FF/ MISS RIGHT, I LIKE YOU/ BTS-GOT7/ pt. 6


Author : armyvngs

Title     : Miss Right, I Like You part 6

Cast     :

  • Park Soo Ae (OC)
  • Im Hyora (OC)
  • Jeon Jungkook (BTS’s Jungkook)
  • Kim Taehyung (BTS’s V)
  • Min Yoongi (BTS’s Suga)
  • Park Jimin (BTS’s Jimin)
  • Jung Hoseok (BTS’s Jhope)
  • Other cast

Rating : G

Length : Chapter

Genre  : Love-comedy, romance, friendship, school life

Summary:

“Bagaimana jika mulai detik ini? Aku perlu menyatakan cinta tidak?”

“Apa…. Apa kau menyukai Soo Ae Unni?”

“Sepertinya…… Iya.”

6 (1)

Author’s POV

“Apa kalian saling mengenal?” Tanya Eomma Hyora.

Hyora hanya menatap laki-laki depannya. Seperti ditusuk oleh seribu pisau mau tak mau Hyora harus membendung airmatanya. Ia terus mensugesti hati dan otaknya agar tidak menjadi lemah karena laki-laki di depannya. Seperti mimpi buruk dan ia tak bisa bangun. Demi secercah pelangi di depannya, Hyora berusaha menerjang badai ini. Ia tak boleh merusak kebahagian Eommanya, ia tak boleh egois.

“Iya, Eomma. Ia kakak kelasku di sekolah.” Ucap Hyora setelah mengambil nafas dalam.

Laki-laki di depannya sama hal-nya dengan Hyora. Menahan ribuan mata pedang yang mencabik kasar hatinya. Ia bisa saja meninterupsi semuanya tapi melihat gadis di depannya bertahan, mau tak mau ia harus menemaninya. Setelah pertemuan ini, ia harus berbicara pada gadis itu.

“Jung Hoseok imnida. Aku kaka kelasnya Hyora.” Hoseok memperkenalkan dirinya pada Eomma Hyora.

Eomma Hyora tersenyum melihat Hoseok lalu kembali berbincang kecil dengan laki-laki di depannya.

Hyora menarik nafasnya lagi. Matanya melirik ke atas agar air mata itu tidak turun. Hoseok merasa pilu melihat gadis di depannya berjuang agar tidak menjatuhi air berharga dari mata indahnya.

“Ah Hoseok, aku jadi bisa lega sekarang jika ternyata calon kakak Hyora satu sekolah dengannya. Tolong jaga calon adikmu ya, Hoseok?” Pinta Eomma Hyora tersenyum.

Hoseok tersenyum kaku. Rasanya ia ingin berteriak untuk membatalkan semuanya. Dari banyak wanita kenapa harus Eomma Hyora? Dan dari banyak laki-laki kenapa harus Tuan Jung?

Tiba-tiba suara ponsel Eomma Hyora berbunyi tanda panggilan masuk. Itu dari Jin, anak sulungnya. Kakak Hyora dan akan menjadi Kakak Hoseok juga.

“Apa? Kau butuh Hyora di café mu? Tapi? Ah baiklah tidak apa-apa. Hyora akan ke cafe mu sekarang juga.” Eomma Hyora menutup ponselnya. Di detik berikutnya, Hyora bernafas lega karena bisa pergi dari sini. Tadi ia diam-diam mengirim pesan pada Jin agar menelpon Eommanya dan menyuruhnya untuk membantunya di cafe.

“Hyora, oppamu sedang banyak pelanggan dan membutuhkanmu. Kau boleh pergi ke café-nya sekarang.” Ucap Eomma Hyora. Hyora mengangguk lalu tersenyum.

Hyora membungkuk kepada Tuan Jung dan juga Eommanya lalu pergi keluar dari restoran tersebut.

“Bibi, bolehkah aku mengantar Hyora? Tidak baik jika seorang gadis berjalan sendirian pada malam hari.” Ucap Hoseok.

“Ah, kau benar. Kalau begitu susul dia, Hoseok-ah. Aku percayakan padamu. Terimakasih ya.”

Hoseok lalu keluar dari restoran dan mencari sosok Hyora yang ternyata sudah menghilang dari pandangannya. Hyora terus berlari sambil menangis. Air matanya sudah tak bisa terbendung saat ia keluar dari restoran tersebut. Dadanya sangat sesak dan hatinya sangat perih. Tanpa pikir panjang ia berlari menuju Sungai Han. Angin malam ini sangat dingin. Dress yang ia kenakan menari-nari indah tertiup angin. Rambut panjangnya juga meliuk-liuk dengan lepas. Hyora terduduk lemas masih dengan isakan dan bergumam tidak jelas.

“Kenapa……. Kenapa harus dengan Jung Hoseok?” Tanya Hyora.

Hyora menunduk. Airmatanya jatuh tepat di dress cokelat yang ia kenakan. Ia kembali bergumam, bertanya lalu menangis. Bahunya naik turun mengikuti isakannya. Tiba-tiba seseorang menaruh jaket di pundak Hyora. Menutupi tubuh Hyora agar tidak merasakan dingin.

“Sepertinya kita jodoh.” Ucap laki-laki itu.

Hyora masih terpaku menatap kebawah. Ia tahu suara siapa itu dan ia tak mau menatapnya. Laki-laki itu kemudian duduk di sebelah Hyora dan menepuk kepala Hyora perlahan dan juga mengelus lembut punggung Hyora berusaha menenangkan Hyora yang terisak.

“Sepertinya aku harus menelpon sahabatmu agar ia menjemputmu disini.” Ucap laki-laki itu lagi.

Baru saja laki-laki itu mengeluarkan ponselnya dari saku celana, tapi Hyora menggenggam pergelangan tangan kiri laki-laki itu lalu menggeleng perlahan. Laki-laki itu terkejut dengan cengkraman Hyora yang kuat.

“Jangan Yoongi sunbae. Aku tidak ingin merepotkan dia.” Ucap Hyora dengan suara parau.

“Ah benar juga, jika aku menelponnya, bisa terbongkar semua. Kalau begitu, aku akan menemanimu disini.”

Hyora masih mencengkram tangannya dengan kuat. Seperti sedang menahan kesal dan juga amarah. Yoongi meringis tapi tetap membiarkannya. Ia memang tidak tahu apa masalah Hyora tapi pasti itu sangat serius hingga ia menjadi seperti ini.

“Hyora, jika kau ada masalah, kau bisa cerita padaku. Atau kau bisa berteriak meluapkan emosimu. Cara lain dan ini biasanya ampuh untukku, tidur. Dan saat kau bangun, semua masalah akan hilang.”

Tiba-tiba Hyora hilang keseimbangan dan dengan sigap Yoongi menahan punggung Hyora lalu menyenderkannya pada bahu Yoongi. Yoongi yang panik lalu memperhatikan wajah Hyora. Matanya sangat sembab, ia masih sadar dan sepertinya ia letih. Letih untuk berpura-pura kuat. Hyora bergumam tapi Yoongi masih bisa dengan jelas mendengar gumam-an itu.

“Kenapa harus Hoseok oppa? Kenapa harus keluarga Jung? Kenapa harus Eomma?”

Demi Tuhan, Yoongi terdiam menatap penuh iba pada Hyora. Ia dapat menyimpulkan masalah Hyora sekarang tanpa Hyora bercerita. Tanpa ragu Yoongi memeluk Hyora. Tangan Hyora melingkar pada pinggang Yoongi dan ternyata Hyora menggenggam erat kaos Yoongi. Bahunya kembali naik turun, terisak lalu menangis dengan kencang. Hyora sangat butuh seseorang sekarang, entah kakak-nya atau sahabat-nya yang pasti bukan Jung Hoseok.

“Sun…bae. Ji…ka kau men…jadi aku…. Si…apa yang akan kau laku…kan?” Tanya Hyora terbata.

“Apa kau sangat menyukai Hoseok?” Tanya Yoongi.

“Aku….. Juga ti…dak tahu… Tapi kau tahu? Ini rasanya….. Sangat sakit…. Tapi….. Aku juga ingin….. Eomma bahagia dengan cintanya……”

“Kalau begitu bahagiakan Eomma-mu. Lagipula kau juga akan bahagia bersama Hoseok karena dia akan menjadi bagian dari keluargamu. Masalah cinta, kau kan masih ada aku.”

Demi langit Seoul, Yoongi bukan bermaksud untuk bercanda tapi entah itu keluar begitu saja dari mulut Min Yoongi. Ia sendiri lalu menepuk mulutnya itu. Tapi ternyata Hyora terkekeh kecil di sela-sela tangisnya sambil menepuk dada Yoongi pelan.

“Berhenti menggodaku….sunbae.”

“Ya terserah kau saja menanggapinya seperti itu. Jika kau masih ingin menangis, menangislah. Aku rela bajuku terkena ingus dan airmatamu.”

Dan demi sungai Han sebaiknya Min Yoongi menceburkan dirinya saja. Dan lagi, kali Ini Yoongi menjitak kepalanya sendiri. Ia tidak bermaksud seperti itu, itu hanya lawakan menurutnya tapi terdengar seperti sindiran setelah keluar dari mulut seorang Min Yoongi.

“Aku akan menelpon Soo Ae lalu mengantarnya ke rumahnya.”

“Tidak perlu sunbae. Soo Ae sedang berkumpul dengan keluarganya. Aku akan pergi ke cafe Oppaku saja.”

“Kalau begitu aku akan mengantarmu. Tidak boleh menolak! Enak saja kau sudah memelukku tapi aku tidak boleh mengantarmu.”

Hyora terkekeh lagi dan mencoba melepaskan pelukannya tapi dengan cepat Yoongi menariknya lagi untuk memeluknya. Hyora terlonjak lalu membulatkan matanya.

***

Malam ini Soo Ae berkumpul dan makan malam di meja makan. Eomma dan Appanya pulang siang tadi dan Soo Ae kini sedikit terlihat senang. Ia menikmati makanannya dan obrolan bersama Appanya. Tapi tiba-tiba Eomma bertanya sesuatu yang merubah moodnya menjadi buruk.

“Apa kau masih berhubungan dengan Jinyoung?” Tanya Eomma Soo Ae.

“Tidak.”

“Baguslah. Jika kau nekat meneruskan hubunganmu dengannya, berarti kau sudah gila karena ingin menikah dengan cucu dari adik kakekmu.”

“Aku tidak gila dan dia yang masih menggangguku.” Ucap Soo Ae kesal.

“Begitu?” Tanya Appanya. Soo Ae mengangguk.

“Kalo begitu carilah penggantinya agar dia berhenti bertingkah bodoh seperti itu.” Seru Eommanya.

“Eomma! Aku tidak ingin berpacaran dulu.”

“Berarti kau masih belum move on dari Jinyoung.” Ledek Appanya lalu tertawa kecil.

“Ah Appa~ sejak kapan Appa pintar meledek?”

“Soo Ae, kau harus ikut dengan kami Sabtu ini.”

“Kemana?” Tanya Soo Ae penasaran.

“Makan malam di rumah keluarga Kim.” Jawab Appanya.

“Rumah Kim Taehyung?” Tanya Soo Ae memastikan.

“Perusahaan Tuan Kim ternyata akan bekerja sama dengan perusahan kita. Bukankah itu sebuah kebetulan?” Jelas Appanya.

“Apa yang kebetulan?” Tanya Soo Ae malas.

“Ku dengar Kim Taehyung sekelas denganmu. Apa kalian dekat?” Tanya Eomma-nya.

“Aku sudah selesai makan. Besok aku harus bangun pagi. Selamat malam, Eomma. Appa.” Soo Ae lalu pergi dari meja makan dan naik ke kamarnya.

“Anak itu, dibantu move on dari si bodoh Jinyoung, tapi menolak.” Gumam Eomma Soo Ae.

“Sayang, sifatmu sama seperti dia. Keras kepala.” Balas Appa Soo Ae.

***

“Ohayou, Yurichan.” Sapa Jimin setelah tiba di kelas dan duduk di hadapan Yuri.

“Sampai kapan kau akan menganggap aku orang Jepang?” Tanya Yuri dengan kesal.

“Kau seperti member AKB48, Yurichan! Hahaha” seru Jimin lalu tertawa membuat matanya terlihat segaris.

Yuri yang kesal dengan ledekan dari Jimin tanpa ragu memukul kepala Jimin dengan bukunya. Jimin meringis lalu mengelus kepalanya tapi tetap tersenyum memperhatikan Yuri yang kembali larut dalam kegiatan membaca-nya. Jimin lalu menoleh dan mencari sosok Hyora yang biasanya menjadi penghuni pertama kelas mereka. Tapi Hyora belum juga datang, bahkan Soo Ae dan Taehyung murid yang terkenal di kelas karena selalu tiba di kelas 10 menit sebelum bel saja sekarang sudah duduk manis di bangku masing-masing. Tidak untuk Taehyung. Laki-laki itu duduk menghadap Soo Ae yang sedang bersandar dan memejamkan mata menikmati alunan nada dari earphone-nya.

“Hyora tidak masuk?” Tanya Yuri pada Jimin. Jimin mengangkat bahunya tanda ia juga tidak tahu lalu menghampiri Soo Ae.

“Soo Ae, Hyora kenapa belum datang?” Tanya Jimin.

Soo Ae membuka matanya lalu melihat sekilas ke bangku di sebelahnya. Ia kembali mengingat kejadian semalam saat ia kembali ke kamarnya ada satu pesan dan pesan itu mengatakan untuk menjaga Hyora. Tiba-tiba Yoongi masuk ke dalam kelas Soo Ae dan mengulurkan sepucuk surat pada Soo Ae. Semua anak yang tadi memperhatikan ke arah mereka lalu membuang muka karena Yoongi melempar tatapan sinis ke seluruh penjuru dalam ruangan itu.

“Itu apa?” Tanya Soo Ae.

“Surat izin Hyora. Dia sakit dan tidak bisa datang hari ini.” Ucap Yoongi. Soo Ae menerima surat itu dengan tatapan bertanya.

“Dapat dari mana?” Tanya Soo Ae lagi.

“Hyora. Sudah aku akan kembali ke kelas.” Seru Yoongi.

“Hyung!!! Ada hubungan apa kau dengan Hyora?” Tanya Jimin. Yoongi hanya menyunggingkan sudut bibirnya lalu pergi.

“Fix! Secret admirer Hyora adalah Yoongi hyung!” Seru Taehyung.

Soo Ae mengabaikan obrolan Taehyung dan Jimin. Ia lalu membuka ponselnya dan mengirim pesan pada Hyora. 1 menit, 3 menit, 5 menit tidak ada balasan. Tidak seperti biasanya, Hyora selalu membalas pesan dengan cepat karena ponselnya yang selalu berada di tangannya.

***

Jin menatap nanar Hyora yang masih melamun memandangi pemandangan kota Seoul dari kamar di apartemennya. Semalam ia sangat khawatir dengan keadaan Hyora seperti hilang kesadaran. Untung saja Yoongi ingin mengantarkan Hyora ke cafe-nya. Jin juga terpaksa harus berbohong pada Eomma-nya jika Hyora sangat sibuk hingga larut malam dan berakhir menginap di apartementnya. Jin mengerti apa yang dirasakan Hyora saat ini, kesal sedih dan tidak bisa menerima kenyataan tapi ada hal yang harus diperjuangkan dari semua ini. Kebahagiaan eomma-nya. Jin sendiri sudah berkali-kali menghubungi Hoseok tapi dia juga tidak menjawab panggilannya. Hari ini Jin memutuskan untuk tidak datang ke cafe dan menemani Hyora di sini. Laki-laki itu kini masuk ke dalam kamar yang Hyora tempati dengan membawa makanan. Dilihatnya ponsel Hyora yang terus menyala karena panggilan masuk dan juga bergetar karena pesan masuk.

“Hyora, mau sampai kapan kau mengabaikan ponselmu?” Tanya Jin lalu duduk di sebelah Hyora. Memutuskan untuk bergabung memandang Kota Seoul dari lantai 15 apartemennya ini.

“Oppa, kenapa rasanya sakit sekali?” Tanya Hyora tanpa menoleh ke arah Oppa-nya.

Jin kemudian mengelus lembut rambut Hyora. Tiba-tiba air mata Hyora kembali menetes dan semakin lama Hyora semakin terisak. Luka sayatan di hatinya semalam seperti di siram dengan air keras. Perih dan kelu. Entah untuk keberapa kalinya Hyora memukul dadanya, berharap sesuatu yang membuatnya sesesak ini akan melepaskannya.

“Aku tidak ingin melihatmu seperti ini, Hyora. Jika kau terus begini, sebaiknya kau jujur dengan Eomma.” Ucap Jin.

“Aku ingin melihat Eomma bahagia dengan orang yang dia cintai. Oppa seharusnya melihat tawa riang Eomma kemarin malam. Sangat indah dan aku tidak mau merubahnya. Lagipula, aku juga tidak tahu, sebenarnya apa aku untuk Hoseok oppa?” Ucap Hyora dengan suara parau.

Ponsel Hyora kembali berbunyi kali ini chat line yang terus masuk. Jin mengambil ponsel Hyora lalu memberikannya kepada si pemilik.

“Bukalah, sepertinya Soo Ae sangat mengkhawatirkanmu.”

Hyora membuka chat line-nya. Soo Ae, Taehyung, Jimin dan Yuri menanyakan kabarnya dengan banyak chat. Hyora tersenyum samar melihat teman-temannya yang sangat memperdulikannya hingga seperti ini.

Ya! Kau terus memarahiku jika aku tidak membalas chatmu dan sekarang kau yang tidak membalas chatku, Im Hyora!!

Hyora, apa kau sedang liburan ke Pluto? Kenapa susah sekali menghubungimu. Cepat balas chat Soo Ae sebelum ia mengirimku ke Bintang.

Apa kau sedang mengecilkan pipimu? Kenapa hari ini kau tidak masuk?

Hyora-ssi, teman-temanmu mengkhawatirkanmu. Kau harus tahu mereka semua sejak tadi bertengkar. Aku pusing, cepatlah kabari mereka.

Air mata Hyora tiba-tiba kembali menetes. Kali ini bukan kesedihan tapi kebahagiaan kecil yang dibuat oleh teman-teman baiknya. Hyora menghapus airmata dengan punggung tangannya. Ia kembali membaca chat terakhir dan ia terkejut melihat siapa yang mengirimkan chat itu. Jung Hoseok.

Hyora, jangan menghindar dariku. Aku mohon, temui aku 2 hari lagi di Sungai Han. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan sebelum aku menjadi kakakmu. Aku mohon Hyora.

***

“Jeongguk-ah, apa kau sangat dekat dengan Soo Ae unni?” Tanya Hyerim tiba-tiba.

Guru matematika mereka tidak bisa mengajar hari ini dan sekarang kelas mereka hanya diberikan catatan. Kini semua anak di kelasnya sedang bercanda dan bahkan sebagian sudah pergi ke kantin karena setelah pelajaran ini, waktu mereka untuk istirahat.

Jeon Jeongguk yang sedang asik menyalin catatan tiba-tiba menoleh ke arah Hyerim.

Hyerim dan Jeongguk menjadi teman semeja dikarenakan Hyerim dan Jeongguk adalah murid baru.

“Aku sudah kenal dengan nuna lama sekali. Dia adalah gadis yang berani, mandiri dan tidak lemah seperti kebanyakan gadis.” Jelas Jeongguk lalu kembali meneruskan catatannya.

Hyerim mengangguk mendengar jawaban Jeongguk.

“Apa…. Apa kau menyukai Soo Ae unni?” Tanya Hyerim ragu.

Jeongguk kembali menghentikan kegiatan menulisnya lalu berpikir. Memutar bola mata-nya lalu tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.

“Sepertinya…… Iya.” Jawab Jeongguk. Hyerim lalu membulatkan matanya dan menghembuskan nafasnya perlahan.

“Tapi, Taehyung oppa juga keliatannya menyukai Soo Ae unni. Oppa sedang mendekati Soo Ae unni.” Jelas Hyerim.

Jeongguk lalu menatap tajam Hyerim. Hyerim terkejut dan refleks memundurkan duduknya. Tapi Jeongguk masih mendekati wajahnya hingga hanya berjarak 5cm dengan wajah Hyerim. Hyerim terpaksa menahan nafas karen kegugupannya. Jeongguk menyunggingkan senyuman evilnya.

“Aku juga sedang mendekati Soo Ae nuna diam-diam.” Jeongguk kemudian mengarahkan kepalanya ke telinga hyerim dan membisikan sesuatu. “Tolong jangan ceritakan ini ke Taehyung hyung. Aku akan berjuang untuk cinta pertamaku.” Jeongguk kemudian menarik dirinya ke tempatnya semula dan diam-diam Hyerim kembali bernafas. Hyerim masih terdiam atas tindakan Jeongguk tadi dan tidak berani menjawab.

Jeongguk melirik jam tangan berwarna merah yang melekat di pergelangan tangan Hyerim lalu dengan cepat ia menarik tangan itu. Hyerim kembali terkejut karena perlakuan Jeongguk.

“Wah sudah waktunya istirahat. Ayo kita makan.” Ajak Jeongguk masih dengan senyum devilnya.

Hyerim lalu berdiri, menarik nafas dan kemudian membuangnya mencoba menetralkan degup jantungnya yang entah untuk keberapa kalinya disetrum karena perlakuan Jeongguk.

“Aku ada urusan. Dah.” Jawab Hyerim dingin lalu meninggalkan Jeongguk. Setelah keluar dari kelas ia kembali mengatur nafasnya.

“Apa benar ia menyukai Soo Ae unni? Lalu kenapa denganku?” Tanya Hyerim lirih.

***

2 hari kemudian.

Soo Ae terlibat perdebatan penting antara hati dan otaknya. Entah kenapa tiba-tiba ia memikirkan baju apa yang akan ia kenakan besok malam saat bertemu dengan keluarga Kim. Dan detik itu juga ia lalu menggelengkan kepalanya kasar. Peduli apa dia mengenakan setelah formal atau tidak, tapi setidaknya ia harus menghormati Nyonya Kim dan Tuan Kim. Ingat perkenalan pertama dia dengan Nyonya Kim yang sangat baik dan penyayang. Berbeda sekali dengan Kim Taehyung yang selalu mengganggunya dan mengikuti kemanapun ia pergi. Bahkan sekarang di depannya terlihat pemandangan Taehyung dengan sifat anehnya. Soo Ae, Taehyung dan Hyerim berangkat sekolah seperti biasa. Entah sejak kapan, Soo Ae selalu pergi bersama dengan kakak-adik Kim ini. Soo Ae kemudian tersenyum samar melihat kelakuan Taehyung yang menurutnya di batas ambang normal. Tebak apa yang sedang Kim Taehyung lakukan di jalan sekarang? Laki-laki itu berjalan di pinggiran trotoar dengan tangan di renggangkan untuk menjaga keseimbangan dan sesekali ia melompat untuk menghindari batu di depannya. Hyerim dengan cepat menarik Taehyung tapi Taehyung kembali berjalan seperti itu lagi dengan tawa konyolnya. Soo Ae hanya berjalan santai disebelah Taehyung sesekali ia tersenyum, senyum tulus karena melihat Taehyung yang sangat ke-kanak-kanakan. Tiba-tiba Taehyung menoleh ke arah Soo Ae lalu tertawa.

“Soo Ae kenapa kau senyum senyum melihatku?” Tanya Taehyung.

“Ngg? Aku? Hanya lucu saja melihat kau seperti itu.” Jawab Soo Ae jujur. Taehyung lalu berhenti berjalan dan terkejut mendengar jawaban Soo Ae.

Soo Ae dan Hyerim tetap meneruskan perjalanannya sambil sesekali mengobrol.

“Dia memang aneh, Unni. Aku juga tidak tahu saat Eomma hamil, apa yang Eomma lakukan hingga anak laki-laki kesayangannya itu seperti itu.” Jelas Hyerim. Soo Ae tertawa mendengar pernyataan Hyerim. Sadar bahwa Taehyung tidak disebelahnya, gadis itu kemudian menoleh ke belakang.

“Taehyung-ah! Apa kau ingin kita terlambat? Aku tidak ingin berangkat denganmu lagi jika hari ini kita terlambat karena ulahmu.” Teriak Soo Ae lalu kembali berjalan.

Taehyung kemudian sadar lalu berlaridan menyelinap di antara Hyerim dan Soo Ae. Taehyung juga merangkul 2 gadis itu dan dengan cepat 2 gadis itu menolak habis-habisan atas perlakuan Taehyung tapi Taehyung tetap bertahan pada posisinya.

“Ah aku bahagia hari ini, adik kesayanganku dan pacar kesayangankuada dirangkulanku.” Seru Taehyung lalu tertawa.

“Oppa, aku bosan mendengar rayuan bodohmu itu.” Ucap Hyerim.

“Ya! Sejak kapan kita berpacaran bodoh!” Seru Soo Ae sambil mencoba melepaskan rangkulan Taehyung.

“Bagaimana jika mulai detik ini? Aku perlu menyatakan cinta tidak?”

“Ya! Jangan bercanda Kim Taehyung! Lepaskan aku.” Seru Soo Ae.

“Oppa, jangan buat keributan di jalan.” Seru Hyerim pasrah.

Taehyung hanya tertawa mendengar omelan dari Soo Ae.

***

Jin memasuki kamar Hyora di apartemennya. Ini sudah hari ketiga Hyora di dalam kamar tanpa keluar untuk sekedar menghirup udara segar. Jin meletakan sarapan untuk Hyora. Hyora masih terdiam dan tidak banyak bicara. Bahkan ia hanya menjawab iya atau tidak ketika sedang ditanya.

“Apa kau yakin akan menemuinya siang ini?” Tanya Jin.

Hyora menoleh ke Jin lalu mengangguk, “hmm.”

“Apa perlu ku antar nanti siang?” Tanya Jin memastikan.

“Tidak usah Oppa. Setelah bertemu dengannya, aku akan bertemu Soo Ae juga di Sungai Han.” Jelas Hyora.

Jin mengangguk lalu mengacak rambut Hyora pelan. “Kalau begitu, aku akan ke cafe. Jangan lupa kunci apartemennya ya.”

“Hmm…. Hati-hati.” Balas Hyora.

Setelah Jin keluar dari kamarnya, Hyora merebahkan tubuhnya lalu membuka ponselnya. 2 hari ini, orang itu, selalu mengirimkan pesan seperti sedang khawatir dan takut terjadi apa apa dengan Hyora. Hyora kembali membaca pesan-pesan dari orang misterius itu.

Apa kau sudah lebih baik? Mengapa belum masuk sekolah?

Kau harus tetap makan walaupun kau sedang banyak pikiran.

Jangan buat aku khawatir. Kau tidak sendiri karena aku akan selalu bersamamu.

Hyora memutar bola matanya. Memikirkan bahwa hanya Min Yoongi yang tahu semua masalahnya malam itu. Bahkan ia belum bercerita pada Soo Ae dan akan menceritakannya nanti sore setelah pertemuannya dengan Hoseok.

“Apakah Yoongi sunbae?” Tanya Hyora lirih.

***

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua murid Youngshin Senior high School bersorak karena hari ini Sabtu dan besok adalah hari libur. Soo Ae merapihkan semua buku-bukunya dan memasukan ke dalam tas ranselnya. Semua murid kelasnya telah meninggalkan kelas kecuali Jimin, Yuri dan Taehyung. Yuri kemudian menghampiri Soo Ae.

“Soo Ae, apa kau akan bertemu Hyora hari ini?” Tanya Yuri.

“Iya. Sore ini ia menungguku di Sungai Han. Apa kau tidak bisa ikut?”

“Kami akan datang, Soo Ae. Tapi kami harus ke toko buku dulu.” Sambung Jimin dan disertai anggukan Yuri.

Soo Ae tertawa kecil, “Apa kalian sedang berkencan?”

“Iya?!”

“Tidak!”

Jimin dan Yuri menjawab pertanyaan Soo Ae serempak dengan jawaban yang berbeda. Soo Ae hanya mengangguk kecil.

“Baiklah, Soo Ae, Taehyung. Kami pergi dulu ya! Annyeong!” Ucap Yuri.

Yuri dan Jimin meninggalkan kelas kemudian disusul Soo Ae dan Taehyung juga berjalan keluar kelas. Hyerim sudah menunggu Taehyung dan Soo Ae untuk pulang bersama. Taehyung menatap Soo Ae yang sibuk dengan ponselnya.

“Sepertinya kalian pulang duluan saja. Aku harus bertemu Jeongguk. Dia bilang, dia ingin mengatakan sesuatu padaku.” Jelas Soo Ae.

Taehyung lalu menatap tajam Soo Ae yang masih sibuk mencoba menelpon Jeongguk. Hyerim menundukan kepalanya entah apa yang dirasakan saat ini, ia mengingat perkataan Jeongguk 2 hari yang lalu.

“Aku akan berjuang untuk cinta pertamaku.”

“Aku ke kelas Jeongguk dulu ya. Kalian hati-hati. Annyeong.” Soo Ae berlari kecil menyusuri koridor.

Taehyung menatap datar kepergian Soo Ae lalu mengalihkan pandangannya lagi ke Hyerim.

“Hyerim, aku akan menunggu Soo Ae. Kau pulang duluan saja ya, tidak apa-apa kan?”

“Nde oppa.” Jawab Hyerim tersenyum kaku lalu berjalan ke gerbang sekolah.

Taehyung dengan cepat berlari menyusuri koridor menuju kelas Jeongguk. Setelah berada di ujung koridor, ia menghentikan laju larinya lalu memutuskan untuk menatap dua orang di depannya dari sini. Bisa dipastikan, ia bisa melihat jelas keduanya dari sini tapi mereka tidak bisa melihat keberadaan Taehyung. Soo Ae berada di depan Jeongguk yang sedang duduk di depan kelasnya. Wajah Jeongguk tertutup tubuh Soo Ae yang membelakangi Taehyung hingga Taehyung tidak dapat melihat dengan jelas apa yang dilakukan Jeongguk.

“Kookieya, apa yang akan kau bicarakan padaku?” Tanya Soo Ae yang kini berjongkok di depan Jeongguk.

Jeongguk menatapnya dengan senyum-nya lalu menggeleng perlahan.

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengobrol dengan nuna. Apa tidak boleh?” Tanya Jeongguk.

“Tentu saja boleh. Kita sudah lama tidak bertemu.”

“Benar, sudah lama. Lalu, apakah nuna merindukanku?” Tanya Jeongguk.

“Sangat rindu.” Ucap Soo Ae lalu menepuk pelan kepala Jeongguk.

Jeongguk tiba-tiba mendorong Soo Ae hingga Soo Ae terduduk dan terdorong menabrak dinding. Kini kedua lengan Jeongguk mengunci rapat tubuh Soo Ae. Soo Ae terkejut dengan tingkah Jeongguk yang aneh seperti ini. Soo Ae menahan nafasnya karena wajah Jeongguk sangat dekat dengannya.

“Nuna, apa kau masih menganggapku anak kecil?” Tanya Jeongguk datar dengan tatapan tajam.

“Mwo?”

Jeongguk mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Soo Ae. Taehyung yang melihat pemandangan itu dari jauh sudah geram dan mengatupkan rahangnya dengan keras. Ia berniat untuk menghajar bocah laki-laki itu tetapi diurungkan ketika melihat seorang anak perempuan sedang berlari di sebrang koridor setelah melihat Jeongguk dan Soo Ae. Taehyung membulatkan matanya dan semakin mengepalkan jari-jarinya. Anak perempuan yang menangis itu, adiknya.

-tbc-

Annyeong author kembali~~~ Masih ada yang menunggu fanfic yang semakin absurd ini? Hahahaha terimakasih untuk yang masih setia membaca. Mind to leave some comments?😀 gamsa~~~

About fanfictionside

just me

16 thoughts on “FF/ MISS RIGHT, I LIKE YOU/ BTS-GOT7/ pt. 6

  1. Hi authornim, ak readers baru!! Phita imnida ^^ bangapta
    Sukaa bangett! Daebak Keren ceritanya😄
    Ak suka couple hyora-yoongi!
    Miyan, authornim bru komen d chap ini! NEXT chap janji deh bakal komen terus ><
    ~Fighting! Keep writing \jangan lama2 ya next chap x hehe/

  2. udah kuduga, pasti hoseok T.T sedih sih karena hyora-hoseok bakal jadi adek kakak bcs of what? aku shipper mereka huehuehuhueeee. batalin aja thor pernikahan mamanya hyora sama papanya hoseok, plissssss.
    dan kenapa jinyoung gaada dich ini? omg, padahal suka banget sama couple jinyoung-soo ae, dan itu lagi si bocah tengil jjk. Kau mau apakan soo ae? /brb pulangin ke busan/. thor sumpah makin suka aja sama ceritanya! next jangan lama lama ya? maaf kepanjangan-_-v

  3. author-nim, ceritanya makin seru.. ohmygod, /sujud syukur/ ternyata yang bakalan jadi kakaknya hyora tuh hoseok bukan yoongi..
    ayolah, cepet bikin hyora sama yoongi jadian..
    sooae.. ohmygod!! kookie.. kamu ngapain nak?? taehyunh tenang, keep calm..
    next chapter ditunggu.. dan jangan lama^^ semangat^^

  4. Min udh sebulan ni… :'(( ayo dong lanjutin… penasarann pakai BANGET… tiap hari bolak balik buat ngecek.. sakitnya tu disini min hahahahhaha

  5. PLIS THOR LANJUTIN, UDAH BER-UBAN INI NUNGGUNYA, SETIA BGT PAN. PLIS JANGAN GANTUNG GINI, UDAH SETAHUN THOR, JEBAL…… /nangis di pelukan mark/ (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)

  6. Naanyeong!^^
    Bagus banget ceritanya, authornim! Naega aju johayo!~
    Uda dari lama sih jadi readers, cuma baru coment sekarang. Uda dari lama juga nunggu lanjutan chap yang lainnya tapi belum juga di post:’) Ditunggu ya nim, chap-chap yg lainnya;) Hwaiting! Authornim punya akun wattpad? Apa namanya? Keep writing, nim!^^

  7. Naanyeong^^
    Thornim, uda lama nih nunggu chap-chap yang lainnya, tapi belum juga di post:’) Bolak-balik ngecek tapi belum ada juga. Lumutan ini, thornim:” Hwaiting lah ya untuk segala kesibukannya!^^ Authornim punya akun wattpad? Apa namanya? Keep writing, nim!^^

  8. Naanyeong!^^
    Thornim, uda lama banget nih nunggu chap yang lainnya tapi belum juga di post:’) Bolak-balik ngecek, tapi belum juga di post. Authornim punya akun wattpad? Apa namanya? Fighting lah ya untuk segala kesibukannya^^ Keep writing, nim!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s