FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 3


Title : FATE Pt.3

Cast :

  • Kim Seok Jin (BTS)
  • Shin Hye Jeong (AOA)

Support Cast :

  • Yagi Harumi
  • Irie Naoki

Genre :

Sad, Friendship , Romance , NC

Length : Chapter

Author : Chahaekris

FATE PT.3

*

“kau tidak bersama Jin?”

Sapaan Naoki membuyarkan lamunan Harumi.

“hmm tidak,” jawab Harumi singkat

“ada apa dengan kalian? Kau tidak seperti biasanya” Naoki mendudukkan dirinya di depan Harumi.

“sepertinya ia sibuk…akhir-akhir setelah jam pelajaran selesai ia langsung terburu-buru pergi”

Naoki menangkap adanya keganjilan antara teman-temannya ini,

“biasanya jika aku membahas tentang Jin kau akan sangat bersemangat” Naoki mengamati Harumi yang hanya terdiam.

“Naoki…apakah Jin pernah cerita padamu tentang kehidupan pribadinya? Contohnya…tentang wanita yang ia sukai atau semacamnya?”

Naoki terlihat bingung , ia mengerutkan keningnya

“mmm selama ini Jin tidak pernah membahas tentang wanita jika bersama denganku. Aku justru mendesaknya untuk mendekatimu”

“lalu apa yang ia katakan?” Harumi menatap Naoki lekat.

Takut-takut Naoki menatap Harumi

“mmm ia mengatakan bahwa ia hanya menganggapmu sebagai sahabatnya, tidak lebih”

Harumi menundukan kepalanya mendengar penuturan Naoki.

Naoki yang menyadari adanya perubahan pada wajah Harumi merutuki dirinya yang begitu bodoh, mengatakan hal itu pada Harumi.

Naoki sangat tahu sekali jika Harumi memiliki perasaan pada Jin , namun tidak pada Jin.

Sepertinya ia harus menceritakan hal ini pada Jin.

**

Naoki berdiri di depan pintu Apartment Jin dan menekan bel sudah kesekian kalinya.

Ia sudah mengirimi Jin pesan Line , namun lelaki itu tidak juga membukakan pintu untuknya.

Naoki memutuskan untuk pulang saja. Namun ia tersentak ketika ia ingin keluar dari pintu lift, ia melihat Jin bersama dengan seorang wanita menuju ke arahnya.

“eohh Naoki? Apa yang kau lakukan di sini?” Jin yang terkejut melihat Naoki yang baru keluar dari lift.

“aku mencarimu, kau tidak membalas pesan Lineku jadi aku langsung saja ke sini. Ada hal yang ingin aku bicarakan”

“baiklah” Jin tersenyum dan kembali menarik Naoki menuju Lift.

Di dalam lift Naoki memberikan kode kepada Jin, matanya menyiratkan pertanyaan “siapa wanita yang bersamamu?”

“kau naiklah dan tunggu aku di depan pintu Apartment, aku akan segera kembali”

Naoki terlihat bingung namun akhirnya ia mengangguk.

“siapa wanita itu?” Tanya Naoki ketika baru saja masuk ke Apartment Jin.

“duduklah dulu…kau mau minum?” tawar Jin

“Ice tea…”

Beberapa menit kemudian Jin kembali dengan 2 gelas ice tea di tanganya.

Naoki menyeruput Ice teanya dengan segera. Menunggu Jin 2 kali di depan pintu Apartmentnya membuat lelaki ini sangat kehausan.

“dia tetanggaku. Sudah jelas?” jawab Jin singkat

Naoki menatap Jin lekat,

“siapa namanya?

Ahhh dimana-mana kau selalu di kelilingi oleh wanita-wanita cantik.

Kau tahu dia cantik sekali…Harumi saja kalah. Mengapa kau bisa bersamanya tadi?”

Jin terkekeh “apakah aku harus menjawab semua pertanyaan beruntunmu? Kau saja belum mengatakan apa maksud dan tujuanmu menemuiku”

Naoki teringat mengapa ia ingin bertemu dengan Jin tadi.

“ada apa denganmu dan Harumi? Kalian jarang bersama akhir-akhir ini”

Jin terdiam kemudian ia menghela nafasnya

“aku menolak perasaannya”

Naoki membelalakan matanya

“jadi Harumi menyatakan perasaannya padamu dan kau

menolaknya?”

Jin mengangguk pelan.

“wahh Jin…mengapa kau menolaknya?

Apakah kau menyukai gadis lain?

Ahhhh apa kau menyukai gadis yang bersamamu tadi?”

Naoki menerka-nerka apa yang ada di benak Jin.

Jin terdiam.

“seperti yang aku katakan padamu sebelumnya, aku hanya menganggap Harumi sebagai sahabatku. Aku tahu ia pasti kecewa padaku, namun lebih baik mengatakan yang sebenarnya bukan”

“aku hanya menghindarinya beberapa saat saja. Jika suasana sudah mulai membaik aku akan menemuinya lagi”

Naoki menganggukkan kepalanya sambil meraih ice teanya

“lalu gadis itu? Siapa namanya?”

“HyeJeong…dia juga orang Korea.

Dia hanya tinggal dengan bibinya.

Orang tuanya sudah meninggal dan … ia buta”

Naoki tersedak dan terbatuk-batuk mendengar perkataan Jin,

“buta?”

Naoki masih mengatur tenggorokannya yang tadi tercekat dan menatap Jin tidak percaya.

Jin mengangguk pelan,

“ia mengalami kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya dan mengakibatkan dirinya tidak bisa melihat lagi”

“hmmm sayang sekali ya ia buta, padahal ia sangat cantik…”

Naoki menggeleng-gelengkan kepalanya prihatin

“tapi kau menyukainya kan? Benar kan dugaanku?” kini Naoki tersenyum berarti ke arah Jin.

“mungkin…hanya saja aku belum memastikan perasanku ini. tapi aku memang tidak pernah bisa tidak memikirkannya” Jin tersenyum.

Naoki menepuk bahu Jin pelan

“jika kau sudah bisa memastikan perasaanmu pada gadis itu ,kau bisa memberitahu Harumi. Aku hanya tidak ingin kalian seperti ini. Kalian sudah sama-sama dewasa, tentu bisa menyelesaikannya dengan dewasa bukan”

***

“Ajjuma…apakah hari ini Jin akan kemari?” Tanya HyeJeong yang sedang duduk di ruangan TV

“eishh baru kali ini kau menanyakan Jin padaku?” goda Ajjuma

Pipi HyeJeong bersemu merah

“ani…aku hanya menanyakannya saja”

“hmmm benar juga ,biasanya dia akan kemari jika kuliahnya sudah selesai kan? Tapi ia mengatakan bulan depan ia akan mulai praktik di Rumah Sakit setelah jam pulang kuliah, mungkin ia sedikit sibuk akhir-akhir ini Hye” jelas Ajjuma sambil kembali merajut

HyeJeong terdiam mendengar apa yang di katakana Ajjuma.

“kau merindukannnya Hye?”

HyeJeong mengangguk pelan namun kemudian menggelengkan kepalanya

“ani…anii…aku tidak mengatakan itu…Ajjumaaaaa” rengeknya

Ajjuma tertawa melihat tingkah HyeJeong yang malu-malu itu

“kau menyukai Jin? Iya kan?” sekali lagi Ajjuma menggoda HyeJeong

Hye terdiam…ia sangat malu sekali pada Ajjuma, entah apa yang harus ia katakan pada Ajjuma saat ini.

“Hye…jika saja kau bisa melihat. Kau akan bisa melihat betapa tampannya wajah Jin. Aku saja pertama kali bertemu dengannya , aku seperti melihat wajah seorang malaikat. Jin itu sangat tampan dan baik hati…jarang sekali melihat pemuda seperti dia” puji Ajjuma

“Ajjuma aku sudah tau itu, kau sudah mengatakan hal itu berkali-kali dan aku masih mengingatnya” Ujar Hye memainkan jemarinya

“jadi…kau menyukainya?” bisik Ajjuma tepat di telinga HyeJeong.

“Ajjummaaaaaaaaa”

Akhir-akhir ini Jin jarang datang ke tempat Hye seperti biasa lelaki itu lakukan ketika pulang dari kuliahnya, entah mengapa badannya terasa sangat lelah. Akhir-akhir ini ia sedikit di sibukkan dengan tugas kuliah dan juga Part timenya.

Ia membutuhkan istirahat sejenak, namun ia ingin sekali bertemu dengan Hye. Sepertinya rasa lelahnya akan hilang jika melihat gadis itu. Jin melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian namun ia mendengar suara bel pintunya. Jin mengernyitkan alisnya…siapakah yang berkunjung? Pikirnya.

Jin terkejut melihat kamera intercomnya berdiri seorang gadis.

HyeJeong…ia berdiri di depan pintunya sekarang.

Jin terlihat sangat senang melihat gadis itu, baru saja ia memikirkannya. Tapi kenapa tiba-tiba Hye datang ke Apartmentnya? Jin sedikit bingung…namun ia tanpa ragu langsung membuka pintunya.

HyeJeong tampak terkejut karena Jin membuka pintunya dengan tiba-tiba

“Hye…annyeong,ada apa kemari?”

“aahh kau mengagetkanku Jin, aku bahkan belum menyapamu” ujar Hye sambil memegang dadanya karena terkejut.

Jin tertawa melihat Hye yang begitu terkejut

“masuklah…”

Dengan perlahan Hye masuk ke dalam Apartment Jin,

“hati-hati di depanmu ada rak sepatu…ke kanan tiga langkah dan berjalanlah perlahan ke depan” HyeJeong berjalan sesuai arahan Jin

“ke kanan lagi 2 langkah, kau akan bertemu sofa, duduklah di sini…kau ingin minum?”

“tidak…aku hanya sebentar Jin” ujar Hye kikuk, ini pertama kali Hye mengunjungi Apartment seorang laki-laki.

Jin tersenyum melihat Hye yang terlihat sedikit tidak nyaman

“anggap saja rumahmu sendiri, aku seperti itu kan jika mengunjungi rumahmu.

Ada apa Hye? ini pertama kalinya kau kemari sendiri”

Hye menyerahkan kotak yang sepertinya berisi makanan ke hadapan Jin

“ini…Ajjuma membuatkan makanan untukmu,dan ia menyuruhku untuk mengantarnya ke sini”

Wajah Jin seperti sedang berfikir, bagaimana bisa Ajjuma membiarkan Hye berjalan sendiri ke lantai 8 Apartment ini tanpa pengawasannya.

“aku menghafal jalan ke arah Apartmentmu,jadi kau tidak usah menatapku bingung seperti itu Jin”

Jin terkekeh mendengar Hye yang seolah-seolah bisa melihat bagaimana ekspresi wajahnya saat ini dan membaca pikirannya.

“hahaha arra…waaahh makanan ini sepertinya enak. Katakan pada Ajjuma aku sangat berternima kasih padanya karena sudah memasakan masakan enak untukku. Dan juga aku tidak ingin merepotkanmu-”

“sebenarnya aku yang ingin kemari sendiri” sela Hye

Jin terdiam, ia menatap gadis yang duduk di sebelahnya ini.

“begitukah?”

Jin mengangguk-angguk , dalam hatinya ia sangat senang mendengar ucapan Hye.

“ah apa kau tidak suka jika aku kemari?

Baiklah aku akan pulang sekarang juga”

Hye berdiri dari Sofa dan hendak melangkahkan kakinya menuju pintu.

Namun tangan Jin segera menahan tangan Hye agar tetap di tempatnya.

Hye terkejut karena perlakuan Jin yang tiba-tiba menahan tangannya.

Ini pertama kali dalam 2 tahun mereka bertemu Jin akhirnya melakukan kontak fisik dengan sengaja pada Hye.

Selama ini Jin selalu mengarahkan Hye agar tidak menabrak barang-barang yang di lalui Hye tanpa menyentuh Hye.

“Hye bukan seperti itu maksdku.

Aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa denganmu” ujar Jin cepat

Hye terdiam, ia menundukkan kepalanya …

Jin menyadari seolah-olah arah pandang gadis ini terarah pada tangannya yang Jin genggam.

Jin tersadar dan dengan segera melepas tangannya.

“apakah Hye ingin pulang? Aku akan mengantarmu”

Hye perlahan mengangkat tangannya ke arah wajah Jin,

tangan Hye menyentuh wajah Jin perlahan lalu naik ke kening Jin.

“sepertinya kau demam, tanganmu sangat panas Jin”

Jin terkejut karena Hye tiba-tiba mengangkat tangannya dan menyentuh wajahnya perlahan lalu naik ke keningnya.

“kau pasti sangat kelelahan, makanlah dulu…kau butuh tenaga lalu kau bisa beristirahat Jin. aku akan menghubungi Ajjuma agar ia membawakanmu obat”

wajah Hye berubah menjadi khawatir.

Jin tersenyum kecil melihat betapa pedulinya gadis ini pada dirinya.

“tidak usah…sehabis makan aku akan berisirahat,

tapi dengan syarat kau harus menemaniku makan Hye”

Hye tersenyum dan mengangguk setuju.

Jin makan dengan lahapnya sambil sesekali mengobrol dengan Hye yang duduk di depannya

Hye terlihat sangat menikmati waktunya bersama dengan Jin.

Satu hal yang Jin sadari adalah gadis ini perlahan kembali menjadi HyeJeong yang dulu ceria. Hye Jeong banyak tertawa .

Ia semakin menyukai gadis di hadapannya ini. Ia sangat yakin inilah HyeJeong kecilnya dulu…namun ia perlu membuktikanya.

“sekarang kau beristirahatlah … aku akan pulang”

ujar Hye sambil menenteng kotak makan yang sekarang sudah ringan.

“aku akan mengantarmu Hye”

dengan sigap Jin berjalan menuju pintu Apartmentnya.

“tidak…aku bisa pulang sendiri.

Kau sedang sakit jadi tidak boleh keluar dari kamar. Beristirahatlah”

Hye menolak dengan mengibas-ibaskan tangannya.

“baiklah…tapi dengan 1 syarat”

Jin tersenyum sambil mengangkat jari telunjuknya.

“syarat apa lagi Jin?”

Hye merengut karena sejak tadi Jin selalu meminta syarat darinya.

Jin terkekeh melihat wajah Hye yang merengut seperti itu.

“besok pagi kau harus ke sini lagi , mengecek apakah panasku sudah turun atau belum”

Hye terdiam sejenak…

kemudian tersenyum

“arra…sekarang kau istirahatlah…Jaljayo”

Jin masih menatap pintu Apartmentnya dengan senyum penuh arti.

Time stands still

Beauty in all she is

I will be brave

I will not let anything take away

Whats standing in front of me

Every breath

Every hour has come to this

One step closer….

****

Harumi tidak bertemu dengan Jin kemarin di kampus.

Ada apa dengan Jin? apa mungkin ia sakit?

Harumi memutuskan pergi mengunjungi Jin di Apartmentnya .

Ia keluar dari lift dan melangkahkan kakinya menuju Apartment Jin.

Tangan Harumi hendak menekan tombol bel ,namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang gadis keluar dari pintu Apartment Jin dan berjalan perlahan ke arah Lift tanpa menoleh ke arahnya.

Harumi membelalakan matanya melihat gadis itu.

Ia bertanya-tanya di dalam hatinya siapa gadis itu?

Mengapa ia keluar dari Apartment Jin?

Seketika lutut Harumi lemas…apakah gadis itu…kekasih Jin?

Naoki mengusap-usap matanya yang baru saja terbangun dari tidurnya.

Jika saja bel pintunya berhenti berbunyi, ia tidak akan rela meninggalkan ranjang kesayangannya itu.

“sebentar…sabar…haaahh siapa yang berani-beraninya mengganggu tidurku”

Naoki terkejut melihat Harumi berdiri di depan pintunya sambil terisak.

Dengan segera Naoki menarik Harumi masuk ke dalam Apartmentnya. Ia tidak ingin tetangganya mengira ia telah melakukan sesuatu pada Harumi. Sehingga gadis itu menangis meminta pertanggung-jawaban pada dirinya -__-.

Naoki masih bingung dengan keadaan Harumi yang tiba-tiba menangis datang ke Apartmentnya.

Ia mencoba bertanya, namun gadis itu menangis semakin keras.

Akhirnya Naoki meninggalkan Harumi yang masih menangis itu masuk ke kamarnya untuk mandi.

Ini pertama kalinya ia bertemu Harumi dengan wajah yang kusut, tentu saja imagenya sebagai playboy akan jatuh di depan Harumi.

Naoki keluar dengan mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.

Di tengoknya Harumi yang masih tersedu-sedu diruang tamunya itu.

Naoki kembali dengan membawa teh hangat untuk gadis itu.

“Harumi … apa yang terjadi padamu?

Mengapa kau tiba-tiba datang kemari dan menangis seperti itu?”

“Jin…hiks…apa kau tahu apa yang kulihat barusan?”

Naoki mengernyitkan alisnya

“tentu saja tidak, aku baru bangun Har-“

“seorang gadis keluar dari pintu Apartment Jin pagi ini” potong Harumi.

Naoki terdiam, namun ia terlihat tidak terkejut dengan penuturan Harumi.

Harumi menatap Naoki dengan pandangan sendu,

“kau tahu siapa gadis itu?” Tanya nya dengan suara parau.

Tentu saja tahu. Namun Naoki berpikir sejenak, jika ia mengatakan bahwa ia tahu siapa gadis yang di maksud Harumi. Pasti gadis ini akan semakin sakit hati dan tak akan berhenti menangis.

Tapi jika ia mengatakan ia tidak tahu, Harumi tidak akan percaya padanya.

“kau pasti tahu kan Naoki…jawab aku”

“dia bukan kekasih Jin…gadis itu hanya tetangganya” jawab Naoki singkat

Harumi berhenti menangis , menatap Naoki penasaran

“ tetangga? Apa kau tahu siapa nama gadis itu?”

Beginilah Harumi, ia sangat cerewet jika itu semua menyangkut tentang Jin. Dengan susah payah Naoki harus menjelaskannya kepada Harumi dengan perlahan.

Tbc-

Ommooooo maaf sekali untuk telaaaat update TvT

Jeongmal mianhe….

Untuk yang sudah tungguin FF ini maacie bgt…dan untuk yang sudah comment di FF sebelumnya maacie juga…

Luv Ya – From Jin

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF/ FATE/ BTS-AOA/ pt. 3

  1. Aku ngakak pas adegan naoki itu lho thor,yg mikir kalau dia membiarkan harumi nangis di depan pintu apartemwnt nya,tetangganya ngira naoki berbuat macam macam sama harumi :v wkwkwk
    Karakternya Jin disini kerasa banget thor,cocok banget sama image’nya jin yg pendiam di realnya😀 *iya gak sih*
    Next chaptet ya thor

  2. Baiklah ceritanya terlalu aneh dan pendek.Tapi yg bagus dari ff ini adalah ide cerita yang dituangkan ke dalam tulisan ini.Jadi,saya masih menunggu jalan cerita yang lebih bagus dan tetap mengutamakan feel yang terkandung dalam setiap tulisan.terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s