FF/ WELCOME TO MY WORLD, SISTER/ BTS-BANGTAN/ Pt. 2


Tittle : Welcome to My World, Sister

 

Author : @Cathclaca

 

Genre : Family , School , Romance

 

Rating : G (General)

 

Length : Chapter

 

Disclaimer : semua tokoh di ff ini milik Tuhan dan karakter fiktifnya adalah khayalan author semata.. cerita ini juga murni karangan dan khayalan author…

 

Cast : BTS Member

Kim Sera

 

Credit poster : echaminswag~ by http://cafeposterart.wordpress.com

 

 welcome-to-my-world-sister-poster-by-echaminswag

 

 

 

 

 

 

Welcome to My World, Sister

2

Author POV

Sera meneguk segelas kopi hangat yang dibuatkan sahabatnya, Amy. “What’s wrong Sera? Your expression is not good since yesterday. Tell me what happen with you?”, tanya Amy sambil duduk di depan Sera.

“I’m okay Amy..”, jawab Sera sambil tersenyum kecil. Amy melihatnya dengan tatapan tak percaya. “Seriously Amy… I’m okay”, ucap Sera meyakinkan sahabatnya itu. Amy hanya mengedikkan bahunya dan segera meninggalkan Sera karena ponsel yang terus berdering.

Sera menghela napasnya berat selepas kepergian Amy. Sahabatnya benar, dirinya sedang tak baik. Bukan, bukan masalah sakitnya sedang kambuh. Tapi karena ia tak bisa melihat showcase BTS. Ini semua bermula dari tugas susulan yang ia kirimkan ke Lee Saem. Lee Saem sangat tertarik dengan foto yang dikirimkan Sera dan meminta Sera untuk mewakili SOPA untuk photoshoot sebuah majalah di USA. Jadilah saat ini ia berada di apartemen sahabatnya sejak ia tinggal di USA. Ia sangat senang karena bisa menjadi model. Tapi, ia jadi tak bisa menikmati showcase oppanya.

Sebuah pesan masuk ke ponselnya, dari manager BTS. ‘Sera-ssi, Namjoon memintaku untuk menanyakan keadaanmu.. dan saat ini ia sedang rehearsal..’. kebiasaan baru Namjoon. Ia akan terus memantau kondisi Sera. Tapi, lebih sering meminta managernya atau Jungkook untuk menanyakan kabarnya. Namjoon terlalu sibuk atau mungkin ia takut dibilang over protektif terhadap Sera. Sera akhirnya memilih menelpon dibanding harus membalas pesan itu. tak peduli dengan pulsa yang akan terkuras.

“Oppa… apa mereka masih rehearsal?”, tanya Sera begitu telponnya tersambung.

“…”

“Ahh… begitu.. aku akan telpon 15 menit lagi.. tolong katakan pada Joon oppa kalau aku akan menelpon”, ucapnya dan hendak memutus sambungan. Tapi tampaknya suara sang manager berganti dengan suara orang lain.

“Kim Sera?”, ucap orang tersebut. Sera mengernyitkan keningnya, “Son sunbae? Ada apa sunbae?”. Ya, itu adalah suara Son Seung Deuk.

Sera mendengarkan apa yang dikatakan sunbaenya itu. Dan setelah selesai, Sera segera memutus sambungan dan menuju ke kamar Amy untuk bersiap.

***

Member BTS berkeringat semua. Wajar saja, siapa yang tak berkeringat jika pagi-pagi harus rehearsal dengan semangatnya. Ini semua mereka lakukan demi ARMY tercinta.

Saat ini, mereka sedang beristirahat dan beberapa member sudah dalam proses make up (?). Namjoon menghampiri managernya, “Bagaimana hyung?”. “Sera tadi menelpon dan bilang kalau ia baik-baik saja.”. “Apa ia akan pulang hari ini?”, tanya Namjoon. Managernya hanya mengedikkan bahunya tanda tak tahu.

“Biasanya photoshoot seperti itu akan dilakukan lebih dari 3 hari hyung. Itu kalau mereka mengambil banyak gambar. Paling cepat sih 2 hari.. mungkin besok nuna sudah akan pulang”, ucap Jungkook yang tiba-tiba saja datang.

Namjoon menganggukkan kepalanya. Ia sangat khawatir dengan keadaan sepupunya itu. Ini adalah kali pertama Sera pergi sendiri ke luar negeri tanpa ada keluarga terdekatnya. Jelas saja Namjoon hampir mati khawatir.

“Sera akan baik-baik saja Namjoon..”, ucap Jin menenangkan leader BTS itu. “Namjoon-ssi, waktunya kau bersiap juga…”, ucap seorang hair stylist mereka.

***

“Amy…”, Sera memelas. Amy hanya mendengus kesal. Pasalnya, saat ini mereka sedang di bandara San Fransisco menunggu pesawat yang akan membawa Sera kembali ke Seoul. Ya, secara mendadak Son Seung Deuk meminta Sera untuk segera ke Seoul apabila pemotretannya selesai. Dan memang pemotretan Sera dirampungkan dalam waktu 1 hari saja. Sera hanya mengambil jatah refreshing yang diberikan SOPA.

“Its okay Sera… this your job… you must follow the rule”, ucap Amy tersenyum kecil. Amy sudah maklum apabila Sera mendadak kembali ke Seoul dari jadwal yang sudah ia buat.

Terdengar pengumuman penerbangan ke Seoul yang akan take off 20 menit lagi. Sera memeluk Amy dan mengucapkan selamat tinggal pada sahabatnya itu.

Di dalam pesawat, Sera memanfaatkan waktu berharganya dengan tidur.

***

09.00 p.m.

Sera tiba di Incheon setelah menempuh 13 jam perjalanan. Perjalanan tercepat yang pernah ia lalui selama ini. Sera dikejar waktu agar bisa bertemu dengan seseorang yang memegang peranan penting di Big Hit. Tak peduli dengan jet-lag yang sebentar lagi akan menyerangnya.

Setelah menyebutkan alamat tujuannya, Sera segera menelpon Bang Si Hyuk. “Ne sajangnim, saya sedang perjalanan ke sana.”. “Kau langsung dari bandara?”. “Ne sajangnim.. saya takut tak akan sempat jika mampir-mampir dulu”, jelas Sera. Sera mendengarkan perkataan Bang Si Hyuk dengan seksama.

“Sudah sampai agasshi”, ucap sang supir taksi. Sera membayar ongkos taksi dan segera masuk ke dalam gedung. “Eonni… aku titip koperku ne..”, ucap Sera pada resepsionis saat ia tiba di lobby.

Sera berjalan perlahan menuju ke ruangan Bang Si Hyuk.

“Masuk Sera…”, ucap Bang Si Hyuk. Sera segera duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Bang Si Hyuk mengambil sebuah map dan meletakkannya di hadapan Sera.

“Apa ini sajangnim?”, tanya Sera. “Kau sudah dengar kan dari Son Seung Deuk? Ia membutuhkanmu untuk mendampingi BTS selama mereka comeback untuk album terbaru mereka. comeback kali ini cukup membuat mereka semua bekerja keras dan hampir 60% koreo mereka kau yang membuat dan kau cukup bisa mengimbangi cara Son Seung Deuk memberi arahan pada member”, ucap Bang Si Hyuk.

Sera mengangguk dan bertanya, “Lalu.. ini dokumen apa sajangnim?”.

“Ada surat keterangan yang harus kau berikan ke SOPA untuk memberikanmu izin selama kau mendampingi comeback stage BTS. Hanya saat mereka tampil di acara musik. Aku yakin kau tetap bisa mengimbangi kegiatan sekolahmu dan kegiatan baru ini. Setelah mereka selesai comeback, kau boleh melanjutkan aktivitas sekolah lagi.”, Bang Si Hyuk menikmati teh hangat miliknya lalu melanjutkan perkataannya.

“Sisa dokumennya, adalah data statistik member BTS. Hanya sebagai pegangan kalau-kalau kau membutuhkannya”.

Sera mengangguk, “Baiklah sajangnim.. saya akan menelaah dokumen ini nanti setelah sampai di dorm.” Bang Si Hyuk menganggukkan kepalanya dan mempersilakan Sera untuk pulang.

***

Sera segera masuk ke dorm BTS dan menuju ke kamarnya. Ia biarkan kopernya berdiri kokoh di dekat rak sepatu di depan pintu. Badannya terlalu lelah untuk mengangkat koper berukuran sedang miliknya itu. jet-lag sudah benar-benar menyerangnya. Sebelum ia benar-benar memejamkan matanya, ia masih sempat menegak sebuah vitamin yang rutin ia minum sebelum ia tidur. Dan setelah pil itu melewati kerongkongannya, Sera segera terbaring dan tidur.

4 jam setelah Sera tiba di dorm BTS, para member BTS tiba di dorm. Hari yang cukup melelahkan bagi mereka. terhitung hampir 24 jam mereka menjalani schedule mereka hari ini. Dan mereka hanya mendapat jatah ‘free’ sehari dan hari Kamis lusa mereka harus sudah bersiap untuk comeback stage mereka di Mnet.

“Ya.. Namjoon-a.. bukankah ini koper milik Sera?”, tanya J-Hope yang menyadari akan sebuah koper yang dibiarkan berdiri di dekat rak sepatu.

“Dia sudah pulang?”, gumam Namjoon dan segera menuju ke kamar Sera. Setelah membuka pintu kamar Sera, Namjoon tersenyum lega dan menghampiri sepupunya itu. melepas ikat rambut yang dipakai Sera dan membetulkan selimut yang dipakai Sera. “Kebiasaan burukmu tak pernah hilang eoh?”, gumam Namjoon sambil membelai surai kecoklatan Sera. “Jalja..”, gumamnya lagi dan meninggalkan Sera.

“Sera benar-benar sudah pulang?”, tanya Jin setengah tak percaya. Namjoon mengangguk dan segera mencari Jungkook, “Apakah pemotretannya secepat itu Jungkook-a?”. Jungkook hanya menggeleng karena ia memang benar-benar tak tau kenapa Sera bisa pulang dalam waktu kepergian yang hanya 3 hari jika dihitung dengan hari ia berangkat.

“Sudahlah… sekarang kita tidur. 5 jam lagi kita harus bersiap untuk latihan lagi”, ucap Suga memotong topik. Ia sudah terlalu lelah dan ingin segera tidur. Member lain mengikuti perintah Suga dan segera menuju kamar mereka masing-masing.

***

Alarm yang berbunyi cukup nyaring itu mampu membuat Sera membuka matanya yang masih selengket perangko dan amplop. Kalau ia tidak ingat akan surat yang harus ia serahkan ke SOPA dan menyiapkan sarapan untuk member BTS, ia mungkin akan tetap bergelung di kasur empuknya.

Sera segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Barulah ia bersiap di dapur.

Hanya 2 piring kimbab yang bisa ia buat dengan tenaga dan bahan yang ada. Dan ditambah 2 tempat bekal yang berukuran sedang yang penuh dengan kimbab. “Mereka pasti masih sangat lelah. Tapi kalau aku tak membangunkan mereka saat ini, nanti mereka akan telat. Apalagi Kookie kan mandinya lama”, gumam Sera. Ia melepas apron pink milik Jin dan menuju ke kamar oppanya terlebih dahulu.

Sera berjalan membuka perlahan kamar yang dihuni Namjoon dan J-Hope. “Oppa… ireona.. ini sudah jam setengah 7..”, ucap Sera perlahan. Namjoon menanggapi ucapan Sera dengan menggumam tak jelas. “Eeeeiii…. Tak mau bangun dia.. oppa… oppa… ireona… kau ada latihan untuk comeback kan?”, ucap Sera lagi.

Namjoon membuka mata kanannya perlahan. Hanya mata kanannya. Ia mengangguk dan kemudian mengulurkan tangannya. Kebiasaan Namjoon jika dibangunkan eommanya, adiknya, ataupun Sera. Manja sesaat. Sera hanya tersenyum dan menarik Namjoon supaya duduk. “Ppali… oppa mandi dulu.. lalu sarapan.. ah, bangunkan Hoseok oppa juga ne..”, ucap Sera sambil mencubit pipi Namjoon dan segera keluar dari kamar itu.

Sera menuju kamar Jimin-Jungkook-Taehyung. Ia membuka pintu perlahan dan langsung menggelengkan kepalanya begitu melihat apa yang ia lihat. Tempat tidur yang ‘rapi’, posisi tidur yang seperti sandwich, belum lagi mereka bertiga belum berganti baju.

“Kookie… bangun… kau ada latihan kan hari ini… Jimin oppa… Taehyung oppa… ireona… ppali….”, ucap Sera cukup keras sambil mengguncangkan satu-persatu tubuh mereka bertiga.

Jimin dan Taehyung yang memberikan respon paling cepat. Taehyung segera terduduk sementara Jimin segera berkutat untuk membuat Jungkook keluar dari alam mimpinya. “Taehyung oppa… mandi dulu baru sarapan nee…. Jimin oppa, bangunkan uri dongsaeng.. fighting!”, ucap Sera sambil tertawa dan meninggalkan mereka bertiga.

Sera menuju ke kamar Jin dan Suga. Ia tersenyum senang karena keduanya sudah terbangun walaupun mereka masih terlalu malas untuk melepas tubuh mereka dari magnet kasur yang cukup kuat. “Oppa… ppali… kalau tidak sarapannya akan habis… kalian hari ini latihan kan?”, ucap Sera sambil tersenyum lebar. Suga membalas senyuman Sera dan menganggukkan kepalanya. Ia berjalan menuju pintu kamar dan mengacak rambut Sera gemas, “Yoongi oppa…!”. Suga hanya tertawa dan berjalan menuju ke luar kamar. “Jin oppa!! Ppali…”, ucap Sera dan segera meninggalkan Jin yang masih memeluk guling pink kesayangannya.

Jam 7.30 semua member baru selesai mandi dan sudah duduk rapi di meja makan sambil menikmati kimbab buatan Sera. “Oppa-deul… mianhae.. hanya ada bahan untuk membuat kimbab”, ucap Sera. “Gwhen..chanh…nah.. nhu..nha..”, ucap Jungkook dengan mulut penuh terisi kimbab.

“Joon oppa… aku pamit dulu ne… mau ada berkas yang akan kuberikan ke SOPA. Nanti siang aku akan ke tempat latihan kalian”, ucap Sera. Sebelum Sera melangkahkan kakinya, Namjoon menahan tangannya. “Kenapa kau harus ke tempat kami latihan?”, tanyanya. “Ah, sajangnim memberikanku tugas untuk mendampingi kalian selama kalian comeback”, ucap Sera sambil tersenyum.

Namjoon menghela napasnya, “Kau tak usah pergi melihat kami latihan. Kau di SOPA saja”. Namjoon berkata seperti itu karena ia tak ingin sepupunya kelelahan jika mengikuti schedule BTS comeback. Tapi ternyata, Sera salah mengartikan ucapan Namjoon karena ekspresi yang ia lihat. “Ini perintah sajangnim oppa…”, ucap Sera sedikit memelas. Namjoon hanya menggelengkan kepalanya dan mempererat genggamannya. “Eomma dan appamu tak pernah mengajarimu untuk membantah oppamu kan?”, ucap Namjoon yang tanpa sengaja menyinggung orang tua Sera. “Namjoon-ssi… Mianhae.. Ini pekerjaan saya”, ucap Sera datar dan segera pergi meninggalkan dorm BTS yang diliputi ketegangan karena kejadian barusan.

Suga memberi isyarat ke Jungkook supaya Jungkook mengikuti Sera. Jungkook menganggukkan kepalanya dan segera keluar mengejar Sera. Jin menepuk pundak Namjoon, “Sera hanya salah paham.. Nanti ia juga akan mengerti..”. Namjoon hanya menganggukkan kepalanya pasrah.

Di sisi lain, Jungkook mengejar Sera sampai ke halte bus. Untungnya, Jungkook memakai jaket yang menutupi setengah wajahnya dan ia juga memakai topi. Jadi, setidaknya identitasnya sebagai idol tak akan diketahui,

Setelah mereka sudah duduk tenang di dalam bus, barulah Jungkook berani angkat bicara. “Nuna…”. Sera hanya menoleh dan mengangkat sebelah alisnya. “Gwaenchanha?”, tanya Jungkook. Sera hanya terdiam dan tiba-tiba saja ia menyandarkan kepalanya di pundak Jungkook. Jungkook kaget akan perlakuan mendadak yang dilakukan Sera. “Aku harus mengikuti ucapan Namjoon oppa atau perintah sajangnim Kookie?”, tanya Sera masih dalam posisi menyandar pada bahu Jungkook. Jungkook terdiam. Ia tak tahu harus menjawab bagaimana karena ia takut omongannya salah. Sera tersenyum kecil ketika mengetahui Jungkook yang diam saja.

Sera mengangkat kepalanya dan mencubit pipi Jungkook. “Nanti temani nuna ke ruangan Yang saem dan kita harus membuat janji dengan Lee saem masalah ujian praktek kita”, ucap Sera. Jungkook terheran dengan perubahan suasana hati Sera. Ia hanya bisa mengangguk dan ikut tersenyum.

Tanpa mereka sadari, bus yang mereka naiki tiba di halte dekat SOPA. Sera turun terlebih dahulu diikuti Jungkook. Masih jam 8 kurang, jadi kondisi sekolah tidak begitu ramai. Mereka berdua berjalan menuju ke ruang guru dan segera mencari Yang saem. Setelah menyerahkan surat permohonan izin, Sera dan Jungkook bergegas mencari Lee saem yang memang hanya bisa dicari di ruang musik.

***

Son Seung Deuk hanya terdiam mendengar penjelasan yang diberikan oleh Jin perihal kemana Jungkook pergi. “Namjoon, bukankah kau sudah diajak bicara empat mata bersama Bang PD-nim?”, tanya Son Seung Deuk. “Sera tak akan full mengikuti schedule kalian. Ia hanya mendampingi kalian selama comeback stage sampai goodbye stage. Itu saja. Dan hanya saat di acara musik. Jadi, aku jamin Sera tak akan drop”, lanjutnya.

Namjoon menghela napasnya. Ia sadar kalau tadi pagi ia sudah kelewatan arena menyinggung orang tua Sera. Ia akan menerima segala konsekuensi apabila Sera benar-benar marah padanya.

Cklek…

Sera dan Jungkook memasuki ruangan practice. Sera meletakkan tasnya terlebih dahulu lalu menghampiri Son Seung Deuk. “Sunbae, mian.. Tadi aku dan Jungkook pergi ke SOPA untuk membuat janji dengan salah satu guru perihal pengambilan nilai kami.”, ucap Sera memohon maaf pada sunbaenya itu. Seung Deuk hanya tersenyum dan mengangguk.

Son Seung Deuk memberi isyarat pada member BTS untuk memulai latihan. “Sera, kau gantikan posisi Taehyun untuk sementara ya.. kakinya tadi sedikit kram karena salah pemanasan”, ucap Seung Deuk. Sera mengangguk dan segera menuju ke toilet untuk berganti baju.

Setelah Sera pergi, Namjoon menyuarakan ketidaksetujuannya atas ucapan Son Seung Deuk barusan. “Hyung… kenapa Sera?! Kenapa bukan kau saja?!”, ucapnya agak keras. “Kau akan melihat bagaimana perjuangan Sera untuk membuatmu yakin bahwa ia tak seperti yang kau khawatirkan. Lagipula, hampir separuh dari keseluruhan koreo ‘Danger’ adalah buatan Sera. Tak ada yang perlu kau khawatirkan Namjoon-a”, ucap Son Seung Deuk sambil tersenyum.

***

Mereka memulai latihan. Sera menggerakkan tubuhnya sesuai dengan irama dan walaupun ia seorang wanita, ia tak kalah dengan para member BTS. Sera yang menggantikan posisi Taehyung memang selalu berada dekat dengan Namjoon.

Di tengah-tengah lagu, Son Seung Deuk tiba-tiba saja mematikan musik. “Kim Namjoon. Serius sedikit. Latihan ini bukan main-main.”, ucap Son Seung Deuk. “Sera, berikan arahan untuk Namjoon”, lanjutnya. Sera hanya mengangguk kemudian menghampiri Namjoon. “Eum… saat reff, kakinya seharusnya seperti ini.. tadi sudah benar, hanya saja ekspresi wajah kurang”, ucap Sera tanpa melihat wajah Namjoon secara langsung. Mereka hanya bertatap melalui kaca yang ada di ruangan tersebut.

Mereka memulai lagi dari awal. Masih Sera yang menggantikan Taehyung. Semuanya menjadi lebih serius karena untuk mengulang latihan sangatlah menguras energi. Sera sangat bersemangat saat bagian Taehyung. Dan saat bagian Suga, Sera melakukannya mendekati sempurna.

Musik selesai. Semuanya segera duduk dan beristirahat. Sera berjalan menuju tasnya, mengambil sebuah tas kecil lalu pergi meninggalkan ruang latihan. Hoseok tanpa sengaja melihat Sera yang tiba-tiba saja pergi. Karena ia merasa Namjoon sedang tak memperhatikan sepupunya itu, Hoseok berinisiatif mengikuti Sera.

Sera berjalan terburu-buru dan segera masuk ke sebuah ruangan kecil yang biasa digunakan sebagai ruang tunggu tamu. Begitu sampai di dalam, Sera segera duduk dan berusaha mengatur napasnya. Ya, asmanya hampir saja kambuh. Sebelum latihan ia belum minum vitaminnya dan ruang latihan sangat sedikit oksigen sehingga penyakitnya hampir kambuh.

Cklek…

Sera tersentak saat pintu ruangan tersebut terbuka. Saat kepala Hoseok yang muncul, ia bernapas lega. “Oppa… kau… mengagetkanku…”, ucap Sera terbata. Hoseok tersenyum dan duduk di sebelah Sera, “Asmamu kambuh?”. “Hampir…”, ucap Sera kecil. Hoseok tersenyum kecil.

“Kalian lucu sekali ya?”, ucap Hoseok.

Sera POV

Aku segera menolehkan kepalaku saat Hoseok oppa mengatakan kalimat aneh. “Apa maksud oppa?”.

“Kau dan Namjoon. Kalian berdua lucu. Jelas-jelas Namjoon tadi salah karena ia memperhatikanmu saat latihan. Dan kau menyindirnya karena kau tak suka Namjoon tak fokus.”, ucapnya.

Aku terdiam. Memang benar kata Hoseok oppa. Aku sebenarnya tak tahu kalau Namjoon oppa berbuat salah saat latihan. Hanya saja, saat Son sunbae mematikan musik, aku melihat dari kaca bahwa Namjoon oppa melihat ke arahku. Tapi bukan lewat pantulan, melainkan benar-benar melihat ke arahku. Jelas aku tak suka kalau Namjoon oppa kehilangan konsentrasinya karena aku. Ini adalah comeback BTS yang sangat penting. Jadi saat Son sunbae memintaku memberi arahan pada Namjoon oppa, aku menyindirnya secara halus untuk berkonsentrasi saat latihan.

Hoseok oppa tertawa saat melihatku diam saja. “Jangan diamkan oppamu lama-lama.. Nanti yang ada oppamu itu sakit”, ucapnya sambil tersenyum.

“Kau masih ingin disini?”, tanyanya. Aku hanya mengangguk. “Baiklah.. Aku akan kembali ke ruang latihan”, ucapnya lalu pergi meninggalkanku.

Aku melihat jam tangan pink kesayanganku, sudah waktunya makan siang dan aku yakin mereka tak akan kenyang dengan bekal kimbab yang kubawa.

Author POV

Sera berjalan menuju ke ruang latihan dan segera meminta izin untuk membeli makanan. “Kau pakai saja mobilku, biar cepat.”, ucap Son Seung Deuk.

Setelah sampai di mobil, Sera menekan sebuah nomor. “Annyeong, saya Sera. Saya mau pesan kimchi jjigae, japchae, ggamjatang, dan naengmyeon. Masing-masing 1 porsi. Lalu galbi dan bulgogi masing-masing 2 porsi. Sekitar 30 menit lagi saya akan ambil pesanan saya”, ucap Sera yang menelpon restoran langganannya. “Ah, berarti naengmyeon diganti saja dengan jajangmyeon. Ah, jangan lupa tambahkan nasi seperti biasanya”, ucap Sera lagi. Dan setelah mengkonfirmasi pesanannya, Sera menutup sambungan telepon dan meletakkan ponselnya di bangku penumpang di sampingnya.

Di tengah perjalanannya, Sera mampir ke sebuah sebuah minimarket untuk membeli secangkir coklat panas dan beberapa bungkus ramyeon. Setelahnya, ia baru ke restaurant langganannya.

“Annyeonghaseyo agasshi..”, sapa salah satu waitress yang memang sudah apal dengan wajah Sera yang merupakan pelanggan tetap. “Annyeong… Pesananku bagaimana?”, tanya Sera. Waitress itu segera mengajak Sera menuju ke sebuah meja yang letaknya dekat dengan dapur. “Masih hangat Sera-ssi…”, ucap sang waitress. Sera mengangguk dan segera mengurus pembayaran di kasir. “Ah, aku minta 8 porsi bibimbab untuk diantar ke alamat yang biasanya ya… Diantar jam 7.30”, ucap Sera pada kasir restaurant tersebut. Kasir itu mengangguk dan menambahkan daftar pesanan Sera barusan ke dalam struk. “Agasshi, anda ingin langsung diantar atau kami harus menelpon anda dahulu?”, tanya kasir. “Telpon saya dulu saja kalau bisa.”, ucap Sera. Kasir tersebut menganggukkan kepalanya, “Silahkan tanda tangan agasshi”. Sera menandatangani papan yang akan mencetak tandatangannya di struk dan setelah semuanya selesai, Sera segera meninggalkan restaurant tersebut.

***

Author POV

Member BTS merebahkan tubuh mereka setelah satu jam tanpa henti (hanya beristirahat 5 menit setiap sekali latihan). “Hyung, dimana nuna?”, tanya Jungkook pada Namjoon. “Sera tak ada?!”, Namjoon seketika panik. Permasalahannya ia hanya terfokus pada latihan karena sindiran halus Sera tadi.

“Dia disini.. Baru sampai membelikan kalian ini”, ucap manager mereka yang baru datang bersama Sera.

“Nuna beli apa?”, tanya Jungkook yang bangun da berjalan ke arah Sera. “Whoa… Gamjatang!!! Ini untukku nuna?”, tanyanya sembari mengambil makanan favoritnya yang dibawa oleh Sera. “Ne, kimchi jjigae untuk Jimin oppa, Japchae untuk Taehyung oppa, Gamjatang untuk kookie, galbi untuk Namjoon oppa dan Yoongi oppa. Bulgogi untuk Hoseok oppa dan Son sunbae. Jin oppa, naengmyeonnya habis, jadi aku belikan jajangnyeon”, ucap Sera. “Lalu nuna?”, tanya Jungkook. “Aku sudah beli coklat di jalan dan sudah habis. Jadi aku makan lagi nanti malam saja”.

Jungkook menggelengkan kepalanya, “Ani!! Nuna harus makan.. Kajja, makan bersamaku”. Jungkook menarik Sera dan duduk di dekat member BTS yang sudah membuat lingkaran dan siap makan bersama. Sera duduk diantara J-Hope dan Jungkook. Ia masih enggan duduk di sebelah Namjoon.

“Nuna.. Aaa…”, Jungkook menyuapi Sera. Sera membuka mulutnya sedikit. Sebenarnya ia sensitif dengan masakan pedas. Tapi karena ia melihat Jungkook sangat menginginkan dirinya untuk makan, jadilah ia makan gamjatang. Namjoon yang melihat itu sebenarnya ingin mencegah. Tapi ia hanya bisa memberi isyarat pada J-Hope.

“Sera… Kau mau bulgogi ku?”, tanya Hoseok. Sera mengangguk. Ia segera membuka mulutnya dan menerima bulgogi dari Hoseok.

Bergantian Sera menerima suapan dari Jungkook dan Hoseok. Sampai akhirnya Sera benar-benar sudah kenyang. “Kalian disuruh menemui Bang PD-nim kan? Jni biar aku bereskan saja”, ucap Sera. Jin menganggukkan kepalanya dan mengajak semua dongsaengnya ke ruangan Bang Si Hyuk.

Sera segera membereskan ruangan latihan, “Mereka seperti anak kecil”. Sera menggumam. Setelah selesai, Sera menunggu member BTS di luar ruangan Bang Si Hyuk.

Di dalam ruangan Bang Si Hyuk, member BTS diberikan arahan untuk comeback stage mereka di 4 acara musik yang akan datang. “Sera akan mendampingi kalian sampai goodbye stage. Aku sudah memberikan surat ke SOPA dan sudah di approve oleh pihak mereka.”, ucap Bang Si hyuk.

“Sera hanya akan datang 2 jam sebelum acara musik dimulai. Kecuali 4 hari kedepan.”, lanjutnya. Setelah itu, ia melanjutkan memberikan arahan.

***

Sera gelisah dalam tidurnya. Ia berkeringat dingin. Ia tidur, tapi ia tidak benar-benar nyenyak. Perutnya kambuh. Ia tak bisa berbuat apa-apa karena sudah terlalu lemas. “Oppa…”, lirihnya.

J-Hope keluar dari kamarnya karena rasa haus. Ia melewati kamar Sera dan berhenti sejenak di depan kamarnya. Ia teringat kejadian beberapa jam lalu. Dimana Namjoon menyuruhnya menawarkan bulogi ke Sera. Saat ia tanyakan alasannya, Namjoon bilang kalau lambung Sera sensitif dan ia takut Sera akan sakit. Dan saat ini, J-Hope khawatir akan keadaan Sera yang setelah makan malam langsung ke kamar dengan alasan mengantuk.

J-Hope membuka pintu kamar Sera perlahan. Ia masuk ke dalam dan terkejut melihat dahi Sera yang basah oleh keringat. “Sera… Ya.. Neo gwaenchanha??

J-Hope hendak pergi memanggil Namjoon tapi ditahan oleh Sera, “Jangan beritahu Joon oppa”. J-Hope menghela napas. Akhirnya ia duduk di pinggir tempat tidur Sera dan memegang dahi Sera, “Kau bukan demam Sera. Kau sudah keringat dingin. Dimana obat lambungmu?”.

Sera hanya menggumam, “Meja”. Ia sudah tak sanggup berkata-kata. Ia hanya ingin rasa sakitnya itu hilang. J-Hope mencari di meja nakas samping tempat tidur Sera tapi tak ada. Ia berjalan menuju meja berukuran sedang yang biasa dipakai Sera untuk belajar. Disana ia menemukan beberapa obat. Ia mengambil salah satu botol sedang yang ia yakini sebagai obat lambung Sera.

J-Hope membawa obat itu dan meletakkannya di meja nakas. Ia membantu Sera untuk duduk dan memberikannya obat. “Kau istirahat saja Sera. Tak usah sekolah. Dan tak usah ke mnet. Nanti kau makin sakit”, ucap J-Hope. Sera menggelengkan kepalanya, “Ani… Nanti Joon oppa akan tau kalau aku sakit. Perutku saat ini sudah lebih baik kok. Hoseok oppa istirahat lagi saja. Kau tak boleh lelah di comebackmu”. J-Hope hanya mengangguk pasrah dan meninggalkan Sera.

4 hours later…

Sera terbangun saat alarmnya berbunyi tepat pukul 06.00. Ia terbangun perlahan. Sebenarnya ia masih sedikit lemas. Tapi hari ini ia harus masuk karena ia tak ingin membuat oppanya cemas dan berujung dengan dirinya yang tidak boleh bekerja di Big Hit dan dipindahkan dari SOPA.

Jadilah Sera bersiap untuk masak. Tapi, saat ia tiba di dapur, Jimin dan Jin sudah heboh di dapur. “Oppa… Aku saja yang masak.”, Sera berusaha mengambil alih kegiatan Jimin yang sedang menggoreng telur. “Kata Hobie hyung kau sedang tak enak badan. Jadi kami saja yang masak. Kau mandi saja sekarang”, ucap Jimin. Sera menghela napas, mau tak mau ia harus menuruti ucapan Jimin.

Selesai mandi, Sera bersiap dan segera menuju ke meja makan. Ia akan sarapan lebih dulu untuk menghindari Namjoon yang akan segera tahu kondisinya hanya dengan melihat sekilas.

Sera melahap bubur yang sengaja dibuat Jin untuknya. “Bagus untuk lambungmu” ucap Jin saat ditanya kenapa bubur. Jimin memberikan segelas susu coklat hangat. Sera merasa seperti anak kecil yang sakit parah.

Selesai sarapan, Sera yang sudah rapi dan hendak berangkat dihadang J-Hope. “Oppa… Aku tak mau diantar”. J-Hope menggelengkan kepalanya dan menarik Sera.

Jin dan Jimin hanya tersenyum melihat J-Hope dan Sera, “Apakah isi pikiran kita sama hyung?”.

***

J-Hope mengemudikan mobil yang ia pinjam dari managernya dengan tenang. Sera memandang pemandangan Seoul pagi hari. Suasana di dalam mobil sangat sunyi.

“Kenapa kau harus ke sekolah pagi-pagi begini Sera?”, tanya J-Hope membuka topik pembicaraan. “Aku harus mengejar materi oppa. Nanti kan aku akan izin pulang cepat, jadi aku tak boleh ketinggalan pelajaran.”, jelas Sera.

“Nanti siang, kau dengan siapa ke Mnet?”, tanya J-Hope. “Mungkin naik taksi oppa.”, jawab Sera. J-Hope menganggukkan kepalanya.

Mereka sampai di SOPA dan Sera segera turun dari mobil, “Kalau kau masih enggan menghubungi oppamu, kau bisa hubungi aku atau siapapun”. Sera menganggukkan kepalanya. Ia segera masuk ke dalam SOPA setelah mobil yang dikendarai J-Hope pergi.

“Sera!!!”, terdengar suara seorang gadis memanggil Sera. Sera berbalik dan tersenyum saat melihat siapa yang memanggilnya, “Ahrin.”.

Park Ahrin, gadis yang menghampiri Sera. “Tumben kau pagi-pagi sudah di sekolah Sera”, ucap Ahrin.”Aku nanti harus pulang cepat karena ada sesuatu. Jadi harus ikut kelas tari pagi ini.”, ucap Sera. “Ah, comeback BTS??”, tanya Ahrin yang dijawab dengan anggukkan Sera. “Sera.. Bisakah kita menunggu Hyunra sebentar?”, tanya Ahrin. Sera mengangguk dan mereka menunggu Hyunra. Setelah Hyunra datang, mereka menuju ke ruangan Lee seonsangnim.

“Kalian bertiga lihat video yang sudah kukirim ke email kalian. Pelajari dasar-dasarnya. Ini adalah bahan yang akan kugunakan untuk pengambilan nilai bulan ini”, ucap Lee saem.

Mereka bertiga pemanasan di ruangan latihan. “Sera-ya… Kau masih mau latihan? Kulihat daritadi wajahmu sedikit pucat”, ucap Hyunra.

Hyunra, Sera, dan Ahrin. Mereka bertiga cukup dekat semenjak Sera masuk SOPA. Sera adalah sepupi Namjoon, Hyunra adalah adik dari Kyuhyun Super Junior, dan Ahrin adalah sepupu dari Junsu 2PM. Mereka bertiga sama-sama saudara dari artis papan atas Korea Selatan. Selain itu, mereka bertiga sama-sama memiliki ketertarikan di dunia entertainment. Hyunra yang pernah menjadi model mv SM, dan Ahrin yang pernah bermain di beberapa drama walaupun sebagai pemeran pendukung.

“Aniya… Nan gwaenchanha.. Kita harus cepat selesai..”, ucap Sera sambil menggerakkan tubuhnya memulai gerakan yang ada di video yang diberikan oleh Lee saem.

Kalau sudah begini, Hyunra dan Ahrin hanya bisa berpasrah pada sifat keras Sera.

***

Member BTS tiba di Mnet untuk rehearsal. Seharusnya Sera harus mengikuti mereka dari pagi. Tapi karena ketidaksetujuan Namjoon dan kondisi mereka yang sedang ‘konflik’ membuat Sera akan datang 2 jam sebelum acara mulai.

“Nuna….”, Jungkook heboh saat melihat Sera sudah duduk di dalam waiting room BTS sambil memainkan ponselnya. Sera sudah berganti baju dan menggunakan baju yang mirip dengan baju manager BTS.

Sera berjalan menghampiri Son Seung Deuk dan membicarakan kekurangan saat rehearsal yang ia lihat melalui monitor. Son Seung Deuk mengangguk dan menyampaikan kembali ke semua member.

Namjoon memperhatikan gerak-gerik Sera yang menurutnya aneh. Tiba-tiba saja Namjoon menarik Sera dan menempelkan tangannya di dahi Sera, “Kau duduk saja.. Bisa-bisa kau mimisan lagi”. Sera tersentak mendengar ucapan Namjoon.

“Hidugmu memerah. Badanmu demam dan kau ikut kelas tari pagi di SOPA. Kau sedang drop Sera. Jangan buat aku seperti oppa jahat yang melarangmu ini dan itu padahal itu untuk dirimu sendiri.”, ucap Namjoon sambil mendorong Sera untuk duduk di sebuah kursi.

Sera mengalihkan pandangannya ke J-Hope, Jin, dan Jimin. Mereka bertiga mengangkat bahu tanda bawa bukan mereka yang memberitahu Namjoon tentang kondisinya.

Sera hanya bisa mendengus kesal dan memainkan ponselnya. Ia menunggu kurang lebih 4 jam sampai acara musik benar-benar selesai.

Saat acara sudah selesai, Sera berjalan terlebih dahulu bersama para coordi nuna menuju ke van yang akan dinaiki oleh member BTS. “Kau tunggu saja dulu disini Sera..”, ucap seorang coordi. Sera hanya mengangguk dan menunggu di dalam van yang kuncinya memang sudah ia pegang.

Tak perlu menunggu waktu lama, para member BTS segera datang. Sera segera menarik Jin untuk duduk di sampingnya. Ia segera menyandarkan kepalanya di bahu Jin. Ia masih enggan berinteraksi dengan Namjoon.

Namjoon melihat Sera yang sudah tertidur di bahu Jin. Ia sadar semuanya ini terjadi karena dirinya mengungkit orangtua Sera. Ia bertekad akan meminta maaf pada Sera dan memperbaiki semuanya.

***

Hari ini, Sera ke sekolah seperti biasa. Ia duduk sendirian karena memang Jungkook sedang cuti sekolah dan akan menyalin catatan dari Sera. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan mendengarkan musik lewat headsetnya.

Hari ini, kelasnya akan belajar pelajaran eksak. Matematika dan segala macam rumus yang menyusahkan menurut Sera. Di depannya, Ahrin sudah bersiap dengan sweaternya untuk menjadi alas tidurnya. Sementara Hyunra, yang memang sudah sedarah dengan Kyuhyun, memakai kacamatanya dan sudah siap sedia untuk menyerap rumus-rumus.

Pulang sekolah, Sera berjalan kaki dari SOPA menuju ke dorm BTS. Entahlah, ia sedang malas naik bus, subway, ataupun taksi. Ia melewati sebuah toko pakaian dan melihat sebuah piyama yang lucu yang dipajang di etalase toko. Piyama berwarna hitam dengan motif putih di pinggiran piyama tersebut. Entah mengapa Sera teringat akan oppanya, Kim Namjoon. Sudah hampir seminggu ia dan Namjoon hanya berbicara ala kadarnya.

“Mungkin bisa sebagai hadiah permintamaafan dariku..”, gumam Sera. Ia masuk ke dalam dan membeli piyama tersebut.

Sesampainya di dorm BTS, Sera melakukan rutinitasnya seperti biasa. Memasakkan makan untuk member BTS dan menyapu. Tak lama setelah ia membersihkan dorm, ia membasuh badan dan segera tidur di kamarnya untuk mengembalikan staminanya.

***

Para member pulang setelah menyelesaikan jadwal mereka. Jin yang sudah kelaparan menuju dapur dan melihat makanan yang sudah dimasak Sera. Ia menghangatkan lauk dan memanggil member lain untuk makan.

“Sepupumu benar-benar… Bagaimana bisa dia sempat masak untuk kita sementara ia sendiri bekerja dan sekolah. Belum lagi mengikuti kita selama promosi album terbaru kita”, ucap Suga. “Bahkan Sera menjadi trainee di Big Hit..”, ucap Namjoon yang membuat para member menghentikan kegiatan makan mereka.

“Wae??? Sera sudah menjadi trainee sejak tahun 2012. Ia akan berangkat ke Korea sebulan setelah kita debut. Tapi, karena kecelakaan itu, ia mengubah haluan dengan bekerja untuk JYP dan Big Hit. Dan akhirnya, ia bekerja keras untuk album kita yang sekarang ini. Aku baru mendengarnya dari Bang PD-nim tadi siang. Dan aku sangat menyesal karena aku malah menghalangi Sera.”, ucap Namjoon.

Semua member terdiam mendengar cerita Namjoon barusan. Mereka tak menyangka jika Sera benar-benar mengalami hal seperti itu.

Terdengar suara pintu terbuka. Sera keluar dari kamarnya setelah tidur siang. Ia mengernyit heran ketika semua member melihat kearahnya. “Mwoya ige?”, ucapnya.

“Aniya…”, ucap Namjoon sambil tersenyum dan mengacak rambut Sera. “Gomawo piyamanya dongsaeng-a… Seharusnya aku yang mknta maaf padamu.. Bukan kau yang minta maaf”, ucapnya lagi.

“Akhirnya mereka berdamai”, ucap Jin lega.

Part 2

About fanfictionside

just me

4 thoughts on “FF/ WELCOME TO MY WORLD, SISTER/ BTS-BANGTAN/ Pt. 2

  1. Aaaa sweeet bgt anak2 bangtan pada merhatiin sera
    Adeuh bikin envy sera pengin juga dong senderan di bahu seokjin sambil tiduran
    Keren thor di tunggu nex cap
    Hwaitiiiing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s