FF drabble/ SPECIAL MIDNIGHT/ BTS-BANGTAN


Title: Special Midnight

Author: ulfahisme

Cast: J-Hope (BTS) as Hoseok, Choi Jin Hee (OC)

Length: flash-fiction

Genre: romance

Rating: T

Summary: if something becomes true

special midnight

***

Jinhee POV

Pagi itu, kelasku sudah cukup ramai. Padahal hari itu baru jam setengah 7 pagi. Ada yang sedang bergosip, ada yang belajar, ada juga yang sedang berduaan.

Aku?

Baca buku.

Bukan, bukan. Kurasa aku sedang tidak membaca walaupun novelku ada di depanku.

Termenung?

Tidak juga.

Kurasa aku…

… Aku sedang memperhatikan sesuatu.

Memperhatikan seseorang yang sudah lama mencuri perhatianku. Yang merubah hidupku. Motivasi hidupku.

Ialah Jung Hoseok.

Entah apa alasanku untuk menyukainya.

Ganteng? Menurutku tidak, tapi wajahnya cukup enak dipandang.

Pintar? Tidak juga. Bahkan aku dapat mengalahkan rangkingnya sebesar 50%.

Atletis? Iya, dia seorang pemain basket yang handal di sekolahku. Tapi aku tidak terlalu memperhatikan poin yang satu ini.

Mudah bergaul? Iya. Dia mempunyai banyak teman. Bahkan dia juga dekat dengan beberapa yeoja dikelasku.

Tapi ada satu hal yang tidak kusukai dari dirinya.

Dia selalu bersikap dingin kepadaku.

Sampai aku tidak yakin aku masih menyukainya atau tidak.

***

Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Hari ini giliranku membersihkan kelas. Hoseok juga. Ya, di ruangan itu hanya tinggal kami berdua saja. Aku merasa kurang nyaman karena dia menatapku sinis setiap aku menatapnya.

“nih, kau isi sisanya. Aku akan mengembalikan sapu-sapu ini. Jangan pulang sebelum aku kembali dan kupastikan halaman itu sudah kau isi” titah Hoseok sambil melemparkan buku jurnal kelas kepadaku. Lalu ia meninggalkan kelas dengan beberapa sapu yang digenggamnya.

ne..” jawabku.

Aku mengambil buku tadi dan mengisinya.

“selesai” ucapku senang. Lalu aku mengambil tasku dan bersiap-siap meninggalkan kelas.

Baru beberapa langkah, seseorang berseru.

“Hoi! Apa kau lupa sesuatu ya?”

Aku menghentikan langkahku. Hoseok berdiri di depan pintu kelas. Aigoo.. Aku baru ingat akan pesannya tadi untuk tidak meninggalkan kelas. Ahh.. paboya!

mi.. an.. hae.. Ho.. seok.. ssi..” jawabku. Dia hanya memberikanku tatapan deathglare-nya.

“ikut aku!”

Hoseok menarik tanganku. Perasaanku mulai tidak enak.

“lepaskaan!!” teriakku sambil mencoba menepis tangannya. Tapi sia-sia. Tenaganya jauh lebih besar dariku.

Dia terus menarik tanganku. Sampai akhirnya kami berhenti di suatu tempat.

Tunggu.

Sungai Han??

Untuk apa kesini?

“Hoseok-ssi. U.. un.. tuk apa kita kesini??” tanyaku dan memandangnya dengan hati-hati. Aku tidak mau mendapatkan tatapan deathglare-nya untuk kesekian kalinya.

Dia hanya memandang lurus kedepan. Sampai sekarang dia belum melepaskan tangannya.

“nanti kau tau sendiri. Dan tolong jangan memanggilku terlalu formal. Dan juga, kau tidak usah terbata-bata seperti tadi. Kau fikir aku pemakan manusia??” ujarnya.

ne..” jawabku singkat.

Tanpa kusadari aku tersenyum. Aku tanpa sengaja melihatnya.

Dia tersenyum juga!

Aigoo.. dia terlihat manis jika tersenyum seperti itu.

Dia mengajakku berjalan menelusuri pinggir sungai Han yang indah ini.

“menurutku sungai ini sangat indah jika dimalam hari. Menurutmu?” Hoseok mulai bersuara. Dia memandang kearahku.

“ngg.. sama sepertimu” jawabku gugup.

Kami terus berjalan, sampai akhirnya perutku bunyi.

“eoh? Kau lapar?” tanya Hoseok.

Aigoo.. kurasa wajahku sudah semerah udang rebus sekarang.

“ngg.. ne

“aku juga. Kita makan di sana yuk!” ujarnya sambil menunjuk kearah sana.

Hoseok POV

eotte?” tanyaku dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“lumayan. Terima kasih Hoseok-ssi” ucapnya. Aigoo.. dia terlalu baik dan sopan. Aku jadi tidak enak jika terus-terusan bersikap dingin terhadapnya.

Tapi mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa bersikap sewajarnya kepada gadis yang kusukai.

“kau tidak perlu berterima kasih. Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena kau mau menemaniku malam ini” jawabku sambil menggaruk tengkukku, walaupun sebenarnya tidak gatal sih.

Aku melanjutkan kalimatku “sudah lama aku tidak keluar seperti ini selama aku mulai masuk sekolah menengah”

“bukannya kau mempunyai banyak teman? Lagipula banyak sekali yeojadeul disekitarmu. Kenapa kau tidak mengajak salah satu dari mereka?” tanyanya.

“aku malas mengajak mereka. Menurutku aku tidak akan merasa nyaman jika bersama mereka” jawabku enteng.

Waktu menunjukkan pukul 11.45 malam. Tinggal beberapa menit lagi.

the fairy and the woodcutter!” ucapnya pelan. Tapi masih dapat dijangkau oleh telingaku.

Aku melihat kearah matanya memandang. Itu yang dimaksud olehnya. Seorang peri dan seorag tukang kayu.

“kau ingin melihatnya?”

Ia hanya mengganggukkan kepalanya.

Hal pertama yang disukainya adalah warna pink. Kedua, dia sangat suka novel berbau romance. Yang ketiga adalah menyukai karakter peri-peri.

11.57

Aku masih punya 3 menit untuk membeli sesuatu.

Kalian tahu untuk siapa aku membelinya?

Kurasa kalian sudah mengetahuinya.

“Jinhee-ya. Tunggu disini. Aku akan segera kembali” aku berlari kearah selatan dengan cepat.

Jinhee POV

“Jinhee-ya. Tunggu disini. Aku akan segera kembali”

Tunggu!

Dia menyebut namaku dengan akhiran –ya?

“kyaaa…” aku menepuk-nepuk pipiku. Oh God, Kumohon tadi bukan mimpi.

Aku baru menyadari sekarang kalau sungai Han terlihat lebih indah di malam hari.

Daripada bosan, akhirnya aku bernyanyi.

I give it to you… jogeum eosaek…

 

”kyaaa!!” seseorang menutup mataku. God, aku takut gelap. Tanpa kusadari aku mengeluarkan air mataku.

“kau menangis eoh?”

Hoseok?

Dia yang menutup mataku.

Dia melepaskan tangannya dari mataku.

Tanpa kusadari tangisku semakin menjadi. Tiba-tiba Hoseok menarikku kedalam pelukannya.

Pelukan yang hangat. Aku menyukainya.

“nangislah sesukamu. Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau kau takut gelap” Hoseok mengelus rambutku dengan lembut.

Setelah kurasa tangisku mereda, aku menjauhkan tubuhku darinya.

SAENGIL CHUKHAE HAMNIDA CHOI JIN HEE! WISH YOU ALL THE BEST! JUST KEPP TO BE A GOOD GIRL UNTIL FUTURE!

Hoseok.. darimana dia tahu tanggal ultahku?

Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak pink.

Dan ternyata isinya adalah…

Sepasang cincin!

“Hoseok-ssi. Gomawo. Darimana kau tahu tanggal ultahku?”

“ya! Sudah kubilang jangan memanggil namaku dengan cara formal!”

mianhae” jawabku sambil menundukkan kepalaku.

“aku tanya pada ibumu. Kau tahu, orang tua kita melakukan merger perusahaan. Dan kau tahu apa?”

“apa?” tanyaku penasaran.

“orang tua kita… telah menjodohkan kita!” ujarnya senang.

mwo?? Jinjja??” aku menutup mulutku, tidak percaya.

Ini adalah sebuah takdir yang terbaik dalam hidupku!

Lalu Hoseok memasangkan cincin yang berukuran kecil di jari manisku dan satunya lagi dipasangkan di jari kelingkingnya.

Dia lalu menggenggam kedua tanganku.

would you be mine?”

Ini bukan sebuah mimpi kan? Jika ini sebuah mimpi, kumohon jangan ada yang membangunkanku sampai mimpi ini selesai.

Tapi ini bukan mimpi.

Ini kenyataan!

yes, I want, Hoseok-ssi” jawabku mantap.

Tiba-tiba dia menjitak kepalaku lumayan keras.

“sudah kubilang jangan memanggilku dengan cara formal! Panggil aku oppa!” ujarnya sambil mengedipan matanya sebelah kepadaku.

oppa?”

“umm”

“kita kan sebaya walaupun kau lebih tua 2 bulan dariku, Hoseok-ya

Lalu dia mengacak rambutku asal.

Malam ini adalah malam terindah dan malam terspesial dalam hidupku.

Jung Hoseok, kau benar-benar merubah hidupku sekarang.

Annyeong yeoreobun. Ini adalah ff keduaku. Ff ini juga pernah kupost di blog pribadiku annasstoriesblog.wordpress.com

Gomawo ^^

About fanfictionside

just me

5 thoughts on “FF drabble/ SPECIAL MIDNIGHT/ BTS-BANGTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s