FF/ NAUGHTY BOY/ BTS-RAINBOW/ pt. 7


Title                         :  Naughty Boy (part 7)
Author                     :  F.taehan
Genre                     :  Romance, AU, fluuf, school life, NC
Rating                     :  PG 18, R
Main cast                :    –    Jeon Jung Kook
                                     –     Kim Jaekyung
                                     –     Kim Seokjin
Other cast               :      –     Park Jimin
Length                    :  Sequel / Series
Disclamer              :  FF murni muncul dari otak author, no plagiarisme and dont be silent readers! Tinggalkan  jejak setelah membaca chingudeul. Author ga bertanggung jawab dengan readers yang masih dibawah umur nde, haha… Happy reading ^^
.

.
.
 
Review
 
Pandangan Jaekyung seketika menjadi gelap hingga tubuhnya melemas akan mengenai lantai sesaat sebelum Jimin dengan sigap menangkap tubuh ringkih Jaekyung. Tatapan Jimin kini tak beralih dari yeoja yang kini tergolek lemah di ruang UKS, hingga tiba tiba gebrakan pintu membuyarkan suasana hening di dalamnya dengan menampilkan sosok Seokjin yang terengah mendekati Jaekyung.
 
.
 
.
 
.
 
Seokjin POV
“gwaechana?” raut cemas ku masih belum menghilang  setelah melihat Jaekyung mulai membuka matanya dengan perlahan. Ia mengerjap sesaat hingga senyum tipis sedikit menghiasi bibir pucatnya.
“umm..” jawabnya lirih,  Perlahan Jaekyung mulai mengulurkan tangannya untuk menyapu wajahku.
“aku tidak akan bertanya kenapa wajah oppa penuh dengan luka lebam.. hanya saja kau harus merawatnya dengan baik, lukamu terlihat serius Seokjin oppa….”
Jaekyung terlihat membenarkan posisi duduknya dengan sedikit menaikkan bantal dan bersandar di dinding ranjang, di raihnya kotak kesehatan yang berada tak jauh dan dengan lincah jemarinya mulai mengolesi beberapa obat untuk luka diwajahku yang masih terlihat ada darah kering di beberapa bagian.
“harusnya kau meminta yeojachingu mu itu untuk mengobati ini..”
“umm yeojachingu? ” tatapan kami bertemu beberapa detik dengan jarak wajah yang terasa sangat dekat.
“ahh.. aku hanya menebak saja oppa..” rona wajah kini menghias kedua pipi Jaekyung dengan sangat jelas saat menyadari jarak wajah kami terlampau begitu dekat. Beberapa detik kami sama sama tertegun akan suasana yang mendadak berubah menjadi canggung satu sama lain.
.
.
Tanpa disadari kini namja berambut hitam tebal tengah mengamati keduanya di balik pintu UKS, jungkook berdecak lirih sebelum akhirnya mengurungkan niatnya untuk menemui Jaekyung.
Jungkook POV
“Kau tak merasa cemburu? Bahkan jelas jelas yeojachingu mu tengah bermesraan dengan namja lain!” suara yang sangat ku kenal terdengar jelas dari belakang tubuhku. Kini Jimin beralih mengsejajarkan tubuhnya disampingku dan mengikuti arah pandang yang masih mengamati kedekatan Jaekyung dengan Seokjin.
“apa kau yakin Jaekyung nuna seutuhnya hanya mencintaimu hmm?” telingaku semakin memerah dengan amarah yang semakin memuncak, kedua tanganku terkepal kuat hingga ku putuskan untuk menemui Jaekyung dan berniat menyeretnya keluar dari ruang UKS ini.
“kita harus bicara CHAGI-YA !” keduanya sedikit terkejut akan kedatangannku yang secara tiba tiba, terlebih Jaekyung yang kini melebarkan kornea matanya karna gerakanku yang menarik paksa tangan nya hingga kini benar benar meninggalkan Seokjin hyung di ruang UKS.
“uugh appo..” ringisan Jaekyung terdengar lirih namun masih bisa ku dengar, sedikit ku renggangkan cengkramanku pada pergelangan tangannya hingga sekarang benar benar terlepas.
“aku hanya ingin kejelasan untuk saat ini !” tatapan tajamku terarah tepat pada kedua mata Jaekyung nuna, seperti menyiratkan kemarahan yang teramat.. bahkan kini yeoja di depanku tak berani menatapku.
“apa maksudmu?” dengan suara bergetar jaekyung nuna masih terus memegangi pergelangan tangannya yang terlihat sangat memerah akibat kuatnya cengkramanku barusan.
“kau salah jika menyukai 2 orang yang berbeda, bukankah sebelumnya kau ingin aku memperjuangkanmu hmm? Tapi kenapa setelah sekian lama, sekarang kau menyadari jika kau menyukai orang lain? Jika kau merasa sulit untuk memilih, aku bersedia mundur dan menjauh !”
Langkahku bergeak cepat meninggalkan Jaekyung nuna yang masih tak bergeming di tempatnya, ekspresi keterkejutannya tegambar jelas hingga ia belum bisa menggerakkan kedua kakiknya untuk sekedar mencegahku pergi.
-GREEP-
Kurasakan kedua tangan melingkar erat di pinggangku, ujung mataku menangkap Jaekyung nuna yang kini memelukku dari belakang dengan menyandarkan kepalanya di punggungku.
“andwae. tetaplah bersamaku.. jebaaaal”
Perlahan ku tangkup kedua tangan Jaekyung nuna dan melepaskan pelukannya di tubuhku.
“ani.. untuk sementara biarkan kita memilih jalan kita masing masing, tentukan pilihanmu nuna.. saat kau telah sepaham dengan hatimu sendiri, barulah kau datang padaku..” tanganku bergerak mengacak rambut Jaekyung nuna pelan, senyum tipisku tergambar dengan sedikit rasa kekecewaan.
“permainan akan segera dimulai” desis namja yang sedari tadi mengamati Jungkook dan Jaekyung dari kejauhan.
 
Author POV
 
3 hari semenjak kejadian beberapa waktu lalu, kini jungkook sama sekali tak memeberi kabar apapun. Bahkan menurut teman sekelasnya, akhir akhir ini Jungkook jarang masuk kelas tanpa alasan.
kini terdengar samar suara dentuman sepatu yang berjalan mendekat ke arah Jaekyung, rasa kecewa sedikit muncul saat diketahui seseorang yang berjalan mendekat bukanlah Jungkook melainkan Seokjin.
“Belum pulang? Masih menunggu Jungkook?” Seokjin berjalan mendekati Jaekyung yang kini tengah berdiri menyandarkan punggungnya di dinding koridor sekolah.
“umm.. dia menghilang tanpa kabar, aku rindu padanya..”
-Hening- tak ada pembicaraan di antara Seokjin dan Jaekyung.
“Seokjin oppa.. bisakah kau membantuku?” Senyum simpul Seokjin membalas tatapan datar Jaekyung.
“uh tentu saja.. kau ingin aku membantumu apa heum?”
“Cium aku sekarang!” ucap Jaekyung sembari menunjuk bibirnya dengan jari telunjuk. Seokjin sedikit berdehem kecil dan mengalihkan pandangannya sambil tertawa canggung.
“aishh bocah ini.. YAK! Permintaanmu itu sangat aneh!”
“Aku serius oppa! ppali..”
“YAK SEOKJIN OPPA ! Jebaaaal…” rengek Jaekyung dan mulai mendekatkan wajahnya pada Seokjin, terlihat namja itu mengerjapkan matanya bingung. Namun setelah jarak keduanya terlampau dekat, di putuskanlah Seokjin untuk mencium bibir Jaekyung dengan perlahan.
-cuuuup- ciuman tanpa pergerakan di awal, hingga akhirnya Seokjin mulai melumat bibir Jaekyung bergantian. Karna terbawa suasana akhirnya Seokjin mulai melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping Jaekyung dengan sedikit menghimpit tubuh Jaekyung di sisi dinding koridor. Kini Seokjin terlalu terbawa suasana hingga tak menyadari selama ciuman itu berlangsung, Jaekyung sama sekali tak menutup matanya bahkan tak membalas ciumannya.
“oppa.. sekarang aku mengerti jawabannya..” sergap Jaekyung sesaat setelah ciuman itu berakhir.
“jawaban? Jawaban tentang apa?”
“beberapa hari terakhir aku merasa bersalah karna menganggap aku menyukai 2 orang yang berbeda, saat Jungkook mengetahui hal itu ia memintaku untuk memilih sesuai hatiku.. tapi sekarang aku mengetahui perbedaannya, ternyata ada rasa yang berbeda saat aku berciuman dengan bocah itu yang tak aku temukan saat berciuman denganmu oppa..”
Seokjin terhenyak sesaat setelah mendengarkan penuturan yeoja yang kini tersenyum sumringah di hadapannya, beberapa waktu terdiam kini Seokjin memunculkan senyum simpulnya sembari mengacak pelan rambut Jaekyung.
“eoh.. kau sangat pandai Kyunggie.. chaa bukankah kau telah menentukan pilihanmu hmm? Cepat datang pada Jungkook…” dengan anggukan pasti, Jaekyung kini berbalik dan segera melangkahkan kakinya. Namun langkahnya sempat terhenti dan kembali menghampiri Seokjin lagi dan dengan sekali gerakan ia mengecup pipi Seokjin sekilas.
“kau tetap akan menjadi kakak terbaik untukku Seokjin oppa!”
“umm arraseo!” senyum Seokjin dan Jaekyung sama sama mengembang sempurna, kembali Jaekyung melangkahkan kakinya dengan sedikit berlari kecil bergegas mencari keberadaan Jungkook.
Jaekyung POV
 
Bumbungan sinar matahari perlahan mulai meredup berganti menjadi senja yang terlihat sangat indah sore ini, langkah ku kian melemas setelah beberapa jam mendatangi tempat tempat yang biasa dikunjungi Jungkook dengan harapan dapat bertemu Jungkook untuk kali ini.
Langkahku terhenti sejenak sesaat setelah ku rasakan ada pesan masuk dalam ponsel yang menampilkan picture selca ku dengan Jungkook sebagai walpapper ponsel.
“uuuugh? Kookie?”
‘Kau sibuk? Ah bogoshipo nuna.. bisa kita bertemu? Temui aku di apartementku nde.. kookie.’
 
Begitulah pesan masuk dengan nama Jungkook yang tertera,  raut sumringahku mengiringi langkah kecil sembari menyususri jalanan menuju apartement Jungkook.
At Jungkook apartement
 
Langkah ku sedikit melambat saat siluet Jungkook masih belum terlihat, beberapa kali sautan yang kuteriakkan bergema di seluruh sudut ruang yang ada di apartement yang kini tengah ku jejaki.
“Jaekyung nuna…..” tubuhku berniat untuk segera berbalik saat terdengar suara namja dari arah belakang, sedetik sebelum semuanya terjadi kurasakan tubuhku mulai melemas saat bekapan sapu tangan sukses menghilangkan kesadaranku.
——–SKIP——-
 
 
Leguhan kecil perlahan muncul menandakan kesadaranku mulai pulih, sekilas pandanganku mengedar di sekeliling ruang yang sangat ku kenali. Sudut bibirku sedikit tertarik sambil berusaha membenarkan posisi tubuhku untuk bersandar di sisi dinding ranjang dengan sesekali memegangi kepala yang masih menyisakan rasa nyeri.
“kau bangun?” pandanganku segera mengarah pada sumber suara yang sedikit mengagetkanku.
“HUH? JIMIN ?” mataku membulat secara sempurna saat mendapati sosok Jimin tengah berdiri di ambang pintu dengan santainya, ia memandangiku dengan bersender dan lengkap dengan celana jeans panjang yang hanya terlihat ditubuhnya.
“Waeyo? Kenapa kau sekaget itu hmm?” Jimin terlihat mulai berjalan mendekat ke arahku dengan perlahan, bahkan kini aroma harum yang menyeruak dari tubuhnya mulai bisa tercium dan membuatku sedikit gugup karna namja di depanku memamerkan tubuh atasnya menampilkan abs yang semakin membuat rona pipiku terlihat dengan jelas saat menatapnya.
“apa apaan ini? Dimana Jungkook?”
“Jungkook? Aaah.. dia memang tidak ada di sini nuna..” segera ku buang pandangaku saat Jimin mulai duduk di sisi ranjang dan mulai memandangiku lagi. Sedikit ia singkap selimut yang melilit ditubuhku.
“YAK PARK JIMIN! JANGAN BERCANDA! Cepat pergilah dan bawa Jungkook kemari!” nada tinggiku terdengar menggelegar memenuhi ruang kamar yang ku ketahui adalah kamar apartement Jungkook.
“Berhenti menanyakan Jungkook mu nuna.. disini hanya ada kita berdua!”
Perlahan namja di depanku mulai mendekatkan wajahnya dan sedikit menyapu bibirku dengan jemarinya sesaat sebelum bibirnya benar benar tertempel di bibirku untuk pertama kalinya, mataku mendelik tak percaya atas ciuman tak terduga dari Jimin yang ku kenal sebagai sahabat namjachingu ku sendiri.
“ughhhh…hh..h..” leguhanku muncul dengan sendirinya saat tangan kanan Jimin mulai meremas payudara kiri milikku dengan tiba tiba. Tanganku terkepal berusaha mendorong Jimin berniat untuk melepaskan kontak diantara kami, namun semua itu sia sia karna tubuhku terlalu lemas walau sekedar mendorong Jimin untuk menjauh dari tubuhku.
“Percuma saja kau mengumpulkan tenaga untuk melawanku nuna.. kau masih dalam pengaruh obat tidur dosis rendah, dan di tambah lagi aku sudah memeberikan obat perangsang untukmu!”
Seperti tersambar petir saat mendengarkan kalimat Jimin, tubuhku mulai terengah tak percaya akan perlakuan Jimin kali ini. Benar saja apa yang dikatakan Jimin, tubuhku mulai merangsang segala sentuhan namja yang kini mulai menurunkan ciumannya di leherku.
Hawa panas mulai menyentuh seluruh tubuhku hingga kini rona merah tergambar jelas dikedua pipiku, meski menahan untuk menolak sentuhannya  namun tubuhku menginginkan sesuatu yang lebih lagi dari Jimin. Seakan mengerti akan keinginanku, Jimin menunjukkan evil smirk nya sesaat kemudian mulai menindih tubuhku dan menciumku secara berulang sembari melepaskan kancing kemeja sekolah yang masih ku kenakan.
“ummmh.. jiminnie, andwae.. ahhhhh..hh..” desahanku sedikit muncul saat Jimin menciumi leher putih jenjangku kemudian terus berlanjut hingga ia berhenti untuk menghisap kedua gundukan kenyal milikku.
“mendesahlah untukku nuna….”
Perlahan tubuh jimin mulai menghilangkan jaraknya ditubuhku, menindih sambil terus melumat bibirku tanpa henti hingga tetesan liur kami tercecer melewati leher putihku dan berlanjut dengan sapuan bibir Jimin yang terus bekerja memberikan kissmark di seluruh bagian.
“kendalikan dirimu Park Jimin! Aku yeojachingu sahabatmu sendiri! YAK!”
“mwo? Persetan dengan Jungkook! Aku ingin kita membuat kenangan indah yang tak terlupakan untuk hari ini nuna…” tangan Jungkook terlihat bekerja keras hingga kini ia berhasil melucuti sebagian pakaian atasku hingga rok seragam yang ku kenakan dan menyisakan celana dalam yang kini ia tatap secara lamat . rona merah kini bersemu dengan jelas bersamaan dengan kedua tangan yang ku silangkan berusaha menutup tubuhku yang hampir naked ini.
“kenapa kau tutupi hmm? Itu terlihat sangat indah.. apa Jungkook sudah melihatnya hmm? Atauu sudah merasakannya…?”
-PLAAAAK!- satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi kiri Jimin hingga menyisakan bekas kemerahan, nafasku memburu dan bergolak mengumpulkan tenaga hingga tubuhku berhasil terduduk dan berusaha menyingkirkan tubuh Jimin dari atas tubuhku.  Belum lagi niatan untuk melarikan diriku berhasil, kini Jimin meraih lenganku dan menjatuhkan tubuhku lagi di atas ranjang secara paksa.
“Kau fikir aku tak bisa bersikap kasar huh!”
Cengkraman kuat tangan Jimin dilenganku cukup membuat ringisan ku muncul dengan sendirinya, dengan kasar kini Jimin mulai mengulum salah satu payudaraku dan meremas satu yang lainnya. Tubuh kami tertempel tanpa jarak, perlahan ia menurunkan celana dalam tanpa sadarku dan kini tak menyisakan selembar kainpun ditubuhku.
Nafasku terengah dan mulai melemas menerima takdir yang akan terjadi selanjutnya saat terlihat Jimin mulai menurunkan reseleting jeans yang ia kenakan hingga tubuh kami benar benar sama sama naked.
Kembali ia menindih tubuhku dan menghirup sekilas aroma tubuhku sembari membenarkan helaian rambutku yang terurai secara acak bercampur dengan cucuran keringat dingin.
“terima dan nikmatilah nuna… kita sudah berjalan sampai sejauh ini, sayang jika menghentikannya dengan tiba tiba.. bersiap dan mendesahlah untukku nde..” kecupan ringan Jimin di dahiku menandakan berubahnya takdirku, kini dengan perlahan ia menempelkan bagian tubuh bawahnya dan sedikit membuatku terkejut saat merasakan ada sesuatu mengganjal dibawah sana. Jimin menggesekkannya perlahan sebelum ia melebarkan pahaku dan meliriknya sekilas.
“sangaat indah…..” gumam Jimin sambil kembali mengecup ringan bibirku,
-eeeeuunnghhhh….hhh..h…- ringisanku kembali muncul saat sesuatu yang keras berusaha menerobos dan terasa mengganjal di bawah sana. Tatapanku bertemu dengan tatapan Jimin yang kini mengusap keringat yang mengalir perlahan melewati dahi hingga pipiku.
“kau belum pernah melakukannya? Uh tahanlah sedikit lebih lama nuna.. ini akan terasa sedikit sakit..” Dengan sekali gerakan Jimin mampu melesakkannya dengan semurna, kini sesuatu yang mengganjal dibawah sana telah melesak memenuhi tubuhku. Seperti terhujam benda tumpul yang sangat menyakitkan, perlahan airmataku mulai menetes.
“kau merusak semuanya Park Jimin!” satu kalimat yang muncul dariku kini membuat namja yang berada di atas tubuhku menatapku dengan rasa bersalah yang secara gamblang muncul di raut wajahnya.
Cukup lama kami terdiam dengan kontak yang masih menyatu, kini Jimin mulai menggerakan juniornya secara perlahan hingga setiap detiknya ia meningkatkan kecepatan dan membuat tubuh kami seakan menari mengikuti irama gerakan jimin agar senada. Meski terasa sakit karna perlakuan Jimin yang tega merebut sesuatu paling berharga milikku secara paksa, namun tak di pungkiri sesuatu yang berbeda telah muncul dan membuatku terbuai untuk kali ini.
“aaaahhh…….hhhhh” meski sekuat tenaga menggigit bibir bawahku agar tak mengeluarkan suara desahan, namun sayang itu tetap tak berhasil. Berkali kali desahanku terdengar dan itu membuat Jimin semakin mempercepat genjotannya dibawah sana hingga kurasakan sesuatu berkedut dan ingin dikeluarkan.. beberapa menit berjalan panas dengan cucuran keringat yang terus menetes, Jimin masih terus bekerja keras dibawah sana dan di ikuti dengan lumatan Jimin di bibirku.
“aaaahh… aku.. hhh .. akan keluar…” –crrooot..- nafas memeburu ku sama sama melega saat cairan kami melebur satu sama lain hingga sedikit banyak cairan tersebut menyemprot di sprei bahkan menetes di selakangan hingga pahaku, tak kuasa melihatnya kini Jimin menurunkan wajahnya dan menghisap habis cairan yang menetes melewati selakangan dan pahaku sededuktif mungkin.
“Tidurlah nunaa….” lirih Jimin sambil melilitkan selimut untuk menutupi tubuh naked ku, karna enggan beradu pandang dengan segera tubuhku berbalik membelakangi Jimin hingga perlahan mataku mulai terlelap karna kelelahan.
.
.
.
.
 
Sinar matahari yang muncul di sela sela tirai jendela perlahan mulai membangunkan tidur panjangku, tatapanku mengedar keseluruh arah hingga mendapati ranjang yang kutempati terlihat berantakan lengkap dengan pakaian ku yang berserakan dimana mana. Tatapan kosongku mulai menerawang kejadian yang telah ku lalui semalam bersama Jimin, sebuah kesalahan besar yang tentunya tak akan bisa dikembalikan seperti semula.
“aaah pabo! Aaah eothokhe?” rutukku sambil melirik jauh dibalik selimut, tatapanku terarah pada selembar kertas yang tergeletak disamping makanan yang disajikan di meja samping ranjang..
Untuk Jaekyung nuna ku…
 
Mian jika aku terlalu kasar untuk semalam, aku tau telah membuat kesalahan besar yang nantinya akan mempersulitmu.. bukan maksudku untuk menyakiti nuna, namun namja tetaplah namja yang mempunyai hasrat ingin memilki.. sebelum aku meninggalkanmu pagi ini, sekilas aku menatap wajah lelah nuna.. ahh…apa itu terasa sangat sakit? Kenapa kau terlihat kelelahan seperti itu hmm? Kuharap setelah bangun dari tidur kau akan baik baik saja, aku telah menyiapkan sarapan untukmu.. makanlah dengan baik, dan mandilah dengan cepat.. Jungkook akan pulang ke apartementnya nanti sore, jadi cepatlah bergegas pergi dari sana.. jangan lupa rapihkan tempat tidurnya, jika kau tidak ingin Jungkook mengetahui apa yang telah kita lakukan semalam.. gomawo Jaekyung nuna……
Tubuhku tertegun sesaat hingga satu menit kemudian segera bergegas memakai pakaianku dan membersihkan seluruh apartement Jungkook, terutama kamar yang terlihat seperti kapal pecah untuk sekarang ini.
“aww,, ahh appo..” ringisku saat merasakan rasa ngilu di sekitar bagian bawah milikku, ingatanku kembali berputar saat bagaimana semalam Jimin melakukannya dengan sangat cepat dan sedikit kasar.
“mianhae kookie….” lirihku tepat bersamaan dengan jatuhnya airmata bersalah yang mulai membelenggu ku.
.
.
.
 
 
 
(At school)
 
Jaekyung POV
 
 
Denting jam kini terdengar lirih seperti langkahku yang juga terasa melemas saat melewati koridor sekolah yang terlihat ramai dengan para siswa yang berlalu lalang, kaki ku terasa kaku saat mendapati Jungkook yang berdiri menghadang langkahku sambil menunjukkan eye smile nya.
“uhh.. mianhae nuna!” teriakan Jungkook berhasil mengurungkan niatku untuk menghindar darinya. Tubuhku berbalik menatap Jungkook dengan ekspresi kaku dan sebisa mungkin menetralkan langkahku berusaha menyembunyikan rasa ngilu yang masih terasa dibawah sana.
“mian untuk perkataanku sebelumnya….” Darahku berdesir tak karuan saat Jungkook menatapku dengan eye smilenya.
“ummm..” sudut bibirku tertarik dengan terpaksa agar tak ada kekhawatiran dari namja yang kini mulai menatapku dengan lamat.
“wae? apa hari ini aku terlihat aneh?” sergapku tiba tiba,
“aaah  kau terlihat sangat pucat nuna.. lebih baik kau istirahat saja di UKS… biar aku panggilkan Jimin untuk mengantarmu..”
“ANDWAE !! uh maksudku, aku bisa kesana sendiri.. chaa, kau pergilah.. sebentar lagi kelas akan dimulai” kedua tanganku secara refleks mendorong punggung Jungkook mengisyaratkan agar dirinya segera pergi meninggalkanku.
“kau yakin baik baik saja?” Jungkook membalikkan tubuhnya sekilas.
“umm nde..”
Pandanganku tak beralih dari punggung tegap Jungkook yang perlahan mulai menjauh, sebongkah rasa bersalah kini terbayang memenuhi otakku hingga berakhir pada jerit histeris sesaat sebelum seretan paksa membuatku mengikuti namja yang kini membawaku ke pojok lorong sepi.
“apa sesuatu telah terjadi hmm?” suara dingin namja di depanku membuat tubuhku sedikit bergetar.
“anio.. oppa”
“jinja? Tapi kenapa Hari ini kau terlihat aneh kyunggie,”  sorot mata Seokjin oppa kini mengamatiku dengan seksama, aku sedikit berdehem kecil untuk sekedar mengalihkan perhatian namja yang terlihat menyelidik terhadapku.
“YAK! Seokjin oppa! kau kira apa yang terjadi terhadapku huh! aku hanya kelelahan.. kenapa hari ini semua orang sangat mengkhawatirkanku.. ughh” dengan sekali gerakan tubuhku berbalik kemudian mulai melangkahkan kakiku senormal mungkin.
***
From : Psycho
‘kau baik baik saja nuna? Kenapa hari ini harus ke sekolah hmm? Bukankah masih terasa sakit? Harusnya kau beristirahat dirumah daripada membuat semua orang mengkhawatirkan keadaanmu…’park jimin
 
Aku sedikit berdesis setelah membaca pesan teks yang di kirimkan Jimin beberapa menit lalu, ku sambar tas ransel ku dan bergegas meninggalkan kelas yang memang belum dimulai.
Jemariku dengan lincah menari mengetikkan pesan singkat yang ku kirim dengan gugup.
 
‘YAK Park Jimin! Berhenti membual dan tutup rapat tentang apa yang telah terjadi di antara kita!”
Baru saja ku tekan tombol send, kini namja yang tengah menganggu hidupku muncul tepat dibelakangku sambil melingkarkan lengan kekarnya di tubuhku.
“harusnya kau tak usah bersusah payah untuk mengirimkan pesan teks untukku nuna.. bahkan sekarang aku ada bersamamu” lirih Jimin tepat di telingaku sambil masih memeluk tubuhku dari belakang.
Segera ku kibaskan pelukkannya dan berniat mendaratkan tanganku di pipinya sebelum kini tangan kekarnya menahanku.
“Jangan bersikap kasar denganku nuna…” tatapan tajam Jimin kini menatapku dingin, sebelumnya ia juga mengucapkan nada penekanan dalam kalimatnya.
“aaaah.. apa nuna sakit? Apa perlu ku antar ke UKS?” perkataan Jimin terdengar melunak dengan menampilkan eye smilenya
“Andwae.. aku saja yang akan mengantar yeojachinguku!” sahutan suara namja kini terdengar dari arah lain, terlihat Jungkook mengambil langkahnya mendekatiku.
“rasanya aku sangat rindu dengan Jaekyung nuna.. jadi urungkan niatanmu untuk mengantar yeojachingu ku ke UKS jiminnie..” terlihat Jungkook merangkul Jimin sekilas sebelum akhirnya namja itu berdiri tepat di sampingku.
“aaahh nde.. chingu!”gelak tawa Jimin dan Jungkook pecah bersama sama, mataku melirik Jimin dan saat itu pula tatapan kami bertemu. Jimin mengedipkan sebelah matanya sekilas membuatku menunduk canggung.
“Gwaechana?” suara Jungkook terdengar mulai khawatir,  di tempelkan punggung tangannya di dahiku seakan mengontrol suhu badanku .
“umm.. apa kau mau menemaniku kookie? Aku merasa jenuh disini..”
“kau ingin kita membolos? Baiklah.. kau mau kutemani kemana hmm?” lengan Jungkook kini bertengger manis di bahuku, ini membuatku merasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Langkah kami beriringan meninggalkan Jimin yang kurasa masih tetap menatap kepergian ku bersama Jungkook.
.
.
.
Jungkook POV
 
Pandanganku tak lepas dari Jaekyung nuna yang terlihat terus menerus meremas jemarinya dengan gelisah sembari menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya dari pandanganku, bahkan suaranya berubah menjadi bergetar saat niatku mengecup bibirnya tak di indahkan dirinya.
“umm.. aku sedang tidak enak badan kookie, jadi untuk sementara kita….” perkataan Jaekyung terhenti dan menatapku sekilas kemudian kembali menundukkan wajahnya.
“apa nuna benar benar merasa sakit? Apa perlu aku membawamu ke rumah sakit hmm?”
“ah.. aniyo kookie!” wajahnya kini terangkat menatapku sembari memunculkan senyum tipisnya,
“umm.. aku ingin memelukmu” kedua mataku membulat setelah mendengar ucapan Jaekyung nuna, sedetik kemudian tawaku pecah sambil menggaruk tengkukku yang sebenarnya tidak gatal ini.
“aaah jinjaa…. hari ini kau benar benar aneh nuna! Chaa.. ayo peluk aku, ppali…” tanpa aba aba kini Jaekyung nuna menenggelamkan wajahnya di dada bidangku, seakan betah akan aroma tubuhku kini yeoja yeoja di dekapanku bahkan memelukku dengan sangat erat tanpa berkata satu kalimat apapun.
“saat sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, meski itu sangat buruk sekalipun,, kita tetap harus menghadapinya kan?” lirih yeoja yang masih menyembunyikan wajahnya.
“umm…”
“lalu, apa menyembunyikan sesuatu yang buruk untuk kebaikan itu termasuk kejahatan?”
“Yak Jaekyung nuna! Kenapa hari ini kau seperti bermain teka teki hmm?” jitakan kecilku tepat mendarat di kepala Yeoja yang kini menengadahkan kepalanya untuk menatapku,
“aku terlalu menyukaimu, maka dari itu aku sangat takut kehilanganmu jeon jungkook…”  Perlahan Jaekyung nuna mendekatkan wajahnya hingga bibir kami saling bertautan, mataku mengerjap sanking terkejutnya karna untuk pertama kalinya Jaekyung nuna memulai ciuman terlebih dulu.
Sadar akan tidak ada respon ciuman balasan dariku, perlahan Jaekyung nuna melumat bibirku dan perlahan mendorong tubuhku hingga terjatuh di atas sofa apartementku.
Satu jam setelah memutuskan untuk membolos dari sekolah, Jaekyung nuna memang memintaku untuk datang ke apartementku. Meski beberapa kali merekomendasikan tempat bermain, Jaekyung nuna tetap menolak dan memintaku untuk beristirahat disini.
Lama bergelut dengan ciuman bibir, kini ciuman Jaekyung nuna turun pada leher jenjangku dengan nafas yang memburu. Perlahan ia membuka kancing seragam yang masih ku kenakan, dengan sekali gerakan kini tanganku menahan pergelangan tangan yeoja yang kini mulai kehilangan kesadarannya.
“Yak Jaekyung nuna! Kau ini kenapa huh?” tubuhku segera bangkit dan membuat Jaekyung nuna sedikit terdorong kebelakang. Matanya kini tak berani membalas tatapanku.
“kau tidak ingin  ‘melakukannya’ denganku? Bukankah selama ini kau sering memintaku hmm? Apa kau tidak mau memilikiku seutuhnya jeon jungkook? Kali ini tidak akan ada penolakan dariku, jadi mari melakukannya dengan baik..” terlihat Jakyung nuna mulai mendekatkan wajahnya kembali dan berniat mendaratkan bibirnya sesaat sebelum ku palingkan wajahku dan membuang tatapanku dari Jaekyung nuna.
“jangan pernah tunjukan sisi liarmu didepanku nuna, aku tidak menyukainya!”
“YAK Jeon Jungkook!”
“Wae?” jemariku terulur membenarkan seragam Jaekyung nuna yang terlihat berantakan, tak lupa ku rapihkan geraian rambut Jaekyung nuna dengan sedikit menyisirnya menggunakan sela jemariku.
“berhenti bersikap  manis seperti ini! Bukankah kau selalu menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar berciuman hmm? Kenapa sekarang kau tidak melakukannya saat aku memintamu? Apa sekarang ini aku terlihat sangat rendah jadi kau tidak berniat untuk menjamahku jeon jungkook!”
Mataku sedikit mengerjap tak percaya akan kalimat yang telah di ucapkan Jaekyung nuna, terlihat yeoja di depanku tengah berdiri dan meraih tasnya bersiap untuk melangkahkan kakinya sebelum tanganku menahan kepergiannya.
“apa yang sebenarnya terjadi?” mataku menerawang jauh kedalam manik mata Jaekyung nuna yang masih enggan menatapku.
“bisakah kau menghilang dariku untuk selamanya? Mulai saat ini! Ku harap kau melupakan segalanya, mari hidup dalam jalan kita masing masing. Aku muak dengan segalanya, aku….” kata kata Jaekyung nuna terhenti saat dekapanku melingkar erat ditubuhnya.
“jangan bicara sambil menangis! Menangislah terlebih dahulu…. saat kau tenang, bicaralah”
Waktu seakan berhenti pada satu titik dimana Jaekyung nuna menangis tanpa henti, yeoja ini mendekapku semakin erat sambil memukul pelan punggungku. Jemariku terulur membelai rambut yang terurai sedikit acak namun masih memunculkan aroma harum yang sangat ku rindukan.
“mian.. jeongmal mianhae jeon jungkook…” lirih Jaekyung nuna di tengah isakannya…
To be continue……….
*Note  : Annyeong chingudeul~ gomawo yang udah baca ff author, di sini author masih baru dalam dunia per’fanfictionnan (?) jadi masih belum bisa menguasai tata bahasa, juga belum bisa dapet feel yang ngena banget di hati. Tapi disini author akan belajar lebih banyak lagi, maka dari itu kritik,saran dari para readers sangat author butuhkan ^_^ tunggu part selanjutnya nde
(F. Taehan)
 

About fanfictionside

just me

23 thoughts on “FF/ NAUGHTY BOY/ BTS-RAINBOW/ pt. 7

  1. ada typo min ._. :v tpi keren!! itu… si jimin iiisssshhh!! >,<
    kasian jaekyung nya:/ trus gmna tuh perasaan jungkook wktu tau jimin udah ngambil harta plng berhrga milik yc ny?!?
    next thor…. #fighting!!

  2. Yaelah thor, kesian si Jaekyung udah ga perawan. Ane bacanya sambil nangis juga haha kesian juga kookie. Entar masalah timbul tambah runyam, jangan2 lagi ditambah Jaekyung hamil? aigoooo shireoo. Jimin keliatan liar banget padahal menurut ane dia paling bisa bantu temen -.- ohgod~ Yah lanjut ajalah thor, semakin banyak masalah semakin kau menyiksaku juga😀 Gomawoo

    • AAAAAA RT jimin kan ga sange aslinya=_= cuma pekerjaan. Setau gua kookie yg songong ama jimin knp jd gini… kasian jimin woyyyy;-;

  3. Ini sangat berat buat jaekyung. Penasaran sama reaksi joongkok nantinya. Marah sudah pasti, kecewa tentu apalagi yg berbuat salah adalah sahabatnya sendiri. Next kutunggu lanjutannta ya thor..

  4. keren thor!
    terus ntar si jimin begimana?
    jimin bener2 dah
    keren thor sekali lagi keren!
    kookie…
    ditunggu next chapnya semoga cepet di postnya

  5. tega banget si jimin
    kasian jaekyung and jongkook
    ap jdi klau jongkook tau jimin yg nglakuin itu
    pasti bkal bonyok tu d tmbh sma jin pipa juga
    jangan smpek pisah dong thor
    next thor

  6. Ahhhhhh jimin kau benar2!!! Thor ini gimana selanjutnya aku berharap jaekyung sama jungkookie jgn sama jimin,., jimin liar bngt sih -_-
    Thor saran ya, penulisannya kasih EYDnya aku rada bingung baca hehehehe😀
    Datengin(?) Bintang tamu baru cewe buat bikin couple jaekook cemburu gitu wkwkwkwkww.. *mendrama bingits* :’v
    Well, i like your story thor, next jgn lama2 thor aku mendukungmu ♥😀
    Please…
    Fighting thorr!!! :*

  7. aaaahhh gila sedih bgt ini jujur dehh huwaa:'( kenapa harus jimin:( kasian jungkook:'( aaa gatega sama kokie:(

  8. Kenapa harus jimin 😣,, jimin jahatttttt 😭
    Huaaaa klo ketahuan gmn yaaa… Aaaaaaah entahlah, yg penting harus lanjut hehe^^ penasaran chingu

  9. Ish jimin-,,- huwaaaa gua nangis baca ini/? Pdhl udh lama bc nya :v eh baca lg. Lanjud zj thoorrrr!!!!! Gua zoeka cara loe .g
    udh kaga sabar ni gua ama next chap nyaaaa
    bhaa. Bhhak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s