FF/ WARM STAR (fallen angel sequel)/ BTS-Bangtan/ pt. 3


Cast : Jung Hana (OC), Kim Taehyung (BTS), Han Yuna (OC), Min Yoongi (BTS)

Genre : Mysteri Romance

Title : Warm Star

Genre : Mistery Romance

Author : Min Yuna

 Poster Part 3

 

(Hana POV)

Aku beringsut dari posisiku yang tidak menguntungkan. Obat apa yang sudah dicampurkan bibi Kim ke teh ku? Ughh, benar-benar membuatku pusing.Apalagi aku terantuk kursi dan terjatuh seperti ini.

Aku memandangnya yang berjalan pelan sambil masih membawa tongkat kayu besar itu. Mengerikan! Seluruh tubuhku rasanya bergidik, bagaimana mungkin seorang pelayan setengah baya seperti ini berusaha melukaiku?Bahkan dengan meracunku dan memukulku begini? Dia bahkan sudah berhasil membuat Taehyung dan aku coma!

Tapi aku tersenyum tipis ditengah situasi darurat ini.

Rencanaku berhasil.

Ya, ini adalah rencanaku yang tempo hari aku bicarakan dengan eomma dan appa sebelum aku keluar dari rumah sakit.Dan, dia masuk ke perangkapku.

Menangkap Bibi Kim yang sudah melukai aku dan Taehyung, tidak bisa hanya dengan pernyataanku saja, apalagi aku baru saja siuman dari coma. Polisi tidak akan mendengarkan ucapan seorang gadis yang baru saja sadar dari coma. Polisi pasti butuh bukti, jadi aku merencanakan ini semua.Walau aku harus berkorban sedikit.

Bibi Kim berjalan pelan kearahku.

“Aku benar-benar kaget ketika nona Hana siuman kembali…”, gumamnya dengan suara paraunya yang biasanya begitu menyejukkan, malam itu berubah menjadi mengerikan.

Aku memandangnya, “Kau penjahat, Bibi Kim..Kenapa kau lakukan ini semua padaku? Dan juga pada Taehyung?”, tanyaku, dengan suara pelan.

Akhirnya tanganku menyentuh dinding perapian, aku berusaha menumpukan berat badanku ke tanganku dan berusaha bangkit dari posisi dudukku yang tidak menguntungkan ini.

“Karena Tuan Muda Taehyung mengetahui hal yang seharusnya tidak dia ketahui… begitupun dengan anda, nona..”, gumamnya, jelas.

Dia lalu mengayunkan tongkat kayunya lagi kearahku, tapi kali ini aku yang sudah berdiri beringsut cepat dari terjangannya dengan memutar badan.

Praakk! Ujung tongkat kayunya hancur karena berbenturan keras dengan tembok.Nafasku menderu, jantungku berdetak 3 kali lebih cepar dari biasanya.Untung aku berhasil mengelak dari pukulannya.Sadar dia tidak mengenaiku, matanya berusaha mencari keberadaanku di ruangan yang remang-remang ini.Dia melihatku dengan tatapan marah. Aku yang berhasil mengelak dan sudah mmapu berdiri ini, segera bergeser cepat ke arah sebelah perapian, dan..

Klik~!

Suara steker lampu yang aku nyalakan menggema pelan di ruangan sepi itu..

Mendadak ruangan yang tadi remang-remang itu berubah menjadi ruangan yang terang benderang diterangi sinar dari lampu susun besar yang menggelantung di tengah ruangan dengan megah.

Bibi Kim terkesiap kaget, dia memicingkan mata dengan perubahan yang tiba-tiba itu dan berhenti mendadak dari kegiatannya menyerangku.Aku mengatur nafasku yang tadi menderu dan menenangkan jantungku.

Berhasil.Semuanya selesai.

——————

Dari sudut ruangan yang semula gelap, berdirilah eomma dan 2 bodyguard yang sudah siap dibelakangnya.

“Jadi..kau yang melakukan ini, Bibi Kim??”, suara eomma memecah keheningan yang sedikit mencekam itu.

Bibi Kim seperti tersadar ke alam sadarnya, dia langsung memandang ke arah dimana suara eommaberasal dengan tatapan horror. Kayu besar yang dipegangnya serta merta terjatuh dari tangannya ke lantai marmer yang keras dan menghasilkan bunyi lain yang memecah ruangan besar itu.

“Ke..kenapa.. nyo..nyonya ada disini? Bukankah..bukankah nyonya berangkat ke Seoul??”, tanya Bibi Kim dengan gagap dengan wajahnya yang berubah menjadi pucat pasi.

“Kau… sudah masuk ke perangkapku, Bibi Kim…”, kataku, dengan nada puas, walau kepalaku begitu sakit rasanya.

Bibi Kim yang pucat pasi langsung berniat lari tapi 2 bodyguard itu lebih cepat dan tenaganya lebih besar.2 bodyguard itu langsung menangkap Bibi Kim dan memegangi kedua tangannya.Dia akhirnya diringkus dengan cepat tanpa perlawanan yang berarti.

“Lepaskan aku!!! Lepaskan!!”, teriak perempuan tua yang menakutkan itu sambil meronta-ronta tapi tetap tidak bisa lepas dari cengkeraman 2 bodyguard berbadan besar itu.

Eomma segera menghampiriku. “Hana-ah..apa kepalamu sakit sekali??”, tanyanya, khawatir.

Aku tersenyum pelan, “Lumayan, eomma.Aku tidak tahu obat apa yang sudah dia masukkan ke teh dan kueku”, kataku.

Eomma langsung memandang marah ke arah Bibi Kim, “Semua ini akan aku laporkan ke polisi. Semua ini akan menjadi bukti kejahatanmu!”, teriak eomma.

“Aku juga akan membuka kasus Taehyung! Kau tidak hanya melukaiku, tapi kau juga melukai Taehyung!”, teriakku, marah.

Bibi Kim memandang kami dengan tatapan marah, tapi tiba-tiba dia tersenyum pelan dan memandangku dengan dingin, “Apa kalian yakin akan membawa masalah ini ke polisi?Membuka kasus Tuan muda Taehyung? Kalian tidak sadar kalau kalian akan menyeret nama orang-orang penting dalam masalah ini”, katanya, masih dengan suara paraunya yang mengerikan itu.

Aku memicingkan mata, “Apa maksudmu, Bibi Kim? Nama orang-orang penting??”, tanyaku, sambil mengerutkan kening dan memegangi kepalaku yang masih terasa sakit.

Bibi Kim tersenyum pelan, “Kau bisa memenjarakan aku, nona.Tapi kau tidak bisa memenjarakan orang-orang itu”, katanya, mantap. Tatapannya bahkan tidak takut sama sekali memandangku.

Aku menjadi kesal, “Aku akan meyeretmu karena sudah sengaja membuat Taehyung coma hingga sekarang! Aku tidak peduli dengan ucapanmu!”, teriakku, melontarkan semua kekesalanku.

Dia memandangku, “Tuan Muda Taehyung… bila dia bangun, pun, mungkin dia akan berpikir 2 kali untuk membuka kasusnya…”, katanya, memandangku.

“Maksudmu…?”, gumamku.

Tiba-tiba, pintu kamarku dibuka dan berdirilah appa disana memandang marah pada pelayan tua itu.“Siapa yang menyuruh anda, Bibi Kim? Apa anda punya dendam pribadi denganku?”.

Bibi Kim memandang appa dengan tatapan ketakutan. “Ampuni saya tuan..saya..”.

Aku kaget melihat perubahan wajah dan ekspresi pelayan tua itu.Dia tadi begitu yakin dan menakutkan didepanku tapi dia berubah seperti wanita tua lemah yang meminta ampun pada appa.

Hah! “Appa, dia sudah..”

“Appa tahu, appa mendengar semuanya”, potong appa.

Bibi Kim sekarang memandang appa dengan tatapan yang mungkin tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata.Dia hanya menatap diam pada appa.

“Aku akan serahkan kasus ini ke jalan hukum”, kata appa, tegas. “Kalian berdua, bawa dia ke ruang depan dan jaga orang tua ini sampai polisi datang kemari”, perintah appa pada 2 boydguard itu.

“Baik, Tuan!”, jawab 2 bodyguard itu. Mereka segera menyeret paksa Bibi Kim dari kamarku.

Aku memandangnya sampai pergi dari balik pintu kamarku.Aku masih terus berpikir, entah kenapa perasaanku menjadi tidak enak.Aku hanya bisa memenjarakannya. Kalau aku membuka kasus Taehyung, akan banyak nama orang penting yang terseret di dalamnya. Siapa? Ah..kepalaku sakit.

“Hana-ah..kau harus beristirahat dulu”, kata eomma sambil memegangi pundakku.

“Aniya eomma..aku baik-baik saja. Appa, tadi Bibi Kim…”

Appa tiba-tiba menepuk pundakku.“Kau harus beristirahat dahulu, Hana-ah.appa mendengar semua ucapan Bibi Kim tadi”, kata appa, seolah mengetahui apa yang berputar di kepalaku.

“Appa, tadi wanita tua jahat itu bilang kalau aku membuka kasus Taehyung, ada nama-nama orang yang…”

Tiba-tiba ingatanku dihantam sebuah memory yang datang tiba-tiba. Taehyung pernah menceritakan kejadian ketika dia coma!

“….Aku lalu mendekat kesana…dan aku kaget sekali ketika bukan ayah yang aku temui tapi orang-orang yang tidak pernah aku temui sebelumnya. Malam itu aku mendengar rencana mereka, mereka..ingin menjebak Ayah. Aku mendengarkan hingga selesai, tapi aku membuat kesalahan, aku tidak sengaja menjatuhkan kunci mobilku ke lantai dan membuat suara….”

Aku teringat ucapan Taehyung! Ketika dia pulang, dia melihat orang-orang yang berdiskusi di ruangan ayahnya, tapi dia tidak mengenalnya. Dan..Taehyung menjatuhkan kunci mobil, dan mereka sadar kalau rencana mereka sudah diketahui oleh Taehyung, anak si pemilik rumah.

Dan… Bibi Kim membuatnya coma.Dengan berdalih lukisan cermin itu jatuh menimpa kepala Taehyung, yang baru pulang setelah pergi bersama Yuna dan mabuk. Ya! Orang-orang itu!!

“Hana… Hana-ah…”, ucapan appa menyadarkanku.

“Appa! Appa! Taehyung, Taehyung pernah menceritakan padaku ketika kami di ruang putih itu! Dia melihat beberapa orang asing di rumah ini ketika dia coma!”, katanya, setengah berteriak sambil memegangi tangan Appa.

Appa mengerutkan kening, “Ruangan putih?”, tanyanya, sambil memandang eomma sekilas.

Ck! Aku tahu mereka tidak akan percaya. “Ruangan putih ketika..ketika aku coma. Aku disana bersama dengan Taehyung!”, kataku, menjelaskan pada mereka.

Sekarang Appa dan Eomma saling pandang dan kemudian memandangku.Eomma langsung tersenyum sambil memelukku.

“Tenanglah, Hana. tenang.. kau baru saja sadar, kau bahkan sudah menjalankan sebuah misi yang sangat berbahaya, tapi kau berhasil. Kau hebat, Hana”, kata eomma, menenangkanku.

“Eomma..”

“Sekarang istirahatlah. Appa..mungkin akan mencari tahu soal ini lagi. soal ceritamu. Appa berjanji”, kata Appa.

Aku menggigit bibir. Appa dan eomma mungkin tidak percaya, tapi..

“Kau tahu, Bibi Kim tadi mengatakan kalau kau tidak bisa membuka kasus Taehyung, bukan?Appa rasa, mungkin appa tahu sedikit siapa orang-orang itu.Appa akan berusaha membantumu, Hana”, kata appa, menenangkanku lagi.

“Appa sudah menelepon polisi, kau tenang saja”, katanya, ketika aku tidak menjawab ucapannya.

Aku tersenyum pelan, berusaha menenangkan diriku sendiri yang terlalu meledak-ledak.“Maafkan aku, appa.Aku harusnya bisa lebih tenang”, kataku.

Appa kemudian menepuk pundakku lagi dan keluar dari kamarku. Eomma kemudian mendudukkanku di sofa empuk di kamarku, dan berkata dia akan datang membawa obat dan beberapa makanan yang bisa menetralisir pengaruh obat yang baru saja diberikan oleh Bibi Kim ke dalam makanannku tadi.

Setelah appa dan eomma keluar ruangan, aku memegangi kepalaku.Aku teringat dengan ucapan terakhir Bibi Kim tadi.

“Tuan muda Taehyung akan berpikir 2 kali bila ingin membuka kasus ini”, katanya tadi.

Kenapa?Kenapa Taehyung yang sangat marah itu harus berpikir 2 kali untuk membuka kasus ini?Dia bahkan sangat marah dan ingin bangun untuk membuka kasus ini.Apa yang sebenarnya terjadi…?

Tapi sesaat kemudian aku menjadi gamang.

Tiba-tiba aku teringat lagi sesuatu.Sebuah kejadian di ruang putih itu.Sebenarnya, ketika Taehyung berusaha menceritakan kejadian ketika dia coma, dia belum selesai menceritakannya.Karena tenaganya bisa habis, dia menghentikan ingatan tentang kejadian itu.

Dia..baru selesai menceritakan ketika dia berlari ke kamarnya.

Aku menyandarkan tubuhku ke sofa sambil memejamkan mata.Aku berusaha mengatur diriku sendiri. Hah, kenapa Bibi Kim mengatakan hal itu. Ucapannya benar-benar mengangguku.

Taehyung, kapan kau akan sadar? Kapan kau akan terbangun dari tidurmu? Taehyung… panggilku dalam hati.Aku merindukanmu.

——————-

(Taehyung POV)

“Apa?! Bibi Kim yang membuatmu pingsan?!”, teriak eomma. Eomma langsung menutup mulutnya saking kagetnya.

“Apa yang kau katakan itu semuanya benar??”, tanya Appa, dengan suara beratnya.Kemarahannya tidak bisa dibendung lagi.

“Nee, eomma, appa.Bibi Kim yang melakukan itu padaku. Dia yang menaruh obat entah apa dimakananku malam itu. Dan..dia yang melakukan pemukulan kepadaku”, kataku, menceritakan semuanya.

“Dasar orang tidak tahu terimakasih! Dia benar-benar..aahh”, eomma kelihatan marah sekali.

“Lalu..apa yang dilakukan orang-orang yang menggunakan ruangan kerjaku saat itu, Taehyung-ah?”, tanya Appa.

“Mereka diam-diam menggunakan rumah kita di Daegu untuk kamuflase.Orang itu sudah melakukan transaksi pencucian uang dirumah kita, Appa”, kataku, penuh keyakinan.

Appa dan eomma sama-sama tidak bisa menahan kekagetannya.Wajah mereka benar-benar shock dan kaget.

“CK! Dasar orang-orang tidak tahu diri!! Padahal aku sudah percaya setengah mati pada mereka!”, katanya marah.

“Benar-benar orang-orang yang mengesalkan! Mereka harus mendapat pelajaran yang setimpal dari semua ini!”, teriak eomma.

“Apa kau ingat siapa saja mereka, Taehyung-ah?”, tanya eomma lagi.

Aku memandang eomma.Nee, aku ingat.Aku ingat dengan pasti siapa orang-orang itu, dan dia. Aku sendiri tidak yakin apakah aku mampu untuk membuka kedok orang itu, apalagi saat itu… juga ada dia.

Dia.

Dia yang berdiri ketakutan sambil menangis tanpa suara itu.

Aku menggeleng pelan, “Aku ingat beberapa, eomma”, kataku.

Appa memandangku, “Kau yakin?”, tanyanya, merasakan keraguan dalam suaraku.

Aku memejamkan mata, menguatkan hatiku. Andwe, aku harus tetap membuka kasus ini! Mereka sudah melukaiku, mengkhianati ayahku, dan juga menjadi orang yang tidak tahu terimakasih kepada orang yang sudah membesarkan mereka! Aku harus membalas mereka!

Dan dia! Itu masalah nanti. Aku akan menyelamatkan dia! Aku yakin, dia sendiripun juga..pasti ingin menghilangkan kenangan buruk itu. Aku kemudian membuka mata dan menatap yakin ke arah appa dan eomma bergantian.

“Kita harus segera kembali ke rumah. Ada bukti kuat transaksi itu di ruangan appa..aku ..aku memiliki bukti kuat itu”, kataku, meyakinkan mereka.

“Tapi Taehyung-ah, rumah itu…”, appa hendak mengatakan sesuatu tapi segera memandang ke arah eomma, seperti mempertimbangkan sesuatu.

“Ada apa dengan rumah itu, Appa?”, tanyaku, cepat.

“Aniya, ada sedikit masalah dengan rumah itu..”

Aku mengerutkan kening. Masalah apa? Ah, masa bodoh!

“Appa, kita harus segera kembali ke rumah.Kalau mereka, kalau mereka tidak menemukan barang bukti itu, kita sudah bisa menangkap mereka.ktia pasti bisa menangkap mereka semua”, kataku, meyakinkan mereka.Aku tidak mau semua ceritaku ini terbuang sia-sia begitu saja.

“Tapi kau baru siuman, Taehyung-ah..”, kata eomma yang khawatir.

“Kejadian ini membuatku tidak tenang selama 3 tahun eomma, appa! Aku ingin segera menyelesaikan ini semua!”, kataku sambil memandang mereka dalam-dalam, berharap mereka mau memenuhi permintaanku.

Eomma dan appa saling berpandangan., Appa terlihat berpikir dalam-dalam.

Setelah beberapa saat, beliau akhirnya bicara.“Baiklah, appa akan bicara dengan seseorang sekarang juga”, kata Appa.

Appa langsung keluar dari ruangan sambil menelepon seseorang.Eomma segera memanggil dokter.Akhirnya dengan perbincangan yang cukup panjang sampai akhirnya dokter setuju, aku bisa kembali kerumah malam ini juga.Dokter mengatakan keadaan tubuhku sebenarnya dalam kondisi sangat baik, namun aku harus masih benar-benar kondisiku saat ini.

Aku segera berganti baju dari baju rumah sakit dengan bajuku, dan naik ke mobil bersama eomma yang terus memegangi tanganku, kami melaju cepat menuju rumah.

——————

Aku memandang keluar jendela dengan perasaan kangen yang begitu membuncah. Suasana kota Seoul yang sudah lama tidak pernah aku lihat. Orang-orang dengan berbagai gaya berlalu-lalang di sepanjang trotoar jalan. Lampu-lampu dari banyak bangunan, bus kota yang entah sudah sangat lama tidak aku lihat, orang-orang yang saling bercengkerama. Pemandangan yang sudah lama tidak aku lihat.

Sepanjang jalan aku memandang langit malam yang begitu indah dari jendela mobil.Penuh dengan bintang. Ah~ sudah lama tidak melihat warna hitam. Semua yang aku lihat selama ini putih..ah! Aku pernah membayangkan langit berbintang yang sudah lama tidak aku lihat. Aku saat itu membayangkan bintang-bintang dengan seseorang…

Nyuuutt.Dadaku rasanya sakit, aku refleks memegangi dadaku.

“Taehyung-ah, kau kenapa?? Kau merasa sakit??”, tanya eomma, khawatir.

Aku menggeleng, “Aniya eomma…”

Eomma kemudian memegangiku dan menepuk-nepuk pundakku, menenangkanku.

Aku tiba-tiba terdiam. Perasaan apa ini? Seperti ada perasaan yang kosong. Saat itu..sepertinya aku membayangkan langit malam yang penuh dengan bintang. Tapi… aku mengerutkan kening. Sepertinya tidak hanya itu saja…seperti..seperti ada seseorang juga disana…

Adakah seseorang disana?

Hanya saja..seperti ada sesuatu yang hilang entah kemana. Aku begitu yakin ada lanjutan dari ingatanku ini.Tapi aku juga tidak tahu kenapa sepertinya keyakinanku itu tidak berdasar, karena aku tidak mengingat apapun.Yang aku ingat hanyalah kejadian kenapa aku coma dan ruangan putih yang membosankan itu.

Membosankan? Tapi..

“Taehyung-ah, kita sudah sampai”, kata eomma, membuyarkan lamunanku.

Aku langsung tersenyum cerah. Rumahku, rumah yang sudah tidak aku kunjungi setelah sekian lama…

Kami masuk melalui gerbang utama. Aku tersenyum, rumah ini masih sama dengan rumah yang dahulu. Semua masih sama. Mobil kami kemudian memasuki taman rumah kami yang luas. Perhatianku langsung tersita pada keramaian yang aku lihat didepan.Aku bingung ketika aku melihat banyak mobil polisi disana.

Dari dalam mobil aku bertanya, “Eomma, kenapa banyak polisi dirumah??”.

Eomma memandangku, “Ah, Taehyung, rumah ini bukan rumah kita lagi.Ada seorang yang sudah membeli rumah ini ketika kau coma 3 tahun lalu”, kata eomma.

Aku kaget, mataku membelalak dan mulutku membentuk huruf o besar.

“Ke… kenapa dijual eomma? Kenapa..”

“Tenanglah, Taehyung. Appa menjual rumah itu pada orang yang appa kenal”, kata appa, dari kursi depan.

“APA?Orang yang appa kenal?! Bagaimana..bagaimana kalau.. bagaimana kalau dia salah satu orang yang aku lihat appa?!”, teriakku, seperti memprotes.

“Maka dari itu Appa kaget ketika kau bercerita tadi. Bisa-bisanya mereka berbuat seperti itu padaku dan pada anakku! Jadi sekarang sebisa mungkin..”

“Apa jangan-jangan mereka akan menghilangkan barang bukti?! Andwee! Barang bukti itu tidak boleh hilang!”, teriakku, histeris.

Eomma berusaha menenangkanku, tapi aku sudah tidak nyaman rasanya duduk di mobil ini. Aku ingin cepat masuk ke rumah dan menemukan barang yang aku cari!

“Eomma, Appa..ini..”

“Maafkan, eomma. Eomma tidak tahu kalau semua ini kejadian seperti ini..ah! harusnya eomma tidak percaya ucapan Bibi Kim dan tidak menjual rumah ini!”, eomma seperti marah pada dirinya sendiri.

“Appa sudah menelepon pemilik rumah yang baru, dia memperbolehkan appa datang. Mungkin dia tidak tahu soal perkaramu, Taehyung-ah?”, tanya Appa.

Ck! Mereka tahu atau tidak, yang jelas rumah ini sudah dijual.Dan pasti karena kejadianku dahulu, rumah ini kemudian dijual, untuk menghilangkan semua barang bukti yang sudah ada.

“Jadi ini masalah yang appa beritahukan tadi..”, gumamku.

“Nee, Taehyung-ah, appa..”

Saat itu, mobil tepat berhenti didepan rumah, aku yang tidak sabar segera berjalan cepat masuk ke rumah, tanpa menghiraukan appa yang memanggil-mangillku.

Persetan dengan pemilik baru rumah ini. Kalau pemilik rumah ini adalah salah satu dari orang yang ada di ruangan itu, malam saat aku coma, aku akan langsung membeberkan semuanya.

Aku masuk dengan terburu-buru.Aku lihat banyak polisi disana dan ada 2 orang yang seumuran seperti appa dan eomma. Itu pasti orang yang membeli rumah ini! Ketika aku akan mendekat kearah mereka, aku kaget melihat Bibi Kim sudah dibawa oleh polisi dengan tangan sudah ditahan dengan gembok tahanan.

Aku sampai berhenti dan memandangnya kaget, dia juga memandangku kaget.

“Tuan muda Taehyung??!!”,teriaknya, kaget.

“Kau..kau.. kenapa kau sudah…”, aku tidak bisa berkata-kata. Ada apa ini??! Kenapa orang yang sudah mencelakaiku ini sudah ditangkap?!Apa mereka menemukan barang bukti itu?

“Tu..Tuan muda..ba..bagaimana kau sudah siuman?!!”, teriaknya, histeris.

Aku masih merasa seperti gelombang shock menerpa tubuhku dan aku tidak bisa berkata apa-apa dan melakukan apapun. Orang yang ingin aku tangkap dengan tanganku sendiri, kenapa sekarang sudah…

“Ayo cepat! Kau harus segera diperiksa!”, kata polisi yang mengawalnya.

Aku kemudian melihat 2 orang yang seumuran dengan appa dan eomma itu mendekat kearahku.

“Kau..yang bernama Taehyung?”, tanya laki-laki berbadan tegap itu.

Aku memperhatikan wajah orang itu.Dia, laki-laki ini tidak ada didalam ruangan itu, malam itu.Ya, aku yakin.Jadi, pemilik baru rumah ini bukan salah satu orang yang mengkhianati appa.

Lalu, apakah kemungkinan barang bukti itu masih ada??

Belum sempat aku menjawab pertanyaan orang itu, appa sudah menepuk pundakku, membuatku kaget.

“Maaf, Tuan Jung. Anak laki-lakiku ini benar-benar tidak tahu sopan santun.Maaf aku tadi tiba-tiba menelepon anda”, kata appa, dengan nada yang sopan.

Aku ingin membuka mulut, tapi orang yang dipanggil Tuan Jung itu menjawab appa.

“Animida, Tuan Kim.Tidak apa-apa.Saya mengerti keadaan anda.Jadi, ini anak laki-laki anda yang coma 3 tahun lalu?Senang sekali dia akhirnya sudah siuman lagi”, katanya.

“Nee, saya sangat senang, dan maaf kalau kami sedikit menganggu disini”, balas appa.

Ck! Aku tidak suka basa-basi ini.

“Maaf, tapi..”

“Anak perempuan kami juga baru siuman kemarin.Untung Taehyung juga sudah siuman, ini seperti takdir saja”, kata seorang wanita disebelah Tuan Jung, memotong ucapanku.Pasti itu istrinya.

Aku memandangnya, dia tersenyum padaku.

“Hana pasti sangat senang mendengar Taehyung sudah siuman juga. Hah..ini benar-benar melegakan”, kata nyonya itu.

Aku mengerutkan kening. “Hana?”, tanyaku.

Eomma langsung memegang tanganku.“Hana, temanmu Taehyung.Dia selalu menjengukmu setiap hari.Dia juga coma seperti dirimu, tapi dia sudah siuman juga sekarang”, kata eomma, menjelaskan padaku.

Aku memandang eomma dan nyonya itu bergantian.

“Hana? Siapa Hana?”, tanyaku.

Aku masih bingung dengan semua ini. Rumah yang sudah dijual, pemilik baru yang tidak aku kenal, Bibi Kim yang sudah ditahan, dan seorang perempuan bernama Hana…

——————-

Aku masih bingung dengan semua ini, ketika aku melihat seorang gadis yang mungil dan manis berlari menuruni tangga di dekat ruang tamu. Aku memperhatikannya tanpa berkedip.Dia… kah Hana?

Dan dia berlari dengan cepat menuju kearahku.Dan aku, entah kenapa tidak berbuat apapun, dan entah kenapa jantungku bergemuruh luar biasa ketika melihatnya berlari menuju kearahku. Seharusnya aku menghindari dia, tapi aku hanya diam, dan…

Brug~ dia memelukku.

Aku langsung kaget.Apa-apaan cewek ini?! Kenapa dia tiba-tba memelukku begini! Tidak tahu harus berbuat apa, shock dengan kejadian bertubi-tubi didepanku, aku segera mencengkeram pundaknya dan melepaskan pelukannya kuat-kuat. Aku melihat kearah wajahnya dan dia mendongak melihat kearahku.

Dia menangis.

Aku tidak bisa berkata-kata.Ada sebuah perasaan yang meluap-luap yang tidak bisa aku lukiskan dengan kata-kata.Hangat.Melihat wajahnya saja aku merasa hangat. Tapi…

“Taehyung, kau sudah sadar? Kau sudah sadar..ah.. aku..”

“Kau siapa??”, tanyaku, memandangnya dengan bingung.

Dan wajah gadis itu langsung berubah kaget dan memucat cepat sekali, mungkin hanya dalam waktu 1 detik.Dia menatapku seolah aku hantu yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

“Kau… tidak ingat siapa aku??”, tanya gadis itu, suaranya bergetar. Dan aku melihat airmatanya menurun lebih cepat dari airmatanya yang tadi.Jatuh turun di pipinya yang halus itu.

Aku salah tingkah.

“Aku tidak mengenalmu”, ucapanku meluncur begitu saja dari mulutku.Entah mengapa aku merasa seperti orang bodoh setelah mengatakan itu semua.

About fanfictionside

just me

51 thoughts on “FF/ WARM STAR (fallen angel sequel)/ BTS-Bangtan/ pt. 3

  1. Aah akhirnya Bibi Kim tertangkap jga!!!

    CK itu Taehyung “Dia” Dia siapa ??? Dan bersama seseorang, Yuna? Hana? Arrggg…

    Aisshh… Knpa Taehyung gak iget Hana?? Iiss kasian tuh Hana ny jdi nangis kan #sabar

    Udah Thor Lanjut ya jgan Lma” okay Good Job (y)

  2. akhirnya bibi kim ketangkap jg

    ehhhhh itu knp taehyung gak inget sm hana, ya ampun kasian hana😥

    next thor jangah lama”😀

  3. ketinggalan banget .. tau tau ff ini udah sekuel lagii :(( ,,,,Taehyungnya gak ingen hana .. itu konsekuensinya ya kak?? Ditungguu partt selanjutnyaaa❤ maaf komennya telatt

  4. Aaaahhhh ,, jangan lama2 dong .. Udah penasaran niihhhh ..
    .. Gimana hana ama tae selanjutnya ??? Terus yang di maksud tae ‘DIA’ itu siapa ???

    .. Adduuuhhh penasaaran binggOww ..
    .. Cepetan yaaa thor ..

  5. Daebakkkkkkk,,,
    Iiihh kenapa c tae tae g ingt c hana pengen ngejitak tuch anak da…
    Kasian kan c hana nya..
    Thor maaf y aku baru coment d part ini sebenernya aku dh baca d fallen angel cuman cerita nya seru jd lupa bwt coment..
    Seruuuu abis pokoknya ini ff..
    #peluk author..

  6. uyeeeeee~ bahagia banget haha aku ngebut baca ini sampe akhir, astajim maafkan aku yang baru komen di part ini, aku suka banget ceritanyaaa hahahaHaaha…. paling yg aku ga suka di sini cuma bahasa cowok sama cewek gitu yang lainnya aku suka semuaaaa…

  7. Kelajutan FF ini dimana? Mengapa sampai sekarang belum ada kelanjutannya….😥
    Padahal ceritanya seru banget

  8. Kelanjutan ff-nya kenapa belum ada sampai detik ini😥
    Padahal ceritanya bagus dan seru banget.

    Ayo donk, kelanjutan ff-nya dikeluarin plis

  9. FF/ WARM STAR (fallen angel sequel)/ BTS-Bangtan/
    pt. 4
    harus ada sumpah kepo banget masa tae bgak kenal sama hana?
    apa jangan jangan syarat pas d ruangan putih itu tae enggak kenal lagi sam hana pas di siuman dari koma?
    sumpah bikin kepo

  10. Apakah taehyung gak kenal sama Hana itu adalah salah satu dari syarat itu? Huaaa kapan part selanjutnya di post? Ini udah 2015 min/thor cepet ah di post yah🙂

  11. Maaf thor baru bisa komen disquelny ._.v kebiasaan klo baca ff pengen cpt2 baca ._.v bagus bngt thor critanya ehhh tp malah tinggal dijalan alias bersambung 😂 harus brp kali ane kek gini semua ff favorit berhenti ditengah jalan :” *kok malah curhat ._.v
    Kpn nih dilanjut lg thor penasaran nih apalagi yg baca 1 tahun yg lalu

  12. maaf thor ane baru ninggalin jejak masa ‘-‘)/ ini ane ngerasa ato emang begimane? kok udah setaun kagak di lanjut :’v ato emang ane nya yang kagak nemu sambungan ceritanye? kalo udah di sambung ane boleh minta link nye kaga?

  13. Thoorr lanjut dong thoorr!!! Taehyung lupa ingatan itu pasti syaratnya untuk hana biar bisa nyelesaiin kasus itu

  14. Kayanya ini gabakal di lanjut lagi deh.. Padahal udah nunggu lama buat liat kelanjutan’a kaya apa :’ . Ini ff yg keren, gua selalu baca ff nih berulang kali dan kelanjutan’a akan selalu menjadi mystery huaaaa T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s