FF/ YOU ARE MY ADDICT/ EXO/ pt. 5 (FINAL)


Author                              :     Deamin17

Cast                                  :     ~ KRIS (Wu YI Fan)

~ Han Saerin (OC)

~ D.O (Do Kyung Soo)

~ Kai (Kim Jong In)

~ Kim Lunna (OC)

~ Tao (Huang Zhi Tao)

~ Lee Minhyuk BTOB

~ Chanyeol (dan akan bertambah sesuai jalannya cerita)

Rate                                   :     +17

Genre                                 :     Fantasy, Romance, Drama

 

Coret-coret Author            : Reader-deul anyyeong… aku Deamin17 *ga da yang nanya*

hehehe. Seperti yang kalian lihat dari judul di atas kalo Chapter ini adalah Chapter terakhir dari serial ‘You Are My Addict’ . di sini aku mo ngucapin rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena kalian udah mau baca FF aku yang gaje & pasaran ini X)..

Aku mo minta maaf karena ga bisa balas komenan kalian satu-persatu dari Chapter satu. Tapi aku terharu banget ma komentar-komentar kalian. :’)

Well,, sejujurnya ini adalah FF pertama aku yang aku share.

Sebenarnya aku mo buat sequelnya… tapi ini semua tergantung ma pendapat kalian. Menurut kalian cerita ini perlu Sequel atau enggak? Aku tunggu ya pendapatnya,,, J

Untuk ke depannya, tolong baca FF buatan ku yang lainnya juga yaaa *bow*

Sampai jumpa di FF lainnya~ :*

***

AUTHOR POV

“Turunkan aku!” teriak Saerin frustasi. Tapi orang yang sekarang tengah menggedongnya, yaitu Kris, malah menghiraukan teriakkannya dan tetap melangkah masuk ke dalam rumahnya.

“Tao! Kau ada di rumah?”

Tidak ada jawaban sama sekali dari Tao. Kris mengerutkan dahinya curiga. Bahkan Chanyeol yang merupakan tangan kanannya pun tampak tidak ada di rumah sekarang.

Kris bermaksud memanggil beberapa serigala (asli) miliknya. Tapi baru saja dia mau bersiul untuk memanggil teman-teman serigala aslinya itu, tiba-tiba saja seseorang yang tidak di undang memunculkan dirinya di hadapan Kris.

“Selamat datang kembali , Brother. Aku benar-benar lelah menunggumu”

Kris menajamkan tatapannya saat ekor matanya menangkap seorang laki-laki bermata besar tengah berdiri di hadapannya.

Berbeda dengan Kris yang menajamkan matanya, Saerin yang kini berada digendongan Kris malah membelakkan matanya saat dia melihat sosok itu tengah berdiri di dekat perapian.

‘Bagaimana mungkin dia bisa berada di sini ?’ batin gadis itu di dalam hatinya.

Kris menurunkan Saerin dan menarik lengan gadis itu agar tetap berada dibalik tubuhnya.

“Apa yang kau lakukan di rumahku, D.O ?”

D.O tersenyum terpaksa ketika mendengar ucapan Kris yang terlalu to the point. Di liriknya Saerin yang kini tengah membuang wajahnya dari D.O

Meski D.O sedikit terluka karena Saerin tidak mau menatapnya, tapi jauh dari lubuk hatinya yang terdalam dia senang gadis itu masih hidup sekarang.

Dia bahkan mati-matian menahan buncahan bahagia ketika melihat Saerin berada di depannya, meskipun saat ini gadis itu berada di belakang Kris.

Namun sedetik kemudian, D.O berhasil mengontrol perasaannya dan kembali menatap fokus ke arah Kris yang kini sudah memasang kuda-kuda untuk menyerangnya.

“Demi Para Dewa, Kris” ujar D.O dengan wajah malasnya. “Apa aku tidak boleh berkunjung ke rumah saudaraku sendiri ?”

Saerin mengerutkan alisnya. Dia benar-benar tidak bisa menutupi rasa penasaran diwajahnya saat ini.

“Terlebih lagi ku lihat kau sedang menahan tunanganku”

Saerin benar-benar tidak bisa mengerti atmosfir apa yang sedang mengelilingi kedua orang itu sekarang. Semburat pertanyaan terlintas dikepalanya.

“Kalian saling mengenal ?” tanya Saerin yang sudah tidak bisa menekan rasa penasaran yang dia miliki.

Kris membuang wajahnya. Namun D.O tersenyum penuh arti. Ada keenganan yang tersirat di senyuman D.O, tapi laki-laki itu berhasil menyembunyikannya dengan baik.

“Tentu kita saling mengenal, iya kan Kris?”

“Dia adalah saudara tiriku”

Mendengar jawaban Kris, mata Saerin benar-benar terbelalak sekarang. “Bagaimana bisa ? Kalian kan..”

“Berbeda ? Ck”

Karena Kris berdiri memunggunginya. Saerin tidak bisa melihat bagaimana ekspresi Kris sekarang. Tapi suara laki-laki tinggi di depannya benar-benar terdengar penuh keenganan, seolah hal ini adalah penyesalan terbesar di dalam hidupnya.

“Aku seorang hibrid. Ayahku adalah seorang Alfa (ketua) kaum werewolf, sedangkan ibuku adalah seorang vampir” jelas Kris lagi.

D.O terlihat mondar-mandir di depan perapian saat Kris menjelaskan tentang dirinya pada Saerin.

“Yah.. dan ibunya Kris adalah Ratu Kaum vampir.”

Jantung Saerin seolah berhenti berdetak ketika mendengar D.O menambahkan dengan mata yang penuh kobaran api. D.O menatap Kris dengan tatapan bencinya. “ Ibunya adalah ibuku” lanjutnya D.O lagi.

Kris memanas mendengar nada ucapan D.O yang seolah merendahkan kelahirannya. “Dengar, Dik! Aku terlahir lebih dulu sebelum kau!! Itu berarti, ibu sudah menjadi ibuku sebelum dia menjadi ibumu!”

“Ooh…aku tahu maksudmu. Kau ingin membanggakan Ibu lebih dulu bersama ayahmu ketimbang bersama ayahku, bukan?” D.O memajukan langkahnya. Memperkecil jarak diantara kedua saudara tiri itu. “Tapi tentu kau juga harus ingat, Kak! Bahwa orang yang telah membunuh ibu, itu adalah Ayahmu!”

DIAM KAU !!”

Saerin tersentak melihat D.O yang entah bagaimana sudah tersender di dinding dengan Kris yang menekannya dan mencekik leher laki-laki bermata besar itu.

Dinding rumah itu sampai retak saking kuatnya Kris menekan saudara tirinya.

“Kau tidak tahu apa pun!!” desis Kris tajam. “Apa kau melihat kejadiannya, Huh?! Tidak kan?!”   “Aku yang berada disana, kau tahu ?! Ayahku tidak pernah membunuh ibu!!” ekor mata Kris begitu penuh akan amarah dan kebencian. “ Ibu sendirilah yang meminta ayahku untuk membunuhnya. Kau tahu kenapa?”

D.O terengah-engah menahan rasa sakit yang serasa akan memutuskan lehernya.

“Karena ibu tidak pernah mencintai ayahmu! Ibu dipaksa menikahi ayahmu oleh keluarganya, karena beliau adalah anak perempuan dari anggota keluarga Lee, dia harus menikahi seorang penguasa.”

Mata Kris mulai memanas.

Mengingat kenangan buruk tentang keluarganya adalah hal terpahit dalam hidupnya. Tiap saat dia berharap, agar suatu hari nanti, ketika dia terbangun dari tidurnya, kejadian pahit ini hanyalah sebuah mimpi.

Tapi harapannya itu tidak pernah menjadi nyata.

“Lepaskan dia, Kris!” Pekik Saerin karena melihat wajah D.O yang mulai menampakkan urat-urat berwarna kelabu. Ini adalah petanda buruk.

“Kris, ku mohon tolong lepaskan D.O! kau bisa membunuhnya!!”

Kris menarik D.O lalu membanting tubuh laki-laki itu ke lantai dengan sekuat tenaga.

“Dasar Brengs*k!” umpat Kris ketika menatap D.O yang terbaring lemah di sana. Menunggu penyembuhan yang terjadi di dalam tubuhnya.

“Jika bukan karena ibu, aku pasti sudah membunuhmu!”

Saerin bergegas mendekati D.O . Mata gadis itu berair menahan tangis karena cemas. ”Demi Para Dewa, D.O-ya.. kau baik-baik saja?”

Saerin menggigit tangannya. Berniat membantu penyembuhan D.O agar semakin cepat dengan meminumkan darahnya, tapi ketika dia akan menyodorkan tangannya yang terluka , tiba-tiba saja dia mendengar Kris berkata “Menjauh darinya, Saerin !”

Dan dirinya benar-benar menjauh.

Saerin mengerutkan dahinya.

Bagaimana mungkin tubuhnya bisa menjauh dari D.O secepat ini? Padahal otaknya saja belum sempat memerintahkan sistem geraknya untuk bekerja.

“Kembali ke sisiku, sekarang.”

Lagi-lagi tubuh Saerin kembali ke sisi Kris bahkan sebelum Saerin memproses perintah itu di kepalanya.

D.O yang sudah menyembuhkan dirinya pun mengerutkan dahinya ketika melihat tubuh Saerin yang begitu patuh pada perintah Kris. Padahal ekpresi gadis itu memperlihatkan penolakkan.

“Apa yang terjadi padaku ?” tanya Saerin pada Kris dengan tatapan tajamnya.

Blood-Bond “ Kris tersenyum penuh kepuasan ketika dia menyebut kata tersakral yang ada dalam kosa kata kaum vampir.

Blood-Bond adalah ikatan darah. Dimana salah satu vampir akan tergantung pada vampir yang lain. Kata tergantung disini berarti tergantung dalam arti yang sebenar-benarnya. Tergantung dalam mengambil keputusan , tergantung dalam hidupnya dan tergantung dalam segalanya.

Blood-Bond hanya bisa terjadi jika mereka (vampir) saling meminum darah satu sama lainnya. Dan vampir yang paling banyak mendonorkan atau memberikan darahnya untuk diminum vampir lain, akan paling banyak memiliki kuasa atas vampir yang menerima darahnya.

Jadi, perkataan sang pemberi darah itu seperti perintah untuk yang diberi darah. Apapun yang diinginkan sang pemberi darah, pasti akan di lakukan oleh yang diberi darah.

Itulah alasan mengapa Kris selalu memberikan darahnya pada Saerin .

Dia ingin Saerin terikat padanya.

FLASHBACK

 

Kris melumat bibir Saerin dengan ketenangan yang luar biasa. Meski Saerin terus berusaha mendorong tubuhnya agar menjauh dari tubuh gadis itu. Tapi itu percuma, tenaga Kris terlalu jauh diatasnya dan Saerin menyadari hal ini. Saerin bahkan merasa bahwa Kris bahkan lebih kuat dari werewolf pada umumnya.

 

Ciuman itu bukan ciuman panas yang menuntut, melainkan ciuman lembut yang menenangkan. Semakin lama Saerin semakin bisa merasakan ada taman kupu-kupu didalam perutnya.

 

Tanpa dia sadari, kedua tangannya kini tidak lagi berada di dada Kris, melainkan sudah melingkar di leher laki-laki tampan itu. Tapi sedetik kemudian, tiba-tiba saja- “MMPHH”

 

Saerin membulatkan kedua matanya ketika merasakan aliran eritrosit Kris yang manis mengalir dimulutnya, membasahi lidahnya dan bersatu dengan salivanya menuju kerongkongannya yang kering.

 

Laki-laki itu ternyata menggigit bibirnya sendiri dengan taringnya, lalu membiarkan darah yang mengalir karena lukanya tadi memasuki rongga mulut gadis itu.

 

Kris tahu bahwa jika dia begitu saja memberikan darahnya, harga diri gadis itu pasti akan menolaknya. Tapi dia tahu, dengan cara ini dia akan berhasil memberi makan gadis itu. Karena tidak ada vampir yang menolak darah setelah mereka mencicipinya.

 

“MMPPHH”

 

Saerin semakin memperdalam ciuman mereka. Bahkan semakin menekan tubuh Kris dengan tubuhnya. Membiarkan dirinya dikendalikan oleh insting vampirnya dan melupakan siapa Kris sebenarnya. Bibir Saerin semakin kasar mengisap bibir bawah Kris yang terluka.

 

“Ini tidak akan cukup” bisik gadis itu tepat di telinga Kris. “Aku menginginkan yang lebih banyak.”

 

Seolah lupa dengan sikapnya yang jual mahal selama ini, Saerin tiba-tiba saja sudah menancapkan taringnya di leher Kris, dan menghisap rakus setiap tetes darah yang telah menjadi candunya sekarang.

 

BRRUUK

 

Entah bagaimana tubuh Kris sudah terbaring di atas tempat tidur itu. Tubuh Saerin menindihnya, tapi gadis itu terlihat tidak perduli dengan keadaannya sekarang, dia benar-benar tenggelam dengan kegiatan yang sedang dia lakukan.

 

Kris menciumi bahu gadis itu sambil mengelus-ngelus punggung gadis itu. Karena merasa nyaman dengan belaian yang Kris berikan, Saerin terbuai, dan tanpa gadis itu sadari, Kris mengigit bahunya pelan lalu menghisap daranhya.

 

Memenuhi syarat terakhir dalam hukum Blood-Bond.

 

Dalam minimnya cahaya di ruangan itu, samar-samar terlihat sebuah senyuman di sudut bibir Kris.

‘Akhirnya aku mendapatkanmu’

FLASHBACK   END

“Apa kau pikir aku bersikap lembut padamu dan memberimu darahku karena aku mencintaimu, huh?” Kris tertawa geli ketika tatapan Saerin memanas. “Aku tidak melakukan semua karena aku perduli padamu, Sayangku. Aku melakukannya untuk menjadikanmu tahanan yang sempurna”

“Kau telah terikat dengan darahku, Saerin-ah. Kau budakku sekarang”

********

Sementara itu, di saat yang sama Kai sedang menatap laki-laki di depannya dengan tatapan tajamnya. Sedangkan laki-laki yang di tatapnya tajam malah menatap fokus ke arah Lunna yang kini berdiri di samping Kai.

“Kau pasti bertanya-tanya bagaimana aku masih bisa bertahan hidup, iya kan?”

Kai mendengus.

Bukan hanya karena perkataan Minhyuk yang begitu menusuk, tapi juga karena laki-laki di hadapannya itu bertanya dengan mata yang tak juga lepas dari kekasihnya.

Dan insting Kai mengatakan bahwa laki-laki itu pasti sedang mencari momen yang pas untuk mendekati kekasihnya.

“Well.. harus ku akui aura kaum kami memang agak sedikit menipu. Kami akan beraura seperti vampir jika kami hidup bersama vampir, dan akan beraura seperti werewolves saat kami hidup bersama werewolves. Tapi sebenarnya, kami mempunyai kedua aura itu secara bersamaan”

Untuk pertama kalinya semenjak kedatangan Kai disana, Minyuk mengalihkan pandangannya ke arah Kai. “Aku minta maaf jika ini membuatmu kecewa, tapi gigitanmu sungguh tidak akan membunuhku.”

Bibir Kai terasa kering sekarang. “Kau seorang Hibrid..”

“Begitulah. Jadi apa kau sudah mengerti sekarang? ” Dalam sekali kedip Minyuk sudah berada tepat di hadapan Kai. ”Kau tidak akan pernah bisa membunuhku”

Kai mendengus.

Sekilas matanya dialihkannya ke sekeliling lalu kembali menatap laki-laki di depannya yang merupakan mantan kekasih gadisnya.

“Kita tidak akan tahu jika kita tidak mencobanya”

Belum sedetik dia berkata, Kai sudah memukul Minhyuk sekuat tenaganya hingga membuat Minhyuk terjerembab ke tanah.

Kai melompat ke atas Minhyuk, dan sempat meninju laki-laki itu berkali-kali sampai Minhyuk berhasil mengumpulkan kekuatannya dan mendorong Kai menjauh tubuhnya.

Kai terlempar ke batang pohon terdekat saat Minhyuk mendorongnya. Tapi Minhyuk tidak puas sampai disitu. Dia menarik kerah baju kai, lalu mencekik leher Kai dan mengangkatnya ke udara hanya dengan satu tangannya.

Minhyuk tersenyum ketika Kai terengah karena kehabisan napas. “Kau ingin melawanku ? Fine. Lawanku aku sekarang”

“MINHYUK STOP!!” Lunna menjerit dari tempatnya berdiri. Gadis itu terlihat shock dengan apa yang terjadi di hadapannya. “Jika kau membunuhnya, aku bersumpah aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku!!”

Mata tajam Minhyuk terlihat melembut ketika melihat Lunna sedang menahan tangisnya. Ada semburat penyesalan di hatinya karena sekali lagi membuat gadis yang di cintainya itu menangis. Tapi sedetik kemudian tatapan lembut itu menghilang.

“Aku pangling jika kau akan memaafkanku meski aku membiarkannya hidup”

Minhyuk menarik Kai dan menghempaskan tubuh Kai ke pohon besar di depannya.

Tanpa mengalihkan pandangannya ke Lunna yang berdiri di belakangnya, Minhyuk kembali berkata pada gadis itu.

“Terlalu banyak kesalahan yang ku lakukan, sayangku. Dan aku tahu aku belum minta maaf satu pun dari semuanya. Dan aku berjanji akan meminta maaf padamu, Lunna-ya. Tapi nanti…. setelah aku membunuh serigala kecilmu ini!!”

“TIDAK! MINYUK JANGAN!”

BRUUKK

Lunna menegang ketika melihat seekor serigala besar berukuran lebih besar dari normal berwarna abu-abu dengan ukuran besar yang entah bagaimana sudah berada di sana dan melempar Minhyuk menjauh dari tubuh Kai.

Tubuh Minhyuk kembali terjerembab ke tanah. Dengan kecepatan tinggi serigala besar itu menyerang Minhyuk. Suara erangan serigala begitu kentara di sana. Beberapa serigala lain juga muncul dan juga membantu serigala abu-abu untuk melumpuhkan Minhyuk.

Lunna menatap serigala abu-abu itu dengan tatapan kagetnya. Dia pernah melihat serigala itu sebelumnya. Serigala itu… adalah serigala yang sama dengan yang menolongnya ketika pembunuhan keluarganya terjadi.

‘Tapi bukankah yang membantuku waktu itu adalah Kai?’ Lunna bertanya di dalam hatinya. ‘Jika Kai memang tengah terbaring lemah di ujung sana, lalu siapa serigala itu ?’

Lunna berusaha mengenyahkan kebingungan itu sementara kakinya berlari ke arah Kai.

Dengan mata yang berair, dan hati yang sesak karena khawatir, Lunna memangku kepala Kai. Lunna bahkan bisa mendengar napas Kai yang begitu terdengar tersengal-sengal dari posisinya sekarang.

“Oh Tuhan,,, apa kau baik-baik saja , Kai?”

Saking lemahnya, Kai bahkan tidak mampu menganggukkan kepalanya. Mata gelap itu hanya menatap Lunna dengan tatapan lembutnya.

Tapi belum lama Lunna bernapas lega, dia sudah mendengar erangan serigala dan melihat semua serigala yang tadi menyerang Minhyuk sudah terlempar di tanah. Hanya serigala abu-abu tadi saja yang masih kokoh menyerang laki-laki hibrid itu.

Kai berusaha menyadarkannya. “A-aku baik” katanya.

“Tapi Kai, kau masih-”

“A-aku..ba-baik-baik sa-ja” ujar Kai lagi sambil sedikit meringis menahan sakit dari tulang-tulangnya yang terasa remuk.

Kai memaksakan dirinya bangun. Di kecupnya kening Lunna sekilas sebelum berlari ke dalam pertempuran dan membantu serigala abu-abu.

****************
Itu tidak mungkin!” Saerin berdiri tegang di hadapan Kris. “Bagaimana mungkin aku bisa terkena Blood-Bond padamu, Huh? Baiklah jika selama ini aku meminum darahmu yang sialnya aku tidak tahu jika mengandung setengah darah vampir, tapi kau kan tidak meminum darahku. Atau jangan bilang….”

Tiba-tiba saja wajah pucat Saerin semakin terlihat pucat sekarang.

“…Ti-tidak mungkin kau menggigitku saat aku di kendalikan oleh instingku,kan?”

“Well… untuk menjawabnya, apa kau ingin aku tunjukkan buktinya padamu, sayangku?” Kris melirik D.O yang balik menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Tapi ada sedikit keraguan di tatapan D.O

Laki-laki bermata besar itu juga sepertinya ingin membuktikan apa yang Kris katakan tadi. Dan ini sukses mengundang senyuman kemenangan kembali terukir di bibir Kris.

“Cium aku” perintah Kris.

“APA?! Kau sudah gi-“ belum sempat Saerin menyelesaikan bantahannya, kedua lengannya sudah memeluk Leher Kris dan bibirnya sudah melumat bibir Kris. Bahkan ketika Kris tidak membalas kecupannya, dia masih saja terus melumat bibir laki-laki tinggi itu dengan penuh gairah.

“HENTIKAN!!” Pekik D.O dengan napas terengah-engah. “ Katakan apa yang kau inginkan dariku? Aku akan memberikannya, tapi lepaskan pengaruh Blood-Bond itu dari tunanganku”

“Berhenti, Sayang”

Saerin menghentikan ciuman mereka. Kerongkongannya terasa sangat kering ketika menyadari apa yang Kris katakan adalah sebuah fakta. Dia budak sekarang. dia bahkan tidak bisa menolak sedikit saja perkataan Kris padanya tadi.

“Very well, Brother. Kau ingin tunanganmu kembali? Aku ingin saudara kembarku kembali”

Kris berjalan mendekati D.O dengan rahang yang mengeras. “Dimana-kalian-sembunyikan..Krisa-ku?”

“Aku tahu kau akan memintanya sebagai pertukaran”ujar D.O dengan nada datarnya. Setelah itu D.O meninggikan suaranya. “Bawa gadis itu kemari!!”

Dua orang vampir yang entah bersembunyi dimana tadi berjalan masuk dari pintu dengan menahan seorang gadis berwajah sangat mirip dengan Kris yang memakai gaun merah selutut.

“Kris!” teriak gadis itu ketika dia meliha Kris berdiri di sana.

Sudah hampir satu tahun D.O menahan Krisa (kembaran Kris) ketika gadis itu dalam perjalan pulang dari kota.

Karena Kris yang selalu membantu klan werewolf, dia dianggap sebagai pengacau oleh klan vampir. Karena itu para vampir bermaksud membuatnya diam dengan menahan adik kembarnya.

Kris mungkin tidak akan sekhawatir itu jika adiknya adalah seorang hibrid sepertinya dirinya. Tapi sayangnya tidak. Adik kembarnya terlahir sebagai seorang vampir biasa.

Karena itulah, Kris mengumpulkan semua daerah kekuasaan vampir untuk dirinya dan berniat untuk dijadikan sebagai pertukaran Krisa.

Tapi 7 bulan yang lalu, tiba-tiba saja seorang vampir wanita masuk ke dalam daerah kekuasaan mereka.

Awalnya, Kris akan membunuh gadis itu seperti para vampir-vampir lainnya yang memasuki daerah kekuasaanya. Tapi dia membatalkan rencananya ketika melihat cincin bermata merah ruby yang tidak asing dimatanya.

Cincin itu pernah dipakai ibunya dulu. Sebelum ibunya di tarik paksa meninggalkannya dan ayahnya untuk menikahi putera mahkota kerajaan vampir yang saat itu adalah ayahnya D.O

Menurut cerita ibunya, cincin itu adalah tanda pertunangan dengan seorang putera mahkota. Dan coba tebak? Siapa lagi putera mahkota kerajaan vampir sekarang kalau bukan saudara tiri tunggal dari ibunya? Siapa lagi kalau Do Kyungsoo ?

Semenjak saat itu, Kris mengubah semua rencananya. Dia akan membuat gadis itu sebagai tahanannya. Sama seperti bagaimana D.O menjadikan adik kembarnya sebagai tahanan.

Kris memeluk Krisa dengan erat ketika adiknya diserahkan padanya.

“Aku merindukanmu, Kris” isak gadis itu. “Aku benar-benar takut disana”

“Ooh jangan terlalu memdramatisir , Krisa. Kurungan mu tidaklah semenyeramkan itu” kata D.O “Lagipula,, mana mungkin aku menyiksa saudara sedarahku sendiri”

Kris mendecih ketika mendengar D.O megucapkan kata saudara sedarahku sendiri. Semua orang tahu bahwa itu hanyalah sebuah dusta.

Daripada merusak momen bahagianya, Kris lebih memilih untuk menghiraukan perkataan D.O dan mengelus rambut Krisa dengan lembut sambil menenangkan gadis itu. “Tenang saja, Sayang. Kau ada bersamaku sekarang”

“Baiklah.. cukup sudah dengan drama kakak-adik mengharukan yang kalian mainkan, bisa aku meminta tunanganku kembali?”

***********

Pertarungan terlihat sengit. Serigala-serigala yang terlempar ke tanah tadi kembali bangun dan kembali menyerang Minhyuk. Lunna menahan napasnya. Mati-matian dia memaksa kepanikkan dapat menyiksakan sedikiiit saja rasa tenang di hatinya.

Namun ada satu yang mengganjal di kepala Lunna sekarang. ‘Kenapa Kai tidak juga merubah dirinya menjadi serigala ya? Bukankah seorang werewolf akan lebih kuat dalam bentuk buas mereka?’ tanya Lunna di dalam hatinya.

Tapi jika Lunna pikir-pikir lagi, dia memang belum pernah melihat bentuk serigala Kai selama mereka tinggal bersama. Kai selalu terjaga dalam bentuk manusianya jika dia bersama Lunna.

Lunna hanya pernah sekali melihat bentuk serigala Kai, dan itupun saat Kai menolong keluarganya. Dia yakin bentuk serigala Kai berwarna abu-abu seperti serigala abu-abu yang kini tengah bertarung bersama Kai. Tapi jika dia ingat-ingat kembali, tidak pernah sekalipun dia melihat Kai merubah dirinya dalam bentuk serigala abu-abu itu.

 

BRUUGH

Lunna ternganga ketika lagi-lagi melihat semua serigala yang bertarung bersama Kai (termasuk serigala berwarna bau-abu) terlempar kembali dari tubuh Minyhuk. Bulu kuduk Lunna sampai berdiri membayangkan betapa kuatnya mantan kekasihnya itu.

Ekor mata Lunna terus memperhatikan Kai yang menerjang Minhyuk dengan beberapa memar di tubuhnya. Lunna langsung kehilangan napasnya saat melihat Minhyuk kembali mencekik Kai.

Mata Lunna terbelalak ketika Minhyuk mengigit leher Kai dan mengoyaknya leher kekasihnya.

“Tidak!! MINYUK JANGAAAN!!”

BRAASSHH

Lunna menjerit saat melihat darah merembes dari leher Kai yang kini tampak koyak karena gigitan Minhyuk tadi.

Tapi dia lebih shock lagi saat melihat Tao yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Minhyuk dan menusuk jantung Minyuk dengan tangannya sendiri.

Wajah Tao terlihat buas. Aura membunuh terasa kental terpancar dari tubuhnya.

Minyuk tiba-tiba terjatuh ke tanah dengan tidak berdaya saat Tao menarik tangannya keluar dari dada Minhyuk. Darah yang mengalir dari lubang di dada Minyuk terlihat menggenangi permukaan tanah tempat laki-laki itu terbaring.

Dengan wajah tegangnya, Tao melempar segumpal daging yang tadi di tariknya keluar dari tubuh Minhyuk, yaitu jantung Minhyuk.

Lunna menangis terisak-isak saat berlari mendekati Kai yang terlihat sekarat di depannya. “Ku mohon Kai… jangan tinggalkan aku” mohon Lunna dengan isakan di setiap ucapannya.

Seluruh serigala yang menyerang Kai tadi telah kembali ke bentuk manusia mereka. Lunna tidak menyadari bahkan ternyata Chanyeol juga ada di sana.

“Kai… hiks.. k-kau sudah berjanji padaku, kan? Ki-ta a-akan menikah sepulang dari sini. Hiks..hiks.. K-kau ..berjanji..a-akan menikahiku s-setelah ma-salah hiks…ini kelar,iya kan?… ku mohon Kai..hiks… Tolong tepati janjimu…”

Tidak ada satupun orang di sana yang berani untuk menangkan Lunna. mereka semua tahu bahwa keadaan ini memang tidak akan pernah menjadi baik-baik saja. Minhyuk sudah memutuskan urat vital di tubuh Kai. Tidak ada cara untuk menyembuhkan laki-laki tampan itu.

Bahkan Tao hanya terdiam menahan genangan air matanya agar tidak terjatuh saat dia melihat saudara sepupu yang di sayangnya itu terbaring sekarat di depannya.

“L-Lu-na-ya… m-ma-af-kan,, a-ku, ne?”

Kai terlihat sulit menyambung setiap tarikan napasnya, tapi dia tetap berusaha mempertahankan sisa-sisa hidupnya. Setidaknya, sampai dia dapat mengatakan kebohongan dan keegoisan yang selama ini disimpannya.

“Ta-tap..ma-ta-ku” pinta Kai pada Lunna yang saat itu sudah tenggelam di dalam tangisannya. “Lu-na.. ku-mo-hon… t-tat-tap.. a-ku”

Dengan sangat amat perlahan Kai mengambil tangan Lunna dan menggenggamnya erat.

Lunna menarik napasnya dalam-dalam sebelum menatap lurus de dalam mata Kai. Tiba-tiba sepotong ingatan Kai merasuki kepalanya dan terputar di memorinya.

FLASHBACK END

Dua ekor serigala berukuran besar berlari melintasi hutan yang terletak di salah satu pinggiran kota.

Tapi tiba-tiba salah satu dua serigala itu, atau yang lebih tepatnya serigala berbulu abu-abu menghentikan langkahnya.

 

“Kau dengar sesuatu, Kai?” tanya serigala abu-abu itu pada serigala berbulu cokelat yang berada di depannya.

 

Belum sempat serigala cokelat menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya, serigala abu-abu sudah berlari ke arah timur laut, arah yang berbeda dengan arah pulang mereka.

 

“Ada suara menjerit dari sana. Ayo cepat ,Kai ! “

 

Serigala cokelat itu mendengus malas. Bukannya mengikuti serigala abu-abu, dia malah kembali melanjutkan perjalan pulangnya. Tapi setelah bermenit-menit berlari sambil berpikir, akhirnya dia memutuskan untuk kembali dan mengikuti kemana serigala abu-abu itu pergi.

 

Dengan berat hati dia berlari mengikuti serigala abu-abu yang sudah berada jauh di depannya.

 

Tak lama kemudian, bau amis darah tercium menyengat dan semakin menyengat lagi setiap kali serigala cokelat itu berjalan ke depan. Dan saat dia sampai pada sebuah rumah, Serigala cokelat itu membelakkan matanya.

 

Banyak mayat yang bergelempangan di halaman rumah itu, bahkan ada yang di teras rumah. Setiap mayat ditemukan dengan darah yang mengalir dari setiap luka di tubuh mereka yang tercecer dimana-mana.

 

Serigala cokelat yang bernama Kai itu kembali tertegun saat melihat bekas gigitan vampir di leher mayat-mayat itu. Sungguh keluarga yang malang, pikir Kai. Betapa sialnya mereka karena bertemu vampir disini.

 

Tiba-tiba dia mendengar suara seorang gadis yang menangis, Kai berjalan dan menemukan serigala abu-abu yang merupakan sepupunya tengah bertarung dengan seseorang berkulit pucat yang pastilah vampir yang telah membunuh keluarga ini, tebak Kai.

 

Gadis yang menangis itu terduduk sambil memeluk lututnya. Gadis yang tampak shock itu duduk tak jauh dari letak Sepupunya dan Sang Vampir yang sedang bertarung.

 

Seperti ada sesuatu yang menarik Kai, mata serigalanya tak bisa lepas dari sosok gadis yang terlihat sangat rapuh itu. Dia begitu terpesona akan pesona yang dipancarkan sang gadis.

 

Saking terpesonanya dengan gadis itu, Kai bahkan tidak sadar bahwa matahari mulai bergerak dan sepupunya sudah kembali di sampingnya.

 

“Aku sudah membereskan pembunuh berkulit pucat itu.” kata serigala abu-abu saat sudah berada tepat di samping Kai (serigala cokelat). “Dengan luka yang ku berikan padanya, kurasa gadis itu masih punya waktu untuk lari sebelum sang vampir kembali dari penyembuhannya” tambah sepupunya lagi.

 

Kai mendengar setiap kata yang diucapkan oleh sepupunya, tapi dia masih tidak bisa melepas pandangannya dari sang gadis.

 

Tanpa Kai sadari, Sepupunya juga menoleh pada sang gadis dengan tatapan memuja, namun sedetik kemudian dia kembali menetralkan tatapannya.

“Ayo kita pulang sekarang, Kai. Kris pasti sudah menunggu hasil laporan patroli kita hari ini”

 

Kai terlihat engan untuk melepaskan matanya dari gadis yang menangis itu. Tapi dia mengikuti langkah Sepupunya untuk berjalan menjauh dari sana.

 

“Ya,,ayo kita pulang sekarang” ujar Kai sembari menahan gejolak di dalam hatinya.

 

‘Tapi besok aku harus kembali ke sini’ pikir Kai dalam hatinya.

 

###

 

Tempat itu sudah tampak selesai dirapikan ketika Kai melangkahkan kaki manusianya kemari. Kali ini dia datang dengan bentuk manusianya.Beberapa karangan bunga – bertuliskan Turut Berduka Cita-terlihat terpajang di halaman rumah.

‘Dia pasti baru saja kembali dari acara pemakaman,’ batin Kai ketika dia melihat gadis itu terduduk melamun di teras rumah dengan pakaian berkabung.

 

“Kau baik-baik saja?” suara Kai sontak mengejutkan gadis itu.

 

Gadis yang memakai pakaian serba hitam itu berdiri dengan wajah was-was ketika melihat Kai yang entah sejak kapan sudah berada di depan rumahnya.

 

“Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu” ujar Kai menenangkan. “Aku bukan seorang vampir, aku seorang werewolf”

 

Seolaha ada penerangan, sebuah senyuman manis yang tak akan pernah Kai duga akan dilihatnya dari gadis itu kini sedang terukir di sana.

 

“Apa kau adalah serigala abu-abu yang kemarin membantuku? Sudah ku duga kalau serigala besar kemarin bukanlah serigala biasa” kata gadis itu yang terlihat agak bersemangat dari biasanya.

 

Kai ingin mengatakan yang sejujurnya, bahwa yang membantu gadis itu kemarin adalah sepupunya, Tao.

 

Tapi ketika matanya menangkap wajah cantik di depannya tengah tersenyum penuh terima kasih, tanpa Kai sadari dia menganggukkan kepalanya.

 

“Ya.. aku yang kemarin membantumu” ujar Kai menambahkan. “Aku Kai”

 

Gadis berpakaian serba hitam itu berjalan menyambut kedatangan Kai. Dengan senyuman manisnya, dia berkata “Aku Lunna, senang bisa berjumpa kembali dengan mu ,Kai. Akhirnya aku bisa mengucapkan terima kasihku padamu” kata gadis itu.

 

Lunna mempersilahkan Kai masuk ke dalam rumahnya. Rumah itu kini di penuhi dengan beberapa kerabat terdekat keluarga Lunna dan neneknya yang masih belum pulang untuk menemaninya mempersiapkan kepindahannya.

 

Gadis itu akan tinggal di rumah neneknya mulai lusa.

 

Tanpa ada satu pun orang yang dapat menyadari, seorang laki-laki bermata tajam sedang bersembunyi di balik salah satu pohon di sana. Semburat kekecewaan tampak jelas di wajahnya.

 

“Tao, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Chanyeol yang kebetulan mendapat giliran berpatroli di sekitar sana hari itu.

 

“Tidak ada” “Itu hanyalah sesuatu yang tidak penting untuk diingat” desis Tao tajam sebelum dia membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh dari sana.

 

FLASHBACK END

 

“Haah~ Hah~ hah” Lunna menarik napasnya dalam-dalam saat memori itu menghilang dari ingatannya.

Dia menolehkan tatapannya pada Tao yang kini membuang wajah dari wajahnya.

Sekarang dia tahu kenapa Kai tidak pernah berubah wujud di depan Lunna. Laki-laki itu tidak mau Lunna mengetahui kebenarannya.

Lunna merasa kecewa , sungguh! Tapi dia tidak akan menyalahkan Kai. Biar bagaimana pun , laki-laki itu adalah laki-laki yang telah hidup bersamanya selama ini.

Cintanya pada Kai begitu besar, hingga lebih besar dari rasa terima kasihnya pada sang penolongnnya.

Lunna kembali menatap Kai yang tengah berjuang habis-habisan untuk menyambung setiap tarikan napasnya. Mata indah Kai begitu terlihat lelah, bahkan tanpa laki-laki itu katakan, Lunna bisa merasakan betapa besar penyesalan yang dia rasakan sekarang.

“Demi Para Dewa,, ada apa ini?”

Kris yang baru saja mendapat kabar tentang Kai langsung terduduk melihat sepupunya terbaring dengan bersimpah darah.

“Kai dibunuh Minhyuk, seorang hibrid yang bekerja sama dengan D.O untuk memisahkan kau dan kami” jawab Tao dengan suara parau. Mati-matian dia menahan agar suaranya tidak terdengar bergetar.

Krisa yang juga ada di sana langsung terisak melihat Kai dalam keadaan seperti itu. Gadis itu langsung merangkul Lunna dan memeluk Lunna dengan erat.

‘Di hari pertama aku kembali, aku harus melihat kematian sepupuku. Takdir buruk apa yang sebenarnya sedang mengikutiku?!’ Sesal Krisa dalam hati.

Ketika Krisa menangis, air mata kembali membasahi pipi Lunna.

Lunna mengambil tangan Kai yang tegah menggenggam erat tangannya. dia dekatkan tangan kekar yang selama ini melindunginya ke pipinya, lalu diciumnya.

“Aku memaafkanmu, Kai” Lunna kembali terisak. “Aku memang kecewa karena kau tidak jujur padaku, tapi kau harus tau bahwa aku mencintaimu sebagai dirimu, bukan sebagai pahlawanku.”

Gadis itu menghapus air matanya, berusah terlihat tegar di depan Kai untuk yang terakhir kalinya. Berusaha membuat laki-laki itu tenang tanpa sedikit pun kekhawatiran untuk terakhir kalinya. “Aku akan baik-baik saja”bisik Lunna dengan senyuman manisnya. “kau tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi.”

Lunna menundukkan kepalanya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kai. Merasakan terpaan berat napas Kai di wajahnya.

“Kau boleh tidur dengan tenang sekarang. Aku mencintaimu , Kai” ujar Lunna sebelum mengecup bibir Kai dengan seluruh kelembutan yang dia punya.

Dan ketika Lunna mengangkat kepalanya kembali. Kai sudah menutup matanya untuk selama-lamanya.

**********

SAERIN POV

Aku berlari dengan kecepatan vampir menyusuri hutan ini. Aku bebas sekarang! Sesuai perjanjiannya dengan D.O, Kris menghancurkan hubungan Blood-Bond kami dan mengizinkan ku pergi setelah dia mendapatkan adik kembarnya kembali. Dan Aku sangat menyesal karena tidak bisa pamit dengan Lunna.

Namun kris tidak memberiku banyak waktu untuk pergi sari sana. Dia bilang, jika dia menemukan ku masih berada di sana, dia akan mengikat ikatan Blood-Bond kami lagi. makanya aku pergi menjauh secepatnya dari sana sebelum dia kembali mengikatku.

Tapi entah kenapa aku malah merasa bahwa dia tidak hanya mengahancurkan ikatan ketergantungan itu, tapi juga sedikit menghancurkan hatiku.

Aku tidak mau mengakui hal ini, tapi aku agak sedikit kecewa waktu dia mengatakan bahwa perhatian dan sikap manisnya padaku hanyalah caranya untuk membuatku jatuh keperangkapnya.

Kau tahu kenapa?

Karena aku benar-benar meraskan ketulusannya saat dia melakukan semuanya. Bahkan aku yakin kalau orang buta saja bisa melihat ketulusan yang dia berikan.

Apa mungkin aku mulai tertarik padanya ya?

Tapi kalian tenang saja, perasaan ini sangat kecil kok. Mungkin sekecil benih.

Dan aku tidak berniat untuk menumbuhkannya. Aku akan membunuh benih ini sebelum dia tumbuh dan berkembang.

Tiba-tiba aku mendengar sesuatu. Ada seusatu yang memaksaku untuk kembali memutar kedua mataku.

Aish… lagi-lagi aku menemukannya bersembunyi di balik pohon.

“Apa lagi yang kau inginkan? Bukankah aku sudah mengembalikan cincin pertunangan kita?”

Dengan pendengaran vampirku yang lebih tajam dari telinga manusia, aku bisa mendengar suara helaan napas beratnya, meskipun aku tidak tahu dimana dia sekarang .

“Kau tau bukan itu yang aku inginkan” jawabnya yang entah berasal dari sisi pohon yang mana.

“Aku sudah bilang kan padamu ? Aku tidak akan kembali !” pekikku padanya. aku benar-benar muak karena dia terus saja menguntitku kemana-mana.

Aku meneruskan perjalananku, tapi lagi-lagi dia mengikutiku. Aku menghela napasku lalu menoleh ke belakang, “D.O!! mau sampai kapan kau mengikutiku, HUH?”

Aku merasakan ada embusan angin bertiup, dan sebelum aku menyadarinya, dia sudah berada di depanku. “Sampai kau mau kembali ke kerajaan bersamaku” katanya.

Aku menghiraukan perkataanya dan kembali meneruskan perjalananku. Tapi dia menahan tanganku.

Aku menatapnya dengan tatapan engan, sedangkan kedua mata itu tampak memohon padaku. “Dengar…”ujarku melembutkan suaraku, berusaha membuatnya mengerti dengan keadaanku sekarang. “ tidak ada alasan bagiku untuk kembali ke sana. Aku sendirian sekarang, aku tidak punya siapapun di sana”

“Kau punya aku” ujar D.O yang juga terdengar melembut padaku. “Kita akan hidup bahagia bersama”

Sepertinya aku memang harus jujur kali ini. Aku yang semula menatapnya langsung membuang wajahku ke arah yang lain. Ak tidak mampu menatapnya sekarang ini.

“Aku masih tidak bisa memaafkanmu” jujurku akhirnya. “Kebencian ini masih ada di hatiku. Bagaimana mungkin aku bisa hidup denganmu sedangkan separuh dari diriku ingin membunuhmu?”

Aku merasakan telapak tangan lembutnya menangkup kedua pipiku. Dengan perlahan dia membuat wajahku untuk menghadap ke arahnya.

“Aku tahu itu, Saerin” Kelembutan terlihat begitu mengalir dari tatapan dalamnya. Seluruh tubuhku bergetar ketika dia menyapukan ibu jarinya ke permukaan bibirku. “Aku tidak masalah jika kau memang ingin membunuhku. Aku hanya ingin kau bersamaku”

Aku meneguk salivaku ketika D.O menempelkan dahinya pada dahiku. Hembusan napasnya masih saja bisa membuai seluruh sel permukaan kulitku.

“Aku mohon, Saerin. Pulanglah bersamaku. Aku akan membersihkan tuduhan pengkhianat dari nama keluargamu”

“Aku tidak bisa. Kau harus mengerti. Tidak ada lagi gunanya membersihkan nama keluargaku di saat mereka sudah tidak ada lagi”

AUTHOR POV

“Aku tidak bisa.” Saerin menggelengkan kepalanya pelan. “Kau harus mengerti. Tidak ada lagi gunanya membersihkan nama keluargaku di saat mereka sudah tidak ada lagi.

Dan juga, untuk apa aku masih berada di sana? Semua orang juga sudah menganggapku tidak ada lagi. Kau harus mengerti, D.O, Aku tidak ingin tinggal ditempat dimana semua orang mengatakan hal buruk tentang orang tuaku!!”

 

D.O melepaskan tautan dahi mereka dan menatap Saerin dengan tatapan hangatnya. Sebuah senyuman indah yang Saerin rindukan terlukis di wajah imut laki-laki itu.

“Baiklah.. jika kau tidak bisa hidup dalam duniaku, maka biarlah aku yang akan hidup dalam duniamu” D.O mendekatkan wajah kami. Aku bisa merasakan terpaan napasnya di wajahku sebelum dia melumat bibirku. “Kita tidak harus pulang”

Aku mengerutkan alisku ? menatapnya dengan tatapan tak percaya. “Apa maksudmu?”

“Asal kau mau bersamaku, aku akan ikut kemana pun kau ingin pergi” lanjut D.O lagi sebelum kembali mengecup bibir Saerin dengan penuh gairahnya. “Aku mencintaimu, Saerin-ya… dan akan tetap seperti ini untuk selamanya. Kau boleh membunuhku jika kau memang mau.. tapi aku akan tetap bersamamu”

****************

KRIS POV

Aku menghela napasku. Hari ini matahari bersinar tanpa lelahnya.

Ini adalah hari dimana tepat setahun setelah hari kematian Kai berlalu. Tapi kesuraman wajah kami. Terlebih lagi di wajah gadis yang sekarang berada di sampingku.

Lunna kembali menyeka air matanya, lalu menarik napasnya dalam-dalam sebelum meletakkan serangkai bunga lili putih yang sejak tadi di pegangnya di atas makam Kai.

“Hey..Apa kabar, Kai ?” suaranya bergetar ketika menyapa sebuah gundukkan tanah yang menjadi tempat peristirahatan Kai untuk selamanya. “Kau baik-baik saja kan disana?” Suara Lunna semakin terdengar jelas bergetar dan parau.

Aku, Krisa dan Tao hanya bisa membungkam mulut kami masing-masing sekarang. Gadis itu kembali tenggelam dalam kesedihannya.

Ketika tangisan kembali tumpah di wajah cantiknya, Tao spontan mendekatinya dan memberinya pelukan hangat.

“Kau tidak boleh seperti ini, Lunna-ya. Kai tidak akan bisa tenang jika melihatmu seperti ini” pujuk Tao yang berusaha menenangkannya.

Lunna menganggukkan kepalanya perlahan lalu kembali menyeka air matanya.

Aku tahu ini berat untuk Lunna… dan Tao juga pastinya.

Seperti Lunna yang sangat mencintai Kai. Tao juga sangat mencintai gadis itu.

Semenjak kematian Kai, Lunna tinggal sendiri di apartemen mereka yang dulu. Tapi ku rasa karena Tao khawatir padanya, Tao juga membeli apartemen di sana dan tinggal tepat di samping Lunna.

Aku kembali menatap gundukan tanah di depanku. Entah sudah berapa kali aku menghela napasku hari ini.

Krisa merangkul lenganku dan menyenderkan kepalanya dibahuku. “Semua akan baik-baik saja. Kris. Lunna akan kembali tegar suatu saat nanti. dia punya Tao disisinya, aku yakin semua akan membaik bersamaan dengan jalannya waktu”

“Ya.. Aku tahu itu, Sister. Aku juga meyakininya.”

***********************

“Ayo masuk, Kris” ajak Krisa padaku ketika kami sudah sampai di depan rumah kami.

Melihat Krisa benar-benar membuatku ingat pada Kai. Dan hal ini benar-benar membuatku merasa bersalah padanya.

Semenjak aku memberitahu kedua sepupuku tentang keberadaan Saerin dan rencana yang akan ku jalankan untuk mendapatkan saudara kembar perempuanku kembali, Kai adalah yang paling mendukungku untuk melakukannya.

“Kris,, ada apa?”

Aku tinggalkan dunia khayalku. Lalu mendorong Krisa ke arah pintu dengan pelan.

“Kau kembalilah dulu, aku akan berkeliling disini sebentar lagi”

Krisa menganggukkan kepalanya padaku sebelum meninggalkan ku sendiri. Melihatnya sudah masuk ke dalam rumah, ku putuskan untuk berjalan-jalan di tengah hutan. Ku hirup aroma hutan ini sedalam-dalamnya, berusaha menyimpan rasa ini di setiap memoriku.

Aku dan Krisa akan pindah dari sini. Dari rumah kami yang sekarang maksudku. Kami akan pindah ke daerah perkotaan untuk mencari suasana yang baru. Dan rumah itu serta kepimpinanku akan ku serahkan pada Chanyeol, orang kepercayaanku.

Aku tidak bisa berlama-lama tinggal di rumah itu lagi. Kamar rahasia dimana aku menyekap Saerin membuatku sakit setiap kali aku melihatnya. Aku terjebak dalam permainanku sendiri. Berusaha membuat gadis itu terperangkap dengan memerangkapkan diriku bersamanya.

Aku benar-benar terkejut karena waktu itu mulutku bisa mengatakan kebohongan yang luar biasa. Aku tidak perduli padanya? Hanya memanfaatkannya? Haah~ yang benar saja!

Aku memang berusaha membuang rasa ini padanya. Tak ku izinkan rasa perduliku padanya untuk tumbuh membesar. Dan memang tidak membesar sekarang. Tapi tetap saja,, rasa itu masih ada disini. Di hatiku.

Saat aku hendak kembali ke rumahku, tiba-tiba saja aku merasakan kehadiran seseorang di sekitarku.

Aku langsung menoleh ke belakang dan menemukan seorang gadis di sana. Sekilas hampir saja aku menyangka bahwa dia adalah Saerin. Tapi warna matanya yang berwarna hazel membuatku tersadar bahwa dia adalah orang yang berbeda.

‘Tapi,, bagaimana bisa ada dua orang yang berwajah semirip itu?’

DEGDEG… DEGDEG …

 

“Maaf, tuan. Apa kau tahu dimana aku bisa mendapatkan darah di sekitar sini?” tanya gadis itu padaku.

Well.. suaranya juga berbeda dengan suara Saerin. Tapi entah kenapa terdengar lebih indah dan lebih menarik untukku.

Aku bisa merasakan aura yang kuat yang dipancarkan dari gadis itu. Entah kenapa jantungku seolah berhenti berdetak ketika aku menatapnya. Seolah-olah seperti dunia ini hanya beputar-putar ke padanya saja.

“Kau seorang hibrid ?” tanyaku yang lebih terkesan seperti sebuah pernyataan.

“Ya. Kau juga kan?” tanya gadis itu. “Jadi.. karna kita adalah satu klan, bisa kah kau memberi tahuku dimana aku bisa mendapatkan darah manusia di sekitar sini? Aku sudah sampai pada ambang batasku. Sudah 2 bulan aku tidak mengkonsumsi darah. Tubuhku benar-benar melemah sekarang”

Jujur saja, aku terkesan mendengarnya yang bicara panjang lebar. Baru pertama kali ini aku mendengar suara yang begitu menenangkan.

Jika diperhatikan lebih jauh, akhirnya aku bisa melihat perbedaan di wajahnya dan Saerin. Mereka berbeda. Gadis ini ku rasa lebih terlihat imout dari Saerin. Dan Suaranya itu begitu terdengar indah, seindah wajahnya.

“Kau bisa mendapatkannya di rumahku. Aku punya sebox kantong infus darah di kulkas”jawabku berusaha tenang.

“Benarkah?”

Mata indahnya seketika tampak berbinar-binar. Sebenarnya ada apa dengan gadis ini? kenapa dia begitu terlihat berbeda?

Namun tiba-tiba wajahnya terlihat curiga. “Tapi tidak mungkin seseorang begitu saja berbuat baik kepada orang asing. Pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan, iya kan?”

“Kau benar” akuku. “Aku memang menginginkan sesuatu sebagai balasannya”

“Dan apakah ‘sesuatu’ itu?”

Aku bisa merasakan aura keraguan yang amat sangat besar yang terpancar di wajah cantiknya. Tapi sedetik kemudian, dia menutupinya dengan baik.

Aku menarik napasku dalam-dalam. Tanpa sadar aku sudah memasang senyumanku saat ekor mataku menatap wajah curiganya yang menarik.

“Namamu” ujarku akhirnya. “Aku ingin kau membalasnya dengan memberi tahukan namamu”

Gadis itu menatapku aneh sebelum tenggelam dalam tawaanya yang terdengar merdu. Dari nada tertawanya, dia seolah sudah mengira kalau aku akan menanyakan hal ini. dia gadis yang percaya diri rupanya.

“Yanri Jung ” katanya dengan senyuman mengundang di wajahnya. “Tapi kau bisa memanggilku, Yanri”

Tanpa ku perintah, otakku langsung mencatat namanya lekat-lekat di setiap ruang di memoriku. Jantungku berdetak cepat. Untuk pertama kalinya, aku merasa bukan gravitasi yang menarikku tetap berada di bumi, melainkan dirinya.

Astaga… Ku rasa aku sudah tertandai sekarang.

 

‘Yanri -ya.. Selamat Datang ke Hatiku’

 

******** FIN *******

About fanfictionside

just me

16 thoughts on “FF/ YOU ARE MY ADDICT/ EXO/ pt. 5 (FINAL)

  1. Aaaa.. Sayang banget saerin ngga sama kris, malah kris dapet cewe baru.. Satu klan pula..
    Kalo menurut aku sih thor, ini butuh sequel, kalo perlu bikin 3 sequel, lunna-tao, saerin-d.o , kris-yarin, biar mantep.. Kkkkkk~
    Pokoknya ditunggu deh sequelnya..😀

  2. Yah knpa kris gampang bnget jatuh hati sama cwe selain saerin , kirain kris bkalan sama saerin ternyata kris dapat mngsa bru -_-

  3. sequel! sequel! sequel!
    authooorrr butuh sequel! Tao gimana nasib nya itu.. kasian.. kenapa gak sama aku ajaa #hah
    semangat bikin ff lagi thor ‘-‘)/

  4. Gak suka ending nya , dari awal kan kris sama saerin kenapa muncul yang baru ngegantung lagi . Please buat sequel tapi krisnya tetep sama saerin

  5. huahh….
    Kelar sudah ff seru nan menegangkan ini😀

    ahh bener2 terbayar sudah penjelasan kejadian di dlm cerita ini, Kai yang malang
    tapi semua hidup dgn jalan’a masing masing🙂

    dan untuk Kris…!
    Yaanpun bang kenapa jadi alay pangkat lebay gitu ssii ‘Yanri -ya.. Selamat Datang ke Hatiku’
    aduhh IT’S NOT YOUR STYLE -_- 😀 wkwkwk

  6. gue sebenernya ga terlalu suka sama ff yg genre fantasy tapi ff ini mengalihkanku~
    ayolah sekueeeeel thor :3 gue pengen endingnya di perjelas kesian mereka kalo ngegantung gini kan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s