FF oneshot/ SADNESS TIME/ BTS-BANGTAN


Author                                  :   mongtaely

Title                                       :   Sadness time

Main Cast                            :   –  Jeon Jungkook  (BTS)

                                                  –   Park Haneul  (OC)

Genre                                 :   Romance, Angst, Fantasy,Sad

Length                                : ONESHOOT

Rated                                  : Teenage( 15)

Author’s Note                    Ide buat ff dari vcr ss6 yang siwon,donghae,kyuhyun,sungmin. Entahlah pingin nyurahin perasaan saya di ff. sedih banget vcr-nya TT hikseu ;;;;  apalagi wktu kyuhyun kembali dari masa depan ke masa lalunya, ingin menghapus air mata si cewek itu, tapi tak bisa. Gue sedihh TT ngeliat kyu berkaca-kaca. Sudahlah daripada banjir mending langsung.

Happy reading. TT

Aku terbangun, dan ada 4 buah pintu di depanku, samping, dan belakangku. Aku bingung melihat sekitarku yang cahayanya remang-remang karena penasaran lalu aku membuka salah satu pintu disana, sebuah cahaya menyilaukan memasuki indra penglihatanku. Aku tiba di sebuah toko buku.  Di sana buku berjejeran rapi dan ya ternyata aku di sebuah toko buku , aku melihat diriku di masa lalu, masih menggunakan kacamata.

Kelihatan masih anak sma-nya. Aku melihat-lihat buku, sampai ada satu buku yang hendak kusentuh namun ada tangan lain yang memegang buku itu. Aku menoleh, ternyata seorang gadis cantik, aku pun menarik tanganku, begitupun dengannya, kami kelihatan canggung satu sama lain.

“ kau saja yang ambil ? “

“ tidak, kau saja yang ambil “ dia hanya tersenyum kepadaku, aku memalingkan wajahku kea rah lain karena mukaku memerah dibuatnya.

“  kau kan juga butuh ? “

“ ah..aku tak apa-apa, buku yang lain kan masih ada “ dia tersenyum lagi kepadaku, senyumnya sangat menenangkan.

“ oh ya namamu siapa ? perkenalkan aku jeon jeongkook “ aku mengulurkan tanganku untuk mengajaknya berkenalan.

“ aku.. park haneul “

Dan begitulah, aku melihat diriku di masa lalu berkenalan dengannya, sungguh perkenalan yang tak akan terlupakan bagiku. Aku melihat diriku di masa lalu. Setelah membayar buku yang dibelinya tadi, aku di masa lalu berjalan pulang. Dan bertemu lagi dengan wanita yang ditemui di toko buku tadi.

“  kita bertemu lagi  haneul-ssi“

“  ahh, jungkook-ssi, kau mengagetkanku saja “

“ haha..mianhae.. arah jalan pulangmu kemana ? “

“ itu persimpangan belok kanan. Memangnya kenapa ? “

“ ahh..tidak..kebetulan arah yang sama, ayo pulang bersama  “ dan wanita itu pun mengangguk,  aku di masa lalu dan wanita itu beriringan jalan pulang bersama. Aku tersenyum melihat kejadian itu dan berbalik, ketika berbalik aku kembali ke tempat dimana 4 buah pintu disekelilingku.

Aku memantapkan hatiku lagi, aku membuka pintu di sebelah kananku. Kembali cahaya yang menyilaukan itu  memasuki indra penglihatanku. aku tiba di sebuah padang rumput yang sangat luas, aku memandang ke sekitar lagi, aku melihat diriku di masa lalu sedang mengayuh sepeda dengan membonceng seseorang di belakang dan itu ternyata park haneul.

Wanita yang kutemui di toko buku dengan diriku di masa lalu, ternyata kami sudah mulai dekat di masa lalu. Bisa kulihat diriku di masa lalu tertawa dengan bahagianya dengan wanita di belakangnya, aku lalu di bangku, aku melihat diriku di masa lalu dan haneul di belakangnya melewati, mereka terlihat bahagia sekali.

Mereka tertawa lepas, aku hanya termenung melihat adegan ini. Karena lelah mereka akhirnya memilih berisitirahat, aku melihat mereka menggelar tikar tepat di bawah pohon agar tidak kepanasan, setelah itu kulihat diriku di masa lalu tiduran di kaki haneul. Ku lihat diriku masa lalu begitu bahagianya memandang wajah haneul dari bawah.

“ haneul-ah, kau begitu cantik “

Aku hanya tertawa ketika ada tangan yang memukul kepala diriku di masa lalu, ternyata itu tangan haneul.

“ oppa, kau ini jangan bergurau “ ku lihat dia cemberut.

“ aku serius haneul-ah, kau sangat cantik dari semua wanita yang kutemui “ haneul hanya tersenyum.

Perlahan aku menyentuh pipinya dan mengusap2 pelan pipinya.

“ aku beruntung bisa memilikimu haneul-ah, sungguh ! “

“ aku juga oppa, aku merasa beruntung bisa memilikimu juga “

“ ku harap di masa depan kita bisa terus seperti ini haneul-ah, aku selalu menyayangimu “

Haneul tersenyum mendengar ucapan diriku masa lalu dan mengangguk, pelan dia menyentuh rambut hitamku, dan mengusapnya pelan. Angin di sekitar berhembus.

“ aku juga menyayangimu oppa “

Jika aku menutup mataku,

air mata akan mengalir jatuh,

oleh karena itu aku mencoba menaikkannya ke langit

Pada akhirnya meskipun berat, satu tetes air mata akhirnya jatuh.

Lalu kulihat diriku masa lalu menikmati tangan haneul yang mengusap2 kepalanya. Aku tersenyum miris, perlahan ada cairan bening jatuh dari dari atas, ku kira hujan ternyata dari mataku. Air mata ? aku menangis ? dan begitulah kenyataannya. Aku merindukan saat ini, sentuhannya, senyumnya, tawanya, aku merindukan semuanya.

Aku berbalik, berjalan menjauh namun aku kembali ke tempat semula. Aku menghembuskan nafasku perlahan, setelah aku membuka pintu-pintu ini aku merasa menyesal atas masa lalu yang kulakukan padanya, aku mempersiapkan diriku dan aku membuka pintu yang lain. Cahaya menyilaukan datang kepadaku dan menyergapku.

Aku sampai di sebuah  jalanan seoul saat malam hari, penuh dengan cahaya mobil berlalu lalang, cahaya lampu di jalanan yang sangat menyilaukan. Kembali aku melihat diriku di masa lalu berjalan dengan haneul di jalan, ku lihat mereka tertawa bahagia sekali, aku merasakan bahagia takkala wanita itu tertawa.

“ ahh oppa, bagaimana bisa kau jatuh ke selokan seperti itu eoh/?  hahaha“ dia menertawakan diriku masa lalu.

“  haneul-ah, cukup ! jangan tertawa seperti itu, kau senang ya aku menderita ? “ aku melihat diriku masa lalu sedang kesal.

“ aigoo.. haha anniyo oppa, tapi itu bulankah lucu ? kau terjatuh  seperti itu, kau ini “ lalu kulihat diriku dimasa lalu menggelitiki haneul.

“ oppa..yak oppa.. hahhaha.. cukup.. oppa cukup.. aku tak kuat oppa..hahhaha “  kulihat dia tak menggelitiki haneul lagi.

“ itu balasannya kalau kau menertawakanku, haha rasakan hahhaha.. “  dan diriku di masa lalu mencubit pipi haneul pelan.

“ begini juga kan kau lebih baik..” setelah itu aku melihat adegan kejar-mengejar antara mereka karena lelah, mereka pun berhenti dan tertawa bersama lagi. Mereka berjalan ke halte bus, setelah itu bus pun datang. Aku naik ke dalam bus dan mengajaknya, namun…

“ haneul-ah, kajja naik, nanti tak ada bus lagi “

“ oppa duluan saja, aku tidak ke rumah malam ini, aku ingin ke rumah nenek malam ini, aku ingin menemaninya “

“ ahh baiklah kalau begitu, aku duluan ne~ ppai ~ haneul-ah “ aku melihat diriku di masa lalu menaiki bus, setelah di dalam di melambai-lambaikan tangannya pada haneul dan tersenyum, membuat isyarat “ nanti jangan lupa telpon ya “ haneul mengangguk dan tersenyum kearah jungkook, membalas lambaian tangan jungkook. Dia tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya. Namun..

Bus itu berjalan, setelah berangkat sebentar bus itupun berhenti, haneul yang bingung kenapa bus itu berhenti terkejut dengan orang yang turun dari bus tsb. Ternyata itu jungkook, dia hanya tersenyum kearah haneul lalu berlari kea rah haneul. Aku tertawa pelan melihat kejadian yang kulakukan dulu, menyenangkan.

“ astaga oppa, kenapa kembali lagi, nanti kalau tak ada bis lagi bagaimana “  aku hanya meringis kala melihat diriku di masa lalu dipukul haneul.

“ ya.. yak haneul-ah, mana bisa aku meninggalkanmu sendirian berjalan ke rumah nenekmu, kau kira aku tega eoh/? lagipula, wanita berjalan sendirian di malam hari itu tidak baik “

Haneul hanya tersenyum mendengar diriku masa lalu menjawab pertanyaanya.

“ gomawo oppa.. “ diriku di masa lalu tersenyum dan mengacak rambut haneul pelan.

“  selama itu bersamamu, dan untukmu akan kulakukan, kajja aku antar “ ku lihat diriku di masa lalu bergaya mengesampingkan tangannya seolah hendak menyuruh haneul untuk menggandeng tangannya, dengan malu-malu haneul memegang lengan diriku di masa lalu dan berjalan beriringan bersama. Mereka tertawa dengan riangnya.

Aku hanya melihat adegan itu, aku berjalan berbalik lagi.

Kali ini aku aku ke tempat semula, dan kali ini aku membuka pintu lagi. Cahaya menyilaukan datang kepadaku. Setelah aku membuka mataku aku sampai di depan sebuah café. Ku lihat juga diriku di masa lalu sedang bercengkrama dengan haneul. Aku tersenyum kala melihat adegan ini lagi.

“ oppa, benarkah kau masuk universitas itu “ diriku di masa lalu hanya mengangguk sambil tersenyum

“ wahh.. selamat oppa, bukankah, itu universitas yang sangat bagus, ahh kapan aku bisa kesana ? “

“ tenang haneul-ah, aku yakin kau bisa masuk universitas itu, aku yakin “

“ doaakan saja oppa, itu universitas impianku, mudah-mudahan aku bisa masuk ke sana “

Diriku di masa lalu mencubit hidung haneul dan berkata

“ berjuanglah haneul-ah, aku menunggumu disana “ diriku di masa lalu menyemangati haneul dengan mengatakan itu, dan meninju keatas tangannya pelan.

Author pov

Ternyata ada bunyi hp berdering, ternyata itu hp jungkook di masa lalu yang berbunyi, jungkook member tanda ke haneul untuk menunda pembicaraan mereka sebentar.

“ yeobseyo..”

“ne..ah tunggu sebentar “ lalu jungkook masa lalu mengeluarkan sebuah benda dari tasnya, ternyata itu laptopnya.

“ tugasnya dimana kau simpan “

“ ahh.. disana.. tunggu sebentar “

“ ah sudah ku temukan, aku buka sebentar..dimana kesalahannya “

“ sudah kuperbaiki..”

“…….”

Haneul hanya melihat jungkook sibuk dengan handphone dan laptopnya.

Author pov end

Jungkook pov

Aku hanya melihat diriku di masa lalu mulai sibuk dengan kegiatannya. Tapi tanpa disadari oleh haneul pada saat itulah, tidak mulai saat itulah aku mulai berubah. Aku mulai tidak berjalan bersamanya lagi. Aku mulai sibuk dengan duniaku, aku hanya menahan sesak didadaku, perlahan aku menyentuh dadaku, seakan sesak ini tak tertahankan.

Aku memilih berbalik ke tempat itu kembali. Aku menoleh sekitar, hanya cahaya remang yang kulihat, sedikit cahaya disini. Aku menutup mataku pelan, mentralisir perasaan bersalahku pada wanita yang kucintai yaitu haneul setelah siap, aku membuka pintu itu lagi.

Namun kali ini berbeda, aku tiba di universitas terkemuka itu, aku melihat diriku di masa lalu sangat bahagia sekali, terlihat wajahnya yang sangat cerah. Lalu teman-teman dari universitas mengerubungiku dan mengajakku masa lalu bermain basket. Bisa kukatakan aku jago main basket di masa lalu, dengan cepat aku bisa mencetak skor.

Kali ini tak ada kacamata di wajahku, sudah ku lepas. Aku sudah bisa tak pakai kacamata lagi. Temanku datang mengerubungiku.

“ kau hebat jungkook, dan kau mendapat teriakan yang paling keras tadi “

“ ahh tidak juga, kalian juga bagus mainnya tadi. “

Mereka bercengkrama. Tak terasa sudah malam, aku melihat hp diriku di masa lalu berdering namun ketika dia melihat nama di layar panggilan dia langsung memasukkan hp-nya ke dalam tas. Membiarkan hp nya berbunyi. Namun tanpa disadari oleh  diriku di masa lalu, haneul sedang menunggu di halte seorang diri.

Dia terus menelpon diriku, namun aku mengacuhkannya. Ternyata yang menelpon sejak tadi adalah haneul, dia tetap menunggu disana, berdiri duduk lagi, berharap aku akan datang dan pulang bersama lagi. Namun kenyataannya tidak, aku tidak datang. Perasaan bersalah menyelimutiku kala dia berkata dengan pelan dan lirihnya.

“ kau sudah berubah oppa “

Ternyata mencintaimu yang seperti ini membuatku sakit.

Kilatan cahaya kembali datang dan membuat adegan lain dalam penglihatanku. kala dimana aku melihat diriku masa lalu makan di café itu lagi. Ku lihat haneul bercerita panjang lebar kepada  diriku di masa lalu.

  oppa, temanku itu sangat lucu dan menggemaskan “

“ dan juga oppa, dia juga sepertimu dulu, dia mempunyai kaca mata “

Diriku di masa lalu hanya tersenyum kecil dan mengangguk.

“ ahh.. sudah lama kita ya tak seperti ini “ diriku di masa lalu hanya menoleh ke kanan dan menguap, mengantuk.

“ oppa, kapan bisa seperti dulu lagi ? kau sekarang sudah sibuk sejak masuk universitas ? aku juga mau ke univer..” haneul hanya tersenyum bukan lebih tepatnya senyumnya dipaksakan. Ternyata jungkook tidur, sewaktu dia bercerita.

“ kau kelelahan ya oppa, ku harap kau seperti dulu lagi “ aku tersenyum pahit kala haneul mengusap pelan rambutku. Aku memijit kepalaku yang sedikit pusing. Karena aku terlalu memikirkan masa laluku. Aku merasa bersalah atas itu.

Lagi cahaya itu datang lagi, lagi aku tiba di sebuah tempat aku melihat adegan dimana diriku di masa lalu pulang ke rumah dan berjalan ke kamar dengan letihnya, dia melepaskan jaket yang dipakainya dan langsung merebahkan badannya ke kasur.  Tanpa melepaskan sepatu dan menukar bajunya, memang sangat melelahkan.

Waktu berjalan dengan cepatnya, sekarang sudah pagi kulihat cahaya matahari yang memasuki kamarku. Hp diriku di masa lalu pun berbunyi, dia hanya menggeliat pelan berusaha menggapai hp-nya setelah dapat dia membuka matanya sedikit dan melihat nama di layar panggilannya, namun dia hanya menghempaskan hp-nya itu dan langsung tertidur lagi.

Namun tanpa disadari oleh diriku di masa lalu, dia tengah menunggu dengan sepeda di sebuah padang rumput dimana kami sering bersepeda disana. Dan benar itu haneul. Dia tengah menungguku ah tidak jungkook masa lalu untuk sekedar menjawab teleponnya, namun kenyataannya tidak. diriku di masa llau mengacuhkan panggilan itu.

Haneul hanya menunduk, mengehembuskan nafasnya perlahan lalu dia memainkan sepedanya itu sendirian, tak ada candaan lagi, tak ada suara tawa yang selalu haneul dapatkan dulu kala dia bermain sepeda dengan jungkook masa lalu.

Mataku terasa panas takkala melihat adegan ini, aku mendongakkan wajahku ke atas, menahan sesak yang semakin kurasakan. Lagi cahaya itu datang menyergapku, menyilaukan mataku. Sekarang aku tiba di jalan, di perseberangan jalan, aku melihat dia lagi, wanita itu sedang menunggu seseorang tampak dari sikapnya yang selalu melihat jam.

Hari ini, aku merindukan jalan ini kala aku bersamanya. Aku menangis.aku menangis lagi.

Takkala dia hendak pergi ternyata dari arah lain diriku di masa lalu, datang dan menahan tangan haneul supaya tidak pergi.

“ haneul-ah tunggu sebentar “

“ apa oppa ?kau sudah terlalu sibuk sekarang “ kulihat amarah di wajah haneul

“  maafkan aku, tadi aku ada keperluan sebentar dengan kegiatan basket “

“ apa sebegitu pentingnya oppa ? “

“ ku harap kau mengerti haneul-ah “ haneul hanya mendengus mendengar jawaban diriku masa lalu.

Namun hp diriku di masa lalu kembali berdering, dia mengangkat telepon itu.

“ yeobeseyo..ah ne hosoek sunbae ada apa “

“ sekarang…” diriku di masa lalu hanya melihat wanita itu sekilas dan berbalik.

Haneul menahan tangan jungkook dari masa lalu untuk tidak pergi.

“ oppa.. jika kau pergi, hubungan kita berakhir.. tak bisakah kau ada waktu untukku ?”

Jungkook hanya tertegun dengan perkataan kekasihnya, namun..

“ mianhae haneul-ah.. aku harus pergi..”  pegangan tangan haneul di tangan jungkook terlepas, jungkook berlari kearah lain sambil menelpon seseorang di teleponnya. Haneul hanya menunduk, tak terasa air matanya jatuh, terus jatuh..

“ oppa.. kau jahat.. kau melakukan ini padaku.. kenapa ? “

“ aku telah menunggumu, aku harap kau berubah seperti dulu lagi, namun itu hanya harapan belaka “

“ disini sangat sesak oppa..hiks.. sangat sakit hiks.. “ haneul memegang dadanya sambil menangis.

Aku berjalan dari persimpangan jalan kearahnya, dan sekarang aku berdiri di hadapannya.

Aku merasa tersakiti karena wanitaku bersedih dan menangis sekarang, aku yang bodoh meninggalkanya karena ambisi bodohku. Aku kehilangannya. Aku hendak menghapus air matanya yang terus mengalir ,namun kenyataannya  aku tak bisa karena aku hanyalah bayangan dari masa depan. Mataku berkaca-kaca melihatnya seperti itu.

Bagaimana jika aku tidak dapat melihatmu lagi, apa yang harus kulakukan

Aku ingin meninggalkan kesan yg baik dan senyuman kepadamu,

Tetapi ketika aku melihatmu

Pada akhirnya air mataku jatuh menetes

Dia terus menangis, membiarkan tangannya menutup mulutnya karena dia menangis dalam diam, menyembunyikan air matanya tsb. Aku hendak menggapainya lagi, hendak menghapus air matanya namun yang terjadi . aku kosong dalam pandangannya. Aku tak berbentuk, aku menyesali ini.

Dan sekarang aku terasa kembali ke tempat dengan pintu sekelilingnya. Aku melihat pintu yang kubuka tadi ada cahaya putih diluarnya, dan hendak tertutup begitu saja. aku hanya mendongakkan kepalaku, perlahan pintu di sekelilingku bercahaya, dan mulai menghilang.

Aku menahan air mataku yang hampir terjatuh, namun ketika aku membuka kedua mataku akhirnya aku menangis juga. Aku menangis dalam diam.

Sungguh aku menyesali dengan semua yang kuperbuat dulu, andai bisa aku merubah waktu, jika kau mengizinkan tuhan. Aku tidak akan membiarkan haneul seperti itu.

Aku merindukan semua darinya

Entah itu suaranya,tawanya, senyumnya.

Dia yang selalu memperhatikanku

Dia yang pengertian

Aku kehilangan semuanya…. Dan sekarang aku menyesalinya.

End~

Ending juga fiuhh~ ahhh kok nyesek juga buat ff ini tapi biarlah, aku sudah berusaha buat yang terbaik. Rcl nya jangan lupa ^^

Annyeong ppyeong~

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF oneshot/ SADNESS TIME/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s