FF/ FOOLISH LOVE/ BTS-BANGTAN/ pt. 5


Cast:

Kim Seok Jin – Jin BTS

Ryu Hyosi – OC

Ryu Hwayoung (Ex T-ara)

Ryu Hyoyoung ( 5 Dolls )

Yu Barom – Rome C-Clown

Yukaris – OC

Other Cast         

 

Author : pandakim

Rating: T

Genre : Romance, Life, Sad

Lenght : Chapter

 ahaja 5

a/n: isinya rancau, gak jelas, amburadul, banyak typo. Happy reading

 

 

Jin tiba – tiba membuka matanya. Dirabanya kasur disampingnya. Didapatnya yang dicarinya tidak ada. “Hyosi belum pulang” ucapnya sedih. Semalaman ia menunggu gadis itu tapi gadis itu tidak kunjung pulang. Jin mendongakkan kepalanya saraat ia mencium sesuatu dari arah dapur. Dengan gerakan cepat ia bangkit dari kasurnya dan berlari kearah dapur.

“Hyosi” pekiknya senang saat tiba di dapur. Senyum di bibirnya luntur saat ia tidak menemukan gadis itu.

“Pagi Jin “ sapa Hwayoung. “Hai Jin” Hyoyoung menyahuti. Jin menatap gadis kembar itu dengan tatapan kecewa.

“Hyosi mana ? ” tanya dengan sedih. Hyoyoung menatap Hwayoung binggung. “Ah sarapannya sudah selesai. Jin ayo kita sarapan” Hwayoung dengan cepat mengalihkan pertanyaan Jin.

 

 

Kini mereka bertiga sarapan pagi dengan diam. Sesekali Jin melirik pintu keluar. Berharap Hyosi datang melalui pintu itu. Sedangkan Hyoyoung , ia dari tadi memberi kode ke Hwayoung.

“Hyosi kok belum pulang ?”

“Uhuuuk” pertanyaan Jin membuat Hyoyoung tersedak. Hwayoung segera memberikan air kepada Hyoyoung. Tapi Jin, lelaki ini menatap aneh Hyoyoung.

“Baik- baik saja ?” dilihat Hyoyoung dengan intens. Hyoyoung mengangguk menandakan ia baik – baik saja.

“Jin mau kemana ?” Hwayoung menatap heran Jin yang meninggalkan meja makan. Jin menghentikan langkahnya.

“Nanti kau harus terapi lagi. Aku akan mengantarmu”

Jin membalikan badannya. “Baiklah” ucapnnya pelan. Jin meninggalkan Hwayoung dan Hyoyoung dengan penuh pertanyaan besar. Kemana Hyosi batinnya.

 

***

 

“Wah Jin perkembangmu pesat sekali” ujar Hwayoung yang menatap grafik perkembangannya meranjak naik. Tapi Jin bukannya senang. Ia malah diam menunduk. Pikirannya masih dipenuhi dengan Hyosi.

“Ayo kita pulang” ajak Hwayoung lalu ia berjalan duluan kedepan. Tapi kemudian langkahnya terhenti saat ia merasa Jin tidak mengikutinya.

“Jin ayo pulang” ajak Hwayoung lagi.

Jin tetap diam menunduk. Sedetik kemudian diangkatnya wajahnya. “Jin tidak mau pulang kalau Hyosi tidak ada”

Hwayoung mematung mendengar ucapan Jin tadi. Digerak – gerak kannya matanya mencari jawaban. Dia tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada lelaki ini.

“Bisa berbicara dengan mu” ucap Hwayoung akhirnya kepada Jin.

 

***

 

“Coffee with white crimmer. Masih menyukainya kan ?” Barom menyodorkan segelas kopi ke Hyosi.

Dengan senyuman tipis Hyosi menerimannya “Bagaimana oppa tahu ?” tanyanya binggung.

Barom tertawa kecil “Jangan kira aku tidak tahu tentangmu” lalu diacaknya rambut Hyosi dengan gemas.

“Oppa kau merusak rambutku” sunggut Hyosi kesal.

Sedetik kemudian mereka berdua dilanda dengan keheningan. Hanya suara pengumanan dari bandara mengudara dan hentakan – hentakan kaki para calon penumpang pesawat.

“Hyo..”

“Oppa sudah. Jangan bahas. Aku tidak mau merusak hariku” jelas Hyosi dengan nada sedikit kesal. Melihat Hyosi yang seperti itu Barom menghelah nafasnya kasar.

“Pengumuman pesawatmu” Barom sedikit mendongak keatas mendengar pengumuman keberangkatan pesawat menuju New York telah dibuka.

“Ayo” dengan sigap Barom membantu membawa koper gadis ini.

 

Barom menatap Hyosi dengan intens.

“Oppa”

“Diam. Aku masih ingin menatapmu” ujar Barom cepat. Kemudian dipeluknya gadis ini dengan cepat kepelukannya. “Jaga diri baik – baik disana” sedetik kemudian dilepaskannya pelukannya ke gadis ini.

“Yukaris akan menjemputmu setiba disana”

“Yukaris ?” tanya Hyosi sambil mengingat – ngingat nama tersebut.

“Sepupuku dan teman sebangku mu waktu sd. Jangan bilang kau lupa dengannya. Dia akan sangat marah jika kau melupakannya”

“Haaaah! Aku mengingatnya” pekik Hyosi.

“Hahahaha aku tau kau pasti mengingatnya. Yasudah kalau begitu masuklah. Keberangkatanmu akan segera tiba” Digenggamnya tangan gadis ini. “Ingat kau harus kembali lagi kesini” titah Barom tegas.

“Ia oppa aku berjanji akan segera kembali”

“Dan kau harus ingat. Lelaki lokal lebih baik” lanjut Barom memberi nasihat.

“Hahaha aku tau oppa” Hyosi tertawa geli melihat ekspresi marah Barom. Tapi kemudian pikirannya melayang mengingat Jin.

“Sudah masuk sana. Setelah sampai beri kabar”

Hyosi mengangguk dan membawa kopernya masuk kedalam. Dilambaikannya tangannya kepada lelaki ini.

“Sampai jumpa lagi oppa” teriak Hyosi.

 

***

 

Hwayoung dan Jin duduk bersampingan di atas kap mobil milik Hwayoung. Mereka berdua sama – sama menatap hilir sungai Han.

“Apa kau berjanji akan tenang bila mendengar ini” Hwayoung membuka suara. Jin diam. Dia hanya menatap sungai di depannya.

“Aku anggap itu jawaban iya”

“Hyosi…. “ Hwayoung mengantungkan kata – katanya. Diliriknya sekilas. Jin masih dalam keadaan tenang.

“Hyosi pergi”

Perlahan Jin mengalihkan pandangannya menatap Hwayoung. “Pergi” lirihnya pelan. Diremasnnya tangannya kuat. “Pergi kemana ?” tanyanya lagi.

Hwayoung menundukan kepalanya seraya menggeleng. “Tidak ada yang tahu Hyosi pergi kemana. Dia hanya berpesan untuk menjagamu”

Hening. Jin menatap Hwayoung diam. Ditolehkan kepalanya menghadap kedepan.

“Jin mau pulang”

“Jin kau baik – baik sajakan ?” Hwayoung menatap Jin cemas. Masih dengan menatap sungai Jin tersenyum. Menandakan ia baik – baik saja.

 

***

 

“Jin kau yakin disini, tidak ingin di…”

Jin segera memotong ucapan Hwayoung “Tidak Jin lebih baik disini” ucapnya dengan sedikit tersenyum.

Hwayoung menghelah nafasnya. “Baiklah kalau begitu. Kami akan sering mengunjungimu. Dan apabila ada yang ingin kau perlukan. Beri tahu saja. Mengerti” nasehat Hwayoung. Jin tersenyum sambil mengangguk.

Di tepuknya bahu kanan Jin “Kami menunggu perubahanmu. Berubahlah untuk Hyosi “

Jin diam. Antara mengerti dan tidak apa yang dikatakan Hwayoung. “Kalau begitu aku pulang” Hwayoung pun melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Jin. Saat Jin ingin menutup pintunya.

“Eh Jin” panggil Hwayoung tiba – tiba.

Jin pun melongo tidak jadi menutup pintunya. “Hyosi bilang dia sangat mencintaimu” kemudian Hwayoung tersenyum.

Jin menatap kepergian Hwayoung dengan senyuman getir. Perlahan ia masuk dan ditutup pintunya.

BRAK‼

Dipukulnya pintu kamarnya dengan kuat. Perlahan air matanya mengalir di pipinya.

“Hyosi… kenapa” isaknya pilu.

BRAK‼

Dipukulnya sekali lagi dengan kuat pintu kamarnya. Kemudian tubuhnya jatuh merosot kebawah.

“Hyosi…” panggilnya disela isak tangisnya. Dipegangnya dadanya yang terasa sakit. Rasanya teramat sakit. Air matanya terus mengalir dan mengalir semakin deras. Dan ia tetap memanggil nama gadis itu berulang kali.

Dilihatnya setangkai bunga lily putih dikamarnya yang sudah layu. Jin tersenyum miris melihat bunga tersebut.

“Aku akan berubah untukmu Hyosi” desisnya pelan.

Ditengadahkannya kepalanya menatap langit – langit kamarnya. Tak berapa lama ia menutup matanya dan membiarkan air matanya mengalir dari sisi sudut matanya.

Dari hatinya ia masih menyebut nama gadis ia cintai itu.

 

***

 

Hyoyoung menunggu di sofa ruang tamu mereka dengan gusar. “Kenapa lama sekali Hwayoung” desisnya.

“Aku pulang”

Hyoyoung segera beranjak dan berlari kearah pintu. “Bagaimana dengan Jin. Maksudnya perkembangannya ?” Hyoyoung bertanya tak sabaran.

Mendengar saudara kembarnya terlihat heboh sendiri membuat Hwayoung tertawa sendiri. “Dia baik – baik saja” jawab Hwayoung masih dengan dibarengi tawanya.

“Maksudku perkembangannya semakin baik” tambahnya lagi.

Hyoyoung menghelah nafasnya lega. Kemudian dia terlihat berfikir. “Bagaimana dengan Appa ? Apa kau merencakana sesuatu ?” ditatapnya Hwayoung dengan serius.

Hwayoung mengangkat bahunya. “Entahlah. Tapi akan segera aku fikirkan untuk Hyosi”

TING TONG~

Hwayoung dan Hyoyoung menoleh kearah pintu. Hwayoung bergerak ke intercom “Young apa dia temanmu ?” Hwayoung melihat seorang lelaki yang tidak di kenal berada di depan pintu rumahnya.

Hyoyoung segera mendekat . Dilihatnya lelaki itu, dahinya langsung mengkerut “Siapa dia ?” tanya Hyoyoung sambil melihat Hwayoung.

Perlahan Hyoyoung membuka kenop pintu. Hyoyoung maupun Hwayoung menatap lelaki itu dari atas kebawah.

“Ada yang bisa dibantu ?” tanya mereka serempak.

Lelaki tersebut tersenyum sekilas. “Saya Yu Barom. Apa ini rumahnya Ryu Hyosi ?”

 

***

 

“Silahkan diminum tehnya” tawar Hwayoung.

“Seberapa kenal dengan Hyosi” Hyoyoung menatap Barom dingin.

“Sedikit banyaknya aku mengetahui sosok Hyosi” jawab Barom sambil menyerup tehnya.

“Bisa langsung keinti ceritanya ?” ucap Hyoyoung yang sepertinya mencium sesuatu yang disembunyi oleh Barom.

Barom meletakkan gelas tehnya. Di tatapnya kedua wanita kembar dihadapannya ini.

“Aku tau kemana Hyosi pergi”

Sontak kedua wajah Hwayoung dan Hyoyoung berubah terkejut.

“Dia yang memintaku pergi. Tidak tahu alasannya apa. Tapi ia bersikeras untuk pergi sini. Dan…”

“Dan apa ?” tanya Hyoyoung tak sabaran.

“Dan ia berkata ia akan kembali”

“Kapan ?”

Barom menghelah nafasnya “Tidak tahu”

“Tapi… “ Barom menatap Hwayoung dan Hyoyoung bergantian.

“Jin”

Hwayoung menatap Barom dengan tajam “Sepertinya kau ingin tahu sesuatu?”

 

 

***

 

Barom meneguk ludahnya kasar. Antara percaya dan tidak kalau dia sedang berada di tempat rehabilitasi. Matanya tak henti melihat orang – orang yang keterbelakangan mental disini. Langkahnya terhenti saat ia sudah berada di depan pintu yang ia tuju. Pintu yang bertuliskan KIM SEOK JIN. Ditatapnya pintu tersebut. Dia tidak menyangka Hyosi mencintai orang seperti itu.Pintu terbuka dari dalam saat tangan Barom hendak mengetuknya. Dan kini Barom juga Jin saling bertatapan.

“Siapa ?” tanya Jin dingin sambil menatap Barom tajam.

 

 

Mereka berdua duduk ditaman yang ada di rehabilitasi ini. Ditatapnya lelaki ini. Dia tidak percaya bahwa setampan Jin bisa ada kekurangan seperti ini.

“Apa kau sangat mencintai Hyosi ?”

Jin diam. “Apa kau ingin dia berada di sisimu ?” lanjut Barom lagi. Jin tetap diam.

Pikiran Barom melayang mengingat apa yang dikatakan oleh Hwayoung.

 

*flashback*

“Jin. Dia yang akan di jodohkan oleh Hyosi. Karena keluar Jin bisa membantu perusahaan Appa yang hampir bangkrut. Jin itu… “ Hwayoung mengantungkan kata – katanya.

“Jin terkena penyakit mental lebih tepatnya Syndrom Aspegar.

“Bukan kah itu bisa sembuh ?” sela Barom

“Ya itu bisa sembuh dan Hyosi diberi tugas untuk menbantu untuk kesembuhan mentak Jin secepatnya lalu menikahnya dan setelah itu meninggalkan Jin setelah perusahaan Appa kembali normal”

Hwayoung tertawa miris. “Pasti kau menganggap Hyosi itu wanita jahatkan ?”

“Tapi… seiring berjalannya waktu. Hyosi mulai menyukai Jin. Entah kapan dia menyukai lelaki itu. Yang aku tahu Hyosi tulus mencintainya”

Barom menyelah “Aku tahu. Terpancar dari matanya”

Semenjak rasa suka itu tumbuh di hati Hyosi, Hyosi semakin menerima kenyataan bahwa dia harus menikahi Jin. Tapi semua itu pupus begitu saja. Saat Appa mengatakan Hyosi harus menikahi lelaki lain. Karena Jin terlalu lama sembuhnya. Hyosi berontak dan akhirnya … “

Hwayoung diam. Barom mengangguk mengerti apa yang dimaksud Hwayoung.

*flashback end*

 

“Sudah tahu kabar kalau Hyosi pergi ?”

Jin segera menatap Barom cepat.

Semilir angin menyapa lembut poni lelaki ini. “Dia pergi karena ada alasan dan alasannya itu karena dia mencintaimu” ucap Barom tanpa melihat Jin yang menatapnya tajam.

Barom kini menoleh menatap Jin “Aku iri melihatmu. Dia bisa mencintai lelaki sepertimu”

“Apa mau mu ?” tanya Jin dingin.

Barom tersenyum miring ke lelaki ini. “Kau harus berubah demi dia. Kalau kau mencintainya harus berubah. Kalau tidak, kau cukup berhenti disini. Dan aku akan melanjutkannya” ditatapnya Jin dengan tajam.

Barom bangkit dari duduknya dan berjalan memunggungi Jin yang terdiam membisu.

 

***

 

Hyosi menghirup nafasnya dalam – dalam saat ia menginjakan kakinya di bandara JFK New York. Perlahan matanya mengitari suasana hiruk pikuk dibandara ini. Dia tersenyum. Tapi di balik senyumnya ini dia merasa sedih. Dipejamkannya matanya sambil mengucapkan “Ini yang terbaik”

Hyosi mendorong troli kopernya menuju pintu keluar. Matanya membelalak senang melihat banner bertuliskan namanya yang dipegang seseorang gadis demi muka oriental.

Dipercepatnya langkahnya mendekati gadis tersebut.

“Kenapa muka mu selalu seperti artis jepang” ucap Hyosi mengejek gadis didepannya. Sontak gadis ini menatap Hyosi heran.

“Who are you” tukasnya sinis.

“You don’t know me ?” Hyosi memasang muka kesal. “Yukaris It’s me Hyosi ?”

Dengan gerakan cepat Yukaris menarik Hyosi kedalama pelukannya. “AAAHHHHH I REALLY MISS YOU “ pekiknya senang.

“Bagaimana kabarmu ?” tanya Yukaris melepaskan pelukannya.

Hyosi tersenyum simpul. Yukaris menyelah. “Ok.. ok.. I know. Barom oppa sudah menceritakannya. Yang sabar ya” Yukaris mengelus lengan Hyosi dengan lembut.

“Oh come on. We must go to home”

 

***

 

3 years later

 

“Aku pulang”

Teriak Hyosi memasuki apartmentnya bersama Yukaris yang sudah 3 tahun ia tempati.

Yukaris melihat Hyosi dengan tatapan heran seraya melepas apron yang dipakainya. “Masih ingat pulang juga”

Hyosi langsung duduk di meja pantry dapur dan mencomot chocolate cookies buatan Yukaris.

“Semalam harus lembur dan aku tidak sempat memberi tahu mu” Hyosi memberi alasannya sambil mengunyah.

“Apa pekerjaan mu sebagai jurnalis itu membuat mu lupa akan semuanya ?”

Hyosi menelan kasar kunyahannya. “Kau tahu berita sekarang ini sedang marak – maraknya”

“Berita apa ? Justin Bieber ? Selena Gomez ? Arianna Grande ? Robert Pattison ? ada hantu terbang, Spiderman berkeliaran ? putri duyung berjalan atau apa ?” kelakar Yukaris asal.

“HAHAHAHAHAHA” Hyosi malah tertawa melihat muka Yukaris menjelaskan dengan aksen jepangnya.

Yukaris mendengus “Lebih baik kau mandi, kau bau “ Yukaris menutup hidungnya.

 

***

 

Hyosi keluar kamarnya dan berjalan ke dapur sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Diambilnya ponselnya lalu di kutak – katiknya melihat pesan email yang masuk.

“KYAAAAAAAAAA”

Tiba – tiba Yukaris menjerit hebat. “Hyosi lihat kemari. Sini “ teriak Yukaris dari arah ruang tv.

“Ada apa sih teriak – teriak” Hyosi berjalan ruang tv tapi pandangannya masih keponselnya yang melihat email masuk.

“Lihat tampan kan ?” Yukaris menunjuk kearah tv. Perlahan Hyosi mengalihkan pandangannya dari ponsel ke tv.

DEG‼

Retinanya membesar. Detak jantungnya seakan berhenti. Nafasnya tercekat di tenggorokan.

“Sudah tampan, sukses lagi” tambah Yukaris.

 

TING TONG

“Siapa sih” keluh Yukaris saat asyik – asyik ia melihat televisinya, mau tak mau dia beranjak menuju pintu.

Sedangkan Hyosi. Dia masih diam menatap yang di layar kaca tersebut sedang memberikan pidato. Lebih tepatnya pidato tentang pembukaan perusahaan.

“Jin” lirihnya pelan.

Lamunanya terhenti saat ponselnya bergetar. Mrs.Hellen. Nama kontak yang terpampang di lcd ponselnya

“Ya what happend mam”

Hyosi terdiam dilihat sekali lagi pemandangan di depan matanya “Yes, mam I while watch news him” ucapnya pelan.

“WHAT ??”

“Are you kidding mam ? Me ? Why must me the interview him ?”

“But.. mam.. mam “ Hyosi menggerang sangat panggilan di putus tiba – tiba.

Yukaris menatap heran Hyosi yang muka sekarang rada pucat. “Ehm this letter for you from seoul”

Rasa terkejut Hyosi tidak sampai disitu saja. Perlahan ia ambil surat tersebut dan perasaanya tidak enak tentang siapa pengirimnya. Melihat hanya kata from Seoul yang tertulis di amplop surat tersebut. Dibukanya surat tersebut. Tangannya bergemetar hebat saat ia tahu siapa pengirimnya.

“Eonni” desisnya.

Di tegakkannya kepalanya menatap Yukaris.

“Yu… “panggilnya pelan

BRUK‼!

“Hyosi… “ teriak Yukaris panik yang melihat Hyosi jatuh pingsan

 

TBC

 

Hai.. ia hai.. lama ya ? hehehe muup bruh. Pandakim sibuk ( alasan sibuk ) sok sibuk lo > pandakim.

Masih ada yang nunggu ini ff ?

Masih ada yang baca ini ff ?

Kamsia bagi yang nunggu sama yang baca ini ff. Lebih kamsia lagi yang koment ini ff nista ini.

Selanjutnya pandakim usahain cepat dan gak selama ini deh.

No silent readers gais. Koment kalian itu berarti banget, walaupun cuma 1 kata ‘-‘

About fanfictionside

just me

54 thoughts on “FF/ FOOLISH LOVE/ BTS-BANGTAN/ pt. 5

  1. hanzer ff mu bikin aku penasaran -_- jin jd artis ya itu/? satu chapter lagi end dong ya/? haduh haduh aku nungguin tau ih /terus
    makin seru >< pokoknya next chapter jgn lama2 hehe

  2. Kyaaa~ aku mention 2 kalii lhooo wkwkwk abisnyaa ngaret lama banget wkkwk apa aku yg gasabar??? Aigoo apa apa dehh yang penting nextnyaa mohon cepatttt !! Bisa nangis darah ngegantung gini wkwkw chapter ini aga kurang memuaskan sii.. Wkwk tapi keren kookk ayoo nextt hwaitingg !!

  3. Akhirnya nongol juga thor.. Hhe
    Weh, jin 3 taon di tinngal hyosi jadi normal, ganteng, sukses lagi. Kenapa ngga ditinggal dari dulu hyo ? /plak
    Penasaran ih brita apa yg didapet hyosi dr eonni nya sampe pingsan gitu.. Next part nya di tunggu loh thor..😀

  4. selama ini tiap baca ff yg main cast nya jin selalu ga setuju jin ma cwe. tapi.. kali ini.. hueeee biarin deh jin sama hyosi T.T entah kenapa kaya nya jin seneng banget di sisi hyosi. *ni ngapa jadi galau beneran=,=
    ditunggu next nya sama ff got7 nya ya authoooorrrr!!!

  5. Wahhh akhirnya foolish love muncul….. Keren banget tapi berasa kurang panjang, tiba2 udah tbc aja.. Ditunggu lanjutannya^^

  6. Bentar2 kok cepet thor,geregetan nih.itu bkn undangan kan ? Itu bkn undangan pernikahan jin sama orang lain kan ?*halah mikir apa gue ,
    apapun itu gue penasaran.ditunggu lanjutan nya thor😀

  7. Udah lama nunggu kya , itu surat apa? Omegat jan2 undangan nikahan jin dgn eonninya hyosi,karna hyosi kelamaan perginya trus jin udah sembuh kya kya >< greget bnget ya ampun

  8. Aku nunggu banget lanjutan fanfic ini lohh pandakim. Jin udah jadi sukses setelah ditinggal hyosi 3 tahun. Dann kenapa eonninya hyosi? Aduhh pandakim jangan lama-lama please updatenya. Hihi kayaknya bentar lagi mau tamat *sotoy* semoga tamatnya happy ending. Yes!! Ditunggu pake banget yahh lanjutannya pandakim🙂

  9. Yahhh thorrr kenapa nggk ada adegan romantisnya ‘3’ aku paling suka adegan romantis ‘3’ ff nya masih kependekan😥 padahal yg paling ditunggu tunggu ff ini :’)

  10. akhirnyaa keluarrrrr yeayyy
    akhirnya jin pun sembuh setelah ditinggal selama tiga taun:(:)
    itu surat dari seoul apa isinya bisa sampe hyosi pingsan?
    terus itu eonninya kenapa, jin kenapa? gak terjadi halhal yang membuat disini sakitkan?>,< (nunjuk hati)haha.-.v
    itu surat dari seoul apa isinya bisa sampe hyosi pingsan?
    nextt thorrrrr, jangan lamalama…………….. semangka'-')/9

  11. wah lama juga ya si hyosi ninggalin jin selama 3th sampe jin udah berubah jadi sukses, duh jadi gak sabar nunggu pertemuan mereka ^^

  12. Ahh ff keluar jga lama amat aku nunggu thor hufftt😀
    Thor nextnya jan lama2 lo kalo lama aku doain di yadongin abang jin loh :v xD hehehhehe…
    Fighting thor!!! Ffmu selalu aku tunggu😀

  13. thoorrr akhirnya pt5 di post jugaaa lama banget aku nunggunyaa huueee :”( janji thor jan lama2 ngepost chap lanjutannya arra? yakso🙂

  14. Akhirnya ff yang aku tunggu-tunggu dateng juga.. astaga kenapa hyosi sama jin harus berpisah gitu? Kasian jin oppa nya😦 astaga thor, tau-tau udah 3 tahun aja .-. Cepet amat kkk~ tapi itu jin berhasil berubah jadi lebih normalkan? Kyaaa~ gak sabar nunggu kelanjutannya… penasaran sama pertemuan hyosi-jin🙂 tapi tunggu.. kenapa hyosi pingsan pas nerima amplop surat dari seoul? Jangan bilang itu amplop undangan /pernikahan atau pertunangan/ salah satu eonni hyosi sama Jin? Andwae~ semoga tebakan aku salah.. next part ditunggu jangan lama-lama ♡

  15. min,,, udah lama nunggu ff ini tauu, kemana ajee siii?
    pokoknya next harus cepet, gk ada lama lama lagi ya miin, kangen banget nii sm sifat polosnya Jin.
    semangat buat nulis kelanjutan ff ini…
    gomawo, minn…

  16. Aaahhhh author pandakimmmm maaf baru komen. Ini ff lama bgt dah postingnya ampe lumutan aku u.u tapi knp part ini kurang panjang ya???pokonya tiap baca ff ini kebawa suasana mulu……netes deh huaaaa jinnie my bias ultimate ku udah sukses & ganteng pasti. Penasaran bgt sm lanjutannya:((((ditunggu chap slanjutnya jgn lama2 thor plisss.. Oiya td aku nemu typo hehe :3

  17. sumpah ffnya keren abissssas,thor lanjut part 6 ya jangan lama lama thor ngepostnya,soalnya udah pensaran abis sumpah dah

  18. Thor knp lma bgt sih next part’y . Cpt’n donk thor coz pnsrn bgt npa hyosi bsa pingsan bca app sih? Dtunggu scpt’y y thor .

  19. thoorr tau gak kamu kama banget post nih ff kmna ja,,tau gak aku kira nih ff udh g da harapan udh g bakalan dpost lagi dan jujur aku udah ngelupain nih ff thor,,,,,lamannya tuh lo amp kebangetannn,,,hhuufff untuk next par nya lisss jan lama2 lagi y thor…plis….jin oppa udah sembuh,,,,loveoppa

  20. aku pikir cerita ini gak bakalan di publis lagi
    aku nunggu chap. slanjutnya ya thor
    smangat buat authornyanya, ceritanya DEABAKK!! Banget^^

  21. Lanjutannya LAMA BANGETTT -_-|| ..udh gasabar nungguinnya nihh..knp hyosi pingsan?*masihgkngerti … cepetan yaa…pngen tau lanjutannya…jgn lama² dong thor -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s