FF/ CAN’T DENY THAT I LOVE YOU/ BTS-BANGTAN/pt. 1


Title; can’t deny that I love you //part. 1

Author; heolheol
Main cast;
– Kim Taehyung
– Kim Yeonjin (OC)

Other cast;
– Park Jimin
– Kim Seokjin
– BTS. (dan temukan sendiri saja yiy)

Genre;
School-life, romance

Rating; PG-15

 
Length; chapter
Disclaimer;
Cerita ini dibuat karena terinspirasi oleh drama special puberty medley. But overall cerita ini tidak dibuat sama oleh saya. Jadi mohon pengertiannya. Terima kasih bbuing bbuing♡
Summary

Dari awal aku tidak menyukainya. Tapi kenapa hatiku sakit seperti ini? Bodoh. Kenapa aku merencanakan hal konyol saat itu? Dan kini aku menyesal….. karena aku tidak bisa melepasnya.

WARNING: mianhae karena ini ff pertama yang author publish jadi bersemangat banget nulisnya dan akhirnya part ini agak panjang jadi mohon sabar membacanya. Dan karena author grogi buatnya, ff ini jadi….belum sesempurna ff lain mungkin(?) Dan, untuk typo I’m not sure sih kalau typo disini banyak atau enggak. H3H3H3. Salam gaul bagi readers yang meninggalkan jejak. Lope♡
 
 
PhotoGrid_1408508574590
***

(Winter, 2018)

Seorang namja berjalan menyusuri jalan setapak di dekat sungai han. Sesekali nafas beratnya terdengar kala ia menatap langit gelap tanpa adanya bintang. Kemudian ia menghentikan langkahnya dan bersandar pada sandaran yang menghadap langsung keadaan sungai yang tenang.

“bintangnya… tidak ada… ya?”

Mata namja itu kini terpejam untuk membayangkan keadaan langit bertahun-tahun lalu. Waktu yang tidak terlalu lama, tapi tak bisa dikatakan sebentar. Keadaan bintang yang menghiasi malam itu. Bintang-bintang yang selalu ia rindukan. Tidak, lebih tepatnya keadaan saat itulah yang ia rindukan. Ingatannya pun kini terpaku pada gadis yang ada di masa lalunya…

“apa kabarmu sekarang…” luluh pria itu.

***

(Spring, 2010)

“Nah, pelajaran selesai.” jang ssaem menandai akhir kelasnya. Ketika akan keluar kelas, seonsaengnim baik itu memanggil kedua muridnya.

“ah benar. Kim taehyung dan kim yeonjin… ada?”

Keduanya sama-sama menyahut ke arah wali kelasnya tersebut. Dalam hati mereka menebak apa yang akan selanjutnya dikatakan oleh jang ssaem. Paling jang ssaem akan menyuruh keduanya agar pergi ke ruang guru mengambil sesuatu untuk dibagikan di kelas atau sekedar melapor tentang perkembangan kelas. Yah, mau tak mau itulah tugas yang dipegang oleh keduanya karena mereka adalah ketua dan wakil ketua kelas.

“nah, kim taehyung dan kim yeonjin, sebelum istirahat kalian ambil buku tugas yang berada di perpus dan bagikan pada teman-teman kalian. Tanya saja petugas perpus buku mana yang harus kalian bagikan. Mengerti?” perintah jang ssaem panjang lebar di depan kelas.

 
“n..ne” jawab keduanya kompak.

“geure, ketua kelas, insa.”

“perhatian…” gadis bernama yeonjin yang tak lain adalah ketua kelas bersuara memimpin salam pada guru mereka dan dibalas senyuman ramah  jang ssaem.

***

“ya, kim taehyung.” panggil yeonjin dengan nada datarnya.

“mwo?”

“ayo ke perpus. Kenapa kau malah membaca manhwa?”

“ck, sikkeurowo. Kau pikir kau siapa? Ibuku? Kenapa tidak kau ambil sendiri? Kau kan ketua kelasnya bukan aku. Dasar tukang atur.”  batin taehyung dan langsung ia urungkan niatnya untuk berbicara seperti itu.

“hm. Ne.” jawab taehyung kemudian dan meletakan manhwa yang tadi ia baca di atas meja.

“kajja.” ajak yeonjin dan dibalas oleh deheman taehyung.

“wah wah… ketua dan wakilnya sangat akrab bukan?” goda seseorang yang tak lain adalah park jimin, sahabat taehyung.
 
“ck, hentikan itu jimin.” keluh taehyung.

“eyyy namjanya marah. Uuuh bahkan yeonjin tidak keberatan, kenapa kau marah-marah taehyungie?”

“jimin-ah, hentikan itu. Taehyung, ayo cepat bantu aku mengambil buku.”

“whoaaa… heoksi, uri kim yeonjin memang ketua kelas yang baik.”

“jimin kau sebaiknya berhenti atau aku akan membuang komikmu yang ada di rumahku.” ancam taehyung.

“yak! Aish baiklah aku kalah. Oh ya taehyung-ah, komik kesukaanmu sudah ada volume terbarunya. Mau beli hari ini?”
 
“ck, ani. Aku tidak ada uang. Hei ketua kelas, ayo.” taehyung pun berjalan terlebih dahulu keluar kelas diikuti oleh yeonjin yang mengekor di belakangnya.

***

<Taehyung POV>
“jalanmu lambat sekali. Ayo cepat kita bagikan bukunya!” keluh yeonjin dan kemudian dengan setengah berlari ia berjalan mendahuluiku.

Apa-apaan gadis itu? Sesuka hatinya mengatur dan seakan tidak ada masalah berjalan di depanku tanpa meminta maaf. Dari awal juga kenapa aku dipasangkan dengannya? Apa-apa selalu dikerjakan berdua dengannya. Sial, dan juga kenapa aku sekelas dengan para pengkhianat yang selalu menempelkan aku dengan yeoja itu?

“ya taehyung..” panggilan yeonjin meleburkan lamunanku.

“e..eo?”

“aku sudah memanggilmu beberapa kali. Kau kenapa?”

“ne? Ah ani..”

“…geurom… hm, kau yakin bisa membawa semua buku itu sendiri?”

“huh?”

Aku melihat tanganku sendiri tengah mengangkat banyak sekali buku. Sejak kapan…. tunggu, apa tadi aku menawarkan untuk membawa ini semua sendiri? Aish taehyung kau bodoh. Harusnya yeoja itu sendiri saja yang bawa.

“gwenchana?” tanyanya lagi.

“menurutmu aku superhero? Buku seberat ini aku bawa sendiri?!” batinku.

 
“gwenchana. Kajja, bagikan di kelas sebelum ohm ssaem datang.”

“…geure.” jawabnya dengan seulas senyuman. Menurutmu senyuman itu manis? Jangan kira begitu yeoja tukang atur!

“yeonjin-ah~”

Dari kejauhan aku mendengar seseorang memanggil yeonjin. Saat aku menengok ke belakang ternyata benar ada orang yang memanggil dirinya. Ya siapa peduli lagi pula.

“yoongi sunbae.. waeyo?” tanya yeonjin dengan ekspresi gelisah.

“ani, hanya ingin mengajakmu untuk berkencan besok malam. Eottae?”

“ah sunbae joisonghabnida aku sibuk sekarang dan aku tak mengerti arti candaanmu itu.”

“cih, apa karena ada bocah itu kau jadi pura-pura tidak mengerti?”

Bocah? Siapa? Aku? Tunggu, apa-apaan?!

“aku akan kembali ke kelas kalau begitu.” kataku cuek.

“taehyung-ah,” yeonjin menarik lengan bajuku. “mian, ayo pergi bersama.” lanjutnya.

“…. Geure.”

***

<AUTHOR POV>
“…. Geure.” balas taehyung acuh.

“ya, kim yeonjin! Berani sekali kau- aish, kenapa kau pergi begitu saja?” sentak yoongi.

“aku sibuk saat ini sunbae. Aku tidak mungkin membiarkan taehyung kerepotan sendiri.”

“yah! Dia namja dan bisa melakukan itu sendiri kan? Biarkan saja dia.” yoongi dengan paksa menarik lengan yeonjin. Yeoja itu sedikit meringis merasakan sakit pada lengannya. Taehyung langsung menjatuhkan buku-buku yang ia bawa dan menarik kerah yoongi.

“yah… ige mwoya? Kau berani dengan sunbaemu sendiri, huh?” yoongi turut menarik kerah baju taehyung.

“kau ini namja tapi berbuat kasar pada yeoja. Apa itu membuat dirimu merasa hebat?”

“cih, kau siapanya? Namching? Kau bukan siapa-siapa kenapa berani padaku hah?!”

“joisonghaeyo, kau juga bukan siapa-siapa sunbae.”

“cih, bocah ingusan!”

Tangan kanan yoongi sudah mengepal sempurna dan siap untuk memukul taehyung. Tapi yeonjin menariknya dan segera melepaskan taehyung dari genggaman yoongi.

“huh? Mwo?”

“sunbae, kau kelewatan. Tolong tinggalkan kami sendiri.” pinta yeonjin.

“dari awal kalau kau tidak menolak aku tidak akan mungkin melakukan ini.”

“kalau begitu jika aku menerima apa kau akan berhenti menggangguku? Tidak kan? Makanya lebih baik kau berhenti sunbae. Aku tidak bermaksud kurang ajar tapi kau sendiri yang selalu menggangguku.”

“sebentar, mengganggu? Aku mengganggumu? Yak! Kau ini yeoja yang percaya diri sekali huh? Aku hanya mencoba ramah padamu.”

“kalau begitu tinggalkan aku. Aku meminta keramahanmu untuk melakukan itu.”

“ck, ini semua gara-gara bocah itu? Kau menolakku karena dia?”

“sunbae! ……. Ini tidak ada hubungannya dengan taehyung. Dia teman sekelasku dan bukannya dari awal sudah sering aku menolakmu? Jadi jangan sangkut pautkan orang lain. Kumohon..”

“tapi kau-” perkataan yoongi terputus oleh ucapan taehyung.

“ya sunbae. Kau ini sunbae tapi kenapa kekanakan sekali? Kau sudah ditolak dan masih saja memaksa. Aku kasihan padamu.”

“kau!!!”

Dengan penuh emosi yoongi memukul wajah taehyung. Yeonjin yang melihatnya langsung mendorong yoongi untuk menjauh dari keduanya.

“sunbae! Cepat pergi atau aku akan laporkan ini pada guru. Cepat pergi!”

“cih, terserah!!”

Yoongi melangkah menjauh dari tempat itu. Ketika sudah benar-benar hilang, yeonjin mendekati taehyung.

“gwenchana?”

“eo.” jawab taehyung singkat.

“gomawo..”

“ck, gwenchana. ayo kita segera bereskan buku ini.”

“ah ne..”

***

“yo~ bro!” teriak seseorang mendekati meja taehyung.

“mwo?” balas namja itu malas.

“eyy kau ini kenapa? Harusnya kau senang sudah bisa berduaan tadi dengan ketua kelas.”

“kau berisik jimin.” cibir taehyung kemudian namja itu kembali tidur diatas mejanya.

“cih. Kau mau tidur di kelas? Ayo pulang bersama.”

“sssst”

“kau ini kenapa -_-”

“diluar masih banyak orang. Aku pulang kalau sudah sepi.”
 
“kenapa begitu?”

“biasanya yeoja itu pasti duduk di taman depan. Kalau aku pulang sekarang, nanti aku bisa bertemu dengannya.” batin taehyung.

“ck, sudahlah kau diam saja.”

“heol. Kalau begitu aku pulang duluan. Annyeong.”

“yo. Hati-hati.”

“….. sebentar, taehyung-ah. Kau tadi di pukul yoongi sunbae?”

“wae?” tanya taehyung malas.

“daebak. Kenapa kau cari masalah dengan senior sebawel dia? Dan.. apakah sakit?”

“ck. Aku bukan orang sakti yang ketika di pukul tidak merasa sakit. Dan tidak mungkin aku jawab ini hanya karena yeonjin yang di goda oleh sunbae sialan itu.” pikir taehyung.

“kebetulan. Ada masalah. Wae? Apa dia begitu menakutkan?”

“a-ani…. Yah. Semoga kau tidak sering dipukuli yoongi. Baiklah, annyeong!”

“hm? Yo.”

***

“sial, aku benar-benar ketiduran…” gerutu taehyung saat menyusuri jalan setapak yang cukup sepi. Ia malah pulang malam hari karena ketiduran di kelas. Untung saja petugas keamanan membangunkannya atau kalau tidak ia akan tidur di kelas seharian.

tolong! Tolong!!!! Ah… jangan!!!! Tolooong!!!!

Teriakan yeoja mengalihkan pandangan taehyung. Ia menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang yeoja tengah di ganggu oleh seseorang. Dari gelagatnya bisa ditebak kalau namja yang mengganggu itu tengah mabuk.

“yak!”

Taehyung tanpa basa-basi langsung berlari mendekati mereka dan menendang pria kasar itu. Kemudian ia menarik yeoja yang tadi berteriak menjauhi tempat kejadian.

“haishh.. gwenchana?” tanya taehyung ketika mereka sudah menjauh dari tempat tadi.

“…..eo.” jawab yeoja itu singkat.

Taehyung mengangkat satu alisnya. Suara itu tidak asing menurutnya. Dan benar saja, ketika ia menoleh ternyata yang ia tolong adalah kim yeonjin. Ketua kelas yang sangat tidak ia sukai.

“ya tuhan apa aku masuk dalam daftar pria yang tidak beruntung? Kenapa aku malah bertemu dan menyelamatkan si yeonjin ini….” sedih taehyung dalam hati.

“…. hm? … kau menangis?” taehyung mendekatkan wajahnya pada yeonjin untuk meyakinkan dirinya sendiri.

“…..gwenchana…” jawab yeonjin datar.

“…… aish, kau benar-benar! Lagian apa yang kau lakukan malam hari begini? Mana lagi kenapa melewati tempat sepi sendirian?”

“…..aku baru saja pulang dari toko buku..”

Taehyung mulai memperhatikan yeonjin. Tangan kiri gadis itu membawa plastik kecil. Insting kuat taehyung terhadap manhwa dan sejenisnya mengatakan kalau isi bawaan itu adalah komik. Ia yakin 100%.

“komik?”

“…ne….”

“malam-malam beli komik? Haish, kau ini yeoja nekat.”

“aku tidak punya waktu untuk membelinya.”

“huh. Baiklah, tak ada gunanya juga aku menahanmu diam disini. Aku duluan.”

Namja itu meninggalkan yeonjin seorang diri. Tapi yeonjin tidak berkutik dari tepatnya. Ia masih diam dan memperhatikan tubuh taehyung menjauh dari hadapannya.

“apa aku jahat meninggalkan dirinya sendiri? Ah tidak. Ia sudah besar harusnya ia bisa pulang sendiri. Tapi ia baru saja diganggu, pasti merasa ketakutan kan? Ah mana mungkin begitu. Tunggu, dia tadi menangis… bukan taehyung dia hanya kelilipan. Ya, benar.”  batin taehyung tak henti berkelahi sampai akhirnya ia memutuskan untuk kembali.

“kau serius tidak apa-apa?” tanya taehyung tanpa ada balasan dari yeonjin.

“ya, ketua kelas! Kau tidak apa-apa?”

“aku… akan pulang.” ujar yeonjin datar.

Yeoja itu melangkah dengan gemetar. Meski dalam kegelapan malam, taehyung masih bisa melihat dengan jelas kalau ia sedang gemetar saat ini.

“biar kuantar.” tawar taehyung.

“gwenchana.”

“aku tak mengenalmu dengan baik tapi aku tahu kalau kau sedang berbohong.”

“….mian.”

“huh. Tidak apa, jadi berhentilah menangis, ketua kelas.”

“aku tidak menangis.” ucap yeonjin dengan nada datar, khas miliknya.

“kau keras kepala ketua kelas.” taehyung sedikit menaikan nada bicaranya. Sedangkan yeonjin hanya bisa diam. Taehyung menganggap gadis di depannya ini terlalu sulit untuk diajak bicara.

“baiklah terserah kau. Ayo biar kuantar kau pulang. Tunjukan jalannya.” ucap taehyung lagi dan di jawab anggukan oleh yeonjin.

***

“gomawo..” ujar yeonjin saat mereka sampai di depan pagar rumahnya.

“gwenchana. Cha, masuklah ke dalam rumah. Hari semakin malam.”

“…. Taehyung..”

“wae?”

“ini,” kedua tangan yeoja itu menyodorkan plastik yang sedari tadi ia bawa.

Taehyung terlihat bingung dengan tindakan yang dilakukan yeonjin tiba-tiba.

“tadinya aku mau memberikan ini padamu besok sebagai tanda terima kasihku karena kau sudah membantuku selama ini dan juga karena kau sudah membelaku saat diganggu oleh yoongi sunbae. Jadi aku berencana membelikanmu komik volume terbaru kesukaanmu. Tapi.. sayangnya aku tidak punya waktu karena harus belajar dan aku baru bisa keluar malam hari. Jadi… ini, terimalah.”

Perkataan panjang lebar yeonjin membuat hati taehyung sedikit terharu. Ternyata yeoja itu masih tahu rasa berterima kasih, tidak seperti yang ia pikirkan.

“ah- go-gomawo.” taehyung sedikit tersenyum karena malu telah berpikir yeonjin hanyalah gadis yang tidak tahu terima kasih sebelumnya.

“yeonjin?” seseorang dari dalam rumah memanggil yeoja itu.

“ah, oppa..”

“ya! Apa yang kau lakukan malam hari seperti ini?”

“mianhaeyo, aku pergi ke toko buku sebentar dan tadi… ah lupakan! Cha, ayo masuk ke dalam oppa.”

“kau siapa?” tanya namja yang merupakan oppa dari yeonjin tersebut.

“ah, annyeonghaseyo taehyung ibnida.”

“kau kekasihnya? Kenapa kalian berdua keluar malam-malam begini? Dan kenapa kau sendiri masih memakai seragam?”

“a-aniyo, aku teman sekelasnya. Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan yeonjin dan karena kupikir bahaya jika ia pergi sendiri makanya aku antar.”

“…. Oh.. terima kasih taehyung-ah.” senyum pria itu.

“hm… taehyung, ini oppaku. Kim seokjin. Dia baru saja lulus kemarin dan sekolahnya sama dengan kita.”

“ah, bangapseubnida hyungnim.”

“ne, bangapta taehyung. Panggil hyung saja. Hm.. mau mampir ke dalam dulu?”

“aniyo. Aku akan pulang. Annyeong ketua kelas. Permisi hyung,”

“ne. Hati-hati dijalan taehyung-ah.”

Taehyung menjauh dari rumah yeonjin. Pria itu harus buru-buru pulang agar bisa membaca komik terbaru yang ia punya. Syukurlah yeonjin membelikannya komik baru.

Sedangkan yeonjin, ketika gadis itu akan memasuki rumah sang kakak menahannya di ambang pintu.

“kau tidak punya perasaan padanya?” tanya namja bernama seokjin itu.

“… dia hanya wakilku. Minggir, aku ngantuk. Mau tidur.” ucap yeonjin datar.

“hm? Geure.”

***

“yah yah! Ppali ganti baju kalian. Song ssaem sudah menunggu di ruang olahraga.” perintah taehyung kepada para namja yang sedang ganti baju.

“ne~ng taehyungie~” sahut jimin dengan nada aegyonya dan diikuti dengan sorakan dari teman sekelasnya yang lain.

“aish kalau kalian telat aku akan dimarahi oleh ketua kelas.”

“memang apa hubungannya denganmu?” tanya jimin menghampiri taehyung.

“huh. Si ketua kelas pasti akan diomeli song ssaem dan akan melimpahkannya padaku.”

“hm… jinjja? Aku tidak pernah melihat kalian berdua bertengkar sebelumnya.”

“aku selama ini menahan emosiku jadi tak mungkin kalian melihat kami bertengkar.”

“tapi taehyung-ah! Selama ini aku kira ketua kelas itu gadis yang ramah. Ya mungkin dia terlihat kejam tapi bukannya selama ini dia hanya bungkam dan berkomentar datar? Memang ia pernah marah padamu?” tanya seseorang bernama ricky.

“….ani.”

“eyyyy.” seisi kelas penuh dengan nada meledek.

“lalu kenapa kau sebegitu membencinya?” tanya jimin lagi.

“geunyang.. aku tidak membencinya. Hanya tidak suka dengan gayanya. Memang siapa dia selalu bertingkah datar begitu.”

“hooo…. Jadi kau tidak setuju kalau dia bertingkah datar? Yah! Sebenarnya kami semua juga tidak suka dengan gayanya yang sok misterius begitu. Kami kira kau suka dengannya ternyata kau sama seperti kami.” jelas jimin panjang lebar.

“heol. Tentu tidak. Aku kesal dengan gayanya yang begitu datar. Yeoja itu seharusnya tampil manis paling tidak meski sekalipun tomboy tapi bisa diajak bicara.”

“yah yah! Aku suka cara pikirmu taehyung!”

“HEY, SEMUA YEOJA SUDAH MENUNGGU DI BAWAH. KENAPA KALIAN MASIH SAJA RIBUT DI KELAS? CEPAT TURUN!”
 
Yeonjin berteriak di ambang pintu. Untung semuanya sudah selesai ganti baju, kalau tidak…

“ne.” jawab semuanya serempak dan kemudian turun mengikuti yeonjin.

***

“berpasangan! Cepat cepat cepat!”

Song ssaem menyuruh semua muridnya berpasangan. Lagi-lagi, semua sudah memiliki pasangan yang biasa dan itu berarti taehyung kembali berpasangan dengan yeonjin.

“cih, ya jimin! Katamu kau suka dengan cara pikirku. Kenapa kau malah menghianatiku?”

“mian. Aku sudah biasa berpasangan dengan mirim. Hehe.”

“jimin-ah!!! Ayooo!” teriak mirim memanggil jimin.

“huh..” taehyung sedikit emosi melihat sahabatnya menjauh dari hadapannya.

“semua dengar!! Kita mulai dengan warming up dan stretching dulu. Yang kanan mulai duluan dan yang kiri menghitung. Kalian sudah hafal urutannya kan?” perintah song ssaem.

“ne.” balas para muridnya.

“baik. Mulai!”

Taehyung dan yeonjin sama-sama terdiam saat melakukannya. Keduanya merasa bosan karena sudah sering melakukannya bersama. Tapi meski begitu mereka masih sama-sama canggung satu sama lain. Sesekali suara batuk yang dibuat-buat terdengar diantara mereka berdua. Ya setidaknya suara itu sedikit menghilangkan rasa canggung diantara keduanya.

“sekarang, yang kanan duduk dan buka kaki kalian selebar mungkin. Yang kiri, kalian tekan punggung teman kalian.”

“ne!”
 
Taehyung menekan punggung milik yeonjin perlahan-lahan. Sebenarnya taehyung selalu merasa malu saat melakukan ini karena ia bisa merasakan bra milik yeonjin tersentuh olehnya. Otak namjanya terkadang berpikir bagaimana jika tali yang yeonjin pakai terlepas. Itu pasti akan menjadi hal yang memalukan. Bukan hanya yeonjin, tapi juga baginya.

“a-aah!” yeonjin setengah berteriak membuat taehyung benar-benar berpikir kalau karenanya tali bra milik yeonjin terlepas.

“w-wae?”

“yah pabo! Kau menekan punggungku terlalu keras. Sakit!!” ringis yeonjin.

“ah….. Y-ya mian.”

Taehyung membenarkan posisi tangannya dan yeonjin akhirnya bisa bernapas lega.

“nah sekarang gantian!” song ssaem kembali memberikan aba-aba diikuti dengan death glare dari yeonjin.

***

Taehyung memainkan bola basket di tangannya dengan lemas. Punggungnya terasa sakit akibat yeonjin yang membalaskan dendamnya saat stretching tadi.

“oper ke sini taehyung-ah!” teriak yeonjin yang berada beberapa meter di depannya.

“kau masih marah padaku? Mian.” yeonjin sedikit tertawa melihat ekspresi taehyung yang benar-benar terlihat lucu baginya.

“dari awal aku tahu kau itu iblis. Kau bisa tertawa saat aku kesakitan begini? Sangat kejam sekali kau kim yeonjin! Cih.” taehyung menunjukan wajah tak bersahabatnya pada yeonjin.

“nah. Kita akan bermain basket. Cobalah dengan pasangan kalian 10 kali chest pass. Kalian tau bagaimana melakukannya kan??” teriak song ssaem menggemakan ruang olahraga.

“NE!!” balas muridnya dengan teriakan setengah malas.

Taehyung mengoper bola basket pada yeonjin dengan sempurna. Begitu pun yeonjin. Saat lemparan ke 7, bola basket milik seseorang menyentuh kaki taehyung.

“yo! Taehyung-ah oper kemari!!” teriak seseorang yang ternyata jimin.

Taehyung mengoper bola itu dengan sempurna. Tapi tanpa di duga ada bola basket lain mendarat di wajah taehyung.

“AAAAH” taehyung menjerit keras mengejutkan seisi ruang olahraga.

“AH MIAN TAEHYUNG-AH AKU TIDAK SENGAJA.” yeonjin terlihat cemas melihat taehyung kesakitan.

“YAH! AISH.” taehyung meringis merasakan denyutan di dahinya.

“aigoo… ya yeonjin! Kau antar bocah ini ke uks. Yang lain teruskan olahraganya.”

“n-ne seonsaengnim.” yeonjin menolong taehyung berjalan menuju uks.

Murid lain ada yang tertawa dan merasa kasihan pada taehyung. Satu-satunya murid yang tertawa paling kencang adalah jimin. Ia terlihat sangat puas dan senang melihat sahabatnya terluka.

“PARK JIMIN LARI 2 KALI LAPANGAN.” teriak song ssaem yang kesal mendengar gemaan tawa jimin.

Dan kini yang lain turut merasa iba pada jimin.

***

“eyy kau ini namja kenapa bisa kesakitan seperti ini?” cibir guru uks melihat wajah murung taehyung.
 
“apa bedanya namja yeoja kalau kau masih bisa merasakan sakit?”

“ya baiklah terserah kau saja. Bagaimana? Sudah agak mendingan?”

“ne. Terima kasih ssaem.”

“gwenchana. Cha, yeonjin-ah kau jaga taehyung ne? Aku mau rapat dengan guru kesehatan lain.”

“ne ssaem.”

“apa tidak mengapa jika kami istirahat disini? Jam pelajaran masih berlangsung.”

“yah… kalau kau mau silahkan kembali. Tapi kalau kau merasa sakit ya silahkan tidur.”

“kau meninggalkan aku dengan seorang yeoja?”

“…. Ah, benar juga. Kau sudah dewasa begitu pun yeonjin… oke, yeonjin-ah kau kembali ke ruang olahraga. Biarkan bocah itu tidur disini.”

“n-ne ssaem. Permisi.”

Yeonjin meninggalkan uks menuju ruang olahraga. Taehyung pun kembali sendirian dan akhirnya namja itu tertidur.

***

<TAEHYUNG POV>
“…. sudah istirahat?”

Aku membuka mata ketika mendengar bel istirahat berbunyi. Itu berarti aku hanya tidur sekitar 1 jam kurang.

Aku melihat ke sekitar. Bau uks yang khas begitu semerbak di indra penciumanku. Oke, itu berarti aku masih bisa mencium dengan baik. Denyut yang aku rasakan sebelumnya juga tidak lagi terasa.

“sial. Gadis itu…” aku meraba dahiku yang tadi terkena pantulan keras bola basket.

“apa ia sengaja melakukannya? Whoa… jinjja. Gadis itu… bagaimana bisa ia melakukan itu padaku? Apa ia benar-benar sengaja? Cih. Aku merasa seperti dimainkan. Dia bertingkah baik padaku kemarin. Kenapa malah jadi begitu menyebalkan sekarang? Aku harus memberinya pelajaran. Masa bodoh ia yeoja atau namja. Atau yeonam sekalian aku tak peduli.”

Aku menggerutu memikirkan yeoja itu. Semakin lama memikirkannya, semakin tidak suka aku padanya. Seperti ingin menjatuhkannya ke dalam jurang dan menggali kuburan untuknya.… yah tidak harus begitu sadis juga sih.

“aku harus mencarinya.”

<AUTHOR POV>

Taehyung buru-buru menuju kelas. Yang ada di kepalanya saat ini adalah bagaimana ia menemui kim yeonjin. Ia membuka pintu kelas dengan kasar. Keadaan kelas yang mulai ramai karena istirahat akan segera berakhir jadi terfokus pada sosok taehyung yang berdiri di depan pintu. Seketika semua menjadi hening….

“KIM YEONJIN!”

Teriakan taehyung mengagetkan yeonjin yang tengah menulis catatan pelajaran. Yeonjin mendongak untuk melihat wajah taehyung yang kini berdiri di samping mejanya.

“w-wae?” tanya yeonjin bingung.
 
Tangan taehyung menarik lengan yeonjin seakan meminta gadis itu untuk berdiri. Ketika gadis itu sudah sejajar dengannya taehyung pun mengangkat tangan kanannya. Seluruh murid tercengang karena mereka pikir taehyung akan menampar sang ketua kelas.

“kim yeonjin!!” teriak taehyung kembali.

 
Tangan milik taehyung mendarat di pundak yeonjin. Yeonjin sedari tadi menanggapi perbuatan taehyung dengan datar dan tenang. Berbeda dengan murid lain yang melihatnya merasa lega taehyung tidak jadi menampar yeonjin.

“kim yeonjin.” taehyung menarik nafasnya dalam.

 
“kau… JADILAH PACARKU!”
 
 
Seketika seluruh ruangan terasa hening.

TBC
 
 
 
 
 
 
A/N:
A-yo a-yo wasap!!! author baru datang ~_~
Semoga pada suka ff yang masih banyak kekurangannya ini….. dan semoga banyak yang mau kepo buat mencari tahu perkembangan selanjutnya. Yihiy♥ buat kalian yang mau kasih saran dan kritik…. komen makanya :p  kan siapa tau aku bisa buat ff ini seperti yang kalian inginkan?? Ya kalau akunya sepikiran dengan kalian. Dan….untuk karakter yeonjin aku memang buat dia sedikit tertutup. Mungkin di akhir-akhir akan author buat kalian tahu gimana pikiran dia sebenernya. Serta alur yang sengaja author buat mungkin terkesan “kok…jauh banget tahunnya” iya soalnya author terlalu teliti sama umur taehyung dan ingin membuat karakternya dewasa di umur yang pas sama realnya. Mian kalau itu cukup mengganggu.
 
Yaudahlah sekian dari author. Semoga kalian mau menunggu dan mensupport author untuk menciptakan ff lebih baik. Nyihihihihi. Kamsahabnida~ng♥

 

About fanfictionside

just me

6 thoughts on “FF/ CAN’T DENY THAT I LOVE YOU/ BTS-BANGTAN/pt. 1

  1. KOK NGAKAK -_- taehyung nembak cuma main2 doang ye /sotau. Aduh ini lucu feel nya ada lagi sukasuka!
    next nya jan lama2 thor wkwk

  2. asdfghjkl itu taehyung nembak beneran yeth ato cm main” …… huuuummmmm mnurut ku dia cm main” doank, trus lama kelamaan bakal jdi serius hahahah tpi gak tw lahhh hahahah😀

    next thor jan lama”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s