FF/ BOY IN LUV/ BTS-BANGTAN/ pt. 15 (1 of 2)


Author : raniminnie / @bee_minnie

 

Tittle : Boy In Luv (Chapther 15) 1 of 2

 

Cast :

– Min Yoon Gi (SUGA)

 

– Song Ji Hyun (You)

 

– Kim Seok Jin (Jin)

 

– Hwang Tia (Tia)

 

– ALL BTS Members

 

Rating : Romance, PG-17.

 

Summary :

 Screenshot_2014-08-19-17-19-361_副本

 

 

“ what you want? “

“ YOU “

“ …… “

“ from now, you’re officially mine “

 

Jihyun menjelaskan topic pelajaran hari ini dengan sedikit mood yang ia dapat namun ia tetap menjelaskan semuanya kepada murid-muridnya yang tengah mendengarkan penjelasannya. Dan mengingat sebulan lagi adalah ujian kelulusan. Waktu berjalan dengan begitu cepat.

“ sampai sini dulu. Kalau begitu kalian boleh pulang dan jangan lupa untuk mengerjakan tugas kalian “

“ NE SAEM~! “

Jihyun tersenyum lalu membereskan buku-bukunya. Begitu pun dengan anak murid lain nya yang sudah terlibih dahulu membereskan bukunya dan bersiap untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Jihyun menjinjing tasnya dan melangkah keluar kelas. Semakin cepat semakin ia bisa menjenguk Yoongi dirumah sakit.

“ Jihyun saem “ Jihyun menghentikan langkahnya diambang pintu kelas. Ia menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya itu.

Jin semakin cepat membereskan buku-bukunya lalu ia berlari menuju tempat Jihyun berdiri. Jihyun menatap Jin menunggu pria itu untuk berbicara.

“ kau ingin kemana? “ tanya Jin.

Jihyun melihat ke sekitarnya memperhatikan bahwa tidak ada satu pun yang berada didekatnya.

“ aku ingin ke-.. “

“ permisi kalian menghalangi jalan “ Tia memotong pembicaraan Jihyun lalu berjalan diantara mereka berdua.

Jihyun hanya menghela napasnya lalu kembali melanjutkan ucapannya. “ aku ingin pergi kerumah sakit “

“ mwo? Kenapa? Kau sakit? “

“ aniya. Bukan aku tetapi Yoongi “

“ Yoongi? “ Jihyun hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan.

Tia mengerutkan kening dibalik pintu yang menjadi sandaran ia menguping. Ia menggigit bibir bawahnya.

‘ jadi Yoongi Oppa sakit.. maka dari itu ia tidak masuk. Aku harus melihat keadaannya ‘

 

Jimin menggeleng-gelengkan kepalanya yang melihat pasangan Jin-Jihyun sedang mengobrol didepan pintu.

“ tch.. pasangan itu benar-benar tidak bisa melepaskan rindu mereka “ ucapnya asal.

“ yah! Kenapa? Kau iri karena tidak punya pasangan, eoh? “ tanya Hoseok yang dilanjuti oleh kekehan nya dengan Namjoon.

“ tentu tidak. Aku sudah punya pasangan hati ku “ Jimin merengutkan bibirnya lucu.

“ paling hoobae kelas 1 yang pernah Jimin kerjai “ lanjut Jungkook acuh tak acuh lalu ia menyandangkan ranselnya ke punggung.

“ yah! Bagaimana kau tahu?! “

“ aigoo aigoo… tanpa kau bilang juga kami sudah tahu semua. Tapi kenapa kau tidak berani menyatakan cinta kepadanya. Dasar pengecut “ ucap Namjoon yang sudah siap mendapatkan pukulan dibahunya. Ketiga namja itu tertawa renyah kecuali seseorang yang masih termenung mengingat kembali keadaan pagi tadi.

“ kajja kita pulang “ ajak Jungkook yang langsung berjalan terlebih dahulu.

Namjoon, Hoseok dan Jimin pun mengikuti magnae itu. tepat Hoseok berjalan melewati Taehyung dengan cepat namja itu mencegah tangannya. Hoseok yang bingung hanya menatap tangan Taehyung yang memegang tangannya lalu menatap kearahnya.

“ waeyo? “

“ hyung… apa kau punya pelayan di café Eomma mu yang bernama Jo Mina? “

“ Jo.. Mina? Bagaimana kau tahu? “

“ ahh ~ tidak. Bukan apa-apa.. kajja! “ Taehyung menunjukan cengiran khasnya lalu ia merangkul Hoseok untuk mengajaknya jalan. Namun kali ini Hoseok merasa terganggu dengan pertanyaan Taehyung tadi.

“ Permisi permisi!! “ Jimin dengan rusuhnya menyela diantara Jin dan Jihyun yang sedang berbicara namun Jin menarik ransel Jimin yang membuatnya tertarik kebelakang.

“ yahh! Waeyo hyung?! “ tanya Jimin dengan kesal.

Jin memutar bola matanya malas lalu ia menatap kelima namja yang terngah menatapnya dengan pandangan bertanya.

“ kita harus kerumah sakit “

“ ……… “

“ Yoongi masuk rumah sakit “ lanjut Jin.

“ kalau begitu kita ke rumah sakit! “ ucap Namjoon dengan panik.

“ kalian duluan saja. Aku dan Jihyun saem ingin pergi ke suatu tempat “

“ baiklah. Kami pergi dulu hyung “

“ hmm “

Jin menghembuskan napasnya ketika kelima namja itu sudah pergi. Jin menoleh ke Jihyun yang tengah memainkan jari-jarinya dengan gelisah. Ia meraih tangan itu lalu menggenggamnya dengan erat. Jihyun mengangkat kepalanya yang langsung disambut oleh senyuman Jin.

“ aku janji. Sehabis ini kita akan menjenguk Yoongi.. bukan kah lebih baik kau menjenguk nya sendiri saat yang lain tidak ada? “

“ hmm… kau benar “ ucap Jihyun lalu tersenyum tipis.

**

Tia membuka pintu ruangan dimana Yoongi terbaring. Ia menutup mulutnya terkejut saat melihat Yoongi terbaring lemah diranjang dengan banyak alat-alat yang terpasang pada tubuh Yoongi. ia melangkah masuk lalu menutup pintu. Dengan langkah ragu ia mendekati tubuh Yoongi.

“ O-oppa “

Tia menggigit bibir bawahnya menahan air mata terjatuh dari pelupuk matanya. Sudah cukup ia menerima kenyataan bahwa pria yang sudah lama ia cintai ini sudah beristri. Bahkan istinya adalah gurunya sendiri. Dan kali ini ia melihat pria yang ia cintai terbaring lemah seperti ini.

Tia menggenggam tangan Yoongi dengan erat. Dan saat itu pula air matanya terjatuh dari pelupuk matanya.

“ apa yang terjadi dengan mu? Oppa bangun lah.. “

Tidak ada jawaban apapun dari Yoongi. yang terdengar hanya suara deteksi jantung itu bersama dengan suara napas Yoongi yang terdengar sangat pelan. Tia menahan tangisnya dengan menutup mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara yang menganggu.

“ O-oppa… bangunlah… aku disini “

Tangan Tia terarah untuk mengelus rambut Yoongi, menatap wajah namja itu dengan tatapan sedih. Ingatannya kembali pada saat malam kemarin dimana Yoongi mengusir dirinya begitu saja. Padahal Yoongi tidak pernah membentaknya sama sekali.

“ Oppa sebenarnya kau menganggapku apa? Kenapa pada saat itu kau mengiyakan pernyataan cinta ku? kenapa kau tidak jujur kepada ku jika ternyata kau sudah menikah… “ Tia terdiam sesaat lalu menghapus air matanya.

“ geurae, aku tahu jawabannya. Itu semua kau lakukan karena kau mencintaiku, kan? “ Tia merasa dirinya sangat konyol saat ini. ia tahu semuanya, Yoongi menerimanya hanya karena rasa kasihan yang ia rasakan kepada dirinya. Yoongi bahkan tidak pernah mengatakan bahwa ia mencintainya. Yoongi selalu menolak ajakan kencan nya disetiap kali ia mengajaknya. Tidak ada bukti yang menunjukan bahwa namja ini mempunyai perasaan yang sama terhadapnya.

Namun, ia tidak boleh menyerah begitu saja. Bagaimana pun ia akan terus berusaha agar Yoongi akhirnya benar-benar melihat dirinya yang sangat mencintainya.

Tia menghapus air mata yang sudah membuat pipinya basah. Ia menatap wajah damai Yoongi yang sedang tertidur dengan lelapnya. Ia membungkukkan tubuhnya dan mencium kening Yoongi dengan lamat.

“ saranghae oppa.. “

BRUK

Ny.Min menatap lurus kearah Tia dan Yoongi dengan pandangan tak percaya. Ia menyaksikan kejadian dimana yeoja asing itu mencium kening anak laki-lakinya. Bahkan tas berisi pakaian Yoongi terjatuh dengan mulus dari tangannya. Ia benar-benar tidak bisa membaca keadaan ini.

Tia membulatkan matanya ketika mendengar suara sesuatu terjatuh itu. ia menatap wanita paruh baya dihadapannya dengan perasaan takut.

‘ apakah dia Eomma Yoongi Oppa? ‘

 

“ kau….. siapa? “ tanya Ny.Min dengan nada dingin. Tia terdiam lalu menundukkan kepalanya. “ neo nuguya?! “

Tia tersentak ketika mendengar suara Ny.Min yang terdengar melengking itu. Ny.Min mendekatkan dirinya kearah Tia. Ia menatap Tia dengan tatapan dingin yang sangat mirip dengan tatapan dingin milik Yoongi.

“ apa kau tidak tahu bahwa Yoongi sudah punya seorang istri?! “ Ny.Min menatap Tia dari ujung kepala hingga kaki. Lalu ia tersenyum sinis ketika menyadari bahwa Tia adalah seorang siswi dari sekolah tempat kedua anaknya sekolah dan bekerja.

“ siapa kau? Teman Yoongi? “

Tia menggigit bibir bawahnya kesal saat Ny.Min menyinggung soal istri dan kata teman itu. Tia mengangkat kepalanya lalu menatap Ny.Min dengan berani.

“ aku pacarnya Yoongi “ ucap Tia yang membuat Ny.Min terdiam. Tia membungkukkan tubuhnya lalu segera keluar dari ruangan itu.

Ny.Min bersandar pada ranjang Yoongi. ia terduduk dengan lemasnya, ia memegang dadanya yang merasakan sesak didadanya.

“ ba-bagaimana mungkin….. “

***

Jihyun hanya menatap keluar karah jalan yang mereka tempuh bahkan Jihyun tidak tau kemana Jin membawanya pergi. Jin menoleh kearahnya lalu menghentikan mobilnya sesaat karena lampu merah.

“ kau bahkan tidak bertanya kemana kita akan pergi “

“ …-nde? “ Jihyun tersentak lalu menoleh kepada Jin. Jin hanya mengangkat bahunya lalu kembali menatap lurus kedepan. “ mian, kau tadi bertanya apa? “

“ sudahlah lupakan “ ucap Jin yang langsung membungkam Jihyun yang kembali terdiam dan melihat keluar jendela. Jin kembali menggas mobilnya ketika lampu lalu lintas kembali hijau.

“ kau begitu mengkhawatirkan nya? “

“ nde? “ Jin memutar bola matanya kesal lagi-lagi gadis ini tidak fokus.

“ kau begitu mengkhawatirkan nya? “ ucapnya lagi.

“ hmm “ Jihyun hanya bergumam mengiyakan pertanyaan Jin lalu menghadap kedepan.

“ apa yang terjadi dengan Yoongi? “

“ dia terkena hipotermia “

“ hipotermia? Bagaimana bisa? “

“ dokter bilang kemungkinan karena kehujanan “

Jin terdiam. Kehujanan berarti kejadiannya terjadi pada saat hujan besar malam itu. Jin menoleh kepada Jihyun. Apa mungkin Yoongi mencari Jihyun ditengah hujan sampai ia terkena hipotermia. Sebenarnya ada apa dengan pria itu. bukan kah dia tidak perduli kepada Jihyun.

Jin menghela napas lalu membelokan setirnya ke sebuah butik. Jihyun melepaskan seat belt nya bersiap untuk turun. Namun bangunan didepannya membuatnya terdiam.

“ butik gaun? Kenapa kita kesini? “ Jihyun menoleh dengan cepat menatap Jin yang ikut menatapnya dengan santai.

“ kau tidak bertanya kepada ku kemana tujuan kita “ Jin mengangkat bajunya acuh lalu melepaskan seat belt nya. “ karena kejadian semalam. Eomma menyuruh ku untuk mencarikan gaun untuk mu…… untuk pertunangan-… kita “

“ tapi.. kau tidak-…. “

“ maaf kan aku, Eomma memaksa ku ketika mengetahui bahwa aku sudah mempunyai kekasih “

Jihyun menyandarkan punggungnya ke bangku dengan lemas. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi. Kali ini apa yang akan terjadi. Bahkan ia belum sepenuhnya berpisah dari Yoongi dan kali ini Jin membawanya kedalam satu masalah lagi. Untuk bertunangan dengannya.

“ dengarkan aku Jihyun. Ini bukan pertunangan sungguhan. Ini hanya pura-pura. Setelah pertunangan nanti kita akan berpisah dan aku bisa menolak semua perjodohan Appa. Anggap saja aku trauma. Ku mohon… kali ini saja kau membantu ku “ Jin memegang kedua tangan Jihyun dengan erat seraya menatap Jihyun penuh harap.

“ Jin, kau tahu bukan jika aku dan Yoongi… “

“ aku tahu… kau begitu mencintainya. Tapi apakah ia juga mencintaimu? Bagaimana mungkin ia membiarkan mu begitu saja “

“ ………… “

Jihyun memejamkan matanya erat-erat. Ia melepaskan tangan Jin dengan sedikit paksa.

“ baiklah. Setelah pertunangan itu ku harap sampai situ saja hubungan kita. “

“ mwo? “

“ sudah banyak kesalahan paham yang telah kita lakukan. Dan aku tidak ingin itu terjadi lagi setelah ini “

“ baiklah.. jika itu mau mu. Keluar lah.. aku akan carikan gaun yang cocok untuk mu “

Jihyun hanya menghela napasnya dan mengikuti Jin yang sudah dahulu keluar dari mobil.

‘ ku harap tidak akan ada kesalah pahaman lagi setelah ini ‘

 

Jin terlihat tengah memilih gaun yang cocok untuk dipakai Jihyun. Sementara gadis itu hanya melihat sekitar butik ini. Jin tersenyum ketika sudah menemukan yang tepat. Ia menghampiri Jihyun lalu menempatkan gaun itu tepat dihadapan wajahnya.

“ ini.. coba lah “

Jihyun hanya memandang gaun pendek berwarna pastel dengan lengan bertali spaghetti dan lingkaran punggung yang lebar. Gaun itu sedikit sexy menurutnya namun gaun ini mempunyai bawahan rempel sehingga gaun itu terlihat lucu.

“ ini? “ tanya Jihyun tanpa memindahkan matanya dari gaun itu. Jin hanya mengangguk walau itu tidak terlihat oleh Jihyun. “ baiklah.. akan ku coba “

Jihyun mengambil gaun itu lalu pergi kesebuah tempat ganti. Jin menghela napasnya seraya memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

“ permisi, apakah anda ingin mencari sebuah tuxedo juga tuan? “ suara ahjumma pemilik butik itu sedikit mengagetkannya.

“ tuxedo? “

“ ne, kami mempunyai banyak tuxedo dengan macam-macam warna. Mari saya antar “

Ahjumma itu menghantarkan Jin kesebuah ruangan yang menggantung banyak tuxedo. Jin menyunggingkan senyumnya ketika ia menemukan tuxedo putih dengan perpaduan hitam. Ia menunjuk tuxedo itu.

“ aku ingin itu “

*

Jihyun memandangi dirinya di cermin ia sedikit tidak percaya diri dengan gaun ini apalagi gaun ini terbuka dibagian punggungnya hingga batas pinggangnya.

“ Jihyun apa kau sudah mencobanya? “ sahut Jin dari luar. Jihyun merapihkan dirinya lalu membuka pintu dan berjalan keluar.

Ia terkejut ketika mendapati Jin sudah rapi dengan tuxedo hitam—putih nya itu. Jin terlihat sangat tampan dan cocok dengan tuxedo itu. namun bayangan itu dengan cepat tergantikan oleh bayangan Yoongi beberapa bulan yang lalu. Dimana ia menemukan Yoongi berdiri didepan altar dengan tuxedo putih yang sama dengan apa yang dipakai oleh Jin.

Jihyun meremas jari-jarinya seraya menundukkan kepalanya.

“ apakah gaun ini cocok untuk ku? “ ucap Jihyun dengan gugup. Jin menarik tangan Jihyun lalu menghadapkan ia dan dirinya didepan cermin.

“ lihat kau sangat cantik memakai gaun itu “

“ tapi ini sedikit terbuka “

“ tidak masalah “

Ponsel Jin berdering. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. Ketika sudah melihat nama yang tertera dilayar dengan cepat Jin mengangkatnya.

“ ne, Eomma? “

“ bagaimana dengan fitting gaun hari ini? “

“ kami sudah menemukan gaun yang cocok dengan Jihyun “

“ aigoo! Eomma tidak sabar melihat kalian diacara pertunangan nanti! “

“ jangan khawatir Eomma. Jihyun terlihat sangat cantik “ ucap Jin yang langsung menoleh kepada Jihyun. Sementara yang ditatap mengalihkan pandangannya.

“ Eomma ingin berbicara dengan Jihyun “

“ araseo Eomma.. ini, Eomma inin berbicara dengan mu “ Jin menyerahkan ponselnya kepada Jihyun. Jihyun terdiam dan hanya menatap ponsel yang Jin berikan. Jin hanya menggerakan kepalanya untuk Jihyun mengambil ponselnya. Jihyun menarik napasnya lalu mengambil ponsel itu.

“ yoboseyeo.. “

“ aigooo! Jihyunnie… bagaimana kabarmu? “

“ Baik.. Eo-Eommonim “

“ aku sudah tidak sabar untuk melihat mu memakai gaun itu. apa kau suka gaunnya? “

“ hmm.. aku suka “

“ kalau begitu bersenang-senang lah dengan Jin. hmm? “

“ araseo~ “

“ ku tutup. Annyeong Jihyunnie~ “

Jihyun menyerahkan kembali ponsel Jin kepadanya. “ bisa kah kita kerumah sakit sekarang? “

Jin menyinggungkan senyum miring kepadanya. Ia merenggangkan otot lehernya lalu menatap Jihyun.

“ kau ini benar-benar.. baiklah. Ganti lah gaun itu “

“ hmm.. “

**

Namjoon menghela napasnya ketika melihat Hyung yang selama ini keras terhadapnya dan kepada anak Bangtan. Melainkan sekarang Hyung nya ini terbaring lemah dihadapannya. Taehyung mengerucutkan bibirnya berusaha berpikir apa yang membuat Yoongi terbaring lemah seperti sekarang. Bahkan Eomma nya saja tidak mengetahui sebabnya. Apa Jihyun Saem mengetahuinya…

Taehyung memperhatikan sekitarnya. Di ruangan itu hanya ada Namjoon, Jungkook, Jimin, dan Hoseok serta Ny. Min yang kini tengah meminta mereka semua untuk menjaga Yoongi mau bagaimanapun namja itu sangat keras kepala dan mempunyai fisik yang lemah.

Setelah memastikan bahwa tidak ada satu pun disana Taehyung dengan langkah cepat pergi keluar ruangan itu. ia bahkan bisa mendengar Jimin memanggilnya. Tetapi sekarang yang ada dipikirannya hanya lah bertemu dengan Jihyun Saem.

Ia berdecak kesal dipertengahan perjalanannya mencari. Sekarang ia merasa sangat bodoh bagaimana bisa ia mencari Jihyun. Bahkan nomer ponsel nya saja ia tidak menyimpannya. Yang hanya menyimpannya Jin dan Namjoon. Ketika ia berniat untuk kembali keruangan terlihat Jin dan Jihyun yang berjalan menuju kearahnya.

“ eoh.. “ Taehyung membulatkan matanya dengan cepat ia menghampiri Jihyun lalu menggeggam erat pergelangan tangannya. “ ada yang ingin aku bicarakan dengan saem. Ini penting.. “ ucapnya dengan nada pelan walau ia yakin bahwa Jin kali itu juga mendengarnya.

Jihyun menyuruh Jin untuk pergi menuju kamar Yoongi terlebih dahulu. Dan Jin menyetujuinya.

Disini lah sekarang mereka. Di taman rumah sakit, duduk disalah bangku kosong disana. Jihyun menoleh kepada Taehyung yang hingga sekarang enggan mengeluarkan suaranya.

“ ada apa kau menarikku ke sini? “

“ aku ingin bertanya kepadamu… sebenarnya apa yang terjadi pada Yoongi-… ahh, ani. Sebenarnya apa hubungan kau dan Jin hyung yang sebenarnya? “

Jihyun mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan Taehyung yang tiba-tiba seperti itu.

“ maksudmu? “

Taehyung menghela napasnya lalu menunduk menatap rumput seraya memainkan jari-jarinya. “ aku tahu sebenarnya kau adalah pacar Yoongi hyung. Dan aku tahu kejadian dimana Jin hyung menyatakan cinta kepada mu sewaktu di museum boneka itu. “

“ m-mwo? “ Jihyun terkejut dengan pernyataan Taehyung itu. ia menatap Taehyung untuk menunggu respon dari namja yang terkenal dengan 4D nya itu mungkin saja Taehyung saat ini hanya bergurau.

“ sudahlah saem.. kau hanya perlu jawab pertanyaan ku sebelumnya. Apa hubungan kau dengan Jin hyung? “

Jihyun menundukkan kepalanya lalu helaan napas berat terdengar kemudian.

“ mungkin kau perlu tahu persoalan ini. aku dan Yoongi bukanlah sepasang kekasih tetapi… kami adalah suami—istri “ ungkap Jihyun yang langsung mendapatkan mata bulat Taehyung yang menatapnya dengan terkejut.

“ MWO?! “

“ aku dan Yoongi sudah menikah bahkan sebelum aku menjadi guru disekolah kalian. Dan perihal Jin-… “

“ YAH! TAEHYUNG-AH! “

Terlihat dari kejauhan Jimin berlari kearah mereka. Dan suara tadi tentulah milik seorang yang sedang berlari kearah mereka. Sementara dibelakangnya terlihat Jungkook, Namjoon, Hoseok, dan Jin yang sedang berjalan santai kearah mereka.

Taehyung memejamkan matanya kesal dengan kedatangan Jimin yang tiba-tiba dan sangat mengganggu itu.

“ aisshhh si pendek itu! “ Taehyung menoleh kearah Jihyun. Memasangkan sengatan tajam dari matanya. Sementara Jihyun hanya menundukkan kepalanya lalu beranjak dari bangku itu.

“ sebaiknya kalian segera pulang bukan kah besok kalian ada ujian sains? Belajarlah yang tekun. Aku permisi dulu “ Jihyun tersenyum kepada anak muridnya itu.

“ hati-hati saem~! “ Jimin dan Hoseok dengan wajah gembiranya melambai-lambaikan tangan kepada Jihyun.

Tepat Jihyun melewati Jin yang berjalan paling belakang. Lagi-lagi tangan itu menghentikannya.

“ aku ingin menjenguk Yoongi. tolong lepaskan aku “

“ a-apakah kau akan pulang ke apartement ku “

“ barang-barang ku berada disana, bukan? “

“ hmmm… kalau begitu pulang dengan hati-hati “

Jihyun hanya tersenyum simpul lalu segera berlalu dari Jin. yang dipikirannya saat ini adalah Yoongi. Jin hanya menatap punggung Jihyun dengan ekspresi yang entah bagaimana dilukiskannya. Ia merasakan sangat tidak mudah melepaskan gadis itu pergi. Ia takut jika gadis itu tidak akan pernah lagi datang kepadanya.

***

-2 Hari Kemudian-

 

            Ny.Min memandang anak laki-lakinya yang tengah mengunyah makanan dengan tidak bersemangat itu. ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Yaitu, perihal Yoongi yang mempunyai seorang kekasih dan fakta bahwa Yoongi menduakan Jihyun. Dalam hatinya ia ingin sekali memaki anak laki-lakinya ini ketika ia sudah siuman sejak kemarin.

Namun lebih baik ia menunggu anaknya ini untuk sembuh total dan membicarakannya baik-baik dengan Jihyun dan suaminya. Berbicara Jihyun sampai saat ini ia belum bertemu dengan Jihyun sejak 2 hari yang lalu terakhir kali ia menjenguk Yoongi setelah para teman Yoongi.

“ sudah Eomma.. aku tidak berselera “ ucap Yoongi seraya mendorong sendok yang ingin Eomma nya itu suapkan kepadanya.

“ tapi kau baru makan dua suap sayang.. “

Yoongi menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali membaringkan dirinya. Saat ini ia hanya ingin bertemu dengan Jihyun. Rasanya seperti bertahun-tahun ia tidak melihat istrinya itu. ia sangat merindukannya. Amat sangat merindukannya.

“ Eomma.. apa Jihyun ada menjenguk ku? “

“ hmm.. sepertinya Jihyun sedang sibuk mempersiapkan ujian kelulusan kalian “

“ ujian kelulusan…. “ guman Yoongi pelan lalu ia memejamkan matanya. Seputar rencana yang ia sudah persiapkan dari jauh hari. Bahwa setelah ujian kelulusan ia akan pergi ke amerika untuk melanjutkan kuliah dan menggapai mimpinya menjadi seorang composer tentu saja dengan mengajak Jihyun. Ia kembali membuka matanya dan menatap keluar jendela. namun, sepertinya rencana itu tidak bisa berjalan dengan perfect.

“ Eomma aku ingin keluar dari rumah sakit. Aku akan pergi bersekolah besok “

“ kau baru saja siuman Yoongi-ah… apa tidak sebaiknya kau istirahat satu atau dua hari? “

“ ani Eomma.. aku tidak mau meninggalkan pelajaran “

Ny.Min hanya tersenyum lalu mengangguk. Mengiyakan permintaan anak kesayangannya itu. ia mengusap lembut rambut anaknya itu.

*

Ke esokan harinya ..

 

            Murid-murid tengah berjalan dengan santainya menuju kelas pagi hari ini. tampak beberapa murid tengah membaca bukunya di koridor da nada yang tidak peduli akan ujian harian yang akan berlangsung nanti. Yoongi berjalan menuju kelas dengan santai. Namun ada yang berbeda dengan cara berpakaiannya. Jika biasanya Yoongi tidak mengancingkan blazer nya kali ini ia mengancingkannya dengan rapi.

Ia memperhatikan suasana kelas didalam sana melalui jendela. ia bisa melihat Bangtan Boys tengah berkumpul dengan buku-bukunya sepertinya anak-anak itu telah berubah. Ketika ia masuk kedalam kelas namanya sudah dipanggil dengan cukup nyaring. Tentu saja suara itu bukan suara Bangtan Boys.

Yoongi dengan malas membalikkan badannya untuk melihat sosok didepan pintu itu, Tia. Yoongi hanya menatap malas Tia yang berjalan mendekatinya langsung saja gadis itu bergelayut manja dilengannya.

“ Oppa! Kau sudah sembuh? “

“ kau pikir? “

Tia mengamati wajah Yoongi seraya mengetuk-ngetukkan jarinya di bibirnya. Lalu tersenyum dengan manis. “ sepertinya kau sudah sembuh! Syukurlah~ “

“ aku ingin belajar bersama yang lain.. “

“ um? Lalu? “

Yoongi memutarkan bola matanya lalu melirik kearah tangan Tia yang masih bergelayut dilengannya. Tia mengerti dengan sinyal itu segera saja ia melepaskan tangannya dari lengan Yoongi. tanpa menoleh kembali kea rah Tia. Yoongi segera menghampiri anak-anak.

“ eoh?! Yoongi hyung! Wahh~! Bogoshippo! “ Jimin berlari kecil menuju Yoongi lalu memberikan namja itu pelukan erat. Yoongi menyunggingkan senyumannya dan membalaskan pelukan Jimin.

“ kau sudah baikan hyung? “ tanya Jungkook yang langsung menurunkan buku dari wajahnya.

“ seperti yang kalian lihat. “

“ ahh, senang melihat mu sudah keluar dari rumah sakit “ ucap Hoseok yang langsung bergantian memeluk Yoongi.

“ sudahlah.. sekarang ajari aku. Aku belum belajar “ ucap Yoongi yang langsung mengambil tempat duduk disamping Jungkook.

Jin terkekeh pelan seraya menoleh ke kursi sebelahnya yang saat itu kosong. Ia menyadari bahwa Yoongi masih mengingat pertempuran mereka dalam mendapatkan Jihyun. Tetapi apakah tidak berlebihan jika ia sama sekali tidak ingin mendekati dia.

Yoongi melirik Jin sekilas lalu mulai memfokuskan dirinya kepada Namjoon yang menjelaskan materi untuk ujian nanti.

**

Bell istirahat sudah berbunyi. Berarti waktu untuk mengerjakan ujian itu sudah selesai. Jihyun berkeliling untuk mengambil kertas jawaban satu persatu. Tepat ia melangkah menuju meja Yoongi ia terdiam sesaat. Bukan menatapnya melainkan ia menunduk menghindari tatapan tajam Yoongi saat itu.

Jihyun mengambil kertas jawaban Yoongi namun disisi lain Yoongi menahan kertas jawaban itu. ia masih menatap Jihyun dengan tajam.

“ jangan bermain-main Yoongi. kemarikan kertas jawaban mu “ Jihyun menoleh kepada Yoongi seraya menarik kertas jawaban itu sehingga kertas itu terlepas dari tangan Yoongi.

Yoongi menggenggam pergelangan tangan Jihyun masih dengan menatapnya kali ini tatapan itu terlihat melembut. Jihyun yang mendapat perlakuan itu, ia melihat sekeliling kelas yang saat itu sudah sepi hanya tinggal mereka berdua disini.

“ temui aku di atap sekolah.. ada yang ingin ku bicarakan padamu “ setelah Yoongi berkata seperti itu Jihyun dengan santai melewatinya begitu saja.

Ingin rasanya ia menatap wajah itu dengan lamat, menyentuhnya, bahkan memeluk tubuh namja yang amat sangat ia rindukan itu. ia menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikirannya dari segala hal tentang Yoongi dan segera mengumpulkan kertas jawaban murid-muridnya.

Yoongi memasukan tangannya kedalam kantung celananya seraya memandangi pemandangan seoul dari atas atap sekolah nya ini. ia menghela napas, memori saat ia menemukan gelang milik Jihyun itu terulang di otaknya seperti memori itu sudah tersimpan permanent.

Pintu atap terbuka. Yoongi menyunggingkan senyumannya ketika mengetahui bahwa Jihyun benar menemuinya di atap seperti perkataannya.

“ aku ingin berbicara dengan-… “ ucapan Yoongi terputus saat ia melihat sosok dihadapannya bahwa sosok itu bukanlah sosok Jihyun.

“ dengan ku? “ tunjuk Jin pada dirinya. Ia terkekeh pelan lalu berjalan mendekati Yoongi.

“ kenapa kau berada disini?! “ kesal Yoongi. terlihat dari rahangnya yang mengeras menahan amarahnya.

“ kenapa kau masih berharap jika Jihyun benar-benar akan menemuimu? “

Yoongi terdiam menatap Jin dengan benci. Ia melengoskan kepalanya kesamping seraya menunjukan smirknya.

“ apa mau mu? “

“ mau ku? cih.. lepaskan Jihyun “

“ tidak “

“ tidak? Apa kau tidak cukup menyakiti Jihyun? “

“ apa masalah mu? Menyakiti atau membahagiakan Jihyun itu urusan ku!! “ bentak Yoongi dengan kesalnya. Ia mengepalkan tangannya dengan erat. Tatapan tajam itu kini benar-benar menusuk Jin. Jin tersenyum simpul lalu menundukan wajahnya dan kembali menatap Yoongi tak kalah tajamnya.

“ kau hanya membuatnya terus menangis.. apa kau pantas mengekangnya untuk bersama mu?! “

“ mwo- menangis? “

“ bahkan kau tidak tahu?! Heol.. “

“ ……… “

“ jangan pernah mendekatinya lagi! “

“ lucu sekali… haha siapa kau berani memerintahku seperti itu?! “

“ siapa aku? Aku tunangannya! “

***

Jihyun berjalan dengan terburu-buru menuju atap sekolah. Setelah berpikir cukup lama akhirnya ia berniat ingin menemui namja itu. mau bagaimana pun ia masih menjadi suami nya dan ia berhak menceritakan perihal dirinya yang menjalani kepura-puraan dengan Jin.

“ ah! “

Seseorang menarik tangan Jihyun untuk memasuki toilet yang saat itu ia lewati. Jihyun terseret dan hampir membuatnya limbung jika saja ia tidak buru-buru berpegangan pada dinding disana. Jihyun menahan napasnya bersiap ingin menggertak siapapun yang menyeretnya dengan kasar seperti ini.

“ oops.. mian, Jihyun seonsaengnim “ Tia tersenyum dengan lebar. Jihyun mengangkat kepalanya berusaha mengambil napasnya dan menahan amarahnya. Ada apa lagi dengan yeoja ini. tidak cukup kah ia sudah bermain-main dengan Yoongi. sekarang apa lagi..

“ kenapa kau menyeret ku kesini Hwang Tia?? “

“ mianhae saem… aku hanya ingin berbicara dengan mu “ ucapnya dengan nada manis yang membuat Jihyun ingin sekali menjenggut rambutnya itu.

“ apa perlu menyeretku seperti itu?! “

“ perlu.. “ Tia menunjukkan smirknya seraya berjalan mendekati Jihyun. “ saem, aku sudah tahu semuanya. Bahwa kau adalah istri dari seorang Min Yoongi. yaitu kekasihku.. “ tunjuknya pada dirinya sendiri.

Jihyun hanya terdiam menatap Tia tanpa ingin berkomentar apapun.

“ dan sepertinya Yoongi Oppa sama sekali tidak cinta kepadamu. Dan sepertinya ia menginginkan cerai. “

“ lalu apa mau mu sebenarnya? “

“ lepaskan Yoongi Oppa! “

Jihyun menyunggingkan senyuman seperti meremehkan Tia. Ia menghembuskan napasnya lalu menatap gadis itu dengan tajam.

“ dengar, aku sudah tidak perduli lagi dengan Yoongi. jadi, mulai sekarang kau berhak memilikinya. “

“ cih.. apa aku tidak salah dengar? Ji-Hyun-Seon-Saeng-Nim? “

“ ani. Kau sama sekali tidak salah dengar… “

“ baiklah! Kalau begitu terima kasih karena kau telah menyerahkan Yoongi Oppa untuk ku.” Tia terkekeh senang lalu keluar begitu saja dari toilet itu meninggalkan dirinya sendiri didalam toilet itu.

Jihyun menyandarkan punggungnya pada dinding dibelakangnya. Pikirannya sekarang ini kacau. Bagaimana bisa ucapan itu keluar dari bibirnya. Walau enggan mengucapkannya kenapa ia bisa berbicara seperti itu dengan lancar.

Yoongi!

Apa ia harus menemui namja itu di atap sekarang setelah ia berkata seperti itu pada Tia? Ia menggelengkan kepalanya dan memukul kepalanya seperti orang bodoh.

“ babo babo babo! “

Baiklah, temui Yoongi dan ucapkan perpisahan. Sepertinya itu akan menyelesaikan semua masalah.

Pintu atap terbuka oleh tangan Jihyun. Ia melangkah masuk perlahan. Namun, tidak ada seroang pun di atap itu. hanya angin siang hari yang menyapu wajahnya. Jihyun menggigit bibir bawahnya dan air mata itu kembali menyusuri pipinya.

Ia begitu bodoh telah mengharapkan bahwa Yoongi tengah menunggunya sampai saat ini.

“ bell sudah berbunyi pasti ia sudah kembali ke kelas. Bodoh.. “

Jihyun membiarkan air mata itu membasahi pipinya dan membiarkan angina menyapu bersih air mata itu. ia mengusap air matanya dan mengangkat wajahnya. Pandangannya terfokus pada benda yang bersinar terkena pantulan matahari. Ia mendekati benda itu lalu memungutnya.

Benda ini…

“ gelang ku…-mungkin kah? “

TBC

Hallo!! Aku balik lagi dengan last chapter! Karena aku pikir chapther terakhir ini sedikit panjang. Kalau aku post semuanya malah jadi bosen. Jadi aku bagi jadi 2 part.

Part selanjutnya akan di post dengan segera karena aku tinggal nulis 3 scene lagi. Hehehe

Terima kasih untuk readers yang mau menyempatkan membaca FF aku ini dari awal hingga akhir J

Next FF aku akan bawakan cast bangtan lagi dengan genre romance, comedy sepertinya. Dan akan aku publish teaser FF nya bareng sama part ke-2 nya nanti. Penasarannnn?? /? Hahaha

Gamsahamnida buat semuanyaaa /deep bow/ ><

About fanfictionside

just me

68 thoughts on “FF/ BOY IN LUV/ BTS-BANGTAN/ pt. 15 (1 of 2)

  1. KENAPA DIJADIIN DUA?! /digampar
    udh penasaran bgt auamat pokoknya mesti happy ending titik. jihyun ama yoongi titik. tia mati kek apa kek ilang kek _-_ ah pas lagi bagus2nya malah dijadiin dua aku terlanjur penasaran ;;; /lebay
    bagian kedua nya ga boleh lama oke wakakak

  2. Jihyun yoongi.. seriusan kalian mau pisah? Jin sama tia jahat deh..😦 please jangan ganggu rumah tangga orang lain😦 next part a.ka ending story nya always ditunggu🙂

  3. ini msh ada lanjutan nya? knpa gak langsung aja thor? aku udh penasaran bgt sama ending nya ㅠ.ㅠ
    itu jin sama tia sekongkol kah buat misahin jihyun-yoongi? yoongi pertahanin jihyun ya :”)
    next~~~~

  4. Najong bener dih si jin sama si tia minta di gaplok/?-_- duh elah ini cerita muter muter amat ya-_- next chapter harus cepet sih gamau tau

  5. yoongi yg di jahatin kenapa gue ikut sakit yah, yaelah jin tia jangan jahat kek.ngeselin tau !!!! thor happy ending yak,jangan biarin tia sama jin ganggu2 mulu.
    jihyun hamil kek gitu,apa kek . .plis plis

    oh iya,kisah cinta tae tae lanjutin yak.hoseok juga yak, kalo tia jangan sama kookie dah.dia napeun yeoja !!!!

    I ll be waiting next chap. . gumawo thor *bow

  6. Kenapa sinyal nya kek mau pisah beneran ????!! Ih, kenapa jin sama tia gitu ? Katanya cinta tapi ini nyiksa… Huwaa ..
    Pokoknya ngga boleh pisah. Titik.
    Bagian keduanya ditunngu thor..

  7. Ish ah dipart ini mana jihyun-yoongi romance momentnya? Kurang puas soalnya itu yang aku tunggu2, tapi malah gak ada:v akunya yang emang gak sabar, pengen gitu cepet2 jihyun yoongi bentak jin tia kalo mereka bener2 saling cinta & jihyun yoongi akhirnya hidup bahagia sejahtera tentram aman damai dan gak ada pengganggu:3

  8. Pokok nya jihyun sama yoongi titik…gg rela tia ma yoongi…
    Next faster ya thor…
    Next ff yoongi lgi yaa thor…
    *berisik

    Semangat thor

  9. .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    Kenapa mereka makin aneh aja hubungannya….
    Adoohhh jangan pisah dong…..
    Tapi cak agus (re:yoongi) gitu amat sih… kadang baek, kadang jahat… jihyun kamu milih sapa sebenernya?! Bikin gemes…. celana jeans (re:jin) udah terlanjur cinta mati ama jihyun…. itu tia napa nongol di sana?! Nambah runyam aja hubungan cak agus-jihyun

    Jangan lama” ya next chapnya

  10. Aah~ knpa d’bgi dua Thorr!!!!

    Jin skrang dah brubah jdi jahat… Trus yoongi ny jga udah brubah jdi baik kekeke😀
    Ap’n sih tuh si Tia bikin kesel aj, udah tau yoongi udah pnya istri msih aj d’nganguin DASAR TIA I HATE YOU

    Trus tdi knpa jihyun bsa ngomong kyak gtu ama Tia, bkalan ninggalin yoongi! *iis gmana sih nih

  11. Yak! Knpa makin ribet aduh , jihyun yeh sumpeh gw greget liat dia , kashan kan yoongi , jin juga nambh masalah kampret , jihyun knpa nurt mele ke jin gak sdar apa itu nambh maslah

  12. Thor bagus, lanjut ya jan lama”. Trus tambahin cast baru thor cast barunya aku Lee Rae Yeon kalo ga di ff baru author aja couplenya jungkook haha

  13. Thor, greget beneran. Feelnya dapet bangettt, serasa jadi Jihyun nih aku :’)
    Kalo happy ending, jangan lupa yg bener2 happy ya(?) Kalo sad ending… ya siapin tissue aja :”
    Cepetan ya thor postnyam nggak sabar>,<

  14. akhirnya setelah sekian abad(?) ini dirilis jugaaaa
    kenapa udah tbc lagiiii huahhhhhh-,,,,-
    itu tia ngapain sih elah, bikin masaah ajaaa😦
    disini jinnya minta dicium banget ya thor.-.v
    next thorrrr, gepeeell.semangka’-‘)/9

  15. Aaaaaaaa chingu jgn buat yoongi pisah ama jihyun dong😦
    buatlah mereka happy ending, kan kasian bang agusku gegana kek githu😦
    Aku tunggu part 2 nya…

  16. knpa jd ribet gni sih ?
    aduuhh knpa si jin jd jahat ?
    knpa ? knpa ?
    sesak + nyesek = gg bisa napas
    emosi, kesel ampe nangis..
    pingin remes” si jin ma tia !!
    pokoknya harus happy ending yoongi ma jihyun tanda seru pke titik !.
    trus si tia gg blh ma kookie, si tia jahat
    maksa banget !
    maaf kbwa suasana

  17. dijadi’in satupun aku sebenernya gak bosen og.. hi hi
    haduch,, kenapa ini semakin rumit kayak gini… jin ma tia kenapa jadi antagonis gini.. hu hu
    plis,, yoongi ma jihyun, kalian harus saling percaya, .
    part ending ditunggu ya… semoga semuannya happy ending…🙂

  18. Subuh2 bca ff bil, dan saat ngelihat tulisan TBC spontan teriak, trus dilempar mamah pake bantal deh -3-”
    #lupakan
    daebak thor neomu daebak gak sabar nunggu kelanjutanya fighting thor \>,</

  19. Ya..yahhh lagi asik baca eh udh TBC aja ;(

    Yaampun Yoongi sm Jihyun bnran mau pisah?! NOOOO!! Ko di bagi 2? Ini udh mau ending ya thor? Semoga Happy Ending aja deh yaa.. pdhal masalahnya masih rumit’-‘

    Karakter Tia+Jin yg jdi pengganggu feel-nya dpt banget! Keren, aku aja seketika jd haters sementara dr mereka berdua kkk

    Pokonya, FIGHTING thor!!! Next chap ditunggu yaa ;*

  20. Makin gregetan sama pasangan yoonggi, makin rumit apalagi denfan datangnya jin yg memperkeruh keadaan. Min sebelum cerai kasih dong hot romancenya yonggi-jihyun…pihak ketiga memang selalu membuat semuanya buyar. Bikin jihyun kembali ke yonggi min…

  21. o-ow masih belum bisa nebK, what’s going on??????? Σ( ° △ °|||)︴
    apasih maunya jin, bikin sebel. tega sekali dia aaaa :v
    penasaran nih, jangan jangan juga bakal ada persaingan antara vhope /?
    aku harap happy ending, ngga ikhlas kalo jihyun sama jin, dan suga sama TIAAAA

  22. AAARRGGHH Jin ngeselin bgggtt asdfghjkl -..- Tia apalagi, kambing (?) bgt iisshh

    Min Yoongi fighting! (?)

    ….sedih bgt gilaaa udh mau selesai ㅠㅠ tp over-excited jg sama ff barunya~~♡ ><

    Just wishin' a perfect happy ending ♡♡

  23. Ah anjir kenapa harus dijadiin dua thorrrrr???!!!😦 yahhh hrs nunggu lagi dehhh tp yg ini gila bacanya bikin kesel sendiri thor rasanya pgn balikin jin ke perut ibunya biar pergi dari yoongi dan jihyun:( lanjutannya jgn lama lama yah!!:-)

  24. Thor Greget thor!!!!! itu juga si Tia ih…apa jangan2 tia sama jin ngerencanain ini? cepetan thor lanjut ke part2 nya udah gak sabaran ini….!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s