FF oneshot/ THE LAST WINTER/ BTS-BANGTAN


Title: the Last Winter

Author: ulfahisme

Cast: Kim Seok Jin (BTS), V (BTS)

Other cast: halmoni

Length: ONESHOOT

Genre: family, sad

Rating: G

Summary: will it be the last winter?

Disclaimer: Ide cerita ini murni dari pikiranku sendiri. Jika ada kesamaan cerita lain, mungkin hanya kebetulan.

 

Warning: banyak kesalahan kosakata dan sulit dimengerti. Bisa menjadi Kleenex Warning

the last winter

***

Jin POV

3 Desember 2006

Sebentar lagi tahun akan berganti. Dan sebentar lagi juga akan ada perayaan natal. Semua orang sangat bersukacita dengan perayaan natal nanti. Permen-permen dan pohon-pohon cemara kecil terpajang di hampir seluruh etalase toko-toko di Seoul. Terlihat wajah gembira anak-anak kecil yang sedang bermain dodge ball, perempuan-perempuan tua yang tersenyum sambil membawa beberapa kantong kukis jahe disetiap genggaman mereka. Semua orang terlihat gembira.

Kecuali aku.

Aku tidak dapat tersenyum lagi setelah keputusan yang kudapati beberapa tahun yang lalu.

Yang terus menyendiri,

Dan terus menyimpan seluruh rasa sakit selama bertahun-tahun.

Itulah aku.

Namaku Kim Seok Jin. Umurku baru 13 tahun, walaupun besok aku akan berulang tahun yang ke-14. Aku hanya tinggal bersama nenekku dan adikku satu-satunya, Kim Tae Hyung. Orangtua kami sudah meninggal sewaktu aku berumur 4 tahun.

Aku mengidap penyakit leukemia sejak berumur 6 tahun. Dokter pernah mengatakan bahwa hidupku tidak lama lagi. Dan sekarang aku merasa tubuhku semakin melemah. Maka dari itu aku tidak dapat tersenyum lagi.

Kecuali hanya nenek dan adikku yang dapat membuatku tersenyum.

***

hyuung… buat boneka salju yuk!” adikku, Taehyung terus menggedor pintu kamarku.

Jujur, sebenarnya aku juga ingin bermain salju. Tetapi tubuhku tidak sanggup.

“ayolah hyuung… sekaliiii aja!” teriaknya lagi.

hyuung… ayookkk… Taetae gak punya kawan nih…”

hyuung… kau juga mau kan? Ayo keluar dan main hyuung

hyuung…”

“….”

Aku tidak tega mendengar suara adikku di luar. Aku juga mau, Tae. Tapi tolong mengerti aku kali ini aja. Kau tahu, aku tidak sanggup untuk bangun.

“biar kubantu kau berjalan!” ujarnya akhirnya.

Jinjja?

“benarkah? Apa kau sanggup?” tanyaku setengah berteriak, agar dapat didengar oleh adikku yang diluar.

“kau fikir badanku kecil?”

Aku tersenyum.

Lagipula kapan lagi aku bisa bermain salju kalau tidak sekarang? Bisa saja kan kalau besok aku tidak ada di dunia ini lagi?

“oke, aku mau!” ujarku menyetujui.

“horee!!! Aku masuk yaa!”

***

“ayo hyung! Lempar bolanya kesini!” ujar adikku sambil membuat beberapa bola salju.

“haha… ne. awas kau!” jawabku sambil tersenyum.

Layaknya seperti pemain baseball, aku lemparkan bola salju yang ada di tanganku dengan mantap.

PLUK!

“horee!!” teriakku penuh kemenangan. Akhirnya bolaku mengenai Taehyung.

Taehyung POV

Tidak pernah aku melihat hyungku bersemangat seperti hari ini. Aku sangat senang melihat kondisinya.

Aku mohon hari ini terulang lagi tahun depan dan seterusnya.

hyung! Dashi!” perintahku. Tidak mengapa jika aku terus-menerus terkena lemparannya, asalkan aku bisa melihat hyung tersenyum seperti dulu.

geureo” teriak hyungku dari seberang.

Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Sudah kurang lebih 3 jam kami bermain salju. Rencananya aku akan memberikan kejutan untuk ultahnya pada pukul 12 malam nanti.

Malam itu, kami menikmati pemandangan malam yang putih di sekitar Seoul. Kota itu dipenuhi oleh orang-orang yang berjualan pernak-pernik natal. Langkah demi langkah kami melewati jalanan itu.

Soal hyung? Tentu aku yang menggendongnya dari belakang. Walau aku yang menggendongnya, bukan berarti dia lumpuh. Hanya saja dia lemah.

“Tae, hyung ingin melihat itu” ujar hyungku tiba-tiba sambil menunjukkan ke suatu arah.

Ternyata yang ditunjuk oleh hyungku adalah sebuah pertunjukan opera Putri Salju. Hyungku memang mempunyai selera yang aneh menurutku.

geureo! Kita kesana! Let’s go!

Waktu menunjukkan pukul 11.45. masih ada waktu 15 menit untuk mencari kado untuk hyungku.

Setelah puas berjalan-jalan, kami berhenti di suatu taman. Aku menurunkan hyungku dari punggungku dan mendudukkannya di salah satu bangku panjang yang ada di taman itu

hyung, kau duduk disini dulu ya. Aku ingin mencari sesuatu. Telpon aku jika terjadi sesuatu padamu. aku pergi dulu!” titahku pada hyungku. Lalu aku berlari meninggalkannya sendiri.

Jin POV

Kemana dia pergi? Aku merasa sepi, walaupun banyak orang disini. Aku menyapu pandanganku terhadap pemandagan disini.

Malam ini dingin dan indah.

Apakan malam ini akan menjadi malam terakhir yang kurasakan?

Yang dapat kulihat?

Entahlah. Hanya Tuhan yang tau itu.

Taehyung POV

Setelah aku meninggalkannya, aku menjumpai nenek di dekat shopping centre dekat taman. Rencananya aku dan nenek akan memberikan kejutan untuk hyungku.

Kami pergi mencari kado untuknya di setiap toko. Tapi sedari tadi kami belum menemukannya.

“nek. Capek. Dari tadi belum ketemu. Mending beli kue aja” rengekku.

Nenek yang mendengar keluhanku hanya tersenyum.

“bukannya kau ingin memberikan untuk hyungmu yang special? Jangan menyerah. Pasti ketemu” ujar nenekku.

Aku yang mendengarnya hanya memanyunkan bibirku.

“iya sih nek, tapi dari tadi belum ketemu. Gimana gak capek? Kenapa gak kue? Bukannya itu lebih gampang mencarinya?”

Nenek hanya menghela nafas panjang, “kau tahu kan kalau hyungmu tidak dapat makan makanan yang terlalu manis?”

Aigoo! Kenapa aku bisa lupa dengan poin itu?

Ahh.. aku memang dongsaeng yang bodoh!

Aku terus melirik kekanan dan kekiri. Berharap ketemu sebuah benda untuk hyungku.

Nihil.

Padahal tinggal 8 menit lagi!

Aku terus memutar bola mataku sampai akhirnya aku melihat sesuatu.

Sebuah benda berwarna soft pink.

Sebuah kotak musik bergambar Princess Aurora!

yay! Akhirnya aku mendapatkannya nek!” seruku senang. Aku menarik nenek untuk masuk kedalam toko tersebut.

 

Jin POV

11.58

Jalanan kota semakin sepi. Angin lembut terus meniup rambutku.

Humm.. tumben sekali dia meninggalkanku selama ini.

Apa mungkin dia sudah pulang?

haruman neowa naega hamkke halssu itdamyeon

Suara itu, sepertinya aku sering mendengarnya.

Haruman neowa naega sonjabeul ssu itdamyeon

Tunggu! Itu suara siapa?

Suara itu tidak asing dari pikiranku.

haruman neowa naega hamkkehal ssuitdamyeon

Suara Taehyung kah?

haruman. Neowa naega hamkkehal ssuitdamyeon

Sudah tidak salah lagi. Itu pasti Taehyung!

Aku memutar badanku ke belakang. Aku mendapati adikku bersama seseorang.

Orang itu adalah nenekku!

Taehyung dan nenekku!

saengil chukhae naeui hyung, Kim Seok Jin. Wish you all the best hyung! And get well soon!” seru adikku.

“selamat ulang tahun cucuku! Semoga kau panjang umur dan cepat sembuh!” seru nenekku kemudian.

Kemudian adikku memelukku dari belakang. Lalu nenekku juga memelukku. Aku memeluk mereka erat.

surprise!

Woah! Sebuah kotak musik berwarna pink! aku sangat menyukainya!

“terima kasih Tae, halmoni” ucapku.

Aku tidak dapat menahan air mataku. Ini terlalu spesial.

Terima kasih Tuhan untuk hari ini!

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu keluar dari lubang hidungku.

hyung! Kau mimisan! Halmoni! Hyung mimisan lagi!”

Detik demi detik aku merasa penglihatanku semakin kabur.

Kabur, dan kabur.

Sampai akhirnya aku tidak dapat melihat apapun lagi.

HYUUNGG!!!”

“SEOK JIIN!!!”

**

TaeHyung POV

Sudah 1 jam lebih kami berada di rumah sakit.

Hyung mengalami pendarahan hebat hingga ia tidak menyadarkan diri.

Oh God, sadarkan hyung-ku. Aku ingin dia bersama kami lagi, disini.

02.00

“sabar Tae. Pasti hyung-mu akan sadar segera” ujar nenekku sambil menepuk bahuku pelan.

03.00

Aku dan nenek duduk dengan perasaan cemas. Sudah 3 jam hyung tidak menyadarkan diri. Sampai suara pintu terbuka menyadarkan lamunanku.

euisa-nim. Bagaimana keadaan hyung-ku?” tanyaku cemas. Kumohon dia baik-baik saja.

Tapi dokter hanya menundukkan kepalanya, menunjukkan wajah pasrah.

Apa…

Tidak! Hyung-ku pasti baik-baik saja!

“dia…” dokter itu mulai bersuara.

“dia kenapa?” Tanya nenekku.

“ia dinyatakan meninggal pada pukul 03.06. kami sudah berusaha untuknya, tapi Tuhan sudah menakdirkannya untuk pergi sekarang. Aku turut berduka” ujar dokter tersebut sambil membungkukkan badannya kepada kami.

Ini tidak adil Tuhan! Kenapa kau membawanya pergi?

Meninggalkan aku dan nenek yang merasa kesepian ini?

Kami masuk keruang UGD. Disitu, hyung-ku berbaring tenang dengan wajah yang pucat. Terlihat bibirnya tersenyum.

Aku dan nenek tidak kuasa menahan air mata kami.

Setelah ibu, ayah, kakek, dan sekarang hyung?

Lalu siapa lagi yang Kau ambil?

Nenekku? Atau aku?

Malam itu adalah malam terburuk sekaligus terindah yang aku dan nenek rasakan dengan hyung-ku.

Selamat jalan hyung! Semoga kau tenang di alam sana.

Jangan lupa sampaikan salamku dan nenek kepada ibu, ayah, dan kakek disana.

We always miss you!

4 Desember 1992 – 4 Desember 2006

 

Note: ini adalah ff-ku ke-3. Masih pendek. Dan juga masih memiliki kekurangan. Aku menulisnya selama 1 hari lebih.

FF ini juga pernah kupost di blog pribadiku annasstoriesblog.wordpress.com

Dan ff ini tidak nyata. Aku hanya menulis tanggal dibawah cerita hanya untuk keperluan ff. mianhae ARMY.

Feedback dari readers diperlukan. Terima kasih

About fanfictionside

just me

12 thoughts on “FF oneshot/ THE LAST WINTER/ BTS-BANGTAN

  1. Hwaaaaaaa bikin mewek thor kenapa mesti seokjin pairing nya ku baca nya sedih kan jadi nangis gini… hiiiiks
    Bias ku kalo jadi cast selalu menenaskan “pelyk seokjin

  2. Pingback: Cover Type | Darx Stone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s