FF/ WARM STAR (fallen angel sequel)/ BTS-Bangtan/ pt. 2


Cast : Jung Hana, Kim Taehyung, Han Yuna, BTS members

Part 2

part 2

 

(Taehyung POV)

“Hana…”, gumamku ketika baru terbangun dari tidur. Tanganku seperti biasa mencari-carinya yang tidur disebelahku.

Tidak ada, hanya ranjang kosong disebelahku. “Hana..”, panggilku lagi, kini aku membuka mataku untuk mencari sosoknya.

“Hana…Hana!!”, aku langsung terbangun ketika tidak melihatnya sama sekali disebelahku. Aku memandang sekelilingku dengan tatapan liar. Nafasku mulai menderu, aku tidak melihat Hana! Aku tidak melihatnya dimanapun!!

Aku langsung bangkit dari ranjangku, berjalan kesana kemari, mencari Hana. Darahku rasanya mendidih, kepalaku berkunang-kunang membayangkan..membayangkan kalau Hana pergi tanpa aku bisa melihatnya untuk terakhir kali. Andwee! Apa-apaan ini?!Kenapa aku bicara seperti ini?!

Tapi…apakah sekarang Hana sudah.. Hana…

“Andwee!!”, teriakku, frustasi.

Taehyung…”, sebuah suara bergetar didalam ruang serba putih itu.

Aku seketika terdiam kaku dan membelalakkan mata karena kaget, lebih tepatnya shock. Suara itu… yang datang entah darimana..

Dia sudah pergi”, katanya lagi.

Aku mengatupkan mulut dengan marah. “Apa..kau mengambilnya?”, tanyaku, menahan semua kemarahanku.

“Dia pergi atas kemauannya sendiri”, jawab suara yang bergetar hebat itu.

Aku mengerutkan kening, memandang ke atas, ke langit-langit putih yang tidak berujung itu.

“Dia… kembali ke dunia?”, tanyaku, setengah tidak percaya.

“Dia ingin kembali ke dunia dan membuka semua permasalahanmu. Dia juga ingin kau sadar…”

“Apa Hana sudah gila?!! Aku tidak pernah mau kembali ke dunia! Aku ingin hidup selamanya disini dengannya!! Apa dia tidak mengerti!!”, teriakku, marah dan frustasi.

Hana!! Kenapa kau harus kembali ke dunia itu?dunia itu..

“Kau juga tidak bisa disini selamanya, Kim Taehyung.Ada yang harus kau selesaikan terlebih dahulu”, kata suara itu.

Aku mendongak lagi, memandang langit putih itu. “Maksudmu…”

“Sudah saatnya kau kembali ke dunia lagi”, kata suaraku, lantang dan tegas.Bersamaan dengan menghilangnya suara itu, langit yang tadi seperti tidak berujung itu serasa meluncur turun kearahku.Aku mencoba menghindar, tapi tentu tidak bisa.Dan aku melihat cahaya yang begitu terang itu datang lebih cepat dari kilat dan menerkamku.

—————–

 

(Hana POV)

Pagi yang cerah untuk pulang kerumah.Aku duduk di mobil dengan santai dan tenang, menikmati kebebasan setelah tertidur selama 3 bulan dan beberapa minggu tinggal di dalam rumah sakit.Sepanjang jalan bunga sakura sudah bertebaran dimana-mana.Sudah masuk musim semi rupanya.Banyak orang berjalan ditrotoar pagi itu, bahkan ada yang berpasang-pasangan.Aku tersenyum memandang mereka.Aku juga ingin menikmati jalanan yang indah dipagi hari bersama Taehyung, tidak hanya ketika pergi ke sekolah, tapi juga kalau jalan-jalan santai.Aahh~ Taehyung, dunia ini begitu indah. Kau harus segera bangun!

Perasaanku bercampur antara senang dan antusias.Akuakan pulang kembali ke rumah yang sudah mempertemukanku dengan Taehyung, sekaligus, aku akan bertemu dengan orang itu. Orang yang sudah membuatku menjadi seperti ini dan membalas perbuatan jahatnya. Lihat saja, aku akan membalas orang itu.

Sesampainya dirumah, semua orang menyambutku.Beberapa keluarga pun juga berdatangan.Mereka memberi selamat kepada eomma dan appa.Aku juga senang melihat keramaian rumahku lagi. Hari ini aku akan bersenang-senang dan menikmati hidup kembali ke dunia ini sepuasnya! Eomma sengaja mengadakan pesta makan siang keluargakecil-kecilan di kebun rumah kami yang luas untuk merayakan kembalinya lagi aku ke rumah.

Setelah hari menjelang sore, mereka berpamitan dan kembali lagi kerumah mereka masing-masing.Sekarang yang tersisa tinggal aku, eomma dan appa.Setelah acara benar-benar selesai, aku segera masuk ke kamarku dan membersihkan diri.

Setelah membersihkan diri,perhatianku tertumpu pada sebuah lukisan besar dikamarku.Lukisan cermin itu. Ah, lukisan yang mempertemukan aku dengan Taehyung. Dengan sosoknya yang tiba-tiba keluar dari udara dan membentuk tubuh manusia.Tubuh manusia yang sempurna dan wajah yang sangat tampan.Seperti malaikat.

“Taehyung~”, panggilku, pelan.

Tapi tentu saja tidak ada jawaban.Hmm, aku duduk dikursi didepan perapian, memandang lukisan itu.Apa syarat dari si pemilik suara itu, ya?? Apa syarat yang diberikan kepadaku sampai aku bisa kembali lagi ke dunia ini?? Apamungkin syaratnya adalah aku tidak bisa memanggil Taehyung?? Hmm..

“Kim Taehyung, aku merindukanmu”, kataku, pelan.

“Aku merindukan saat kita bercanda, saat kita berlomba membentuk pemandangan langit yang indah penuh bintang di ruang putih itu… Aku rindu saat kau selalu memelukku agar bisa tertidur…”, kataku pelan.

Nyuuutt..jantungku serasa berdetak lebih lambat. Aku sangat merindukanmu, Taehyung.Sangat.

Tok tok tok! Pintu kamarku kemudian dibuka.

“Nona, sudah waktunya makan malam”, kata seorang pelayan.

“Nee, aku akan turun sebentar lagi”, kataku.

Tidak berapa lama kemudian aku turun dan bergabung dengan appa dan eomma.Kami lalu makan malam bersama.Ketika sedang makan bersama, tiba-tiba handphone appa berbunyi.

“Ah…panggilan penting dari Seoul, sebentar yah”, kata Appa.

Kami hanya mengangguk.Appa kemudian beranjak dari duduknya dan berlalu ketempat yang agak jauh dari meja makan.Setelah agak lama, appa baru kembali lagi ke meja makan.Wajahnya agak tegang, seperti ada sesuatu yang terjadi.

“Ada apa, yeobo? Ada masalah di Seoul?”, tanya eomma, khawatir.

“Sepertinya begitu.Setelah makan malam aku harus segera kembali ke Seoul”, kata appa.

Aku kemudian berkata, “Appa tidak bisa bermalam disini?”, tanyaku.

Appa menggeleng pelan, “Maafkan appa, ya, Hana.Ini urusan penting dengan kasus appa”, katanya.

“Apa perlu aku kembali ke Seoul malam ini denganmu, yeobo?Sepertinya masalahnya begitu penting”, kata eomma, masih khawatir.

Appa mendesah berat, “Hah.. Hana, bila eomma pergi bersama appa malam ini, kau tidak apa-apa kan??”, tanya appa.

Aku memandang appa dan eomma lalu tersenyum, “Nee, tidak apa-apa.Aku sudah senang appa bisa disini bersama kami”, kataku.

Appa memandangku, “Kau jadi berubah setelah tertidur selama 3 bulan?? Kau tidak setegang dulu dan lebih banyak bicara sekarang..hmmm”, katanya.

Aku tertawa kecil, “Ah..appa”

“Ada cowok yang dia suka, yeobo..”, goda eomma.

“Ohhh..begitu?”, timpal appa.

“Bukan.. maksudku…”

“Hahaha kapan-kapan kau ajak dia main kerumah ketika appa ada disini, arrasheo??”, tanya appa.

Aku tersenyum, “Nee, appa”.Aku akan mengajaknya ke rumah ini setelah dia terbangun dari tidurnya yang sangat panjang itu. Aku juga..ingin segera bertemu dengan dia.

—————————

Aku mengantar eomma dan appa sampai ke pintu depan. Aku merengganggkan otot yang capek dan berjalan pelan masuk menuju ke rumah lagi. Ah~ aku sendirian. Aku mau menghabiskan waktu dikamar saja~

“Bibi Kim”, panggilku.

“Nee, nona? Ada apa?”, tanyanya.

“Buatkan aku roti ya..uhm, tart strawberry, dan juga bawakan minuman hangat ke kamar. Aku ingin membaca buku dikamar”, kataku, seraya tersenyum memandangnya.

Bibi Kim tersenyum lalu mengangguk, “Baik nona”, katanya.

Aku kemudian naik ke kamarku, dan duduk tenang dimeja baca bundar di depan perapian. Aku sengaja mematikan lampu dan membiarkan dua lampu di tembok perapian saja yang menyala agar aku bisa fokus membaca buku.

———————–

Selang satu jam, Bibi Kim datang dengan membawa kuenya.Aku kemudian memakan kue itu dan minum teh hangat yang disediakan oleh bibi Kim.Aku hanya melempar senyum padanya dan menyuruhnya untuk keluar dari ruangan kamarku.

Tidak selang berapa lama, aku merasakan sesuatu yang aneh.Kepalaku menjadi sedikit pusing.“Ugh..kenapa aku tiba-tiba merasa pusing.. ugghh”, aku memegangi kepalaku sambil memijatnya perlahan-lahan.

Tapi aku tersenyum pelan dalam keremangan ruanganku.

Benar saja.

Dia berusaha mencelakaiku lagi.Aku kemudian memandang seseorang yang menungguiku makan dengan tenang dari tadi, padahal aku sudah menyuruhnya untuk keluar dari kamar.Aku melihat Bibi Kim yang tersenyum pelan didekatku.Aku berpura-pura memicingkan mata menatapnya, menampakkan kesakitan yang luar biasa.

Bibi Kim yang masih disana, berjalan mendekat dalam keremangan kamar, sudah siap membawa sebilah tongkat kayu besar.

“Mau apalagi kau?? Aku padahal sudah membiarkanmu hidup dan tidak melaporkan pada eomma!”, kataku sambil berteriak.

“Aku heran kenapa nona begitu lambat…”, katanya, dengan senyum lebar yang mengerikan. Wanita setengah baya itu menghampiriku yang masih sangat pusing dengan perlahan dan tangannya sudah mantap memegang kayu besar itu.

Dia melayangkan tongkat kayu itu ke arah kepalaku.Tapi aku berusaha menghindari serangannya yang sebenarnya tidak terlalu akurat.Tapi naas aku tersandung rok panjangku dan terjatuh dari kursi.

Bruug!! Ughh…

Aku sedikit mengerang dan memegangi kepalaku yang sekarang terasa benar-benar pusing.Aku bersimpuh lemah di lantai didepan perapian, tepat dibawah lukisan cermin itu bertengger menghiasi tembok kamar ini.Bibi Kim sudah mendekat ke arahku dan siap mengayunkan tongkat kayu besar itu dengan tatapan menyeramkan.

“Selamat tinggal, nona Hana”, desis wanita tua itu sambil mengayunkan tongkatnya.

—————

 

Piipp~ nyonya Kim yang sedari tadi melamun memandangi Taehyung, terperanjat mendengar suara bunyi alarm dari mesin disebelah Taehyung. Tengah malam seperti ini!!Ah!Gambar rekayasa detak jantung Taehyung naik secara signifikan dilayar itu. Nyonya Kim yang masih kaget dan tidak tahu benar apa yang terjadi langsung memanggil dokter dari telepon di sebelah ranjang VIP Taehyung.

“Dokter!! Taehyung sudah sadar, dokter!!”, teriak Nyonya Kim di telepon itu.

Dokter segera datang dengan terburu-buru bersama para perawat.Mereka segera melakukan tindakan medis agar pacu jantung Taehyung kembali normal. Setelah beberapa menit perjuangan agar Taehyung benar-benar sadar,

Untuk pertama kalinya setelah 3 tahun lebih, Kim Taehyung membuka matanya pelan.

————————

(Taehyung POV)

“Taehyung..Taehyung-ah! Kau bangun, nak?? Kau sudah bangun??”, itu suara pertama yang aku dengar.

Ugh..aku dimana? Kenapa badanku terasa begitu kaku.

“Astaga, dokter! Taehyung benar-benar bangun! Terimakasih dokter, terimakasih!”, suara itu lagi. Seperti mengenal suara itu.Ah… suara eomma.

“Saya juga sangat senang, saya benar-benar sangat bahagia juga, nyonya Kim.Saya benar-benar takjub setelah sekian lama akhirnya Taehyung bangun juga”, kata seorang laki-laki.

Dokter?? Ah..kepalaku masih agak sakit.

“Saya harap anda jangan terlalu banyak mengajaknya bicara.Saya akan memproses pemeriksaan tadi dan saya akan segera datang membawa hasilnya”, kata dokter itu.

“Nee, nee, saya mengerti.Terimakasih dokter.Terimakasih”, kata eomma lagi.

Mataku terbuka pelan.Aku memandang sekitarku, ini… dirumah sakit?Banyak sekali selang infus.Kemudian aku merasakan tanganku diraih oleh sebuah tangan yang hangat.Aku memalingkan wajahku ke arah orang itu.

Mataku menatap sebuah wajah yang begitu bahagia dan penuh kasih memandangku. Aku tersenyum pelan,

“Eomma…”, suaraku masih sangat parau. Sudah berapa lama aku tertidur disini?

“Taehyung-ah…”, suara eomma pecah karena menangis.

“Eomma…”, panggilku lagi, pelan.

“Nee, eomma disini, eomma disini untuk Taehyung.Eomma tidak akan pergi kemana-mana”, katanya, bergetar karena menangis dan masih terus mengusap-usap tanganku dengan penuh sayang.

“Appa…”, ingatanku melayang kepada Appa.

“Appa akan segera datang dari Macau. Appa akan segera datang. Eomma sudah mengirim kabar barusan, appa mu akan segera datang”, kata eomma sambil menepuk-nepuk tanganku dengan lembut.

Aku ingin berusaha duduk tapi punggungku sakit.Eomma lalu segera membantuku menata bantal dipunggungku agar aku bisa duduk.

“Appa..bagaimana dengan appa?”, tanyaku, masih lemah. Aku teringat terakhir kali..kejadian terakhir kali sebelum aku tertidur seperti ini.

“Appa baik-baik saja, appa akan segera datang. Kau tenang saja, nee??”, kata eomma, dengan senyumnya yang sangat menenangkan.

Aku memegangi kepalaku yang masih agak sakit.Setelah agak tenang beberapa lama, aku kemudian memandang eomma, “Eomma, ada orang yang ingin menyakiti appa”, kataku.

Eomma langsung kaget.“Apa maksudmu, Taehyung?? Kau baru saja siuman…”

Aku masih memicingkan mata dan menahan sisa-sisa rasa sakitku didalam tubuh.

“Setelah Appa datang, kita harus segera pulang, eomma”, kataku, sekarang lebih serius.

“Tae.. Kau baru sadar, dokter tidak akan memperbolehkanmu pergi sekarang..”, kata eomma, khawatir. “Sebenarnya apa yang membuatmu begitu..begitu ingin pulang, hm?”, eomma memandangku.

Aku menelan ludah.Aku sendiri ingin sekali segera pulang dan membuka kasus tersebut, tapi entah kenapa malam ini, entah kenapa aku begitu ingin segera datang ke rumah itu.

Seperti merasakan kalau ada sesuatu terjadi.

“Kita harus segera pulang kerumah eomma..kita harus segera pulang kerumah sekarang juga”, kataku mantap, sambil memandang eomma yang sangat kebingungan.

Eomma masih terdiam, mencoba memahami diriku, meneliti wajahku dan menarik nafas dengan tenang.Bunyi alat rumah sakit terdengar keras diruangan yang mendadak menjadi sepi dan berat ini.Eomma memandangku dengan bingung. “Taehyung…”

“Orang-orang itu ingin menyakiti appa dan keluarga kita. Itulah sebabnya..dia..membuatku sampai seperti ini”, kataku, lebih lantang. Aku tahu pasti eomma akan kaget. Baru saja aku bangun dari tidur panjangku dan sekarang aku bicara seperti ini.

Tapi aku harus segera pulang ke rumah malam ini!

“Tae..taehyung-ah.. Kau baru saja sadar, kau pasti masih bingung..sudah sudah, sekarang istirahat. Eomma akan menemanimu disini..”, kata eomma, mencoba menenangkanku.

Aku memandang eomma dalam-dalam, “Eomma, aku masih ingat dengan jelas keadaan sebelum aku coma, eomma… aku tidak bisa tenang, aku ingin segera kembali bangun untuk membalas mereka yang sudah berbuat seperti ini padaku..”, kataku, setengah memohon.

 

Tiba-tiba pintu ruang rawatku dibuka dan…

“Siapa yang berani melukai anak laki-lakiku satu-satunya?”, timpal sebuah suara berat yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruanganku. Suara yang mungkin sudah sangat lama tidak aku dengar.

“Appa…”, kataku, kaget melihat apa masuk kedalam ruangan rawatku dengan langkah-langkah besarnya yang dulu terkesan begitu menakutkan, tapi sekarang membuatku begitu senang memandangnya.

Aku tersenyum memandang Appa.

Eomma langsung berdiri dan menyambut appa, “Yeobo, kenapa kau sudah ada di Korea?? Aku baru saja mengirim pesan..”

“Aku sudah ada di Korea ketika kau mengirim pesan. Ada sesuatu yang membuatku ingin segera ke Korea..dan ternyata anak laki-lakiku bangun”, kata appa dengan suara beratnya dan intonasi tegasnya.

Aku tersenyum.Appa dan eomma, mereka jarang bertemu dan sekarang mereka ada disini dihadapanku.

Appa lalu duduk di kursi sebelah eomma.“Katakan pada appa, siapa yang membuatmu sampai seperti ini??”.

“Yeobo..!Taehyung baru sadar beberapa saat tadi, kau jangan menanyainya hal yang terlalu berat”, kata eomma, khawatir sekali.

Aku memandang mereka bergantian.

“Eomma, tenanglah dan percaya padaku”, kataku.

Aku menguatkan diri, aku tidak bisa salah bicara didepan appa.Aku diam sesaat, mencoba merangkai ingatanku yang sedikit memudar dan menyambungnya menjadi sebuah ingatan yang bisa aku ceritakan pada Appa.

“Appa, tolong dengarkan aku dengan teliti.Lagipula, aku harus segera pulang malam ini juga kerumah”, kataku, lebih tegas.

Appa sedikit kaget, tapi beliau segera menepis kekagetannya.“Ceritakan pada Appa”, katanya.

“Malam ketika aku coma itu, sebenarnya…..”

About fanfictionside

just me

15 thoughts on “FF/ WARM STAR (fallen angel sequel)/ BTS-Bangtan/ pt. 2

  1. Ternyata bibi kim toh yg jahat -_- tbc nya ga bagus bgt ih bikin greget wkwk. jadi nasibnya hana gimana dong? bibi kim kenapa jahat coba? duh banyak nanya gini jadinya wakakakak😄 /plak
    next nya jgn lama2 ya thor huehue😄

  2. Oh~ ternyata Bibi Kim yg Jahat Huh!!!

    Duug jdi penasan Nih ama critany Taehyung???

    Ahakk Next Next Thorr jgan lma” ya hehe faithing Thorr

  3. Aku udah ngrasa sebenernya bibi kim pasti yang jahat, abis siapa lgi coba yang ada dirumah itu gak mungkin kan orang tuanya hana, sebentar lagi kejahatannya akan terungkap, dan hana , semoga dia baik baik saja

  4. Pas ngelihat tbc nya langsung teriak wae…!!! Hebat bikin penasaran tingkat apa ajah/?! Next thor daebak bingit>,<

  5. oh ternyata yang jahat bibi toh… Terus si hana nya kemana ? Senangnya akhirnya taehyung siuman
    next thorrr ditunggu chapter selanjutnya yah😀

  6. Sebenarnya….blank! Kenapa tbc? Aaaah..

    Nah bener kan dugaanku dulu, pelakunya bibi Kim.. Atas dasar apa dia melakukan itu?
    Oh iya, Taehyung lupa sama Hana kah? Kok dari tadi belum nyebut nama Hana..

    Hana udah dieksekusi sama bibi Kim, Taehyung kira2 telat apa nggak? Bisa nyelametin Hana nggak?
    Duh..

    Next chap dicepetin ya kayun xD *dipentung*

  7. jangan-jangan Hana coma, Taehyung sadar, taehyung sadar Hana coma /apa ini/ jadi ternyata yg nyelakain mereka itu bibi kim?? beneran?!!! wahh… ngajak ribut nih bibi kim!!!!
    mau kritik yaahhh… kritikannya adalah, FF INI KURANG PANJANGGGG
    sarannya adalah “Gimana kalo part besoknya di panjangin lagiii???”
    sekian… maaf kalo kebanyakan protes wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s