FF/ MY BELOVED PINK/ BTS-BANGTAN/ pt. 1


Author  :               Yaya Asri

Length :                                Chapter 1

Genre:                  Oh this is so annoying -_- you can guess it. Really >.<

Main Cast :          –     Kim Seok Jin (BTS)

  • Song Hyeri (Kim Hyeri) (OC)

Other cast:          –     Jeon Jungkook (BTS) (Kim Jungkook)

  • Kim Taehyung (BTS)

Summary: Ini hanya kisah Jin si maniak pink, yang mempunyai istri agak judes dan oon. Bagaimana Jin memperlakukan istrinya?, apa dia hanya mencintai benda pinknya itu? Ikuti ceritanya …..

Happy Reading ^0^

Hyeri POV

Aku membuka kedua mataku, ku lihat dia masih tertidur lelap dengan memeluk guling berwarna pinknya. Aku mendengus kesal, kenapa dia lebih memilih memeluk gulingnya itu daripada istrinya sendiri pikirku.

Aku memandang sekeliling kamar , ini semua berwarna pink. Benar pink. Warnanya pink dan ini kamar kami berdua, ah tidak lebih tepatnya kamar suamiku. Kim Seok Jin namanya atau lebih senang di panggil Jin. Jin adalah suami ku, Jin sangat menyukai warna pink.

Menyukai? Oh tidak kata itu tidak pantas menggambarkan betapa dia sangat mencintai warna pink itu mungkin obsesi lebih tepatnya. Lihat saja sprei, selimut, bantal berwarna pink. Cat tembok warnanya pink, dan seluruh kamar ini di hiasi oleh warna pink. Bahkan ponselnya berwarna pink , Oh Tuhan apa salahku di kehidupan lalu sehingga aku harus menikahi orang ini.

Author POV

Hyeri menatap bosan pada peralatan stainless steel yang ada di dapur, bosan karena warnanya pink.

“Tampangnya memang manly tapi hatinya seperti hello kitty” kata hyeri sambil menuangkan sop ke dalam mangkok.

“Siapa yang hatinya seperti hello kitty?”

Hyeri langsung menoleh ke sumber suara, yah disitu ada Jin suaminya sedang berdiri sambil bersandar di tembok dan tangannya terlipat di dada persis seperti seorang detective yang memergoki tersangkanya sedang melakukan kejahatan.

“Tentu saja dirimu, bodoh” kata hyeri dengan senyum sinisnya dan melanjutkan kegiatannya. Jin menggelengkan kepalanya dan jari telunjuknya.

“Kalau hatiku seperti hello kitty, kenapa aku bisa melakukan “malam pertama” padamu?” senyum Jin yang tak kalah sinisnya.

Hyeri mengangkat sebelah alisnya, lalu tertawa renyah mengingat tentang “malam pertama”-nya itu. “Baiklah, tuan Kim. Saya menyerah, lekas makan sarapan anda” kata Hyeri , dia lalu bergegas meninggalkan dapur.

Jin seketika menahan lengan Hyeri “Mau kemana?” tanya Jin cemas.

“Memang kenapa?” Hyeri balik bertanya, Jin mengelus tengkuknya pelan “Emm, temani aku makan yah?” kata Jin gugup.

Hyeri tersenyum mendengar Jin yang seperti anak manja , Hyeri pun menganggukan kepalanya tanda setuju dan tersenyum manis, Jin yang melihatnya mengusap pucuk rambut istrinya pelan.

Dan terdengar suara canda tawa dari apartemen berukuran sedang yang di tempati pasangan pengantin yang baru menikah 2bulan lalu.

Ketika dia tahu dia akan menjadi seorang ayah

“Selamat nyonya anda hamil” kata seorang bidan sambil menyerahkan hasil test. Wanita yang dinyatakan hamil tersebut tersenyum bahagia.

“Bagaimana pria seperti Jin berhasil membuatku hamil?” gumam Hyeri terharu.

“Maaf nyonya …?” kata si Bidan bingung. “Ah tidak apa-apa” kata Hyeri sambil menggelengkan kepalanya pelan.

Di rumah

Jin sedang membersihkan perabotan pinknya. Ya dia punya semacam ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pinknya, tapi ruangan tersebut menurut Hyeri seperti ruang pemujaan.

“Nah kau sudah cantik sekarang, sayangku” kata Jin senang. Dia meletakkan sebuah guci yang tadi sudah di bersihkannya. Dia lalu menatap seluruh ruangan pink-nya itu puas dengan hasil bersih-bersihnya, sampai dia harus cuti selama 3hari dari pekerjaanya demi benda-benda pink tersebut.

“Akuuuu pulaaaaang…” teriak Hyeri. Tak ada sautan, Hyeri melepas sepatunya bingung, rumahnya sepi sekali. Hyeri sempat berpikir dia salah masuk apartemen, tapi seketika dia melihat sepatu pink di rak sepatunya dia yakin kalau dia tak salah masuk apartemen.

Hyeri melangkah ke ruang tamu, tidak ada orang, di dapur juga tak ada, di kamarpun sama. Hyeri pun melangkah ke satu ruangan lagi. “Jin’s Lovely Room” begitulah nama papan yang tertera di pintu ruangan tersebut. Hyeri merengut pasti suaminya sedang bermesraan dengan “istrinya” yang lain, padahal dia mau menyampaikan kepada suaminya berita yang menggembirakan.

“Jin-ah, apa kau di dalam?” bisik Hyeri sambil mendekatkan telinganya ke pintu. Tak ada sautan juga, akhirnya Hyeri membuka pintu dan mendapati suaminya sedang membersihkan perabotan pink-nya itu. Hyeri mendengus kesal , dia sudah berteriak kencang masa tidak di dengar oleh suaminya, suaminya malah asyik dengan dunianya sendiri.

Hyeri pun tersenyum jahil, dia lalu mengendap-ngendap dari belakang bermaksud mengagetkan Jin.

Selangkah demi selangkah Hyeri lewati, dan Hyeri pun sampai di belakang Jin yang masih tidak sadar dengan keberadaanya, tangan Hyeri yang hampir mau menyentuh pundak Jin, tiba-tiba Jin berbalik dan memutar tangan Hyeri lalu seketika Hyeri sudah di pelukan Jin.

“Ba, bagaimana kau tahu aku di belakang mu?” ujar Hyeri gugup karena kaget.

“Nenek-nenek pun pasti akan sadar ketika dari pintu masuk sudah ada orang yang dengan bodohnya berteriak seperti itu” kata Jin sambil tertawa.

Hyeri merengut lagi, tidak terima di bilang bodoh oleh suaminya. Jin tersenyum kemenangan melihat raut muka istrinya yang cemberut.

“Jangan dilepas dulu” ucap Hyeri pelan ketika Jin ingin melepas pelukannya, Jin bingung tidak biasanya istrinya manja. Biasanya ketika Hyeri dipeluk Jin , Hyeri pasti meronta dan mendorong Jin padahal jelas Jin suaminya bukan orang lain.

“Hyeri kau tidak apa-apa?”

“…..”

“Hyeri..”

“……”

“Darling”

“Berhenti itu menjijikan bodoh”

Entah Hyeri saat ini senang berada di pelukan Jin saat ini, mungkin pengaruh janin.

Tunggu dulu…

Janin?

Hyeri lupa dia harus menyampaikan berita menggembirakan itu pada suaminya.

“Jin-ah”

“Hnn?”

“Apa yang akan kau lakukan jika aku membagi cintaku ke orang lain?”

Jin bingung lagi, Hyeri hari ini aneh sekali. Dan apa maksudnya membagi dua cintanya . apa dia berniat berselingkuh? Dan kenapa kalau Hyeri ingin selingkuh dia harus minta izin dulu pada dirinya? Jin melepas pelukannya sejenak dan memandang Hyeri penuh curiga.

“Apa kau berniat….?”

“Selingkuh ? tidak bodoh mana mungkin aku berselingkuh sedangkan ada bayi di perut ku ini” potong Hyeri dengan muka kesal sambil melipat tangan di dadanya, suaminya memang tidak bisa di ajak untuk romantis sedikit.

Jin blank seketika. Otaknya mencerna perkataan terakhir Hyeri yang ada-bayi-di-perutku.

Bayi?

Anak?

Jadi Hyeri … batin Jin

“Jin kau tidak apa-apa? Muka mu sangat mengerikan kau tahu?” kata Hyeri sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke muka Jin. Hyeri cemas suaminya tiba-tiba saja pucat.

“Jadi kau…” ucap Jin menunjuk Hyeri.

Hyeri menautkan alisnya. Dan Jin pun memeluk istrinya dan berputar kecil.

“Aaah hentikan bodoh kau membuatku mual” Hyeri histeris dan Jin pun segera menghentikannya , dan dia pun membawa istrinya ke pelukannya yang hangat.

“Terima kasih Tuhan, aku bersyukur” gumam Jin. Hyeri mendengar suaminya bergumam tersenyum bahagia, dan mempererat pelukannya ke Jin.

“Aku harap dia laki-laki dan menyukai pink seperti ku”

Hyeri mendongak keatas dan mencubit perut suaminya sampai Jin teriak kesakitan.

Morning Sick dan Ngidam

“hueeeeek”

“Sayang kau tidak apa-apa?”

“Hueeek”

Jin cemas. Ini sudah 4x Hyeri mual di pagi ini. Jin memijat tengkuk istrinya, “Kau tidak apa-apa?” tanya Jin cemas. Hyeri mencuci mulutnya “Yah aku baik-baik saja” jawab Hyeri.

“Oh ya kau tidak berangkat kerja?” sambung Hyeri lagi. Jin mengangguk sebagai jawaban.

Hyeri mengerutkan keningnya “Maksudmu, kau akan berangkat kerja atau tidak?” tanyanya lagi. Hyeri termasuk orang yang agak blank mungkin.

Jin menangkup kedua pipi Hyeri “Iya nyonya Kim aku akan berangkat kerja~”. Tiba-tiba pipi Hyeri merona, dia tidak tahu mengapa. Biasanya kalau Jin dekat dengannya pasti dia akan selalu kesal. Tapi semenjak ada si “bayi” dalam perutnya dia tidak bisa jauh dari Jin, tidak tahu? Mungkin bawaan bayi.

Jin melepas tangkupannya dan beralih ke kamar, Hyeri cemberut dia masih ingin berduaan dengan suaminya, Jin memang suami yang tak peka batin Hyeri.

Jin baru pulang dari kantornya, melelahkan memang kerja tapi pikirannya tertuju pada istrinya, atau mungkin dia tak tenang meninggalkan istrinya.

Ketika dia melewati perempatan jalan, matanya tak sengaja melihat sesuatu yang berwarna pink. Jin ingin sekali menjerit saat itu juga, menjerit karena senang karena dia dapat koleksi baru.

Jin memakirkan mobilnya di depan toko tersebut. Ternyata itu toko peralatan bayi. Jin berdiri lama dahulu sebelum masuk ada beberapa yang mengganggu pikirannya. Tapi tak berapa lama dia menggelengkan kepalanya lalu masuk ke toko tersebut.

“Silahkan tuan” sahut si pelayan toko. Jin menganggukan kepalanya dan tersenyum. Lalu dia pergi ke etalase toko yang memajang benda pink yang dilihatnya di jalan tadi.

Hyeri mendengus kesal, ini sudah jam 8 malam namun suaminya belum pulang.

From : Jinny Pink

Aku akan pulang telat, jangan masak makan malam

Aku akan makan diluar.

Itulah isi text yang dikirimkan Jin kepadanya 1 jam yang lalu, Hyeri menatap ponselnya menunggu suaminya sms atau telepon mungkin, andai Jin tahu Hyeri sangat merindukan Jin.

“Sayang, kau sudah bangun?”

Hyeri mengerjapkan matanya bingung, ini sudah pagi dan ternyata dia sudah ada di kasur mungkin Jin yang menggendongnya pikir Hyeri.

Saat ini Jin sedang memasang kancing di kemeja yang dia pakai, Hyeri tertegun memandangnya itu terlihat sangat err sexy dan gentle.

“Sayang kau tahu? Kemarin ketika pulang kerja, aku melihat sebuah tempat tidur lucu untuk anak kita nanti dan kau tahu apalagi? Tempat tidurnya berwarna pink aku sangat ingin teriak saat itu juga saking senangnya….”

Hyeri mengepalkan tangannya kuat-kuat dan menarik kata-kata tentang Jin yang sexy dan gentle.

“…… akhirnya aku membelinya dan lihatlah di ujung situ” lanjut jin dengan menunjukkan yang di maksud.

Hyeri menoleh ke arah yang di maksud dan benar di sana ada benda asing berwarna pink berdiri angkuh di pojokan seolah mengejek Hyeri suaminya lebih menyukai aku si ranjang bayi kecil, Hyeri pasti sudah gila yah gila karena Jin dan sifat obsesinya dengan warna sialan itu.

Saat ini usia kandungan Hyeri sudah memasuki yang ke 4bulan, dan mulailah keinginan-keinginan tak wajar sang istri yang harus di penuhi oleh sang suami.

Jin meradang. Sudah hampir 2bulan dirinya tak meluangkan waktunya untuk si “Jin’s Lovely Room”. Istrinya selalu menyita waktunya karena permintaan anehnya itu, pernah waktu itu Jin sampai harus ke Ilsan pagi-pagi buta karena permintaan istrinya yang menginginkan sarapan yang di buat oleh ibunya Hyeri.

Tidak jelas memang, namun apa daya dia memang sangat mencintai istrinya sebenarnya melebihi cintanya kepada warna pink. Hanya saja… pikiran Jin melayang jauh dia lelah tapi ini semua demi sang anak.

“Jin-ah”

“hnnn”

“Aku ingin…”

“Apa lagi?”

“Eumm, tapi janji kau tak akan marah?”

Jin mengangguk, “aku ingin kau seharian ini berdandan seperti wanita” kata Hyeri sambil menggigit kukunya. Dia takut ini permintaan aneh memang tapi Hyeri ingin Jin menjadi wanita entah kenapa.

Hening…

“Mworago ???????????” Jin histeris, walau dia suka dengan warna pink tak mungkin dia berdandan seperti wanita, ingat Jin itu manly yah manly.

“Tapi Hyeri-ah tidakkah kau bisa meminta yang lain? Bagiku ini sangat berat” tentu saja ini sangat berat bagi Jin yang manly.

“Tapi aku ingin kau jadi wanita hiks, hiks hueeeeeee” Hyeri menangis dia ingin permintaannya di kabuli, harus dan itu wajib hukumnya.

Jin kalang kabut, istrinya menangis. Dan tak ada kata lain selain menjawab iya untuk sang istri dan akhirnya…

“Jinah memang nama yang cocok untukmu” ucap Hyeri sambil merapikan wig Jin yang berwarna coklat dan bergelombang sedikit.

Kini Jin sangat cantik, bagaimana tidak ? wajahnya berpoleskan makeup, rambutnya yang panjang dan bergelombang, memakai pakaian Hyeri, dan saat ini Jin seperti kaka Hyeri.

Hyeri tersenyum puas, dia sangat bangga dengan hasil karyanya, Jin tidak terlihat seperti pria yang kewanitaan tapi sepenuhnya dia seperti wanita.

“Nah sudah selesai silahkan berkaca kaka Jinah” kekeh Hyeri sambil mendorong Jin ke lemari kaca yang full body.

Jin terperangah, apakah ini benar dirinya? Demi Hyeri yang galak saat ini Jin memang benar benar cantik, Jin memutar badannya melihat-lihat sisi lain lalu…

Ting Tong…

“Eo?” ucap Hyeri dan Jin berbarengan , Jin cemas di saat seperti malah ada yang datang. Jin bersumpah mengutuk siapapun yang datang hari ini. Jin tak boleh dikenali dia harus segera pergi dari sini.

Disaat yang sama Hyeri yang tak tahu Jin kalang kabut, Hyeri malah keluar kamar dan membukakan pintu.

“Noona-yaaaa” seru pemuda itu ketika Hyeri membukakan pintu, untung saja Hyeri tidak terjatuh.

“Hentikan Jungkook kau bisa membuat noona keguguran” jawab pemuda yang satunya yang masuk dengan tenang dan melepaskan sepatunya.

Pemuda yang bernama Jungkook itu terlihat sok kesal, dan kembali tersenyum. Sementara Hyeri masih sesak nafas karena di peluk Jungkook.

“Eo? Noona-ya, hyung eodigayo?” tanya Jungkook to the point.

Hyeri meneguk ludahnya dia tak mungkin menunjukkan Jin kepada adik-adiknya keadaan Jin seperti apa sekarang, Hyeri harus berpikir “Taehyung, Jungkook kenapa kau kesini?” tanya Hyeri mengalihkan pembicaraan.

“Memangnya kenapa? Tak boleh?” Taehyung bertanya balik, Hyeri mendengus kesal adik Jin yang satu ini memang judes, beda dengan adik Jin yang satunya Jungkook dia ramah dan sopan.

“Noona-ya kau tidak mempersilahkan kami masuk?” Jungkook berbicara, Hyeri menggaruk kepalanya dan mempersilahkan mereka masuk.

Jungkook dan Taehyung memandang sekitar, tak ada yang berubah semua pink. Dasar maniak pikir mereka berdua.

“Kalau kalian ingin minum ambil saja yah , jangan manja anggap saja ruah sendiri” kata Hyeri dan kemudian beralih ke kamar menengok keadaan suaminya yang mungkin saja sudah menegak racun ketika dia tahu yang datang kedua adiknya.

Hyeri masuk ke kamar di sana masih ada Jin yang duduk di ranjang sambil memegang ponselnya.

“Jin-ah”

“Siapa yang datang?”

“Kedua adikmu”

Jin langsung pucat, kedua adiknya itu sangat jahil padanya. Apalagi kalau mereka tahu Jin berdandan seperti ini, mungkin mereka berdua memotonya dan menyebarkannya di situs porno lalu bagaimana jika Jin dipanggil untuk membintangi film porno tersebut, oh tidak itu tidak boleh terjadi.

“Andwaaaeeee” Jin berteriak lagi. Hyeri segera membekap mulut Jin.

“SSstt jangan berisik bodoh” Jin mengangguk pasrah dalam bekapan Hyeri.

Dan dia melihat senyum Hyeri. Jin sangat tahu senyuman Hyeri seperti itu berarti istrinya mendapat sebuah ide.

“Kenapa kita tidak hapus saja riasannya mudah kan? Kata Hyeri sambil tersenyum.

Jin blank seketika, jika itu boleh dia sudah melakukannya dari tadi. Istrinya bodoh atau apa dia tak tahu, dan Jin harap anaknya tidak menuruni sifat bodoh ibunya.

Namun senyuman mereka hilang ketika ada yang mengetuk pintu kamar mereka.

 

 

TBC

Sebuah komentar dapat membangun saya untuk lebih semangat mengerjakan ff ini , mohon bantuannya ^^ Mari berteman di twitter @.GameKyuasri04.

Terimakasih ^0^ bagi yang sudah mau membaca FF yang tak jelas seperti ini T.T hiks. Awalnya sih Cuma iseng karena keinginan temen tapi yasudah maunya oneshoot Cuma mentok idenya -_- aish. Oke sekali terimakasih buat yang mau baca dan komen …. *BOW*

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF/ MY BELOVED PINK/ BTS-BANGTAN/ pt. 1

  1. ini romance nya lucu ih wakakak. hyeri ga bloon amat sih ya kayaknya/? kayaknya ya kayaknya😄
    apalagi ada taehyung jungkook aduh makin lucu😄 couple yg unyu/?

  2. Thor kok yg Chap 2 belum di posting ?? cepet ya thor di postingnya,,, Gk sabar liat selanjutnya Kkk….. klo bisa ntar endingnya pas anknya lahir,, kira² mirip appanya ato eommanya ?/? Aisshh gk sabar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s