bersamaku dan yang lain. Akhirnya sekarang Jungkook berada di kelas 12 bersama denganku dan yang lain. Tapi sayangnya kelas Hoseok terpisah denganku.

AUTHOR POV

“Jung Ho Seok!”, teriak Hani.

“Nde. Waeyo Hani -ah?”, balas Hoseok.

“Kau darimana saja eoh?”

“Aku habis dari kelas Yoongi hyung.”

“Yoongi? Ahh, teman kecilmu yang itu yaa?” ‘maksudnya teman masa kecil’

“Yak! Yak! Yak!! Maksudmu kecil itu apa hah? Kau meledekku?”, kata seorang namja.

“Nuguseo?”, tanya Hani.

“Yoongi hyung, kenapa kau ada disini? Bukannya ada Park ssaem?”, tanya Hoseok bingung.

“Telingaku gatal tadi, aku sudah merasa pasti ada seseorang yang berbicara buruk di belakangku. Ternyata benar, karena yeoja yang…………”, Yoongi menggantungkan perkataannya saat menatap Hani.

“Wae hyung? Yang apa?”, tanya Hoseok bingung.

“Cantik.”, jawab Yoongi sambil menatap Hani tanpa mengedipkan matanya barang sedetik pun.

“Aigoo. Hyung!! Sadarlah!”, kata Hoseok sembari melambaikan tangannya ke wajah hyungnya yang satu ini.

“Ehem..ehem”, Yoongi menghaluskan tenggorokannya yang sedari tadi kering.

“Namamu siapa?”, tanya Yoongi dengan cool kepada Hani.

“Kim Ha Ni imnida, sunbae.”, jawab Hani sopan.

“Sunbae? Andwae andwae. Oppa!”, balasnya.

“Nde?”, tanya Hani bingung.

“Opppp…..aaaaaaaa”, jelas Yoongi. ‘ Hoseok melihat hyungnya hanya bisa menggeleng saja’

“Hyung! Hyung! Kau dicari Park ssaem.”, bohong Hoseok.

“Ah jinjja? Arrasseo, annyeong Hoseok-ah.”, kata Yoongi langsung berlari menuju kelasnya.

“Hahaha. Yak! Hani-ah kau disukai Yoongi hyung.”, kata Hoseok.

“Annyeong Hani.”, tiba-tiba Yoongi datang lagi dan melambaikan tangan ke arah Hani.

“Annyeong sunbae.”, jawab Hani.

“Opppppp…..aaaaaaaaaaaaaa!!!!!!”, teriak Yoongi sambil berlari lagi menuju kelasnya seraya mengingatkan Hani agar tidak terus-terusan memanggil sunbae.

“Buaahahahahaha.”, tawa Hoseok meledak.

“Yak!! Ada apa dengan temanmu itu hah?”, tanya Hani.

“Dia menyukaimu pabo.”, jawab Hoseok sembari menjitak kepala Hani.

“Yakkk!! App…….”, belum selesai Hani menuntaskan perkataannya, dari atas terdengar suara.

“Yakk!!!! Jung Ho Seok!! Sekali lagi kau menjitak yeojaku, kau akan kuhajar!”, teriak Yoongi dari kelasnya yang berada di atas.

“Daebak!!”, kata Hani.

“Yoongi hyung benar-benar menyukaimu.”, kata Hoseok.

“Temanmu itu naruto yaa?”, tanya Hani.

“Naruto?”, tanya Hoseok bingung.

“Nde. Yoongi sunbae ada dimana-mana mungkin karena ia memiliki jurus 1000 bayang.”, jelas Hani.

“Molla Hani-ah.”, balas Hoseok.

“Ya sudah, kita ke kelas saja lah. Kajja!”, ajak Hani.

“Kajja!

MIN YOON GI POV

Di kelas

Yeoja yang tadi bersama Hoseok, ah aku tak bisa berhenti memikirkannya. Matanya yang berbentuk bulan sabit, senyumnya yang membuat kakiku seakan-akan terasa lumpuh, kulitnya yang tak begitu putih, dan rambut hitamnya yang tak begitu panjang. Oh my god. Dia sangat SWAG!! Mungkinkah yeoja itu sekelas dengan Hoseok? Siapa namanya tadi? Ahh Kim Ha Ni, seperti namanya dia sangat manis semanis Honey. Apakah aku harus memanggilnya Honey? Aish, aku kan belum menjadi namjachingunya. Kira-kira Honey sudah memiliki namjachingu tidak yaa?

Braakkk!! ‘terdengar suara seseorang menggebrak meja, tepatnya meja Yoongi’

“Yakk! Min Yoon Gi!!”, teriak Park ssaem.

“Yak!! Diamlah! Mengganggu saja.”, balasku tak kalah keras.

“Mengganggu katamu?”, balas Park ssaem.

“Hyung, sadarlah!”, senggol Taehyung yang ada di sampingku.

“Wae?”, tanyaku bingung. ‘Taehyung hanya menunjuk ke arah sampingku dengan bibirnya yang dimajukan’

Lantas aku pun menengok ke sampingku dan mendapati seseorang yang berwajah garang, bergigi tajam, dan bercakar panjang. ‘ini monster yaa?’

“Mati aku!!”, kataku saat aku melihat Park ssaem sudah ada di sampingku.

“Mati sana!”, balas Park ssaem.

“Maafkan aku ssaem.”, kataku sopan.

“Keluar kau!”, perintah Park ssaem.

“Baik ssaem.”, balasku.

Aku pun keluar dari kelas, tapi kenapa tidak ada yang menahanku yaa? Aish, kau pikir ini adegan drama Min Yoon Gi! Sadarlah!! Gara-gara yeoja manis itu aku jadi seperti ini. Dia benar-benar mengalihkan duniaku. Tapi kenapa Park ssaem menghukumku? Apa dia tak pernah merasakan kasmaran. Haish jinjja. Baiklah, aku akan memberi kata-kata bijak untuk Park ssaem.

Tookk..Tookk..Tookk..

”Silahkan masuk.”, kata Park ssaem dari dalam.

“Ssaem! SWAGG!!!”, kataku dengan sopan lalu menundukkan kepala dan keluar.

“YAAKKK!!! MIN YOON GIIIII!!!!!!!”, teriak ssaem dari dalam yang terdengar nyaring di telingaku.

“Hahahaha.”, tawa teman-teman pun bisa kudengar.

Kim Ha Ni ………………………………………………. Saranghae !!!!’

KIM HA NI POV

Di kelas

                Apa yang tadi dikatakan Yoongi sunbae? Yeojaku? Padahal baru bertemu, mana bisa langsung mengatakan hal yang seperti itu. Tapi kalau dilihat-lihat Yoongi sunbae manis juga. Yak! Apa yang kau katakan Kim Ha Ni? Sadar! Sadar! Tapi memang dia sangat manis. Yakk!! Tidak bisakah pikiran ini diam sebentar? Memang dia manis, tapi tak usah diingatkan terus kan? Yak!! Sekarang ada apa denganku? Kim Ha Ni jangan biarkan racun Yoongi sunbae menyebar di otakmu. Oke oke sekarang ambil napas dalam-dalam, lalu keluarkan.

“Heeeemmmmm….Huuuuuffffffff” ‘ceritanya ambil napas’

“Hani-ah, apa yang kau lakukan?”, tanya Hoseok.

“Aniyo, aku hanya bernapas.”, jawabku.

“Hahaha, pasti kau memikirkan Yoongi hyung, kan?”

“Mwo? Aniyo!”, jawabku gelagapan.

“Ahaha. Gwenchana, Yoongi hyung orang yang sangat Swag Hani-ah.”, jelas Hoseok.

“Swag? Apa itu?”, tanyaku.

“Molla, dia suka dengan kata-kata Swag. Setiap ia berbicara pasti keluar kata Swag di akhirannya.”

“Ahh, aneh yaa?”

“Yoongi hyung orangnya baik Hani-ah, kalau kau berpacaran dengannya aku pasti merestuinya.”

“Yakk!!! Kau siapa? Ayahku bukan, kenapa aku harus meminta restu darimu hah?”

“Hani-ah, kan kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri.”, jawab Hoseok sendu.

“Hoseok-ah, gomawo. Kau adalah oppaku yang paling kusayangi.”, balasku sembari memeluknya.

“Ehem..hemm..hemm..hemm!!”, terdengar suara namja dari jendela.

“Kamchagi!!! Yoongi hyung.”, teriak Hoseok. ‘sejak kapan ia ada disana’

“Neo! Neo!”, kata Yoongi sunbae sambil menunjuk dan mendengus kesal.

“Benar-benar seperti naruto.”, kataku takjub.

“Ahahaha.”, tawa Hoseok sembari memelukku lagi bermaksud membuat Yoongi sunbae cemburu.

“Yakk!! Yakk!! Yakk!!”, teriak Yoongi masih di luar jendela dekat bangkuku dan Hoseok.

Yoongi sunbae memasukkan tangannya lewat jendela dan berhasil membuyarkan kegiatan Hoseok dengan sekali jitak.

“Hyung! Appooo!!!”, teriak Hoseok kesakitan.

“Gwenchana?”, tanyaku sambil mengelus-elus kepala Hoseok.

Hoseok semakin menjadi, dengan kesempatan ini ia bisa menggoda hyungnya yang Swag ini.

“Hmm, appo Hani-ah. Jeongmal appo.”, kata Hoseok manja sembari memegang tanganku.

Yoongi sunbae yang semakin panas melihatku dan Hoseok bermesraan(?) hanya bisa mencakar kaca jendela dengan muka yang ditempelkan ke kaca seakan-akan ingin menelanku dan Hoseok. Aku yang melihat ekspresi Yoongi sunbae yang menurutku sangat jelek langsung tertawa.

“Ahahahaha!!!”

“Hahaha.”, Hoseok juga ikut tertawa.

“Huahaha.”, bahkan Yoongi sunbae ikut tertawa.

Teeeetttt…Teeeettt ‘Bel istirahat sudah berbunyi, saatnya istirahat’

Kelasku yang sedari tadi tidak ada pelajaran sama sekali langsung sepi saat mendengar bel istirahat. Yoongi sunbae yang sedari tadi juga ada di luar langsung masuk ke kelasku lalu menghampiriku dan Hoseok.

“Annyeong Hani-ah.”, sapanya ramah padaku.

“Annyeong sunbae.”, jawabku.

“Hani-ah, jaebal panggil aku oppa.”, pintanya.

“Mianhae oppa.”, balasku.

“Aigoo, senangnya dipanggil oppa.”, ledek Hoseok.

“Yak! Neo! Sedang apa kau tadi dengan Hani?”, tanya Yoongi oppa.

“Hahaha, aku hanya menggodamu hyung. Lagipula Hani menganggapku seperti oppanya.”, jawab Hoseok.

“Benarkah Hani?, tanya Yoongi oppa padaku.

“Ndee.”, jawabku.

“Nah, berarti sekarang kau harus memanggilku hyung.”, perintah Hoseok kepada Yoongi oppa.

“Yaakk!!! Kau mau mati hah?”, kata Yoongi oppa yang membuatku sontak tertawa.

“Manis….”, kata Yoongi oppa.

“Ndee?”, tanyaku.

“Kau manis, Hani-ah.”, jawab Yoongi oppa.

Entah mengapa jantungku rasanya ingin meledak. Aahh, pasti wajahku sudah memerah. Aku hanya bisa menunduk. Tapi, tiba-tiba………..

“Hani-ah.”, ucapnya lembut sembari mengangkat kepalaku yang sedari tadi tertunduk.

“Kau sangat Swag. Maukah kau menjadi yeojachinguku?”, lanjutnya.

“Oppa? Kau bercanda?”, tanyaku.

“Mana mungkin aku bercanda tentang perasaanku padamu Hani-ah.”, jawabnya.

“Hanya dengan pertemuan singkat kau langsung menyukaiku?”, tanyaku lagi.

“Ndee, haruskah aku jika menyukai seseorang harus mengenal lebih lama terlebih dahulu?”, balasnya.

“Apa yang membuatmu menyukaiku oppa?”, tanyaku penasaran.

“Karena kau Kim Ha Ni, sangat Swag di mataku.”, jawabnya.

“Hmm, baiklah oppa. Aku mau menjadi yeojachingumu.”, balasku.

“Jinjja? Gomawo!!”, ucapnya semangat.

Saat ia ingin memelukku, Hoseok langsung menghadangnya.

“Aku oppanya Hani, aku akan merestui kalian jika kalian memang saling mencintai.”, kata Hoseok.

“Yak!! Kau ini tidak penting sekali, Hoseok-ah.”, balas Yoongi oppa.

“Hyung!!!”, teriak Hoseok.

“Kim Ha Ni, Let’s Swag With Me.”

“Kajja!!!”

Selesai deh. Gimana? Aneh? Absurd pastinya. Berhubung authornya nggak bisa bikin FF yang NC atau yang romance’nya minta ampun (?). Jadi, author cuma bisa bikin FF yang aneh bin ajaib. Oh yaa, sekedar pemberitahuan aja nih. Buat yang nungguin FF Finding Baby Part 2 (kalo ada yang nunggu), akan dibuat secepatnya kok❤. Sekolah author lagi semangat-semangatnya ngasih tugas soalnya J

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF oneshot/ LET’S SWAG WITH ME/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s