FF/ DEVIL CHILD/ EXO-BTS/ pt. 3


Author : Z

Tittle : Devil Child (part 3)

Cast :

☆ Kim Jong In {Kai, nama aslinya di dunia iblis}

☆ Sung Ha Rim (OC)

☆ Kim Tae Hyung {merasuki tubuh seorang namja bernama Jungkook}

☆ Oh Sehun

☆ Song Ahri (OC)

☆ ….

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Misteri, Fluff, Fantasy

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Mian kalau ff ini tidak seperti ff yang lain(?) karena author memiliki imajinasinya sendiri(?) wkkk dan minta komennya ne ^^

edit#8

Penjelasan singkat tentang iblis(?) :

Kekuatan dan tingkat sosial di dunia iblis ditentukan dari warna apinya. Terlemah adalah api orange/merah. Lalu hijau, biru, dan ungu. Dari tingkat buruh sampai tingkat keluarga kerajaan (biru-ungu). Jadi semakin kekanan warnanya semakin tinggilah tingkat sosialnya. Pengecualian untuk iblis penjaga, karena iblis penjaga diberi keistimewaan oleh sang Raja mendapat api hitam.

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In membaringkan tubuh Sungha ditempat tidur kamarnya. Namja itu segera mengambil kompres dan mengkompres Sungha.

Jong In menggenggam tangan Sungha yang juga terasa panas. Nafas yeoja itu terengah-engah karena efek suhu tubuhnya yang tak normal. “savaredia..” Jong In menatap wajah Sungha saat mendengar yeoja itu mengatakan sesuatu. “savaredia.. ar-..” ucap Sungha lirih.

“Sungha? Sungha?” Sungha membuka matanya perlahan ia belum bisa membuka matanya itu dengan sempurna tapi ia bisa melihat sebuah sosok yang tengah duduk disampingnya. Sungha menutup matanya lagi karena ia merasa tubuhnya sangat sulit walaupun hanya sekedar membuka mata.

Jong In melepaskan genggaman itu dan mengganti kompres Sungha yang mulai kering. Savaredia? Jong In merasa tak asing dengan nama itu. Dan nama itu cukup populer di kalangan iblis.

Namja itu mengambil buku yang memang ia bawa sejak dulu dari perpustakaan istana. Ia membaca setiap tulisan yang tertulis rapi di buku itu. Mencari nama Savaredia.

Savaredia adalah ratu dari para malaikat. Ia telah lama memimpin kerajaan. Ia memang sangat di puji dan dibanggakan oleh para malaikat tetapi kita sebagai iblis tak sepatutnya memujinya. Perbuatan kejinya (kebaikan) yang ia lakukan telah terlewat batas. Sejak zaman dahulu bangsa iblis dan malaikat telah saling membenci dan itu tak akan pernah bisa berubah…..

Jong In menutup buku itu perlahan. Ratu malaikat? Kenapa Sungha bisa tau nama itu? Bahkan dia tak pernah tau jika dirinya adalah malaikat tapi kenapa ia bisa mengenal ratunya?

Sedang tak mau memikirkannya namja itu memilih untuk pergi membeli makanan untuk Sungha. Tapi sebelum itu ia mengganti baju seragam yang telah rapi ia kenakan dengan baju biasa. Mungkin hari ini Jong In tidak akan masuk sekolah.

。゚ °Devil Child °゚。

Sehun masuk dengan seenaknya kedalam ruangan ayahnya. Ia tak memedulikan para pengawal yang terus saja menahannya. “ayah! Sudah aku bilang hentikan rencana itu! Kau ingin semua dunia hancur?!” ayah sehun yang tak bukan adalah raja iblis menatap anaknya tajam. Ia tak mengerti kenapa semua anaknya tak ada yang sepikiran dengannya.

“sehun. Kau tak punya hak untuk mencampuri rencana itu. Dan rencana itu akan tetap ayah lakukan.”

“tapi ayah! Jika kau menghancurkan dunia malaikat makan seluruh dunia tidak akan seimbang!”

“tau apa kau tentang keseimbangan dunia?! Hah?! Malaikat adalah musuh kita! Kau jangan lupa itu!”

“tch!” gengus Sehun tak suka akan perkataan ayahnya itu. Ia merindukan saudaranya yang selalu bermain dengannya saat kecil. Walaupun mereka berbeda ibu jarak umur mereka tak terlalu jauh hanya berjarak beberapa bulan lebih tua. Kai sebagai kakak dan Sehun sebagai sang adik. Walaupun begitu mereka mengangap diri mereka sama. Suhun suka cara berfikir Kai yang sependapat dengannya. Tapi sejak ia pergi daei dunia iblis Sehun tak pernah lagi membuat kontak langsung dengan sodaranya itu.

“jika ayah tetap melakukannya. Aku akan pergi dari dunia iblis!”

“KAU..!!” Tatapan amarah diterima Sehun saat itu juga. “APAKAH KAU AKAN MENGIKUTI ANAK TAK TAU DIRI ITU?!!” nada bicara raja itu sudah mulai meninggi. Api disekelilingnyapun juga mulai membara menyelimuti tubuh sang raja.

“aku tidak akan mengikuti ‘anak tak tau diri’ tapi aku akan mengikuti saudara laki-lakiku.” ucapnya santai dan pergi.

Api biru keunguan melingkar membuat lingkaran cincin di sekeliling Sehun. “BERHENTI DISITU!!” api itu mau tak mau memaksa Sehun untuk menghentikan langkahnya. Namja itu memijat keningnya tak suka. Ia tau apa maksud dari lingkaran api ini.

Namja itu berbalik dan menatap ayahnya itu tak suka. “ayah..” ucap Sehun dengan nada memohon. “ayolah. Ayah bahkan pernah melawan anak umur tujuh tahun dan ayah tau kan bagaimana keadaan dunia iblis saat itu? Ayah ingin itu terulang?” Sehun tak ingin bertarung dengan ayahnya itu. Ia tau jika ia ceroboh ia bisa hangus terbakar oleh api ayahnya sendiri.

“jika kau tak mau. Duduklah manis di kamarmu dan dengarkan semua perintah ayah!”

“tch! Baiklah!” sehun berbakik dan saat itu juga api yang melingkarinya menghilang. Dengan wajah tak suka namja itu meninggalkan ruangan ayahnya dan menutup pintu itu dengan suara keras. Ia harus memikirkan bagaimana cara ia bisa keluar tanpa harus melawan ayahnya.

。゚ °Devil Child °゚。

Sejak pagi hingga sore suhu badan Sungha masih tak turun. Ia pun hanya tidur tanpa mau memakan makanan yang telah dibawakan Jong In. Beberapa kali ia kembali menyebutkan ‘savaredia..’ dan ‘Armour..’ Jong In tau Savaredia. Tapi ia tak tau apa itu Armour, apakah itu juga sebuah nama?

Jong In mengganti kompres Sungha setiap kali ia merasa kompres itu mulai kering. Ia menggenggam erat tangan Sungha. Entah kenapa ia merasa sedih dan hatinya terasa ngilu melihat Sungha seperti ini. Jong In menempelkan tangan Sungha dipipinya dan menatap wajah yeoja itu lekat berharap ia cepat sembuh. Jong In menutup matanya merasakan suhu tubuh Sungha yang menyalur lewat tangannya.

Jong In membuka matanya saat ia merasakan salah satu jari Sungha bergerak pelan di pipinya. Saat ia melihat kearah Sungha yeoja itu masih saja menutup matanya dan nafasnya pun masih sama seperti tadi pagi.

。゚ °Devil Child °゚。

Senyum lebar terlukis diwajah Jungkook saat melihat seorang yeoja tengah duduk bersandar tiang tempat tidur rumah sakit. Dengan cepat ia memeluk yeoja itu. “Min So.” air mata Jungkook menetes karena terharu. Ia melepas pelukannya itu. “kau benar Min So kan?”

Yeoja itu menatap Jungkook bingung. “kau pikir aku siapa? Orang lain?” ucapnya dan tersenyum. Min So melihat air mata Jungkook yang menetes. “ya! Kau menangis?”

Namja itu dengan cepat menggusap air matanya. Ia tak ingin pacarnya itu melihat jika ia sedang menangis. Walaupun sebenarnya ia memang sedang menangis. “aniya. Aku membawakanmu makanan. Sudah sebulan kau tidak makan. Kau pasti laparkan?” Jungkook menaruh makanan yang ia bawa tadi ke atas meja.

“apakah aku koma selama itu?”

“ne.” jawabnya sembari membuka makanan yang ia bawa. Kali ini Jungkook membawakan sushi untuk Min So. Ia mengambil salah satu sushi itu dan menyuapinya ke Min So. “aaaa..” Jungkook ikut membuka mulutnya saat sushi yang ia ambil tepat berada di depan mulut Min So. Dengan malu-malu Min So memakan sushi itu.

Setelah beberapa suapan Jungkook tersadar jika ia belum membawa minum dan meminta ijin ke Min So untuk pergi membeli minum. Dari kejauhan ia bisa melihat Taehyung yang sedang duduk santai sembari meminum minumannya. Karena namja itu duduk bersebelahan dengan mesin minuman yang akan ia datangi Jungkook segera menghampirinya untuk mengucapkan terimakasih dan membeli beberapa minuman untuk Min So.

Sesampainya di hadapan Taehyung Jungkook membungkuk sembilanpuluh derajat. “Taehyung.. Terimakasih.. Jika bukan karena kau mungkin aku tak akan bertemu dia lagi.” awalnya Taehyung melihat Jungkook bingung karena tiba-tiba ia datang dan mengucapkan terimakasih.

Namja itu menyuruh Jungkook menegakkan tubuhnya. “kau jangan berterimakasih kepadaku. Aku tak pantas untuk menerjma ucapan terimakasih.” Taehyung membuang botol minumannya yang telah kosong ketempat sampah disampingnya. Namja itu berdiri dan menepuk pundah Jungkook. “jaga dia baik-baik. Kau juga harus menjaga dirimu karena aku masih membutuhkanmu.” Taehyung mulai melangkahkan kakinya pergi. “aku mau jalan-jalan.” ucapnya.

Walaupun Jungkook tau sifat Taehyung yang cukup angkuh tapi ia tetap berterimakasih padanya. Karena jika bukan karena Taehyung mungkin ia sudah tak bisa melihat senyum Min So lagi.

。゚ °Devil Child °゚。

Taehyung berjalan entah kemana. Ia sedang bosan karena tak ada hal menarik yang bisa merebut perhatiannya. Ditambah Jung In maupun Sungha yang tidak masuk ia kehilangan penghilang kebosanannya. “membosankan..” Taehyung menendang sebuah kaleng minuman kosong di depannya.

Buukk

Seorang anak yeoja menangis karena terkena kaleng minuman yang Taehyung tendang. Dengan muka datarnya Taehyung menghampiri anak yeoja itu. “mianhae.” ucapnya datar. Bukan berhenti menangis anak yeoja itu malah menggeraskan suara tangisannya. Dan itu mengundang beberapa pasang mata menatap kearah Taehyung.

Wae? Taehyung melihat kesekelilingnya bingung. Apakah karena anak ini? “ya! Berhentilah menangis!” anak yeoja itu semakin menggeraskan suara tangisannya dan membuat Taehyung panik. “ya!” namja itu mendekap mulut anak itu dengan tangannya. “jika kau tetap menangis aku akan membunuhmu.”

Taehyung membuat anak itu semakin takut. Didalam dekapan tangan Taehyung anak itu tetap saja menangis. Semakin banyak pasang mata yang melihat kearah mereka berdua. Taehyung melepas dekapannya dan menggantinya dengan jadi telunjuknya. “diamlah.” ucapnya sedikit lembut dari biasanya.

Anak itu berhenti menangis tetapi masih terisak. “sudah jangan menangis.” Taehyung mengusap air mata anak itu dengan tangannya. Entah kenapa ia tersenyum saat mengusap air mata itu.

“eomma.. Hiks hiks”

“eomma?” Taehyung mengedarkan pandangannya mencari sosok yang anak itu sebut eomma. “kau mencari eommamu?” anak itu mengangguk pelan. “kalau begitu ayo cari eommamu.” anak itu kembali mengangguk pelan.

Taehyung menggandeng anak itu berjalan menyusuri keramaian. “eommamu seperti apa?” tanya Taehyung.

“eomma itu baik dan cantik.”

“cantik? Lebih cantik mana eommamu dengan Sungha?”

“Sungha? Nugu?”

“Sungha adalah malaikat.”

“eomma juga malaikat. Dia baik, cantik seperti malaikat. Masakan eomma juga enak.”

“Sungha dan eommamu berbeda. Sungha itu kuat dan dia setengah iblis.”

“eomma juga kuat. Tapi dia bukan iblis eomma itu malaikat.”

“Sora!” Taehyung dan anak itu menoleh bersamaan saat seorang yeoja berlari kearahnya. Anak itu melepaskan gengaman tangan Taehyung dan berlari menghampiri yeoja tadi. “eomma..”

Mengerti jika itu adalah ibunya Taehyung memilih untuk pergi tapi langkahnya tertahan karena anak bernama Sora itu memanggilnya. “oppa!” namja itu menoleh kebelakang. “gomawo..” ucapnya dan tersenyum. Taehyung membalas senyum itu singkat dan pergi begitu saja.

“dasar manusia..”

。゚ °Devil Child °゚。

Malam hari Jong In terus saja duduk disamping Sungha. Bola matanya fokus memandangi wajah Sungha yang sedikit pucat. Beberapa jam lalu Jong In bisa merasakan aura aneh muncul dari diri Sungha. Walaupun aura itu sangat kecil tapi ia khawatir karena aura yang ia rasakan adalah aura iblis. Ia memeriksa kembali suhu tubuh Sungha. Suhu tubuhnya sudah sedikit menurun tetapi tetap saja suhu tubuh yeoja itu tergolong panas.

Secara reflek Jong In mengecup kening Sungha. Tapi saat namja itu sadar ia mengecup kening Sungha ia segera menutup mulutnya dengan punggung telapak tangannya dan segera keluar kamar meninggalkan Sungha tidur.

Jong In bersandar di pintu kamarnya dan mengacak rambutnya frustasi. “apa yang aku lakukan?”

Jong In membelakkan matanya saat merasakan aura yang aneh Jong In kembali masuk dan melihat keadaan Sungha. Ia terkejut saat mendapati aura hitam tipis mulai menyelimuti tubuh yeoja itu.

Tapi sebuah cahaya menyilaukan pandangan Jong In. Tepatnya sebuah cahaya yang berasal dari dalam saku baju yang Sungha kenakan.

Dengan ragu namja itu mendekati dan memeriksa cahaya itu. Diambilnya sebuah cincin yang bersinar dari dalam saku Sungha. Jong In melihat Sungha dan cincin itu bergantian.

Entah ide dari mana Jong In memakaikan cincin itu pada Sungha yang seketika aura hitam yang menyelimutinya terserap masuk kedalam cincin itu. “apakah cincin ini penyebabnya?”

Jong In mengacak rambutnya frustasi. Ia tak bisa menduga apa yang sebenarnya terjadi dengan Sungha. Dan siapa sebenarnya dia? Kenapa bisa ada malaikat setengah iblis? Bahkan malaikat maupun iblis dilarang bertemu secara langsung. Dan kenapa sungha….? “aishhh”

“Jong In?” ucap Sungha saat melihat Jong In sedang berdiri dan mengacak rambutnya. Namja itu tersentak dan menatap Sungha.

“kau sudah bangun..”

“apa yang terjadi? Kenapa aku bisa tidur disini?” tanya Sungha sembari mendudukkan tubuhnya.

。゚ °Devil Child °゚。

Taehyung telah cukup puas berjalan-jalan. Gemerlap bintang dan cahaya bulan telah menerangi langit yang gelap.

Namja itu menulis sesuatu di tembok dekatnya dengan jari telunjuknya. Ia masuk kedalam tembok yang baru saja ia tulisi tadi.

Taehyun berjalan menyusuri istana untuk mencari ayahnya yang tak lain adalah penasehat raja. Namja itu membuka sebuah pintu yang cukup besar.

“kau sudah kembali?” ucap namja yang ada di dalam ruangan. Namja itu tampak sedang sibuk dengan beberapa kertas ditangannya.

“hemm.” Taehyung duduk dihadapan ayahnya itu.

“apa yang kau dapatkan?”

“si pangeran dan…” Taehyung menggantungkan kalimatnya itu yang membuat ayahnya menghentikan aktifitasnya dan menatap anaknya.

“dan apa?”

Taehyung memikirkan ulang apa yang akan ia katakan. Ia tak mau memberi tau ayahnya tentang Sungha. Karena jika ia memberi taunya ayahnyalah yang akan bertindak duluan dan Sungha akan menjadi milik ayahnya.

“dan aku ingin bertanya. Berapa persen ayah yakin Kai akan kembali dan membalaskan dendamnya?”

“seratus persen.” ucapnya dan kembali fokus pada kertas yang ia pegang.

Taehyung hanya menganggukkan kepalanya. “apakah rencana itu sudah disetujui raja?”

Ayah taehyung kembali menghentikan aktifitasnya dan tersenyum menatap anaknya. “begitulah. Entah kenapa raja langsung menyetujuinya. Tapi Sehun menentang keputusan itu.”

“Sehun?” ulang Taehyung. “bukankah dia masih tak memiliki hak untuk membuat keputusan maupun memberikan usulan.

“ya begitulah. Tapi bagaimanapun juga dia adalah anak raja. Dan.. Aku harap Kai tidak tau tentang rencana ini. Anak umur tujuh tahun bahkan bisa mengeluarkan kekuatan yang tidak terduga. Anak itu memiliki potensi untuk menjadi raja. Kau harus terus mengawasinya.”

“dia tak sehebat yang ayah pikirkan.”

“kau jangan terlalu bermain-main dengannya. Walaupun aku belum melihatnya sejak sepuluh tahun yang lalu. Tapi aku yakin dia bertambah kuat.”

“aku mengerti.”

。゚ °Devil Child °゚。

Sungha memakan makanannya dengan lahap setelah Jong In menceritakan perihal dirinya yang jatuh sakit tiba-tiba dan cincin yang saat ini ia kenakan.

Jong In menaruh segelas air putih dingin di dekat piring Sungha lalu duduk disamping yeoja itu. “apakah kau selapar itu?” tanya Jong In yang melihat begitu lahapnya Sungha memakan makanannya.

“ne. Aku dari pagi belum makan jadi wajar jika aku kelaparan.” jawab Sungha disela makannya.

。゚ °Devil Child °゚。

Jungkook keluar dari rumah sakit sekitar pukul lima dini hari. Semalam ia memutuskan untuk menginap dan menemani pacarnya yang baru saja tersadar dari komanya.

Sesampainya dirumah ia melihat Taehyung yang tengah tiduran membaca komik ditempat tidur kamarnya. “kau baru pulang..” ucapnya masih fokus pada komik yang ia pegang.

“ne.” namja itu berjalan kemeja belajarnya dan menyiapkan buku pelajaran untuk hari ini.

“pulang sekolah kau akan menemaninya lagi?” tanya Taehyung.

“ne. Apakah kau membutuhkanku? Jika kau membutuhkanku bilang saja.”

Taehyung membuka lembaran baru dari komik yang ia baca. “aku tidak bisa memastikan karena semua akan tergantung reaksi ‘nya’.”

“reaksinya?” ulang Jungkook tak mengerti apa yang dikatakan Taehyung.

“bukan apa-apa. Kau tak perlu tau.”

。゚ °Devil Child °゚。

Sungha menjaga jaraknya dengan Jong In. Yeoja itu tak ingin teman-temannya mengatakan hal aneh dengannya dan juga Jong In. Ditambah kemarin ia dan Jong In tidak masuk sekolah bersama.

Beberapa pasang mata menyambut kedatangan Sungha. “ya sungha. Apakah kau sakit?” tanya Hana saat Sungha mendudukkan dirinya dibangkunya.

“aku hanya deman. Jadi tak perlu khawatir.” tak berapa lama Jong In pun memasuki kelas.

“kau tau? Kemarin dia juga tidak masuk. Banyak yang mengatakan kalian bersama. Karena waktu itu Jong In lah yang mengantarmu pulang saat kau sakit.”

Sungha melambai-lambailan kedua tangannya cepat tanda tak setuju. “aniya. Aku tidak bersamanya.” ucap Sungha berbohong.

Hana melirik Jong In dari kejauhan. Diikuti oleh Sungha. “kau sebaiknya menjaga jarak dengannya.”

“dia tak seburuk yang kalian pikirkan.” ucap Sungha yang spontan membuat Hana menatap Sungha dengan penuh tanya.

Bel istirahat telah berbunyi Sungha segera berlari menuju toilet karena ia sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.

Ahri melihat seorang yeoja yang tak lain adalah Sungha. Mata Ahri berkilau kehijauan dan yeoja itu memutuskan untuk mengikuti Sungha masuk kedalam toilet.

Lima menit kemudian Sungha keluar dari salah satu bilik toilet. “annyeong~” sapa Ahri. Sungha menenggok kekanan dan kekiri. Tak ada orang selain dirinya dan yeoja itu.

“aku?” tanya Sungha sambil menunjuk dirinya. Ia pernah melihat yeoja itu tapi ia sama sekali tak mengenalnya.

Ahri tersenyum. “ne. Kau Sungha kan?”

“ne… Wae?”

“ikut aku..” Ahri menarik tangan Sungha keluar toilet. Dengan penuh kebingungan dan tanda tanya Sungha mengikuti tarikan Ahri. Ia membawa Sungha menuju atap sekolah.

Di atap Sungha bisa mellihat seorang namja yang tengah berdiri membelakanginya. Ahri melepaskan tangan Sungha. “aku membawanya kemari..”

Namja itu perlahan berbalik dan menatap Sungha. “annyeong..” sapanya dan tersenyum.

Mata Sungha melebar mendapati wajah namja yang tidak ia suka. “kau…” ucapnya pelan. Sebenarnya bukan wajahnyalah yang ia tidak suka. Tapi jiwa yang ada di dalam tubuh itu.

“ne.. Aku adalah iblis yang membunuh orangtuamu.” ucap Jungkook dengan menekankan kata ‘membunuh’ dan tersenyum pada Sungha.

Sungha tak ingin melanjutkan pertemuan ini dan memilih untuk meninggalkan namja itu tapi langkahnya terhalang oleh tubuh seorang yeoja. “ya!” perotes Sungha.

Tak mau menyerah Sungha memilih jalan kekanan tetapi langkahnya kembali terhalang oleh tubuh yeoja itu. “kenapa kau terburu-buru seperti itu. Kemarilah ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Sungha mengepalkan tangannya menahan emosinya yang mulai muncul. Sungha menghela nafasnya dan berbalik. “apa yang kau inginkan? Apakah aku berbuat salah padamu? Apakah aku pernah membunuh orangtuamu? Apakah aku pernah mencacimu didepan orang lain?! Kenapa iblis selalu mengganggu kehidupanku?!” mata yeoja itu mulai memerah menahan tangisnya. “jangan ganggu aku lagi.” Sungha segera pergi meninggalkan Jungkook bersama Ahri.

Tapi lagi-lagi langkah Sungha terhalang oleh Jungkook yang sudah berdiri menghalangi pintu. “kau ingin tau jawabannya?” Jungkook mulai melangkah maju mendesak Sungha untuk memundurkan langkahnya.

“kau memang tak memiliki kesalahan apapun padaku. Kau juga tak membunuh orangtuaku. Tapi kau salah besar karena telah membuatku tertarik padamu.” Jungkook dan Sungha berhenti tepat ditengah-tengah atap.

“aku tak pernah menyuruhmu untuk tertarik padaku. Jadi tak tetap tak berhak mencampuri kehidupanku!”

Jungkook tersenyum meremeh. “kau memang tak pernah menyuruhku untuk tertarik padamu. Tapi kekuatan dalam dirimulah yang menyuruhku tertarik padamu.”

“aku tak memil-”

“kau memang belum menyadarinya. Cepat atau lambat kau pasti akan menyadarinya. Tujuanku mencarimu adalah untuk mengajakmu kedunia iblis.”

“dunia.. Iblis?”

“ne.”

Terlintas dipikiran Sungha anak kecil yang pernah Jong In selamatkan dan pada akhirnya terbunuh di tangan pasukan iblis. Anak itu dibawa oleh Jong In kedunia iblis dan karena itulah nyawanya terancam. “aku tidak mau! Aku bukan iblis sepertimu!” Sungha berjalam melewati Jungkook begitu saja.

Dengan sigap Jungkook menahan lengan Sungha yang membuat yeoja itu terputar dan mengecup sekilas bibir Sungha. “ikutlah denganku..” sayap putih Sungha keluar begitu saja tanpa Sungha memintanya.

Sungha masih berdiri terpaku dengan lengan kirinya tertahan tangan Jungkook. Wajahnya tersipu kemerahan karena Jungkook. Tak lama yeoja itu tersadar dan segera melepas pakas tangan Jungkook. “Ya! Apa yang kau lakukan!” Sungha mengusap bibirnya menggunakan punggung telapak tangannya.

“aku akan menemuimu lagi nanti.. Jaga dirimu my devil child.” Jungkook mengacak pelan rambut Sungha dan berlalu begitu saja.

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In segera keluar kelas untuk mencari letak keberadaan Sungha. Ia dapat merasakan aura malaikat Sungha keluar. Apakah dia ingin mati ditangan iblis?

Aura itu menuntun Jong In untuk membuka sebuah pintu yang memisahkan antara atap dan ruang sekolah. Dilihatnya seorang yeoja dengan sayap putih yang menghiasi punggungnya. Dengan cepat namja itu menghampiri yeoja itu. “ya! Sudah berapa kali aku bilang. Jangan keluarkan sayapmu! Kau ingin mati?!”

Sungha dengan tiba-tiba memeluk Jong In yang membuat namja itu terdiam. Suara isakan tangis terdengar ditelinga Jong In. Jong In menatap ujung kepala Sungha yang ada dibawah dagunya.

“aku ingin hidup sebagai manusia biasa..” Jong In ingin mengelus rambut Sungha untuk menenangkan yeoja itu. Tapi ia berkali-kali mengurungkan niatnya karena takut yeoja itu semakin menangis terseduh-seduh. “aku tak ingin memiliki sayap.. Aku tak ingin hidup sebagai malaikat maupun sebagai iblis. Aku hanya ingin hidup seperti kebanyakan manusia..”

‘itu sudah menjadi takdirmu sejak lahir.. Dan takdir itu tak akan pernah berubah..’ batin Jong In dalam hati.

。゚ °Devil Child °゚。

Beberapa murid telah berhamburan keluar kelas karena baru saja bel pulang berbunyi.

“Sungha aku duluan ne.. Aku masih ada les..” Hana melambaikan tangannya dan pergi begitu saja.

Sungha selesai membereskan bukunya dan bersiap untuk pulang. Tapi sebelum itu matanya tertuju kesebuah bangku di belakang ujung kiri kelas. Bangku itu telah kosong bertepatan dengan bel pulang tadi.

Ia menghela nafasnya dan segera pulang. Sungha tersentak saat mendapati Taehyung yang tengah berdiri diambang pintu. Dengan sedikit menundukkan kepalanya Sungha memberanikan diri untuk melewati namja itu.

“kau pikir kau bisa lari dariku?” ucap Taehyung yang membuat Sungha berhenti untuk melangkah. “ikut aku..” Taehyung menggandeng Sungha untuk pergi ke suatu tempat.

“ya! Aku tak mau ke dunia iblis! Bukankah aku sudah mengatakannya padamu!” berontak Sungha. Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah mengintai mereka dari kejauhan.

Taehyung sengaja keluar dari tubuh Jungkook lebih awal karena Jungkook ingin segera kerumah sakit karena hari ini pacarnya itu telah keluar dari rumah sakit. Sedangkan dirinya masih memiliki urusan dengan Sungha.

“ya! Kau mau membawaku kemana?!” tanya Sungha yang sama sekali tidak mendapatkan balasan dari Taehyung.

“apakah Kai sudah pulang?” Sungha melirik Taehyung. Apakah dia bertanya pada Sungha?

“Kai?” ulang Sungha. Ia merasa pernah mendengar nama itu tapi dimana? “ahh Jong In? Dia sudah pulang dari tadi.”

“apakah kau yakin dia benar-benar sudah pulang?”

“aku tidak tau.” Taehyung membawa Sungha kembali ke atap sekolah. “sebenarnya apa maumu?”

“jadilah pendamping hidupku..”

“pendamping hidup?” ulang Sungha.

Taehyung menggengam kedua tanggan Sungha. “aku ingin hidup denganmu di dunia iblis.. Kita akan menguasai dunia iblis bersama..”

Plak

Sebuah tamparan tepat mengenai pipi kanan Taehyung yang sukses membuat namja itu menyeringai. “apakah kau pikir kau bisa memanfaatkanku ha?!” Sungha segera pergi tapi tangan yeoja itu tertahan oleh tangan Taehyung.

“kau… Berani-beraninya kau menamparku!!” Taehyung semakin mengeratkan cengkramannya itu yang membuat Sungha merintih kesakitan.

Sayap hitam dengan api hijunya keluar dengan eloknya dari punggung Taehyung. Namja itu beralih mencengkram leher Sungha. “kau… Akan ku buat kau menyesal karena telah menamparku.” kilatan hijau tampak dari mata tajam Taehyung.

Nafas Sungha terasa sesak karena cengkraman itu. Ia memegang lengan Taehyung yang ia gunakan untuk mencengkram lehernya. “aku tidak bisa bernafas..” ucap Sungha dengan susah payah.

Taehyung menulis sesuatu dilantai dengan menggunakan ujung kakinya. Tak lama tubuh namja itu dan juga Sungha mulai tertelan oleh lantai. “Taehyung..” Sungha masih memohon agar namja itu melepaskannya. Tapi ia sama sekali tak digubris dan tubuh mereka semakin cepat terhisap.

Tubuh Sungha tertarik keluar dari hisapan itu saat sebuah tangan menarik bajunya. “KAU GILA?!” bentak namja itu pada Taehyung.

Sungha hanya duduk tersungkur disamping Jong In dengan masih terbatuk. Taehyung menunjukkan wajah tak sukanya dan kembali keluar dari hisapan itu. Ia menyeringai melihat kedatangan namja yang ia tidak sukai. “hah! Mau apa kau kemari? Aku tak punya urusan denganmu.”

Jong In mencengkram kerah baju Taehyung. “kau ingin mati?!” kedua pasang mata tajam itu saling bertemu satu sama lain.

Taehyung mendorang Jong In untuk menjauhkan namja itu darinya. Taehyung tersenyum meremeh. Ia sangat jijik dengan namja dihadapannya ini. Apakah pangeran yang telah diusir dari dunianya masih pantas disebut pangeran? Jangan bercanda! Dia bahkan sudah tidak dianggap sebagai bagian dari iblis lagi.

“Kai.. Ahh ani maksutku Jong In.. Apakah kau tidak menyadari siapa Sungha? Apakah kau ingin melakukan lebih banyak sesalahan karena telah menyembunyikan seorang malaikat.. Lebih tepatnya seorang malaikat sekaligus ibliss..” ucap Taehyung dengan menekankan kata ‘iblis’.

“kembalilah kedunia iblis dan jangan pernah muncul dihadapanku maupun Sungha lagi.”

“kau pikir kau siapa berani menyuruhku? Ahh apakah kau masih menganggap dirimu sebagai pangeran iblis?” Taehyung semakin memanas-manasi Jong In dengan kata-katanya. Namja itu tertawa. “jangan bercanda! Kau bahkan sudah dilupakan didunia iblis.”

Tawa namja itu berhenti dan berubah menjadi wajah serius. “dan sekarang saatnya api hijaulah yang menguasai kerajaan.” Jong In hanya membalas dengan wajah datarnya. Ia sudah tau sejak lama bahwa Taehyung dan iblis api hijau lainnya ingin menggulingkan tahta ayahnya. Tapi rahasia besar itu ia simpan sendirian karena tak ada yang bisa ia percayai kecuali adiknya. Sehun.

Taehyung menatap Sungha yang masih duduk tersungkur. Namja itu memberikan senyumannya. “tunggulah aku, aku akan segera menjemputmu my devil child..” ucapnya dan pergi entah kemana.

Jong In menghelan nafasnya tak percaya. My devil child? Apa dia pikir Sungha adalah miliknya?

Jong In segera membantu Sungha berdiri dan membawanya kerumahnya untuk sementara waktu ini.

。゚ °Devil Child °゚。

Setelah merasa baikan Jong In menyuruh Sungha untuk melepaskan cincin yang ia kenakan yang alhasil membuat tubuh yeoja itu diselimuti aura hitam tipis.

Aura itu perlahan tapi pasti semakin meluas menggelilingi tubuh Sungha. “apa yang terjadi?” tanya Sungha yang merasa ada yang aneh pada tubuhnya.

Tapi Jong In tak menjawabnya dan masih terus memandangi Sungha tepatnya memandangi aura aneh disekitar tubuh yeoja itu.

Setelah beberapa jam menanti tak ada perubahan apapun yang terjadi pada diri Sungha. Karena lelah yeoja itu memutuskan untuk tidur lebih awal.

Jong In mengizinkan Sungha untuk tidur dikamarnya sedangkan dirinya tidur di atas sofa. Terlintas dipikiran Jong In akan ucapan Taehyung tadi. Lalu ia juga mengingat akan saudaranya yang mengirimkan iblis untuk menyampaikan pesan padanya. Apakah dunia iblis benar-benar sedang kacau?

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In perlahan membuka matanya. Dan segera bangun dari tidurnya. Dilihatnya kearah dapur terdapat seorang yeoja dengan seragam sekolahnya yang sedang memasak.

Yeoja itu melihat kearah Jong In. “kau sudah bangun? Aku sedang menyiapkan sarapan. Mandilah aku akan menatanya dimeja.” ucap Sungha sembari mengaduk sup yang ia masak.

Sungha segera menata makanan itu dan memakannya lebih awal. Ia ingin menggambil beberapa buku pelajaran yang masih terdapat dirumahnya. Setelah selesai Sungha menulis secarik surat untuk Jong In yang ia letakan di dekat piring milik namja itu. Dan segera pergi.

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In keluar dari kamar mandi dan segera memakai seragamnya. Setelah itu ia segera menuju meja makan untuk memakan makanan yang telah dimasak oleh Sungha.

Sekilas ia mengedarkan pandangannya mencari sesosok yeoja yang telah memasak untuknya. Tapi tak ada seorangpun yang nampak. Dilihatnya secarik surat yang terletak di dekat piringnya yang bertuliskan..

Aku berangkat dulu..

Habiskan sarapanmu aku telah membuatnya dengan susah payah..

Jong In tersenyum sekilas membaca surat itu dan segera memakan makanannya.

。゚ °Devil Child °゚。

Sungha mengambil buku pelajarannya dan beberapa baju ganti. Setelah itu ia segera menuju sekolah untuk mengikuti pelajaran.

Tetapi belum sempat sampai di sekolah langkahnya terhenti karena melihat seorang namja yang berdiri sekitar empat meter darinya. Mata mereka bertemu beberapa saat sampai namja itu tersenyum “sampai jumpa nanti..” ucapnya pelan hingga Sungha tak bisa mendengarnya. Namja itu membunyikan jarinya.

Dahi Sungha berkerut bingung akan tingkah Taehyung. “kyaa!” Tapi sedetik kemudian ia menjerit karena tiba-tiba ia terperosok kedalam sebuah lubang yang tepat derletak dibawahnya.

Taehyung menarik sebelah ujung bibirnya. “sebaiknya kau diam disana untuk beberapa saat. Aku akan menemuimu nanti..”

*Sungha pov*

Gelap.. Aku tak bisa melihat apapun.. Dimana ini?

Perlahan aku memajukan langkahku dan meraba-raba benda di sekitarku. Tak ada apapun. Setelah beberapa saat saku menemukan suatu benda yang dingin dan berjumlah cukup banyak. Apa ini? Ini seperti sebuah besi.

Besi? Apakah aku berada di dalam penjara? Kuedarkan pandanganku saat mendengar suara pintu terbuka. Tak selang lama sebuah cahaya lilin berjalan mendekatimu.

“ya! Taehyung! Apa yang kau lakukan!” teriakku pada cahaya lilin yang semakin mendekat itu.

Seseorang itu menaruh lilin yang ia bawa di dekatku. Dia bukan Taehyung. Siapa dia? “lebih baik kau diam jika tak ingin mati disini.” ucapnya dingin yang bahkan membuatku merinding.

Namja itu kembali pergi setelah menaruh benda bercahaya itu. “siapa kau? Dimana aku? Kenapa aku bisa disini?! Lepaskan aku?!”

Namja itu tak menjawab dan keluar dari pintu yang ia gunakan masuk tadi.

。゚ °Devil Child °゚。

*author pov*

Mendengar bunyi bel tanda jam pelajaran akan dimulai Jong In segera keluar dari kelas dan mencari kesetiap sudut kelas. Tapi ia masih tetap tak melihat yeoja yang ia cari.

Tadi Sungha pamit berangkat lebih awal tapi kenapa dia tidak ada? Apakah dia membolos dan kabur?

Jong In berlari kerumah milik Sungha. Kosong. Tak ada orang disana. “dimana dia..” Jong In memiliki firasat buruk akan hal ini. Taehyung! Apakah dia melakukan hal yang tidak-tidak?

Jong In segera kembali ke sekolah dan masuk kekelas. Semua murid dikelas itu menatap Jong In bingung dan takut tak terkecuali guru yang sedang mengajar. Wajar saja jika semua murid dikelas itu menatapnya, karena ia masuk ke kelas yang berbeda. Itu bukan kelasnya.

Jong In menghampiri seorang namja dan menyeretnya keluar. Jong In menarik kerah namja itu dan membantingnya ke dinding. “apakah kau melakukannya?!” tanya Jong In dengan nada sedikit naik.

“melakukan apa?” Jong In melonggarkan cengkramannya saat mendapati namja dihadapannya itu menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan. Ia menghembuskan nafasnya frustasi.

“dimana Taehyung?” tanyanya.

“Taehyung nugu?” Jong In mendesisi tak percaya. Apakah Taehyung menghapus ingatan Jungkook? Kenapa jadi seperti ini!

Tak mau bertanya lagi. Jong In segera pergi mencari keberadaan Sungha. “Sungha..” Jong In berharap Sungha tidak dibawa Taehyung ke dunia iblis.

Jong In meninju sebuah dinding disamping kanannya. Yang menyebabkan sebuah lubang yang sangat nampak di antara tinjuan tangan Jong In. Ia merasa dirinya marah. Tapi kenapa? Kenapa dia marah?

。゚ °Devil Child °゚。

Sungha duduk memeluk lututnya karena takut. Ia masih hanya ditemani sebuah lilin yang semakin lama semakin meleleh. “Jong In..” rintihnya.

Sungha kembali mendengar suara pintu yang terbuka. Ia pun kembali menoleh kearah yang sama saat pintu pertama terbuka. Perlahan setiap obor yang menghiasi dinding menyala dengan api kehijauannya.

“bagaimanapun juga jangan beritau ayah jika aku membawanya kesini. Dan bawakan benda itu.” ujap Taehyung pada namja di belakangnya.

“apakah anda yakin akan menggunakannya?” Taehyung hanya menoleh dan menatap namja itu tajam.”dimengerti.” namja itu membungkuk memberi hormat dan pergi meninggalkan Taehyung dan Sungha.

“annyeong..” sapa Taehyung dan duduk jongkok di depan Sungha. Mereka hanya terhalan beberapa buah besi yang terangkai sedemikian rapinya yang menyebabkan Sungha tak bisa kabur.

Sungha hanya membalas dengan tatapan kebenciannya. Taehyung tertawa puas. “neee! Tataplah aku seperti itu!” ia menarik wajah Sungha dari sela-sela besi itu untuk mendekat kewajahnya. “aku harap kau mau membantuku. Jika tidak… Kau dan teman-teman mu didunia manusia akan merasakan penyiksaan yang tak pernah kau bayangkan. Kau mengerti?”

“ya! Jangan libatkan mereka! Jangan pernah sentuh teman-temanku!”

Taehyung segera berdiri dan keluar dari ruangan itu. “Taehyung!!”

。゚ °Devil Child °゚。

Taehyung masuk kedalam ruangan ayahnya. “kenapa kau disini?” tanya sang ayah karena melihat anaknya berada di depannya.

“aku sudah puas berjalan-jalan. Sepertinya dunia iblis akan menerima tamu besar..”

“maksudmu?”

“dia kembali..” ayah Taehyung menatap anaknya itu dengan ekspresi aneh.

“maksudmu Kai? Ya! Apakah kau mengundangnya kembali?! Kkta belum melakukan penyerangan kedunia malaikat. Dia bisa merusak rencana kita! Kenapa kau begitu bodoh!” ayah Taehyung mendengus kesal dan segera keluar untuk menemui sang raja. Ia ingin mengatakan pada raja jika ada penyusup yang berhasil masuk kedunia iblis.

Taehyung mengepalkan tangannya. Dan tertawa geli. “seharusnya kau berterimakasih padaku.. Tapi, bukan kau yang akan menjadi raja.. Tapi aku..” namja itu keluar meninggalkan ruangan ayahnya.

。゚ °Devil Child °゚。

Dengan menggunakan jaket dengan tudung kepala namja itu berjalan melewati beberapa makhluk berwujud manusia. Dengan susah payah dan dengan segala cara ia bisa melewati para iblis penjaga yang berjaga disekitar pintu perbatasan antara dunia iblis dan dunia manusia.

Namja itu bersembunyi digang kecil saat dua iblis penjaga sedang berpatroli. “kenapa sekarang banyak iblis penjaga yang berkeliaran..” gumamnya sembari melihat kondisi sekitar.

Seandainya kekuatan teleportasinya bisa berfungsi di dunia iblis ia pasti akan langsung memakainya dan menyelinap kedalam istana. Tapi sayangnya kekuatan itu tak bisa ia gunakan sekarang.

Sudah sepuluh tahun lamanya ia tak kembali kedunia ini banyak perubahan dalam sistem yang ada disini termasuk tidak bisanya penggunaan kekuatan teleportasi.

Setelah dirasa aman ia kembali melanjutkan jalannya menuju ke istana dimana ia meyakini ditempat itu terdapat seorang yeoja yang tengah ia cari.

Setelah sampai di depan pintu gerbang Jong In kembali bersembunyi karena pintu itu tiba-tiba terbuka dan para iblis penjaga keluar dengan berbondong-bondong melewati pintu itu. Jong In hanya melihat dari tempat ia bersembunyi. “apa yang terjadi?” ucapnya bingung karena melihat begitu banyak iblis penjaga yang keluar dari istana.

Dengan tak mau membuang waktu terlalu banyak. Jong In menyelinap diantara iblis lain yang sedang menonton disekitar istana.

Dengan sedikit halangan namja itu berhasil melewati gerbang dan masuk kearea istana. Ia membuka tudung yang sedari tadi menutupi kepalanya. Namja itu lega karena dia berhasil masuk ke istana yang sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu tidak ia kunjungi.

Dengan perlahan dan sembunyi-sembunyi ia menyelusuri setiap sudut istana. Cukup banyak yang berubah dari istana itu. Ia membuka sebuah ruangan yang ia yakini itu adalah kamar milik saudaranya. Sehun. Kosong. Tak ada siapapun disana dan ruangan itu sudah tak tampak seperti sebuah kamar tetapi lebih mirip sebagai ruang kerja. “apakah dia sudah pindah kamar?”

。゚ °Devil Child °゚。

Raja iblis dan juga ayah Taehyung melihat kesebuah rekaman di hadapan merek yang menampilkan seorang namja yang sedang sibuk mengelilingi istana dan membuka beberapa pintu. “kau benar.. Dia berhasil masuk keistana.” ucap sang raja dengan wajah serius.

“saya akan menyiapkan pasukan untuk menangkapnya.”

“tidak perlu. Biarkan dia mencari apa yang ia inginkan. Aku penasaran kenapa dia kembali..”

“baik yang mulia..”

。゚ °Devil Child °゚。

Jong In kembali menyusuri setiap sudut istana. Ia sangat bingung dengan ruangan-ruangan di istana ini. Hampir semua ruangan telah beralih fungsi.

Namja itu membuka sebuah pintu yang lumayan besar. Dan dilihatnya seorang namja yang tengah terduduk dengan membaca buku dimejanya. “kai?!” namja yang awalnya terduduk itu menghampiri namja bernama kai.

Ia bertanya-tanya kenapa saudaranya itu bisa disini. Ia melihat kekanan dan kekiri memastikan tak ada yang melihat mereka. Lalu ia menutup dan mengunci pintu itu. “kenapa kau baru kembali ha?” ucapnya.

Kai membaringkan dirinya di tempat tidur milik Sehun. “mianhae.” ucapnya singkat.

“bagaimana kau bisa masuk tanpa ketahuan?” tanya sehun sembari duduk disamping Kai.

“aku sudah ketahuan.” jawabnya. Sedari masuk keistana ia bisa merasakan sesuatu membuntutinya. Walaupun tak melihatnya Kai bisa merasakannya. Dan ia memiliki firasat ayahnyalah yang membuntutinya.

Sehun tertawa pelan. “itu pasti. Tak mungkin iblis ceroboh sepertimu tak ketahuan.”

“Sehun, apakah kau melihat Taehyung membawa yeoja keistana?”

“yeoja?” ulang Taehyung. “aku sudah lama tak melihat Taehyung. Wae?” lanjutnya.

“aniya..”

Sehun teringat sesuatu akan hal penting yang sudah lama ingin ia sampaikan pada Kai. “Kai. Raja membuat meputusan ingin menghancurkan dunia malaikat.” seketika Kai langsung mendudukkan dirinya.

“menghancurkan dunia malaikat?!” ulangnya Kai. “apakah dia ingin mengacaukan seluruh dunia?!”

“aku sudah menentangnya tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanyalah iblis lemah yang menyandang gelar pangeran. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku tak sepertimu yang berani melawan ayah.”

“dimana ruangannya?” Kai bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu yang tak lama telah ia masuki.

“apa yang akan kau lakukan?” Sehun segera mengikuti saudaranya itu yang tetap berjalan meninggalkan kamarnya. Ia tak mau jika Kai berbuat yang tidak-tidak. Ditambah ketidak sukaan ayahnya terhadap Kai dapat memicu pertumpahan darah.

“jika kau takut mati. Kau diamlah disitu. Dan.. aku ingin meminta bantuanmu. Carikan aku yeoja berambut panjang dan tubuhnya tak terlalu tinggi. Taehyung menyembunyikannya di istana. Jika kau menemukannya jaga dia. Jangan sampai yeoja itu mati.” Sehun berhenti mengikuti Kai dan menatap punggung namja yang semakin lama semakin menjauh itu.

‘Apakah dia kembali hanya untuk menemukan yeoja yang Taehyung bawa?’ Pikirnya dalam hati. Sehun berbalik dan melangkah berlawanan arah dengan Kai. Ia menurut dan memilih mencari yeoja yang Kai maksud. Walaupun dalam hati Sehun tak jelas dengan ciri-ciri yang disebutkan namja itu.

。゚ °Devil Child °゚。

Sang raja tertawa terbahak-bahak melihat anaknya yang berjalan menuju ruangannya. Banyak lorong dan pintu yang harus Kai tembus untuk menghampiri ayahnya. Tapi entah kenapa ia dengan mudanya menentukan jalan dan pintu mana yang akan membawanya pada sosok yang telah mengusirnya.

Kai menatap pintu yang cukup besar yang ada di hadapannya. Namja itu berdiri di tengah pintu dan membuka pintu itu dengan kedua tangannya.

Ditatapnya tajam sosok namja yang berada di balik pintu itu. Mata tajam mereka saling bertemu beberapa saat. Sampai sebuah gejolak api biru keunguan dengan tak terduga melesat cepat kearah Kai. Tetapi dengan sigap namja itu bisa menghindarinya.

Kai mengeringai mendapati serangan yang mendadak itu. Ayahnya masih tak berubah. Kai mengeluarkan sayap yang sudah sepenuhnya terselubung dengan api birunya itu dan dengan cepat menyerang ayahnya yang tengah duduk dengan santainya. Tapi serangan itu tertangkis oleh namja yang memiliki api hijau di sekeliling sayapnya.

“tch!” dengus Kai saat mendapati serangannya dihalau oleh ayah Taehyung.

“cukup sampai disini. Kau bisa menghancurkan dunia iblis.” jelasnya singkat.

Kai mengangkat satu ujung bibirnya geli. Menghancurkan dunia iblis? “bukankah kalian juga ingin menghancurkannya?” Kai menatap ayahnya tajam. “bukankah menghancurkan dunia malaikat juga sama dengan menghancurkan dunia ibils!!” nada suara Kai mulai meninggi dan api biru yang menyelimuti sayap namja itu mulai membesar.

Raja itu berdiri dan menyuruh ayah Taehyung untuk mundur dan tak ikut campur dengan urusannya. Ia mendekati Kai yang masih menatapnya dengan kebencian yang sangat jelas terukir di matanya.

“apakah kau kembali karena ingin membunuhku?” Kai tak menjawab pertanyaan itu. “AKU TAK PERNAH MEMERINTAH ATAUPUN MENGIZINKANMU UNTUK KEMBALI!!”

Dinding di sekitar Kai dengan sekejap retak bahkan tiang penopang atap yang awalnya berdiri tegak sekarang telah jatuh. Tapi Kai masih tenang pada posisinya.

“batalkan rencana menghancuran dunia malaikat.”

“selama aku masih hidup. rencana itu tak akan pernah dibatalkan.”

Karena melihat perdepatan yang ia rasa akan berujung dengan pertarungan ayah Taehyung memilih untuk menyingkir dan mengurusi hal yang lebih penting.

“kalau begitu aku akan membunuhmu.” dengan gerkan cepat dan tak terduga Kai menendang perut ayahnya yang membuat ayahnya terlempar dan menembus beberapa dinding hingga berujung sang ayah terlempat keluar istana dan menyeimbangkan diri diudara. Ia menyeringai mendapati serangan dari anaknya itu.

Dengan santai Kai berjalan melewati dinding yang telah berbentuk lubang yang cukup lebar untuk bisa membawanya untuk menghampiri ayahnya.

“sudah lama aku tak merasakannya.” Ayah Kai memejamkan matanya dan kembali membukanya. Api biru keunguan menyelimuti sayapnya yang mengembang diudara.

Kai kembali menyerang dengan gerakan cepat tapi semua serangannya dapat tertangkis dengan mudah oleh ayahnya.

“kau masih kurang cepat.” ayah Kai memukul perut Kai yang membuat namja itu terlempat membentur dinding luar istana dan menembus empat dinding sekaligus. Jika Kai tak menahan dengan kekuatannya mungkin ia bisa lebih jauh terlempar. “kau pikir kekuatanku sudah cukup untuk membunuhku?”

。゚ °Devil Child °゚。

Sungha dengan sepat menoleh kekiri saat mendengar suara yang cukup keras. Apakah ada roket yang jatuh ketempat ini? Setelah itu beberapa suara benturan keras kembali terdengar.

“apa yang sedang terjadi?” suara pintu terbuka terdengar. Taehyung masuk masuk kedalam ruangan itu dan membuka pintu jeruji besi yang sedari awal menghalangi Sungha untuk bisa pergi.

Dengan tanpa sepatah katapun ia menarik tangan Sungha untuk berdiri dan membawa yeoja itu meninggalkan ruangan yang ia tempati.

“ya! Kau mau membawaku kemana?!” Sungha menarik tangannya berlawanan arah dengan tarikan Taehyung. Tak ingin dengan mudah dibawa.

Tapi namja itu tetap saja menariknya yang malah membuat pergelangan tangannya sakit. “ya!”

“diamlah.”

Brakk!!

Suara benturan terdengar begitu keras. Mata Sungha melebar mendapati sebuah tubuh yang ia kenal terlembar tepat didepannya dan juga Taehyung.

Namja itu bangkit dan melihat kekiri. “Sungha..” gumamnya saat melihat yeoja yang sedang Taehyung tarik tangannya. Mendapati Kai dihadapannya Taehyung pun memilih berputar balik mencari jalan lain.

Tapi tak ingin membiarkannya Kai segera mengejarnya dan merebut Sungha dari tangan Taehyung. Dan segera membawanya pergi. Begitupun dengan Taehyung ia juga tak ingin yeoja itu dibawa begitu saja oleh Kai.

Langkah mereka bertiga terhenti saat dinding disebelah kanan mereka membentuk sebuah lubang dan menampakkan namja yang meghadan mereka pergi. “bukankah kau ingin membunuhku? Kenapa kau kabur?” ucap namja itu dengan nada sedikit meledek.

Sungha memegang ujung jaket yang Kai pakai dan bersembunyi di belakangnya. Entah kenapa ia tak suka dengan namja yang barusaja menghadangnya. Walaupun hanya melihatnya tubuhnya terasa gemetar dan ketakutan.

“masih ada yang harus aku lakukan. Tapi tenang saja. Aku akan membunuhmu secepat mungkin.”

Membunuh? Sungha mencuri-curi pandangan melihat ulang namja tadi. Apakah dia ayah Kai? Pikirnya karena api biru keunguan yang dimiliki namja itu.

Kai menarik tangan Sungha dan berjalan melewati ayahnya. Tapi langkah mereka kembali tehenti oleh sosok yang sama. Namja itu menatap yeoja yang berada di dekat Kai.

“siapa dia?” tanyanya.

“kau tak perlu tau siapa dia.” Kai kembali melanjutkan langkahnya. Ayah Kai dengan tak sengaja melihat cincin yang melekat manis di jari kiri yeoja itu.

“tunggu.” suruh sang ayah. Tapi Kai tak mempedulikannya dan tetap pergi sampai sebuah api biru keunguan menghalangi langkahnya. Ia berbalik menatap sang ayah yang juga sedang menantapnya.

“yeoja itu.” Sungha kembali bersembunyi debelakang Kai karena rasa takut itu kembali muncul. “Armour..” ucapnya dengan masih menatap Sungha tajam.

Sungha semakin menyembunyikan tubuhnya tak ingin melihat tatapan yang menurutnya menakutkan itu. Tapi beberda dengan Kai. Ia mencerna perkataan ayahnya itu. Armour? Sepertinya dia pernah mendengarnya.

“Jong In.. Aku ingin pulang. Aku tak suka disini..” ucap Sungha pelan.

“aku pasti akan mengantarmu pulang.” ia mempererat genggaman tangannya.

Wusss!!

Angin seperti berhembus dengan kencangnya dan menghilangkan sosok raja dihadapan Kai. Namja itu mengedarkan pandangannya khawatir. Bukan karena ayahnya. Tapi karena Sungha juga ikut menghilang. “SIAL!” umpatnya karena ia lengah menjaga Sungha.

Dengan cepat ia berlari melewati Taehyung yang tengah berdiri menatapnya. Taehyung memang lebih memilih menjauh atapun tidak ikut campur dalam pertempuran melawan raja. Karena dia tau. Kekuatan iblis api hijau tidak akan mampu melawan sang raja.

Bersambung..

About fanfictionside

just me

23 thoughts on “FF/ DEVIL CHILD/ EXO-BTS/ pt. 3

  1. aaaa makin seru thor….aku yakin nih kalo sungha anak terlarang raja iblis dan ratu malaikat wkwk maap sok tau😄
    sungha nya dibawa sama ayah kai? kmna? aku penasaran next nya aku tunggu ya ^^

  2. Aaaaa.. Makin seru..
    Kalo raja iblis tau sungha itu Amour, pasti raja juga tau ayah-ibu sunghakan? Jangan2 dia sendiri nih.. Haha
    Jan sampe sungha diapa-apain dah..
    Next part ditunngu thor

  3. Suka sama karakter Jong In disini😀
    Idenya bagus dan bahasanya gak terlalu berbelit-belit jadi mudah dicerna..
    Lanjut author z \(‘-‘)/

  4. Hallo saya reader baru (: ceritanya bagus thor walau masih bnyak typo menganjal d mata ^^ keep writing ya d tunggu part selanjutnya fighting

  5. Apa sungha anak raja iblis & ratu malaikat?
    Sungha dibawa kemana ama raja iblis?
    Penasaran nih ama nextnya! And chap ini beneran seru! Next! Keep writing!!! ^^

  6. author aaaa -_- trserah dh kamu mau prcaya atau ngga . tapi aku smpe nyari di google lanjutan cerita devil child ini . dan yg mempersulit adalah kamu ngpost nya di beda2 blog

  7. Hua… Sungha mau dibawa kemana tuh ama raja iblis ??
    Armour apa itu nama aslinya sungha ??
    Ayoo… Kai selametin sungha jangan sampe dia celaka
    Buat author keep writing ya ^^

  8. Wah ada kaitan apa ya antara Sungha dgn ayah Kai???
    Klrga Taehyung trnyata ,musuh dlm slimut jg ya… Sungha hilang dbwa siapa,,,ayah Kai kah????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s