FF/ ON YOUR BEAT/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


OYUBE (On Your Beat)

Cast

  • Song aerin (OC)
  • Jeon jungkook (member BTS)
  • Member BTS lainnya

( cast akan bertambah seiring berjalannya alur cerita)

Genre : romance, drama, chapter, Pg 17

  • Warning !! Typo bertebaran~     –

oyube chap1

saat kau bilang kau sudah lelah aku juga, saat kau bilang kau ingin sendiri aku juga, saat kau bilang kau muak aku juga, tapi saat kau bilang kau sudah bosan aku hanya terdiam dan berusaha mencerna setiap kata yang menusuk dari bibirmu, apa ini ? aku, siapa aku ?”

 

Chap 1

-author prov-

Sudah hampir 1jam 45menit Aerin menunggu di dalam mobil. Udara diluar terasa sangat menusuk pori pori kulit dengan hembusan anginnya, dan celakanya aerin lupa untu membawa mantel penghangat, ia hanya memakai dress selutut dan berlengan panjang hitam dengan motif bunga di ujungnya terlihat manis sangat manis. Aerin menunggu jungkook sambil memainkan ponsel yang ada pada genggamannya dan sambi bernyanyi nyanyi kecil mengikuti alur dari lagu yang ia dengarkan. Tapi sedetik kemudian raut wajahnya berubah, Aerin tersenyum miris saat playlistnya memutar lagu selanjutnya. “huh, jeon jungkook sepertinya kau menikmati setiap line yang kau nyanyikan” katanya pelan dengan mata yang berkaca kaca. BTS “Danger”, ia mendengarkan lagu itu, bahkan lagu itu masih belum dipublikasikan. Lalu bagaimana Aerin bisa mempunyai lagu itu yang bahkan belum di rilis ?? Semua terasa mugkin saja terjadi karena Aerin adalah adik dari seorang ceo pemilik setengah saham dari Big Hits ia akan dengan mudah saja mempunyai lagu lagu mereka bahkan keluar masuk gedung itu, apalagi kekasihnya salah satu member dari BTS “JEON JUNGKOOK” yang terpaut 3 tahun.

“kau terlalu bodoh Song Aerin, mencintai bocah yang hanya memanfaatkan keluargamu saja”

“buka mata mu aerin, bahkan jungkook tidak pernah memberikanmu apapun”

“kau terlihat sangat buruk, kasihan”

“dia hanya mempermainkamu aerin”

“sadarlah aerin, jungkook hanya menganggapmu sebagai pengasuhnya”

“putuskan hubunganmu dengan nya”

Cacian demi cacian seakan telah menjadi makanan pokok setiap harinya untuk aerin, ia merasa ia telah kebal dengan semua kata kata yang menusuk itu.

Aerin prov

“shit, air mata ini sialan ini keluar lagi” ku usap buliran buliran air mata itu dengan lengan bajuku. Jeon jugkook aku merasa lagu ini sengaja mengusik kehidupanku, dan kenapa harus kau yang membawakannya !! jam sudah menunjukkan jam 7 malam, sudah 2jam tepat aku menunggunya dan ku bulatkan tekad ku tuk menemuinya. Udara hari ini benar benar menusuk setiap pori kulitku, dan highheels ini benar benar terkutuk. Ku sedikit berlari melawan dinginnya malam, melewati lorong lorong ruang latihan dan kini ku berada tepat di depan tempat para member bts latihan, tepatnya tempat kekasihku berlatih, setidaknya aku masih menganggapnya kekasih walau terkadang aku berada dititik terlemahku.

Ku masih berdiri diambang pintu, masih berdebat dengan pemikiran, haruskah aku membuka knop pintunya ?

“oh, aerin nunna” tiba tiba suara jimin menggagetkanku saat ku tau jimin tiba tiba membuka knop pintunya,kini terlihat jungkook dibalik tubuh jimin sedang bercakap dengan hyungnya, dengan menampakkan wajah… yang ceria… dengan senyum… yang manis…

“kau mencari kookie ? masuklah kedalam, disini sangat dingin” suara jimin membuyarkan lamunanku

“ah, aniya, aku akan menunggunya di mobil saja, ak.. aku.. hanya memastikan jika ia masih ada disini” jawabku ragu ragu, sebenarnya aku sangat ingin masuk kedalam, ikut bercengkrama dengan mereka, menikmati kehangatan setiap canda mereka, berbaur dengan mereka, saling bercerita, tapi…. Jungkook tidak suka, hanya tidak suka, tidak suka jika aku hadir ditengah tengah mereka. “huuuuuh” kulepaskan nafas beratku, seakan melepas beban hidupku yang konyol ini, sangat konyol”

“nunna ya, kau kan sudah disini, masuklah,tunggulah didalam, ara ara~” kata jimin sambil menggelayut gelayutkan tangan ku, tatapan cute jimin sepertinya mampu meluluhkan sikap ku untuk ikut masuk didalam, ia menarik narik tangan ku untuk masuk sambil memasang wajah imut buatanya, andai jungkook seperti dia….

Author prov

Kini semua tatapan menuju ke arah aerin, kecuali jungkook, ia malah dengan tergesa gesa mengambil telefon genggamnya dan bermain games di dalamnya, seoalah terlihat seakan ia berusaha menghindari eye-contact dengan aerin

“aerin ssi, duduklah disini” kata namjoon sambil menujuk nunjuk tempat kosong di sebelah jungkook.

Aerin merasa jika ia hadir ditengah tengah mereka suasana yang tadi nya hangat akan berubah, apalagi jika ia duduk disebelah jungkook. Belum sempat aerin mengeluarkan sepatah ucapan penolakan,s uara jungkook terlebih dahulu terdengar

“kau tidak lihat hyung, nunna itu memakai dress pendek, apa kau sengaja menyuruhnya duduk disini, di lantai, untuk melihat pahanya huh ?” kata jungkook tiba tiba, sambil memainkan games dalam smartphonenya

“yak !! jeon jungkook!!!” sentak semua member berteriak sambil menatap jungkook dengan tatapan seolah ingin menghajarnya atas ucapan yang mereka dengar dari mulut maknae itu

“hahaha, aku akan duduk disini saja, sepertinya ini tempat yang pas untuk melihat angle yang bagus dari latihan kalian, fighting !!” terdengar suara aerin yang memecah suasana yang aneh ini, ia tertawa, tapi terlihat tawanya seakan dipaksakan, seolah aerin memakasakan otaknya untuk berlogika jika semua ucapan jungkook hanyalah sebuah gurauan, memaksakan perasaannya untuk menerima semua kata kata jungkook, dan beranggapan jika setiap kata yang keluar dari bibir jungkook adalah untuk kebaikannya, seolah suara jungkook menjadi sebuah mantra agar aerin mendengarkannya.

Aerin menempati kursi kosong didekat pendingin ruangan. Tidak tau pilhannya tepat atau tidak untuk duduk di kursi itu, bagaimana tidak, kini ia duduk bersebelahan dengan pendingin ruangan yang yang sedang menyala. Terasa hembusan angin menyapu kulitnya, aerin hanya bisa duduk sambil meremas ujung dressnya, berharap rasa dingin yang ia rasakan berkurang seiring menguatnya remasan tangannya pada ujung dressnya. Aerin masih berusaha untuk menerima terpaan angin yang keluar dari pendingin itu walau terlihat jelas jika wajahnya kini pucat seperti mayat hidup.

“baiklah, latihan terakhir untuk danger dan kita lanjutkan besok sore” kata son seongdeuk ssaem, guru performance director bangtan.

Seongdeuk ssaem sepertinya merasakan jika aerin kini sedang tidak pada kondisi baik, maka dari itu ia memutuskan untuk mempercepat latihan untuk hari ini.

Lagu Danger pun di putar, terlihat para member kini telah berada pada posisi mereka. Aerin layaknya seorang army yang sedang menonton konser bts, bahkan saat intro terdengar, aerin menyanyikan fanchant dengan wajah yang ceria untuk menyemangati para member walaupun wajah cerianya itu bertolak belakang dengan kondisinya saat ini.

Suara aerin yang meneriakkan fanchant seolah menjadi vitamin bagi member lainnnya, mereka tersenyum bahkan sesekali tertawa mendengar nama mereka satu persatu diteriaki oleh aerin, terkecuali jungkook, jungkook hanya focus terhadap pantulan dirinya di cermin.

urin pyeonhaenson gateun goseul bojiman nomu daruji

kita sejajar, kita di tempat yang sama tapi terasa terlalu bebeda

nan neo bakbakke obtneunde wae neon bake itneun gotman geteunji

aku hanya punya mu tapi mengapa ini seakan tak ada dalam pikiranmu?

gonghamyeon neon mora bijeotni nal bijige haetdeon jongina isseotni

jika ku berada dititik bosan kau slalu bertanya apa aku marah, pernah kah ada saat dimana kau buatku marah ?

neon giyomi nan ji motmi

kau menggemaskan dan aku terlihat buruk

saenggigil niga deo saranghaneun gijogi

aku berharap ada keajaiban dimana kau akan mencintaiku lebih dari aku mencintaimu

aerin prov

langit hitam seakan berlabuh padaku menggerayangi setiap pikiran ku sejalan bersamaan saat jungkook menyanyikan part nya, terlihat jelas jika ia melihat pantulan diriku di cermin dengan tajam dan mengulas smirknya, seolah menunjukkan jika setiap lirik yang ia nyanyikan di persembahkan untukku. Sakitnya menyeruak sempurna, seolah menampar semua perasaanku manalakala logika dan hati tidak berjalan selaras. “aku mecintainya, aku sangat mencintainya, aku tulus mencintainya” terus ku bisikkan kata kata itu dalam hati ku, berusaha menguatkan diri, bibir kering yang membiru ini bergetar tanpa suara menahan buliran airmata yang memaksa ingin jatuh. Hatinya berteriak pilu manakala mendengar alunan suara jungkook, dan manakala kenyataan menamparnya dengan telak.

Jangnanhae neo dodaeche naega mwoya

Apa kau bergurau, kau anggap aku siapa

Manmanhae nalgatgo noneungoya

Apa aku terlihat murahan ? apa kau sedang bermain dengan ku ?

 

“YAK AERIN NUNNA, HIDUNGMU MENGELUARKAN DARAH!!!” tiba tiba pekikkan teriakan jimin membuyarkan lamunan ku, seketika juga mereka menghentikan latihan mereka dan berhamburan pergi kearahaku khawatir, sekedar untuk mengecheck keadaanku. Buru buru aku memegang hidung ku dengan panik, darah segar masih mengucur dari hidungku.

Bagaimana bisa aku tidak menyadari jika ada darah mengalir, bagaimana bisa aku tidak merasakan sakit saat darah itu mengalir, bagaimana bisa aku menggabaikkan diriku sendiri untuk tidak mengabaikan satu orang yang bahkan orang itu kini terlihat mengabaikkan ku ?

 

 

Author prov

“gunnakan ini, cepat !!” seokjin merobek sedikit kemejanya untuk membersihkan darah yang masih keluar dari hidung aerin

“sepertinya kau terlalu kelelahan dan kedinginan nunna” pekik taehyun khawatir

“hyung, akan ku ambilkan es batu agar darah nya berhenti keluar” kata hoseok kepada jin sambil berlari ke arah kulkas

Mereka khawatir terhadap aerin, bukan karena aerin adalah adik dari pemilih saham dari perusahaan mereka berkerja, tapi mereka mengganggap aerin sebagai wanita, sebagai teman, sebagai keluarga yang patut mereka jaga. Semua panic mencari obat obatan, tapi jungkook, seseorang yang aerin harap akan mengkhawatirkannya, ia hanya berdiri menatap aerin dengan tatapan dingin, tidak bisa ditebak apa yang ia pikirkan saat ini.

“Hey Jeon Jungkook! Berikan jaket mu kepada aerin dan segeralah antar aerin pulang !!” seru namjoon sambil

“haish, merepotkan saja. Ini salah nya sendiri memakai pakaian itu dicuaca dingin seperti ini. Kenapa kau slalu bertindak bodoh nunna!” tatapan jungkook dan aerin bertemu manakala jungkook berkata ketus seperti itu

“YAK!! JEON JUNGKOOK !!! JAGA UCAPANMU !!” seru namjoon tak percaya mendengar jawaban dari maknae itu.

Semua member kini mengalihkan tatapannya kearah namjoon dan jungkook yang kini sedang beradu mulut.

Nafas aerin tercekat dalam sesak tak berkesudahan,. Susah payah ia mengumpulkan tumpukan oksigen oksigen yang entah semenjak kapan tidak dapat ia hirup dengan baik.

“hahaha, gwenchana, jangan terlalu mengkhawatirkanku, lagi pula ini memang salahku, aku benar benar baik baik saja” kata aerin memecahkan keheningan, walaupun rajaman kalimat dari setiap perkataan dari jungkook menancap persis di saluran pernafasaannya. Mati matian ia menahan tangisannnya, entah itu tangisan karna kata kata tajam kekasihnya, atau kata kata para member yang seakan mengkasianinya.

“Ketika cintamu hanya kau persembahkan untuk di lukai

Dan kau memillih untuk tetap terperangkap dan terombang ambing diantara loyalitas dan kebodohan

Yakinkah kau akan sanggup melewatinya ?

Atau yakinkah dia akan melewatinya ?”

Jungkook berjalan tepat di depan aerin tanpa menoleh kearahnya sekalipun, langkah kaki cepat jungkook memaksa aerin untuk berlari lari kecil menyeimbangi langkah kaki jungkook. Kakinya terasa ngilu, efek dari highheels yang ia pakai, mungkin saat highheel itu terlepas dari kakinya, akan Nampak luka, goresan atau bahkan telapak kakinya yang mulai membiru.

“BERAPA KALI AKU HARUS BILANG JANGAN PERNAH BERADA DI TENGAH TENGAH PARA MEMBER !! APA KAU SEBEGITU BODOHNYA MENCERNA KALIMATKU NUNNA ??” suara jungkook sekejab membuat aerin mematung, langkah aerin terhenti begitu saja manakala kata kata biadab itu keluar begitu saja dari mulut jungkook. Aerin benar benar membeku, ia hanya bisa menunduk menahan tangisnya,

“APA NUNNA SENGAJA DATANG KESINI DENGAN PAKAIAN BODOH ITU HANYA UNTUK MENGGODA HYUNG KAH?? SIAPA YANG AKAN NUNNA GODA, SEOKJIN HYUNG ? NAMJOON HYUNG? KAU TERLIHAT SANGAT MENYEDIHKAN NUNNA”

Aerin mendongak kala suara yang mengandung jarum itu kembali terdengar. Kata kata jungkook kini benar benar lebih pahit dari pahitnya empedu. Yah, terkulai lemas tak berdaya. Runtuh sudah pertahanan yang mati matian aerin pendam sedari tadi. Otak nya tidak juga mampu mencari alas an untuk tetap berada di situasi seperti ini. Biar saja hatinya terkoyak habis saat ini dan lalu tidak akan terasa sakit lagi keesokan hari

“jung… kook….” Mati matian aerin memaksa lidahnya untuk bergerak memanggil jungkook

“APALAGI SEKARANG ?”

Aerin memberanikan menatapa kedua manic mata coklat jungkook, ia menatap lamat lamat wajah itu, mugkin untuk yang terakhir kalinya. Ia memukul mundur dari kata bertahan , yah, dia menyerah, aerin benar benar menyerah kali ini

“aku… “ dadanya seakan sesak , detik kemudian ia memejamkan mata

“jungkook… kita akhiri saja semua ini” dan kata itu akhirnya terucap dengan sepenggal senyum kelu dari si pemilik suara

“ kau menggelikan nunna” ucap jungkook sambil menatap wajah aerin lamat

“apa setelah ini targetmu selanjutnya seokjin hyung? Namjoon hyung ? jimin hyung ?” entah mengapa suara jungkook merendah dengan wajah yang mulai memerah entah karna menahan marah, menahan tangis, atau menahan malu karna diputus oleh seorang gadis

Tidak ada suara dari aerin, ia masih menahan air matanya, sekuat tenaga ia masih menerima semua ucapan ucapan jungkook, untuk kali ini, hanya untuk kali ini saja. Tangan aerin masih meremas jaket yang seokjin berikan untuknya agar tidak kedinginan, ia meremas ujung jaket itu dengan erat, bahkan karna terlalu erat, tangannya kini memerah dan terluka

“kau bodoh nunna, kau…”

“ne, aku akui aku menggelikan jeon jungkook, dan aku sangat bodoh bisa berada di dalam hubungan dengan orang yang kekanak kanakan” dengan tenaga yang tersisa aerin masih tetap menatap mata jungkook yang entah semenjak kapan kini tatapan jungkook terasa sangat sendu

“HUH, KAU MENGATAIKU KEKANAK KANAKKAN ?? APA KAU SUDAH MENGANGGAP DIRIMU SUDAH DEWASA AERIN SSI ?” suara jungkook mulai mengeras seraya langkah kakinya yang mulai mendekat ke arah aerin. Mati matian aerin menahan dirinya untuk tidak terlihat lemah kali ini, matia matian juga ia menguatkan pijakan kakinya untuk tidak mundur saat jungkook berada tepat di hadapan aerin

“ BAHKAN, AERIN SSI YANG MENGGANGAP DIRINYA SUDAH DEWASA MASIH BELUM PERNAH BERCIUMAN” kata jungkook sambil melangkahkan kakinya kearah aerin

“mw- mwo… ?” sahut aerin gugup karna jungkook benar benar berada di hadapannya, tepat didepannya

“benarkan tebakkanku ? aku berani bertaruh “ ucap jungkook sambil mendekatkan wajah nya kearah aerin dengan smirknya, image polos dan innocent jungkook benar benar lenyap

“o.. o.. omong kosong apa ini jeo..n.. jeon.. jungkook ssi ?” aerin perlahan memundurkan langkah kakinya menghindari wajah jungkook yang sangat dekat dengan wajahnya, bahkan, kini hembusan nafas hangat jungkook terasa di wajahnya

“apa kau mau bukti ?? aerin ssi ?”

Tangan jungkook tiba tiba menarik tubuh aerin yang akan menjahuinya mendekat kepadanya. Kini jarak mereka berdua sangatlah dekat

“neo jigeum wiheomhae(kau dalam bahaya sekarang), wae nareul siheomhae(kenapa kau mengujiku?), wae nareul siheomhae(kenapa kau megujiku?), hetgarrige hajima(jangan membuatku bingung)~” jungkook menyanyikan salah satu part dari lagunya, ia bernyanyi tepat di daun telinga aerin yang membuat aerin semakin bergidik karna suara jungkook seolah berbisik ditelinganya.

“jung.. jung.. jungkook ya.. lepaskamppphhhh..”

——————————————————— Tbc ————————————————————————

Preview next chapter

“wah.. daebak aerin ah~ kau menyutujui kekasihmu berskandal ?”

 

“memang sejak kapan aku memintanya menjadi yeojachinguku ?”

 

“kau mempraktekkan ciuman kita dengan seokjin hyung eoh ?? nunna kau benar benar licik”

“menangislah jika kau ingin menangis, aku akan pergi”

 

“mati !!! mati saja !!!!!”

 

“aku lelah…. Jeon… Jungkook….”

 

Jreng jreng jreng…..

Baru pertama nulis ff, bingung mau nulis kek gimana lagi. Ditunggu ya next chap nya ‘Oyube’.. jangan lupa comment ya readers, karna comment kalian sangat membangun skye buat ngoreksi kesalahan kesalahan dalam ff ini. Huaahhhhhh… Typo bertebaran…

Wanna be cast in Oyube ?? caranya gampang kok,skye bakal milih readers yang rajin nulis comment di setiap ff Oyube selanjutnya, jangan lupa cantumin namkor kalian dan member bts yang kalian inginin jadi couple kalian ya~^^

Tium readers atu atu :*

About fanfictionside

just me

16 thoughts on “FF/ ON YOUR BEAT/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. Kyaaaa kereeen bangeett !!! Jangan-jangan ntar ada cinta segitiga nih antara aerin-jungkook-jin. Kalo jungkook nya begitu terus udah si aerin kasih ke Jin aja ><

  2. Kyaaa!~ FF nya keren author ^^
    Cuman tadi ada beberap typo tapi gak masalah kok🙂 pemilihan katanya jga keren🙂 Sukasukasuka ^^hehe
    Kata2 nya Jungkookie nusuk banget😦
    Thor pengen dong jdi cast nya ^^ hehe

  3. aaaaaaaaaaaaa jungkook~yaaaaaa nakal nakal ><
    daebak daebak thor suka suka lanjutannya jangan lama lama yaaaa mumumuntah :*

  4. Penasaran ada apa dengan jongkook kenapa bisa seperti itu sikapnya sama si aerin kekasihnya sendiri? Waaaaaahhhh penasaran _-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s