FF vignette/ NOONA COME BACK TO ME!!/ BTS-BANGTAN


Annyeong reader-deul, Choi Hee Gi hadir lagi dengan ff vignette yang berjudul “Noona Come Back to Me”. Sebenarnya ini terinspirasi dari kisah hidupku yang gagal menjalin asmara dengan hoobae (eaakk curhat). Tapi di ff kali ini, aku mengubahnya menjadi happy ending (itu sebenernya harapanku… aih gagal muvon :v). Maaf ya kalau ada kata-kata yang kurang dimengerti, dan juga banyak banget typo. Selamat membacaaaa….

 

Title                       : Noona Come Back to Me!!
Author                  : Choi Hee Gi
Main Cast            : Choi Hyo Neul (OC)

                                Jeon Jeongguk (BTS’s Jungkook)

Length                  : vignette

Genre                   : Romance.
Rating                   : PG 15.

 IMG_20140926_191026

Jungkook’s POV

Kutatap foto Hyo Neul Nuna yang masih tersimpan di galery ponselku. Cantik. Senyumnya sangat manis, namja mana yang tak takjub dengan senyum mautnya. Bodohnya aku sudah menyia-nyiakan dan meninggalkannya setahun yang lalu dengan alasan aku ingin lebih fokus belajar dan tak mau berpacaran dengan siapa pun, namun nyatanya setelah aku berpisah dengan Hyo Neul Nuna, aku sudah beberapa kali berpacaran dengan yeoja cantik. Dan aku tahu, banyak orang yang menilaiku salah, menilaiku sebagai NAMJA POLOS YANG BERHATI BAIK itu semua SALAH BESAR.

“Chagiyaa… waegeurae? Kenapa dari tadi kau hanya menatap ponselmu? Ayo makaann…” Seru seorang hoobae yang sekarang menjadi yeojachinguku. Kim Sae Ra. Cantik, mempunyai hidung dan mata yang indah dan yeoja ini juga bisa dikatakan sempurna, aku menyukainya. Namun, satu hal yang ia tak punyai. Yaitu senyum indah seperti Hyo Neul Nuna.

“Ahh iya, maaf aku sedang tak nafsu makan.” Jawabku seadanya dengan tetap memfokuskan pandanganku kearah ponsel.

“Ya! Oppa! Kau sedang memandangi apa huh di ponselmu? Foto Hyo Neul Sunbae lagi?” Tanya Sae Ra dengan membanting sendok ke piring dengan kasar.

“A-a-aniyaaa… aku sedang memandangi fotomu.” Elakku.

“Jeongmalyo?”

“Hum…”

Drrrtt Drrttt… terdengar suara getaran dari ponsel Sae Ra yang terletak di atas meja, dengan cepat gadis itu membuka pesannya.

“Uhmm Oppa… mianhae, aku harus menyelesaikan tugas dari Min Ssaem. Aku balik ke kelas dulu ya.” Tanpa menunggu jawaban dariku, Sae Ra sudah melangkah pergi. Sebenarnya aku tahu kemana Sae Ra akan pergi, yaitu menemui Hoseok Sunbae, kekasih gelapnya. Tapi anehnya mengapa aku tak mempunyai perasaan cemburu sekecil apapun.

“Hyo Neul-ah… sebelah sini!” Terdengar suara seseorang memanggil nama Hyo Neul Nuna, dengan reflek ku putarkan kepala mencari dari mana suara itu berasal.

“Ahhh Gayoung-ah. Mianhae sudah membuatmu menungguku.” Ujar Hyo Neul Nuna dengan menunjukkan senyumnya yang lagi-lagi membuatku terperangah.

“Gwaenchana… lagipula aku tak sendiri. Aku bersama seseorang.”

“Nugu?”

“Jimin, Park Jimin. Yang pernah aku ceritakan kepadamu.”

“Ahh Park Jimin, di mana dia?” Tanya Hyo Neul Nuna dengan antusias. Siapa namja yang dimaksud Gayoung Sunbae?

“Itu dia!” Gayoung Sunbae menunjuk seorang namja tampan bermata sipit yang berjalan ke arah tempat Hyo Neul Nuna dan Gayoung sunbae.

“Annyeong Hyo Neul-ah. Park Jimin imnida.”

“Ahh nde. Choi Hyo Neul imnida. Silahkan duduk!” Tawar Hyo Neul Nuna dengan tersenyum.

“Gomawo.” Jimin Sunbae mengambil posisi duduk di sebelah Hyo Neul Nuna, dan anehnya Hyo Neul Nuna tetap bersikap biasa saja. Setahuku dia tak menyukai duduk berdekatan dengan seorang namja.

“Uhm… Hyo Neul-ah. Aku harus ke ruang klubku sekarang. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan!”

“Ahh… n-nde Gayoung-ah.” Gayoung sunbae pun meninggalkan Hyo Neul Nuna dengan Jimin Sunbae berdua di meja makan yang sama. Entah mengapa, aku merasa Gayoung Sunbae telah merencanakan sesuatu yang mungkin tak ada yang tahu.

“Hyo Neul-ah, bolehkah aku menjadi temanmu?”

“Uhm? Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu? Aku mau berteman dengan siapa saja. Asalkan dia orang yang baik.”

“Jadi menurutmu aku lelaki yang baik?” Tanya Jimin Sunbae dengan menggeser kursinya semakin mendekati Hyo Neul Nuna.

“Ah, aku harap saja dugaanku tepat. Aku hanya takut.”

“Wae? Takut apa?”

“Aku dulu salah menilai orang. Aku kira dia orang yang baik ternyata… yasudahlah aku malas membahasnya.”

“Uh? Ahh… arraseo.” Entah mengapa, aku merasa bahwa orang yang dimaksud Hyo Neul Nuna adalah aku.

“Park Jimin-ssi. Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?” Tanya Hyo Neul Nuna sambil mengeluarkan ponsel dari saku jas sekolahnya.

“Ahh tentu saja. Tapi, aku sudah mempunyai nomor ponselmu. Jadi kau tak perlu repot-repot meminta nomormu. Nanti malam aku akan mengirimimu pesan.”

Aku rasa Hyo Neul Nuna mulai tertarik dengan Jimin Sunbae. Bagaimana tak tertarik, Jimin Sunbae sangat tampan dan mempunyai postur tubuh yang bagus. Dan juga dia memang terlihat seperti namja yang tulus dan baik, dan ku rasa itu adalah kreteria Hyo Neul Nuna. Entah pikiran ini muncul dari mana, aku ingin menumpahkan jusku ke baju Jimin Sunbae. Akhirnya aku pun memutuskan untuk berpura-pura berjalan di samping meja tempat Hyo Neul Nuna dan Jimin Sunbae bercengkrama.

“Ahh, mianhaeyo Sunbae. Aku tak sengaja.” Ujarku ketika aku sudah berhasil menumpahkan jus apelku di jas sekolah Jimin Sunbae.

“Ah n-nde. Gwaenchanayo.” Jawab Jimin Sunbae dengan tenang. Shit! Padahal aku ingin dia marah dan bersikap kasar kepadaku di depan Hyo Neul Nuna.

“Eoh? Hyo Neul Nuna?” Tanyaku, berpura-pura baru menyadari keberadaannya. Ah molla, hidupku penuh dengan kepura-puraan. Mungkin semua ini gara-gara obsesiku kepada Hyo Neul Nuna setelah aku meninggalkannya dengan tak berperasaan.

“…” Hyo Neul Nuna sama sekali tak menjawabku. Dia hanya memandangku dengan datar, sambil tetap memegang gelas minumannya.

“Nuna, Sunbae, boleh aku duduk di sini?” Tanyaku dengan sopan.

“Untuk apa? Bukankah masih banyak meja kosong di sini?” Tolak Hyo Neul Nuna. Bagaimana bisa, sikap Hyo Neul Nuna yang tadinya sangat manis ketika di depan Jimin Sunbae, kini menjadi sangat dingin kepadaku.

“Tapi Nuna, aku ingin duduk di sini.”

“Jungkook-ssi, kau boleh duduk denganku dan Hyo Neul.” Ujar Jimin Sunbae dengan sangat ramah. Awalnya aku merasa aneh, darimana dia mengetahui namaku. Tapi setelah itu aku sadar bahwa ada name tag di jas sekolahku.

“Annyeong Sunbae… Jeon Jungkook imnida.”

“Ahh nde, Park Jimin imnida.”

“Tak perlu ku sebutkan lagi kan namaku?” Tanya Hyo Neul Nuna dengan datar. Aku hanya menganggukkan kepala dan tersenyum melihat tingkah Hyo Neul Nuna yang terlihat tak menyukai kehadiranku. Mungkin, ia masih merasakan luka yang pernah aku goreskan di hatinya. Namun, aku benar-benar sangat menyesal telah melakukannya. Setelah itu aku mulai menyadari bahwa yeoja yang aku cintai hanyalah Hyo Neul Nuna, hanya dia yang mampu membuatku bersemangat dengan senyumannya. Sedangkan Sae Ra, dia tak hanya manis kepadaku. Tapi juga manis kepada semua namja kaya. Dan lagi Sae Ra hanya mencintai uangku. Bukan aku. Dengan perlahan aku mulai mengetikkan sebuah pesan kepada Sae Ra.

To           : Ahn Sae Ra

Mianhaeyo Sae Ra-ah, aku ingin berpisah denganmu. Aku bosan kau peras terus menerus, kau mencintai uangku. Bukan mencintaiku.

From     : Mwo? Oppa memutuskanku? Baiklah jika itu maumu, aku mampu mendapatkan seorang namja yang jauh lebih kaya denganmu.

Sudah ku duga, dengan mudahnya Sae Ra melepaskanku. Namun, aku merasa lega, dengan ini memudahkan jalanku untuk meraih hati Hyo Neul Nunakembali.

“Uhhmm… apakah kalian saling mengenal?” Tanya Jimin Sunbae dengan bingung.

“Ah nde. Aku mantan kekasih Hyo Neul Nuna.” Jawabku seadanya dengan santai. Bisa ku lihat raut wajah Hyo Neul Nuna yang semakin memerah.

“Jeongmalyo?”

“…”

“Hyo Neul-ah?”

“Ah nde. Dia mantan kekasihku.” Jawab Hyo Neul dengan malas sambil mengaduk-aduk jusnya.

“Ahh…”

“Jimin-ah… kau belum memesan apapun. Bagaimana kalau kau memesan jus apel saja?” Tawar Hyo Neul Nuna tanpa memperdulikanku.

“Mianhae, aku harus ke klub basketku! Nanti malam aku akan mengirimimu pesan. Annyeong!!” Jimin Sunbae mengacak puncak rambut Hyo Neul Nuna, setelah itu dia menghampiriku dan membisikkan sesuatu di telingaku.

“Jika kau ingin kembali dengannya, berjuanglah! Aku memang menyukainya, tapi aku merasa dia masih menyukaimu, aku tak akan menghalangimu!” Ucap Jimin Sunbae perlahan, lalu meninggalkanku berdua dengan Hyo Neul Nuna yang masih saja bersikap dingin kepadaku.

“Nunaaa…”

“Wae?”

“Bisakah kita bicara berdua?” Tanyaku dengan mencondongkan wajahku ke arah Hyo Neul Nuna.

“Bukankah kita sekarang sedang berdua saja? Bicaralah cepat! Jangan buang waktuku, aku ingin kembali ke kelas.” Ucap Hyo Neul Nuna dengan sedikit kasar kepadaku.

“Bukan di sini, tapi di atap sekolah. Aku hanya meminta waktu Nuna 15 menit saja.”

“Shireo!! Bicaralah di sini atau tidak sama sekali.”

“Nunaaa… jebaall…”

“Shireo!!” Dengan paksa, aku menarik tangan Hyo Neul Nuna dan membawanya ke atap sekolah.

“YA!! LE-PAS-KAN!” Aku tak menghiraukan permintaan Hyo Neul Nuna.

~~~

Setibanya di atap sekolah, aku melepaskan genggaman tanganku di lengan kecil Hyo Neul Nuna. Gadis itu menatap tajam ke arahku, tapi aku membalasnya tetap dengan tersenyum. Melihat wajahnya, entah ekspresi apapun yang ia tunjukkan, tetap saja wajah cantiknya tak bisa disembunyikan.

“Nuna… mianhae sudah menyakitimu.” Sesalku dengan berjalan mendekatinya, namun Hyo Neul Nuna malah memundurkan tubuhnya dariku.

“Gwaenchana, tanganku yang tadi kau cengkeram sudah tak sakit lagi.” Jawab Hyo Neul Nuna dengan tetap mundur.

“Bukan tentang itu!!”

“Lalu?”

“Mencampakkanmu setahun yang lalu. Aku benar-benar menyesal, dan aku masih mencintaimu Nuna.”

“Hah? Lu-lucu sekali. Kau masih mencintaiku tapi kau sudah berpacaran beberapa kali dengan yeoja-yeoja cantik setelah putus denganku.” Jawab Hyo Neul Nuna dengan gugup karena kini tubuhnya ku himpit dengan pembatas atap.

“Tapi aku memang masih mencintaimu Nuna. Kembalilah padaku!!”

“M-m-mwo? Ka-kau memerintahku? Aku i-ini Sunbaemu!!”

“Ani, aku tak memerintahmu Nuna. Aku memohon.” Jawabku dengan menggenggam erat tangan Hyo Neul Nuna yang gemetar.

“Shireo!! Le-lepaskan!” Hyo Neul Nuna memberontak dan mendorongku.

“Nuna. Aku benar-benar mencintaimu. Percayalah!!” Ujarku dengan meraih lagi tangan Hyo Neul Nuna.

“Bagaimana aku bisa percaya denganmu Jungkook? Dulu kau juga mengatakan hal itu kepadaku, tapi nyatanya kau mencampakkanku dengan tak berperasaan dengan alasan yang tidak jelas! Kau tahu bagaimana hancurnya aku saat itu? Dan kini, dengan seenaknya kau memintaku kembali kepadamu, namun setelah ini apa yang akan kau lakukan kepadaku Jungkook. Kau akan mencampakkanku lagi huh? Apa kau memang benar-benar namja yang jahat?” Isak Hyo Neul Nuna. Aku merasakan penyesalan yang sangat amat dalam, melihatnya menangis seperti itu karenaku membuat hatiku menjadi sangat sakit.

“Nuna…. jebal…”

“A-aku…”

“Aku janji Nuna! Kali ini aku tak akan mengingkari perkataanku lagi. aku akan menjagamu lebih dari apapun, nyawaku taruhannya!” Ujarku dengan penuh keyakinan.

“Akuu…”

“Apa Nuna masih mencintaiku?” Tanyaku dengan memandang mata Hyo Neul Nuna yang berkaca-kaca. Hyo Neul Nuna semakin terisak, ku biarkan dia menyalurkan rasa sakit itu lewat tangisan yang ia tunjukkan saat ini.

“…” Hyo Neul Nuna masih saja diam dan tak menjawab pertanyaanku.

“Nuna?”

“Aku mencintaimu Kookie, akan selalu mencintaimu.” Aku memutuskan tak banyak bertanya lagi. Kupeluk tubuh Hyo Neul Nuna dengan erat, seakan tak ingin melepasnya sampai kapan pun. Nuna masih terus terisak dalam dekapanku. Air matanya membasahi seragam sekolahku. aku membiarkan tangisannya berhenti dengan perlahan. Pundaknya tak lagi bergetar. Barulah aku melepaskan pelukanku. Kutatapnya manik cokelat itu dengan dalam. Memasuki hatinya yang terdalam. Menenangkan gelisah dirinya dengan seukir senyum tulus yang kubuat. Aku mendekat. Hingga nafasnya dapat kurasakan. Aku mengecup bibirya pelan dan menutup mataku, begitupun dengannya. Aku bisa merasakan cintanya yang tulus. Lewat lembut bibirnya yang membuatku terlena. Aku semakin menekankan bibirku kepadanya, begitupun dengan Hyo Neul Nuna yang tetap memejamkan matanya.

“Aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu. Aku berjanji sepenuh hatiku akan menjagamu selalu Nuna.” Kata manis itu terujar dari bibirku. Aku sama sekali tak merancang kata-kata itu. Hanya bisikan hatiku yang menuntun diriku. Ia tersenyum. Begitu manis senyumannya. Aku tak pernah sekalipun bosan melihat senyuman indahnya.

“Nado saranghae Kookie… jangan pergi lagi! jebal…” Pinta Hyo Neul Nuna dengan menatap mataku. Aku pun tersenyum mendengar permintaan Hyo Neul Nuna.

“Aku akan tetap di samping Nuna!” Jawabku dengan menarik Hyo Neul Nuna kedalam pelukanku lagi. dan aku ingin selalu seperti ini dengan Nuna sampai kapan pun. Nuna… saranghae. Jeongmal saranghae…

Fiuhh kelar jugak (ngelap keringat… alay -_-) pendek banget yak? Ya kan emang vignette. Gimana ceritanya? Boring ya? Ahh maaf… aku bikin ff ini cuman iseng-isengan doang. Oh ya, aku hampir lupa. Makasih ya buat my lovely friend MILUN-AH yang udah bikinin poster ff abalku ini. Buat reader-deul jangan lupa meninggalkan jejak yaaaa…. gomawoyo J

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF vignette/ NOONA COME BACK TO ME!!/ BTS-BANGTAN

  1. wah cinta ma hobea yg kandas ya ak jga ngalamin dan berakhir sad ending v pasti seru klo g berakhir sedih kya cerita ini….. bgs thour kisah kta sma ak berakhir krn cwo th selingkuh ma tmn ak sediri hiks hiks…. sorry curhat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s