FF oneshot/ WHATEVER YOU DO ITS CALLED LOVE/ BTS-BANGTAN


Tittle:    Whatever You Do it’s Called Love

Cast:      Han Ha Ni (OC)

Jung Ho Seok (J-Hope)

Choi Hee Gi (OC)

Kim Tae Hyung (V)

Park Ga Young (OC)

Park Ji Min (Jimin)

All BTS Member

Author: FunHopie

Length: Oneshoot

Genre:  Comedy(?), Romance(?), School-Life

Rating:  All Ages

Annyeong everyone, perkenalkan saya adalah author baru yang dengan PD’nya memposting FF ini. Mohon maaf jika FF’nya terlalu aneh dan jangan lupa tinggalkan jejak yaa J

Waspadalah Typo bertebaran!!!

Apakah perasaan sayang harus diungkapkan dengan romantis? Benar-benar harus? Sepertinya tidak. Apapun yang kita lakukan didasari atas cinta, meskipun itu hal bodoh sekalipun itu tetap disebut cinta. Bukan berarti tak normal, melainkan menunjukkannya dengan cara yang berbeda.“

 

AUTHOR POV

                Pagi yang cerah adalah waktu yang tepat untuk bersekolah, bukan? Tapi tidak dengan namja yang satu ini, tidak lain dan tidak bukan namja itu adalah Kim Tae Hyung. Ck..ck..ck. Namja ini bahkan masih tersenyum dalam tidurnya. Padahal jam di dindingnya sudah menunjukkan pukul 06.45. Terdengar pintu terbuka dengan keras, sampai-sampai jam di dindingnya hampir saja terjatuh.

“Aish, jinjja. Yak! Taehyung-ah, kau masih belum juga bangun hah?”, Namjoon berteriak tak kuasa melihat dongsaengnya yang tak juga bangun.

“Hyung, aku masih mengantuk. Bisakah kau membiarkanku tidur 5 menit saja?”

“Yak! Kalau kau tidur 5 menit lagi, jadi sebesar apa kotoran di matamu itu hah?”

Taehyung tak menyahut perkataan dari Namjoon, melainkan ia melanjutkan tidurnya. Tiba-tiba ponselnya bergetar hebat. Pesan kakao-talk dari seseorang untuk Taehyung. Langsung ia membuka pesan tersebut dan alhasil ia membuka matanya dengan lebar. Dengan satu pesan kakao-talk tersebut mampu membuat Taehyung berdiri dari kasurnya dan berlari ke kamar mandi dengan terbirit-birit. Pesan dari siapakah itu? Pasti kalian bertanya-tanya bukan? Namjoon yang masih berada di kamar Taehyung sontak melongo dengan perbuatan dongsaengnya itu. Ia penasaran dengan isi pesan kakao-talk itu, tanpa sepengetahuan Taehyung ia mengambil ponsel yang tergeletak di kasur dan membacanya.

Pesan Kakao-Talk

From     : Choi Hee Gi

Yak! Kim Tae Hyung! Kau masih tidur hah? Kau mau mati? Cepat jemput aku atau aku akan berkencan dengan Namjoon oppa.

“Aigoo,pantas saja.”, Namjoon menggeleng-gelengkan kepalanya.

CHOI HEE GI POV

Aku sedang menunggu Kim Tae Hyung, ya dia adalah namjachingu teraneh dan terunik sepanjang masa. Seperti biasa, ia selalu terlambat menjemputku. Padahal jam pertama nanti adalah pelajaran Min Yoon Gi sonsaengnim, guru terpucat dan menakutkan di sekolahku.

“Ah, Kim Tae Hyung. Apa yang harus kuperbuat dengan namja gila itu?”, aku mengacak rambutku kesal.

Tak berselang lama, terdengar suara motor Taehyung.

“Annyeong Hee Gi-ah. Kajja!”, dengan cengiran khasnya.

“Yak! Wajah tak berdosa! Bisakah kau tepat waktu jika menjemputku hah?”

“Aigoo..Aigoo kau lucu sekali jika sedang marah.”, tangan Taehyung mengelus bawah daguku seperti mengelus kucing dirumahnya.

“Sudahlah kajja kita berangkat.”, aku pun naik ke motor Taehyung dan memukul helm yang dipakainya sebagai tanda bahwa aku sudah siap.

“Oke, kita berangkat!!”, Taehyung menancap gasnya sampai-sampai tanganku berpegangan ke kepala Taehyung.

“Yak! Yak! Yak! Untuk apa aku memiliki pinggang jika kau malah berpegangan ke kepalaku!”

“Pabo, kau seharusnya bilang kalau mau menancap gas.”

“Yak! Kau yang pabo, kau kan tadi bilang sudah siap.”

“Arraseo arraseo. Mianhae.”

“Haik.”, jawabnya dengan bahasa sok Jepangnya itu.

AUTHOR POV

“Annyeong.”, sapa seorang yeoja dengan ceria saat memasuki kelasnya.

“Annyeong Hani-ah.”, balas Hoseok dengan senyuman kudanya.

“Aigoo, kau sedang apa kuda?”, Tanya Hani.

“Yak! Aku sudah bilang berapa kali kepadamu. Jangan panggil aku kuda.”, Hoseok menjitak kepala Hani.

“Yak! Kau belum menjadi suamiku sudah berani menjitak kepalaku hah?”

“Haha. Apa yang sedang kalian lakukan?”, Tanya seseorang dari pintu kelas.

“Jimin-ah, si kuda itu melakukan kekerasan terhadapku.”, rengek Hani kepada Jimin sambil merangkul tangan Jimin.

“Yak! Han Ha Ni! Apa yang kau lakukan hah? Bermesraan dengan namja lain di hadapanku.”, teriak Hoseok.

Jimin hanya tertawa melihat ulah mereka berdua. Pasalnya setiap pagi mereka berdua selalu bertengkar layaknya bermain drama yang pasti ceritanya tetap itu-itu saja. Bagaimana bisa mereka menjadi sepasang kekasih?

“Annyeong.”, sapa seorang yeoja manis yang baru datang.

“Annyeong Gayoung-ah.”, balas Jimin dengan malu-malu.

“Aigoo, kau ini kan sudah berpacaran dengan Gayoung. Mengapa masih malu-malu Jimin-ah?”, ledek Hoseok.

“Kau bisa saja Hoseokie.”, kata Gayoung.

“Gayoung-ah, apa kau melihat Taehyung dan Hee Gi?”, Tanya Hani.

“Ani. Wae ?”

“Sampai jam segini mereka belum datang. Kan jam pertama pelajaran Min Yoong Gi songsaengnim.”

“Apaaa???”, teriak Hoseok. (dikasih efek jeng jeng jeng)

“Yakkk!!”, teriak Hani kepada Hoseok.

“Wae? Aku berteriak tidak boleh?”, Tanya Hoseok sebal.

“Kau tak apa berteriak. Asal jangan di kupingku, dasar kuda!”

“Yak! Jangan panggil aku kuda!”, teriak Hoseok.

“Yak! Jangan berteriak di kupingku lagi, pabo!”, teriak Hani.

“Sudahlah kalian berdua, jangan bertengkar.”, kata Jimin sambil memisahkan mereka berdua. Dan tak sengaja tangan Jimin menyentuh tangan Gayoung yang ternyata juga ikut merelai Hoseok dan Hani.

“Ah, mian.”, kata Jimin sambil menundukkan kepalanya malu.

“Ne, gwenchana Jimin-ah.”, balas Gayoung sambil tersenyum.

Jimin sangat terpukau dengan senyuman Gayoung. Sampai-sampai ia tak sadar jika ia telah membuka mulutnya lebar dan seketika setetes air jatuh dari mulutnya.

“Haha. Lihat! Jimin-ah keringatmu menetes dari mulut.”, teriak Hoseok sambil tertawa.

Jimin pun tersadar dan segera menutup mulutnya. Sedangkan Hani dan Gayoung hanya tertawa.

BRAKK!!!

Pintu yang sudah terbuka malah terbuka lagi dengan kasar sampai membentur tembok. Siapa lagi yang melakukan itu kalau bukan Taehyung dan Hee Gi.

“Aku tidak telat kan?”, teriak Hee Gi.

“Yak! ‘Aku’ kau bilang? Bagaimana denganku? Jika aku yang terlambat bagaimana?”, rengek Tehyung kepada Hee Gi.

“Ini semua kan gara-gara kau, dasar bocah aneh.”, balas Hee Gi sambil menjitak kepalanya.

“Untung saja kalian tidak telat, kalau kalian telat bisa habis kalian jadi santapan Min Yoong Gi songsaengnim.”, kata Gayoung.

“Kalian darimana saja hah?”, Tanya Hani.

“Kau seperti tak tahu saja.”, jawab Hoseok.

“Yak! Jangan bicara denganku. Hubungan kita sedang terkena badai.”, balas Hani.

“Hani-ah. Badai pasti berlalu.”, rengek Hoseok dengan mengedipkan-ngedipkan matanya.

Hani sontak luluh dengan apa yang dilakukan Hoseok saat ini.

“Aigoo, uri Hoseokie. Aku tak bisa marah denganmu jika kau melakukan ini.”, kata Hani sambil menjambak rambut Hoseok gemas.

“Yak! Bisakah kau bersikap lembut sebagai perempuan?”,teriak Hoseok.

“Kau tidak suka? Arraseo, tinggalkan aku!”

“Andwaee!!”, teriak Hoseok.

“Yap, drama dimulai.”, kata Hee Gi.

“Siap tutup telinga.”, kata Taehyung.

Mereka berempat pun menutup telinga mereka dan apa yang dilakukan Hani dan Hoseok? Tentu saja beradegan kejar-kejaran versi slow motion.

“Haaaaaaniiiiii-aaahhhh!!”, panggil Hoseok.(versi slow motion)

“Tinggaalkaan saaajaa Hayati baaaannng!!!”, balas Hani. (versi slow motion)

Teett..Teett..Teet. Bel pun berbunyi saatnya pelajaran jam pertama.

Gayoung duduk sebangku dengan Hee Gi, Jimin dengan Taehyung, dan Hoseok dengan Hani.

HAN HA NI POV

Bel telah berbunyi, aku dan Hoseok segera duduk di bangku kami. Kami memang duduk bersebelahan, tapi bukan berarti kami selalu bermesraan. Melainkan kita selalu beradu mulut bahkan jika ada kesempatan aku dapat menjitak kepalanya dengan leluasa. Itu adalah kesenangan tersendiri bagiku. Aku dan Hoseokie bukan pasangan yang romantis malah sebaliknya. Aku lebih senang jika cara berpacaran kami berbeda dengan yang lain.

Pintu kelas yang tadinya tertutup sekarang menjadi terbuka, karena Min songsaengnim sudah masuk ke kelasku. Aku memandang Hoseok di sampingku. Dia tampak tegang. Hahaha.

“Wae?”, tanyaku padanya dengan suara berbisik.

“Aniya, aku hanya takut jika Min songsaengnim mencekikku secara tiba-tiba.”, balasnya.

“Aigoo, pabo.”, kataku sambil menjitaknya.

“Aish, appoo!”, balasnya sambil mengelus kepalanya.

“Yak! Apa yang kalian berdua lakukan?”, teriak Min songsaengnim.

Semua manusia yang ada di kelas menoleh ke arahku dan Hoseok.

Matilah aku, suara Hoseok tadi terlalu keras sampai-sampai Min songsaengnim meneriakiku dan Hoseok.

“Maafkan kami Min songsaengnim.”, kataku.

“Kesini kalian berdua!”, perintah Min songsaengnim.

“Yak! Ini gara-gara kau Hani-ah.”, bisik Hoseok.

“Mianhae Hoseok-ah.”

“Hoseok-ah, Hani-ah. Fighting nee!”, bisik Taehyung yang langsung dijitak oleh Jimin.

Aku dan Hoseok berjalan ke arah Min songsaengnim. Di sepanjang perjalanan semua mata menatap kami dengan wajah seakan-akan ‘habislah kalian’. Aku menatap Hoseok yang sudah berkeringat karena ketakutan. Ini semua salahku. Saat tepat di depan Min songsaengnim aku langsung berlutut dan memegangi celana panjangnya. Bodohnya aku, aku tanpa sadar menarik celana Min songsaengnim dan terlihatlah celana boxer bergambar pororo milik Min songsaengnim. Terdengar suara tawaan dari semua teman-temanku, apalagi tawa dari Taehyung.

“Haha. Boxer Min songsaengnim sangat familiar olehku, sepertinya aku punya satu yang seperti itu di rumah.”, teriak Taehyung sambil tertawa.

Min songsaengnim lalu berteriak meminta mereka semua untuk diam dan memberikan hukuman padaku dan Hoseok untuk membersihkan seluruh sekolah ini. Maafkan aku Hoseok.

Di koridor sekolah.

“Ehem, mianhae.”, kataku memecah keheningan diantara aku dan Hoseok.

“Wae?”, jawab Hoseok tanpa menoleh dan masih mengepel koridor sekolah.

“Gara-gara aku, kau dihukum oleh Min songsaengnim.”

“Aniya, aku senang.”

“Wae? Apa yang membuatmu senang?”, ‘apakah ia senang karena dihukum denganku?’

“Aku senang karena aku dapat melihat pakaian dalam Min songsaengnim. Haha.”, jawabnya sambil tertawa.

“Yak! Dasar kuda pabo!”, balasku sambil mengelap mukanya dengan kain pel.

“Yak! Kain yang kau pegang itu kotor, pabo!”, teriak Hoseok.

“Oh, jinjja?”, tanyaku sambil melihat kain pel yang kupegang.

“Ndee, coba rasakan.”, jawab Hoseok sambil mengelap mukaku dengan kain pelnya.

“Yak!! Kau seperti ini pada yeojachingumu hah?”

“Nde, wae?”, tanyanya.

“Arraseo, aku tidak akan pernah mau menikah denganmu Jung Ho Seok!”, teriakku.

“Wae wae wae?”, rengeknya.

“Bagaimana bisa kau seperti itu terhadap yeoja cantik sepertiku?”

“Cantik? Haha.”, jawabnya sambil tertawa.

“Yak! Apa maksud tertawamu itu hah?”, teriakku.

Ia menangkup wajahku dan mendekatkan wajahnya pada wajahku. Jantungku mulai berdetak tak karuan dengan apa yang dilakukannya saat ini. Tak biasanya Hoseok seperti ini. Ia lalu berkata.

“Kau tidak cantik, tapi kau manis. Dan perkataan yang barusan aku katakan padamu adalah..adalah BOHONG!!”, jawabnya tanpa ia sadari telah memuncratkan liurnya pada wajahku dan menjitak kepalaku keras, kemudian berlari meninggalkanku dengan tawa iblisnya.

“Yakk!!!! Jung Ho Seok!! Kuda gilaa!! Your… your… your dirty water (*baca : saliva) !! Bisa-bisanya kau meludahi wajahku!! ”, teriak Hani sambil mengejar Hoseok berniat untuk membalasnya.

PARK JI MIN POV

            Pelajaran Min songsaengnim akhirnya sudah selesai dan kebetulan pula setelah jam Min songsaengnim ternyata jam kosong, karena Han songsaengnim sedang sakit. Tepat di depanku adalah tempat duduk Gayoung. Aku ingin sekali berbicara kepadanya, tapi mengapa lidah ini terasa kelu? Apalagi kejadian tadi pagi yang membuatku sangat malu.

“Jimin-ah, kau tak ingin mengobrol dengan Gayoung?”, senggol Taehyung yang berhasil menyadarkanku dari lamunan.

“Hmm, Gayoung masih sibuk membaca buku Taehyung-ah. Kau sendiri tak ingin mengobrol dengan Hee Gi?”, tanyaku padanya.

“Aku sekarang sedang mengobrol dengannya lewat kakao-talk.”, jawabnya dengan cengiran anehnya.

“Mwo? Hee Gi ada di depanmu, mengapa kau malah berpesan kakao-talk dengannya?”

“Aku bosan melihat wajahnya terus. Haha.”, jawabnya sambil tertawa.

“Yakk!! Kau pikir aku tak bisa mendengarmu hah?”, teriak Hee Gi yang langsung menarik mulut Taehyung.

“Ahh appoo! Aku hanya main-main chagi..chagi.”, rayu Taehyung.

“Yakk! Kau selalu menyamakanku dengan kucingmu itu Taehyung-ssi!”, balas Hee Gi.

“Mianhae..mianhae.”, rengek Taehyung.

“Aigoo.”, aku hanya menggeleng-geleng kepala melihat mereka.

“Ehm, Jimin-ah apa kau mau makan ke kantin denganku? Aku lapar.”

“Ah ndee. Kajja Gayoung-ah.”, balasku. ‘Aku sangat gugup, tapi aku senang’

KIM TAE HYUNG POV

“Huwaa. Daebak!! Semoga mereka tidak malu-malu lagi.”, kataku sambil tepuk tangan. ‘Saat melihat Jimin dan Gayoung berjalan pergi’

“Nde. Semoga saja.”, balas Hee Gi dengan tepuk tangan juga.

Tak lama Hee Gi tersadar kalau ia sedari tadi sedang marah denganku.

“Yak!! Kau jangan mengalihkan pembicaraan Kim Tae Hyung!”, teriak Hee Gi.

“Kau masih belum melupakannya juga Hee Gi-ah?”, balasku dengan cengiran.

“Bagaimana bisa aku memiliki namjachingu sepertimu? Mengapa aku tidak berpacaran dengan Namjoon oppa saja ya? Ah kira-kira nomer ponselnya sudah ganti belum ya.”, kata Hee Gi sambil mengecek ponselnya.

“Yak! Yak! Yak!”, aku langsung merebut ponsel Hee Gi.

“Wae?”, rengek Hee Gi.

“Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?, tanyaku.

“Ehm. Molla.”, jawabnya.

“Hee Gi-ah.”, rengekku sambil merangkul lengannya dan memandang wajah Hee Gi dengan aegyo.

“Haha. Kau seperti monyet jika bergelantungan di tanganku. Dan lagi… mukamu menjijikkan!”, katanya sambil tertawa puas.

“Yakk!!”, teriakku.

“Arraseo arraseo. Saranghae Taehyung-ah.”, katanya sambil tersenyum.

Jantungku selalu berdetak jika melihatnya tersenyum seperti itu.

“Gomawo. Saranghae”, jawabku datar.

“Yak! Kau mau mati hah? Wae balasannya seperti itu. Kemarikan ponselku! Aku akan mengajak Namjoon oppa kencan.”, teriak Hee Gi kesal.

Aku hanya bisa tertawa jika ia sudah marah dan selalu mengatakan kalau ia ingin kencan dengan Namjoon hyung. Aku selalu menyayangimu, apapun yang kau lakukan padaku ‘aku menyukainya’. Karena kau Choi Hee Gi.

PARK GA YOUNG POV

            Ini pertama kalinya aku makan di kantin bersama Jimin yang sekarang sudah menjadi namjachinguku. Biasanya kita selalu berenam jika ke kantin dan suasananya bisa kalian tebak sendiri, apalagi jika ada dua pasang kekasih yang selalu berisik itu. Haha.

“Gayoung-ah.”, panggil Jimin kepadaku.

“Nde?”

“Saranghae.”, ucapnya sambil menatap langit. ‘Bagiku itu ungkapan yang sangat aneh tapi menyenangkan’

“Nado Jimin-ah.”, balasku.

“Hehe. Maaf jika aku bukan tipe namja yang romantis.”

“Aigoo, aku lebih menyukaimu seperti ini.”

“Gomawo chagi?” ‘dia memanggilku chagi? Haha’

“Aigoo chagi chagi saranghaeee.”, goda Hoesok dan Tehyung. ‘Aku juga tak tahu mereka datang darimana’

“Yak! Yak! Jangan goda mereka. Dasar namja tak tahu diri.”, kata Hani pada Hoseok.

“Haha. dasar namja tak tahu diri kau Hoseok.”, kata Taehyung.

“Kau sama saja, pabo.”, kata Hee Gi. ‘Seketika Taehyung langsung terdiam’

“Haha. Kalian ini kalau tidak bertengkar tidak bisa ya?”, kata Jimin.

“Ah, molla.”, jawab Hani.

“Hani-ah, kau bosan denganku?”, rengek Hoseok.

“Nde!”, jawab Hani singkat. ‘Saat sedang asyik-asyiknya mengobrol, tiba-tiba ada dua namja tampan yang bernama Jeon Jung Kook dan Kim Seok Jin lewat di depan gerombolanku’

“Wahhh!! Daebak!”, kagum Hani dan Hee Gi bersamaan. ‘Sontak Hoseok dan Taehyung panik. Mereka langsung naik ke atas meja dan menutup mata yeoja-yeojanya itu’

“Yak! Yak! Apa yang kalian lihat hah? Kita lebih tampan dari mereka!”, teriak Hoseok dan Taehyung sambil menutup mata yeoja-yeojanya yang mulai berontak.

“Tampan apanya kalian hah? Yang satu seperti kuda yang satu lagi seperti alien Jadu berwarna biru yang ada di film India”, balas Hani.

“Hahaha.”, aku dan Jimin hanya bisa tertawa melihat mereka.

“Aku Jeon Jungkook. Kau Seok Jin oppa ya?”, Tawar Hani kepada Hee Gi.

“Ne ne ne… OPPAA!!”, Jawab Hee Gi bersemangat.

“YAK YAK YAK!! Micheosseo!!”, Seru Hoseok dan Taehyung bersamaan.

-FIN-

About fanfictionside

just me

19 thoughts on “FF oneshot/ WHATEVER YOU DO ITS CALLED LOVE/ BTS-BANGTAN

  1. Ceritanya lucu lucu.. ngakak parahlah bacanya hohoho hoseok,taehyung? Ohmygod.. kalian namjachingu yang aneh.. tumben jimin malu-malu kucing gitu >.< dirty water? Hohoho hoseok banget.. ditunggu cerita lainnya^^ semangat^^

  2. sorry baru ninggalin jejak..
    sumpah ini ff terlucu😀
    gak kuat bacanya, author punya style tersendiri..
    bikin lagi ya! tingkatkan kelucuannya dan perbaiki tanda bacanya juga🙂
    itu doang dr pembacamu ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s