FF/ SUGA AND SUGAR/ BTS-BANGTAN/pt. 2


Hei hei heii… ketemu lagi di ff ‘SUGA AND SUGAR’. Gimana part 1? Seru atau bosenin? Kalau jawabannya seru author seneng banget, tapi kalau gak seru… author juga seneng kok, soalnya itu bakal menjadi motivasi buatku agar kedepannya bisa berusaha lebih keras lagi dalam mengarang ff ‘SUGA AND SUGAR’. Ohya sebenernya HAN HANI itu nama koreanya temenku, lebih tepatnya sahabatku. Pas dia tahu namanya aku pake di ff ‘SUGA AND SUGAR’ versi drabble. Responnya lucu banget, “kok aku sih yang nyium Suga? Seumur hidup aku gak akan baca ff kamu.” Hihihi… aku tahu tuh anak cuman becanda doang, padahal mungkin dia diem-diem ngebaca (author ge’er banget ya?). Maap yak HAN HANI…. baiklah, author cerewet ini gak akan ngomong ngelantur ke sana-sini. Selamat membaca…. J

Title                       : Suga and Sugar
Author                  : Choi Hee Gi
Main Cast            : Han Hani (OC)

                                   BTS’s Suga ( Min Yoongi)

Length                  : Chaptered.

Genre                   : Romance, Fluff.
Rating                   : PG-15.

 

 suga

 

“Kau bukan pacarku, kau kasar dan aku membenci sikapmu kepadaku. Aku tak menyukai seorang badboy sepertimu.”

“Mwo? Kau bilang a-“

“Kau dengar sendiri kan? Hani tak menyukaimu. Berhenti memaksanya, Karena mulai sekarang Hani adalah… yeojachingu dari Suga.”

“Oppa?”

“….” Suga Oppa tak menjawab pertanyaanku. Bisa ku lihat wajahnya yang putih, kini berubah menjadi merah. Apa dia sedang menahan amarahnya? Tapi untuk apa? Dia tak perlu membelaku seperti itu.

“Apa itu benar?” Tanya Kwangmin Sunbae yang tetap memasang ekspresi dinginnya kepadaku.

“Ahh… ne. Aku dan dia memang berpa-“ Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, Suga Oppa sudah menarik tanganku untuk pergi menjauhi Kwangmin Sunbae yang masih menatapku dengan tatapan terkejut dan marah. Kwangmin sunbae memang sangat baik kepadaku, aku mengetahui dia menyukaiku sudah sejak lama, sejak aku duduk di bangku SMP. Tapi entah mengapa… ada sesuatu yang aneh darinya sehingga membuatku tak menyukai Kwangmin sunbae, apa itu karena dia adalah seorang badboy? Ahh, aku tak mau memikirkannya lagi.

“Kita mau kemana?” Tanyaku dengan kikuk sambil menyeimbangkan langkahku dengan Suga Oppa. Dan tanpa ku duga, lelaki itu menghentikan langkahnya lalu menatapku dengan ekspresi datar yang membuatku tercengang, apa dia manusia? Dengan mudahnya ekspresi di wajahnya cepat berubah, dari dingin, ramah, marah, kemudian kembali menjadi dingin lagi.

“Kita ke atap sekolah.”

“Lho? Bukankah 5 menit lagi jam istirahat akan berakhir? Aku harus kembali ke kelasku Oppa.”

“Membolos satu jam mata pelajaran bukan masalah bagimu kan? Jadi kau harus menemaniku.” Paksa Suga Oppa, tadi dia bilang apa? Membolos di jam pelajaran bukan masalah? Justru itu adalah masalah terbesar bagiku. Bagaimana citraku di mata guru dan teman-temanku nanti? Han Hani, siswa baru yang sudah berani membolos jam pelajaran hanya demi menemani seorang namja yang…. tampan.

“….”

“Hei… kau mau kan?” Tanya Suga Oppa dengan menggerak-gerakkan tangannya di depan wajahku sehingga membuatku tersadar dari lamunan.

“Emm tapi…”

“Kau berani menolak ajakanku?” Suga Oppa mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan dengan reflek aku memejamkan kedua mataku. Hani pabo!

“….”

“Pfftt, buka matamu! Kau kira aku akan melakukan apa? Menciummu?” Ku belalakkan mataku tak percaya ketika mendengar perkataan dari Suga Oppa, sial, dia mempermainkanku.

“Ya! Oppa sudah berani mempermainkanku?”

“Ani ani ani, aku tak berani! Sudah jangan banyak bicara lagi. ayo ikuti aku!” Ku putar kedua bola mataku dengan malas. Seenaknya sendiri, mentang-mentang dia tampan, lalu bisa dengan semena-menanya memaksaku mengikutinya. Tapi… tak bisa ku pungkiri bahwa sebenarnya aku sangat senang ketika dia menggandeng tanganku.

~~~

Sejuk, semilir angin yang menerpa helaian rambutku benar-benar terasa sangat sejuk. Sampai hatiku pun juga merasakan kesejukan yang tak ada bandingannya, namun kesejukan dalam hatiku bukan disebabkan oleh angin, tapi dari Suga Oppa yang duduk di sampingku dengan memejamkan kedua matanya, mungkin dia juga sedang menikmati semilir angin di atap sekolah ini. Benar-benar tampan. Selama sepuluh menit, tak satupun dari kita yang bersuara. Suga Oppa masih memejamkan matanya, sedangkan aku sibuk bermain game flappy bird di ponselku. Game yang menjadi kegemaranku sejak beberapa hari yang lalu.

“Sangat cantik.” Gumam Suga Oppa secara tiba-tiba, entah mengapa pipiku mendadak menjadi merah. Apa aku tak salah dengar? Seorang Min Yoongi memujiku cantik. Apa perlu aku memeriksakan pendengaranku?

“Go-gomawoyo Oppa.” Jawabku malu-malu dengan menundukkan kepalaku lagi, berpura-pura bermain game.

“Gomawo? Untuk apa?” Sreet, mendadak wajahku yang tadi memerah kini menjadi putih pucat.

“Bu-bukankah tadi Oppa mengatakan bahwa aku cantik?”

“Hah?”

“….”

“Hahaha… kenapa kau sangat percaya diri? Aku tak memujimu.” Bodoh, kau benar-benar bodoh Haniii… bisa-bisanya kau berpikiran Suga Oppa memujimu? Use your brain! Oke, pendengaranku memang tak bermasalah, justru yang bermasalah adalah tingkat kepercayaan diriku yang kadang-kadang sangat berlebihan.

“Lalu siapa yang Oppa maksud cantik? Tak ada yeoja lain di sini selain aku.” Ujarku untuk menutupi wajah malu setengah matiku.

“Bukan seorang yeoja. Tapi itu…” Suga Oppa menunjuk langit yang memang sangat cerah hari ini. Benar-benar cerah.

“Oh… hehe…”

“Cantik bukan?” Tanya Suga Oppa tetapi tetap memandang langit.

“N-nde, cantik.” Jawabku dengan memandang wajah Suga Oppa yang menatap langit. Sampai aku baru menyadari, ternyata mata Suga Oppa SANGAT SIPIT. Aku jadi berpikir, bagaimana jika nanti Suga Oppa sedang tertawa bersama teman-temannya, pasti matanya akan menjadi semakin sipit sehingga ketika dia membuka mata, teman-teman yang tadi tertawa bersamanya sudah tidak ada lagi di tempat itu.

“Langit itu cantik sepertimu.”

“Hahaha… Oppa tak bisa membohongiku.”

“Ohya? Kau benar. Aku memang bohong. Darimana kau mengetahui jika aku sedang membohongimu?” Suga Oppa tertawa lepas. Ahh… ketika aku mengatakan bahwa dia membohongiku, seharusnya dia mengelak dan mengatakan ‘aku tak bohong, kau memang cantik’. Hiks… benar-benar lelaki yang tak memiliki kepekaan sosial. Dan akhirnya aku merasakan juga bagaimana malunya tak dihiraukan seorang namja.

“Hey Oppa, kau tahu? Tadi banyak sekali yeoja yang memandangmu.” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan yang memang sudah sangat membuatku malu.

“Kau tahu kenapa mereka memandangku?”

“Tentu saja aku tahu. Kau itu-“

“Tampan?” Tanya Suga Oppa dengan senyuman yang lagi-lagi membuat lidahku keluh untuk berkata-kata lagi.

Suga’s POV

“Ah. N-nde…” Ku lihat Hani yang gugup ketika menjawab pertanyaanku, ternyata Hani memang sangat menggemaskan, apalagi ketika wajahnya memerah seperti itu. Sungguh, jika saja aku tak terlalu memperhatikan imageku. Pasti saat ini, aku sudah mencubit habis pipinya yang menggemaskan.

“Kau menyukaiku?”

“Eh?”

“Jadilah pacarku!”

“M-mwo?”

“Haha, tak usah terkejut seperti itu. Aku hanya memintamu menjadi pacar bohonganku.” Pintaku tanpa memandang wajahnya agar Hani tak mengetahui bahwa wajahku juga memerah ketika mengatakan itu. Ku lihat dari ekor mataku, gadis itu memandangku dengan bingung.

“Untuk apa? Oppa sedang mempermainkanku lagi ya?” Eh… kenapa dia berpikiran seperti itu? Bukan, aku tak mempermainkanmu Hani. Aku hanya… aku hanya… hanya tak tahu kenapa aku memintamu menjadi pacar bohonganku.

“Untukk…”

“Untuk? Apa?”

“Untuk mengelabui para yeoja di sekolah ini, aku selalu risih jika ada yeoja yang mengejarku. Kecuali jika dia tipeku.” Jelasku, kali ini ku beranikan diri untuk menatap wajahnya.

“Oh… Ahh… ne. N-nee.”

“Kau mau?”

“Hum, aku mau. Tapi ada persyaratannya.”

“Apa? Aku akan mengabulkannya jika permintaanmu tak berlebihan.”

“Ummm… Oppa harus mau bergabung di klub basket. Kau belum bergabung dengan klub apapun kan?”

“Belum. Baiklah, aku memang sudah berniat bergabung dengan klub basket.” Jawabku.

“Jinjja?”

“Hum, tapiii… jangan bilang kau bergabung dengan klub cheerleader?” Tanyaku curiga, tolong jawab tidak Hani!! Aku tak menyukai seorang yeoja yang bergabung dengan klub cheerleader. Bersikap sok imut, aku sangat membencinya.

“Ahh… tidak kok Oppa. Aku bergabung dengan klub fotografi.”

“Hah? Lalu mengapa kau memintaku bergabung dengan klub basket? Bukankah antara klub basket dan fotografi tidak berhubungan?”

“Jelas berhubungan, aku bisa memfotomu kapan saja ketika kau sedang berlatih basket. Itu sangat cool Oppa.” Aishh… berhenti menunjukkan eyes smile mu Hani! Aku tak tahan melihatnya, apa aku harus menunjukkan eyes smile ku juga?

“Baiklah, jadi… sekarang kita sudah resmi menjadi pacar bohongan kan?”

“Ne.” Jawab Hani antusias.

“Tapi… setelah tinggal kita berdua, kau tak boleh dekat-dekat denganku. Kau tak boleh bermanja-maja kepadaku.”

“Yaaa Oppaaaa…”

“Tak ada protes apapun.” Hani mengerucutkan bibirnya sebal kepadaku, meskipun ekspresinya seperti itu, gadis itu tetap terlihat cantik. Setidaknya di mataku.

~~~

Hari ini adalah hari pertamaku tinggal di sebuah apartement sendirian, dari luar memang terlihat sangat bagus dan mewah, tetapi jika sudah masuk ke dalamnya, ruangannya sangat berantakan. Aku hampir saja menyerah untuk membereskan apartement besar yang ku miliki, sampai akhirnya aku meminta tolong Hani supaya dia membantuku membersihkannya.

“Haishh Oppa, debunya banyak sekali. Bukankah apartement akan selalu bersih meskipun jarang ditinggali?” Tanya Hani dengan mengibaskan tangan kanannya.

“Aku juga tak tahu. Baiklah, ayo mulai membersihkan apartement kumuh ini. Setelah semuanya selesai, aku akan mentraktirmu pizza.”

“Aaahh jinjja?” Hani memandangku dengan mata yang berbinar, hingga aku sadari bahwa Hani memang benar-benar cantik. Rambut panjang sebahu, pipi yang sedikit chubby, dan bando pita kecil yang menghiasi rambutnya membuat gadis itu terlihat sangat imut meskipun dia tak memiliki lipatan mata.

“….”

“Hey Oppa??” Hani mengguncang-guncang tubuhku dan membuat aku tersadar 100% dari lamunan.

“Tentu saja. Aku akan mentraktirmu pizza dan ice cream jika kau mau.” Bujukku dengan tetap memperhatikan tingkahnya yang manja.

“Aku mau aku mau… tambah satu lagi ya?”

“Huh? Kau mau aku mentraktir apa lagi?”

“Bukan mentraktir, tapi Oppa harus membantuku mengerjakan pr matematika. Ku dengar dari Appa, kau sangat mahir matematika Oppa…”

“Baiklah…”

“Deal?”

“Deal.” Jawabku dengan tersenyum dan mengacak rambut hitam Hani. Bisa ku lihat pipinya yang memerah akibat skinship yang ku lakukan.

Acara bersih-bersihku dengan Hani pun berjalan dengan hikmat(?). Hani bertugas membersihkan ruang tengah dan ruang tamu, sedangkan aku kamar tidur dan dapur. Benar-benar melelahkan, namun inilah harga yang harus dibayar untuk memperoleh tempat tinggal yang bersih dan nyaman. 2 jam pun telah terlewati dan kini keadaan apartementku sudah berubah 180 derajat.

“Woahh capeknyaaa…” Teriak Hani sambil menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tengah. Melihat wajahnya berpeluh membuatku tak tega, akhirnya ku putuskan membuatkannya jus apel dan sandwich.

“Ige…”

“Gomawoyo Oppa.” Dengan cepat Hani langsung menyambar jus apel dan sandwich yang aku bawa, lalu memakannya dengan lahap tanpa menjaga image di depanku. Benar-benar gadis yang apa adanya.

“Aku akan membeli pizza dan ice cream. Tunggulah di rumah, 30 menit aku pasti sudah sampai.”

“Tak usah Oppa, kau pasti capek.”

“Gwaenchana. Kau pasti lapar kan? Aku akan membelinya sekarang.”

“Aniyaa… besok saja kau mentraktirku. Sekarang aku mau mandi, setelah itu kau harus membantuku mengerjakan tugas matematika dari Song Ssaem.”

“Kalau kau tidak lapar, aku akan membeli ice cream saja untuk camilan nanti. Kau tunggu ya! Sebentar saja!”

“Ya! Shireo. Oppa tak boleh kemana-mana. Kau mandilah sekarang di kamar mandi atas. Aku akan mandi di kamar mandi khusus tamu!” Perintahnya dengan mendorongku ke arah tangga. Aku pun berpura-pura mengikuti perintahnya, namun ketika Hani sudah memasuki kamar mandi, dengan cepat aku kembali ke ruang tengah untuk menyandarkan punggungku sebentar saja.

Hani’s POV

Ahh jinjjaa… badanku terasa sangat segar kembali setelah selesai mandi, ternyata kamar mandi di apartement Suga Oppa lumayan rapi dan besar juga, beda dengan ruangan-ruangan yang lainnya. Aku pun beranjak keluar dari kamar mandi menuju ruang tengah.

“Ya Oppa!!” Seruku ketika melihat Suga Oppa yang kini tengah tertidur dalam keadaan bersandar di sofa dengan kepala yang tertunduk, tak ada jawaban apapun dari dia. Akhirnya ku putuskan untuk menghampiri Suga Oppa dan melihat wajah tampannya. Badannya yang bau karena belum mandi tak mengurangi sedikit pun kharisma seorang Min Yoongi yang sekarang menjadi Min Suga bagiku.

“….”

“Oppaaa…. kau sangat lelah ya? Kau tampan juga ya meskipun badanmu bau.” Bisikku bertanya kepadanya meskipun aku tahu dia tak akan menjawab pertanyaanku.

“….”

“Baiklah, jika kau memang sangat lelah. Aku akan membiarkanmu istirahat sejenak, setelah aku membuat makanan aku akan membangunkanmu Oppa…” Aku beranjak dari kegiatan memandangi wajah uri Min Suga menuju dapur. Namun tiba-tiba…

Sreett… Suga Oppa terbangun dan ia menarik tanganku. Reflek aku terjatuh di sofa dengan keadaan tangan Suga Oppa mengunci pergerakanku. Ku lihat dia semakin menatapku dengan tajam… dan aku sangat takut…

“Apa yang op-ppa la-lakukan?” Tanyaku dengan gemetar, namun lelaki itu masih menatap tanpa menjawabku…

TBC

Fiuhh… kurang panjang lagi kah? Maaf yaa… maaf banget… oh ya? Menurut kalian apa yang akan Suga lakukan kepada Hani? Hayoo apa hayoo? Tulis jawaban kalian di comment yaaahhh…. semoga reader-deul setia menunggu next chap J peluk cium buat ARMY {} :-* (plakk… gue gak sudi lo peluk apalagi lo cium thor). Terimakasihh… jangan lupa meninggalkan jejak😉

About fanfictionside

just me

19 thoughts on “FF/ SUGA AND SUGAR/ BTS-BANGTAN/pt. 2

  1. Aisscc……
    Knpa Suga nyuruh Hani jdi pcar Bo’ongan ny, knpa gak jdi pcar Asli ny aj ??

    Pnasaran nih ap yg d’lakuin Suga ama Hani, jgan”… D’cium??? #SokTau

    Jngan Lma” ya Thorr Post pt 3 nya
    Faithing Thorr Bye Bye *Bow*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s