FF/ I NEED YOU…!!!/ BTS-BANGTAN/pt. 2


Tittle: I Need You…!!! [chapter 2] || Author: Lisa Kim @LisaKim0403 (Author Freelance) || Genre: Romance, Friendship, School life, AU || Main Cast: Nam Sohyun (OC), Kim Seokjin (BTS), Min Yoongi (BTS) || Other Cast: Nam Woohyun dan Kim Sunggyu (INFINITE), Jung Hoseok, Park Jimin (BTS) and others || OC’s: Lee Li aa, Kim Na Rim, Shin Minah || Rating: T || Length: Chaptered

i-need-you-for-lisa-kim (1)

Poster by KryShiners @ ArtFantasy

Disclaimer

FF ini murni hasil karya aku. OC’s dan Semua yang ada dalam FF ini milik aku kecuali Cast.

Happy Reading ^_^

Summary:                                                           

“Oppa, aku dan Jin sudah mengenal sejak kecil dan aku hanya menganggapnya sahabatku. bahkan tak sekalipun aku melihat Jin sebagai seorang namja dimataku. kami sudah sangat nyaman seperti ini. Kau juga merasa seperti itu’kan Jin?”

###

Author pov

“Kau tidak ingin memberitahu Woohyun Hyung kalau kau main kesini?” Tanya Jin. Mereka sekarang sedang berjalan menuju Alpartemen Hyungnya Jin –Kim Sunggyu-.

“Tidak perlu! Oppa pasti belum pulang, lagipula aku masih kesal dengannya,” cibir Sohyun.

“Aigoo…dasar kau ini,” Jin memukul dahi Sohyun pelan.

“Yya…kenapa kau memukulku? cepat buka pintunya! aku pegal membawa buah-buah ini. aku kan hanya ingin membelikan Sunggyu oppa strawberry tapi kenapa kau malah membeli buah-buahan yang lain sih?” protes Sohyun. Yeoja ini sudah mencibir kearah Jin sekarang.

“Persedian buah di Alpartemen Hyung sudah abis, jadi sekalian saja aku membelinya. Lagian aku hanya menyuruhmu membawanya barusan, dari Supermarket sampai sini kan aku yang membawanya. kenapa kau mengeluh? dasar….” Sohyun hanya mencibir mendengar ucapan sahabatnya itu.

Jin menekan beberapa angka pada tombol disalah satu pintu, sampai akhirnya pintu terbuka. Sebelum masuk Jin terlebih dahulu mengambil 2 kantong plastik yang dibawa Sohyun, lalu segera masuk diikuti oleh Sohyun dibelakangnya.

“Aku pulang,” ucap Jin ketika mereka sudah berada didalam dan mengganti sepatu mereka dengan sandal rumah.

“eoh…wasseo,” balas seorang namja bermata sipit, namun mata sipitnya itu tidak sedikitpun melihat kearah Jin. namja yang menggunakan gips ditangan kanannya itu sedang fokus menatap layar televisi.

“Oppaaaaaaa….” panggil Sohyun semangat. Namja yang bernama Kim Sunggyu itu langsung membesarkan kedua mata sipitnya, semampu yang ia bisa tentunya. dan secepat kilat namja itu segera menolehkan kepalanya keasal suara yang sudah sangat ia kenal itu.

“Uuwwahh, Uri Sohyunie. kau datang bersama Jin, eoh?” Tanya Sunggyu. Sohyun berlari kecil menghampiri Sunggyu, meninggalkan Jin yang sekarang sedang menggerutu pelan melihat tingkah laku Hyungnya didepan Sohyun yang sekarang sedang mengacak-acak rambut pirang Sohyun gemas. Jin pun lebih memilih masuk ke dapur dibandingkan harus melihat pemandangan diruang tengah saat ini.

“ahh oppa hentikan! rambutku jadi berantakan,” ucap Sohyun ketika Sunggyu masih saja mengacak rambutnya gemas.

“aigooo…kamu semakin manis Sohyun-ah,” puji Sunggyu menatap Yeoja didepannya itu.

“eissh… Oppa kita baru seminggu tidak bertemu, tapi ucapanmu seperti kita sudah tidak bertemu bertahun-tahun. Bukan ‘kah aku memang selalu manis setiap hari?” canda Sohyun ketika mereka sudah duduk di sofa.

“geure! Nam Sohyun memang selalu manis!” timpal Sunggyu sembari mencubit pipi chubby Sohyun gemas.

“emmm Oppa bagaimana keadaanmu? Apa masih sakit?” Sohyun menunjuk tangan kanan Sunggyu yang masih berbalut gips.

“aniya! sudah jauh lebih baik. Tulangnya hanya sedikit retak, jangan terlalu kahwatir,” jawab Sunggyu lalu menggerak-gerakkan tangan kananya itu sebagai bukti bahwa tanganya memang sudah tidak sakit.

“baguslah,” ucap Sohyun lega. “ahya ….tadi aku membelikan Oppa banyak buah strawberry. Oppa suka ‘kan?”

“eoh…joah! Gomawo ne..” balas Sunggyu dengan senyum termanisnya.

***

“Cha….selesai,” ucap Jin setelah ia selesai memasukan semua buah yang ia dan Sohyun beli tadi kedalam kulkas dan bergegas berjalan menghampiri Sunggyu dan Sohyun yang masih asik berbincang-bincang. “kenapa Sohyun bisa menjadi sangat manis jika bersama Hyung? Kenapa jika sedang bersamaku dia menjadi yeoja cerewat…huh,” ucap batin Jin ketika melihat Sohyun yang saat ini sedang tersenyum manis kearah Hyungnya itu.

“eoh, Jin-ah aku pinjam kaos dan celanamu yaa? aku mau ganti, seragam ini membuatku gerah,” Tanya Sohyun ketika ia melihat Jin yang baru saja keluar dari dapur dan sekarang sedang menatap dirinya.

“Emmm….” Guman Jin yang berarti mengiyakan pertanyaan Sohyun.

“Sohyun-ah kenapa tidak sekalian mandi saja? Sudah hampir malam, lagipula kamu’kan akan menginap disini,” Saran Sunggyu.

Sohyun yang baru saja berniat untuk mengganti seragamnya dikamar Jin seketika berhenti ketika mendengar ucapan Sunggyu barusan. Sohyun dan Jin memandang Sunggyu dengan wajah bingung. ‘menginap?’ sejak kapan Sohyun berencana menginap disini? Sohyun hanya berencana main ke Alpartemen Sunggyu sampai rasa kesal dengan Oppanya mereda. setelah itu tentu saja Jin akan mengantarnya pulang, lagipula Sohyun pergi main kesini saja dia tidak bilang Oppanya dan sekarang Sunggyu malah bilang ‘menginap’? tanpa mendapat izin dari Oppanya? Maldo Andwae!

~tettt…tettt~

Belum sempat Sohyun bertanya tentang kebingungnya kepada Sunggyu, tiba-tiba bel Alpartemen Sunggyu berbunyi. Jin yang mendengar itu langsung melihat layar intercom untuk melihat siapa yang bertamu.

“Woohyun hyung..” guman Jin pelan namun masih bisa didengar oleh Sohyun yang sekarang menjadi semakin bingung. dipikirannya bertanya-tanya ‘kenapa oppanya bisa datang kesini juga?’ sementara Sunggyu hanya bisa menatap raut wajah Sohyun yang nampak bingung itu.

Woohyun melangkahkan kakinya masuk kedalam Alpartemen Sunggyu setelah Jin membukakan pintunya.

“YYA…KIM SEOKJIN! kenapa kau tidak mengangkat panggilan dariku?” Omel Woohyun langsung tanpa melihat keadaan sekelilingnya dulu. Namja itu tidak menyadari tatapan bingung dari Sohyun, begitu juga dengan tatapan aneh dari Sunggyu yang sekarang menjadi ikut bingung dengan keadaan yang sedang ia saksikan. Karena yang Sunggyu tahu adalah Woohyun memang berencana akan menginap di Alpartemennya bersama Sohyun. berhubung besok adalah akhir pekan. namun sekarang Sunggyu menjadi bingung dengan keadaan ini. yang pertama sohyun datang kesini bersama Jin bukan bersama Woohyun, yang kedua eksperesi Sohyun yang bingung ketika ia menyinggung soal menginap tadi dan yang sekarang dia bingung dengan sikap Woohyun yang tiba-tiba datang dan langsung memarahi Jin.

“Yya….apa kau bersama Sohyun tadi? kenapa ponselnya tidak aktif? kau tahu dimana dia sekarang?” Tanya Woohyun bertubi-tubi. Jin yang tiba-tiba ditanya seperti itu hanya bisa mengarahkan jari telunjuknya kearah ruang tengah, tepatnya kearah Sohyun yang sedang berdiri mematung menatap Oppanya itu.

Woohyun mengikuti arah yang ditunjuk Jin dan matanya langsung membesar ketika melihat sosok Sohyun yang juga sedang menatapnya, lalu ia segera melanggkahkan kakinya menghampiri Sohyun.

“YYA…. NEO! kenapa kau bisa ada disini? Kenapa ponselmu tidak aktif? Neo arra, Oppa cemas mencarimu? Aigooo neo jincaa…!” omel Woohyun ketika ia sudah berhadapan dengan Sohyun. “dan Neo Kim Seokjin, kenapa kau juga tidak mengangkat telepon dariku, eoh?” Woohyun menatap Jin yang sekarang sudah duduk disofa disamping Sunggyu yang sedang menyaksikan pertengkaran kakak beradik dihadapanya itu.

“ponselku dalam mode silent dan aku masukan kedalam tas. aku tidak tahu kalau Hyung menelepon tadi. Mianhae,” jawab Jin sambil tersenyum kikuk. dia memang belum memeriksa ponselnya semenjak pulang sekolah tadi. Woohyun berdecak sebal mendengar jawaban dari Jin.

“Yya,,,Oppa jangan memarahi Jin! Aku memang sengaja mematikan ponselku dan tidak memberitahu oppa kalau aku main kesini.” Ucap sohyun akhirnya.

“Mwo? Wae?”

“karena aku masih kesal dengan oppa..!! kenapa tadi oppa meninggalkanku? Oppa tahu aku sampai terjatuh dari tangga gara-gara berusaha mengejar oppa. harus berjalan sampai halte bus dengan lututku yang sakit dan ditambah lagi aku juga terjatuh karena tidak sengaja menaberak seseorang dihalte bus dan itu membuatku tertinggal oleh busnya. Dan itu semua salah Oppa…..Oppa menyebalkan..!!!” cecar Sohyun kesal mengingat kesialan yang ia alami hari ini.

Woohyun dan Sunggyu memasang wajah terkejutnya mendengar penjelasan panjang dari Sohyun. terlebih lagi mengetahui Sohyun dua kali terjatuh hari ini. tentu saja mereka mengkhawatirkan keadaan Sohyun. Sementara Jin yang memang sudah tahu hal itu hanya bisa menganguk-anggukan kepalanya membernarkan semua perkataan Sohyun, terlebih lagi dia yang mejadi pelampiasan kekesalan yeoja itu tadi.

“Sohyun-ah gwenchana?” Tanya Sunggyu cemas.

“eoh Oppa, gwenchana,” Jawab Sohyun melihat Sunggyu sebentar lalu kembali menatap Oppanya dengan tatapan dinginya.

“yaa…yaa.. tadi Oppa ada tugas persentasi dan itu tugas kelompok, sedangkan makalahnya ada bersama Oppa, jadi Oppa tidak boleh telat. Lagipula itu bukan sepenuhnya salah Oppa. itu juga salahmu! kenapa tadi kau lama sekali, eoh?” balas Woohyun tidak mau kalah.

“tetap saja Oppa menyebalkan…..huh,” Sohyun berdecak sebal melihat Oppanya itu.

“yaaaaa, sudahlah jangan saling menyalahkan! kalian kesini mau menemani orang sakit atau hanya mau bertengkar sih?” tegur Sunggyu. Namja bermata sipit itu mencoba menengahi pertengkaran Nam bersaudara dihadapannya sekarang.

Woohyun menarik nafas dan menghembuskanya perlahan, yang bertujuan untuk meredakan emosinya. Woohyun akui memang ia sedikit kesal dengan ulah adik perempuanya ini yang tiba-tiba mematikan ponselnya, sehingga woohyun tidak bisa menghubungi Sohyun untuk memberitahunya prihal rencananya untuk menginap di Alpartemen Sunggyu. bahkan tadi Woohyun sudah sempat pergi ke Sekolah Sohyun namun dia tidak menemukan Sohyun di sekolah.

Tapi walaupun woohyun kesal dia juga tidak bisa memungkiri rasa kesalnya itu tertutup dengan rasa cemasnya, tentu saja sebagai seorang Oppa dia merasa cemas dengan adiknya, terlebih lagi kedua orangtua mereka sedang melakukan perjalanan bisnis ke Taiwan.

“Araso! Mianhae sohyun-ah, Oppa yang salah. Oppa minta maaf,” ucap Woohyun mengalah. Dia sudah tahu sifat adiknya itu yang tidak akan mau mengalah jika sedang terjadi adu mulut seperti ini. jadi sebagai Oppa tentu saja dia harus bisa mengalah agar pertengkaran ini terselesaikan. lagipula sebenarnya Woohyun menjadi merasa bersalah setelah mengetahui kejadian yang Sohyun alami tadi pagi, terlebih lagi setelah ia mengetahui adik kesayangnya itu terjatuh karena berusaha mengejarnya.

~Nam Sohyun Pov~

“Araso! Mianhae sohyun-ah, Oppa yang salah. Oppa minta maaf,” akhirnya aku mendengar Woohyun Oppa meminta maaf. aku tahu dia hanya mencoba mengalah padaku, karena memang selalu seperti ini akhirnya. tidak perduli siapa yang benar dan salah, Oppa memang akan selalu meminta maaf terlebih dahulu. yaa..aku akui disini memang bukan sepenuhnya kesalahan Woohyun Oppa. aku juga salah dan tentu saja aku juga harus minta maaf.

Aku melirik sekilas kearah Jin dan Sunggyu Oppa yang sedang menatapku seolah-olah menantikan jawaban apa yang akan aku keluarkan atas permintamaaf-pan Woohyun Oppa. Baiklah aku juga akan meminta maaf!

“nado mianhae Oppa, aku juga salah. Mianhae,” ucapku akhirnya. aku melihat Oppa tersenyum dan langsung memelukku.

“araso, Oppa sudah memaafkanmu. kau juga memaafkan oppa ‘kan? jangan marah lagi ne..” ucap Woohyun Oppa masih memeluku. “ahhh geundae….neo gwenchana?” Tanya Woohyun Oppa cemas. sekarang dia malah memutar-mutar tubuhku seolah-olah mencari bagian tubuhku yang terluka akibat terjatuh tadi.

“gwenchana, geokjongma. sudah tidak sakit lagi.” Jawabku meyakinkan Oppa bahwa aku memang sudah baik-baik saja.

“cha…..pertengkaran Nam bersaudara sudah selesai. sekarang waktunya mandi,” Sambar Jin. membuat kami semua langsung menoleh kearahnya. aku melihat Woohyun Oppa sudah siap melayangkan tangannya untuk menjitak Jin, namun secepat kilat Jin menghindarinya sambil terkekeh pelan sementara Woohyun Oppa hanya berdecak sebal dengan ulah Jin itu.

“aku mandi duluan Sohyun-ah,” ucapnya lagi kepadaku sebelum akhirnya ia masuk kedalam kamarnya untuk mandi.

“kau juga mandi sana! pakai kamar mandi dikamar Sunggyu Hyung saja,” saran Woohyun Oppa kepadaku. aku melihat Sunggyu Oppa juga menganggukan kepalanya mengiyakan saran Woohyun Oppa.

“baiklah,” ucapku, lalu segera berjalan kerah kamar Jin untuk mengambil bajunya.

“ahyaa…kalian ingin makan malam apa? biar aku pesan sekarang,” Tanya Sunggyu Oppa sebelum aku masuk kekamar Jin.

“Jjajangmyeon….” Jawab Woohyun Oppa yang sekarang sedang berjalan menuju dapur. mungkin ia haus pasca berdebat denganku tadi.

“kau Sohyun?” Sunggyu Oppa menatapku.

“nado oppa,” jawabku.

“baiklah…..sama’kan saja semuanya. malam ini kita makan jjajangmyeon,” Sunggyu Oppa memencet beberapa tombol angka diponselnya. Aku’pun segera masuk kedalam kamar Jin hanya untuk mengambil baju lalu pergi mandi, aku benar-benar sudah gerah memakai seragam ini.

Aku tidak melihat Jin didalam. dia pasti sedang mandi karena sudah terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Kamar ini terlihat sangat sederhana, hanya terdapat satu pintu menuju balkon, satu tempat tidur, satu sofa yang sukup panjang, satu buah lemari dua pintu dan satu buah meja belajar yang diatasnya terdapat beberapa buku dan laptop hitam milik Jin. Sebenarnya ini bukan kamar Jin, dia’kan memang tidak tinggal disini, Sunggyu Oppa memang sengaja membeli Alpartemen dengan dua kamar untuk persiapan kalau-kalau ada yang ingin menginap disini, contohnya seperti sekarang.

Aku membuka lemari baju yang terletak tak jauh dari sisi kiri pintu kamar mandi. didalamnya hanya terdapat beberapa potong baju dan celana santai milik Jin yang memang sengaja ia bawa selama menginap disini. Setelah melihat-lihat isi lemarinya akhirnya pilihanku jatuh pada piyama warna biru milik Jin, aku yakin piyama ini akan Nampak kebesaran jika aku yang memakainya, tapi apa boleh buat setidaknya ini jauh lebih baik dibandingan aku harus tidur dengan seragam sekolah ini. Aku menutup kembali pintu lemari dan melangkahkan kaki ku keluar dari kamar Jin untuk pergi mandi dikamar mandi yang ada dikamar Sunggyu Oppa.

***

Author pov

“Cha….makanlah!” Jin meletakkan mangkuk jjajangmyeon yang sudah diaduk rata olehnya ke depan sohyun. Sekarang mereka berempat sudah duduk dimeja ruang tengah dan siap untuk menyantap makan malam mereka.

“Gomawo….” Sohyun tersenyum manis kearah Jin yang duduk disampingnya.

“Yya…Jin aduk punyaku juga! kau tidak lihat tangan Hyungmu ini?” ucap Sunggyu. Jin mendesis sebal dengan tingkah Hyungnya itu, dia selalu saja menjadikan tangan kananya yang berbalut gips itu sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa, dasar malas! tapi mau tidak mau Jin tetap saja mengambil jjajangmyeon milik Hyungnya itu dan mengaduknya.

“Oppa…apa Oppa sudah bisa makan menggunakan tangan kiri?” Tanya Sohyun yang melihat kondisi tangan kanan Sunggyu.

“hoh….lumayanlah, tapi masih tidak bisa menggunakan sumpit,” jawab Sunggyu, lalu mengambil mangkuk jjajangmyeon yang baru saja diberikan Jin.

“sudah…sudah, cepat makan!” sambar Woohyun yang memang sudah memakan jjajangmyeon miliknya terlebih dahulu.

“ne Oppa…..selamat makan,” Sohyun mulai menyantap jjajangmyeon-nya begitu juga dengan Sunggyu dan Jin.

Untuk beberapa saat mereka hanya fokus mengunyah makananya, sampai akhirnya Woohyun kembali memulai obrolan ditengah-tengah keasikan mereka menyantap jjajangmyeon.

“Jin-ah, kapan kau kembali kerumah?” Tanya Woohyun.

“mungkin lusa,” jawab Jin disela-sela keasikannya mengunyah makanannya.

“ahhh, baguslah….berarti mulai hari senin besok Sohyun akan berangkat sekolah bersamamu lagi dan tidak akan membuatku terlambat lagi sampai ke kampus,” Sindir Woohyun untuk adiknya itu. tapi tentu saja Woohyun hanya bercanda.

“oppaaaa…” Sohyun mencibir sebal kearah Oppanya itu. sementara Woohyun hanya mengeluarkan kata ‘wae’ tanpa suara kepada Sohyun lalu tersenyum jahil.

“ahya…Yimo dan Samchon akan kembali lusa kan?” Tanya Sohyun.

“ne, tapi hanya Abeoji, Eomma masih harus merawat Harabeoji disana,” jawab Sunggyu.

“ahhh geure, padahal aku sudah merindukan masakan Yimo,”

Sohyun memang sangat dekat dengan ibunya Jin. jika dirumahnya sedang tidak ada makanan Sohyun pasti akan datang kerumah Jin dan menumpang makan disana, dan tentu saja ibunya Jin akan dengan senang hati memasakan Sohyun makanan yang enak-enak, karena ibunya Jin memang sudah menganggap Sohyun seperti putri kandungnya sendiri. apalagi kalau dilihat dari kesibukan kedua orangtua Sohyun yang selalu sibuk berkerja dan itu membuat Sohyun menjadi sering bermain kerumah Jin walaupun Jin sedang tidak ada dirumah, Sohyun datang kesana memang ingin bertemu ibunya Jin sekedar untuk mengobrol atau belajar memasak. Tapi itu bukan berarti Sohyun tidak dekat dengan kedua orangtua kandungnya sendiri. Sohyun juga pasti akan menghabiskan waktu akhir pekannya bersama Eomma dan Appanya.

“aigooo….sohyun-ah, makanmu selalu saja berantakan,” Jin berdecak sebal ketika melihat noda saus yang ada disudut kiri bibir Sohyun, lalu dengan segera ia menyekanya dengan ibu jari tangannya, membuat saus berwarna hitam itu berpindah tempat dari sudut bibir Sohyun ke ibu jarinya dan tanpa jijik Jin malah menjilat saus di ibu jarinya itu dan membuat ibu jarinya bersih seketika.

“Eyyyyyyyyyyyyyy……!” koor Sunggyu dan Woohyun bersamaan ketika melihat pristiwa itu dan langsung membuat Sohyun dan Jin memandang kakak mereka bingung. Karena menurut mereka itu perlakuan biasa antar sahabat bukan? Jin memang selalu melakukan itu jika Sohyun meninggalkan serpihan makanan atau noda saus dikedua sudut bibirnya dan Sohyun pun sama sekali tidak risih dengan hal itu. mungkin itu sudah menjadi suatu kebiasaan bagi mereka berdua atau mungkin suatu kebutuhan?

“apa kalian berdua pacaran?” Tanya Sunggyu polos. Sohyun yang mendengar itu langsung tersedak jjajangmyeon yang sedang ia kunyah dan dengan sigap Jin memberikan segelas air putih dan tidak lupa menepuk-nepuk pelan punggung Sohyun.

“yaaa oppa, apa yang oppa bicarakan? Aku dan Jin pacaran? Maldo andwae…!” ucap Sohyun setelah ia berhasil mengatasi tersedaknya. Yeoja itu tidak bisa menahan tawa ketika Sunggyu mengeluarkan pertanyaan yang menurut Sohyun konyol itu. pacaran dengan Jin? maldo andwae….bahkan tak sekalipun terlintas dipikiran Sohyun untuk menjadikan Jin namjachingunya. mereka sudah bersahabat sejak kecil dan memang sangat dekat. namun Sohyun tidak pernah memandang Jin sebagai seorang namja dimata seorang yeoja. walaupun Sohyun sangat menyayangi Jin tapi itu bukan rasa sayang seorang yeoja untuk seorang namja. itu hanya sekedar rasa sayang seorang sahabat untuk sahabatnya….. ‘mungkin’.

“Oppa aku dan Jin sudah mengenal sejak kecil dan aku hanya menganggapnya sahabatku. bahkan tak sekalipun aku melihat Jin sebagai seorang namja dimataku. kami sudah sangat nyaman seperti ini. kau juga merasa seperti itu’kan Jin?” Tanya Sohyun. ia tersenyum manis kearah Jin yang memang sedang menatapnya. namun ada yang berbeda dari tatapan Jin kali ini, Jin menatap sohyun dengan tatapan kosong seolah-olah dia sedang memikirkan atau mencerna sesuatu dipikiranya dan raut wajahnya pun menjadi berbeda dengan yang semula.

“Jin-ah?” panggil sohyun lagi metika Jin hanya menatapnya tanpa merespon pertanyaannya tadi.

“eoh…eo..n..ne..” ucap Jin akhirnya. “Hanya sahabat, Tidak Lebih..!” lanjut Jin dan sedikit menekankan intonasi suaranya pada dua kata terakhir. Jin tersenyum kaku kearah sohyun lalu menghelan nafasnya pelan. entah apa yang sekarang ada dipikiran Jin sehingga membuatnya menjadi tidak bersemangat seperti ini. Sohyun dan Sunggyu tidak memperhatikan perubahan raut wajah Jin, sementara Woohyun yang memang duduk berhadapan dengan Jin dapat dengan jelas melihat perubahan raut wajah Jin. Woohyun ikut menghelan nafasnya pelan seolah-olah ia tahu apa yang dirasakan dan dipikirkan Jin saat ini.

“dengar’kan oppa? Aku dan Jin tidak mungkin pacaran,”

“araso…araso, oppa percaya kalian. Geunde apa kalian sudah punya pacar?” Tanya Sunggyu lagi memandang Sohyun dan Jin bergantian .

“Opso….hemmmm,” jawab Sohyun. ia menghelan nafasnya pelan dan memanyunkan bibirnya sebal mengingat sampai sekarang belum pernah sekalipun Sohyun berpacaran. sebenarnya dia merasa iri dengan teman-teman yeojanya yang sudah memiliki namjachingu dan ia pun tidak mengerti kenapa sampai sekarang ia belum bisa mendapatkan namjachingu.

sebenarnya sohyun gadis yang cantik dan manis dengan mata bulat jernihnya, bibir mungilnya, kulit putih susunya dan dengan karakternya yang selalu terlihat ceria tentu saja Sohyun sudah menjadi incaran para namja tampan. Dan sebenarnya Sohyun sudah beberapa kali dekat dengan beberapa namja, namun itu semua tidak berlangsung lama, mereka selalu menjauh dengan sendirinya. entah itu si namja yang tiba-tiba menghilang atau sebaliknya, Sohyun yang tiba-tiba menjauh dari si namja dengan alasan dia tidak merasa nyaman dengan namja itu.

“geokjongma….” Sunggyu mengacak poni rambut Sohyun gemas. “bagaimana kalau kita pacaran saja Sohyun-ah? Oppa dengan senang hati mau menjadi namjachingumu,” Sunggyu tersenyum jahil kearah Sohyun. Sohyun yang mendengar ucapan Sunggyu itu terkekeh pelan. dia tahu Sunggyu hanya bercanda, karena Sohyun sudah sangat mengenal namja bermata sipit yang duduk dihadapannya ini. dia tahu betul Sunggyu sudah menganggapnya sebagai adik perempuanya sendiri.

“geure…..sepertinya menarik,” balas Sohyun, dia juga sedang bercanda sekarang.

“ANDWAEEEEEEEE…!” seru Woohyun dan Jin bersamaan.

“wae?” Sunggyu menatap Woohyun dan Jin bergantian.

“aku tidak mau keponakanku nanti memiliki mata sipit, perut buncit dan sifat pemalas darimu Hyung. Aigooo, membayangkanya saja sudah membuatku menggidik,” jawab Woohyun. dia memandang Sunggyu sambil menggidik. Sunggyu mendesis sebal kearah Woohyun yang duduk disampingnya itu.

“YYA…..!” Sunggyu menjitak kepala Woohyun cukup keras dan membuat Woohyun langsung ber ‘aaaa’ ria sambil memegang kepalanya yang baru mendapatkan jitakkan dari Sunggyu.

“memangnya apa yang salah dari mata sipit dan perut buncit Sunggyu oppa? Menurutku itu sangat lucu. aku menyukainya,” Bela Sohyun.

“aigoooo…dengar itu! Sohyun ini benar. kau memang adik Oppa yang termanis Sohyun-ah,” Sunggyu mencubit gemas pipi chubby Sohyun yang membuat yeoja itu tersenyum malu. Woohyun kembali menggidik melihat tingkah Sunggyu dengan adiknya itu. sementara Jin hanya memberikan wajah datarnya untuk pemandangan yang ia lihat sekarang.

“Yya….Jin kenapa kau juga bilang andwae tadi? kau cemburu, eoh?” Sunggyu mengarahkan pandanganya kepada Jin, Sohyun dan Woohyun juga ikut melihat kearah Jin menantikan jawaban dari-nya.

“Ani…!” jawab Jin terdengar sedikit dingin. “Aku hanya tidak ingin memiliki kakak ipar seperti Sohyun,” Lanjutnya dengan wajah datarnya dan membuat Sohyun berdecak sebal dan sudah siap menjitak Jin dengan tanganya, namun dengan cepat Jin memegang bergelangan tangan Sohyun untuk menghentikannya sebelum yeoja itu sempat mendaratkan pukulan dikepalanya.

“aku sudah selesai..!” Ucap Jin lagi. ia melepas tangan Sohyun yang ada digenggaman-nya lalu bangkit berdiri.

“eoh….eoddiga?” Tanya Sohyun bingung ketika melihat Jin sudah bangkit berdiri, bahkan jjajangmyeonnya belum ia habiskan.

Jin tidak menjawab pertanyaan Sohyun. Namja itu langsung saja masuk kedalam kamarnya tanpa memperdulikan tatapan bingung dari Sohyun, Sunggyu dan juga Woohyun.

“mwoya…..” guman Sunggyu bingung.

“ahh sudahlah, aku juga sudah kenyang,” Woohyun menggeser mangkuk jjajangmyeon miliknya yang memang sudah hampir habis itu.

“Nado…” timpal Sunggyu, yang memang sudah menghabiskan jjajangmyeon miliknya.

“biar aku yang rapikan, kalian duduk saja!” ucap Sohyun lalu segera menumpuk mangkuk-mangkuk jjajangmyeon dan membawanya kedapur. Sementara Sunggyu dan Woohyun sudah duduk santai disofa.

“Hyung, apa Hyung merasa Jin bersikap aneh?” Tanya Woohyun. Sunggyu yang baru saja menyalahkan televisi langsung menoleh melihat Woohyun.

“eoh….mungkin dia hanya sedang merindukan Eomma-nya. jangan dipikirkan, nanti juga dia akan bersikap seperti biasa lagi,” Jawab Sunggyu. Woohyun menganggukan kepalanya tanda mengerti, namun dahinya masih saja berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.

Kim Seokjin Pov

Aku menutup pintu kamar pelan dan melangkahkan kedua kakiku menuju balkon. menatap cahaya-cahaya lampu diluar sana, namun pandanganku kosong dan pikiranku seolah-olah terpaku oleh ucapan Sohyun diruang tengah tadi. Baginya aku hanya seorang sahabat, tidak lebih..! bahkan tak sekalipun Sohyun melihatku sebagai seorang namja dimatanya. Aku menghembuskan napasku kasar mencoba menenangkan pikiranku. entah apa yang aku rasakan ini, mendengar ucapan Sohyun tadi membuat hatiku terluka dan itu membuatku menyadari posisiku dihati dan mata Sohyun. Nam Sohyun, yeoja yang sangat aku cintai itu hanya menganggap dan memandangku sebagai seorang sahabat, bukankah itu sangat ironis? Aku tersenyum miris menerima kenyataan ini.

Sadarlahh kim Seokjin, Sohyun tidak akan pernah melihatmu sebagai seorang namja dimatanya! sejak awal kami memang hanya bersahabat dan sampai kapan pun kami tetap akan menjadi sahabat, Tidak akan lebih..! teruslah seperti ini. setidaknya aku sudah cukup bahagia bisa menjadi sahabatnya dan selalu berada disampingnya, menjaganya sampai saat ini. bukankah seperti itu?

“pabo…” lirihku untuk diriku sendiri.

“pabo? nugu?” aku tersentak kaget ketika mendengar suara Sohyun dibelakangku. Dan membuatku langsung menghadapkan diriku kearahnya. yeoja itu berdiri tak jauh dariku, dia membawa satu mangkuk kaca berisikan buah ditanganya.

“Jin-ah neo gwenchana? Neo appo?” tanyanya, dia meletaknya mangkuk buah itu diatas meja dan berjalan mendekat kearahku. “neo appo?” ucapnya lagi. sekarang dia meraba keningku dan menatapku cemas. Aku tahu dia pasti bingung dengan sikapku tadi. mianhae Sohyun-ah aku membuatmu cemas dengan sikapku tadi.

“gwenchana, geokjongma,” Ucapku. aku tersenyum manis kearahnya untuk meyakinkan aku memang baik-baik saja.

“jincaa? Tapi kau terlihat aneh, waeyo?” tanyanya lagi. dia masih menatapku cemas. Aku tersenyum simpul dan melangkakkan kakiku untuk duduk dikursi yang ada dibalkon, dia mengikutiku dan duduk di kursi sisi satunya, jarak kami hanya dipisahkan oleh meja bulat kecil.

“geokjongma, aku benar-benar baik sekarang,” Sohyun memanyunkan bibirnya dan mengangguk mengerti. sepertinya dia sudah percaya kalau aku baik-baik saja.

“geure….kalau begitu makan buah ini,” dia menyodorkan potongan buah apel kearah mulutku. mulutnya sendiri terbuka sambil menyerukan kata ‘aaa’ layaknya seperti sedang menyuapi anak kecil. Aku tersenyum simpul melihat tingkahnya itu dan segera menyuap sodoran buah apel darinya.

“eotte? Maniskan?” tanyanya. aku hanya mengangguk menjawabnya dan ia pun langsung mengambil potongan buah apel dan memasukan kedalam mulutnya sendiri.

~Dddrrtt…dddrrtt~

aku melihat ponsel milik Sohyun yang memang dia letakkan diatas meja bergetar dan dia pun langsung mengambilnya dan melihat sesuatu yang menyebabkan ponselnya itu bergetar. sepertinya itu sebuah kiriman kakaotalk miliknya.

“HUAAAAAAAAA…..” Mwoya,,,kenapa dia menjerit seperti itu? membuatku kaget saja!

“Yya….kau membuatku kaget! Wae?” tanyaku.

“Jin-ah, Na Rim Na rim…..huaaaaaaaa,” Sohyun memandangku histeris. dia baru saja menyebutkan nama salah satu teman yeoja kami di sekolah.

“wae? dia kenapa?” Tanyaku sedikit penasaran sekarang.

“Na rim baru saja mendapatkan first kiss-nya bersama Sungyeol oppa tadi. huaaaa daebakk!” serunya. ia menunjukan layar ponselnya kearahku, yang menampakan foto yeoja bermata sipit sedang memanyunkan bibirnya. Cih……apa semua yeoja selalu seperti ini?

“lalu…?” responku menanggapi kehisterisan Sohyun.

“Yya, bukankah itu sangat manis? Na rim mendapatkan first kiss-nya bersama namja yang dia cintai. Ahh, aku juga ingin merasakannya,” Aku melihat mata Sohyun berbinar-binar sekarang, huaaa yeoja memang aneh.

“geundae, apa harus selalu untuk seseorang yang kita cintai? bukannya Woohyun hyung sering melakukanya padamu saat kecil dulu?” tanyaku sejadinya.

“eyyy…untuk aku dan Woohyun Oppa itu suatu hal yang berbeda. lagipula itukan saat kami masih kecil,” Jawab sohyun. aku melihatnya mencibir kearahku. “Geurom……tentu saja kita harus memberikan first kiss kepada seseorang yang kita cintai. emmm seperti namjachingu atau yeojachingu. Kamu tahu Jin-ah? bagi seorang yeoja first kiss itu sangat penting dan hanya akan terjadi satu kali. oleh sebab itu aku pasti akan memberikannya pada namja yang benar-benar aku cintai nanti! Ahhh,” Aku menghelan napas pelan mendengar penuturan Sohyun. yeoja ini sekarang sedang menerawang cahaya-cahaya lampu dengan senyum nya yang mengembang.

Untuk namja yang kau cintai? dan itu pasti bukan aku’kan Nam Sohyun? Aku memandang sayu kearah gadis yang duduk disampingku ini.

“dan untuk kau Jin, kau juga harus memastikan memberikan first kiss milikmu kepada yeoja yang benar-benar kau cintai dan pastikan dia akan menjadi yeojachingumu, araso..!” ucapnya lagi. dia memandangku sekarang dan aku hanya bisa tersenyum miris mendengarnya. cih…. yeoja yang aku cintai itu kau Nam sohyun! apakah aku masih bisa memberikan first kiss milikku dan mengambil first kiss milikmu? Aku rasa itu sulit! karena pada kenyataannya aku tidak akan pernah menjadi namja yang kau cintai Sohyun-ah, menyedihkan bukan?

“aku sama sekali tidak tertarik,” Ucapku akhirnya. lagi-lagi dia mencibir mendengar jawabanku.

“cham…memangnya seperti apa tipe yeoja yang kau inginkan?” tanya Sohyun, mengganti topik tentang first kiss tadi. aku memasang wajah bepikirku didepannya.

“ahh biarku tebak dulu. aku tahu kau tidak akan mengencani yeoja seperti aku’kan? Karena untuk menjadi kakak iparmu saja kau tidak mau, apalagi yeojachingu, geutchi? Menyebalkan….!” Sohyun mendesis sebal.

Kau salah sohyun-ah, aku memang tidak ingin menjadikanmu kakak iparku karena aku mencintaimu sebagai seorang yeoja dimataku.

“padahal aku ingin mencari namja seperti mu atau seperti Oppa nanti,” Ucapnya lagi. Aku sedikit terkejut mendengarnya, Sohyun ingin mencari namja sepertiku, jincaa?

“sepertiku? waeyo?” tanya ku penasaran.

“emmm….. geunyang aku merasa kau namja terbaik yang aku kenal. kau sama seperti Woohyun Oppa yang akan selalu ada saat aku sedang bahagia maupun sedih, kau selalu menjagaku dengan baik sampai saat ini, selalu mengalah walaupun sebenarnya aku yang salah dan kamu selalu bisa membuatku merasa sangat nyaman jika sedang bersamamu. Aku harap aku bisa menemukan namja seperti mu untuk menjadi pendampingku nanti,” Aku tersenyum kecil mendengar penuturan Sohyun tentang sosokku dimatanya, benarkah selama ini dia merasa seperti itu jika bersamaku?

Namun aku segera tersadar dari kebahagianku ketika kata-kata Sohyun diruang tengah tadi kembali mengusik pikiranku. Yya Kim Seokjin sadarlah Sohyun hanya mengganggapmu sahabatnya, tidak lebih..!!!

“jadi seperti apa yeoja impianmu?” tanyanya membuatku tersadar dari lamunanku.

“hemmmm….entahlah, aku tidak pernah memikirkannya,” Jawabku. Aku menginginkan yeoja sepertimu Sohyun-ah, apa kamu tidak bisa merasakannya?

“eissh…..kau ini,” dia mendesis sebal lagi. “geure, Yeoja seperti apapun yang akan kau kencani nanti pastikan dia adalah yeoja yang benar-benar kau cintai Jin-ah. dan dia harus seorang yeoja yang baik dan tentu saja harus bisa membuatmu bahagia, araso!”

Bagaimana aku bisa mengencani yeoja lain jika yeoja yang bisa membuatku bahagia hanya kau Sohyun-ah? Aku menghembuskan nafasku berat.

“ahya satu lagi, jangan pernah mengencani yeoja seperti Shin Minah..!!!” Sohyun memperingatkan aku lagi akan hal itu. aku melihat dia menggidik ngeri ketika menyebutkan yeoja bernama Shin Minah.

“araso araso! tanpa kau memperingati pun aku memang tidak akan pernah melirik yeoja berwajah palsu seperti Shin Minah itu,” aku pun jadi ikut menggidik menyebut nama yeoja itu. sebenarnya Minah itu sangat cantik, bahkan hampir seperti Barbie. namun sayang semua itu palsu. entah sudah berapa kali yeoja itu mengoperasi wajahnya. ditambah lagi dengan sikapnya yang selalu kegenitan jika bersama namja. Sungguh aku tidak menyukai yeoja seperti itu!

“baguslah, aku mempercayaimu. Dan ada satu hal lagi yang mau aku beritahu pada mu,” Sohyun menatapku serius sekarang. apa yang mau yeoja ini beritahu sebenarnya? Kenapa tatapannya menjadi serius seperti ini.

“mwonde?” tanyaku penasaran.

“jika nanti diantara kita sudah memiliki namjachingu atau yeojachingu, entah itu kau atau aku terlebih dahulu, aku berharap hubungan kita tidak akan pernah berubah. tetaplah seperti ini, seperti sekarang. tetaplah menjadi sahabatku, jangan pernah kau meninggalkanku atau melupakanku. Jika kau melakukannya aku benar-benar tidak akan mau mengenalmu lagi Jin-ah! Jadi berjanjilah, kau harus selalu berada disampingku. walaupun nanti kau sudah memiliki yeojachingu, jangan pernah meninggalkanku ne?” tutur Sohyun panjang dan membuatku ikut menatapnya serius sekarang.

“bagaimana denganmu?” aku balik bertanya.

“naega? Tentu saja aku tidak akan pernah melupakan dan meninggalkan mu! walaupun nanti aku sudah memiliki namjachingu aku berjanji tidak akan meninggalkan mu Jin-ah. kau juga mau berjanjikan untuk tidak meninggalkanku? Janji?” Sohyun mengulurkan jari kelingkingnya kearahku.

“ne aku berjanji sohyun-ah, aku tidak akan meninggalkanmu, janji!” ucapku akhirnya lalu segera mengulurkan jari kelingkingku dan mengaitkan-nya kejari kelingking Sohyun.

“gomawo..” ucapnya. dia tersenyum manis kearahku, senyum yang selalu bisa membuatku ikut tersenyum. “baiklah….aku sudah mengantuk, aku tidur yaa,” ucapnya lagi. aku melihatnya sedang menguap sekarang.

“ne, tidurlah! tidur ditempat tidur saja biar aku tidur di sofa nanti,” Ucapku ketika Sohyun sudah bangkit berdiri.

“araso…..selamat malam Jin-ah,” Ucapnya lalu berjalan masuk kedalam.

“selamat malam..” balasku memandang punggung Sohyun yang sekarang sudah berada didalam kamar meninggalkanku di balkon.

Aku tersenyum simpul mengingat janji yang kami ucapkan tadi. walaupun sebenarnya hal itu semakin memperjelas posisiku dihati sohyun. yaa selamanya aku memang akan tetap menjadi sahabatnya. namun aku sudah merasa bahagia ketika dia memintaku untuk tetap berada disamping.

Tanpa harus membuat janji itu pun aku memang akan tetap berada disampingmu Sohyun-ah! apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena yang aku butuhkan didunia ini hanya kau! Aku hanya akan pergi jika kau yang memintaku untuk pergi nanti dan aku berharap hal itu tidak akan pernah terjadi.

Aku membutuhkanmu, karena aku mencintaimu Nam sohyun…!!!

***

Author pov

“kenapa tidak jadi masuk?” tanya Sunggyu ketika melihat Woohyun kembali menutup pelan pintu kamar Jin. Woohyun memang berniat menemui Sohyun dikamar Jin, namun baru membuka pintu itu sedikit Woohyun sudah menutupnya kembali dengan sangat perlahan-lahan dan wajahnya terlihat seperti orang terkejut sekarang.

“Yya….kenapa sekarang kau malah melamun, eoh?” tegur Sunggyu ketika melihat Woohyun tidak menjawab pertanyaannya dan malah memasang wajah terkejutnya itu. memangnya apa yang ia lihat?

“eoh? Ahh geunyang, mereka sudah tidur. aku tidak mau mengganggunya,” Ucap Woohyun akhirnya, dahinya masih saja berkerut.

“ahhh geure. aku juga sudah ngantuk, ayo tidur,” Sunggyu mematikan telivisi dan segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri. Meninggalkan Woohyun yang masih berdiri mematung didepan pintu kamar Jin. wajahnya masih berkerut namun lama-kelamaan kedua sudut bibirnya membentuk suatu senyuman. entah apa yang dia liat dikamar Jin sehingga Woohyun bersikap seperti itu.

“pabo…” gumannya pelan memandang pintu kamar Jin sebentar lalu segera melangkakkan kakinya menyusul Sunggyu yang sudah masuk kekamar.

TBC

Maaf yaa kalau part ini kepanjangan dan kalian bosen bacanya *bow*

Maaf kalau typo bertebaran dimana-mana.heheheh

aku tunggu keritik dan sarannya yaa ^_^

Comment Juseyoooo…..!!!

About fanfictionside

just me

13 thoughts on “FF/ I NEED YOU…!!!/ BTS-BANGTAN/pt. 2

  1. waduh penasaran akang wuhyeon liat apaan >.<
    koreksi ya, ada beberapa kata yg gak pas pemakaiannya tp bisa dikesampingkan, cuma satu kata ini yg jelas gak enak banget dibaca 'permintamaaf-pan'. Harusnya 'permintaan maaf' itu yg bener dlm tata bahasa. Saran aja buat lain kali lebih diperhatikan penulisan/penggunaan kata dan bahasanya.
    Itu aja, maaf klo kurang berkenan.

    • Yapp, aku jg emng merasa aku lemah dipermainan kata dan bahasa…huhu..
      Oke deh buat selanjutnya aku coba perbaiki.Gomawo jeongmal buat koreksinya yaa….aku memang membutuhkan itu.hehehe.. *BowBrngJin* >_<

    • Penasaran yaa? Aku juga.kekkekek…
      Oke deh, chap selanjutnya dh aku kirim kok, tinggal nunggu giliran di post aj.heheh…

      Gomawo ne dh bersedia baca *bowBrngSuga* >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s