FF/ LOVE OR DREAMS?/ BTS-BANGTAN/ pt. 2


Author       : Rianti Min Story

Tittle          : Love Or Dreams? Pt.2

Cast            :
+ Kim Nana
+ Jeon Jungkook

Support Cast:
+ Park Haeri
+ All BTS Members
+ Other Cast

Genre        : Romance, Sad, dll.

Rating        : R, BO, D, SU, A (au ah)

Chapter      : 2 of 5 (maybe???)

Greeting     :
Annyeong!!! ^_^
To the point aja lah ^_^
Happy Reading!!!!!!

IMG_20140808_090256

———–

+++++++

———–

Apa seorang bintang tidak diizinkan untuk jatuh cinta?

Apa impian lebih berharga dari cinta?

-Jeon Jungkook

***

Menyayangimu apa harus sesakit ini?

Aku fikir aku kuat, ternyata aku serapuh ini.

-Kim Nana

————–

+++++++++

————–

AUTHOR POV

Para member Bangtan Boys sekarang sedang beristirahat didorm setelah melakukan tour 7 kotanya selama 2 minggu. Lelah? Itu sudah pasti. Cape? Apalagi.

Tapi kesemuanya itu sudah terbayar lunas dengan berjuta-juta army yang selalu mendukung mereka. Rasa lelah dan cape seketika langsung hilang saat armydeul bersorak bahagia disetiap akhir konser yang mereka jalani.

Selama satu hari ini mungkin Bangtan Boys akan mendapatkan libur dari sang manager. Satu haripun dirasa cukup, dan esok harinya mereka akan kembali melanjutkan shownya yang kali ini mereka berkesempatan untuk tampil disalah satu acara musik paling terkenal di Korea yaitu Music Bank.

Sang leader memilih untuk tidur selama satu hari ini. Merilekskan tubuhnya agar besok bisa menampilkan peporma yang maksimal.

Taehyung? Jangan tanya dia. Kelakuannya akan berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi. Saat ini dia sedang membaca komiknya sambil duduk disofa bersama member lain.

Jin? Dia sedang bereksperimen didapur. Berkutat dengan berbagai jenis rempah-rempah, sayuran, buah-buahan(?) dan daging untuk menghasilkan suatu makanan yang menurutnya layak untuk dimakan oleh para member.

Jimin? Dia sedang duduk disebelah Taehyung. Tapi dia tidak sedang ikut membaca komik yang menurutnya membosankan milik taehyung. Dia sedang melihat-lihat isi laptop si Swagnya Bangtan Boys. Min Yoongi.

Seperti biasa, dia akan selalu meng-update setiap kegiatan bangtan boys di twitter. Yang membuatnya menarik adalah komentar-komentar para army yang selalu membuatnya tertawa saat membacanya. Menarik.

Hoseok? Dia juga sedang duduk disofa. Pandangannya lurus kedepan, melihat setiap kearah sebuah tv yang sedang menayangkan serial drama Naughty Kiss.

Hoseok tidak sendiri. Disampingnya ada Jungkook yang sepertinya juga sedang ikut menonton tv bersamanya. Tapi ada yang berbeda. Mata Jungkook tidak mengarah pada tv didepannya, melainkan pada handphone yang ia pegang. #(Apa masih bisa disebut sedang menonton tv?) (-_-‘)

Sangat jarang sekali dia bisa memainkan handphonenya ini. Sehari sekali, tiga hari sekali, bahkan sampai satu minggu dia pernah tidak menyentuh handphonenya ini sama sekali.

“Kau masih menjalin hubungan dengan Nana?” tiba-tiba Yoongi mengeluarkan suaranya. Yoongi tidak menatap Jungkook tapi Jungkook dan yang lainnya berbarengan menatap kearah Yoongi.

“Ne.” jawab Jungkook singkat. Sepertinya dia tidak menyukai topik pembicaraan ini.

Hoseok yang ada disampingnya langsung merangkul dongsaengnya, membuat yang dirangkul langsung kaget sekaligus terkejut. (kaget sekaligus terkejut? Bukankah kaget=terkejut?)
#plak. Oke lupakan.

“Apa tidak apa-apa?” tanya Yoongi lagi. Kali ini dia menatap Jungkook dengan mata sipitnya yang tidak dibuat-buat.

Jungkook sedikit memanyunkan bibirnya, membuat wajahnya terkesan imut dan layak untuk disebut maknae.
“Selama tidak ada yang mengetahuinya.” katanya, kemudian kembali menatap layar handphonenya.

Jimin yang tadi fokus pada layar laptop Yoongi sekarang malah ikut menatap Jungkook.

“Tapi kami mengetahuinya…” kata Jimin sambil tersenyum dengan gaya imut yang terlihat sangat dipaksakan agar terlihat imut sama seperti Jungkook.

Jungkook yang mendengarnya langsung melirik kearah Jimin. Matanya memancarkan api-api panas yang siap membakar tubuh pendek Jimin.

“Awas kau Hyung!!!” ancamnya sambil mengangkat handphonenya dan mengarahkan pada Jimin, seakan-akan terlihat akan melemparnya tepat kearah kepala hyungnya itu.

“Ahahaha.. Aku bercanda Kookie-ya” kata Jimin sambil terus tertawa. Member lain juga ikut tertawa bersama Jimin. Lebih tepatnya menertawakan Jimin yang tidak sukses menggoda si Golden Maknae itu.

Jungkook hanya sedikit tersenyum. Matanya juga kembali terfokus pada layar handphonenya. Tangannya yang sedari tadi hanya diam memegang handphonenya, kini ia gunakan untuk mengetikkan sebuah pesan yang ditujukan untuk salah satu nomor dihandphonenya.

Diam-diam dia membenarkan ucapan Yoongi barusan. Saat ini dan seterusnya dia tidak akan mempunyai banyak waktu untuk Nana. Apa akan terus berjalan meskipun tidak bertemu dalam waktu lama? Apa bisa bertahan dengan komunikasi yang sering terputus? Entahlah. Tapi yang jelas, Jungkook memikirkan hal itu.

————-

To Nana:
Bagaimana kabarmu?

From Nana:
Baik. Kau?

To Nana:
Baik.

Aku akan menanyakan satu hal padamu.

From Nana:
Baguslah.

Apa?

To Nana:
Kau.. Tulus mencintaiku?

From Nana:
Ne. Aku mencintaimu apa adanya, ^^

To Nana:
Tapi aku tidak memiliki banyak waktu untukmu.

From Nana:
Sejak awalpun aku sudah siap dengan segala kesibukanmu setelah debut. Aku baik-baik saja. Tidak usah difikirkan.
Sudah ya ^^ aku ada kelas tambahan. Bye ^^

————

@rumahNana

Nana menyimpan handphone Samsung Galaxy Note miliknya diatas tempat tidurnya. Sebenarnya saat ini dia seharusnya sedang mengerjakan tugas bahasanya yang akan dikumpulkan besok. Tapi karena otak Nana sedang buntu, dia memilih untuk membuka salah satu aplikasi dilaptopnya itu. Mungkin sedikit cuci mata+fikiran bisa menaikan moodnya kembali untuk melanjutkan tugasnya itu.

Setelah memasukkan kata sandinya dia langsung bisa melihat satu profil yang memampang jelas namanya dan juga gambar dirinya. Nana memang menyukai ini. Apalagi kalau bukan si burung biru kecil yaitu Twitter.

Begitu melihat profilnya, ia dikejutkan oleh sesuatu yang membuatnya terkejut(?). Follower dan Mentions.

@namyeon23:
Kau @Nana_J0903K beraninya kau merebut kookieku!!!

@minjiyeojaloveyou:
@Nana_J0903K siapa kau. Seenaknya saja dekat-dekat dengan Jungkook!!!!

@sinyeo:
@Nana_J0903K jangan macam-macam kau. Kau kira kau cantik hah??!!!

@linyeo76882
@Nana_J0903K pasti kau hanya ingin memanfaatkan Jungkook agar kau bisa tenar. Dasar kurang kerjaan!!!

@liana_cimuyamuya
@Nana_J0903K dasar yeoja aneh. Kau kira kau bisa terkenal dengan membuat gosip seperti ini?? NO!!!

Nana berhenti untuk membaca semua mentions yang masuk ke akun twitternya. Dia menghela nafas berat. Tidak habis fikir dengan semua omongan yeoja-yeoja kurang kerjaan ini.

Orang-orang memakinya dan menyuruhnya untuk menjauhi Jungkook? Nana masih bingung dengan semua ini. Kenapa?

Nana melihat-lihat lagi setiap mentions yang masuk ke akunnya. Matanya langsung tertarik dengan sebuah foto yang dikirim dari beberapa yeoja untuknya. Foto dirinya bersama Jungkook.

“Siapa yang melakukan ini?” gumamnya, masih tidak percaya statusnya sebagai Yeojachingunya Jungkook Bangtan Boys bisa diketahui oleh para army.

“Kenapa malah seperti ini..” Nana lagi-lagi menghela nafasnya yang terasa semakin berat. Banyak yeoja yang membencinya sekarang.

Baru 15 menit Nana membuka akun twitternya, followersnya sudah bertambah dan hampir mencapai 8000 followers. Selain itu ada sekitar 6000 mentions untuknya yang isinya hampir sama. Marah-marah, memaki, menghina dan merendahkannya. Bahkan ada juga yang mengancamnya kalau dia tidak menjauhi Jungkook sekarang juga.

Sepertinya Nana sudah menjadi trending topik di twitter. Terlihat dari begitu banyak twit yang membicarakannya dengan menggunakan #pacarkookie.

———-

@dormBTS

Member Bangtan Boys baru saja tiba didorm setelah selesai tampil diacara Music Bank. Tidak melelahkan, namun cukup untuk membuat keringat para member mengucur.

“IGE MWOYA?”

Yoongi yang sedari tadi mengotak-atik laptop silver miliknya tiba-tiba berteriak tidak jelas.

“Ada apa hyung?” tanya Hoseok sambil menghampiri Yoongi yang diikuti oleh Jimin, Jin, Namjoon dan Taehyung yang sepertinya lebih tertarik dengan apa yang dilihat hyungnya itu ketimbang melanjutkan membaca komiknya.

“Kenapa hyung?” tanya Namjoon yang sekarang sudah ada disamping Yoongi.

“Laptopmu rusak hyung?” Taehyung yang paling terakhir menghampiri Yoongi hanya bisa melihat dari sela-sela member lain yang sekses menutupi Yoongi sejak tadi.

“Jungkook-ah, apa yang kau lakukan?” gumam Jin sambil terus melihat-lihat layar laptop milik Yoongi.

Sedangkan yang dibicarakan saat ini sedang tidak bersama mereka. Jungkook sedang berada dikamar mandi. Sudah lama memang tapi dia masih saja betah berada disana. Dia memang maknae yang sangat lama mandinya. Padahal dengan tidak mandipun Jungkook sudah sangat terlihat TAMVAN (aaaaa… Author stresss!!!!) #abaikan.

“Banyak sekali…” kata Yoongi sambil terus menggeser kursor semakin kebawah.

“Kau begitu populer Jungkook-ah.” tambah Jin. Matanya juga masih tetap fokus pada layar laptop Yoongi.

“Daebak jinjja!!” tambah Hoseok.

“Si Golden Maknae kita itu ternyata diam-diam menggemparkan…” Jimin mulai dengan asumsinya sendiri.

“This Kid!!! Tidak bisakah dia untuk tidak tebar pesona? Kau sangat mengejutkan…” Namjoon menambahkan.

Sementara ke-6 namja tampan-tampan ini masih fokus dengan isi laptop Yoongi, tanpa mereka sadari Jungkook yang baru keluar dari kamar mandi kini sudah berada disamping hyung-hyungnya itu.

“Kalian sedang apa hyung?” tanya Jungkook yang heran dengan semua hyungnya yang sekarang sedang mengerumuni Yoongi. Dia juga berusaha mencari celah untuk melihat apa yang dilakukan Yoongi, sama seperti Taehyung yang sedari tadi belum mendapat kesempatan untuk berada dibarisan paling depan.

“Jungkook-ah!” Yoongi yang kaget dengan kedatangan Jungkook langsung menoleh. Hoseok, Jimin, Jin dan Namjoon pun ikut menoleh kearah Jungkook sama seperti Yoongi.

Jungkook menatap hyungnya bingung.
“Ada apa?” tanyanya.

Yoongi kembali menatap layar laptopnya membuat semua orang tertuju kembali ke layar laptopnya.

“Lihat ini. Kau mendapat masalah Jungkook-ah.” kata Yoongi sambil terus menggeser kursor kebawah. Sepertinya belum menemukan ujungnya.

“Apa?”
Jungkook langsung menggeser posisi Hoseok sehingga dia bisa dengan jelas melihat apa yang hyungnya juga lihat.

Hanya butuh waktu sepersekian detik, Jungkook langsung membulatkan matanya tidak percaya. Fikirannya juga mendadak blank. Tubuhnya sama sekali tidak bisa ia gerakkan. Untuk berkata saja susah, dan mungkin saat ini Jungkook lupa bagaimana caranya untuk bernapas. Tiba-tiba saja dadanya serasa sesak. Sakit sekali. Tapi bukan diparu-parunya, melainkan tepat dihatinya.

“Jungkook-ah, banyak yang bertanya mengenai hubungannya dengan Nana.” kata Yoongi sambil menepuk bahu Jungkook dan mengusapnya, sedikit mengeluarkan jati dirinya sebagai ‘appa‘nya Bangtan Boys.

Jungkook terdiam. Masih melihat setiap pertanyaan yang dilontarkan para army yang ditujukan pada Bangtan Boys, lebih tepatnya pada Jungkook Bangtan Boys.

Hoseok yang sama shocknya malah mengetikan satu uname yang ia ketahui. @Nana_J0903K.

Perlahan namun cepat(?) muncul profil dari username yang barusan Hoseok cari.

Jantung Jungkook seketika berhenti dan rasanya ingin keluar dari dalam dadanya. Dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Semua mentions untuk Nana.

Kebanyakan memaki Nana dengan kata-kata kasar. Mendadak otak jeniusnya menjadi lambat bekerja. Dia masih mencerna setiap titik yang ia lihat, yang kemudian hanya tertuju pada satu orang, Nana.

‘Bagaimana keadaannya, dan juga perasaannya?’ fikirnya.

“Jungkook-ah, kau baik-baik saja?” tanya Namjoon kasihan melihat maknaenya saat ini.

Jungkook sedikit melihat kearah hyungnya itu. Berusaha mengumpulkan kembali nyawanya yang barusan sempat berhamburan keluar dari raganya.

“Tidak hyung.”

—————–

NANA POV

Tidak seperti biasanya aku berangkat pagi sekali ke sekolah. Bukan apa-apa. Hanya saja aku belum siap untuk melihat dan mendengar teman-temanku sendiri membicarakanku secara langsung.

Karena kejadian di twitter kemarin, mendadak aku menjadi banyak dikenal orang. Setiap kali bertemu denganku, kebanyakan akan melihatku lama dan akhirnya meninggalkanku sambil menggerutu sendiri.

Haeri, sahabatku yang juga baru mengetahui berita ini hanya melontarkan banyak pertanyaan padaku. Dia masih belum percaya perihal hubunganku dengan Jungkook. Tapi, setidaknya Haeri tidak seperti kebanyakan yeoja yang langsung membenci dan memakiku dengan kata-kata abstrak yang benar-benar tidak ku mengerti.

“Maafkan aku Haeri-ah, aku tidak menceritakan ini sejak awal.” kataku menyesal dan merasa tidak enak dengannya.

“Tidak apa. Asalkan sekarang kau jujur, itu sudah cukup untukku.” Haeri tersenyum kearahku, membuatku semakin merasa bersalah sekaligus sedih.

Hanya Haeri saat ini yang bisa menerimaku. Seluruh siswa disekolah selalu saja terlihat tidak bersahabat. Bahkan teman sekelasku pun tak jarang melontarkan banyak sindiran, yang jujur saja itu sangat menyakitkan.

Aku baru menyadari bagaimana sakitnya berpacaran dengan seorang idola.

————–

AUTHOR POV

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tapi sedari tadi Nana belum bisa memejamkan matanya. Padahal dia selalu tidur sekitar pukul 8 malam, semenjak Jungkook tidak mengajaknya begadang ditaman lagi.

Apartemennya memang selalu sepi, hanya dentingan jarum jam saja yang terdengar. Tempat ini memang jarang ramai. Nana tinggal sendiri. Ibunya hanya menengoknya saat siang saja selama satu bulan sekali dalam waktu 20-30 menit saja. Lebih baik dibandingkan 5 bulan kebelakang yang hanya 15-20 menit saja. Sebegitu sibuknyakah mereka sampai-sampai menengok anaknya saja hanya dalam hitungan menit?

Drrrrrttt drrrrrttt drrrrrt

Tiba-tiba handphone Nana bergetar, menandakan ada telpon masuk. Dengan malas Nana mengambil handphone miliknya yang ia letakkan dimeja dekat tempat tidurnya.

“Siapa orang yang menelpon malam-malam begini? Tidak tau waktu saja!” gerutu Nana sambil mengambil handphonenya dengan malas. Dia melihat nama yang tertera dilayar handphonenya.

Calling …
Jeon Jungkook

Sebentar dia berfikir. Tapi tak membutuhkan waktu lama ia segera menekan tombol hijau yang ada dilayar handphonenya (hp Nana itu touchscreen).

Nana meletakkan handphonenya ditelinga kirinya. Sudah tersambung, tapi Nana belum juga mengeluarkan suaranya.

“Nana-ah?”

Seseorang diseberang sana tiba-tiba memanggilnya. Nana tidak menjawab. Dia hanya diam. Untunglah kamar Nana saat ini hanya memakai penerangan dari lampu dimeja belajarnya, jadi tidak begitu terang. Dan itu bisa membuat wajah Nana saat ini tidak diketahui ekspresinya.

Mungkin jika dilihat, wajah Nana saat ini sudah merah. Matanya juga tertutup rapat. Bibirnya juga sedari tadi tidak mengatakan apapun. Namun ada yang berbeda. Tubuh kecilnya saat ini sedang bergetar. Ya, dia sedang mencoba menahan tangisnya agar tidak meledak.

Setelah cukup lama diam, Nana yang sudah bisa menguasai dirinya sendiri akhirnya membuka suara.

“Ne.” katanya singkat.

“Bagaimana kabarmu?”

“Buruk.”

Hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan lagi. Seseorang diseberang sana yang adalah Jungkook juga bingung mau mengatakan apa. Lebih tepatnya mau memulainya dari mana.

“Maafkan aku. Karena aku, kau mendapat masalah.” kata Jungkook dari sebrang nan jauh disana.

“Tidak apa. Cepat atau lambat ini pasti akan terjadi.” kata Nana pelan, takut Jungkook menyadari perubahan suaranya.

“Aku tidak tau kalau akhirnya akan seperti ini…” kata Jungkook dengan nada penuh rasa bersalah. Ini malah membuat Nana semakin sedih. Air matanya sudah tumpah ruah membanjiri pipinya. Tubuhnya juga masih bergetar.

Saat ini dia benar-benar butuh Jungkook. Saat ini dia menangis bukan karena masalah yang menimpanya dan juga Jungkook, tapi dia menangis karena dia rindu pada orang yang sekarang sedang menelponnya. Mendengar suaranya tanpa melihat wujudnya malah terasa lebih menyakitkan bagi Nana.

Tidak pernah lagi begadang sampai larut malam, tidak pernah mengantuk saat jam pelajaran, tidak ada yang menanyakan kabarnya setiap pagi siang dan sore, dan tidak ada yang menjaganya didekatnya. Itu semua karena kesibukan jungkook sebagi seorang idola.

Memang tidak ada yang perlu disalahkan, tapi Nana hanya rindu saat-saat dimana banyak kenangan yang mereka lakukan bersama. Tertawa bersama dan bermain bersama. 1 tahun cukup untuk mengetahui satu sama lain dan juga menyayangi satu sama lain.

“Kau … masih akan bertahan untukku kan?” tanya Jungkook. Ada sedikit keraguan disetiap pertanyaannya. Nana terdiam. Masih mencoba mengumpulkan kata-kata yang tepat yang bisa mewakili hatinya saat ini.

“Ne. Aku akan mencobanya. Tapi … aku tidak yakin ini akan bertahan lama.” kata Nana pelan, seperti orang yang sedang berbisik. Jungkook sendiri entah mendengarnya atau tidak. Yang jelas, saat ini banyak keraguan disetiap pemikiran mereka masing-masing.

Nana yang sudah tidak bisa menahan tangisnya akhirnya terisak cukup keras. Mungkin Jungkook juga bisa mendengarnya melalui handphonenya.

Jungkook terdiam, sepertinya sedang berfikir dan meratapi kisah asmaranya yang tidak sesuai dengan harapan.

“Mencintaimu mengapa harus sesakit ini?”
Nana yang memang sudah sangat merasa sedih hanya mengatakan apa yang ingin ia katakan.

Mungkin hanya Jungkook yang bisa menenangkan Nana untuk saat ini. Tapi jarak yang jauh membuat mereka tidak bisa saling menguatkan satu sama lain. Nana sebagai seorang wanita memang rapuh, tapi Jungkook juga akan lebih rapuh jika harus melihat wanitanya menangis karenanya.

Jungkook yang tiba-tiba merasa panas diwajahnya mencoba mencari kekuatannya sebagai lelaki. Beberapa kali dia menarik napasnya panjang, berharap masalahnya bisa terbuang seiring dengan terbuangnya karbondioksida yang keluar dari paru-parunya. Matanya juga sudah tertutup rapat. Tangan kirinya masih memegang handphone yang masih menempel di telinga kirinya. Tangan kanannya yang menganggur ia gunakan untuk memijat-mijat sekitar alisnya yang terasa berdenyut-denyut. Ini memang sulit bagi Jungkook, tapi dia harus tetap bisa menahan luapan emosinya untuk tidak tumpah. Menangis saat ini didepan Nana malah akan membuat Nana semakin sakit. Itulah sebabnya dia dengan keras menahannya.

————

*********

————

“Jungkook-ah.” sang manager kini sudah duduk disamping Jungkook. Bangtan Boys saat ini sedang mengadakan syuting mv terbarunya. Dan disinilah Jingkook, diruang makeup bersama managernya.

Member lain sudah berada diluar. Namun Jungkook masih belum selesai di makeup. Hal ini digunakan sang manager untuk bisa mengobrol dengannya.

“Ne.” jawab jungkook. Pandangannya masih mengarah pada cermin dihadapannya, menatap sosok dirinya dari pantulan cermin tersebut.

“Aku tidak tau foto itu benar kau atau bukan. Tapi yang jelas itu membuat banyak army yang kecewa kepadamu dan juga Bangtan Boys.” kata sang manager.

“Ne. Maafkan aku hyung.” jungkook hanya berkata pelan. Dia masih belum berani menatap managernya secara langsung.

“Kalau benar, fikirkanlah jalan keluar yang terbaik untukmu, army dan juga Bangtan Boys. Pastikan ini tidak akan menghancurkan reputasimu sebagai bintang.” sang manager kini sudah beranjak. Siap-siap untuk keluar dan segera memulai syutingnya. Sementara Jungkook masih diam. Dia masih melihat bayangannya di cermin. Menerawang setiap kata-kata yang keluar dari mulut sang manager.

“Kau sudah dewasa Jingkook-ah. Aku yakin kau bisa bersikap profesional dalam hal ini.” kata sang manager sebelum meninggalkan jungkook.

Tubunnya masih enggan untuk digerakkan. Otaknya juga masih berfikir apa yang seharusnya dia lakukan.

‘Mempertahankan 1 orang dan menyakiti ribuan orang tapi dia bahagia, atau menyakiti 1 orang dan membuat ribuan orang bahagia tapi dia tersiksa?’

Mungkin akan lebih baik jika dari awal dia memilih cinta daripada impian, karena impianlah yang membuat cintanya semakin menjauh.

“Mereka hanya bisa berkomentar tanpa tau apa yang aku rasakan.”

—————–

-To Be Continue-

—————–

 

About fanfictionside

just me

7 thoughts on “FF/ LOVE OR DREAMS?/ BTS-BANGTAN/ pt. 2

  1. Biginilah rasanya klo mereka bnar” punya YC pasti Para ARMY bakalan ngelakuin itu jugakan ! Gue sebagai org yg ngebiasin jungkook bisa bilang BANGET cuma bisa dukung apapun yg terjadi maupun ia lakukan. Dan satu lgi,Ni FF Daebakkkkkkk binghit ,ni ff juga ngajari gue supaya kita sadar posisi kita sebagai fans hanya bisa ngedukung bukan ngebully tu YC maupun NC nya idola kita ngajari betapa sakitnya tu YC/NC yg d bully!! Hahahahahah PIDATO gue panjang binghit ya! #tampar_gue Mian”.. Hahah Xd intinya gue suka ma ni ff lanjutkan OKE ^^ d tunggu…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s