FF/ FINDING BABY/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


Tittle:    Finding Baby

Author:                FunHopie

Length: Chapter (Part 2)

Genre:  Friendship, Family

Cast:      Kim Seok Jin (BTS’s Jin)

Min Yoon Gi (BTS’s Suga)

Jung Ho Seok (BTS’s J-Hope)

Kim Nam Joon (BTS’s Rapmon)

Park Ji Min (BTS’s Jimin)

Kim Tae Hyung (BTS’s V)

Jeon Jung Kook (BTS’s Jungkook)

Rating:  PG-15

 Finding baby 2

                Annyeong!! Balik lagi dengan Finding Baby Part 2. Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak yaa J

AUTHOR POV

“Kenapa bayi itu tersenyum pada kita hyung?”, tanya Jungkook.

“Senyum yang mengerikan.”, kata Yoongi.

“Senyum yang mencurigakan.”, kata Namjoon.

“Senyum yang menyakitkan.”, kata Jimin.

“Senyum yang tak bisa dijabarkan.”, kata Jin.

“Senyum yang… yang.. yang.. apa itu?”, kata Taehyung. ‘ -_- ‘

“Senyum yang manis.”, kata Hoseok.

“Heeeeeeeehhhhhhhh??”, teriak semuanya dengan tatapan aneh dan tak percaya kearah Hoseok.

“Wae? Kan memang lucu.”, kata Hoseok sambil mengelus rambut bayi namja yang masih berada di dalam keranjang.

“Hyung, bayi ini bayi namja atau bayi yeoja?”, tanya Jimin.

“Molla Jimin-ah.”, kata Hoseok tidak tahu.

“Cepat lihat hyung! Lihat! Ppali!!”, perintah Taehyung.

“Yak! Kalau yeoja bagaimana? Aku tidak bisa melihatnya?”, jawab Hoseok takut.

“Bagaimana bisa kita tahu kalau bayi itu namja atau yeoja kalau kita tidak melihatnya.”, kata Jungkook.

“Kalau begitu kau saja yang lihat.”, perintah Hoseok.

“Shireo!!”, tolak Jungkook.

“Siapa yang berani melihatnya?”, tanya Hoseok.

“Sini..sini berikan padaku.”, kata Yoongi.

“Ini hyung.”, kata Hoseok sambil memberikan bayi itu kepada Yoongi. Yoongi mulai melepas celana bayi itu, namun Hoseok, Jimin, Jungkook, dan Taehyung melihatnya dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Saat Yoongi mulai membuka popok si bayi, tiba-tiba…

“Stop hyung!! Aku tak bisa! Aku tak sanggup! Hentikan..Hentikan!”, teriak Taehyung tak karuan.

“Yak! Kau ini bicara apa sih?”, jitak Namjoon kepada Taehyung. Saat Yoongi mulai membuka lagi popok yang tadi tertunda gara-gara Taehyung, tiba-tiba…

“Hyung! Hyung! Jangan dilihat! Biarkan bayi itu hidup tanpa ada yang tahu jenis kelaminnya.”, sekarang gantian Jimin yang angkat bicara.

“Yakk!! Diamlah!!”, jitak Namjoon kepada Jimin. Sekarang Yoongi benar-benar akan membuka popok si bayi yang sedari tadi tertunda gara-gara Taehyung dan Jimin, namun tiba-tiba..

“Hyung! Hyung!!”, teriak Jungkook tak sabaran.

“Sekarang apa lagi?”, tanya Yoongi sebal sesebal-sebalnya.

“Lanjutkan.”, kata Jungkook polos.

“Ish! Jinjja! Kalian ini.”, jitak Namjoon kepada Jungkook. Disaat Taehyung, Jimin, dan Jungkook kesakitan karena kepalanya yang dijitak oleh Namjoon, Yoongi mulai membuka popok si bayi.Pada saat popok bayi terbuka…

“Benda apa itu hyung?”, tanya Taehyung polos.

“Kecil sekali..”, tambah Jimin.

“Silaauuuu!!”, sahut Jungkook.
“Yak!! Bicara apa kalian hah?”, kata Namjoon yang sudah mengambil ancang-ancang akan menjitak mereka bertiga lagi.

“Ampun hyung! Ampun!”, jawab mereka bersamaan.

“Ternyata bayinya namja.”, kata Yoongi.

“Oh syukurlah..”, kata Hoseok lega.

“Memang kenapa kalau bayi ini yeoja?”, tanya Jin kepada Hoseok.

“Aku tidak berani saja hyung. Aku takut. Aku malu. Aku ….”, belum selesai Hoseok bicara.

“Sudah..sudah lupakan pertanyaanku yang tadi.”, kata Jin menyela Hoseok.

“Hyung! Hyung! Kenapa dengan tangan bayi itu?”, tanya Taehyung kepada Hoseok.

“Haha, dia minta digendong. Lihatlah! Tangannya mengarah padamu Taehyung-ah.”, kata Hoseok.

“Jangan mau hyung!! Jangan mau!”, kata Jungkook mencegah.

“Wae? Wae?”, tanya Taehyung penasaran.

“Mungkin itu bukan bayi hyung. Bisa saja dia siluman bayi.”, jelas Jungkook sambil mendelikkan matanya kepada sang bayi sehingga sang bayi ketakutan dan langsung menangis keras.

“Yak! Yak! Bayinya jadi nangis kan!”, kata Yoongi sambil menjitak kepala Jungkook.

“Hyung! Hyung! Bagaimana ini? Bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?”, teriak Taehyung sembari berlari-lari dengan mengangkat tangannya.

“Yak! Aku juga tidak tahu. Bagaimana ini? Bagaimana?”, teriak Hoseok sambil berlari mengikuti Taehyung dengan menjambak rambutnya.

“Ahh! Berisik!! Hyung, buat bayi itu diam.”, kata Jungkook sambil berlari mengikuti Taehyung dan Hoseok sambil score jump(?).

“Ish! Kalian ini bisa diam tidak?”, kata Jin tegas langsung membuat Taehyung berhenti mendadak dan membuat Hoseok dan Jungkook saling bertabrakan.

“Owweeeeeekkkkkkkkkk!!!!!”, tangis bayi semakin meledak.

“Bagaimana ini? Bayinya tidak mau berhenti menangis.”, kata Yoongi bingung sambil menggendong bayi lucu itu.

“Ciluukk…baahhh!!”, goda Hoseok kepada bayi lucu itu.

“Owweeeeeeeeekkkkkkk!!!”, bukannya diam, tangis bayi semakin menjadi.

“Hoseok-ah! Kau membuatnya takut.”, kata Namjoon.

“Bagaimana bisa dia takut denganku? Aku kan tamfan.”, tanya Hoseok bingung.

“Mengacalah hyung!”, kata Jungkook sambil menawarkan kaca kepada Hoseok.

“Aaaaakkkkkkkk!!!! Nuguya!! Apa itu siluman kuda?”, teriak Hoseok saat ia mengaca dari kaca yang dipegang Jungkook.

“Itu kau sendiri hyung.”, kata Jungkook.

“Bagaimana bisa itu aku? Kemarin wajahku tidak seperti ini.”, jelas Hoseok.

“Memang kemarin seperti apa hyung?”, tanya Jimin.

“Seperti Changmin TVXQ.”, jawab Hoseok dengan percaya diri.

“Heeeehhh??”, teriak semuanya sampai-sampai sang bayi pun ikut terkejut.

“Yak! Kau tidak ada mirip-miripnya dengan Changmin TVXQ.”, kata Jin.

“Ahh, kantong plastik mana kantong plastik?.”, kata Taehyung sambil memegangi perutnya.

“Untuk apa Taehyung-ah?”, tanya Jimin.

“Muntah!”, jawab Taehyung.

“Lihat! Bayinya sampai shock gara-gara omonganmu tadi Hoseok-ah.”, kata Yoongi.

“Mianhae..”, kata Hoseok lembut sambil mengelus kepala sang bayi.

“Owwweeekkkkk!!!!”, bayinya menangis lagi saat Hoseok mengelus sang bayi.

“Yakk!! Jung Ho Seok!! Menjauhlah dari bayi ini!!”, teriak Yoongi.

“Yoongi hyung jahat!!”, kata Hoseok sambil berlari seperti perempuan dan langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintunya keras.

“Hahaha. Aku jijik melihat Hoseok hyung seperti itu.”, kata Jimin.

“Hoseok hyung itu memang berbeda yaa?”, kagum Taehyung sambil menggelengkan kepalanya.

“Tak ada duanya.”, tambah Jungkook.

“Kita lupakan Hoseok dulu, sekarang kita pikirkan bayi yang masih menangis ini.”, kata Yoongi.

“Jadi kau mau melupakanku hyung? Dengan semua yang sudah kita lalui bersama? Ini semua gara-gara bayi itu kan? Yoongi hyung jahat!!”, kata seseorang yang ternyata orang itu adalah Hoseok yang tiba-tiba membuka pintunya.

“Hoseok-ah, bukan itu maksudku..”, belum sempat Yoongi melanjutkan perkataannya.

“Geumhane! Geumhane! Aku sudah cukup tahu tentangmu hyung.”, kata Hoseok mendramatisir. Namjoon yang sudah merasa mual melihat Hoseok, ia langsung menjitak kepalanya.

“Yakk! Geumhane!”, kata Namjoon.

“Arrasseo.. arrasseo!”, jawab Hoseok pasrah.

“Kalian ini! Cara mendiamkan bayi saja tak tahu. Sinikan bayinya.”, kata Jimin sok tahu.

“Ini.”, kata Yoongi sambil memberikan bayi itu kepada Jimin.

“Begini caranya.”, jelas Jimin sambil memegang kaki bayi itu sehingga kepala bayi itu ada di bawah. Lalu jimin menggoyangkan kaki sang bayi sampai-sampai sang bayi saat ini sudah menjadi lonceng jam.

“Yakk!! Kau gila? Bayinya bisa pusing kalau begitu.”, teriak Jin khawatir.

“Ani hyung. Lihat bayinya tertawa!”, kata Taehyung sambil bertepuk tangan.

“Eh?”, kata Jin bingung.

“Tuh kan hyung. Sudah kubilang bayi itu bukan manusia.”, kata Jungkook.

“Kau yang bukan manusia.”, kata Yoongi sebal.

“Eyy! Memang hyung. Bagaimana bisa ada manusia setampan ini.”, kata Jungkook percaya diri.

“Oh My God!”, kata mereka bersamaan menanggapi perkataan Jungkook.

“Omaidat…”, kata si bayi lucu mengikuti perkataan mereka berenam.

“Hyung! Bayinya bisa bicara!”, teriak Jimin.

“Daebakk!!”, kata Hoseok menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Lucunyaaa.”, kata Jin sambil melihat bayi yang lucu itu sedang tertawa.

“Ayoo coba bilang Taehyung tampan, manis, lucu, dan imut.”, kata Taehyung kepada si bayi.

“Yak!! Jangan ajari dia berbicara bohong!”, kata Yoongi.

“Maksudmu apa hyung? Aku tidak tampan, manis, lucu, dan imut?”, rengek Taehyung.

“Ndee!!”, kata Namjoon.

“Kalian ini, jinjja!”, kata Taehyung sebal.

“Hahaha.”, tawa mereka bersamaan saat melihat Taehyung cemberut seperti anak gadis.

“Lihat! Lihat! Bayinya ikut tertawa!”, kata Jin.

“Lucu sekali! Hyung, kita namakan apa bayinya?”, tanya Jimin.

“Jung Ho Shik, bagaimana?”, tawar Hoseok.

“Eyy! Memang dia anakmu? Kita namakan yang lain saja.”, kata Namjoon.

“Kim Tae Hyung, bagus kan hyung?”, sahut Taehyung dengan bangganya.

“Yak! Itu kan namamu sendiri.”, balas Jin.

“Kim Monster, cocok kan hyung?”, tawar Jungkook.

“Tidak ada nama yang lebih bagus dari itu Jungkook-ah? Lihat! Bayinya saja tidak suka dengan nama itu.”, kata Hoseok.

“Itu sudah bagus hyung. Lagian kita belum tahu apa bayi ini manusia atau bukan?”, kata Jungkook.

“Kau ini punya dendam tersendiri dengan si bayi ini yaa?”, tanya Yoongi kepada Jungkook.

“Ani hyung.”, jawab Jungkook ragu.

“Bagaimana kalau Choi Min Seok?”, tawar Jin.

“Ehm, itu terdengar bagus hyung. Yaa kan Minseokie?”, tanya Hoseok kepada bayi yang langsung dijawab senyuman oleh sang bayi.

“Baiklah, Minseok sudah setuju. Mari kita rayakan dengan makan besar.”, kata Taehyung gembira.

“Tapi kan makanan kita belum datang Taehyung-ah.”, kata Jimin sedih.

“Aku lapar hyung. Apa perlu kita makan bayi ini?”, kata Jungkook sambil menajamkan matanya kearah Minseok dengan senyuman iblisnya.

“Yak! Yak! Kau jangan menakuti Minseok!!”, teriak Yoongi.

“Arrasseo..arrasseo. Jadi sekarang ada yang lebih maknae daripada aku. Berarti kau sekarang akan bersaing denganku.”, ancam Jungkook kepada Minseok. Si Minseok hanya buang muka melihat Jungkook.

“Yak! Berani-beraninya kau membuang muka padaku hah?”, sebal Jungkook.

“Aigoo, Jungkookie. Kau ini masa cemburu dengan Minseok. Minseok kan masih kecil.”, kata Jin sambil mengelus kepala Jungkook.

“Jangan beri kasih sayang kalian hanya untuk Minseok. Aku juga yaa hyung.”, rengek Jungkook seperti anak kecil.

“Aigoo..aigoo. Uri Jungkookie ternyata manja sekali yaa.”, goda Namjoon kepada Jungkook.

“Kita jadi punya dua bayi di apartement ini.”, kata Yoongi sambil tertawa.

“Haha, iyaa hyung.”, jawab Taehyung.

Tiiinnggg…Tooonnggg!! ‘suara bel’

“Horee!! Makanannya sudah datang!”, teriak Jimin dan Jungkook.

“Bagaimana kalau itu bukan makanan kita hyung? Bisa saja ada bayi lagi di luar.”, kata Taehyung gelisah.

“Eyy! Mana mungkin. Memang kita ini namja-namja penitipan bayi?”, balas Namjoon.

“Itu bisa jadi bisnis hyung. Namja Tampan Tempat Yang Tepat Untuk Para Bayi.”, jelas Jimin.

“Kau merasa dirimu tampan hyung?”, tanya Jungkook.

“Yak! Mulutmu itu perlu disumpal popoknya si Minseok yaa?”, teriak Jimin.

“Mianhae hyung. Aku kan bercanda.”, kata Jungkook ketakutan.

“Sudah..sudah. Aku ambilkan dulu makanannya.”, kata Hoseok.

“Ayoo makan!!”, teriak Taehyung saat melihat Hoseok membawa jjajangmyeon yang sudah mereka pesan.

“Sebentar!!”, teriak Jin di saat semuanya mulai bersiap untuk makan.

“Wae hyung?”, rengek Namjoon.

“Minseok makan apa?”, tanya Jin.

“Oh yaa, kita kan tidak punya bubur ataupun susu hyung.”, kata Yoongi.

“Di dapur sepertinya ada susu hyung.”, kata Taehyung.

“Oh, jinjja? Mana?”, kata Jin.

“Sebentar hyung, aku ambilkan.”, kata Taehyung sambil berjalan ke dapur dan kembali dengan membawa sekotak susu di tangannya.

“Ini hyung.”, kata Taehyung sambil memberikan kotak susu itu kepada Jin.

“Yak! Kau gila? Ini susu untuk menumbuhkan otot.”, kata Jin.

“Oh jinjja?”, tanya Taehyung tanpa dosa.
“Kau mau Minseok jadi berotot?”, kata Hoseok.

“Yak!! Itu susuku, dasar pabo.”, teriak Jimin kepada Taehyung.

“Sudah..sudah. Lebih baik kita makan dulu, setelah ini Taehyung dan Jimin pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan Minseok.”, kata Yoongi.

“Kenapa harus aku hyung?”, tanya Jimin sebal.

“Kau tidak mau? Kau mau susumu ini aku berikan ke anjing sebelah?”, ancam Yoongi sambil memegang susu Jimin. ‘susu kotaknya Jimin maksudnya’

“Arrasseo..arrasseo hyung.”, jawab Jimin terpaksa.

“Baiklah, kajja kita makan.”, kata Jungkook.

“Ndee!”, jawab mereka bersamaan.

“Neee.”, kata Minseok dengan suaranya yang lucu mengikuti appa-appanya(?).

“Aigoo, Minseok pintar sekali.”, kata Hoseok gemas. Minseok hanya tersenyum melihat Hoseok.

“Minseok mau ini?”, tawar Namjoon sambil menyuapkan bumbu jjajangmyeon ke Minseok.

“Jangan Namjoon-ah, tidak baik bayi makan ini.”, kata Jin.

“Ahh, arrasseo hyung.”, kata Namjoon.

“Aku juga mau hyung. Aakkkk!”, kata Jungkook kepada Namjoon sambil membuka mulutnya.

“Eyy! Kau kan sudah punya sendiri.”, kata Namjoon.

“Ish! Ini semua gara-gara kau!”, kata Jungkook kepada Minseok. Minseok hanya menatap Jungkook bingung.

“Haha, lucu sekali kalian berdua ini.”, kata Jimin kepada Jungkook dan Minseok.

Selesai makan, mereka semua membereskan sisa-sisa makanan yang tadi mereka makan agar menjadi bersih. Apalagi sekarang sudah ada Minseok, jadi semuanya harus serba steril. Sekarang saatnya Taehyung dan Jimin pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan Minseok.

Sesampainya di supermarket, Taehyung dan Jimin mengambil troli untuk mengisi barang-barang kebutuhan Minseok.

“Kita mau beli apa ini Taehyung-ah?”, tanya Jimin.

“Ehm, kimchi?”, jawab Taehyung.

“Kimchi? Sejak kapan bayi makan kimchi, pabo?”, kata Jimin.

“Bayi tidak makan kimchi? Kimchi kan enak Jimin-ah.”, kata Taehyung polos.

“Ah, molla.”, jawab Jimin sambil pergi meninggalkan Taehyung.

“Jimin-ah!! Tunggu aku!”, teriak Taehyung sambil mengejar Jimin sampai-sampai semua pembeli melihat Taehyung yang sedang berlari seperti anak gadis.

“Kau ini jangan membuatku malu Taehyung-ah.”, kata Jimin.

“Haha, arrasseo.”, kata Taehyung.

“Bagaimana kalau kita beli susu?”, tawar Jimin.

“Ahh, kajja!”, ajak Taehyung.

“Susu coklat atau susu vanilla Taehyung-ah?”, tanya Jimin.

“….”

“Taehyung-ah?”, panggil Jimin.

“…”, merasa yang dipanggil tidak merespon, akhirnya Jimin menoleh ke belakang.

“Omo!!”, kaget Jimin saat melihat Taehyung yang saat ini sudah berada di dalam troli.

“Yak! Mwoya?”, tanya Jimin.

“Aku ingin seperti anak itu.”, rengek Taehyung sambil menunjuk anak perempuan di atas troli yang sedang didorong oleh ibunya.

“Taehyung-ah! Kau ini kan bukan anak-anak. Turun!!”, perintah Jimin.

“Shireo!!”, balas Taehyung sambil menunjukkan wajah melasnya.

“Ish! Jinjja!! Aku bisa stress jika terus bersama anak alien ini!”, gumam Jimin.

“Jimin-ah…”, rengek Taehyung.

“Arrasseo..arrasseo. Tapi ini untuk yang terakhir kalinya yaa.”, kata Jimin.

“Horee. Gomawo Jimin oppa.”, goda Taehyung sambil mengedip-ngedipkan matanya genit.

“Yak!! Jangan panggil aku seperti itu.”, sebal Jimin.

“Hahaha.”, tawa Taehyung.

“Taehyung-ah, kita sudah beli popok bayi, bedak bayi, bubur bayi, dan susu bayi. Kurang apa lagi yaa?”, tanya Jimin.

“Ibu bayi.”, jawab Taehyung polos.

“Yak!! Beli ibu bayi dimana hah? Lama-lama kau yang akan kubelikan otak baru, Taehyung-ah!”, sebal Jimin.

“Aku mau ice cream!”, kata Taehyung tidak mempedulikan perkataan Jimin barusan.

“Ahh! Aku bisa gila dengan alien ini!”, gumam Jimin.

“Jimin-ah! Kajja kita pulang.”, ajak Taehyung.

“Katamu kau ingin ice cream.”, kata Jimin.

“Ini aku sudah membelinya.”, jawab Taehyung sambil menunjukkan sekantong ice cream yang sudah ia beli.

‘sejak kapan ia membelinya?’ dalam pikiran Jimin.

“Kajja kita pulang.”, ajak Jimin.

“Kajja.”, balas Taehyung.

Seusai berbelanja, Jimin dan Taehyung pulang ke apartement mereka dan memberi barang belanjaan untuk Minseok kepada Jin. Setelah itu, mereka melepas kepenatan mereka dengan bermain PS.

“Minseok, susunya sudah jadi. Kajja.”, kata Jin sambil menyodorkan botol susu ke mulut Minseok. Minseok yang kelaparan langsung meminum susu dari Jin sembari tidur di pangkuan Jin.

“Aigoo, uri Minseokie lucu sekali saat tidur.”, kata Hoseok.

“Siapa orang tua yang tega membuang anak selucu ini?”, sebal Yoongi.

“Sabar hyung, untuk sementara waktu kita rawat saja Minseok bersama-sama.”, kata Namjoon.

“Kenapa tidak lapor polisi saja hyung?”, tanya Jungkook.

“Polisi tidak akan percaya Jungkook-ah, paling-paling Minseok disangka anak kita.”, jelas Jin.

“Sudah malam, kajja kita tidur.”, perintah Yoongi kepada dongsaeng-dongsaengnya.

“Minseok bagaimana hyung?”, tanya Jimin.

“Biar Minseok tidur denganku dulu.”, kata Jin.

“Arrasseo hyung. Ya sudah hyung, kita tidur dulu nee.”, kata Taehyung.

“Nde. Jjaljaa.”, balas Jin.

Akhirnya mereka semua tidur dengan nyenyak. Jin dan Minseok untuk sementara waktu akan tidur bersama. Memang sulit merawat seorang bayi, apalagi mereka semua adalah namja yang belum menikah. Tapi, apa boleh buat? Bayi ini sudah berada di apartement mereka. Mau tidak mau mereka harus merawat Minseok dengan baik.

Keesokan harinya…

“Owweeeekkkk!!!!!!”, tiba-tiba Minseok menangis di saat semuanya masih tertidur pulas.

“Yak!! Ini bunyi alarm siapa sih?”, teriak Taehyung yang masih mengejamkan matanya.

“Owwweeekkk!!!!”, tangis Minseok semakin menjadi.

“Ish! Jinjja! Cepat matikan alarmnya! Aku masih ingin tidur.”, teriak Taehyung lagi.

“Owwweeekkkk!!!!”,tangis Minseok yang ini langsung membangunkan ketujuh namja tampan tersebut.

“Ada apa Minseok-ah?”, tanya Jin yang masih mengantuk kepada Minseok. Minseok hanya menangis.

“Hyung, Minseok kenapa?”, tanya Namjoon.

“Molla Namjoon-ah.”, jawab Jin.

“Ini bau apa hyung?”, tanya Jungkook.

“Bau keju basi?”, kata Jimin.

“Bau ketiak Jimin?”, kata Yoongi.

“Bau badan Jimin?”, kata Hoseok.

“Bau kaki Jimin?”, kata Namjoon.

“Bau.. Bau.. Bau apa yaa?”, kata Taehyung. ‘-_-‘

“Hiyaahh!! Bau pantat bayi!!!”, kata Jin.

“Apaaaaaaaa????”, kaget mereka berenam.

-TBC-

About fanfictionside

just me

49 thoughts on “FF/ FINDING BABY/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. ancam Yoongi sambil memegang susu Jimin. ‘susu kotaknya Jimin maksudny’ hahahahha ini ngakak masa😄
    Ngakak dari awal sampe akhir. Lagi seru serunya TBC TTTT
    Next chap nya jangan kelamaan yaaaaaa🙂

  2. kok mirip kayak yg udh pernah aku baca ya cuma percakapannya aja yg ditambah2in terus dibolak balik adegannya. Bedanya ini bangtan, yg duluan ukiss. hemmm
    ff nya judulnya My Sweety Baby.. 1tahun lalu pernah di post di page kissme ._.
    Percis bgt… maaf bukannya gimana2 tpi emg mirip bgttt:/

    • makasih buat comment’nya🙂
      tapi jujur ff ini beneran buatan sendiri kok. Aku buat ff ini terinspirasi dari fotonya bts yg sama bayi itu. Mungkin ceritanya emang mirip, tapi ff ini beneran dari pikiranku kok🙂
      aku juga nggak pernah tahu bahkan baca ff yg judulnya My Sweety Baby-ukiss..

  3. Pas ada kata kata “susu kotak jimin maksudnya” langsung ngakak. Dan lagi taehyung bilang beli ibu bayi, yaampun alien satu ini bikin tambah ngakak aja. Sumpah lagi seru seru malah tbc :(( next secepetnya thor

  4. Anjirr thorr… kenapa kau nistakan V Oppa kuuuu??? aisshhh… tapi keren kok thor🙂 ayoo lanjuuttt… jangan lama-lama. *maksa

  5. “ancam Yoongi memegang susu Jimin” SHIT GUE NGAKAK BAGIAN ITU, YOONMIN BGT WKWK😄

    KENAPA ANAKNYA GA CEWE AJA? KAN LUCU GITU, APALAGI KALO NAMA ANAKNYA ITU RIKEY .g WKWK😄

    LANJUT BURUAN THOR AWAS AJA LAMA *TODONG PISO*

    • haha, ide memegang susu jimin itu tiba-tiba keluar di pikiran author😀
      waduh, kalo babynya cewek agak nggak rela authornya😛
      okee ditunggu yaa nextnyaa *ampun*

  6. Astagaaaa, aku langsung loncat waktu liat lanjutan ff ini udah keluar;-;
    Aku ketawa terus loh thor sepanjang jalan/? ff ini;-;
    Ternyata si yoongi punya bakat/? juga yah buat ngurusin bayi hahahah, calon suami yang baik banget/?
    Jungkook sama tae mending di borgol dulu deh biar gak bereliaran/? di apartemen;-;
    Terus lanjutannya jangan lama lama yah thorr, gasabar mau ngakak lagi hahahahah

  7. hehe, makasih udah comment🙂
    author lebih suka konsep yg comedy, apalagi bts kan aslinya konyol😛
    ditunggu yaa nextnyaa…

  8. Yeah !! 1 kata yg paling pas buat ff ini tuh LUCU !!! Ngakak bgt sumpah !! Mendadak rempong berkalikali lipat gtu pas si bayi d apartemen… wakakaka
    dtunggu next nyaaaaa🙂

  9. kasihan Jimin yg selalu tertindas😀
    yaampun bayi mau dikasih susu penumbuh otot …..
    Ckckck ga bisa nahan ketawa ini😄 konyol

  10. yaampunn hoseok -_- dikira anak sendiri…kalo , mau dong jadi ibunyaa~ /abaikan/
    duh bacanya sampe senyum-senyum sendiri…. keep writing thor!

  11. yaampunn hoseok -_- dikira anak sendiri…kalo appa nya mereka, mau dong jadi ibunyaa~ /abaikan/
    duh bacanya sampe senyum-senyum sendiri…. keep writing thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s