FF/ MISS RIGHT, I LIKE YOU/ BTS-GOT7/ pt. 5


Author : armyvngs

Title     : Miss Right, I Like You part 5

Cast     :

  • Park Soo Ae (OC)
  • Im Hyora (OC)
  • Park Jinyoung (GOT7’s JR)
  • Kim Taehyung (BTS’s V)
  • Min Yoongi (BTS’s Suga)
  • Park Jimin (BTS’s Jimin)
  • Jung Hoseok (BTS’s Jhope)
  • Other cast

Rating : G

Length : Chapter

Genre  : Love-comedy, romance, friendship, school life

5 (1)

Summarry

‘Kau bisa membaca isi hatiku tapi kau tidak bisa membaca isi hatimu sendiri?’ ‘Terkadang cinta itu memang buta untuk diri sendiri,’

Author’s POV

Langit Seoul malam hari dengan bertabur bintang memang sangat indah. Taehyung sengaja meredupkan lampu kamar dan membuka pintu balkonnya agar cahaya rembulan merambat masuk ke dalam kamar Taehyung. Ia berdiri menatap rumah didepannya. Hanya satu kamar yang masih terang karena penghuni kamar itu masih terdudukmemikirkan sesuatu. Cengiran Taehyung mengembang lalu dengan cepat ia melompat-lompat mencoba mengalihkan fokus Soo Ae kepadanya. Taehyung juga melambai-lambaikan tangannya tapi Soo Ae masih melamun.

“Oppa, apa yang kau lakukan?” Tanya Hyerim yang sudah berada di belakang Taehyung dengan wajah datar.

“Olahraga.” Jawab Taehyung asal masih dengan berlompat-lompat.

“Soo Ae unni tidak akan sadar walaupun kau melompat hingga langit ketujuh.”

“Mwo?”

“Ah, mengapa aku mempunyai kakak bodoh sepertimu.” Ucap Hyerim lalu keluar dari kamar setelah meletakan botol vitamin di meja Taehyung.

“Untung aku bukan kakak-mu.” Ucap Taehyung lalu mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu.

Soo Ae termenung di tempat tidurnya. Tangannya menggenggam frame foto. Foto yang dulu sangat berharga sebelum semua fakta terungkap. Fakta yang sulit ia terima dan dengan susah payah ia anggap sebagai mimpi. Tapi apa daya, semua nyata walau tak terwujud tapi bisa dirasakan hingga kelu di hati. Ia menghela nafasnya perlahan ketika kejadian itu terputar bagai film klise hitam putih di otaknya.

Ia lalu menatap datar foto itu. Sebuah foto dirinya sedang tersenyum manis bersama seorang pria yang tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya dan dengan matanya yang sipit. Soo Ae memejamkan matanya lalu kembali menghembuskan nafasnya. Dengan cepat ia meletakan foto itu ke laci mejanya. Sudah 6 bulan sejak kejadian itu tapi ia masih belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda chat line masuk tapi Soo Ae menghiraukannya. Tidak sampai 30 detik, chat line itu kembali berbunyi, kali ini tanpa henti. Dengan gerakan malas Soo Ae membukanya chat itu lalu melebarkan matanya.

Soo Ae kenapa kau belum tidur?

Ya! Balas chatku, aku tahu kau belum tidur.

Ya! Ya! Cepat balas chatku!

Soo Ae berdecak lalu dengan cepat membalas chat itu. Tidak lama ponselnya kembali berbunyi.

Aku tahu Id line dari Jimin hehe dan aku tahu kamu belum tidur karena lampu kamarmu masih menyala. Bahkan aku bisa melihatmu sekarang.

Soo Ae lalu menoleh ke arah jendela kamarnya dan di seberang sana Taehyung sedang melambaikan tangannya dengan cengiran lebar menghias wajahnya. Soo Ae lalu bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju jendela kemudian menutup tirainya. Ponselnya kembali berbunyi.

Selamat malam. Selamat tidur. Semoga aku ada di dalam mimpimu>:D

Soo Ae tersenyum samar lalu meletakan ponselnya asal tanpa membalas chat dari Taehyung.

***

Hyora dengan tergesa-gesa turun menelusuri tangga rumahnya sambil mengikat rambutnya. Ia telat bangun dan kini harus dengan cepat sarapan lalu berangkat. Saat ia sampai di meja makan, ternyata hanya sepotong roti dan segelas susu putih yang sudah disiapkan Jin.

“Oppaaa! Oppaaa ayo kita berangkat aku sudah telat.” Teriak Hyora.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

“Yeobseo? MWOOO? Ah oppa kenapa kau baru memberitahuku!!Aku sudah terlambat.” Hyora mematikan ponselnya lalu meminum susu dan mengambil sepotong roti lalu dengan cepat keluar rumah. Baru berapa langkah keluar dari halaman rumahnya, ia menghentikan langkahnya dengan wajah terkejut dan roti yang masih menggantung di mulutnya.

“Pagi Hyora. Butuh tumpangan?”

“Hoseok oppa! Kenapa kau ada disini?”

“Jin hyung tadi menelponku untuk menjemputmu. Kau tidak akan terlambat, tenang saja Hyora.” Jawab Hoseok tersenyum.

Hyora hanya memberikan cengiran polosnya. Hoseok lalu menyuruhnya untuk naik ke motor sportnya dengan gerakan dagu. Hyora mengangguk lalu naik dan duduk di belakang Hoseok. Tiba tiba tangan Hoseok menarik tangan Hyora untuk melingkarkan tangannya di pinggang Hoseok. Karena gerakan cepat Hoseok, jarak mereka kini sudah terkikis abis dan Hyora kini memeluk erat Hoseok dari belakang. Hoseok menahan senyumnya membuat pipinya terangkat.

“Jika kau ingin memeluk-ku itu lebih bagus.” Ucap Hoseok.

Hyora yang dari tadi berjuang mati-matian untuk melepas pelukannya kini dengan reflek memeluk Hoseok lagi karena Hoseok telah melajukan motornya dengan tiba-tiba. Gadis itu bisa merasakan pipinya yang panas dan memerah seperti kepiting rebus. Untuk keberapa kali-nya, Hoseok telah membuat Hyora berperang melawan detakan jantung yang sedetik berhenti untuk mengambil posisi menyerang dengan beribu-ribu detakan lain didetik berikutnya. Samar-samar, Hoseok tersenyum di balik helm-nya.

***

“Bi, aku berangkat ya.” Pamit Soo Ae kepada Kang ahjumma setelah menyelesaikan sarapannya.

Soo Ae berjalan keluar rumah dan ia sudah menduga jika orang itu sedang menunggunya di depan rumah saat ini. Bersandar pada pagar rumah Soo Ae. Tapi Soo Ae tetap berjalan tanpa menyapanya dan bahkan ia menganggapnya tidak ada.

“Sampai kapan kau akan menghindar dariku?” Tanya laki-laki itu.

Soo Ae berhenti melangkahkan kakinya karena pergelangan tangannya yang kini digenggam erat oleh laki-laki di belakangnya. Gadis itu hanya diam dan tidak menoleh untuk menatap laki-laki itu. Tapi tanpa diduga, laki-laki itu memeluk Soo Ae dari belakang membuat mata Soo Ae melebar sempurna.

“Lepaskan aku, oppa. Atau aku akan berteriak!”

“Aku merindukanmu. Jangan pergi dariku.”

“Kau hanya mempersulit hidupku oppa. Tidak bisakah kau untuk tidak egois? Memikirkan perasaanmu saja tanpa memikirkan perasaanku?”

“Jika kita berusaha bersama, kita akan bisa kembali bersatu.”

“Jinyoung oppa. Aku mohon untuk terakhir kalinya. Tolong lepaskan aku.”

Jinyoung masih tetap memeluk erat Soo Ae. Soo Ae sudah berusaha untuk melepaskan tapi kekuatan Jinyoung lebih besar darinya. Soo Ae menahan emosinya, kini wajahnya sangat merah. Tiba-tiba seseorang menarik dirinya. Sontak Jinyoung melepas Soo Ae dan Soo Ae terkejut mendapati dirinya yang sekarang dirangkul oleh Taehyung dengan tangan kanan laki-laki itu sedangkan tangan kirinya berada di saku celana. Taehyung menatap datar Jinyoung tapi Jinyoung membalasnya dengan senyum samar.

“Ah….. Soo Ae ayo kita berangkat.” Ajak Taehyung masih merangkul Soo Ae dan berjalan meninggalkan Jinyoung.

“Hyerim! Jangan diam saja, ayo berangkat.” Teriak Taehyung.

Hyerim yang daritadi menjadi penonton atas kejadian apa yang dilakukan kakak-nya lalu menyusul Taehyung dan berjalan di sebelah kiri Taehyung. Park Jinyoung masih terpaku memandang Taehyung yang masih merangkul Soo Ae.

“Oppa, jangan campuri urusan orang lain.” Ucap Hyerim.

“Tau apa kau anak kecil.”

“Kim Taehyung, bisakah kau melepaskan tanganmu ini.” Ucap Soo Ae datar.

“Tidak bisa.” Jawab Taehyung dengan cengiran khasnya.

“Oppa, lepaskan SooAe unni! Dasar genit!” Seru Hyerim lalu menarik tangan Taehyung.

“Ya! Anak kecil kau menganggu saja!!” Kim Taehyung lalu mengacak rambut Hyerim. Dengan kesal Hyerim menginjak kaki Taehyung. Taehyung sontak berteriak kesakitan sedangkan Hyerim tertawa dan menarik tangan Soo Ae untuk berlari. Soo Ae ikut tertawa dan berlari bersama Hyerim menuju halte. Taehyung terdiam menatap Soo Ae yang sedang tertawa bersama Hyerim. Ini pertama kalinya Soo Ae tertawa lepas dan ini pemandangan yang sangat langka. Taehyung tersenyum samar lalu mengacak poni-nya sendiri.

**

“Oppa, unni. Kalian duluan saja ke kelas. Aku harus ke ruang guru terlebih dahulu.”

“Apa kau ada masalah?” Tanya Taehyung menyelidik.

“Aniyaaa oppa. Aku harus mengumpulkan data diri.”

“Apa perlu ku antar?” Tanya Soo Ae.

“Tidak perlu, unni. Annyeong! Baik-baik ya kalian jangan bertengkar.” Ucap Hyerim lalu pergi.

Taehyung menatap kepergian Hyerim dengan datar.

“Apa kita selalu bertengkar, Soo Ae? Bukankah kita selalu romantis?” Tanya taehyung lalu menatap Soo Ae. Tapi ternyata Soo Ae sudah berjalan di depan dan meninggalkan Taehyung.

Taehyung berlari kecil menyusul Soo Ae lalu merangkulnya. Dengan gerakan cepat Soo Ae menepis tangan Taehyung. Tapi laki-laki itu hanya tertawa karena sifat cuek Soo Ae yang menurutnya manis. Sesekali ia menyikut lengan Soo Ae tapi dengan kasar Soo Ae mendorongnya hingga Taehyung hilang keseimbangan dan terjatuh. Semua mata menatap Taehyung lalu tertawa.

“Ya! Mengapa tenagamu kuat sekali!!! Ya! Berhenti menertawakanku! Aku memang lucu.” Ucap Taehyung lalu berdiri dan kembali menyusul Soo Ae.

Hyora turun dari motor Hoseok sambil merapikan rambut dan seragamnya. Setelah Hoseok memarkirkan motornya, kini mereka jalan bersama menuju kelas Hyora. Tak usah ditanya apa yang dirasakan Hyora saat ini karena ia pun tak bisa menjelaskan apa-apa. Seperti kupu-kupu yang menggelitik perutnya? Mungkin lebih dari itu. Jung Hoseok sendiri masih tersenyum dan bingung untuk mengangkat topik apa agar mereka tidak diam seribu bahasa seperti ini.

“Bagaimana kabar Soo Ae dengan Jinyoung?” Tanya Hoseok tiba-tiba.

Hyora menoleh ke Hoseok dengan tatapan polos sambil berfikir. “Entahlah, sepertinya mereka sudah tidak bertemu satu sama lain.”

“Apa kau tahu apa hubungan mereka? Karena aku lihat, Jinyoung terlihat sangat murung ketika aku bertemu dengannya.”

“Bukankah aku kemarin bercerita jika mereka pernah berpacaran tapi entah karena alasan apa mereka mengakhirinya. Sebelum pertengkaran kemarin, mereka masih baik-baik saja.”

“Ah iya aku lupa. Soo Ae sendiri apa terlihat murung saat di kelas?”

“Tidak. Ia seperti biasa, mengikuti pelajaran, tidur sambil mendengarkan lagu saat istirahat dan……..” Hyora menggantungkan kalimatnya.

Hoseok menoleh ke Hyora. Objek yang menjadi pusat perhatiannya kini bergeser mengikuti objek yang di tatap Hyora saat ini. Soo Ae dan Kim Taehyung yang sedang menyusuri lorong sambil bercanda.

“Sepertinya Soo Ae sangat baik keadaannya. Tapi akhir-akhir ini kulihat hubungan mereka semakin akrab. Soo Ae tidak pernah merasa terganggu karena Taehyung. Padahal Taehyung sangat tidak bisa diam.” Jelas Hyora masih menatap objek yang menarik itu.

Hoseok tersenyum lalu menepuk kepala Hyora perlahan. Hyora sontak kaget dan menolehkan kepalanya perlahan ke Hoseok. Sepasang manik mata mereka bertemu sama lain. Menumpuk untuk beberapa detik dan Hyora yakin semburat merah kembali menjulur ke pipinya saat ini.

“Bisakah kalian tidak menghalangi jalan? Jika ingin pacaran bukan disini tempatnya.” Ucap seorang dengan tiba-tiba.

Hyora dan Hoseok dengan gugup membuka jalan untuk orang itu. Orang itu berbalik dan menatap Hyora intens. Menelisik setiap inci tubuh Hyora dari atas hingga bawah. Hyora yang merasa terganggu langsung berteriak.

“Ya! Yoongi sunbae jangan menatapku seperti itu!!!”

“Kenapa?” Tanya Yoongi polos dengan senyum miring. Hyora terdiam.

“Apa kau gugup saat aku menatapmu seperti itu?” Tanya Yoongi lagi. Kali ini dengan kedua tangan yang berada di saku celana ia menghampiri Hyora perlahan. Hyora reflek memundurkan langkahnya.

“Oh iya, selamat ulang tahun ya. Kudengar kemarin kau ulangtahun? Hingga Taehyung dan Jimin izin untuk tidak ikut latihan.” Ucap Yoongi lagi.

“Apa kau ingin hadiah dariku? Apa yang kau ingin? Katakan saja. Aku rela memberikan hatiku untuk hadiah ulang tahunmu.” Bisik Yoongi tepat di telinga Hyora.

Hoseok menarik tangan Hyora untuk mendekat dengannya. Hyora hanya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang kini semakin merah karena ucapan Yoongi. Yoongi berdecak lalu menatap Hoseok dan kemudian tersenyum.

“Aku cuma bercanda. Jangan terlalu dipikirkan.” Seru Yoongi.

“Hahaha Yoongi. Kau selalu menggoda adik kelas. Kalau begitu aku harus mengantar Hyora ke kelasnya. Dah!” Hoseok kemudian menarik Hyora menjauh dari Yoongi. Sedangkan Yoongi menatap kepergian mereka dengan datar lalu pergi.

***

Hyerim berlari untuk sampai ruang guru karena ia harus buru-buru sampai kelas dan menyelesaikan tugasnya yang belum selesai. Tiba-tiba seorang laki-laki terdiam di depan pintu ruang guru tersebut dan dengan cepat Hyerim harus menghentikan larinya, tapi sayang sekali ia malah menubruk orang itu hingga ia terjatuh. Objek yang ditabraknya masih berdiri kokoh dan malah menatap Hyerim tajam.

“Ah, mian. Aku tidak sengaja.” Ucap Hyerim untuk meminta maaf.

“Apa kau pikir ini lapangan? Seperti anak kecil saja lari-lari di koridor.” Ucap orang itu sinis lalu masuk ke dalam ruang guru.

“Ish! Aku memang masih kecil!!! Aisssh dia siapa sih dasar laki-laki dingin!!!” Gerutu Hyerim lalu berdiri dan menepuk-nepuk roknya yang kotor.

Hyerim lalu masuk ke ruang guru dan menghampiri Shin ssaem. Ia membungkuk mengucapkan salam dan ternyata kini di sebelahnya ada laki-laki itu.

“Ssaem. Ini data diri yang kemarin belum aku kumpulkan.” Hyerim menyerahkan kertas itu.

“Ah iya Hyerim. Kebetulan kau ada disini. Tolong antarkan anak baru ini karena dia akan sekelas denganmu.” Jelas Shin ssaem sambil tersenyum.

Tentu saja Hyerim mengutuk dalam hati. Ternyata laki-laki dingin itu murid baru dan akan sekelas dengannya.

“Baik ssaem. Kalau begitu kami permisi.” Hyerim dan laki-laki itu membungkuk lalu keluar dari ruang guru.

Hyerim hanya menggerutu dalam hati. Dia tidak tahu nama laki-laki itu dan gengsi untuk bertanya. Hyerim sesekali melirik laki-laki disebelahnya dan meneliti dari atas hingga bawah. Putih, tinggi, rambut hitam dan memiliki mata tajam tapi indah. Hyerim dengan cepat mengalihkan pandangannya ketika yang sedang ditatap tiba-tiba menoleh ke arah Hyerim. Mereka masih terdiam sepenjang koridor, semua mata yang melihat laki-laki itu -terutama wanita- kemudian berbisik satu sama lain dan tak bisa berkedip. Tapi laki-laki itu masih diam seribu bahasa. Bukan hanya seribu tapi berjuta-juta bahasa. Hyerim merasa kelasnya sangat jauh sekali karena atsmofer yang aneh ini.

“Ah, Hyerim. Kau sudah menyerahkan data dirimu?” Tanya seseorang tiba-tiba.

Hyerim menoleh ke sumber suara.Ternyata Taehyung dan Soo Ae yang berada di depan kelas mereka. Untuk menuju kelas Hyerim, ia harus melewati kelas tiga dan melewati kelas Oppanya.

“Ah oppa!!! Sudah.” Ucap Hyerim riang. Laki-laki disebelahnya terdiam melihat raut wajah Hyerim yang berubah. Ia kemudian menatap perempuan di sebelah Taehyung lalu terkejut.

“Nuna! Soo Ae nuna?” Ucap laki-laki itu senang.

Soo Ae lalu menatap laki-laki yang memanggilnya itu dengan wajah yang sama terkejutnya.

“Kau?”

“Wah Nunaaaa!!!! Akhirnya kita bertemu kembali aku merindukan nuna!” Ucap laki-laki itu senang dan reflek memeluk Soo Ae.

Soo Ae, Taehyung dan Hyerim terkejut melihat itu lalu dengan cepat Taehyung menarik Soo ae dan merangkulnya.

“Ya! Bocah kecil jangan peluk-peluk Soo Ae-ku!!” Seru Taehyung.

Soo Ae lalu melepaskan rangkulan Taehyung dan menjitaknya. Taehyung berteriak kesakitan lalu mengelus kepalanya yang malang itu. Hyerim hanya menepuk-nepuk bahu Taehyung untuk bersabar.

“Kau bersekolah disini, Jeon Jeongguk?” Tanya Soo Ae tersenyum.

Laki-laki bernama Jeongguk itu tersenyum lebar memperlihatkan gigi kelincinya yang sangat imut. Hyerim menatapnya tanpa kedip melihat perubahan Jeongguk yang dingin menjadi seperti ini.

***

Bel istirahat berbunyi dan itu berarti kantin akan diserbu oleh pemilik-pemilik perut yang kelaparan. Taehyung berdiri dari tempat duduknya setelah menyelesaikan catatan-nya. Tapi tak lama ia kembali duduk dengan tubuh lemas. Ia bergumam kelaparan dan terlalu berlebihan seperti tidak makan sejak seminggu yang lalu. Soo Ae yang berada di belakangnya hanya menatap datar sikap kekanak-kanakan Taehyung. Hyora sendiri menatap polos Taehyung lalu menggelengkan kepalanya.

“Taehyung-a, jika kau lapar kau kan bisa pergi ke kantin.” Hyora membuka suara setelah menatap malang Taehyung.

Taehyung membalikan badannya dan menumpukan dagunya dengan kedua tangannya lalu menatap Soo Ae dengan wajah seperti anjing kecil.

“Tapi Soo Ae tidak ingin pergi ke kantin bersamaku, Hyora.” Ucap Taehyung lemas.

“Kau sendiri kan tahu jika Soo Ae memang tidak pernah ke kantin dan akan menghabiskan jam istirahat di kelas.”

Taehyung masih menatap Soo Ae yang kini sedang menyelesaikan catatanya. Mereka saling diam dan Taehyung tiba-tiba tersenyum ketika teringat tawa Soo Ae tadi pagi. Tawa yang perdana untuk Taehyung, sangat tulus dan natural. Ia tak habis fikir apa yang membuat Soo Ae tertawa seperti itu. Soo Ae lalu menatap tajam Taehyung membuat laki-laki berambut coklat gelap itu kelimpungan mengalihkan tatapannya.

“Mau sampai kapan kau menatapku seperti itu?”

“Sampai kau menemaniku pergi ke kantin.” Jawab Taehyung dengan cengiran konyolnya.

“Pergilah dengan Jimin dan Hyora.”

“Uh, Jimin sedang sibuk merayu.” Seru Taehyung. Taehyung, Hyora dan Soo Ae mengalihkan pandangannya pada Jimin yang sedang duduk berhadapan dengan Yuri. Tidak, lebih tepatnya Jimin yang sedang menghalangi Yuri yang menyalin catatan.

“Ya! Park Jimin aku belum menyelesaikan catatanku.” Seru Yuri.

“Yurichan, ayo kita ke kantin.” Ajak Jimin dengan eyesmile-nya.

“Berhenti memanggilku Yurichan dan berhenti menggangguku!!!” Seru Yuri.

Bukan Park Jimin namanya jika ia tidak mengganggu perempuan-perempuan di kelasnya. Dan kali ini Yuri yang menjadi targetnya. Gadis yang lahir di Korea tapi ibunya berasal dari Jepang. Ya maka dari itu Jimin memanggilnya Yurichan seperti tokoh di manga manga. Tapi Yuri adalah gadis terlama yang diganggu oleh Jimin, sudah beberapa bulan terakhir ini Jimin selalu mendekati Yuri tapi tentu saja Yuri menolaknya mentah-mentah karena sudah tahu sifat Jimin. Sebenarnya Jimin dan Yuri memang sudah dekat dari dulu sebagai teman tapi terkadang sifat Yuri akan berubah seperti musuh jika Jimin sudah berlebihan di depan teman-temannya.

“Yurichan, ayolah ke kantin denganku.” Bujuk Jimin lagi.

“Baiklah, tapi traktir aku ya!” Tawar Yuri dan disambut anggukan penuh semangat dari Jimin.

Dan disinilah mereka, di meja pojok kantin dan sudah menikmati makanan masing-masing. Jimin, Yuri, Taehyung, Hyora, Jeongguk, Hyerim dan Soo Ae. Pertanyaan besar bukan kenapa Soo Ae berada di kantin? Jeongguk tiba-tiba masuk ke kelas Soo Ae bersama Hyerim dan mengajak Soo Ae untuk ke kantin. Dan dengan mudah entah kenapa Soo Ae menuruti permintaan Jeongguk. Taehyung sampai memikirkan ada hubungan apa bocah kecil itu dengan Soo Ae dan kini ia diam tidak seperti biasanya yang selalu bertingkah aneh.

“Kookieya, kenapa kau pindah sekolah?” Tanya Soo Ae lembut. Taehyung langsung menatap tajam Soo Ae dan terpaku melihat Soo Ae tersenyum.

“Rahasia, nuna tidak boleh tahu. Hehehe.” Jawab Jeongguk sambil tersenyum dan lagi dengan gigi kelincinya. Hyerim mengalihkan pandangannya.

“Jadi, Soo Ae dan Jeongguk sebenarnya ada hubungan apa?” Tanya Jimin penasaran. Taehyung yang tiba-tiba penasaran dengan jawaban Soo Ae memasang telinganya baik-baik.

“Soo Ae nuna adalah senior ku saat SMP dan kami satu klub basket.” Jawab Jeongguk.

“Ya Kookieyaaa! Kenapa kau bilang itu!!” Seru Soo Ae.

“Soo Ae bisa bermain basket?” Seru Jimin dan Taehyung bersamaan. Yuri harus menutup telinganya karena ia berada di antara Jimin dan Taehyung.

“Dia bahkan mengikuti turnamen dan menjadi ketua tim basket putri sekolah kami.”

Semua mata kini menatap Soo Ae tak percaya kecuali Hyora. Hyora sudah tau itu karena ia selalu menemani Soo Ae bermain basket saat Soo Ae sedang suntuk.

“Kenapa kau tidak ikut tim basket sekolah kita?” Tanya Jimin.

“Tidak tertarik.”

“Kenapa?”

“Ah sudahlah tak usah di bahas.” Seru Soo Ae mengalihkan pandangannya ke arah Taehyung yang daritadi diam saja bahkan ia hanya memainkan sendok dan garpunya. Soo Ae lalu kembali menatap Jeongguk.

“Kookieya, kau semakin tampan. Apa kau sudah mempunyai pacar?” Tanya Soo Ae yang membuat semua kegiatan di meja itu berhenti dan menatap Soo Ae yang sedang tersenyum kepada Jeongguk. Jimin bahkan membuka mulutya karena ini pertama kalinya melihat Soo Ae seperti ini. Hyora dan Yuri pun saling tatap melihat Soo Ae yang tidak seperti biasanya. Sedangkan Taehyung tidak sengaja menumpahkan minuman-nya hingga membasahi seragamnya.

“Oppa, kenapa kau bodoh sekali, huh?” Ucap Hyerim.

“Aku ke kamar mandi dulu. Kalian duluan saja ke kelas.” Ucap Taehyung lalu pergi.

“Kurasa aku mengerti keadaan ini.” Ucap Jimin lalu disetujui dengan anggukan Yuri. Sedangkan Hyora menatap polos mereka berdua.

Bel masuk pun berbunyi dan kantin kini sudah sepi. Semua anak sudah kembali ke kelas kecuali Taehyung yang masih berada di kamar mandi. Membersihkan seragamnya yang tadi terkena minumannya. Ia lalu keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat seseorang menunggunya. Tapi dengan cepat ia merubah raut wajah terkejutnya menjadi datar.

“Ini tissue untuk mengeringkan seragammu.” Ucap Soo Ae.

“Terimakasih.” Taehyung menerima tissue itu lalu mulai sibuk dengan seragamnya yang basah.

Soo Ae memiringkan kepalanya. Aneh. Tidak seperti biasanya Taehyung menjadi diam seperti ini. Soo Ae menatap punggung Taehyung yang berada di depannya.

“Apa kau sakit, Taehyung?” Tanya Soo Ae hati-hati.

“Tidak.”

“Apa kau ada masalah?”

“Tidak.”

“Lalu kenapa kau aneh seka-” Soo Ae berhenti berbicara ketika dengan cepat Taehyung berbalik lalu mengurungnya dengan kedua tangannya. Ia reflek memundurkan kepalanya tapi dinding di belakangnya ternyata menghalanginya. Taehyung menatap tajam Soo Ae dan gadis itu membuang wajahnya ke arah lain.

“Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau aneh sekali hari ini?” Tanya Taehyung datar.

“Aku aneh kenapa?” Tanya Soo Ae balik tanpa menatap Taehyung.

“Apa kau akan menjawab pertanyaanku jika aku bertanya?”

“Tentu.”

“Ada hubungan apa kau dengan Jeongguk?”

“Itu bukan masalahmu.”

“Kalo begitu jangan tanya kenapa aku aneh karena itu juga bukan urusanmu.” Ucap Taehyung. Soo Ae kemudian diam.

“Kenapa kau tiba-tiba perhatian padaku saat aku aneh? Apa aku harus aneh dulu lalu kau akan perhatian padaku?” Tanya Taehyung lagi.

“Aku hanya…… Hanya ingin membalas kebaikanmu.” Jawab Soo Ae.

“Oh kebaikanku? Lalu kenapa kau tidak menatapku saat berbicara denganku? Bukankah itu tidak sopan?” Tanya Taehyung menyelidik.

“Berhentilah mendesakku seperti itu Kim Taehyung!”

“Berhentilah bertingkah manis di depan Jeongguk juga kalo begitu.”

“Memang kau siapa? Kenapa begitu egois?” Tanya Soo Ae.

“Aku Kim Taehyung. Egois? Ah lupakan saja, perdebatan kita ini seperti orang pacaran saja.” Taehyung lalu pergi meninggalkan Soo Ae. Soo Ae menghela nafasnya dengan berat.

***

“Taehyung kenapa kau terlambat masuk kelas?” Tanya Shin ssaem.

“Tadi seragamku kotor, jadi harus membersihkannya. Maaf ssaem.” Taehyung membungkuk.

“Baiklah. Apa kau membawa tugasmu?” Tanya Shin ssaem dan Taehyung mengangguk. Shin ssaem memperbolehkan Taehyung duduk di tempatnya dan membalikan badannya.

“Soo Ae belum ke kelas?” Bisik Taehyung.

“Ia tidak membawa tugas jadi ssaem menyuruhnya keluar.” Bisik Hyora. Taehyung terkejut.

“Apa ia sering seperti itu?”

“Kadang-kadang sih.”

Taehyung membalikan tubuhnya lagi dan memperhatikan Shin ssaem yang sedang menjelaskan. Dalam pikirannya sekarang hanya ada Soo Ae yang susah di tebak. Gadis misterius yang belum ia mengerti. Gadis yang selalu membuat-nya penasaran dengan kepribadian aslinya. Taehyung mengalihkan pandangannya ke lapangan basket di bawah dan menatap datar seorang gadis yang sedang mendribble bola basket. Gadis itu Soo Ae.

Soo Ae mendribble bola basket itu lalu lay-up dan nice shoot. Sebuah tepukan tangan terdengar dari pinggir lapangan. Soo Ae menoleh dan tersenyum kecut melihat siapa yang datang.

“Ini keberapa kalinya kita bertemu di jam pelajaran tapi kau sedang bermain basket?”

“Apa itu masalah untuk sunbae?”

“Tidak. Aku malah senang karena ada teman bermain lagi.”

“Aku tidak akan meladeni permainanmu jika kau mengurangi kekuatanmu hanya karena lawanmu perempuan.”

“Baiklah Soo Ae. Apa kau tidak mempertimbangkan tawaranku untuk masuk di tim wanita?”

“Yoongi sunbae, aku bilang aku tidak tertarik.”

“Aku mengerti. Oh iya, kau sekarang sudah bisa move on?” Tanya Yoongi tersenyum jahil yang langsung dibalas death-glare dari Soo Ae.

“Tadi aku melihatmu bersama Taehyung di depan toilet. Hahaha untung saja tidak tertangkap oleh guru.” Ledek Yoongi.

“Urusi urusanmu sendiri Min Yoongi!” Soo Ae lalu melempar basket itu ke Yoongi dan beruntunglah Yoongi dapat menangkapnya dengan tepat.

“Hahahaha bantu aku kalau begitu.”

“Apa? Hyora?”

“Kenapa kau tahu?” Tanya Yoongi terkejut lalu melempar bola itu pada Soo Ae.

“Terlihat saat kau memperhatikan Hyora. Berhentilah diam-diam mengagumi Hyora, kau kan laki-laki kenapa tidak tunjukan dirimu.” Soo Ae mendribble bola itu lalu kembali meng-shoot-nya.

“Kau bisa membaca isi hatiku tapi kau tidak bisa membaca isi hatimu sendiri?” Yoongi kemudian bergabung dengan Soo Ae di lapangan.

“Terkadang cinta itu memang buta untuk diri sendiri, sunbae.” Soo Ae tersenyum miring.

Yoongi kemudian memperhatikan kelas Soo Ae di atas dan 2 pasang mata sedang memperhatikan mereka. Hyora dan Kim Taehyung.

“Waaah, sepertinya kita sedang diperhatikan dari atas.”

“Benarkah? Biarkan saja jika begitu.” Soo Ae melompat untuk meng-shoot kembali dan 3 point untuk Soo Ae.

“Apa kau ingin minuman? Aku akan ke kantin.”

“Nanti aku akan menyusulmu ke kantin, sunbae. Terimakasih.”

“Baiklah.”

Yoongi lalu menghilang dan pergi ke kantin. Taehyung masih memperhatikan Soo Ae yang kini sedang mengatur nafasnya. Hyora kembali memperhatikan penjelasan Shin ssaem tapi tiba-tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk. Hyora membukanya.

Kau seharusnya memperhatikan guru bukan memperhatikan lapangan.

Hyora menggelengkan kepalanya lalu ponselnya bergetar lagi. Ia kembali membuka ponselnya.

Hyora. Eomma sudah pulang. Kau cepat pulang ke rumah ya. Nanti kita akan makan malam di luar.

***

Soo Ae sedang mengeringkan keringatnya di kantin dan mengobrol bersama Yoongi. Sesekali mereka tertawa tapi bukan karena lucu, melainkan karena pikiran-pikiran jahat dari kedua otak mereka. Tiba-tiba sebuah handuk terlempar ke wajah Soo Ae dan sukses membuat Soo Ae menatap dingin si yang melempar handuk.

“Nice shoot! Tepat di wajahmu hahaha.” Seru Taehyung lalu tertawa. Soo Ae melempar handuk itu tepat di wajah Taehyung.

“Nice shoot! Aku tidak butuh itu darimu.” Seru Soo Ae.

“Sepertinya sinyal hatimu tertangkap oleh radar alien ini, Soo Ae.” Ucap Yoongi.

Taehyung lalu duduk disebelah Soo Ae mengulurkan handuk itu agar dipakai oleh Soo Ae. Tapi Soo Ae masih diam. Kini Soo Ae tenggelam dalam pikirannya kenapa Taehyung tiba-tiba kembali menjadi seperti biasanya. Tidak aneh lagi seperti tadi. Soo Ae kembali teringat kejadi di depan kamar mandi tadi. Tatapan tajam Taehyung, nada bicaranya sangat berbeda. Apa mungkin seseorang dapat mengubah moodnya begitu cepat?

“Ini aku bawakan tasmu. Hyora tidak bisa mengantarnya karena ia harus buru-buru pulang. Eommanya sudah di rumah katanya.” Jelas Taehyung.

“Kalau begitu, aku pergi dulu karena harus membantu Namjoon. Selesaikan permasalahan kalian dan jangan berbuat macam-macam ya. Dah~” seru Yoongi lalu pergi.

Taehyung kemudian meletakan handuk itu ke kepala Soo Ae dan mengacak-ngacaknya. Soo Ae lalu berteriak dan menghentikan tangan Taehyung tapi Taehyung mengalihkan tangannya dan memegang erat tangan Soo Ae. Soo Ae tidak dapat bergerak dan terpaksa ia harus menatap Taehyung.

“Jangan buat aku khawatir lagi. Sekarang aku keteteran karena ada Jeongguk disini. Jadi……..” Taehyung memajukan wajahnya mendekat ke arah Soo Ae dan gadis di depannya itu menahan nafas. “Ayo kita pulang.” Taehyung melepas tangan Soo Ae lalu berjalan keluar kantin.

Soo Ae meniup poninya asal dan menghela nafasnya berat. Ia menghapus keringatnya dengan handuk yang diberikan Taehyung tadi. Senyum samar kembali tercipta di wajah Soo Ae. Ia lalu menyusul Taehyung setelah mengikat rambutnya seperti ekor kuda dan menyisakan poni depannya.

“Wah Soo Ae kau cantik saat rambutmu diikat.”

“Berisik.”

“Aku bilang seperti itu karena rambutmu sangat lepek terkena keringatmu jika digerai. Hahahahaha.”

“Berisik.”

“Kapan-kapan kita harus melakukan duel basket man to man dan jika kau kalah kau harus menuruti permintaanku.”

“Teruslah bermimpi.”

***

Hyora dan Eommanya sudah berada di meja makan restoran terkenal dan di hadapan mereka seorang laki-laki seumur dengan eommanya duduk dengan tegap dan sedikit gugup. Sebelum datang ke restoran, eommanya menceritakan semua rencananya dalam waktu dekat ini. Ia akan menikah dan Hyora hanya mengagguk setuju dengan rencana ini. Hyora ikut bahagia walaupun sejujurnya ia belum siap mempunyai ayah baru dan keluarga baru. Tapi, apa salahnya membahagiakan eomma dengan cara mengijinkannya menikah lagi? Toh ayahnya yang di Amerika juga masih akan terus menghubunginya. Mereka kini berbincang untuk rencana sebulan kedepan. Ini memang terlalu cepat karena Hyora dan ayah barunya itu baru pertama kali bertemu.

“Ah iya, anakku dalam perjalanan. Ia datang terlambat karena ada kegiatan sekolah.” Ucap laki-laki di depannya.

“Oh iya, bukankah dia juga satu sekolah dengan Hyora?” Tanya Eomma Hyora.

Hyora terkejut, “Benarkah? Siapa namanya?”

Belum sempat dijawab, seseorang datang ke meja itu dengan terburu-buru lalu membungkuk untuk mengucapkan salam.

“Appa, maaf terlambat.” Ucap laki laki itu. Saat ia duduk di depan Hyora, Hyora dan laki-laki itu sama terkejutnya.

“Eh? Kalian saling mengenal?”

Hyora dan laki-laki didepannya hanya saling tatap dengan wajah terkejut tak bisa berkata apa-apa.

-tbc-

Annyeong😀 kembali setelah lama tidak update dan kali ini lebih panjang hehehe mind to leave some comments? Gamsahamnida~~

About fanfictionside

just me

17 thoughts on “FF/ MISS RIGHT, I LIKE YOU/ BTS-GOT7/ pt. 5

    • duh jangan bunuh dong nanti ga bisa baca next chaptnya :p udah masuk waiting list di tunggu ya❤ makasih udah baca dan koment🙂 -author

  1. Jangan bilang anaknya calon ayah tiri hyora tuh yoongi? /bunuh aku thor, kalo itu yoongi/ semoga anaknya tuh hoseok yaaa..
    Part ini banyak nahan nafas deh, dari kelakuan taehyung ke sooae, pengakuan yoongi ttg hyora ke sooae.. dan ke-sexy-an tatapannya taehyung ke sooae..
    kyaaaa… gak sabar baca chapter 6 nya.. please jangan lama-lama.. dan jebal.. biarkan yoongi dan hyora bersatu >.<

    • WAH makasih udah baca dan koment panjaaaaang hehehe udah waiting list ko❤ sabar ya. makasih udah baca dan koment🙂 -author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s